Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang

Dalam ruang lingkup sosial masyarakat terdapat berbagai istilah, salah satunya adalah komunitas. Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values. Dalam komunitas, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Terdapat berbagai macam bentuk komunitas, seperti komunitas desa, komunitas kota, dan masih banyak lagi komunitas yang terdapat dalam masyarakat. Dan setiap jenis komunitas memiliki unsur dan ciri-ciri tersendiri untuk menggambarkan keadaan suatu komunitas tersebut. Dalam mata kuliah sosiologi pertanian sangat penting diketahui mengenai komunitas, agar mahasiswa mengetahui lebih banyak tentang proses sosial yang terjadi di masyarakat. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai definisi komunitas dari berbagai ahli, unsur-unsur komunitas,komunitas desa, dan ciri-ciri komunitas desa. 1.2 1. 2. 3. 4. 1.3 1. 2. 3. 4. Rumusan Masalah Apa yang dimaksud dengan komunitas? Apa saja yang termasuk dalam unsur-unsur komunitas? Apa yang dimaksud dengan komunitas desa? Apa saja yang termasuk dalam ciri-ciri komunitas desa? Tujuan Untuk mengetahui definisi dari komunitas Untuk mengetahui apa saja yang termasuk dalam unsur-unsur komunitas Untuk mengetahui definisi komunitas desa Untuk mengetahui apa saja yang termasuk ciri-ciri komunitas desa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Komunitas

Definisi Komunitas : Ditinjau dari asal katanya, komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis. Artinya adalah masyarakat, publik, milik bersama, atau banyak orang. Komunitas adalah kumpulan individu atau orang-orang yang mempunyai kesamaan karakteristik seperti kesamaan geografi, kultur, ras, agama, atau kesamaan sosial ekonomi yang setara. (Florida, 2004) Komunitas adalah hal yang dibangun dengan fisik atau lokasi geografi (physical or geographical location) dan kesamaan dasar akan kesukaan (interest) atau kebutuhan/needs. (George Jr (1955) Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yangseharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values (Kertajaya Hermawan, 2008) Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional (Soenarno, 2002). Komunitas adalah ikatan solidaritas antar individu, yang biasanya ditentukan oleh kesamaan-kesamaan yang mencakup kesamaan dalam perasaan, adat-istiadat, bahasa, norma-norma sosial, dan cara-cara hidup bersama pada umumnya yang dinamakan community sentiment. (Soekanto, 1982) Komunitas juga bisa berarti system yang meliputi anak-anak dan keluarga, lingkungan fisik,fasilitas, pendidikan, keamanan dan transportasi, badan pemerintah, dinas pelayanan sosial dan kesehatan, alat komunikasi, sumber ekonomi, dan fasilitas rekreasi. (Anderson dan McFarlane, 1996)

Berdasarkan referensi dari berbagai literatur tersebut, kami menyimpulkan komunitas adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah banyak dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerjasama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan (adat istiadat, norma dan nilai) yang dijadikan dasar hidup bersama. 2.2 Unsur-Unsur Komunitas

Berdasarkan literatur yang ditemukan, unsur-unsur komunitas adalah sebagai berikut : 1)Manusia (people) Manusia atau setiap individu akan membentuk sekelompok individu sejenis (manusia) yang akan membentuk komunitas dan menghasilkan kebudayaan. 2) Kelompok sosial Kelompok sosial atau social group adalah himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama disebabkan oleh adanya hubungan antar mereka yang menyangkut hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi dan adanya kesadaran untuk saling menolong. Sekelompok orang tersebut mempunyai kesadaran bersama akan keanggotaan. (R.M Maclver dan Charles H). 3) Kebudayaan (adat-istiadat, norma/nilai budaya) Kata kebudayaan berasal dari (bahasa Sansekerta) buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal Adapun istilah culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan berasal dari kata Latin colere. Artinya mengolah atau mengerjakan, yaitu mengolah tanah atau bertani. Dari asal arti tersebut, yaitu colere kemudian culture, diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaankebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. (E.B Tylor tahun 1871) Selain itu, Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

4) Teritorial (teritory) Letak wilayah atau letak geografis mendorong sekelompok orang untuk membentuk sebuah kelompok sosial atau komunitas yang menjadi ciri khas dari kondisi geografis tempat tinggal mereka. Contoh, komunitas tani di daaerah dataran rendah, kelompok penanam teh di daerah dataran tinggi, komunitas peternak sapi di daerah padang rumput, dan lain-lain.

5) Status dan peran Peranan dari komunitas adalah untuk membentuk suatu kelompok yang samasama mempunyai tujuan atau kesamaan dalam bidang tertentu untuk mencapai tujuan itu bersama-sama. Komunitas Desa

2.3

Sebelum beranjak ke komunitas desa, perlu diketahui menurut Paul H. Landis, desa dicirikan dengan : 1.Suatu lingkungan yang penduduknya kurang dari 2500 orang. 2.Suatu lingkungan yang penduduknya memiliki hubungan yang akrab dan serba informal di antara sesama warganya. 3.Suatu lingkungan yang penduduknyatergantung kepada pertanian Komunitas desa adalah bentuk persekutuan yang diteruskan antara penduduknya dengan lembaga mereka di wilayah setempat dimana mereka tinggal yaitu diladang ladang yang berserak dan dikampung yang biasanya menjadi pusat segala aktivitas mereka bersama. (Roucek, 1984) Komunitas desa adalah sekumpulan orang yang bertempat tinggal di desa atau jauh dari daerah kota/perkotaan dan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan masyarakat pedesaan lain. (Ahmadi, 2003) Komunitas Desa adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak (<2500 orang) dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerjsama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu/desa dalam waktu yang cukup lama (dengan mata pencaharian utama pertanian) dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan (adat istiadat, norma dan nilai) yang dijadikan dasar bersama. (Paul H. Landis, 1964)

Komunitas pedesaan merupakan komunitas yang terdiri lebih dari 10.000 penduduk atau kurang. (Countryside Agency,1999) Komunitas pedesaan merupakan komunitas yang heterogen dalam budaya, kepadatan penduduk, keterpencilan dari daerah perkotaan, karakteristik ekonomi dan sosial, dan dengan cara lain. (Guadron, Mary B. 2008)

Komunitas pedesaan ialah sosiologi pedesaan yang berkaitan dengan studi tentang karakteristik, fitur-fitur khusus, alam, dll dari masyarakat pedesaan. (Jayapalan, N. 2002)

Menurut Sanderson (dalam Sharma: 14), sebuah komunitas pedesaan terdiri dari interaksi sosial masyarakat dan instansi di daerah setempat di mana mereka tinggal di peternakan yang tersebar bergantian dan di sebuah desa yang membentuk pusat kegiatan bersama. (Sharma, Rajendra K. 2004)

Berdasarkan beberapa referensi mengenai definisi komunitas desa tersebut, kami berpendapat bahwa komunitas desa adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak (kurang dari 2500 orang) dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerjasama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan (adat istiadat, norma, dan nilai) yang dijadikan dasar bersama, sehingga membentuk suatu sistem sosial dalam ruang lingkup tertentu.

2.4

Ciri - Ciri Komunitas Desa Gambaran Roucek dan Warren (dalam Rahardjo, 1999:40) misalnya, adalah merupakan salah satu contoh dari gambaran karakteristik yang bersifat kontras antara desa dan kota. Menurut mereka, masyarakat desa memiliki karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Besarnya peranan kelompok primer Faktor geografik yang menentukan sebagai dasar pembentukan kelompok atau asosiasi Hubungan lebih bersifat intim dan awet Homogen Mobilitas sosial rendah Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi 5

7. Populasi anak dalam proporsi yang lebih besar.

Budi santoso (1985) memberikan beberapa ciri dari masyarakat pedesaan atau komunitas pedesaan yaitu: 1. Kegiatan ekonomi sangat erat berkaitan dengan hubungan kekeluargaan, sedangkan keuntungan dalam bentuk yang kurang nampak. 2. Pada umumnya masyarakat pedesaan sangat terikat pada nilai-nilai dan norma-norma tradisional dan sulit untuk menggantikannya dengan yang baru. 3. Pengolahan tanah pertanian merupakan sumber yang utama bagi keluarga yang bersangkutan. 4. Mempunyai posisi underdog karena dominasi dari pihak luar. Kedudukannya yang rendah dalam bidang politik sangat erat kaitannya dengan domnasi budaya serta eksploitasi ekonomi oleh pihak luar.

Setelah diketahui ciri-ciri komunitas desa, ciri-ciri komunitas desa di Indonesia menurut adalah sebagai berikut : Ciri-ciri komunitas desa pada umumnya kehidupannya tergantung pada alam (bercocok tanam) anggotanya saling mengenal, sifat gotong royong erat penduduknya sedikit perbedaan penghayatan dalam kehidupan religi lebih kuat.

Lingkungan dan Orientasi Terhadap Alam Desa berhubungan erat dengan alam, ini disebabkan oleh lokasi geografis di daerah desa petani, realitas alam ini sangat vital menunjang kehidupannya.Kepercayaankepercayaan dan hukum-hukum alam seperti dalam pola berfikir dan falsafah hidupnya menentukan.

Dalam Segi Pekerjaan/Mata Pencaharian Umumnya mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani, sedangkan mata pencaharian berdagang merupakan pekerjaan sekunder sebagian besar penduduknya bertani. Ukuran Komunitas Komunitas pedesaan biasanya lebih kecil dan daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah kilo meter perseginya. Kepadatan Penduduknya

Kepadatan penduduknya lebih rendah, biasanya kelompok perumahan yang dikelilingi oleh tanah pertanian udaranya yang segar, bentuk interaksi sosial dalam kelompok sosial menyebabkan orang tidak terisolasi. Pola Kepemimpinan Menentukan kepemimpinan di daerah cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu.Disebabkan oleh luasnya kontak tatap muka dan individu lebih banyak saling mengetahui.Misalnya karena kejujuran, kesolehan, sifat pengorbanannya dan pengalamannya. Hubungan antar individu Hubungan antar individu yang membentuk komunitas sangat erat dan sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan. Sistem gotong-royong dan jiwa musyawarah Musyawarah adalah satu gejala sosial yang ada dalam banyak masyarakat pedesaan atau omunitas desa umumnya dan khususnya di Indonesia. Artinya, bahwa keputusan-keputusan yang diambil dalam rapat-rapat tidak berdasarkan suatu mayoritas, yang menganut suatu pendirian tertentu, melainkan seluruh rapat, seolah-olah sebagai suatu badan.Hal ini tentu berarti bahwa baik pihak mayoritas maupun pihak minoritas mengurangi pendirian mereka masing-masing, sehingga bisa dekat-mendekati.Unsur ini rupanya sudah ada sejak berabad-abad lamanya dalam masyarakat pedesaan di Indonesia. BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan

Dalam lingkungan sosial yang umum terjadi di masyarakat, terdapat istilah komunitas. Komunitas itu sendiri adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah banyak dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerjasama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan (adat istiadat, norma dan nilai) yang dijadikan dasar hidup bersama. Adapun unsur-unsur yang menyusun komunitas itu antara lain; Manusia (people) Kelompok sosial Kebudayaan (adat-istiadat, norma/nilai budaya) Teritorial (teritory)
7

Status dan peran

Terdapat berbagai jenis komunitas tergantung dari jenis kepentingan dari suatu kelompok sosial, salah satunya adalah komunitas desa. Komunitas desa adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak (kurang dari 2500 orang) dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerjasama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan (adat istiadat, norma, dan nilai) yang dijadikan dasar bersama, sehingga membentuk suatu sistem sosial dalam ruang lingkup pedesaan. Komunitas desa dicirikan sebagai berikut;
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Besarnya peranan kelompok primer Faktor geografik yang menentukan sebagai dasar pembentukan kelompok atau asosiasi Hubungan lebih bersifat intim dan awet Homogen Mobilitas sosial rendah Keluarga lebih ditekankan fungsinya sebagai unit ekonomi Populasi anak dalam proporsi yang lebih besar.

Adanya komunitas, sejatinya bertujuan agar tiap elemen yang ada di dalamnya dapat saling membantu dalam menghasilkan sesuatu sesuai dengan visi dan misi dan dapat mengimplementasikannya. Atau dalam hal ini, setiap individu dalam komunitas pedesaan diharapkan dapat saling bekerja sama dalam kegiatan dan aktifitas di ruang lingkup pedesaan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi komunitas itu sendiri. 3.2 Saran Semoga atas disusunnya makalah mengenai Komunitas ini dapat membantu pemahaman mahasiswa pada umumnya mengenai definisi, unsur yang menyusun, serta tujuan atas adanya komunitas di struktur sosial masyarakat, khususnya mengenai komunitas pedesaan yang ruang lingkupnya dibatasi oleh berbagai aspek yang telah dijelaskan dalam makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Asyari, S.I. 1993. Sosiologi Kota Dan Desa. Surabaya. Usaha Nasional Dirdjosisworo, Soedjono. 1985. Asas-AsasSosiologi. C.V. Armico. Bandung Drs. Abu Ahmadi. Pengantar Sosiologi. 1975. Ramadhani, Semarang. Horton, Paul B. dan Hunt, Chester L. 1987. Sosiologi Jilid 1 Edisi ke-6. Terjemahan Aminuddin Ram dan Tita Sobari. Penerbit Erlangga. Jakarta. Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. PT Radja Grafindo. Jakarta. Soenarto, Kamanto. 2001. Pengantar Sosiologi. Edisi ke-2. Lembaga Penerbit FE-UI, Jakarta. Wojowasito S. 1999. Kamus Bahasa Indonesia. Penerbit CV Pengarang, Malang. Roucek, Joseph S and Warren,Roland L.1984.Pengantar sosiologi.Bina Aksara : Jakarta Sanner. 2002. Farmers Rural Community Attachment: A Structural Symbolic Interactionist Explanation. Parkland. USA. Soeroso, Andreas. 2008. Sosiologi 1.Yudhistira Rahardjo. 1999. Pengantar Sosiologi Pedesaan dan Pertanian. Gadjah Mada University Press