Anda di halaman 1dari 28

DEMAM PARATYPHI

Pendahuluan
Demam enterik dapat diakibatkan oleh infeksi salmonella Demam paratyphi dan demam typhoid Demam paratifoid disebabkan oleh infeksi Salmonella paratyphi A, Salmonella schottmlleri (Salmonella paratyphi B), dan Salmonella hirschfeldii (Salmonella paratyphi C) Demam tifoid salmonella typhii

Etiologi
Salmonella (Famili enterobactericeae)
Basil gram negatif tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Antigen utama adalah antigen somatik (O), flagella (H) dan capsular (K). Salmonella masuk ke saluran gastro intestinal melalui jalur feko-oral

Patogenesis
Kuman masuk dalam saluran cerna melekat pada ileum menembus epitel usus melalui plak peyery masuk ke kelenjar getah bening bereplikasi di sistem retikuloendotelial

Manifestasi Klinis
Minggu 1 -2
Gejala utama demam 7 hari Step ladder chart Nyeri kepala, anoreksia, nausea, nyeri perut, lidah kotor, nyeri abdomen, diare, konstipasi, hepatomegaly, splenomegaly

Minggu 3
Perforasi usus (nyeri abdomen di kuadran kanan bawah, defans muskular, peritonitis)

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium Deteksi S. Typhii Deteksi DNA Deteksi anti S. Typhii

Penatalaksanaan
Tirah baring Diet lunak Antibiotik

Penyajian Kasus
Identitas Nama : An. A.N.I.L, Perempuan (6 tahun) Agama : Kristen Protestan Ayah : Tn. H.K.L (50 tahun) Ibu : Ny. L.I.K (37 tahun) Masuk Mawar tanggal 1 Oktober 2013 pukul 23:00 WITA

Anamnesa
Keluhan Utama : Demam tinggi 3 hari SMRS Riwayat Penyakit Sekarang:(alloanamnesa) Demam awalnya muncul 5 hari sebelumnya tinggi 3 hari SMRS. Awalnya hangat, lalu panas tinggi, memberat terlebih saat sore dan malam turun saat pagi. Menggigil (+) Kejang (-), bintik darah (-). Diberikan parasetamol namun demam tidak turun

Sakit perut sejak 3 hari SMRS. Nyeri seperti berputar di daerah pusar, tidak menjalar. Sakit perut dirasakan setiap hari namun tidak bertambah berat. Pusing (+), mual (+) muntah (-), serta sulit BAB dalam 3 hari terakhir. Tidak terdapat kelainan seperti batuk pilek, sesak nafas, nyeri dada, serta kencing normal dan tidak nyeri.

Riwayat
Riwayat penyakit dahulu : (-) Riwayat penyakit keluarga : (-) Riwayat imunisasi: lengkap sesuai usia Riwayat makan : ASI + susu formula sampai 2 tahun, bubur sun saja sejak 6 bulan, nasi usia 1 tahun hingga sekarang Riwayat persalinan : lahir di Klinik, ditolong bidan, BBL 3000 gram Riwayat kehamilan : G4P4A0, ANC teratur

Pemeriksaan Fisis
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Kompos Mentis BB : 11 kg TB : 92 cm Status gizi : kurang Tanda Vital
HR : 128x/m (reguler) Suhu : 38,6oC RR : 20 x/m

Pemeriksaan Fisik
Kulit : sianosis (-), ikterus (-), scar BCG (+), pucat (-), tanda-tanda radang (-), rumple leed (-) Kepala : Normocephal, ubun-ubun sudah menutup. Rambut kepala : Hitam, tumbuh merata, tebal, tidak mudah tercabut Wajah : simetris

Pemeriksaan Fisik
Mata : konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), sekret (-), udem (-), cekung (-) Telinga : Otorhoe (-) Hidung : rhinore (-) Mulut : mukosa bibir merah muda, lembab, tonsil T1-T1, hiperemis (-), lidah kotor (+) Leher : KGB tidak teraba pembesaran, kaku kuduk (-)

Pemeriksaan Fisik
Dada :

Pulmo Inspeksi : gerakan napas (simetris), retraksi otot pernapasan (-) Palpasi : simetris +/+ auskultasi : vesikuler-/-, rh -/-, Wheezing-/-.
Cor Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat Palpasi : Iktus kordis teraba di ICS V linea mid klavikula sinista Auskultasi : S1/s2 tunggal, gallop (-), murmur (-)

Abdomen :
Inspeksi : rata, tanda inflamasi (-) Auskultasi : bising usus (+) menurun Palpasi : distended (+), meteorismus (+), hepar just palpable, turgor <3 detik, edema (-), hepar/lien tidak teraba Perkusi : timpani

Pemeriksaan Fisik
Ekstremitas :
Akral hangat, CRT <3 detik.

Darah Lengkap
WBC = 6,39 Lymph# = 3,65 Mono# = 0,58 Eo# = 0,01 Baso# =0,01 Neut # = 9,37 Lymph % = 57,1 Mono% = 9,1 Eo% = 0,2 Baso% = 0,2 Neut% = 37,4 RBC = 4,52 Hb = 11,9 HCT = 37,1 MCV = 82,1 MCH = 26,3 MCHC = 32,1 PLT = 130 Malaria (-)

Widal
Antigen O (+) 1/80 Antigen H (-) AO (+) 1/320 BO (+) 1/80

Resume

Diagnosis
Demam Paratyphi Gizi Kurang

Terapi
Tirah baring IVFD D5 NS : 1750cc/24 jam Diet lunak Paracetamol 3x 1 cth Kloramfenikol 4 x 400mg IV

perkembangan pasien

Diskusi
Teori Minggu 1 -2
Gejala utama demam 7 hari Step ladder chart Nyeri kepala, anoreksia, nausea, nyeri perut, lidah kotor, nyeri abdomen, diare, konstipasi, hepatomegaly, splenomegaly

Pada pasien
demam 5 hari Step ladder chart Nyeri kepala, anoreksia, nausea, nyeri perut, lidah kotor, nyeri abdomen, konstipasi, hepatomegaly

Minggu 3
Perforasi usus (nyeri abdomen di kuadran kanan bawah, defans muskular, peritonitis)

Widal
AO (+) 1/320 dapat mengarahkan diagnosis ke salmonella paratyphii. Namun tidak menutup kemungkinan dapat juga terjadi infeksi S. Typhii karena dilakukan pada hari ke 5.

Terapi
Teori Istirahat total Diet lunak Antibiotik Kloramfenikol Klinis Tirah baring IVFD D5 NS : 1750cc/24 jam Diet lunak Paracetamol 3x 1 cth Kloramfenikol 4 x 400mg IV

Ringkasan
Telah dilaporkan kasus seorang anak perempuan dengan diagnosis Demam pratyphoid. Penegakkan diagnosis demam enterik melalui riwayat penyakit, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang serta pengobatan yang tepat dapat memberikan kesembuhan dan mencegah terjadinya komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian.

Terima kasih