Anda di halaman 1dari 2

Mengapa Langit Berwarna Biru

By Lucia Febriarlita Oktober 2, 2013

Ketika kita melihat langit saat cuaca cerah, langit tidak berawan atau sedikit berawan, kita menemukan bahwa langit berwarna biru dengan semburat awan berwarna putih. Warna tersebut berasal dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari dan diterima oleh atmosfer bumi. Gelombang elektromagnetik yang dipancar matahari meliputi sinar tampak dan sinar tidak tampak. Sinar tidak tampak terdiri atas sinar cosmo, sinar gamma, sinar X, sinar ultraviolet, sinar unframerah, gelombang mikro, gelombang panjang, gelombang dekat. Sedangkan sinar tampak yang terdapat pada 400-700 nanometer (nm) terdiri atas tiga sinar utama, yaitu sinar merah (red), hijau (green), dan biru (blue) sehingga sering disingkat (RGB). Nah, sinar tampak atau RGB inilah yang dapat ditangkap/dilihat oleh mata. Sinar merah memiliki panjang gelombang 630-700 nm, sinar hijau 480-560 nm, dan sinar biru 450-480 nm. Sendangkan frekuensinya, sinar biru memiliki frekuensi paling besar daripada sinar hijau, dan yang paling kecil sinar merah.

spektrum gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh matahari

Ukuran panjang gelombang sinar biru ini memiliki ukuran yang sama dengan partikel di atmosfer bumi. Sehingga, saat mencapai atmosfer bumi, sinar biru dihamburkan. Karena frekuensi sinar biru yang besar, maka sinar biru yang dihamburkan sangat banyak. Warna biru dengan frekuensi terbesar disusul hijau maka warna biru langit tersebut warnanya adalah biru muda karena ada campurannya dengan hijau. Inilah mengapa kita melihat langit berwarna biru muda.
n