Anda di halaman 1dari 1

Teknik Pengawetan Untuk mengurangi penguapan dan biodegradasi ketika sampling dan analisis, dapat dilakukan dengan cara

n dengan cara menjaga sampel sedingin mungkin tanpa dibekukan Pengepakan sampel dengan cara dihancurkan, dibekukan atau diberi es komersil sebelum digunakan Hindari penggunaan es kering, karena dapat membekukan sampel dan memecahkan gelas serta mengubah pH sampel Dijaga komposisi sampel agar dingin dengan es atau dalam pendingin dengan suhu 4oC Sampel dianalisis sesegera mungkin ketika sampel sampai di laboratorium, jika tidak dapat dianalisis segera, maka disimpan pada pendingin dengan suhu 4OC Penggunaan pengawet kimia hanya ketika tidak mengganggu dalam proses analisis Ketika digunakan pengawet kimia, ditambahkan langsung ke dalam botol sampel sehingga semua porsi sampel dapat terawetkan segera setelah dikumpulkan Penentuan sampel yang berbeda harus diawetkan secara terpisah Beberapa metode pengawetan mungkin tidak sesuai ketika diaplikasikan pada materi tertentu Jangan menggunakan formaldehid sebagai pengawet pada saat pengumpulan sampel untuk analisis karena dapat mempengaruhi analit Metode pengawetan dimaksudkan untuk menghambat proses biologis dan hidrolisis konstituen Metode pengawetan terbatas pada pengontrolan pH, penambahan zat kimia, penggunaan botol gelap, pendingin, filtrasi dan pembekuan Kehandalan penentuan analisis bertumpu pada pengalaman dan penilaian yang baik dari orang yang mengumpulkan sampel