Anda di halaman 1dari 22

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

PENDAHULUAN 1.1 Hirschsprung Disease 1.1.1 Definisi Hirschsprung Disease adalah gangguan motilitas usus bawaan yang paling umum dan ditandai oleh kurangnya sel ganglion (aganglionosis) dengan panjang variabel distal usus. Pada umumnya penyakit ini muncul segera setelah dilahirkan dengan tanda-tanda obstruksi usus distal yang selalu fatal jika tidak diobati (Kenny et al., 2 ! ). Hirschsprung Disease disebabkan oleh kegagalan sel ganglion untuk bermigrasi sepenuhnya melalui puncak saraf selama trimester pertama kehamilan. "al ini menyebabkan tidak adanya sel ganglion dalam semua atau sebagian usus besar dan menyebabkan obstruksi fungsional# karena segmen yang terkena usus gagal untuk relaksasi (Pasumarthy et al.# 2 1.1.2 Patofisiologi dan Etiologi %alam keadaan normal# bahan makanan yang dicerna bisa berjalan di sepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot-otot yang melapisi usus (kontraksi ritmis ini disebut gerakan peristaltik). kontraksi otot-otot tersebut dirangsang oleh sekumpulan saraf yang disebut ganglion# yang terletak di bawah lapisan otot. Pada Hirschsprung Disease, ganglion ini tidak ada# biasanya hanya sepanjang beberapa sentimeter. &egmen usus yang tidak memiliki gerakan peristaltik tidak dapat mendorong bahan-bahan yang dicerna dan terjadi penyumbatan (Kessmann# 2 '). Hirschsprung Disease ( kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki. Penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya# misalnya sindroma %own (Kessmann# 2 1.1.3 Gejala )ejala dari Hirschsprung Disease adalah ketidakmampuan untuk mengeluarkan meconium (tinja pertama yang dikeluarkan bayi saat baru lahir) pada 2* jam pertama# terjadi pada + , kasus. sulit makan# seringkali dikaitkan '). $)

(-

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

dengan kegagalan tumbuh# sembelit# dan muntah empedu (Pasumarthy et al.# 2 $). .abel !. )ejala Hirschsprung Disease (Kessmann# 2
Infant

')

- /untah empedu - %iare karena enterokolitis - Kegagalan untuk mengeluarkan meconium (tinja
pertama yang dikeluarkan bayi saat baru lahir) pada 2* jam pertama &ulit buang air besar Jaundice &ulit makan %istensi abdomen progresif &fingter anal yang tebal dengan rectum kosong

1.1.4

Anak-anak sembelit kronis progresif# biasanya dimulai pada masamasa bayi gagal tumbuh malnutrisi distensi abdomen progresif

Ko !likasi Kebanyakan pasien yang dirawat karena Hirschsprung Disease tidak

memiliki komplikasi. 0amun# hingga ! , dapat mengalami sembelit. 1nterocolitis dan colone rupture merupakan komplikasi yang paling serius yang berhubungan dengan penyakit ini# dan merupakan penyebab paling umum pada kematian "%. 1nterocolitis terjadi !--( , dari bayi dengan Hirschsprung Disease dan paling sering disebabkan oleh obstruksi usus dan sisa aganglionik usus. 2ayi harus dipantau secara ketat untuk enterocolitis setelah operasi korektif karena infeksi telah dilaporkan terjadi hingga ! tahun kemudian (Kessmann# 2 '). Penatalaksanaan Pengobatan dengan diberikan obat-obat yang bersifat simptomatis atau definitif. Pada keadaan gawat darurat# mungkin juga diperlukan koreksi cairan dan keseimbangan elektrolit. 3ntuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penyumbatan usus# segera dilakukan kolostomi atau ileostomi sementara. Kolostomi adalah pembuatan lubang pada dinding perut yang disambungkan dengan ujung usus besar. 4leostomy adalah pembuatan lubang pada dinding perut yang disambungkan dengan ujung usus kecil (Pasumarthy et al.# 2 $).

1.1."

($

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

1.2 #e!sis 1.2.1 Definisi &epsis didefinisikan sebagai respon inflamasi sistemik karena infeksi. 5espon inflamasi sistemik ditandai dengan manifestasi dua atau lebih keadaan sebagai berikut6 a. &uhu 7 8$9: atau ; 8'9:. b. <rekuensi denyut jantung 7 + =>menit c. <rekuensi pernapasan 7 2 =>menit atau Pa:?2 ; 82 mm"g d. "itung lekosit 7 !2. >mm8# ; * >mm8 atau ditemukan 7 ! , sel darah putih muda (batang) (%ipiro et al.# 2 !!). 1.2.2 Etiologi .empat infeksi yang paling sering menyebabkan sepsis adalah saluran napas (2!-'$,)# saluran kencing (!*-!$,) dan ruang intraabdomen(!*-22,). &epsis dapat disebabkan oleh bakteri gram negatif (8$, dari sepsis) atau gram positif (* ,)# juga dapat disebabkan oleh jamur (!-,) atau mikroorganisme lainnya. Escherichia coli and Pseudomonas aeruginosa merupakan pathogen gram negative yang paling sering diisolasi pada sepsis. Patogen )ram negatif lainnya adalah Klebsiella spp.# Serratia spp.# Enterobacter spp.# dan Proteus spp.P. aeruginosa adalah yang paling sering menyebabkan sepsis yang fatal . pathogen )ram positif termasuk Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae#koagulasi-negatif staphylococci# dan Enterococcus species. Candida species (particularly Candida albicans) adalah yang paling sering menyebabkan sepsis pada pasien di rumah sakit (<agan et al.# 2 1.2.3 Penatalaksanaan Penatalaksanaan sepsis pada anak adalah sebagai berikut 6 @mpisilin (( mg>kg22>kali 4A setiap '-jam) ditambah aminoglikosida (gentamisin (-- mg>kg22>kali 4A sekali sehari# amikasin ! -2 mg>kg22> hari iv) $).

(+

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

Pilihan kedua @mpisilin (( mg>kg22>kali iv setiap '-jam) kombinasi dengan &efotaksim (2( mg>kg22>kali setiap ' jam). &eluruh pengobatan diberikan dalam waktu ! -!* hari.

2ila dicurigai adanya infeksi anaerob diberikan /etronidaBol (-.( mg>kg22> kali setiap $ jam). Pengobatan diberikan dalam waktu (-- hari. (C"?# 2 ()

1.3 Gi$i %&'&k 1.3.1 Definisi )iBi buruk adalah keadaan giBi anak yang ditandai dengan satu atau lebih tanda berikut (Kemenkes 54# 2 !!)6 a. &angat kurus b. 1dema# minimal pada kedua punggung kaki c. 22>P2 atau 22>.2 ; -8 &% d. Dingkar lengan atas ; !!#( cm (untuk anak usia '-(+ bulan) 1.3.2 Patofisiologi /akanan yang tidak adekuat# akan menyebabkan mobilisasi berbagai cadangan makanan untuk menghasilkan kalori demi penyelamatan hidup# dimulai dengan cadangan karbohidrat kemudian cadangan lemak serta protein dengan melalui proses katabolik. 2ila terjadi stress katabolik (infeksi)# maka kebutuhan protein akan meningkat# sehingga dapat menyebabkan defisiensi protein yang relatif ("idajat et al.# 2 $). %isebut malnutrisi primer bila terjadi akibat kekurangan asupan nutrisi# yang pada umumnya didasari oleh masalah social ekonomi# pendidikan# serta rendahnya pengetahuan dibidang giBi. /alnutrisi sekunder bila kondisi nutrisi seperti diatas disebabkan adanya penyakit utama# seperti kelainan bawaan# infeksi kronis# ataupun kelainan pencernaan dan metabolik# yang mengakibatkan kebutuhan nutrisi meningkat# penyerapan nutrisi $). yang turun danatau>meningkatnya kehilangan nutrisi. ("idajat et al., 2

'

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

%engan demikian pada kasus ini yang dapat terjadi adalah gangguan pertumbuhan# atrofiotot# penurunan kadar albumin serum# penurunan hemoglobin# penurunan sistem inum tubuh. Penurunan berbagai sintesis enBim ("idajat et al., 2 $). Gejala Klinis &ecara klinis terdapat dalam 8 tipe# yaitu ("idajat et al., 2 $).6 !. Kwashiorkor# ditandai dengan 6 edema# yang terdapat di seluruh tubuh# wajah sembab dan membulat# mata sayu# rambut tipis# kemerahan seperti rambut jagung# mudah dicabut dan rontok# cengeng# rewel dan apatis# pembesaran hati# otot mengecil (hipotrofi)# bercak merah kecoklatan di kulit dan mudah terkelupas (crazy pavement dermatosis)# sering disertai penyakit infeksi terutama akut# diare# dan anemia. 2. /arasmus# ditandai dengan 6 sangat kurus# tampak tulang terbungkus kulit# wajah seperti orang tua# cengeng dan rewel# kulit keriput# jaringan lemak subkutan minimal>tidak ada# perut cekung# iga gambang# sering disertai penyakit infeksi dan diare. 8. /arasmus-Kwashiorkor# campuran gejala klinis kwashiorkor dan marasmus. 1.3.4 Penatalaksanaan Prosedur tetap pengobatan di rumah sakit ("idajat et al., 2 $)6 !. Prinsip dasar penanganan ! langkah utama (diutamakan penanganan kegawatan) antara lain 6 penanganan hipoglikemi# penanganan hipotermi# penanganan dehidrasi# koreksi gangguan keseimbangan elektrolit# pengobatan infeksi# pemberian makanan# fasilitasi tumbuh kejar# koreksi defisiensi nutrisi mikro# melakukan stimulasi sensorik dan perbaikan mental# perencanaan tindak lanjut setelah sembuh.

1.3.3

'!

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

.abel !

! langkah utama prinsip dasar (%epKes 54 dan C"?# 2

+)

2. Pengobatan penyakit penyerta a. %efisiensi vitamin @ ("idajat et al., 2 $) 2ila ada kelainan di mata# berikan vitamin oral pada hari ke !#2# dan !* atau sebelum keluar rumah sakit bila terjadi memburuknya keadaan klinis diberikan vitamin @ dengan dosis 6 3mur 7! tahun 3mur '-!2 bulan 3mur -( bulan 62 6! 6( . . . iu>kali iu>kali iu>kali

2ila ada ulkus di mata diberikan 6 .etes mata chloramphenicol atau salep mata tetracycline# setiap 2-8 jam selama --! hari .eteskan tetes mata atropine# ! tetes 8 kali sehari selama 8( hari .utup mata dengan kasa yang dibasahi larutan garam faali +)

b. %efisiensi Eat /ikro (%epKes 54 dan C"?# 2

&emua anak giBi buruk mengalami defisiensi vitamin dan mineral. /eskipun sering ditemukan anemia# jangan beri Bat besi pada fase awal# tetapi tunggu sampai anak mempunyai nafsu makan yang baik dan mulai bertambah berat badannya (biasanya pada minggu

'2

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

kedua# mulai fase rehabilitasi)# karena Bat besi dapat memperparah infeksi. 2erikan setiap hari paling sedikit dalam 2 minggu6 /ultivitamin @sam folat (( mg pada hari !# dan selanjutnya ! mg>hari) &eng (2 mg En elemental>kg22>hari) .embaga ( .8 mg :u>kg22>hari) <erosulfat 8 mg>kg22>hari setelah berat badan naik (mulai fase rehabilitasi) c. @ntibiotik (%epKes 54 dan C"?# 2 +) Pada giBi buruk# gejala infeksi yang biasa ditemukan seperti demam# seringkali tidak ada# padahal infeksi ganda merupakan hal yang sering terjadi. ?leh karena itu# anggaplah semua anak dengan giBi buruk mengalami infeksi saat mereka datang ke rumah sakit dan segera tangani dengan antibiotik. "ipoglikemia dan hipotermia merupakan tanda infeksi berat. 2erikan pada semua anak dengan giBi buruk6 @ntibiotik spektrum luas Pilihan antibiotik spektrum luas Ji a tida ada ompli asi atau tida ada in!e si nyata# beri KotrimoksaBol per oral setiap !2 jam selama ( hari Ji a ada ompli asi (hipoglikemia# hipotermia# atau anak terlihat letargis atau tampak sakit berat)# atau jelas ada infeksi# beri6 F @mpisilin (( mg>kg22 4/>4A setiap ' jam selama 2 hari)# dilanjutkan dengan @moksisilin oral (!( mg>kg22 setiap $ jam selama ( hari) @.@3# jika tidak tersedia amoksisilin# beri @mpisilin per oral (( mg>kg22 setiap ' jam selama ( hari) sehingga total selama - hari# %4.@/2@"6 F )entamisin (-.( mg>kg22>hari 4/>4A) setiap hari selama - hari. '8

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

Catatan" Ji a ana anuria#oliguria, tunda pemberian gentamisin dosis e$% sampai ada diuresis untu mencegah e!e samping#to si gentamisin. Gika anak tidak membaik dalam waktu *$ jam# tambahkan Kloramfenikol (2( mg>kg22 4/>4A setiap $ jam) selama ( hari. Aaksin campak jika anak berumur H ' bulan dan belum pernah mendapatkannya# atau jika anak berumur 7 + bulan dan sudah pernah diberi vaksin sebelum berumur + bulan. .unda imunisasi jika anak syok.

'*

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

D(KU)EN A#UHAN KE*A+)A#IAN LAP(+AN KA#U# Inisial Pasien , 2y. . U &' , ! bulan %e'at %adan , 2! -inggi %adan , g Ginjal , He!a' , -

Kel&.an &ta a Kel&.an ta /a.an ,

, Demas#/untah# 2erat 2adan /enurun

(anamnesis oleh ibu pasien) Pasien /5& dari poli bedah setelah kontrol post operasi ileustomy. Pasien lahir pada ! >$>2 !8 di rumah# dibantu oleh dukun di situbondo. &aat lahir# dikatakan langsung menangis# ketuban jernih. &ejak lahir# dikatakan tidak 2@2. Kemudian saat usia ! 5&&@. Pasien menjalani operasi ileustomy di 5&&@# kemudian pulang paksa tanggal 8 &eptember 2 !8. Pada saat pulang# 22 pasien 2$ kontrol di poli tiap hari kamis. Pasien dikatakan sering demam# tapi orang tua pasien lupa kapan mulai demam. 2=>hari volume I ! cc>muntah isi susu yang diminum# intakenya @&4# saat lahir sampai ! hari dengan susu formula sampai sekarang. Diagnosis a0al 112234223135 , &epsis )iBi kurang Hirschsprung Disease long segment post ileustomy &epsis )iBi 2uruk /arasmus Hirschsprung Disease long segment post ileustomy gram. Dalu kontrol ke poli bedah tanggal ( &eptember 2 !8. &elanjutnya pasien rutin hari# perut membesar# sehingga di bawa ke 5& situbondo# kemudian dirujuk ke

Diagnosis ak.i' 126234223135 ,

'(

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

+i0a7at !en7akit +i0a7at !engo/atan -

, Hirschsprung Disease &ong Segment sebulan yang lalu ,

%! , 6 !>( 0& 5anitidin :a )luconas ! , K:l -#*, @mpisilin )entamisin @minosteril 4nfant ', Dipid 2 , :eftriakson 6 belum pernah di imunisasi 6 demam (-) keputihan (J) sejak usia kehamilan $-+ - .ransfusi .: - .ransfusi <<P - @lbumin 2 , - /etamiBol 0a - @moksisilin J @sam Klavulanat - 4buprofen syr.

+i0a7at I &nisasi

+i0a7at ke.a ilan i/&

bulan# bau (J) pijat oyok (-) %/ (-) ". (-) .rauma (-) perdarahan (-) +i0a7at Ante Natal 8a'e 1AN85 rumah-rumah. Info' asi -a /a.an , @namnesis pada 2!>$>2 !8 6 perut pasien semakin membesar# setelah lahir pasien diberi makan papaya lalu dilanjutkan @&4 s>d sekarang. 5iwayat muntah selama rawat di 5& &itubondo# muntah warna hijau I 8 kali. .erakhir warna kekuningan dengan bau feces. %i 5& &itubondo dipuasakan. .idak pernah demam# batuk# pilek# kulit tidak kering. K5& dengan pulang paksa ,

%ikatakan tiap bulan dikunjungi oleh bidan puskesmas yang datang ke

''

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

8A-A-AN PE+KE)%ANGAN PA#IEN


-anggal !2> +>!8 P'o/le 2Kejadian2-indakan Klinisi

Pasien /5& dari poli bedah setelah kontrol post operasi ileustomy. Pasien /5& karena lemas sejak * hari yang lalu dan tidak mau minum. Pasien memiliki riwayat ileostomy ! bulan yang lalu. Pasien /5&
melalui "igh :are 3nit anak dengan 0adi !82=>menit# suhu 8$#$ o:# dan berat badan 2.! gram# ubun-ubun cekung (J). %ari hasil pemeriksaan laboratorium# diketahui pasien mengalami hyperkalemia (K K (#* mmol>D)# lekositosis (8$. >LD) %emam (-) muntah (-) sesak (-) 2@2 (J) melalui stoma. %idapatkan pus disekitar stoma bercampur dengan 2@2. %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi kurang 2@2 (J) melalui stoma# demam (-) sesak (-) muntah (-) %idapatkan pus disekitar stoma bercampur dengan 2@2. tanda vital 6 0adi !* =>menit# 55 ((=>menit# suhu 8-o:. %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi kurang 2alance cairan K input ((cc# output (' cc. (- ! cc) 2@2 (J) melalui stoma# demam (-) sesak (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !82=>menit# 55 *$=>menit# suhu 8'#(o: %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi kurang 2alance cairan K input !2( cc# output 82$ cc (- 2 8 cc) Pucat (-) mual (-) demam (-) sesak (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !82=>menit# 55 *$=>menit# suhu 8'#-o: Pucat (-) mual (-) demam (-) sesak (-) diare (-)# 2@2 (J) melalui stoma. 22 K 2.( gram .anda vital 6 0adi !*$=>menit# 55 ('=>menit# suhu 8'#-o: %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase stabilisasi Pemeriksaan pukul !$. (# %iare != dan muntah sebanyak 8=. turgor kembali cepat# mukosa bibir kering. %ilakukan resomal 2( cc. %emam (-) mata cowong (J) .anda vital 6 0adi !*$=>menit# 55 (*=>menit# suhu 8-#$o:. %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase stabilisasi %iare 2= melalui stoma# muntah (J) mata cowong (-) demam (-) 22 2.( gram .anda vital 6 0adi !* =>menit# 55 ( =>menit# &uhu 8-#8o: %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase transisi J diare akut tanpa dehidrasi 5esomal 2( cc>diare. 2alance cairan 6 input !+ cc# output *' cc (J!** cc) "asil pemeriksaan mikrobiologi klinik

!8> +>!8

!*> +>!8

!(> +>!8 !'> +>!8

!-> +>!8

!$> +>!8

!+> +>!8

'-

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

&pecimen yang diambil 6 darah "asil 6 tidak ditemukan pertumbuhan koloni kuman (@erob) &toma (J) didapatkan pus disekitar stoma bercampur dengan 2@2 %emam (-) pucat (-) muntah ! kali# diare (J) .anda vital 6 0adi !8*=>menit# 55 *$=>menit# suhu 8'#$o: %iagnosa 6 &epsis (membaik) J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase transisi J diare akut tanpa dehidrasi %emam (-) pucat (-) muntah (-) batuk (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !82=>menit# 55 ' =>menit# suhu 8-o: %iagnosa 6 &epsis (membaik) J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase stabilisasi J diare akut tanpa dehidrasi %emam (-) pucat (-) muntah (-) batuk (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !8 =>menit# 55 ' =>menit# suhu 8-#!o: %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase stabilisasi J diare akut tanpa dehidrasi %emam (-) pucat (-) muntah (-) diare (-) 22 22 gram. .anda vital 6 0adi !8'=>menit# 55 ' =>menit# suhu 8-#(o: %iagnosa 6 &epsis J "irschsprung disease long segmen post ileostomy J giBi buruk marasmus fase transisi J diare akut tanpa dehidrasi (membaik) %emam (-) pucat (-) muntah (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !8 =>menit# 55 ' =>menit# suhu 8-#!o: %emam (-) pucat (-) muntah (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !2 =>menit# 55*$=>menit# suhu 8-o: %emam (-) pucat (-) muntah (-) diare (-) .anda vital 6 0adi !82=>menit# 55 *'=>menit# suhu 8'#$o: Pasien K5& dengan pulang paksa. Keluarga pasien telah dijelaskan resiko jika pulang paksa# pasien akan terancam nyawanya dan jatuh dalam kondisi giBi buruk.

2 > +>!8

2!> +>!8

28> +>!8

2*> +>!8 2(> +>!8 2'> +>!8

'$

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

P+(*IL PENG(%A-AN
0o.%/K 6 !!!=== /5& 6 !2> +>2 !8 4nitial pasien 6 2y. . K5& 6 2'> +>2 !8 3mur>22>.inggi 6 ! bulan @lamat 6 &itubondo &tatus 6 3mum Keluhan utama 6 Demas# /untah# 2erat badan menurun %iagnosa 6 &epsis J )iBi 2uruk /arasmus J Hirschsprung Disease &ong Segment post 'leustomi No !. 2. 8. *. (. '. -. $. +. ! . !!. ;enis (/at Na a Dagang2 Gene'ik ?2 :0! , (%! , 6 !>( 0&) :a )lukonas ! , @mpisilin (2 mg>kg>hr) )entamisin (( mg>kg>hr) Aitamin @ Aitamin 2: Aitamin : Aitamin 1 @sam <olat En&?* +&te 0: 4A<% iv iv iv po po po po po po po 5iwayat penyakit 6 Hirschsprung Disease &ong Segment 4munisasi 6Kepatuhan 6@lergi 6/erokok 6@lkohol 6?bat tradisional 6?.: 6+I9A:A- PENG(%A-AN PADA PA#IEN )+# +egi en Dosis Pe'a0atan Ha'i Ke1 2 3 4 " 6 < = 4 13 11 12 13 2 lpm M M ! cc>hari M !( cc>hari M 2 cc M 8 = !( mg M M M M M M M M M ! = ! mg M M M M M M M M M !=! . iu M ! = 2.( iu M M M M M M M M M M M ! = N tab M M M M M M M M M M M M ! = 2( mg M M M M M M M M M M M M ! = 2( iu M M M M M M M M M M M M ! = ! mg M M M M M M M M M M M M ! = ! mg M M M M M M M M M M M M

14

M M M M M M

'+

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

DA-A KLINIK DAN LA%(+A-(+IU) Inisial Pasien , %7. -ANDA --ANDA >I-AL 0adi (/enit -!) 55 (/enit -!) &uhu .ubuh (o:) NILAI N(+)AL !2 -!' =>menit 8 -' =>menit 8'#(-8-#( NILAI N(+)AL 1 2 3 4 " HA+I KE1 !* ** 8'#* 2 !* ' 83 !82 *$ 8'#( 4 !82 *$ 8'#( " !*$ (' 8'#6 !*$ (* 8< !** ( 8= !8* *$ 8'#$ 4 !82 ' 8'#+ 13 !8 ' 8-#! 11 !8' ' 8-#( 12 !8 ' 8-#! 13 !8 *$ 814 !82 *' 8'#$

-ANDA ? -ANDA KLINI# %emam Pucat /untah %iare /ata :ekung Kejang

-ANGGAL 1%ULAN #EP-E)%E+ 23135 6 < = 4 13 8= @ J J @ J J @ -

11 -

12 -

13 -

14 -

Ko enta' dan alasan , Pasien mengalami dehidrasi yang ditandai dengan muntah dan diare pada hari ke-' sampai hari ke-$# serta mata cekung pada hari ke-' dan hari ke--

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

Data La/o'ato'i& He atologi Deukosit 1ritrosit "emoglobin "ematokrit .rombosit /:A /:" /:": 5%C P%C /PA P-D:5 P:. 1osinofil 2asofil 0eutrofil Dimfosit /onosit P.. @P..

Nilai No' al

Pe'a0atan .a'i ke1 6 8$.' *# $ !8# 8-#2 + +2#* 8!#+ 8*#( !(#+ !2#8 ! # 2'# #2! #! !#2 (8#8 !-# 2*# #+8 !#'8 !-.+8#8 ! #! 2+#+ 8*8. + #' 8 #' 88#$ !(# +#* $#+ !-#* #8! !#2 !#2 *!#* 8-#! !+#!

Ko enta' 0ilai leukosit meningkat menunjukkan adanya infeksi. 0ilai leukosit 7!2. >LD merupakan salah satu tanda timbulnya sepsis# selain nilai penunjang lainnya seperti nadi7 + =>menitO 557 2 =>menitO dan suhu 7 8$9: atau ; 8'9: (%ipiro et al.# 2 !!)

'.2 -!-. >LD *# -'# = ! '>LD ! -!- g>dD 8+-(+ , !( -8+ =! 8>LD $ -+( fD 2--8! pg 82-8' g>dD !!#(-!*#( , +-!8fD -#2-!!#! fD !(# -2(# , #!( - #* , !-*, #(-!# , ((-- , 2 -* , 2-$,

-!

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

Data Nilai No' al La/o'ato'i& %lood 8.e ist'7 &)?. !! P *! &)P. ! P *! @lbumin 8#(-(#( g>d6 Ginjal 3reum>230 (-!$ mg>dD :reatinin #8- #- mg>dD )eta/olis e Ka'/o.id'at )%@ ;2 Elekt'olit 0atrium !8'-!** mmol>D Kalium 8#(-(# mmol>D :lorida +$-! ' mmol>D :alcium -#'-!!# mmol>D Phospor 2#(--# mmol>D %GA p" -#8(--#*( p:?2 8(-*( p?2 $ -! ":?8 2!-2$ &aturasi ?2 7+(, 2ase 1=cess (-)8 P (J)8

1 ($ ' *#*! $-#* #-$ +( !*( (#*' !2!

Pe'a0atan .a'i ke2 4 -

Ko enta' 0ilai p"# p:?2# p?2# ":?8 yang menurun menunjukkan adanya asidosis metabolik. Keadaan sepsis dapat menyebabkan produksi asam laktat yang berlebihan (asidosis laktat). kondisi ini menyebabkan terjadinya asidosis metabolik (Koda-Kimble# 2 +O Pagana and Pagana# 2 2). 0ilai 230 yang meningkat menunjukkan penurunan aliran perfusi ginjal akibat sepsis. Ketika sepsis mulai mengarah ke syok sepsis# aliran darah ke organ tubuh menurun# yang mengakibatkan nilai &)?. dan &)P. meningkat (KodaKimble# 2 +) 0ilai kalium dan klorida yang diluar rentang normal menunjukkan ketidak seimbangan elektrolit tubuh.

'!#2 #** !8 *#+( ! ' +#! '# -

-#22'#' '+#* !2#8 + #* - !*#$

-2

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

P+(*IL PENG(%A-AN

-8

No

Na a (/at

+&te

Dosis

!.

?2

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT 0: 2 lpm APOTEKER PERIODE 97 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI FAKULTAS FARMASI UNAIR !

Ha'i ke(/at di/e'ikan

Ha'i ke(/at di.entikan 2 ! 2

Indikasi

Pe anta&an Kefa' asian 0ilai 55

Ko enta' dan Alasan

3ntuk mengatasi sesak Keseimbangan cairan dan sumber energi.

2.

%! , 6 !>( 0&

4A <% iv

! cc>hari !( cc

! 2

Kondisi umum# kadar elektrolit

8.

:a )lukonas ! ,

2 cc

&tabilisasi Potensial membran pada gejala kardio

1:)

*.

@mpisilin (2 mg>kg>hr)

iv

8 = !( mg

(.

)entamisin (( mg>kg>hr)

iv

! = ! mg

@ntibiotik yang -* mengatasi sepsis

0ilai C2:# nadi# 55# suhu

Kondisi sesak akan membuat pasien sulit bernafas sehingga diperlukan suplai oksigen Pasien mengalami kekurangan cairan akibat giBi buruk# sehingga diberikan terapi %! , 6 !>( 0&. Pasien mengalami hiperkalemia pada perawatan hari ke-!. Pada kondisi "iperkalemia menimbulkan efek yang terkait potensial membran selular. 4on kalium dalam cairan ekstraselular QQ hambat konduksi jantung kelemahan otot jantung yang hebat dan timbulnya irama abnormal (aritmia). Kalsium intravena sebagai antagonis efek hiperkalemia di jantung# yaitu pada sistem konduksi miokardial dan repolarisasi miokardial (/c. 1voy# 2 *) Pasien mengalami sepsis# ditandai dengan peningkatan nilai C2:# nadi# dan 55. @mpisilin merupakan antibiotik broad spectrum# mengatasi infeksi yang disebabkan oleh streptococci# pneumococci# non-penicillinaseproducing staphylococci# &isteria# meningococci# H. in!luenza, Salmonella, Shigella, E. coli, Enterobacter, and Klebsiella (Dacy et al.#2 +) Pasien mengalami sepsis# ditandai dengan peningkatan nilai C2:# nadi# dan 55. )entamisin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang efektif untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yang sensitif antara lain Pseudomonas, Proteus, Serratia, dan )ram positif Staphylococcus (Dacy et al.# 2 +)

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

)(NI-(+ING
Pa'a ete' Kadar elektrolit Pus>nanah di sekitar stoma &uhu# C2:# nadi# 55 Kondisi umum -&j&an 3ntuk mengetahui efektivitas terapi cairan. 3ntuk mengetahui efektivitas terapi antibiotik kombinasi untuk mengontrol keadaan infeksi# mengetahui efikasi dan efektivitas terapi antibiotik kombinasi 3ntuk mengetahui efektivitas multivitamin yang diberikan.

K(N#ELING
(/at Aitamin @ Aitamin 2 kompleks# : dan 1 En&?* )ate'i Konseling %iminum satu kali sehari# diberikan sebagai perbaikan regenerasi sel-sel tubuh. Aitamin diminum satu kali sehari# vitamin ini diberikan sebagai asupan multivitamin En&?* diberikan ! = ! mg sekali sehari selama ! -!* hari penuh# diberikan untuk kebutuhan mineral serta untuk pertumbuhan. .ablet dapat dilarutkan dengan air matang>@&4>susu formula terlebih dahulu

-(

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

PE)%AHA#AN Pasien 2y. . masuk rumah sakit pada !2 &eptember 2 !8. Pasien datang dari poli bedah setelah kontrol post operasi ileostomy. &ejak lahir# dikatakan tidak 2@2. Kemudian saat usia ! hari# perut membesar# sehingga di bawa ke 5& &itubondo# kemudian dirujuk ke 5&&@. Pasien menjalani operasi ileustomy di 5&&@# kemudian pulang paksa tanggal 8 &eptember 2 !8. Pada saat pulang# 22 pasien 2$ gram. Pasien dikatakan sering demam# tapi orang tua pasien lupa hari# kemudian dilanjutkan dengan susu kapan mulai demam. 2=>hari volume I ! cc>muntah isi susu yang diminum# intakenya @&4 saat lahir sampai ! formula sampai sekarang. Pada awal masuk rumah sakit# dokter mendiagnosa pasien yaitu &epsis# Hirschsprung Disease long segment post ileostomy # dan giBi kurang. Pada !' &eptember 2 !2# diagnosa )iBi kurang berubah menjadi giBi buruk# dan pada !$ &eptember 2 !8 sampai 28 &eptember 2 !8# terdapat diagnosa tambahan yaitu diare akut tanpa dehidrasi. Pada awal masuk rumah sakit# pasien ditempatkan di ruang High Care (nit (":3) anak dan pasien mendapatkan terapi ?ksigen# %! , 6 !>( 0&# :a )luconas ! ,# dan kombinasi antibiotik @mpisilin dan )entamisin. Kombinasi antibiotik ini dipilih karena merupakan terapi lini pertama untuk pasien sepsis pada pasien infant. "al ini disebabkan kombinasi tersebut menghasilkan efek bakterisid yang kuat. @mpisilin mengubah struktur dinding sel sehingga memudahkan penetrasi gentamisin kedalam kuman (KatBung# 2 disebabkan oleh streptococci# pneumococci# +) @mpisilin merupakan antibiotik broad spectrum# mengatasi infeksi yang non-penicillinase-producing staphylococci# &isteria# meningococci# H. in!luenza, Salmonella, Shigella, E. coli, Enterobacter, and Klebsiella (Dacy et al.#2 +) sedangkan )entamisin merupakan antibiotik golongan aminoglikosida yang efektif untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yang sensitif antara lain Pseudomonas, Proteus, Serratia, dan )ram positif Staphylococcus (Dacy et al.# 2 perawatan hari ke-$# sepsis pasien dinyatakan membaik. +). Pada .anda-tanda

berkurangnya sepsis dapat dilihat pada nilai suhu dan nadi dalam rentang normal.

-'

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

%! , 6 !>( 0& diberikan pada hari ke-! dan ke-2 sebagai cairan nutrisi dan asupan energy# karena pasien mengalami giBi buruk# sehingga pasien perlu diberikan cairan nutrisi secara parenteral. Pasien mendapat terapi :a )luconas ! , sebagai stabilisasi membran jantung yang salah satu tandanya adalah peningkatan kadar kalium. Pada kondisi hiperkalemia# akan menimbulkan efek yang terkait potensial membran selular. 4on kalium dalam cairan ekstraselular akan dan menyebabkan adanya hambat konduksi jantung#sehingga terjadi kelemahan otot jantung yang hebat dan timbulnya irama abnormal (aritmia). Kalsium intravena sebagai antagonis efek hiperkalemia di jantung# yaitu pada sistem konduksi miokardial dan repolarisasi miokardial (/c. 1voy# 2 *). Aitamin @ dan : diberikan sebagai regenerasi sel-sel. Aitamin 2 kompleks berfungsi sebagai koenBim metabolisme asam amino# karbohidrat dan lemak. En&?* !=! mg digunakan sebagai koenBim untuk metabolisme protein dan karbohidrat# meningkatkan daya tahan tubuh# untuk pertumbuhan. @sam folat !=! mg digunakan untuk mengatasi defisiensi folat. Aitamin : dan 1 berfungsi sebagai antioksidan. Pasien giBi buruk mengalami defisiensi vitamin dan mineral# untuk itu terapi tersebut diberikan agar kondisi pasien membaik. &ampai perawatan hari ke-!*# pasien mengalami perbaikan pada sepsisnya# namun masih harus dipantau terkait dengan kondisi giBi buruk yang dialami pasien. Pasien keluar rumah sakit pada 2' &eptember 2 !8 dengan pulang paksa. Keluarga pasien telah dijelaskan resiko jika pulang paksa# pasien akan terancam nyawanya dan jatuh dalam kondisi giBi buruk. Keluarga pasien tetap meminta pasien untuk dipulangkan.

--

PRAKTEK KERJA PROFESI RUMAH SAKIT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER PERIODE 97 FAKULTAS FARMASI UNAIR

DA*-A+ PU#-AKA 2urg#<.%.# Polin#5.@.# )ershon#@.@.# and 4ngelfinger#G. 2 '. 8&''ent Pediat'iA -.e'a!7 1=t. edition. 1lsevier &alnders. %ellinger#5.P.# et al.# 2 !8. #&'BiBing #e!sis 8a !aign , Inte'national G&idelines fo' )anage ent of #eBe'e #e!sis and #e!tiA #.oAk , 2312 . :ritical :are /edicine Gournal. <ebruari 2 !8 vol *!6($ -'8-. %epartemen Kesehatan 5epublik 4ndonesia dan C"?. 2 +. %&k& #ak& Pela7aan Kese.atan Anak Di +& a. #akit. Pedo an %agi +& a. #akit +&j&kan -ingkat Pe'ta a Di Ka/&!aten2Kota. Gakarta 6 C"? 4ndonesia %ipiro# G...# .albert# 5.D.# Ree# ).:.# /atBke# ).5.# Cells# 2.).# and Posey# D./. (1ds.). 2 !!. .uberculosis 4n P.a' aAot.e'a!.7, A Pato!.7siologiA A!!'oaA.C =t. edition# 0ew Rork6 .he /c)raw-"ill :ompanies 4nc. "idajat#2.# 4rawan#2.# dan "idajat#&.0. 2 $. K&'ang Ene'gi P'otein 1KEP5 dalam Pedoman %iagnosis dan .erapi# bagian>&/< 4lmu Kesehatan @nak edisi 444. &urabaya 6 5umah &akit 3mum %okter &oetomo. KatBung# 2.).# /asters# &.2.# .revor# @.G. 2 +. %asiA and 8liniAal P.a' aAolog7C 11t. edition. .he /c )rawB-"ill companies. Kenny# &1.# .am# PK".# )arciabarcelo# /. 2 ! . Hi'sA.s!'&ngDs Disease. Published in &eminars in Pediatric &urgery# vol !+ p. !+*- 2 . 1lsevier. Koda Kimble# /.@.# Roung# D.R.# @lldredge# 2.K.# :orelli# 5.D.# )uglielmo# 2.G.# Kradjan# C.@.# Cilliams# 2.5. 2 +. A!!lied -.e'a!e&tiA , -.e 8liniAal Use of D'&g 4t. edition. Aancouver6 @pplied .herapeutics 4nc. Dacy# :.<.# @mstrong# D.D.# )oldman# 0.P.# Dance# D.D. (1d.)# 2 +. D'&g Info' ation Hand/ook 1=t. edition. @Ph@ 6 De=i-:omp Dannotti#D.D.# .rehan# 4.# /anary# /.G. 2 !8. +eBie0 of #afet7 and EffiAaA7 of >ita in A #&!!le entation in t.e -'eat ent of 8.ild'en 0it. #eBe'e AA&te )aln&t'ition. 0utrition Gournal. Dehnhardt# @nja.# Kemper# /.G. 2 !!. Pat.ogenesisC DiagnosisC and )anage ent of H7!e'kale ia. Pediatric nephrology 2' 6 8---8$*. /c 1voy# ).K.# 2 *. AH*# D'&g Info' ation. Cisconsin6 @merica &ociety of "ealth-&ystem Pharmacists /uller#?.# and Krawinkel#/. 2 (. +eBie0 , )aln&t'ition and Healt. in DeBelo!ing 8o&nt'ies. 8anadian )ediAal AssoAiation ;o&'nalE !-8 (8)O 2-+-2$' Pagana# K.%.# Pagana# ..G.# 2 2. )os/7Ds )an&al of DiagnostiA and La/o'ato'7 -estsC 2nd edition. /issouri6 /osby 4nc. Pasumarthy# Dakshmi. &rour# Games C. 2 $. Hi'sA.s!'&ngDs Disease. Published in practical gastroenterology p. *2-*'. Corld "ealth ?rganiBation. 2 -. EBidenAe fo' t.e #afet7 and EffiAaA7 of FinA #&!!le entation in t.e )anage ent of Dia''.ea. C"? Press. Corld "ealth ?rganiBation. 2 (. PoAket %ook of Hos!ital 8a'e fo' 8.ild'enC G&idelines fo' t.e )anage ent of 8o on Illnesses 0it. Li ited +eso&'Aes. C"? Press.

-$