Anda di halaman 1dari 7

OBAT ANTIRETROVIRUS

NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTSE INHIBITOR (NRTI) Bekerja pada tahap awal replikasi HIV, obat-obt golongan ini menghambat terjadinya infeksi akut sel yang rentan. Untuk dapat bekerja, semua obat golongan NRTI harus mengalami fosforilasi oleh enzim sel hospes di sitoplasma. Komplikasi golongan obat-obat ini adalah asidosis laktat dan hepatomegali berat dengan steatosis Zidovud in 60 % Didanos in 40% Zalsitab in 90% Stavud in 8090% 1,4 3,5 Lamivu din 80% Abaka vir >70% Emtrisita bin 93%

parameter

Bioavailbili tas oral T1/2 (jam) T1/2 trifosfat (jam) Ikatan protein plasma metabolism e

0,8-1,9 3-4

1,0 8-24

1-2 2-3

5-7 12

0,8-1,5 3

10

20-38

<5

<5

<5

<35

50

<4

60-80

50

20

80

20-30

>80

Ekskresi renal parent drug

15

20-50

70

40

70

<5

~ 86

ZIDOVUDIN Mekanisme kerja : Menghambat enzim reverse transcriptase virus, setelah gugus azidotimidin (AZT) pada zidovudin mengalami fosforilasi Resistensi : Disebabkan oleh mutasi pada enzim reverse transcriptase. Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 Indikasi : infeksi HIV, dalam kombinasi dengan anti-HIV lainnya (seperti lamivudin dan abakavir) Dosis : tersedia dalam bentuk kapsul 100 mg, tablet 300 mg, dan sirup 5mg/5ml. Dosis peroral 600 mg per hari E.S : anemia, neutropenia, sakit kepala, mual DIDANOSIN Mekanisme kerja : bekerja pada HIV RT dengan cara menghentikan pembentukan rantai DNA virus Resistensi : terhadp didanosin disebabkan oleh mutasi pad reverse transcriptase Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 Indikasi : infeksi HIV, terutama infeksi HIV tingkat lanjut, dalam kombinsi dengan antiHIV lainnya Dosis : tablet dan kapsul salut enterik. Per orl 400 mg per hari dalam dosis tunggal atau terbagi E.S : Diare, pankreatitis, neuropati perifer ZALSITABIN Mekanisme kerja : bekerja pada HIV RT dengan cara menghentikan pembentukan ranti DNA virus Resistensi : Disebabkan oleh mutasi pada enzim reverse transcriptase. Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 Indikasi : infeksi HIV, terutama pada pasien HIV dengan tingkat lanjut yang tidak responsif terhadap zidovudin, dalam kombinasi dengan anti-HIV lainnya Dosis : diberikan peroral 2,25 mg/hari (satu tablet 0,75 mg setiap 8 jam)

E.S : neuropati perifer, stomatitis, ruam, dan pankreatitis STAVUDIN Mekanisme kerja : bekerja pada HIV RT dengan cara menghentikan pembentukan rantai DNA virus Resistensi : terhadap stavudin disebabkan oleh mutasi pada RT kodon 75 dan kodon 50 Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 Indikasi : infeksi HIV, terutama HIV tingkat lanjut, dikombinasikan dengan anti-HIV lainnya Dosis : Peroral 80 mg/hari (satu kapsul 40 mg setiap 12 jam) E.S : neuropati perifer. Pernah terdapat laporan asidosis laktat, peningkatan enzim tranaminase sementara. Efek samping lainnya yang sering terjadi adalah sakit kepala, mual dan ruam LAMIVUDIN Mekanisme kerja : bekerja pada HIV RT dan HBV RT dengan cara menghentikan pembentukn rantai DNA virus Resistensi : mutasi terhadap lamivudin disebabkan oleh mutsi pada RT kodon 184. terdapat laporn da resistensi silang dengan didanosin dan zalcitabin Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 dan HBV Indikasi : infeksi HIV dan HBV ; untuk infeksi HIV, dalam kombinasi dengan anti HIV lainnya (seperti zidovudin dan abakavir) Dosis : peroral 300 mg/hari (satu tablet 150 mg 2x/hari atau satu tablet 300mg 1x/hari). Untuk terapi HIV, lamivudin dapat dikombinasikan dengan zidovudin atau dengan zidovudin dan abakavir E.S : asidosis laktat dan hepatomegali. E.S lainnya sakit kepala dan mual EMTRISITABIN Mekanisme kerja : merupakan derivat 5-fluorinated lamivudin. Obat ini diubah ke bentuk trifosfat oleh enzim selular. Mekanisme kerja selanjutnya sama dengan lamivudin Resistensi : resistensi silang antara lamivudin dan emtrisitabin Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2

Indikasi : infeksi HIV dan HBV Dosis : peroral sekali sehari 200 mg kapsul E.S : yang paling sering adalah nyeri abdomen dengan rasa keram, diare, kelemahan otot, sakit kepala, lipodistrofi, mual, rinitis, pruritus dan ruam. Yang jarang terjadi adalah reaksi alergi, asidosis laktat, mimpi buruk, parestesia, pneumonia, steatosis hati ABAKAVIR Mekanisme kerja : Bekerja pada HIV RT dengan cara menghentikan pembentukan rantai DNA virus Resistensi : terhadap abakavir disebabkan oleh mutasi pada RT kodon 184, 65, 74, dn 115 Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 Indikasi : infeksi HIV, dalam kombinasi dengan anti-HIV lainnya (seperti zidovudin dan lamivudin) Dosis : Peroral 600 mg/ hari (2 tablet 300 mg) E.S : mual, muntah, diare, reaksi hipersensitif (demam,malaise,ruam), gangguan gastrointestinal)

NUCLEOTIDE REVERSE TRANSCRIPTSE INHIBITOR (NtRTI) NtRI pertama yang ada untuk terapi HIV tipe 1. Obat ini digunakan dalam kombinasi dengan nti retrovirus lainnya. Nilai 25% dalam keadaan puasa;39% jik bersama dengan makanan tinggi lemak 317-326 ng/ml 2,0-2,3 jam 12,0-14,4 jam

Parameter Bioavailabilitas

Cmax Tmax T1/2

Vd Ikatannprotein plasma Metabolisme

0,813 L/kg 7,2%

Dimetabolisme menjadi tenofovir oleh esterase intraselular Terutama renal;70-80% ditemukan di urin sebagai tenofovir 510 ml/jam/kg

Eliminasi

Klirens

TENOFOVIR DISOPROKSIL Mekanisme kerja : Bekerja pada HIV RT (dan HBV RT) dengan cara menghentikan pembentukan rantai DNA virus Resistensi : terhadap tenofovir disebabkan oleh mutasi pad RT kodon 65 Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 dan 2 serta berbagai retrovirus lainnya dan HBV Indikasi : infeksi HIV, dalam kombinasi dengan efavirenz;tidak boleh dikombinasi dengan lamivudin dan abakavir Dosis : per oral sekali sehari 300 mg tablet E.S : mual, muntah, diare, flatulens

NON-NUCLEOSIDE REVERSE TRANSCRIPTASE INHIBITOR (NNRTI) Merupakan kelas obat yang menghambat aktivitas enzim reverse transcriptase dengan cara berikatan di tempat yang dekat dengan tempat aktif enzim dan menginduksi perubahan konformasi virus Parameter Nevirapin Delavirdin Efavirenz

Bioavailabilitas oral T1/2

90

85

50

25-30

2-11

40-50

Ikatan protein plasma Metabolisme

60

98

99

Hepatik

Hepatik

Hepatik

Ekskresi renl parent drug Autoinduksi metabolisme

<3

<3

<3

ya

Tidak

Ya

NEVIRAPIN Mekanisme kerja : Bekerja pada situs alosterik tempt ikatan non-substrat HIV-1 RT Resistensi : terhadap nevirapin disebabkan oleh mutasi pada RT Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 Indikasi : infeksi HIV-1, dalam kombinasi dengan nti HIV lainnya, terutama NRTI Dosis : per oral 200 mg per hari selama 14 hari pertama (satu tablet 200mg/hari), kemudian 400 mg/hari (dua kali 200 mg tablet) E.S : ruam, demam, fatigue, sakit kepala, somnolens, mual dan peningkatan enzim hati DELAVIRDIN Mekanisme kerja : sama dengan nevirapin Resistensi : terhadap delavirdin disebabkan oleh mutasi pada RT. Tidak ada resistensi silang dengan nevirapin dan efavirenz Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 Indikasi : infeksi HIV-1, dengan kombinasi dengan anti HIV lainnya, terutama NRTI

Dosis : per oral 1200 mg/hri (2 tablet 200 mg 3x/hari). Obat ini juga tersedia dalam bentuk tblet 100 mg E.S : ruam, peningkatan tes fungsi hati. Pernah dilaporkan menyebabkan neutropenia EFAVIRENZ Mekanisme kerja : sama dengan nevirapin Spektrum aktivitas : HIV tipe 1 Indikasi : infeksi HIV-1, dalam kombinasi dengan anti HIV lainnya, terutama NRTI dan NtRTI Dosis : per oral 600 mg/hari (sekali sehari tablet 600 mg, sebaiknya sebelum tidur untuk mengurangi efek samping SSP nya) E.S : sakit kepala, pusing, mimpi buruk, sulit berkonsentrasi dan ruam