Anda di halaman 1dari 33

Welcome to 3rd Group

Hendrika Yempormase Florensia Falikres Margareta Soenarjo Rosita Ngangi Hanna Assa MeggiePandey Krismita Sondole Adeliv Widodo Rivo Rogahang

Asuhan Keperawatan pada Klien Lansia dengan Gangguan Kardiovaskular

Pengertian
Menurut Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC), Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan dikualifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah tinggi sampai maligna.

Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung adalah suatu keadaan di mana pemompaan darah oleh jantung seseorang mempunyai resiko berkurang kecukupannya untuk dipertahankan sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan jaringan tubuh.

Diagnosis Keperawatan
1. Resiko Tinggi terhadap Penurunan Curah Jantung 2. Intoleransi Aktivitas 3. Nyeri (akut) 4. Perubahan Nutrisi lebih dari kebutuhan Tubuh 5. Inefektif Koping Individual 6. Kurang Pengetahuan mengenai Kondisi Rencana Pengobatan

Intervensi Keperawatan
Diagnosa 1 MANDIRI 1. Pantau tekanan darah. Ukur pada kedua tangan/paha untuk evaluasi awal. Gunakan ukuran manset yang tepat dan teknik yang akurat. Rasional : Perbandingan dari tekanan memberikan gambaran lengkap tentang keterlibatan vaskular. Hipertensi sistolik merupakan faktor penyakit serebrovaskular dan iskemia jantung bila tekanan diastolik 90-115mmHg. 2. Catat keberadaan serta kualitas denyutan sentral dan perifer. Rasional: Denyutan karotis,jugularis,radialis, dan femoralis terpalpasi.Denyut pada tungkai mungkin menurun, mencermintakan efek dari vasokonstriksi (peningkatan SVR) dan

3. Auskultasi bunyi jantung dan bunyi nafas Rasional: S4 umum terdengar pada klien hipertensi berat karena hipertrofi atrium (peningkatan volume/tekanan atrium). Perkembangan S3 menunjukan hipertrofi ventrikel dan kerusakkan fungsi . Adanya krekles dan mengindikasikan kongesti paru sekunder terhadap terjadinya gagal jantung kronik. 4. Amati warna kulit,kelembapan,suhu,dan masa pengisian kapiler. Rasional: Pucat ,dingin,kulit lembap,dan masa pengisian kapiler lambat berkaitan dengan vasokontriksi atau dekompensasi atau penurunan cairan jantung.

5. Catat edema umum atau tertentu. Rasional: Mengindikasikan gagal jantung. Kerusakan ginjal/vaskular. 6. Berikan lingkungan tenang,Nyaman,kurangi aktivitas/keributan lingkungan, Batasi pengunjung. Rasional: Membantu menurunkan rangsang simpatis , meningkatkan relaksasi.

7. Batasi aktivitas, seperti istirahat ditempat tidur/kursi, istirahat tanpa gangguan , bantu melakukan aktivitas perawatan diri. Rasional: Menurunkan stres dan ketegangan yang memengaruhi tekanan darah dan perjalanan penyakit hipertensi. 8. Lakukan tindakan yang nyaman , seperti pijat punggung,leher,meninggikan kepala tempat tidur. Rasional: Mengurangi ketidaknyamanan dan menurunkan rangsang simpatis. 9. Anjurkan teknik relaksasi , panduan imajinasi,aktivitas pengalihan. Rasional: Menurunkan rangsangan yang menimbulkan stres ,membuat efek tenang sehingga menurunkan tekanan darah.

10. Pantau respons terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah. Rasional: Respons terhadap terapi obat (diuretik,inhibitor simpatis,vasodilator) tergantung pada klien dan efek sinergis obat. Karena efek samping tersebut.maka penting menggunakan obat dalam jumlah paling sedikit dan dosis paling rendah KOLABORASI 11. Berikan obat sesuai indikasi: a. diuretik tiazid,misal,klorotiazid (diuril),hidroklorotiazid (esidrix atau hidrodiuril), bendroflumentiazid (naturetin) Rasional: Tiazid digunakan sendiri atau campur dengan obat lain untuk menurunkan tekanan darah pada klien dengan funngsi ginjal yang relatif normal. Diuretik memperkuat agen antihipertensi lain dengan membatasi retensi cairan.

b. Diuretik loop,misal,furosemid (lasix),asam etakrinic (edecrin), bumetamid (burmex). Rasional : Menghasilkan diuresis kuat dengan mengahambat reabsorpsi natrium klorida dan merupakan antihipertensif efektif , khususnya klien yang resisten terhadap tiazid atau mengalami kerusakkan ginjal. c. Diuretik hemat kalium,misal,spironolakton (aldactone),triamterene (dyrenium), amilioride (midamore). Rasional : Diberikan kombinasi dengan diuretik tiazid untuk meminimalkan kehilangan kalium.

d. Inhibitor simpatis,misal,propanolal (inderal),metoprolol (lopressor), atenolol (corgard), metildopa (aldomet), reserpin (serpasil), klonidin (cataprs). Rasional : Kerja khusus obat ini bervariasi , tetapi secara umum menurunkan tekanan darah melalui efek kombinasi penurunan tahanan total perifer,menurunkan cairan jantung , menghambat aktivitas simpatis,dan menekan pelepasan renin. e. Vasodilator ,misal,minoksidil (loniten) , hidralazin (apresolin), bloker saluran kalsium,nifedipin (procardia), verapamil (calan). Rasional: Mengobati hipertensi berat bila kombinasi diuretik inhibitor simpatis tidak berhasil mengontrol tekanan darah . vasodilatasi vaskular jantung sehat dan meningkatkan aliran darah koroner dari terapi vasodilator.

f. Agen antiadrenergik: a-1 bloker prazosin (minipres), tetazosin (hytrin). Rasional: Bekerja pada pembuluh darah untuk mempertahankan agar tidak konstriksi. g. Bloker neuron adrenergik: guanadrel (hyloree),quanetidin (ismelin), reserpin (serpasil). Rasional: Menurunkan aktivitas konstriksi arteri dan vena pada ujung saraf simpatis. h. Inhibitor adrenergik yang bekerja secara sentral: klonidin (catapres), quanetidin (wytension), metildopa (apresoline),dan minoksidil (loniten). Rasional: Meningkatkan rangsang simpatis pusat vasomotor untuk menurunkan tahanan arteri

i. vasodilator oral yang bekerja langsung diazoksid (hyperstat), nitroprusid (nipride,nitropess). Rasonal: Diberikan secara intravena untuk menangani kedaruratan hipertensi. j. Bloker gangglion,misal,guanetidin (ismelin),trimetapan (arfonad). ACE inhibitor, misalnya, katopril (catopen). Rasional: Penggunaan inhibitor simpatis tambahan dibutuhkan bila tindakan lain gagal untuk mengontrol tekanan darah. k. Batasi cairan dan diet natrium sesuai indikasi. Rasional: Pembatasan dapat mengatasi retensi cairan dengan respons hipertensif sehingga menurunkan berat bekerja jantung.

Diagnosa 2 MANDIRI 1. Bantu klien mengidentifikasi factor yang meningkatkan atau menurunkan toleransi aktivitas. Rasional : Pengkajian akurat tehadap factor-faktor yang meningkatkan atau menurunkan toleransi aktivitas memberikan dasar untuk membuat rencana perawatan 2. Kembangakan aktivitas klien dalam program latihan Rasional : Program latihan fisik mempunyai efek menguntungkan pada kerja jantung. 3. Ajarkan klien menggunakan daftar latihan harian untuk mencatat aktivitas latihan dan responsnya(seperti nadi, bernapas dangkal, cemas). Rasional : Membuat daftar latihan harian dapat meningkatkan kemampuan.

4. Kaji respons fisiologi terhadap aktivitas, observasi frekuensi nadi >20 kali per menit di atas frekuensi istirahat. Peningkatan tekanan darah selama/sesudah aktivitas (sistolik meningkat 40 mmHg atau diastolic meningkat 20 mmHg), dispneu/nyeri dada, keletihan, kelemahan berlebihan, diaphoresis, pusing, atau pingsan. Rasional : Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respons fisiologi terhadap stress aktivitas, dan bila ada merupakan indicator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktivitas. 5. Ajarkan tentang rasa takut/cemas berhubungan dengan intoleransi aktivitas. Rasional : Rasa takut/cemas dapat meningkatkan intoleransi aktivitas. 6. Ajarkan strategi koping kognitif (seperti pembandingan, relaksasi, pengendalian bernapas) Rasional : Respons emosional tehadap intoleransi aktivitas dapat ditangani dengan menggunakan strategi koping kognitif.

7. Ajarkan teknik penghematan energy, misal, menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir, menyikat gigi, dan aktivitas dengan perlahan. Rasional : Teknik menghemat energy mengurangi penggunaan energy, membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. 8. Ajarkan keluarga untuk membantu klien melakukan aktivitas. Rasional : Dukungan sosial meningkatkan pelaksanaan aktivitas. 9. Kolaborasi dengan klien/keluarga untuk menetapkan rencana ADL yang konsisten dengan pola hidup. Rasional : Mencapai dan mempertahankan pola hidup produktif sesuai kemampuan jantung dalam berespons terhadap peningkatan aktivitas dan stress.

10. Berikan dukungan melakukan aktivitas atau perawatan diri bertahap. Berikan bantuan sesuai kebutuhan. Rasional : Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan kerja jantung tiba-tiba. Membantu sebatas kebutuhan mendorong kemandirian dalam beraktivitas. 11. Beri semangat klien untuk mencari bantuan dalam mempertahankan aktivitas. Rasional : Dukungan sosial meningkatkan penyembuhan dan mempertahankan pola hidup yang diharapkan.

Diagnosa 3 MANDIRI 1. Mempertahankan tirah baring selama fase akut. Rasional: Meminimalkan stimukasi/meningkatkan relaksasi. 2. Berikan tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala, misal, kompres dingin pada dahi, pijat punggung dan leher, tenang, redupkan lampu kamar, teknik relaksasi (panduan imajinasi, distraksi) dan aktivitas waktu senggang. Rasional: Tindakan yang menurunkan tekanan vaskuler serebral dan yang memperlambat atau memblok respons simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya

3. Hilangkan/minimalkan aktivitas vasokonstriksi yang meningkatkan sakit kepala, misal, mengejan saat BAB, batuk panjang, dan membungkuk. Rasional: Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala karena adanya peningkatan tekanan vaskuler serebral. 4. Bantu klien dalam ambulasi sesuai kebutuhan. Rasional: Pusing, penglihatan kabur berhubungan dengan sakit kepala. Klien dapat mengalami episode hipotensi postural. 5. Berikan cairan, makanan lunak, perawatan mulut teratur bila terjadi perdarahan hidung/kompres hidung setelah dilakukan untuk menghentikan perdarahan. Rasional: Meningkatkan kenyamanan umum. Kompres hidung mengganggu menelan atau membutuhkan napas dengan mulut, menimbulkan stagnasi sekresi oral dan mengeringkan membran mukosa.

KOLABORASI: 6. Berikan sesuai indikasi: a. Analgesik Rasional : Menurunkan nyeri dan menurunkan rangsang sistem saraf simpatis. b. Antiansietas, misal, lorazepam (ativan), diazepam (valium). Rasional: Mengurangi ketegangan dan ketidaknyamanan yang diperberat oleh stres.

Diagnosa 4 MANDIRI 1. Bantu mengidentifikasi dan beri motivasi pentingnya penurunan berat badan. Rasional : Motivasi terjadi saat klien mengidentifikasi kebutuhan yang berarti 2. Berikan pilihan untuk meakukan program latihan sesuai kemampuan. Rasional : Latihan meningkatkan pembakaran kalori dan memudahkanpenurunan berat badan 3. Jelaskan penggunaan daftar latihan. Rasional : Daftar latihan memberikan penekanan perilaku positif dan meningkatkan motivasi

4. Kaji pemahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dan kegemukan. Rasional : Kegemukan berisiko terjadi hipertensi karena disproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitan dengan peningkatan massa tubuh 5. Diskusikan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak, garam, dan gula sesuai indikasi. Rasional : Kesalahan pola makan menyebabkan aterosklerosis dan kegemukan, merupakan predisposisi hipertensi dan komplikasinya, misal, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung. Kelebihan masukan garam meningkatkan volume cairan intravaskular dan merusak ginjal, serta memperburuk hipertensi 6. Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet. Rasional : Mengidentifikasi kekuatan/kelemahan dalam program diet. Membantu menentukan kebutuhan individu

7.

8.

Tetapkan rencana penurunan berat badan yang realistik, misal, penurunan berat badan 0,5 kg per minggu. Rasional : Penurunan kalori sebanyak 500 kalori per hari dapat menurunkan berat badan 0,5 kg/minggu. Penurunan berat badan yang lambat mengindikasikan kehilangan lemak melalui kerja otot dan diatasi dengan mengubah kebiasaan makan. Instruksikan dan bantu memilih makanan yang tepat, hindari makanan lemak jenuh tinggi (mentega, keju, telur, es krim, daging) dan kolestrerol (daging berlemak, kuning telur, produk kalengan, jeroan). Rasional : Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol untuk mencegah perkembangan aterogenesis.

KOLABORASI 9. Rujuk ke ahli gizi sesuai indikasi. Rasional : Memberikan konseling dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual

Diagnosa 5 MANDIRI 1. Bantu klien mengindentifikasi kebutuhan yang ingin dipenuhi atau tujuan yang ingin dicapai. Rasional : Untuk meningkatkan kemampuan dalam proses koping. 2. Berikan dukungan atas pengungkapan perasaan, keinginan, dan rangsangan. Rasional : Membantu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi 3. Identifikasi kebutuhan dasar yang diperlukan dalam berespons terhadap pananganan stress dan kesehatan, keterampilan koping, serta dukungan social. Rasional : Membantu memudahkan pemenuhan kebutuhan dasar klien berhubungan dengan pemecahan masalah yang dihadapinya sesuai kemampuan.

4.

5.

6.

Kaji keefektifan strategi koping dengan mengobservasi perilaku, misal, kemampuan menyatakan perasaan dan perhatian, keinginan berpartisipasi dalam rencana pengobatan. Rasional : Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah pola hidup individu dan mengintegrasikan terapi yang diharuskan ke dalam kehidupan sehari-hari. Catat laporan gangguan tidur, peningkatan keletihan,kerusakaan konsentrasi,peka rangsang,penurunan toleransi sakit kepala, ketidakmampuan menyelesaikan masalah. Rasional : Manifestasi mekanisme koping maladaptive merupakan indicator marah yang ditekan dan diketahui telah menjadi penentu utama tekanan darah distolik. Bantu klien mengindentifikasi stressor spesifik dan strategi mengatasinya. Rasional : Pengenalan stressor adalah langkah dalam mengubah respons klien terhadap stressor.

7. Libatkan klien dalam perencanaan perawatan dan beri dukungan partipasi dalam rencana pengobatan. Rasional : Keterlibatan memberikan perasaan control diri yang berkelanjutan, memperbaiki keterampilan koping dan meningkatkan kerjasama dalam terapi. 8. Dukungan klien untuk mengevaluasi prioritas atau tujuan hidup. Rasional : Focus perthatian pada realitas situasi terhadap pandangan klien tentang apa yang diinginkan. 9. Bantu klien mengidentifikasi dan merencanakan perubahan hidup, bantu menyesuaikan tujuan diri atau keluarga. Rasional : Perubahan yang harus diprioritaskan secara realistic untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya.

Diagnosa 6 MANDIRI 1. Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar, termasuk keluarga Rasional : Kesalahan konsep dan menyangkal diagnosis memengaruhi minat untuk mempelajari penyakit, prognosis 2. Tetepkan tekanan darah normal. Jelaskan tentang hipertensi dan efeknya terhadap jantung, pembuluh darah, ginjal, dan otak. Rasional : Memberikan dasar pemahaman tentang peningkatan tekanan darah. 3. Bantu klien dalam mengidentifikasi factor resiko kardiovaskular yang dapat di ubah , missal, Obesitas, diet tinggi lemak jenu dan kolestro, pola hidup monoton, meroko, minum alcohol serta pola hidup penuh stress. Rasional : Faktor resiko menunjukan hubungan dalam menunjang hipertensi atau penyakit Kardiovaskular dan ginjal.

4. Atasi masalah bersama klien dengan mengidentifikasi cara gaya hidup tepat dfapat dibuat untuk mengurangi factor resiko kardiovaskular. Rasional : Faktor resiko meningkatkan proses penyakit. Dengan mengubah perilaku, dukungan, petunjuk, dan empati dapat meningkatkan keberhasilan klien. 5. Bahas pentingnya menghentikan merokok dan bantu klien dalam membuat rencana untuk berhenti merokok. Rasional : Nikotin meningkatkan pelepasan katekolamin; mengakibatkan peningkatan frekuensi jantung, tekanan darah, dan vasokonstriksi; mengurangi oksigenasi jaringan; serta meningkatkan beban kerja miokardium. 6. Beri penguatan pentingnya kerja sama dalam regimen pengobatan. Rasional : Kerjasama meningkatkan keberhasilan terapi.

7. Peragakan teknik pengukuran tekanan darah mandiri. Evaluasi pendengaran, ketajaman penglihatan, keterampilan dan koordinasi klien. Rasional : Dengan pengajaran akan meyakinkan klien, karena hasilnya memberikan penguatan visual atau positif. 8. Bantu untuk mengembangkan jadwal sedehana. Rasional : Dengan mengikuti peraturan jadwal dapat memudahkan kerjasama. 9. Jelaskan tentang obat (rasional, dosis, dan efek samping). Rasional : Informasi adekuat dan pemahaman tentang obat meningkatkan kerjasama pengobatan. 10. Anjuran sering mengubah posisi dan olahraga kaki saat berbaring. Rasional : Menurunkan bendungan vena perifer yang ditimbulkan oleh vasodilator dan duduk/berdiri terlalu lama

11. Hindari mandi air panas, ruang penguapan, dan penggunaan alcohol. Rasional : Mencegah vasodilatasi dengan bahaya efek sampingyaitu pingsan dan hipotensi. 12. Anjurkan meningkatkan masukan makanan/cairan tinggi kalium (jeruk, pisang, tomat, kentang, aprikot, kurma, buah ara, kismis, Gatorade, susu rendah lemak, yogurt). Rasional : Diuretik menurunkan kadar kalium. Penelitian menunjukan konsumsi kalium 400-2000 mg per hari akan menurunkan tekanan darah sistollik dan diastolik 13. Kenali tanda/gejala seprti sakit kepala, saat bangun, peningkatan tekanan darah tiba-tiba, nyeri dada/sesak nafas, nadi meningkat, pembengkakan perifer/abdomen, gangguan penlihatan, epistaksis, depresi/emosi labil, pusing, pingsan, kelmahan atau kram otot, mual/muntah, haus, dan penurunan libido atau impoten. Rasional : Deteksi dini terjadinya kom[plikasi, penuruna efektivitas/reaksi yang merugikan dari regimen obat memungkinkan untuk membuat intervensi.

14. Jelaskan rosional diet yang diharuskan (diet rendah natrium, lemk jenuh, kolestrol). Rasional : Kelebihan lemak jenuh, kolestrol, natrium,alcohol, dan kaloro berisiko hipertensi.Diet rendah lemak dan tinggi lemak tak jenuh menurunkan tekanan darah. 15. Bantu mengidentifikasi sumber natrium (garam meja, daging dan keju olahan, saus, sup kaleng, sayuran dan soda kue). Rasional : Diet rendah garam selama dua tahunmungkin mencukupi untuk mengontrol hipertensi sedang atau mengurangi jumlah obat yang dibutuhkan. 16. Hindari minuman yang mengandung kafein (kopi, the, cola, dan coklat). Rasional : Kafein adalah stimulant jantung dan merugikan fungsi jantung.