Anda di halaman 1dari 31

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini akan disajikan tentang konsep komunikasi secara umum yang terdiri dari pengertian, komponen, macam, bentuk, tingkat hubungan komunikasi, faktor yang mempengaruhi proses komunikasi, arti komunikasi bagi perawat. Juga dibahas mengenai komunikasi terapeutik yang terdiri dari pengertian, tujuan, fungsi, tahapan, faktor penghambat, prinsip komunikasi terapeutik, dan perbedaan antara komunikasi terapeutik dengan komunikasi sosial serta aplikasi komunikasi dalam asuhan keperawatan. Pada bab ini juga dibahas konsep kecemasan yaitu pengertian kecemasan, penyebab kecemasan, tingkat kecemasan, rentang respon dan proses adaptasi terhadap kecemasan. Juga akan dibahas tentang Critical Care Nursing. Serta hubungan komunikasi dan tingkat kecemasan.

2.1 Konsep komunikasi 2.1.1 Pengertian Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin comunication yang berarti sama dalam hal ini berarti sama makna. omunikasi juga diartikan sebagai upaya

seseorang untuk merubah pikiran, perasaan atau perilaku orang lain !"ffendi, 1##2$. omunikasi juga merupakan elemen dasar dari hubungan interpersonal untuk membuat, memelihara, dan menampilkan kontak dengan orang lain !%ary &nn, 1##'$.

1(

11 2.1.2 omponen komunikasi Komunikator) penyampai informasi atau sumber informasi, Komunikan) penerima informasi atau memberi respon terhadap stimulus yang disampaikan oleh komunikator, Pesan) gagasan atau pendapat, fakta, informasi atau stimulus yang disampaikan, %edia) saluran yang dipakai untuk menyampaikan pesan, Encoding ) perumusan pesan oleh komunikator sebelum disampaikan kepada komunikan, Decoding ) penafsiran pesan oleh komunikan pada saat menerima pesan. 2.1.* +erbagai %acam omunikasi

&da * !tiga$ macam komunikasi antara lain ! ariyoso, 1##,$ ) 1. omunikasi searah omunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media dan diterima oleh komunikan. Sedangkan komunikan tersebut tidak memberikan umpan balik !feedback$. 2. omunikasi dua arah omunikator mengirim pesan !berita$ diterima oleh komunikan, setelah disimpulkan kemudian komunikan mengirimkan umpan balik kepada sumber berita atau komunikator. *. omunikasi berantai omunikan menerima pesan atau berita dari komunikator kemudian disalurkan kepada komunikan kedua, dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan seterusnya.

12 2.1., -ingkat hubungan komunikasi omunikasi intrapersonal, terjadi dalam diri indi.idu sendiri. omunikasi

ini akan membantu agar seseorang atau indi.idu tetap sadar akan kejadian disekitarnya. %elamun maka anda sedang melakukan komunikasi interpersonal. omunikasi interpersonal, interaksi antara dua orang atau kelompok kecil. omunikasi ini merupakan inti dari praktek keperawatan karena dapat terjadi antara perawat dan klien serta keluarga, perawat dengan perawat, dan perawat dengan tim kesehatan lain. kelompok besar. /eramah yang diberikan pada mahasiswa, kampanye, merupakan contoh komunikasi massa. 2.1.0 omunikasi .erbal omunikasi massa, interaksi yang terjadi dalam

1. Pengertian omunikasi yang dilakukan melalui kata1kata, bicara atau tertulis !Intansari 2urjannah, 2((1$. %eskipun yang paling mempengaruhi komunikasi adalah bahasa non .erbal, kata adalah alat yang sangat penting dalam komunikasi. 3alidasi tentang pengertian komunikasi .erbal antara perawat dan pasien adalah penting. %enurut 4eddy !1##'$, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam berkomunikasi secara .erbal adalah) %asalah teknik yaitu seberapa akurat komunikasi tersebut dapat mengirimkan simbol dari komunikasi tersebut. %asalah semantik yaitu seberapa tepat simbol dalam mengirimkan pesan yang dimaksud. %asalah pengaruh yaitu seberapa efektif arti yang diterima mempengaruhi tingkah laku.

1* 2. 5aktor1faktor penting dalam komunikasi .erbal "llis dan 2owlis !1##,$ mengatakan beberapa hal penting dalam komunikasi .erbal: penggunaan bahasa, perlu mempertimbangkan pendidikan klien,tingkat pengalaman dan kemahiran dalam berbahasa !bahasa Inggris, Indonesia, dll$. 6alam penggunaan bahasa memerlukan kejelasan yaitu memilih kata yang jelas dan tidak mempunyai arti yang salah. eringkasan yaitu pesan

singkat dan tanpa penyimpangan untuk menghindari kebingungan tentang apa yang penting dan apa yang kurang penting. ecepatan yaitu kecepatan bicara

mempengaruhi komunikasi .erbal. Seseorang yang dalam keadaan cemas atau sibuk biasanya akan lupa untuk berhenti berbicara dan pembicaraan dilakukan sangat cepat sehingga hal ini menyebabkan pendengar tidak dapat memproses pesan dan menyusun respon yang akan diberikan. omunikasi .erbal dengan kecepatan yang sesuai akan memberikan kesempatan bagi pembicara sendiri untuk berpikir jernih tentang apa yang diucapkan dan juga akan menyebabkan seseorang dapat menjadi pendengar yang efektif. Voice tone menunjukan gaya dari ekspresi yang digunakan dalam bicara dan dapat merubah arti dari kata.Pengaruh dari bicara dengan suara yang keras akan berbeda dengan suara yang lembut atau lemah.Suara yang keras menunjukan berbicara yang terburu1 buru,tidak sabar,sindiran tajam dan marah. Salah satu komunikasi .erbal yang penting dalam keperawatan adalah wawancara. 7awancara merupakan salah satu cara untuk mendapatkan data dari klien dalam tahap pengkajian. 7awancara adalah pola komunikasi yang mempunyai tujuan yang spesifik yaitu untuk mendapatkan riwayat kesehatan, mengidentifikasi kebutuhan kesehatan, faktor resiko, dan untuk menentukan

1, perubahan spesifik dari tingkat kesehatan dan pola hidup. !Potter dan Perry, 1##*$. Pewawancara akan mendapatkan informasi tentang keadaan kesehatan klien, pola hidup, pola sakit, sistem dukungan, pola adaptasi, kekuatan dan keterbatasan. 7awancara yang dilakukan perawat pada dasarnya tergantung pada situasi yang ada. Pada situasi emergensi, fokus wawancara perawat adalah mengenai trauma, faktor presipitasi serta alergi yang dimiliki klien. 8al ini berbeda pada saat situasi rehabilitasi dimana fokus wawancara perawat adalah mengenai keadaan sakit dulu dan sekarang, strategi koping, dll. 6engan melihat hal ini adalah sangat tidak tepat bagi perawat bila klien dalam keadaan gawat, perawat menanyakan pada klien tentang riwayat genogram klien atau hobi klien. egiatan wawancara oleh perawat dapat menggunakan beberapa

teknik wawancara. *. -eknik wawancara 1$ -eknik mencari masalah 7awancara yang dilakukan berfokus untuk mengidentifikasi masalah klien yang potensial dan data berikutnya didapatkan dengan berfokus pada masalah yang telah ditemukan. /ontoh) perawat menanyakan apakah klien mengalami mual, jika ya, kemudian perawat mengumpulkan data tentang kejadian, faktor pencetus, gejala yang menyertai, aktifitas yang dilakukan klien dengan menggunakan teknik pemecahan masalah. 2$ -eknik pemecahan masalah -eknik ini berfokus pada pengumpulan data yang lebih dalam terhadap masalah yang sudah diidentifikasi oleh perawat dan klien !I.ey, 1#''$. /ontoh )

10 jika klien mengalami mual, perawat kemudian mengumpulkan informasi tentang datangnya gejala tersebut !berangsur1berangsur atau tiba1tiba$, faktor yang memperberat gejala yang berhubungan, cara menyelesaikan masalah yang telah dicoba oleh klien dan keefektifan pemecahan masalah tersebut. *$ -eknik pertanyaan langsung -eknik ini merupakan teknik wawancara yang strukturnya memungkinkan didapatkan 112 jawaban. -eknik ini sering digunakan untuk mengklarifikasi informasi yang sudah didapatkan sebelumnya atau untuk menyediakan informasi tambahan !I.ey, 1#''$. -ujuan dari teknik wawancara ini adalah agar klien tidak dengan sengaja memberikan informasi yang berlebihan dari data yang ingin didapatkan oleh pewawancara. +iasanya pertanyaan ini digunakan untuk mendapatkan data biografi dan informasi spesifik tentang masalah kesehatan seperti gejala, faktor presipitasi, dan aktifitas pemecahan masalah. ,$ -eknik pertanyaan terbuka -eknik wawancara ini bertujuan untuk mendapatkan respon lebih dari satu jawaban dari klien. -eknik ini dapat memicu terjadinya diskusi dengan klien mengenai gambaran status kesehatan klien saat ini. /ontoh) perawatan kesehatan apa yang kamu butuhkan atau inginkan9 +agaimana perasaanmu9 2.1.: omunikasi non .erbal

1. Pengertian omunikasi non .erbal adalah setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim atau pelakunya !Johnson, 1#'1$. omunikasi non .erbal

merupakan komunikasi yang tidak melibatkan bicara dan tulisan !Intansari

1: 2urjannah, 2((1$. Sebesar #(; dari arti komunikasi berasal dari komunikasi non .erbal !8unsaker cit. 4eddy, 1##'$. 8al ini menunjukan pentingnya mempelajari komunikasi non .erbal. 2. 5ungsi komunikasi non .erbal &dapun fungsi komunikasi non .erbal menurut %ark 4. napp !1#<2$ adalah !1$ =epetisi1mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara .erbal. %isalnya, setelah saya menjelaskan penolakan saya, saya menggelengkan kepala berkali1kali, !2$ Subtitusi 1 menggantikan lambang1lambang .erbal. %isalnya, tanpa sekata pun anda berkata. &nda dapat menunjukan persetujuan dengan mengangguk1angguk, !*$ ontradiksi > menolak pesan .erbal atau

memberikan makna yang lain terhadap pesan .erbal. %isalnya, anda memuji prestasi kawan anda dengan mencibirkan bibir anda, !,$ omplemen1melengkapi

dan memperkaya makna pesan non .erbal. %isalnya, air muka anda menunjukan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata1kata, !0$ &ksentuasi > menegaskan pesan .erbal atau menggarisbawahinya. %isalnya, anda

mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul mimbar. *. &rti penting komunikasi non .erbal %enurut 6ale ?. 4eathers !1#<:$ yang dikutip oleh Jalaludin =akhmat, menyebutkan enam alasan mengapa pesan non.erbal sangat penting. Pertama, faktor1faktor non.erbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal. etika kita mengobrol atau berkomunikasi tatap muka,

kita banyak menyampaikan gagasan dan pikiran kita lewat pesan1pesan non.erbal. Pada gilirannya orang lain pun lebih banyak @membacaA pikiran kita lewat petunjuk1petunjuk non.erbal. %enurut +irdwhistell,Abarangkali tidak lebih dari

1< *(; sampai *0; makna sosial percakapan atau interaksi dilakukan dengan kata1 kata.A Sisanya dilakukan dengan pesan non.erbal. %ehrabian, penulis The Silent Message, bahkan memperkirakan #*; dampak pesan diakibatkan oleh pesan non.erbal. 6alam konteks ini juga kita dapat memahami mengapa kalimat1 kalimat yang tidak lengkap dalam percakapan masih dapat diberi arti. &nda maklum apa yang dimaksud oleh rekan anda ketika ia melukiskan kecantikan seorang wanita dengan kalimat yang tidak selesai, APokoknyaBB.,A ketika anda melihat gerak kepala, tubuh dan tangannya. edua, perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan non.erbal ketimbang pesan .erbal. &nda boleh menulis surat kepada pacar anda dan mengungkapkan gelora kerinduan anda. &nda akan tertegun, &nda tidak menemukan kata1kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu yang begitu mudah diungkapkan melalui pesan non.erbal. +agaimana harus anda tuliskan dalam surat &nda getaran suara, tarikan napas, kesayuan mata, dan detak jantung9 %eurut %ahrabian !1#:<$, hanya <; perasaan kasih sayang dapat dikomunikasikan dengan kata1kata. Selebihnya, *'; dikomunikasikan lewat suara, dan 00; dikomunikasikan melalui ungkapan wajah !senyum, kontak mata, dan sebagainya$. etiga, pesan non.erbal menyampaikan makna dan maksud yang relatif bebas dari penipuan, distorsi dan kerancuan. Pesan non.erbal jarang dapat diatur oleh komunikator secara sadar. Sejak Caman Prasejarah, wanita selalu mengatakan @tidakA dengan lambang .erbal, tetapi pria jarang tertipu. %ereka tahu ketika @tidakA diucapkan, seluruh anggota tubuhnya mengatakan @yaA. 6alam

1' situsi yang @double bindingA > ketika pesan non.erbal bertentangan dengan pesan .erbal > orang bersandar pada pesan non.erbal. eempat, pesan non.erbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi. 5ungsi metakomunikatif artinya memberikan informasi tambahan yang memperjelas maksud dan makna pesan. 6iatas telah disebutkan bahwa pesan non.erbal mempunyai fungsi repetisi, substitusi, kontradiksi, komplemen dan aksentuasi. Semua ini menambah kadar informasi dalam penyampaian pesan. elima, pesan non.erbal merupakan cara berkomunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan pesan .erbal. 6ari segi waktu, pesan .erbal sangat tidak efisien. 6iperlukan lebih banyak waktu untuk mengunkapkan pikiran kita secara .erbal daripada secara non.erbal. eenam, pesan non.erbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat. &da situasi komunikasi yang menuntut kita untuk mengungkapkan gagasan atau emosi secara tidak langsung. Sugesti disini dimaksudkan menyarankan sesuatu kepada orang lain secara implisit !tersirat$. Sugesti paling efektif disampaikan melalui pesan non.erbal. ,. lasifikasi komunikasi non.erbal

1$ Kinesics %erupakan komunikasi non.erbal yang dilakukan melalui pergerakan tubuh. Kinesics terdiri dari ) Ekspresi muka. Posisi mulut, alis, mata dan senyum. Perawat sangat perlu melakukan .alidasi persepsi dari ekspresi muka yang ada pada klien sehingga perawat tidak salah mempersepsikan apa yang diobser.asi dari klien. %isalnya

1# perawat melihat seorang klien merengutkan mulutnya, perawat bisa

mengklarifikasi dengan menanyakan apakah klien marah. Perawat juga perlu memperhatikan ekspresi .erbalnya sendiri sehingga tidak terjadi perawat menyapa dengan suara yang ramah dan lembut tetapi mukanya tampak sinis atau merengut. Perasaan yang paling mudah dikenali melalui wajah adalah kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, dan kebencian. "kpresi wajah ini cenderung uni.ersal, yaitu orang1orang diseluruh dunia tersenyum jika mereka senang dan mengkerutkan kening jika merekah sedih !"kman dan 5riesen, 1#<0$ yang dikutip oleh 2i.en. 6engan cara yang sama ada bukti bahwa ekspresi wajah cenderung untuk mempunyai arti yang juga uni.ersal, yaitu senyuman dikenal sebagai tanda kebahagiaan sedangkan kerutan kening dikenal sebgai tanda kesedihan diseluruh dunia !"kman dan 5riesen, 1#<0$ yang dikutip oleh 2i.en. 6ua implikasi yang penting untuk tenaga perawat adalah membuat pasien lebih sering tersenyum dapat membuat mereka merasa lebih baik dan belajar untuk menekan ekspresi wajah pada saat mjengalami stres mungkin menurunkan pengalaman emosional dari stres itu sendiri. Ges ure !gerak" is#ara " sikap$. Isyarat tangan dapat menunjukan seseorang sedang mengalami cemas atau tidak sabar. aki diseret dan kegelisahan

menunjukan keinginan seseorang untuk lari. Posisi tubuh menunjukan seseorang bersikap terbuka pada orang lain. %enganggukan kepala atau menggelengkan kepala menunjukan komunikasi tertentu. Sikap atau cara untuk menghadirkan diri secara fisik sehingga dapat memfasilitasi komunikasi yang terapeutik adalah !"gan cit. eliat, 1##2$ ) +erhadapan, arti dari posisi ini adalah @Saya siap untuk anda.A%empertahankan kontak mata, kontak mata pada le.el yang sama berarti

2( menghargai klien dan menyatakan keinginan untuk tetap berkomunikasi. %embungkuk ke arah klien, posisi ini menunjukan keinginan untuk mengatakan atau mendengarkan sesuatu. %empertahankan sikap terbuka, tidak melipat kaki atau tangan akan menunjukan keterbukaan untuk berkomunikasi. -etap rileks, tetap dapat mengontrol keseimbangan antara ketegangan dan relaksasi dalam memberikan respon pada klien. 4eddy !1##'$ mencontohkan beberapa sikap kinesic yang menunjukan komunikasi non.erbal) dengan lembut menggosok bagian belakang telinga menggunakan jari telunjuk menunjukkan seseorang yang raguD sambil lalu menggosok mata dengan tangan menunjukan seseorang yang tidak paham dengan apa yang dikomunikasikanD menutupkan tangan ke mulut menunjukkan seseorang yang mencoba menyembunyikan sesuatuD bersandar dengan kedua tangan mendukung kepala menunjukan superior atau keyakinanD menjepit batang hidung dengan mata tertutup menunjukan pikiran yang penuh dengan penilaianD menggerakan mata kearah bawah dari batang hidung dan menatap dengan tajam lawan bicara menunjukkan penilaian negatif yang sangat kuat. Gerakan ubuh %an pos ure. aki yang kejang dan meloncat menunjukan

seseorang yang tidak sabar, bosan atau tegang. Penampilan membungkuk menunjukan depresi. %eremas tangan menunjukan takut, nyeri atau kwatir. Penampilan kaku menunjukkan nyeri atau tegang. %engacungkan jempol menunjukkan kemenangan. %enurunkan jempol menunjukkan konotasi negatif. %enendang obyek menunjukkan marah. Indi.idu dengan postur membungkuk, dengan kepala dan mata melihat kebawah menunjukkan seseorang dengan harga

21 diri rendah. +erdiri tegak dengan kepala meninggi dan tangan dipinggang menandakan status superior terhadap orang lain. %enurut =eece dan 7hitman cit. -ownsend !1##*$, respon tingkah laku yang digunakan untuk menilai seseorang hangat atau dingin diidentifikasikan sebagai berikut) seorang yang hangat dapat ditandai dengan posturnya yang mengarah kepada orang lain, tersenyum, kontak mata langsung. Seseorang yang dianggap dingin adalah seseorang dengan tingkah laku postur membungkuk, melihat sekeliling ruangan, mengetuk tangan di meja, dan tidak tersenyum. Gerak ma a : kon ak ma a. 6iartikan sebagai melihat langsung ke mata orang lain !=osdahl, 1###$. "mpat fungsi tatapan menurut endon cit. =ungapadiachy

!1###$ yaitu ) mengatur aliran komunikasi, monitor umpan balik, ekspresikan emosi, mengkomunikasikan hubungan interpersonal yang alami. "fek negatif dari tatapan menurut =ungapadiachy !1###$ yaitu merasa tidak nyaman, meragukan diri, menjadi marah, heran mengapa, menjadi bingung sendiri, merasa terancam, dan menjadi curiga. =ungapadiachy juga menyatakan situasi yang menyebabkan lebih banyak tatapan mata yaitu pada saat topik mudah dan tidak pribadi, pada saat indi.idu tertarik pada orang lain, seseorang yang terbuka, pada saat seseorang ingin terlibat dalam diskusi, pada saat seseorang mencoba untuk mendominasi atau mempengaruhi orang lain. Sedangkan situasi dimana tatapan mata kurang dilakukan dapat diprediksikan pada situasi sebagai berikut yaitu saat seseorang secara fisik

tertutup, saat seseorang terlibat dalam topik yang sulit atau tidak dikenal, saat seseorang tidak tertarik pada reaksi orang lain, jika seseorang tidak suka pada

22 orang lain, tertutup, dan pada saat seseorang tidak butuh atau tidak ingin untuk terlibat. 2$ Paralanguage Paralanguistic atau aralanguage menunjuk pada bahasa itu sendiri. 3okal dapat membedakan emosi yang dirasakan satu orang dengan orang lain. +eberapa komponen paralanguage adalah Kua&i as suara. -erdiri dari =esonansi yaitu intensitas suara mengisi ruang. Irama yaitu aliran, kecepatan dan gerakan suara. Pitch, meninggi atau merendahnya suara. ecepatan, berapa cepat suara

digunakan. Volume, kekerasan suara. !nflection, perubahan dalam tinggi atau rendahnya atau .olume dari suara. Seseorang yang suaranya meningkat dalam hal kekerasannya,warna nada dan kecepatan bicaranya sering dianggap orang lain sebagai orang yang aktif dan dinamis. Erang dengan intonasi dan .olume suara yang besar dan lancar dianggap meyakinkan. 'oka& anpa bahasa !non language vocalizations$ adalah suara tanpa adanya struktur linguistik. %isalnya sedu sedan, tertawa, mendengkur, mengerang, merintih, hembusan nafas !menunjukkan takut, nyeri atau kaget$, nafas panjang atau keluh kesah !menunjukkan keengganan untuk melakukan sesuatu$. *$ Pro"emics Pro"iemics adalah ilmu yang mempelajari tentang jarak hubungan dalam interaksi sosial. ProFemics meliputi dua dimensi ) Territorialit#, asumsi dari kesopanan tingkah laku terhadap sebuah area geografi yang dimiliki seseorang atau suatu grup. Jarak Pribadi, adalah daerah tidak tampak dari territorialit#. -idak boleh seseorang memaksa masuk kedalam area tersebut. Pemaksaan masuk ke area yang

2* pribadi yang tidak diharapkan dari seseorang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, gelisah, dan perasaan negatif lain !7ilson G neisl, 1#'*$. Pengaturan meja atau kursi juga akan menurunkan atau meningkatkan jarak interpersonal. "mpat jarak interaksi menurut 8all dan 4inberg !1##'$ antara lain ) jarak intim !sampai dengan 1' inchi$, jarak personal !1' inchi sampai , kaki$ untuk interaksi dengan seseorang yang telah dikenal, jarak sosial !, kaki sampai 12 kaki$ untuk interaksi mengenai suatu urusan tetapi bukan orang khusus atau tertentu, jarak publik ! lebih dari 12 kaki $ untuk pembicaraan formal. -ingkat normal dari kedekatan fisik berbeda dalam tiap budaya.6engan cara yang sama, ada perbedaan indi.idual dalam jarak interpersonal. %asalah timbul jika indi.idu dari budaya yang berbeda tidak dapat menyepakati jarak interpersonal yang @tepatA1 satu orang tidak dapat berada dalam posisi yang cukup dekat karena yang lainnya terus melangkah mundur. -enaga perawat seharusnya menyadari perbedaan indi.idu dan budaya dalam kedekatan fisik karena berbicara terlalu dekat dengan seseorang akan tampak menggangguD berbicara terlalu dekat dengan seseorang akan tampak menggangguD berbicara terlalu jauh akan tampak dingin dan tidak personal. &da satu kondisi dimana masuk kedaerah personal seseorang terbukti produktif. +aron !1#<'$ yang dikutip oleh 2i.en menemukan bahwa jika kebutuhan seseorang untuk mendapatkan bantuan besar dan ia dapat meyakinkan penolong yang potensial tentang kenyataan ini, maka masuk kedaerah personal akan menghasilkan lebih banyak bantuan yang akan ditawarkan dari pada hanya berdiam diri saja.

2, ,$ Sentuhan Sentuhan merupakan alat komunikasi yang sangat kuat, sentuhan juga dapat menimbulkan reaksi positif atau negatif tergantun dari orang yang terlibat dan lingkungan sekililing interaksi tersebut. omunikasi sentuhan adalah bentuk yang

paling dasar dan primitif dari komunikasi !-ownsen ,1##*$ Sentuhan penting dilakukan pada situasi emosional. Sentuhan dapat menunjukan arti ASaya peduliA %eskipun begitu, sangat perlu bagi perawat untuk memahami siapa, kapan dan mengapa sentuhan dilakukan, karena komunikasi non .erbal ini mempunyai efek yang berlainan pada setiap indi.idu. Sentuhan dapat disosialissasikan sebagai sifat keibuan, nyaman atau perhatian !"llis,1##,$. Persepsi tentang sentuhan sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu seseorang, asumsi dan situasi saat itu. Sentuhan dapat dikategorikan menurut pesan yang dikomunikasikan ! nap ciit.-ownsen, 1##*$ ) (ungsiona&)pro*esiona&. Sentuhan tipe ini tidak khusus dan untuk urusan tertentu, digunakan untuk menyelesaikan tugas tertentu . %isalnya seorang penjahit mengukur baju orang yang ingin menjahitkan baju. Sosia&) sopan. Sentuhan tipe ini lebih dari sentuhan yang bukan ditujukan untuk orang tertentu, tapi menunjukan penegasan atau penerimaan terhadap orang lain tersebut. %isalnya berjabat tangan. Sahaba )hanga . Sentuhan ini berada pada tingkat yang menandakan rasa suka yang kuat pada orang lain, sebuah perasaan bahwa dia adalah teman. %isalnya meletakkan satu tangan pada bahu orang lain. +in a)kein iman. Sentuhan tipe ini menunjukan kasih sayang yang kuat atau daya tarik untuk orang lain. %isalnya memeluk yang kuat. Sexual arousal. -ipe sentuhan berada pada tingkat ekspresi dari daya tarik fisik saja. %isalnya menyentuh daerah kemaluan orang lain.

20 0$ Cultural $rtifact $rtifact adalah hal > hal yang ada dalam interaksi seseorang dengan orang lain yang mungkin bertindak sebagai rangsang non .erbal misalnya) baju, kosmetik, parfum atau bau badan, deodorant, perhiasan, kaca mata, rambut palsu, cambang, kumis dan lain1lain. Penampilan personal dan cara memakai baju menurut =osdahl !1###$ juga termasuk dalam artifact. %isalnya seorang penjahat melihat seorang laki1laki gagah memakai baju loreng maka penjahat akan ketakutan karena dia mengira orang tersebut adalah tentara padahal orang tersebut seperti apa yang dipikirkannya :$ ?aya +erjalan +eberapa gaya berjalan yang menunjukan pesan tertentu antara lain) cara berjalan yang bersemangat dan gembira akan menunjukan seseorang tersebut dalam keadaan senang . /ara berjalan menyeret menunjukan sedih atau merasa kecil hati. <$ Penampilan fisik umum ulit yang kering dan berkerut akan mengkomunikasikan pada kita bahwa orang tersebut sedang mengalami kekurangan cairan. Pola napas cepat menunjukan seseorang sedang cemas. "llis !1##,$ menyarankan cara menginterpretasikan tingkah laku non .erbal ) menyadari beberapa arti dari tingkah laku non .erbalD meluaskan pemahaman dan menajamkan kemampuan interpretasi tingkah laku non .erbal dan menggunakan latar belakang orang yang diobser.asi untuk mencoba menafsirkan arti tingkah laku non .erbalnyaD membaca komunikasi non .erbal sebanyak1banyaknya yang disampaikan seseorang dan mendiskusikan dengan rekan atau perawat lainD

2: mem.alidasi persepsi dari tingkah laku seseorang dengan menggambarkan apa yang diamati dan tanyakan apakah anda menginterpretasikan dengan tepat. -erdapat enam jalan di mana komunikasi .erbal dan non .erbal saling berhubungan ) Pengu&angan. omunikasi non .erbal mengulangi ide komunikasi

.erbal misalnya secara .erbal mengatakan ikan yang sangat besar dan kemudian tangan pembicara direntang untuk menunjukan ukuran ikan tersebut.

Ber&a,anan.

omunikasi non.erbal berlawanan dengan komunikasi .erbal

misalnya seseorang yang mengatakan tidak marah tetapi ekspresi mukanya menunjukan kemarahan. Pe&engkap. Pesan dari komunikasi non .erbal menambah pesan dari komunikasi .erbal misalnya seseorang yang mengatakan saya sedikit tersinggung tapi suara dan tindakannya menunjukan kemarahan yang lebih besar. Tekanan. omunikasi non .erbal yang menekankan komunikasi non

.erbal misalnya menginginkan orang lain tenang mengangkat tangannya pada saat meminta agar orang lain tenang !"kman, cit. 7ilson dan neils, 1#'*$. -enghubungkan %an men.o.okan. %isalnya seorang wanita tetap membuka dan menutup mulutnya dengan singkat saat orang lain bicara menandakan wanita ini ingin menandakan giliran bicara. -enggan i. omunikasi non .erbal

digunakan untuk mengganti komunikasi .erbal misalnya lambaian tangan atau menepuk tangan untuk memuji orang lain yang dianggap berprestasi. 2.1.: 5aktor yang mempengaruhi proses komunikasi Proses komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut Potter G Perry !1##*$ ) Perkembangan. &gar dapat berkomunikasi efektif dengan seseorang perawat harus mengerti pengaruh perkembangan usia baik dari sisi bahasa, maupun proses berpikir dari orang tersebut. &dalah berbeda cara

2< berkomunikasi anak usia remaja dengan anak usia balita. epada remaja, anda

barangkali perlu belajar bahasa AgaulA mereka sehingga remaja yang kita ajak bicara akan merasa kita mengerti mereka dan komunikasi diharapkan akan lancar. Persepsi adalah pandangan pribadi seseorang terhadap suatu kejadian atau peristiwa. Persepsi dibentuk oleh harapan atau pengalaman.Perbedaan persepsi dapat mengakibatkan terhambatnya komunikasi. %isalnya kata1kata .irus mempunyai perbedaan persepsi pada seorang ahli komputer dengan seorang dokter. Ni&ai adalah standar yang mempengaruhi pengaruhi perilaku sehingga penting bagi perawat untuk menyadari nilai seseorang. Perawat perlu berusaha untuk mengetahui dan mengklarifikasi nilai sehingga dapat membuat keputusan dan interaksi yang tepat dengan klien. 6alam hubungan profesionalnya diharapkan perawat tidak terpengaruh oleh nilai pribadinya.Perbedaan nilai tersebut dapat dicontohkan sebagai berikut, klien memandang abortus tidak merupakan perbuatan dosa sementara perawat memandang bahwa abortus merupakan tindakan dosa.8al ini dapat menyebabkan konflik antara perawat dan klien. /a ar be&akang sosia& bu%a#a. +ahasa dan gaya komunikasi akan sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. +udaya juga akan membatasi cara bertindak dan berkomunikasi. Seorang remaja putri ingin membeli makanan khas disuatu daerah. =emaja tersebut berasal dari daerah lain. Pada saat membeli makanan tersebut, si remaja tiba1tiba menjadi pucat ketakutan karena si penjual menanyakan padanya berapa banyak cabe merah yang dibutukan untuk campuran makanan yang akan diberikan.&pa yang terjadi 9 Si remaja tersebut merasa

2' dimarahi oleh si penjual karena cara menanyakan cabe itu seperti membentak bagi si remaja putri padahal si penjual merasa tidak memarahi remaja tersebut. 8al ini dikarenakan budaya dan logat bicara si penjual yang memang tegas dan keras sehingga terkesan marah1marah bagi orang dengan latar budaya yang berbeda. Emosi. %erupakan perasaan subyektif terhadap suatu kejadian."mosi seperti marah, sedih dan senang akan mempengaruhi perawat dalam berkomunikasi dengan orang lain.Perawat perlu mengkaji emosi klien dan keluarganya sehingga perawat mampu memberikan asuhan keperawatan dengan tepat. Selain itu perawat juga perlu menge.aluasi emosi yang ada pada dirinya agar dalam melakukan asuhan keperawatan tidak terpengaruh oleh emosi bawah sadarnya. Jenis ke&amin. Setiap jenis kelamin mempunyai gaya komunikasi yang berbeda. -anned !1##($ menyebutkan bahwa wanita dan laki1laki mempunyai perbedaan gaya komunikasi. 6ari usia tiga tahun wanita bermain dengan teman baiknya atau dalam group kecil dan menggunakan bahasa untuk mencari kejelasan, meminimalkan perbedaan, serta membangun dan mendukung keintiman. 4aki1laki dilain pihak, menggunakan bahasa untuk mendapatkan kemandirian dari aktifitas dalam group yang lebih besar,dimana jika mereka ingin berteman, maka mereka melakukannya dengan bermain.. Penge ahuan. -ingkat pengetahuan akan mempengaruhi komunikasi yang dilakukan. Seseorang yang tingkat pengetahuan rendah akan sulit merespon pertanyaan yang mengandung bahasa .erbal dengan tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Perawat perlu mengetahui tingkat pengetahuan klien sehingga

2# perawat dapat berinteraksi dengan baik dan akhirnya dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada klien. Peran %an hubungan. ?aya komunikasi sesuai dengan peran dan hubungan antar orang yang berkomunikasi. /ara komunikasi seorang perawat dengan koleganya, dengan cara komunikasi seorang perawat pada klien akan berbeda tergantung perannya. 6emikian juga antara guru dengan murid. /ingkungan. 4ingkungan interaksi akan mempengaruhi komunikasi yang efektif. Suasana yang bising, tidak ada ri%ac# yang tepat akan menimbulkan kerancuan, ketegangan dan ketidaknyamanan. %isalnya berpacaran di pasar tentunya tidak nyaman. Hntuk itulah perawat perlu menyiapkan lingkungan yang tepat dan nyaman sebelum memulai interaksi dengan klien. Jarak. Jarak dapat mempengaruhi komunikasi. Jarak tertentu dapat menyediakan rasa aman dan kontrol. 6apat dimisalkan dengan indi.idu yang merasa terancam ketika seseorang tiudak dikenal tiba1tiba berada pada jarak yang sangat dekat dengan dirinya.8al itu juga yang dialami klien saat pertama kali berinteraksi dengan perawat.Hntuk itu perawat perlu memperhitungkan jarak yang tepat pada saat melakukan hubungan dengan klien. 2.1.< &rti komunikasi bagi perawat %enurut Stuart and Sundeen !1##0$ yang dikutip oleh Intansari 2urjannah, arti komunikasi bagi perawat sebagai alat untuk membangun hubungan terapeutik. %enurut &s 8ornby !1#<,$ terapeutik merupakan kata sifat yang dihubungkan dengan seni dari penyembuhan. 6isini dapat diartikan bahwa terapeutik adalah segala sesuatu yang memfasilitasi proses penyembuhan. %ampu terapeutik berarti seseorang mampu melakukan atau mengkomunikasikan

*( perkataan, perbuatan, atau ekspresi yang memfasilitasi proses penyembuhan. Sebagai alat bagi perawat untuk mempengaruhi tingkah laku klien dan kemudian untuk mendapatkan keberhasilan dalam inter.ensi keperawatan. omunikasi

merupakan hubungan itu sendiri, dimana tanpa ini tidak mungkin terjadi hubungan terapeutik perawat1klien. 2.1.' &plikasi komunikasi dalam asuhan keperawatan omunikasi dalam praktik keperawatan profesional merupakan unsur yang utama bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan untuk mencapai hasil yang maksimal. %enurut 2ursalam !2((2$ kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi meliputi ) !1$ timbang terimaD !2$

inter.iewIanamneseD !*$ komunikasi melalui komputerD !,$ komunikasi rahasia klienD !0$ komunikasi melalui sentuhanD !:$ komunikasi dalam pendokumentasianD !<$ komunikasi antar perawat dan profesi kesehatan lain dan !'$ komunikasi antar perawat dan pasien. 6alam hal ini peneliti meneliti tentang komunikasi antar perawat dengan klien dalam hubungannya dengan kepuasan klien.

2.2 Konsep Ke.emasan 2.2.1 Pengertian ecemasan ecemasan yang dirasakan oleh klien dan keluarganya disaat klien harus dirawat mendadak dan tanda terencana merupakan reaksi pertama yang muncul begitu mulai masuk rumah sakit dan akan terus menyertai klien dan keluarganya dalam setiap upayanya perawatan terhadap penyakit yang diderita klien.

*1 /emas adalah emosi dan merupakan pengalaman subyektif indi.idual, mempunyai kekuatan tersendiri dan sulit untuk diobser.asi secara langsung. Perawat dapat mengidentifikasi cemas lewat perubahan tingkah laku klien. Stuart !1##:$ mendefinisikan cemas sebagai emosi tanpa obyek yang spesifik, penyebabnya tidak diketahui, dan didahului oleh pengalaman baru. Sedangkan takut mempunyai sumber yang jelas dan obyeknya dapat didefinisikan. -akut merupakan penilaian intelektual terhadap stimulus yang mengancam dan cemas merupakan respon emosi terhadap penilaian tersebut. 4ebih jauh dikatakan pula, kecemasan dapat dikomunikasikan dan menular, hal ini dapat mempengaruhi hubungan terapeutik perawat klien. 8al ini menjadi perhatian perawat. +ostrom !1##0$ mengemukakan stressor sebagai factor presipitasi kecemasan adalah bagaimana indi.idu berhadapan dengan kehilangan dan bahaya yang mengancam. +agaimana mereka menerimanya tergantung dari kebutuhan, keinginan, konsep diri, dukungan keluarga, pengetahuan, kepribadian dan kedewasaan. ecemasan adalah suatu kondisi yang menandakan suatu keadaan yang mengancam keutuhan serta keberadaan dirinya dan dimanifestasikan dalam bentuk prilaku seperti rasa tak berdaya, rasa tidak mampu, rasa takut, phobia tertentu !8amid dkk,1##<$. ecemasan muncul bila ada ancaman ketidakberdayaan, kehilangan kendali, perasaan kehilangan fungsi1fungsi dan harga diri, kegagalan pertahanan, perasaan terisolasi !8udak dan ?allo, 1##<$.

*2 2.2.2 -eori1teori Penyebab kecemasan 6irektorat esehatan jiwa, 6epkes =I !1##,$ mengembangkan teori1teori

penyebab kecemasan sebagai berikut ) 1. -eori Psikoanalitik ecemasan merupakan konflik emosional yang terjadi antara 2 elemen kepribadian yaitu !d dan su er ego. !d melambangkan dorongan insting dan impuls primitif, su er ego mencerminkan hati nurani seseorang, sedangkan ego atau aku digambarkan sebagai mediator dari tuntutan !d dan su er ego. ecemasan berfungsi untuk memperingatkan ego tentang suatu bahaya yang perlu diatasi. 2. -eori Interpersonal ecemasan terjadi dari ketakutan dan penolakan interpersonal, hal ini digubungkan dengan trauma pada masa pertumbuhan seperti seperti kehilangan atau perpisahan yang menyebabkan seseorang tidak berdaya. Indi.idu yang mempunyai harga diri rendah biasanya sangat mudah untuk mengalami kecemasan berat. *. -eori Perilaku ecemasan merupakan hasil frustasi segala sesuatu yang mengganggu kemampuan untuk mencapai tujuan yang diingikan. Para ahli prilaku menganggap kecemasan merupakn suatu dorongan, yang mempelajari berdasarkan keinginan untuk menghindari rasa sakit. Pakar teori meyakini bahwa bila pada awal

kehidupan dihadapkan pada rasa takut yang berlebihan maka akan menunjukkan kecemasan yang berat pada masa dewasanya.

** Sementara para ahli teori konflik mengatakan bahwa kecemasan sebagai benturan1 benturan keinginan yang bertentangan. %ereka percaya bahwa hubungan timbal balik antara konflik dan daya kecemasan yang kemudian menimbulkan konflik. ,. -eori eluarga ?angguan kecemasan dapat terjadi dan timbul secara nyata dalam keluarga, biasanya tumpang tindih antara gangguan cemas dan depresi. 0. -eori +iologi -eori biologi menunjukkan bahwa otak mengandung reseptor spesifik untuk ben&odiase in. =eseptor ini mungkin mempengaruhi kecemasan. 2.2.* /ara Penilaian -ingkat ecemasan %enurut %aramis, %" !1##($ ada test1test kecemasan dengan pertanyaan langsung, mendengarkan kriteria penderita, serta mengobser.asinya terutama perilaku non .erbalnya. Ini sangat berguna dalam menentukan adanya kecemasan dan untuk menetapkan tingkatnya. Penting adalah tanda1tanda kedutan, tremor atau meraba1raba diri sendiri, tatapan mata kurang atau menerawang, kurang senyum, dan kecenderungan menegakkan tubuh. Etot1otot muka lebih mudah dikontrol oleh karena itu penderita dapat saja berpura1pura tidak cemas, tetapi gerakan lain seperti tersebut diatas kurang dapat dikontrol. &dalah penting bagi tim kesehatan untuk peka terhadap isyarat1isyarat non .erbal tersebut. Hntuk menentukan tingkat kecemasan dipakai skor 8&=S yang telah dianggap baku. +ila diadakan skoring, maka skor 10 atau lebih menunjukkan adanya kecemasan penderita. &dapun gejala1gejala yang tercantum pada 8&=S '(amilton $n"iet# )ating Scale* adalah terdiri dari 1, item yaitu ) 1$ Perasaan cemas, 2$ etegangan, *$ ketakutan, ,$ ?angguan tidur, 0$ ?angguan kecerdasan,

*, :$ Perasaan depresi, <$ ?ejala somatik, '$ ?ejala sensorik, #$ ?ejala cardio.asculer, 1($ ?ejala pernafasan, 11$ ?ejala gastrointestinal, 12$ ?ejala urogenetalia, 1*$ ?ejala .egetatif atau otonom, 1,$ Perilaku sewaktu wawancara. 2.2., =espon klien terhadap kecemasan ecemasan yang timbul dapat diidentifikasi melalui respon yang dapat berupa respon fisik, emosional, dan kognitif atau intelektual. 1. =espon 5isiologis ) 1$ ardio.askuler ) Palpitasi berdebar, tekanan darah nadi meningkatImenurun. 2$ Saluran Pernafasan ) 2afas cepat dangkal, rasa tertekan di dada, rasa seperti tercekik. *$ ?astrointestinal ) 8ilang nafsu makan, mual, rasa tak enak pada epigastrium, diare. ,$ 2euromuskuler ) Peningkatan refleks, wajah tegang, insomnia, gelisah, kelelahan secara umum, ketakutan, tremor. 0$ Saluran emih ) -ak dapat menahan buang air kecil. :$ Sistem ulit ) %uka pucat, perasaan panasIdingin pada kulit, rasa terbakar meningkatImenurun,

pada muka, berkeringat setempat atau seluruh tubuh dan gatal1gatal. 2. =espon ognitif ) konsentrasi menurun, pelupa, raung persepsi berkurang atau menyempit, takut kehilangan kontrol, obyektifitas hilang. *. =espon emosional ) kewaspadaan meningkat, tidak sadar, takut, gelisah, pelupa, cepat marah, kecewa, menangis dan rasa tidak berdaya.

*0 2.2.0 =entang respon dan proses adaptasi terhadap cemas Stuart dan Sundeen !1##0$ mengatakan rentan respon indi.idu berfluktuasi antara respon adaptif dan maladapti.e seperti )

&daptif &ntisipasi =ingan Sedang +erat

%aladaptif Panik

!?ambar ) =entang respon adaptif dan maladaptif$

!6ikutip dari Stuart dan Sundeen !1##0$ ) Principles and practice of psychiatric nursing !0th ed$, Philadelphia ) %osby Jear +ook$ =oy !1##2$ mengatakan manusia mahluk yang unik karenanya mempunyai respon yang berbeda1beda terhadap cemas tergantung kemampuan adaptasi ini dipengaruhi oleh pengalaman berubah dan kemampuan koping indi.idu. oping

adalah mekanisme mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi stress. Selanjutnya =oy !1##2$ menerangkan proses adaptasi dipengaruhi oleh 2 aspek yaitu ) 1. Stresor !stimulus lokal$ ) yaitu semua rangsang yang dihadapi indi.idu dan memerlukan respon adaptasi. 2. %ediator !proses adaptasi$ ) 1$ Stimulus internal yaitu factor dari dalam yang dimiliki indi.idu seperti keyakinan, pengalaman masa lalu, sikap, dan kepribadian. 2$ Stimulus eksternal !kontekstual$ yaitu factor dari luar yang berkontribusi atau melatar belakangi dan mempengaruhi respon adaptasi indi.idu terhadap stressor yang dihadapi.

*: 2.0 +ri i.a& +are Nursing 2.*.1 Sejarah I/H !Intensi.e /are Hnit$ sudah dimukai pada tahun 1#0( akan tetapi hanya diperuntukkan untuk pasien1pasien polio. Pada tahun 1#:( == ! )eco%er# )oom$ mulai ada dan dipakai untuk pasien post operasi seperti operasi jantung, dsb. Selanjutnya pada tahun 1#<( I/H '!ntensi%e Care +nit* digunakan untuk pasien1pasien post operasi jantung, neurologikal, trauma, transplantasi, pediatric, dan neonatus. 2.*.2 Pengertian %erupakan keperawatan indi.idu dan keluarga pada kondisi yang tiba1tiba atau tidak diduga yang mengancam kehidupan. Pengertian ini sangat luas sehingga memerlukan kemampuan untuk deteksi dan manajemen keadaan yang mengancam kehidupan serta masalah kesehatan yang terjadi secara tiba1tiba, dan 2( ; ,ife Threatening. 6imana pendidikan kesehatan memegang peran utama termasuk peningkatan kesehatan dan deteksi dini. Pelayanan keperawatan kegawatdaruratan adalah pelayanan profesional yang didasarkan pada ilmu dan metodologi keperawatan gawat darurat berbentuk pelayanan bio1psiko1sosio1spiritual yang komperhensif ditujukan kepada

klienIpasien yang mempunyai masalah aktual atau resiko yang mengancam kehidupan, terjadi secara mendadak atau tidak dapat diperkirakan, dan tanpa atau disertai kondisi lingkungan yang tidak dapat dikendalikan. =angkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau kecacatan yang mungkin terjadi.

*< 2.*.* 6ampak psikososial kegawatan pada Pasien dan keluarga Paisen yang dirawat di ruang intensi.e mengalami keadaan gawat yang dapat mengancam kehidupan. ondisi seperti ini menimbulkan ketakutan dan

kecemasan yang meningkat pada pasien dan keluarganya. 8al ini sangat dipengaruhi oleh koping psikologis pasien dan keluarga itu sendiri, akan tetapi pada unit ini akan sering ditemukan bahwa koping yang digunakan efektif akan tetapi kecemasan berkelanjutan maka koping akan menjadi tidak efektif dan hal ini akan memperburuk keadaan pasien dan keluarganya. 1. 6ampak pada Pasien Penyakit, lingkungan yang asing dan penggunaan alat1alat asing yang menempel dan bergelantungan pada tubuh akan menimbulkan stress dalam diri pasien, ini akan dimanifestasikan dengan sikap menolak, marah, pasif ataupun agresif. 6an apabila koping yang digunakan efektif maka pasien tidak akan jatuh pada kondisi yang lebih fatal akan tetapi bila sebaliknya maka pasien akan mengalami ketakutan dan kecemasan yang akan berdampak negatif dalam proses perawatan selanjutnya. Seperti yang dikemukakan oleh Sochren !1##0$ dan Pennock !1##,$ dalam penelitiannya menyebutkan bahwa penyebab terjadinya stress adalah adanya oral dan nasal tube, merasa kehilangan, lumpuh dan tidak dapat bicara serta pemakaian .entilator. Sedangkan =eigel !1#'#$ mengatakan bahwa *( ; sampai <( ; pasien mempunyai stress psikologis seperti D o-erlessnes, anger, dan s#ndrome !C+. 2. 6ampak pada keluarga 6alam Critical Care Nursing keluarga mempunyai kontribusi yang sangat penting. ebutuhan eluarga )

*' 1$ 2$ ebutuhan akan informasi Penyakit pasien serta kemajuannya 8asil yang diharapkan Erientasi tentang I/H +eri waktu untuk bertanya ebutuhan emosional %engurangi kecemasan dengan menjelaskan keadaan pasien sehingga keluarga percaya, pasien dan keluarga mendapat pengetahuan *$ %emberi informasi setiap hari =encana untuk pindah ebutuhan fisikIpersonal 7aktu kunjungan -empat menunggu 4ibatkan dalam menolong pasien walaupun dalam hal kecil

2.*.,. ecemasan di unit perawatan kritis ecemasan atau ansietas dipandang sebagai suatu keadaan

ketidakseimbangan atau ketegangan yang dengan cepat mengusahaan terjadinya koping. oping kemudin dapat dipandang sebagai suatu transaksi antara orang eberhasilan transaksi menurunkan ketegangan dan

dengan lingkungan.

meningkatkan rasa tenang dan sejahtera. &danya stress atau ancaman terhadap keutuhan seseorang, pertahanan, keamanan dan pengendalian akan menyebabkan ansietas. Penyakit merupakan salah satu stress.

*# %asuknya pasien kedalam ancaman sakit yang berada pada rentang hidup atau mati akan mengancam dan mengubah homeostasis keluarga untuk beberapa alasan. 4ebih dari rasa takut yang nyata tentang kematian, pengaruh terhadap anggota keluarga yang dirawat dirasakan oleh keluarga. -anggung jawab pasien sekarang ditambahkan pada tanggung jawab orang lain, bila tanggung jawab ini ditinggalkan anggota keluarga akan mengalami berbagai tingkat

ketidaknyamanan. !8udak G ?allo, 1##< ) 2<$ 2., 8ubungan omunikasi dan -ingkat ecemasan &suhan eperawatan kritis dimana perawat dihadapkan dalam situasi yang tiba1tiba dan tidak diduga yang mengancam kehidupan. +agi kebanyakan perawat hal ini membutuhkan suport sistem. Inter.ensi krisis bagi keluarga dengan stres akut adalah penting untuk pencegahan krisis fungsi kesehatan mental keluarga. &nsietas pada klien dan keluarga yang menjalani perawatan di unti perawatan kritis terjadi karena adanya ancaman ketidak berdayaan kehilangan kendali, perasaan kehilangan fungsi dan harga diri, kegagalan membentuk pertahanan, perasaaan terisolasi dan takut mati. Hntuk membantu meningkatakan perasaan pengendalian diri pada klien dan keluarga dapat salah satunya dapat melalui pemberian informasi dan penjelasan !8udak G ?allo, 1##< ) 11$. Pemberian informasi dan penejelasan ini dapat dilakukan dengan baik apabila didukung oleh pelaksanaan komunikasi yang efektif. +antuan kepada keluarga pada perasaannya amat penting untuk menghindari keterlambatan reaksi kedukaan dan depresi yang berlarut1larut.

perawat dapat memberi petunjuk pada keluarga untuk saling membantu dalam

,( menangis dan membagi rasa takut dan kesedihannya.=efleksi perasaan atau aktif mendengar diperlukan untuk melalui keadaan ini. 7aktu perawat dalam keperawatan kritis untuk keluarga seringkali terbatas karena pekerjaan yang ada, sehingga menjadi penting untuk membuat setiap interaksi berguna bagi keluarga. perawat harus bertanggung jawab terhadap percakapan langsung dan memfokuskan pada saat ini dan sekarang. Ia harus menghindari usaha memberikan nasehat yang tidak berguna dalam menekankan pendekatan penyelesaian masalah. Hntuk membuat interaksi bermakna, perawat harus memfokuskan pada situasi krisis dan menghindari keterlibatan dalam masalah kronik yang lama dan berlarut1larut. !8udakG ?allo, 1##< ) *($