Anda di halaman 1dari 17

1. ALDY KURNIA AZHARI 2. DIKKI PURWANTONI 3. M. DIDI ENDAH PRANATA 4.

RYAN AFRIZAL

Martensite adalah mikro konstituen yang terbentuk tanpa melalui proses difusi. Konstituen ini terbentuk saat austenite didinginkan secara sangat cepat, misalnya melalui proses quenching pada medium air. Transformasi berlangsung pada kecepatan sangat cepat, mendekati orde kecepatan suara, sehingga tidak memungkinkan terjadi proses difusi karbon. Transformasi martensite diklasifikasikan sebagai proses transformasi tanpa difusi yang tidak tergantung waktu (diffusionless time-independent transformation).
2

Martensite yang terbentuk berbentuk seperti jarum yang bersifat sangat keras (hard) dan getas (brittle). Fase martensite adalah fase metastabil yang akan membentuk fase yang lebih stabil apabila diberikan perlakuan panas. Martensite yang keras dan getas diduga terjadi karena proses transformasi secara mekanik (geser) akibat adanya atom karbon yang terperangkap pada struktur kristal pada saat terjadi transformasi polimorf dari FCC ke BCC. Hal ini dapat dipahami dengan membandingkan batas kelarutan atom karbon di dalam FCC dan BCC serta ruang interstisi maksimum pada kedua struktur kristal tersebut.
3

Formasi martensit
Isotermal Diagram Transformasi
800 Austenite (stable)

T(C)
600

TE

400

B
0% 50% 90%

200

M+A M+A M+A

10-1

10

103

105

time (s)

fase tunggal tetragonal (BCT) struktur kristal tubuh berpusat BCT jika C0> 0,15% berat C transformasi difus BCT beberapa tergelincir pesawat keras, rapuh % Transformasi hanya bergantung pada T dari pendinginan cepat

Martensite needles Austenite

DIAGRAM TTT/CCT

Diagram ini menghubungkan transformasi austenit terhadap waktu dan temperatur. Nama lain dari diagram ini adalah diagram S atau diagram C. Melalui diagram ini, dapat dipelajari kelakuan baja pada setiap tahap perlakuan panas. Diagram ini dapat juga digunakan untuk memperkirakan struktur dan sifat mekanik dari baja yang diquench (disepuh) dari temperatur austenitisasinya ke suatu temperatur dibawah A1 (temperature kritis ).
7

Diagram ini merupakan ringkasan dari beberapa jenis struktur mikro yang diperoleh dari rangkaian percobaan yang dilakukan pada spesimen yang kecil yang dipanaskan pada temperatur austenitisasinya, kemudian diquench pada temperatur tertentu dibawah titik eutektoid A1, untuk jangka waktu yang tertentu pula sampai seluruh austenit bertransformasi.
9

Diagram continuos cooling traformation, atau bisa di sebut CTT diagram. Merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antara laju pendinginan kontinyu dengan fasa atau struktur yang terbentuk setelah terjadinya tranformasi fasa.

10

11

12

PENGARUH ELEMEN PADUAN TERHADAP DIAGRAM TTT/CCT Semua elemen paduan, kecuali Co, menggeser hidung kurva TTT/CCT ke arah kanan. Semua elemen paduan, kecuali Co, menurunkan temperatur pembentukan martensite. Sehingga:

Komposisi elemen paduan mempengaruhi media kuens (air, oli, udara) yang dipilih untuk mengeraskan baja.
Elemen paduan meningkatkan mampu-keras (hardenability) baja, atau, baja dengan komposisi berbeda akan memiliki mampu keras berlainan.

13

Fitur Umum diagram CCT 1. Diagram CCT tergantung pada komposisi baja , sifat pendinginan , ukuran butir austenit , tingkat homogenisasi austenit , serta suhu Austenitising dan waktu . 2 . Mirip dengan diagram TTT ada daerah yang berbeda untuk transformasi yang berbeda ( yaitu sementit / ferit , perlit , bainit dan martensit ) . Ada transformasi start dan garis finish transformasi dan garis isopercentage . Namun tergantung pada faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya beberapa transformasi mungkin tidak ada atau transformasi mungkin tidak lengkap .

3 . Secara umum untuk ferit , perlit dan bainit transformasi start dan finish suhu bergerak menuju suhu yang lebih rendah dan waktu transformasi menuju waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan transformasi isotermal . Kurva transformasi bergerak ke bawah dan kanan 14

4. Reaksi bainit dapat cukup terbelakang seperti transformasi yang mengambil berlindung sepenuhnya di bawah transformasi perlitik dalam kasus eutektoid baja karbon biasa dan oleh karena itu daerah bainit lenyap . Namun dalam baja lain mungkin sebagian terlindung . Oleh karena itu wilayah bainitik diamati dalam eutektoid baja karbon biasa atau baja paduan non 5 . Kurva C hidung pindah ke suhu yang lebih rendah dan waktu yang lebih lama . Jadi laju pendinginan kritis yang sebenarnya diperlukan untuk menghindari transformasi diffusional selama pendinginan terus menerus kurang dari seperti yang ditentukan oleh diagram TTT . Hardenability yang sebenarnya lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh TTT .

15

6 . Suhu MS tidak terpengaruh oleh tingkat pendinginan konvensional , namun dapat diturunkan pada tingkat pendinginan yang lebih rendah jika kurva pendinginan sehingga austenit memperkaya dengan karbon karena bainit atau pembentukan ferit ( dalam baja hypoeutectoid ) . Di sisi lain MS bisa naik untuk tingkat pendinginan yang lebih rendah sehingga austenit menjadi kurus karbon akibat pemisahan karbida ( dalam baja hypereutectiod ) . 7 . Berbagai besar mikro seperti ferit / sementit / karbida + + perlit bainit + martensit dapat diperoleh dalam tingkat pendinginan yang sesuai . Hal ini tidak layak atau terbatas dalam hal transformasi isotermal

16

THANK YOU

17