Anda di halaman 1dari 24

REFERAT

PEMERIKSAAN NERVUS KRANIALIS

GODEFRIDUS P. BAY
YULIANA S. GURANG
PEMBIMBING : DR. AHMAD ICHSAN, Sp.S

PENDAHULUAN
Pemeriksaan saraf merupakan salah satu dari rangkaian
pemeriksaan neurologis yang terdiri dari status mental,
tingkat kesadaran, fungsi saraf kranial, fungsi motorik,
reflex, koordinasi dan gaya berjalan dan fungsi sensorik.
Salah satu yang akan dibahas adalah pemeriksaan ke 12
nervus kranialis.(1)

Saraf-saraf tersebut diantaranya : Olfaktorius (I), Optikus


(II), Okulomotorius (III), Trochlearis (IV), Trigeminus (V),
Abdusens (VI), Facialis (VII), Vestibulocochlearis (VIII),
Glossopharingeus (IX), Vagus (X), Assesorius (XI),
Hipoglosus (XII).(3,4)

Pemeriksaan n. I ( n. Olfaktorius )
Syarat pemeriksaan tidak boleh memakai zat atau benda
yang mengiritasi karena akan merangsang n.I
Interpretasi : anosmia, hyposmia, parosmia, cacosmia

Pemeriksaan n.II (optikus )


a. Visus
Sebaiknya diperiksa dengan Snellen Chart agar teliti.

Pasien dapat melihat huruf pada Snellen Chart pada jarak 6 meter
pada visus 6/6.
Pasien hanya dapat menghitung jari dari jarak tidak lebih dari 1 meter,
visus 1/60
Hanya dapat melihat gerakkan tangan dalam jarak 1 meter visus 1/300
Membedakan gelap terang (light perception) visus 1/ ~ (satu per tak
terhingga)
Buta, visus = 0

b. Lapangan pandang
Cara yang paling sederhana ialah tes konfrontasi.
Pemeriksaan yang lebih kompleks yakni campimeter
Macam defek lapangan pandang : Hemianopsia
(temporal, nasal, bitemporal, binasal).

c. Funduskopi
Tujuan pemeriksaan funduskopi adalah pemeriksa ingin
menilai retina dan papil nervus optikus.

Pemeriksaan n. III, IV, VI ( n. Oculomotorius,


trochlearis dan abducens )

a. Celah mata. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat


kelopak mata yang menutupi bagian atas iris harusnya
simetris.
b. Pupil. Pada pupil perhatikan bentuk, diameter (2-4mm),
isokor. Jika tidak sama kanan dan kiri disebut anisokor.
Untuk refleks cahaya langsung dan tidak langsung
dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan penlight.

c. Posisi mata. Kedua mata dilihat posisinya yang normal


adalah sejajar.
d. Gerakan bola mata
Pemeriksa menggerakkan jari ke semua arah dan pasien
diminta melihat jari pemeriksa. Gerakkan dapat dilakukan
ke lateral, medial, superior, inferior dan inferomedial.

d. Nistagmus
Nistagmus terdiri dari gerakkan bola mata bolak-balik dan
ritmik yang sifatnya involunter. Tipe nistagmus membantu
dalam menegakkan tipe kelainan perifer atau sentral
dengan Perasat Dix Hallpike.

Pemeriksaan n. V ( n.trigeminus )
1. Pemeriksaan motorik dan Sensorik
Pasien diminta menggigit lalu pemeriksa meraba m.
Masseter na m. Temporalis, bandingkan kanan dan kiri
Pasien membuka mulut perlahan, bila terjadi kelumpuhan
pada m. Pterigoideus maka akan terjadi deviasi rahang ke
sisi sehat dan mendorong ke sisi lumpuh.
Pasien menggigit spatel secara bergantian dan bandingkan
bekas gigitan (1)

Pemeriksaan n.V cabang Ophtalmicus


Dilakukan pemeriksaan kornea, dinilai refleks langsung dan tidak langsung
Foramen supraorbital di tekan, dalam keadaan normal tidak terdapat nyeri
Dahi diperiksa rasa raba, nyeri, suhu dan bandingkan kanan dan kiri

Pemeriksaan n.V cabang maksilaris


Refleks bersin
Foramen infraorbital ditekan keadaan normal tidak nyeri
Pipi diperiksa rasa, raba, nyeri dan suhu lalu dibandingkan kanan dan kiri

Pemeriksaan n.V cabang

Jaw jerk reflex,

Foramen mentale ditekan normalnya tidak nyeri


Pipi dan rahang bawah diperiksa rasa, raba, suhu dan nyeri lalu dibandingkan kanan dan kiri

Pemeriksaan n.VII ( n. Facialis )


Amati simetrisitas wajah saat istirahat dan perhatikan adanya tic
atau spasme
Pasien diminta mengangkat alis, lihat kerutan dahi dan alis
apakah sama tinggi
Pasien memejamkan mata apakah menutup sama kuat
Perhatikan sudut nasolabialis apakah sama
Pemeriksaan rasa kecap 2/3 lidah bagian anterior dengan larutan
gula, garam dan asam sitrat

Pemeriksaan n.VIII ( n. Vestibulocochlearis )


Pemeriksaan n. Cochlearis
Cara pemeriksaan dengan menggesekkan jari tangan apakah
terdengar dan dibandingkan kanan dan kiri
Tes Rinne
Tes Weber
Tes Swabach

Pemeriksaan n. Vestibularis

Tes kalorik
Tes past pointing
Tes Fukuda
Tes Romberg
Tes Romberg dipertajam
Head trust test

Pemeriksaan n. IX,X ( n. Glossopharyngeus, n. Vagus )


Suara : Jika suara serak disfoni, jika tak ada suara sama
sekali afoni
Menelan air, lihat gerakkan trakea
Minta pasien mengatakan aaaa sambil melihat kontraksi
pallatum molle dan uvula apakah mengalami deviasi
Rasa kecap 1/3 lidah bagian belakang dengan larutan kina,
normal bila pasien merasa pahit.
Refleks muntah dapat dinilai dengan cara memasukkan
spatel dan menyentuh faring atau pallatum molle dengan
kapas lidi.

Pemeriksaan n. XI ( n. Accesorius )
Kelumpuhan n. Asesorius akan mengganggu m.
Sternokleidomastoideus dan m. Trapezius . fungsi m.
Sternokleidomastoideus adalah untuk memutar kepala, dan
menengadahkan kepala ( m. Sternokleidomastoideus
kanan memutar kepala ke kiri). Fungsi m. Trapezius adalah
memfixir dan mengangkat pundak.

Pemeriksaan n. XII ( n. Hypoglosus )


Lihat lidah apakah ada atrofi dan fasikulasi.
Untuk mengetahui ada disartri pasien diminta mengucapkan
ular lari lurus di lorong-lorong.
Minta pasien mengeluarkan lidah, pada keadaan normal
lidah simetris di tengah. Bila lumpuh maka lidah akan
berdeviasi ke saraf yang lumpuh.

TERIMA KASIH

Video