Anda di halaman 1dari 14

OBSERVASI DAN WAWANCARA USAHA KECIL MENENGAH PADA WARUNG PONDOK KELAPA MAS NO

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan

Oleh: SEPTIANDO AZMI FATTAH RAHMAD MARKO AYAKI L TOBING WAHYU YOHANES PURBA BASTIAN R PARHUSIP : 5101121015 : 5102121013 : 5102121008 : 5101121019 : 5103121010

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini. Tak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa hasil laporan observasi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna, karena keterbatasan kemampuan dan minimnya pengetahuan penulis. Meskipun dalam penyusunan laporan ini masih sangat sederhana tentunya banyak pihak yang membantu. Tanpa bantuan dari berbagai pihak tentunya penulis mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan. 2. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungannya baik moril maupun material. 3. Bapak Mujiono pemilik warung Pondok Kelapa Mas NO yang telah meluangkan waktunya untuk berwawancara 4. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangannya, oleh sebab itu penulis mengharapkan masukan - masukan dan kritik yang membangun dari semua pihak untuk penyempurnaan penelitian observasi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Medan, 21 Februari 2014

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam hal ini kewirausahaan sangatlah penting untuk membuka lapangan pekerjaan yang baik. Kewirausaan adalah usaha yang mungkin banyak diminati oleh banyak orang. Mereka dapat mengembangkan modal dengan cara melakukan suatu usaha yang dapat memberikan peluang bagi mereka yang tidak mempunyai pekerjaan. Usaha seharusnya dirintis dari usaha kecil yang lama - lama akan menjadi usaha besar. Dalam pengembangan kewirausahaan memang sangat memerlukan ketelatenan dan kesabaran apabila ingin menuju kesuksesan. Usaha kecil menengah itulah salah satu contoh usaha yang mungkin sekarang ini banyak kita temukan. Mereka menjalankan usahanya dengan modal yang seminimal mungkin dan dapat hasil yang lumayan. Mereka juga menganggap bahwa usaha yang dibangun dari hal terkecil maka akan membuahkan hasil yang lebih baik lagi. Salah satu contoh usaha kecil menengah adalah usaha pondok kelapa mas no yang didirikan oleh bapak mujiono, itu dapat di kategorikan sebagai usaha kecil menengah. Beliau telah mengelola modal untuk usaha tersebut dengan sebaik mungkin. Pendapatan yang telah didapatkannya selama ini sudah cukup lumayan. Pengelolaan yang sangat baik telah diterapkan dalam usaha ini, sehingga mengetahui pemasukan maupun pengeluaran yang harus dirinci. Memang sekarang ini kewirausaan sangatlah penting dan juga

dikategorikan sebagai kebutuhan. Usaha yang maju akan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak. Selain itu juga dapat memberi peluang yang luas bagi mereka yang belum memiliki pekerjaan. Jadi kewirausaan lebih banyak untungnya dari pada ruginya apabila dikelola dengan sebaik mungkin. B. Tujuan Penulisan Tujuan dari observasi ini penulis ingin mengetahui bagaimana cara mengembangkan usaha mandiri atau usaha kewirausahaan yang

karakteristiknya usaha kecil menengah agar dapat berkembang. Selain itu juga ingin mengetahui modal atau motivasi apa yang harus pengelola miliki untuk dapat mendirikan usaha tersebut. C. Manfaat Dengan pengadaan observasi ini maka penulis mendapatkan manfaat yang dapat digunakan, seperti penjelasan - penjelasan dari pengelola warung tersebut maka penulis mendapatkan pengalaman baru apabila ingin melakukan usaha.

BAB II METODE

A. Lokasi Dan Waktu Observasi/Wawancara Tempat penulis untuk melakukan observasi ini adalah di daerah Laut Dendang, karena lokasi observasi tersebut masih dekat dengan sekitar kampus. Agar lebih mudah dalam pelaksanaannya. Dan observasi/wawancara dilaksanakan pada hari senin tanggal 24 Februari 2014.

B. Metode Pengumpulan Data Wawancara dilakukan dengan sifat terbuka antara pengelola warung pondok kelapa mas no dengan observer, penulis telah mempersiapkan beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan oleh pemilik warung makan tersebut. Pengumpulan data ini dilakukan dengan sebenarnya dan apa yang telah diketahui penulis dan apa yang telah dijelaskan pemilik warung pondok kelapa mas no tersebut. a) Observasi Dalam observasi dan wawancara ini dapat digunakan penulis untuk mengetahui bagaimana cara untuk melakukan usaha atau berwirausaha. Selain itu juga dapat mengetahui strategi maupun motivasi pengelola dalam usaha warung soto tersebut. b) Catatan Lapangan Dalam observasi ini catatan lapangan yaitu berupa hasil wawancara antara penulis dengan pemilik warung makan seputar berdirinya warung tersebut. c) Dokumentasi Dokumentasi dalam observasi dan wawancara ini adalah berupa pengambilan sampel foto dalam proses pelayanan pembeli yang dilakukan oleh penulis.

C. Analisis Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari sumber wawancara. Setelah dikaji kemudian membuat

rangkuman untuk wawancara. Berdasarkan rangkuman yang dibuat kemudian penulis melakukan reduksi data yang mencakup unsure - unsur sebagai berikut: 1) Membuat data berdasarkan kenyataan atau sebenarnya. 2) Menyusun data sesuai dengan jenisnya. 3) Menfokuskan penyederhanaan dan mentransfer dari data kasar ke catatan lapangan.

BAB III LAPORAN

Warung pondok kelapa mas no merupakan salah satu tempat yang akan penulis jadikan sebagai observasi kali ini. Usaha yang sangat memasyarakat seperti inilah yang ingin penulis ketahui dari berdirinya sampai sekarang ini. Warung ini berdiri sudah hampir enam tahun, mulai dari merintis awal sampai bisa berkembang seperti sekarang. Penulis melakukan beberapa tanya jawab atau wawancara dengan pemilik atau pengelola warung tersebut. Beliau telah memberikan beberapa penjelasan tetang asal mula dari berdirinya warung makan atau warung pondok kelapa mas no. Dari apa yang telah penulis tanyakan kepada pemilik warung tersebut, maka penulis dapat sedikit mengerti dan mengetahui bagaimana usaha ini bisa terlaksana. Dalam pelaksanaan observasi ini penulis telah mengetahui beberapa hal yang harus dilaksanakan dan bagaimana kita harus melangkah. Menu makanan di warung pondok kelapa mas no meliputi soto, mie sop, bakso, nasi goreng, pecel lele, ifu mie dan mie aceh sedangkan minumannya yaitu es kelapa, aneka jus, teh manis, dan capucino. Soto adalah menu istimewa dari makanan yang beliau jual di warung tersebut, selain soto ada juga minuman istimewanya yaitu es kelapa muda . Beliau menjelaskan modal apa saja yang harus dimiliki untuk menjalankan usaha seperti ini. Tidak hanya modal yang beliau miliki tetapi juga kesabaran dan ketelatenan sehingga dapat seperti sekarang. Beliau juga memberikan beberapa masukan yang mungkin dapat penulis gunakan untuk masa depan. Warung yang sederhana itulah beliau katakan kepada penulis yang berawal dari modal kecil tetapi akan menjadi lebih banyak lagi dengan seiringnya atau berjalannya waktu yang semakin memberikan banyak peluang bagi wirausahawan seperti beliau. Usaha akan terus maju apabila di dalamnya ada kesabaran dan kejujuran yang selalu ditanamkan oleh pengelola warung tersebut. Sehingga dengan mudah warung tersebut akan diterima oleh masyarakat. Tidak harus dengan keuntungan yang banyak tetapi

akan lebih baik seikit demi sedikit asalkan dapat terus berjalan menuju kesuksesan nantinya. a. Jenis Usaha

hingga

Jenis usaha yang penulis ambil dalam proses observasi dan wawancara ini adalah Warung Pondok Kelapa Mas No dengan menu istimewa soto dan es kelapa muda. Alasan dari pemilihan usaha tersebut karena penulis menganggap bahwa usaha tersebut merupakan usaha yang mungkin banyak diminati dan banyak dijumpai dimanapun. Selain itu penulis atau observer juga ingin mengetahui kenapa mereka lebih memilih soto dan es kelapa muda untuk dijadikan menu istimewa usaha mereka. b. Visi dan Misi Pengelola usaha warung pondok kelapa mas no tersebut telah mempunyai visi yang ingin dituju yaitu: Ingin menjadi warung makan yang banyak diminati oleh banyak orang. Tidak akan merubah apapun yang telah disukai oleh pelanggan. Bisa menjadi tempat yang membuat orang ingin terus datang karena masakannya atau cita rasa nya yang khas. Selain pengelola tersebut mempunyai visi, Beliau juga mempunyai misi misi yang ingin diraihnya yaitu: Menjadi sebuah restaurant yang digemari oleh banyak pembeli atau menjadi tempat yang mendominasi warung makan. c. Strategi Strategi yang diambil beliau dalam pengelolaan usahanya yaitu: 1) Pelayanan yang baik kepada pembeli atau pelanggan Dengan penggunaan pelayanan yang baik maka si pembeli akan merasa nyaman berada ditempat tersebut. 2) Tidak merubah citra rasa yang telah ditetapkan apapun yang terjadi Pemilik atau pengelola tidak pernah merubah rasa yang telah disukai oleh pelanggan, agar pelanggan atau pembeli tidak berpindah tempat dan terus menyukai masakan dan minuman tersebut.

d. Motivasi atau Minat Berwirausaha Warung Pondok Kelapa Mas No Motivasi dari pengelola warung pondok kelapa mas no adalah beliau ingin menjadi seorang usahawan yang sukses dan bisa bergelut di dunia bisnis, Selain itu juga mendapatkan respon yang baik dari keluarga dekatnya, maka dari itu beliau bertekat membuka usaha warung pondok kelapa mas no guna untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan dapat menjadikan tempat usaha yang baik dan menyenangkan. Beliau juga berminat mendirikan sebuah warung makan pondok kelapa mas no karena timbul dari diri beliau sendiri karena sebelumnya memang beliau telah menyukai memasak makanan - makanan salah satunya yaitu soto dan minuman es kelapa muda. Itulah yang menjadi minat atau tekad dari pengelola warung makan pondok kelapa mas no tersebut sehingga menjadi berdiri seperti sekarang ini. e. Alasan atau Latar Belakang Berdirinya Warung Pondok Kelapa Mas No Warung makan pondok kelapa mas no tersebut telah berdiri sejak tahun 2008, pada awalnya pemilik warung makan tersebut berpikir untuk ingin mempunyai sebuah warung makan yang dapat menghasilkan keuntungan. Setelah itu Beliau berusaha menggali potensi atau hobi yang dimilikinya yang akhirnya mempunyai ide untuk mendirikan warung pondok kelapa mas no. Selain itu Beliau juga suka memasak apalagi soto, makanan yang dianggap mempunyai cita rasa yang enak dan dapat dijadikan sebagai salah satu usaha. Soto merupakan makanan yang disukai banyak orang. Dengan harga yang tidak begitu mahal seseorang dapat menikmati soto. Banyak orang menganggap bahwa soto adalah makanan yang memasyarakat, sebab mulai dari anak kecil sampai orang tua pun banyak yang menyukainya. Beliau menganggap pemasaran warung makan terutama soto itu lebih mudah dari pada makanan yang lain. Sebab itu Beliau ingin mendirikan sebuah warung makan yang mempunyai rasa khas dan dapat disukai semua kalangan.

f. Modal Modal awal yang harus dikeluarkan untuk mengelola sebuah warung makan tersebut, Beliau telah memperkirakan kurang lebih sekitar 12 jutaan termasuk pembangunan lokasi tempat penjualan, pembelian barang - barang atau alat - alat yang telah digunakan untuk usaha tersebut. Beliau telah menjadikan modal awal sebagai patokan untuk mengembangkan usahanya. g. Manajemen Usaha Dimuali dari modal 12 juta Beliau ( pengelola warung makan) telah memanajemen modal itu dengan sebaik mungkin, rincian dari modal tersebut. ( Awal perencanaan pembukaan warung makan soto ) Pembangunan warung Pembelian alat-alat: Reparasi Steling Mangkok+piring+sendok Dandang Meja+kursi Tempat soto Gelas Lain-lain : Rp 1.000.000,00 : Rp 1.000.000,00 : Rp 1.000.000,00 : Rp 500.000,00 : Rp 5.000.000,00

: Rp 1.500.000,00 : Rp : Rp 500.000,00 500.000,00


+

: Rp 1.000.000,00 Rp 7.000.000,00

Jumlah Pembelian bahan-bahan: Daging ayam Kecambah+ seledri

( Biaya yang dikeluarkan untuk setiap harinya untuk penjualan soto )

: Rp 60.000,00 : Rp 15.000,00

Bumbu soto+bumbu yang lain: Rp 25.000,00 Beras Lain-lain : Rp 50.000,00 : Rp 50.000,00 Rp 200.000,00 +

Jumlah

Maka modal/ bulan Untuk @ mangkok soto

: Rp 6.000.000,00

( Pendapatan rata-rata setiap harinya untuk penjualan soto ) : Rp 10.000,00

Untuk setiap harinya Beliau telah menjual 20-30 mangkok, diperkirakan sekitar Rp 300.000,00 yang telah didapatkan Beliau setiap harinya. Pendapatan / bulan : Rp 9.000.000,00

Maka dapat disimpulakan bahwa pendapatan Beliau selama satu bulan atau laba yang diperolehnya sekitar Rp 3.000.000,00

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

Dari wawancara

yang telah dilakukan penulis maka dapat

disimpulkan bahwa wirausaha tidak harus memerlukan modal yang banyak. Dari usaha kecilpun apabila seseorang tersebut mempunyai jiwa telaten dan sabar maka akan menjadi bisnis yang baik. Soto adalah salah satu dari makanan yang beliau jual di warung tersebut, selain soto ada juga mie sop, bakso, nasi goreng, pecel lele, ifu mie dan mie aceh. Usaha akan terus maju apabila di dalamnya ada kesabaran dan kejujuran yang selalu ditanamkan oleh pengelola warung tersebut. Sehingga dengan mudah warung tersebut akan diterima oleh masyarakat. Tidak harus dengan keuntungan yang banyak tetapi akan lebih baik seikit demi sedikit asalkan dapat terus berjalan hingga menuju kesuksesan nantinya.

B. Saran Telaten dalam mengelola usahanya, dan ramah terhadap pelanggan Lebih cepat dalam melayani pelanggan atau pembeli agar mereka merasa nyaman dalam membelinya karena pelayanan yang baik

LAMPIRAN

LAMPIRAN