Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN KELOMPOK TBL SISTEM CARDIOVASCULAR MODUL 2 NYERI DADA

KELOMPOK 1 ANDI ALTHAF ZULFIQAR A.M. YUSRIL KURNIA A. RASDIANA ABDUL FATTAH CH. BACHMID AFRA FATIN ARINDY A#ITHA BILLY LAKSANA A#USTINI PRATI AHMAD ASRAH SRIMURTI AKMAL MUKMIN MUSTARI ALFIANI NUR AMALIA FEBRIANTI UTAMI ANANDA ULANDARI M A.BURHANUDDIN ANDI KARTINI INDAH YULIANA SARI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR I KADIR ARDIMAN AN YAHYA 10542 0347 12 10542 034! 12 10542 034" 12 10542 0350 12 10542 0351 12 10542 0352 12 10542 0353 12 10542 0354 12 10542 0355 12 10542 035$ 12 10542 0357 12 10542 035! 12 10542 035" 12 10542 03$0 12 10542 03$1 12 10542 0233 10

S%&'()*+ ,+-./ 1 S*01&, 2()-*+3(02./&)4 Seorang laki-laki 60 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan nyeri dada sejak 5 jam yang lalu. Nyeri dada terasa tembus kebelakang dan menjalar kerahang pasien serta disertai dengan keringan dingin. !asien memiliki ri"ayat merokok sejak #0 tahun yang lalu lebih dari $ bungkus per hari. $ tahun lalu pasien merasakan nyeridada yang sama tetapi pasien tidak mengobatinya di dokter. Ri"ayat penyakit D% sejak $0 tahun terakhir tidakberobat teratur hipertensi dan dislipidemia tidak diketahui. !asien tidak mengetahui se&ara jelas ri"ayat penyakit orangtuanya ayah pasien meninggal tiba-tiba pada usia 5$ tahun 'UG(S $. 'entukan diagnosis banding yang paling memungkinkan pada kasus diatas) *. 'entukan in+ormasi tambahan yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus diatas) ,(-(.(N $. Diagnosis banding kelompok $/ 0n+ark %io&ard (kut (ngina pe&toris tidak stabil Stenosis (orta %iokarditis !erikarditis Diseksio aorta

*. 0n+ormasi yang dibutuhkan untuk menentukan diagnosis yaitu/

!emeriksaan tanda 1ital !emeriksaan +isis !emeriksaan 2aboratorium 3peningkatan sedikit leukosit dan laju endap darah4 56G 7aktor pen&etus !emeriksaan kadar en8im dan protein jantung khususnya 96-%. Radiologi

D()* *'5+),(0* 1(,6(7(' 8('9 -*:&)+/&7 2&/+,:+2 2(,* 8(*1.4 I'5+),(0* 1(,6(7(' TANDA VITAL 'ekanan darah/ $:0;<0 mm=g Nadi !ernapasan Suhu / >0 kali; menit / *0 kali ; menit / #> $o9

PADA PEMERIKSAAN FISIS .. '. G9S /<> 6G / $60 9% /$5

6ulit / biasa %ata / s&lera ikterik 3-4 anemia3-4

%ulut / 2idah kotor 2eher / D?S R @ $ &m=*o TORAKS4 D(2(% .('(S NAR%(2 ;ANTUN#4 D(2(% .('(S NAR%(2 (.DA%5N / D(2(% .('(S NAR%(2 56S'R5%0'(S / D(2(% .('(S NAR%(2

PEMERIKSAAN PENUN;AN# HASIL PEMERIKSAA LABORATORIUM4 =b =ematokrit 2eukosit 'rombosit 5ritrosit 25D SGA' Ureum 96 / $: gr; dl / :5 B 3 :0-5:B4 / $*.000 sel;mm# 3 :500-$0000 sel ; mm#4 / *00.000 sel; mm# 3 $50.000 -:00.000 sel ; mm#4 / 5 juta sel; mm# 3 : 5 juta-6 * juta sel ;mm#4 / $0 mm ; jam / *0C u;2D SG!'E $<5 u; 2 / *0 mg; d2 D kreatininE 0 * mg ;d2 / *0C D 96%.E <C D 'RA!'/ neg 3-4

RADIOLO#I THORA< PA 4 CTI 0.5 T.9(0 $. 'entukan diagnosis pada kasus di atas)

*. 'entukanlah penatalaksanaan non- +armakologis dan +armakologis pada kasus diatas lengkap dengan dosis) ;(=(6(' $. Dari in+ormasi yang diperoleh oleh kelompok kami maka diagnosis pada kasus diatas yaitu 0n+ark %iokard (kut

D&5*'*0* 0n+ark miokardium adalah nekrosis miokard akibat gangguan aliran darah ke otot jantung.6linis sangat men&emaskan karena sering berupa serangan mendadak umumya pada pria #5-55 tahun tanpa gejala pendahuluan. 0n+ark miokard biasanya disebabkan oleh trombus arteri koronerD prosesnya mula-mula bera"al dari rupturnya plak yang kemudian diikuti oleh pembentukan trombus oleh trombosit.2okasi dan luasnya in+ark miokard tergantung pada jenis arteri yang oklusi dan aliran darah kolateral.

E1*+/+9* S.6&'-+2()-*(/ o (liran darah ke struktus endokardial menurun dalam "aktu yang lama karena penyempitan a.&oroner hipotensi pendarahan dan hipoFia. T)('0,.)(/ o !enyebab sering/ 'rombosis pada daerah yang mengalami penyempitan atherosklerosis o ,arang/ pendarahan pada plak atheros&lerosis dan spasme pada tempat atheros&lerosis dan emboli koroner o 6erusakan dari endokardium sampai epikardium

. PATOFISIOLO#I Sama seperti angina pe&toris 9uma di gejala klinisnya durasi nyeri dada lebih lama

#AMBARAN KLINIK Gejala klinis yang umumnya terdapat pada penderita in+ark miokard yaitu / a. b. &. d. e. Nyeri dada kiri seperti ditusuk-tusuk atau diiris-iris menjalar ke lengan kiri. Nyeri dada serupa dengan angina tetapi lebih intensi+ dan lama serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin Dada rasa tertekan seperti ditindih benda berat leher rasa ter&ekik. Rasa nyeri kadang di daerah epigastrikum dan bias menjalar ke punggung. Rasa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah takut berkeringat dingin dan lemas. 6ebanyakan pasien dengan in+ark miokard akut men&ari pengobatan karena rasa sakit didada. Namun demikian gambaran klinis bisa ber1ariasi dari pasien yang datang untuk melakukan pemeriksaan rutin sampai pada pasien yang merasa nyeri di substernal yang hebat dan se&ara &epat berkembang menjadi syok dan eadem pulmonal dan ada pula pasien yang baru saja tampak sehat lalu tiba-tiba meninggal. Serangan in+ark miokard biasanya akut dengan rasa sakit seperti angina tetapi tidak seperti angina yang biasa maka disini terdapat rasa penekanan yang luar biasa pada dada atau perasaan akan datangnya kematian. .ila pasien sebelumnya pernah mendapat serangan angina maka ia tabu bah"a sesuatu yang berbeda dari serangan angina sebelumnya sedang berlangsung. ,uga kebalikan dengan angina yang biasa in+ark miokard akut terjadi se"aktu pasien dalam keadaan istirahat sering pada jam-jam a"al dipagi hari. Nitrogliserin tidaklah mengurangkan rasa sakitnya yang bisa kemudian menghilang berkurang dan bisa pula bertahan berjam-jam malahan berhari-hari.Nausea dan 1omitus merupakan penyerta rasa sakit tsb dan bisa hebat terlebih-lebih apabila diberikan martin untuk rasa sakitnya.Rasa sakitnya adalah di++us dan bersi+at men&ekam men&ekik men&engkeram atau membor. !aling nyata didaerah subternal dari mana ia menyebar kedua lengan kerongkongan atau dagu atau abdomen sebelah atas 3sehingga ia mirip dengan kolik &holelithiasis &holesistitis akut ulkus peptikum akut atau pan&reatitis akut4. 'erdapat laporan adanya in+ark miokard tanpa

rasa sakit.Namun bila pasien ini ditanya se&ara &ermat mereka biasanya menerangkan adanya gangguan pen&ernaan atau rasa benjol didada yang samar-samar yang hanya sedikit menimbulkan rasa tidak enak;senang. Sekali-sekali pasien akan mengalami rasa napas yang pendek 3seperti orang yang kelelahan4 dan bukanya tekanan pada substernal.Sekali-sekali bisa pula terjadi &ekukan;singultus akibat irritasi diapragma oleh in+ark dinding in+erior. pasien biasanya tetap sadar tetapi bisa gelisah &emas atau bingung. Syn&ope adalah jarang ketidak sadaran akibat iskemi serebral sebab &ardia& output yang berkurang bias sekali-sekali terjadi..ila pasien-pasien ditanyai se&ara &ermat mereka sering menyatakan bah"a untuk masa yang ber1ariasi sebelum serangan dari hari $ hingga * minggu 4 rasa sakit anginanya menjadi lebih parah serta tidak bereaksi baik tidak terhadap pemberian nitrogliserin atau mereka mulai merasa distres;rasa tidak enak substernal yang tersamar atau gangguan pen&ernaan 3gejala -gejala permulaan ;an&aman ;pertanda4. .ila seranganserangan angina menghebat ini bisa merupakan petunjuk bah"a ada angina yang tidak stabil 3unstable angina4 dan bah"asanya dibutuhkan pengobatan yang lebih agresi+. .ila diperiksa pasien sering memperlihatkan "ajah pu&at bagai abu dengan berkeringat kulit yang dingin ."alaupun bila tanda-tanda klinis dari syok tidak dijumpai. Nadi biasanya &epat ke&uali bila ada blok;hambatan (? yang komplit atau inkomplit. Dalam beberapa jam kondisi klinis pasien mulai membaik tetapi demam sering berkembang. Suhu meninggi untuk beberapa hari sampai $0* derajat 7ahrenheid atau lebih tinggi dan kemudian perlahan-lahan turun kembali normal pada akhir dari minggu pertama. PEMERIKSAAN PENUN;AN# !emeriksaan penunjang yang diperlukan guna menegakkan diagnosis in+ark miokardium yaitu / $. *. !ada 56G terdapat ele1asi segmen S' diikuti dengan perubahan sampai in1ersi gelombang 'D kemudian mun&ul peningkatan gelombang G minimal di * sadapan. !eningkatan kadar en8im atau isoen8im merupakan indikator spesi+ik in+ark miokard akut yaitu kreatinin +os+oskinase 39!6;964 SGA' 2D= al+a hidroksi butirat dehidrogenase dan isoen8im 96-%.. #. Hang paling a"al meningkat adalah 9!6 tetapi paling &epat turun. PENATALAKSAAN Non 7armakologi

!emberian oksigen 0stirahat total %akanan lunak atau saring serta rendah garam

7armakologi (tasi nyeri %or+in * 5 I 5 mg atau petidin *5 I 50 mg Aksigen *I : liter ; menit antikoagulan / heparin *0.000 I :0.000 U;*: jam i1 tiap :-6jam atau drip i1 dilakukan atas indikasi DAFTAR PUSTAKA !erhimpunan Dokter Spesialis !enyakit Dalam 0ndonesia. *006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi IV. ,akarta/ Departemen 0lmu !enyakit Dalam 76U0. !ri&e S. (. -ilson 2. %. $<<:. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 4 Buku 1. ,akarta/ 5G9. Robbins. 6umar. $<<5. Buku Ajar Patologi II Edisi 4. ,akarta/ !enerbit .uku 6edokteran 5G9. S"art8 %. =. $<<5. Buku Ajar Diagnostik isik. ,akarta/ !enerbit .uku 6edokteran 5G9. 'im !enerjemah 5G9. $<<6. Kamus Kedokteran Dorland. ,akarta/ !enerbit .uku 6edokteran 5G9.