Anda di halaman 1dari 3

IDENTIFIKASI YANG DIHADAPI OLEH UNIT IV NO 1 UNIT IV PROGRAM 1.

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku individu, kluarga, kelompok dan masyarakat tentang kesehatan. Dengan melakukan penyuluhan, tindakan keperawatan, konseling keperawatan) 2. Meningkatkan penemuan dini kasus-kasus prioritas dengan mengadakan kunjungan langsung oleh perawat untuk membina keluarga rawan kesehatan. 3. Meningkatkan penanganan keperawatan kasus prioritas di puskesmas dengan melakukan monitoring secara berkala pada pasien yang diperioritaskan 4. Meningkatkan akses keluarga miskin agar mendapat pelayanan kesehatan / keperawatan kesehatan masyarakat. 1. Pencegahan, pemberantasan penyakit dan kecelakaan akibat kerja 2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tenaga kerrja 3. Perawatan dan mempertinggi efisiensi dan daya produktivitas tenaga kerja 4. Pemberantasan kelelahan tenaga kerja 5. Meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerja 6. Perlindungan masyarakat sekitar dari bahaya pencemaran yang berasal dari perusahaan 7. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk industri 8. Pemeliharaan, peningkatan hygene, sanitasi perusahaan (kebersihan, sumber air bersih dll) MASALAH 1. upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. 2. Prevalensi gizi buruk yang berada diatas rata-rata 3. Masih terdapat daerah-daerah yang belum terjangkau oleh puskesmas. 4. Akses pelayanan yang belum memadai. 5. Sumberdaya yang belum memadai serta dana operasional yang masih minim untuk dilakukan intervensi ke suatu daerah.

PHN ( Perawatan Kesehatan Masyarakat):


bagian integral daro pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh puskesmas dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal.

UKK ( Upaya Kesehatan Kerja) : Pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya(fisik mental ataupun sosial) dengan usahausaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit/ gangguan kesehatan akibat faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum

1. Penyakit-penyakit umum yang diderita pekerja (TBC, jantung dll) 2. Penyakit-penyakit yang timbul akibat kerja (Pneumokoniosis, dermatosis dll) 3. Keadaan gizi pekerja yang kurang baik 4. Lingkungan kerja yang kurang menunjang peningkatan produktivitas (suhu, kelembapan, ventilasi, penerangan dll) 5. Kesejahteraan tenaga kerja yang kurang memadai 6. Fasilitas kesehatan perusahaan yang kurang 7. Penerapan perundang-undangan yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya

UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) : upaya terpadu lintas program dan lintas sektor dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan serta membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah yang dilakukan petugas puskesmas disekolah-sekolah diwilayah kerja puskesmas

1. Pendidikan kesehatan sekolah dapat di lingkungan intra dan ekstrakulikuler. Kegiatan intrakulikuler seperti pelajaran ilmu kesehatan. Kegiatan ekstrakulikuler seperti lomba poster kesehatan, lomba kebersihan kelas, penyuluhan dari petugas puskesmas tentang kesehatan. 2. Lingkungan hidup sekolah yang sehat. a. Lingkungan fisik: pengawasan kantin, bangunan sekolah dan lingkungan di sekitar lingkungan

1. Setiap hari ada siswa yang sakit (sakit ringan) 2. Tidak semua dirujuk ke puskesmas 3. Bila yang sakit lebih dari satu, ruangan uks tidak memenuhi syarat 4. Obat yang tersedia kurang

3. 4. 5. 6. 7.
8. 4

sekolah. b. Lingkungan Psikis: memberikan perhatian terhadap peserta didik, khususnya anak didik yang bermasalah dan membina hubungan kejiwaan antara guru dan peserta didik. c. Lingkungan Sosial: membina hubungan harmonis antara guru, peserta didik, karyawan sekolah dan masyarakat sekolah. d. Pemeliharaan kesehatan sekolah : bertujuan untuk memelihara, meningkatkan dan menemukan secara dini gangguan kesehatan yang mungkin terjadi pada peserta didik maupun gurunya. Pemeriksaan kesehatan, meliputi gigi dan mulut, mata, telinga dan tenggorokan, kulit dan rambut Pemeriksaan perkembangan kecerdasan Pemberian imunisasi Penemuan kasus-kasus dini Pengobatan sederhana Pertolongan pertama 1. Pengetahuan kesehatan olahraga setiap orang belum merata 2. Perbedaan antara event olahraga (tugas pokok Dinas olahraga) dengan kesehatan olahraga (tugas pokok dinkes) belum dipahami 3. Kenyataan yang sering muncul : kegiatan upaya kesehatan olah raga sudah dilaksanakan di puskesmas namun tidak tercatat sebagai kegiatan kesehatan olahraga dalam SP2TP/ laptah puskesmas 4. Data dasar kegiatan upaya kesehatan olahraga tidak pernah ada 5. Pembinaan kebugaran jasmani jemaah haji dipuskesmas (pengembangan program kesehatan olahraga belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kesehatan Olahraga : Semua bentuk kegiatan yang menerapkan ilmu pengetahuan fisik untuk meningkatkan kesegaran jasmani masyarakat baik atlet maupun masyarakat umum

1. Pelayanan Kesehatan Olahraga a. Pemeriksaan skrining dan kebugaran jasmani secara periodik b. Konsultasi kesehatan dan kebugaran c. Pemeriksaan antropometri untuk talent scounting 2. Pelatihan/ pendidikan a. Pelatihan olahraga yang baik dan benar, teratur, terukur, dan terprogram bagi berbagai usia b. Pelatihan cara pemerksaan kebugaran jasmani bagi masyarakat c. Pelatihan gizi masyarakat d. Pelatihan penanganan cedera olahraga dan kegawatdaruratan medik bagi masyarakat dan instruktur olahraga e. Pelatihan tentang dopping

3. 2Promosi/ sosialisasi kesehatan olahraga a. Pola hidup sehat dengan aktivitas fisik di berbagai kelompok b. Kebugaran jamaah haji melalui olahraga (sebelum keberangkatan, selama menunaikan haji, dan sesudah kembali) c. Perilaku hidup sehat dalam meningkatkan dan mempertahankan prestasi atlet
5

Kesehatan Jiwa: Program pelayanan kesehatan jiwa yang dilaksanakan oleh tenaga puskesmas dengan didukung oleh peran serta masyarakat yang optimal melalui kegiatan pengenalan atau deteksi dini ganguan jiwa, pertolongan pertama gangguan jiwa dan konseling jiwa.

1. Pemberdayaan kelompok masyarakat khusus dalam upaya penemuan dini dan rujukan kasus gangguan jiwa 2. Penemuan dan penanganan kasus gangguan perilaku, masalah Napza, dll. 3. Penanganan kasus kesehatan jiwa, melalui rujukan ke RS / spesialis 4. Deteksi Dini dan penanganan kasus jiwa, (gangguan perilaku, gangguan jiwa, gangguan spikosomatik, masalah napza dll) yang datang berobat ke Puskesmas 1. Penemuan Kasus di masyarakat dan Puskesmas, melalui pemeriksaan :visus / refraksi 2. Penemuan kasus penyakit mata di Puskesmas 3. Penemuan kasus buta katarak pada usia > 45 tahun 4. Pelayanan operasi katarak di Puskesmas 5. Pelayanan rujukan mata

1. Pemahaman keluarga pasien yang masih minim karena dianggap pengobatan terhadap pasien gangguan jiwa tidak begitu perlu. 2. Penduduk pedesaan sulit menjangkau fasilitas kesehatan jiwa dan membutuhkan biaya yang cukup besar 3. Adanya otonomi daerah yang membuat daerah menjadi penentu kebutuhan masing-masing menyebabkan masalah pelayanan kesehatan jiwa belum tentu dianggap sebagai kebutuhan prioritas Berdasarkan data program upaya kesehatan mata dapat disimpulkan seluruh kegiatan masih dibawah target

Kesehatan mata : program pelayanan kesehatan mata terutama pemeliharaan kesehatan dibidang mata (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) dan pencegahan kebutaan oleh tenaga kesehatan puskesmas dan didukung oleh peran serta aktif masyarakat