Anda di halaman 1dari 3

Search Egine : http://repository.usu.ac.id http://www.googlescholar.

com/ Kata Kunci : Aesthetic or Esthetic Gigi Kecantikan Bleaching or Pemutih Veneer Daftar Pustaka : Farahanny W,2009. Efek Samping Office Bleaching Dan Home Bleaching Terhadap Gigi.Universitas Sumatera Utara,Medan.Avaible from http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/1171 Sembiring SF,2008. Porcelain Veneers Sebagai Bahan Kosmetik Di Kedokteran Gigi.Universitas Sumatera Utara,Medan.Avaible from http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/8092 Kelleher MGD,2012. Ethical Marketing in 'Aesthetic'('Esthetic') or 'Cosmetic Dentistry' Part1.Avaible from http://martinkelleher.org/pdf/ATT00392.pdf Bidari AR dan Legowo M,2013. Makna Behel Bagi Mahasiswa di Surabaya.

Judul : Aesthetic Dentistry Dalam Meningkatkan Penampilan

Banyak cara yang dapat digunakan pada jaman sekarang untuk memperbaiki maupun meningkatkan penampilan.Berbagai bidang mencoba untuk melakukan tehnik tehnik khusus agar dapat mengubah penampilan seseorang.Contohnya dalam bidang farmasi,dengan membuat obat vitamin E agar dpat mempercantik kulit atau dalam bidang bedah plastik,dengan mengoperasi anggota tubuh maupun wajah.Namun,apakah bidang lain seperti Kedokteran Gigi dapat mengubah penampilan?Hal ini kadang sering dipertanyakan orang orang awam.

Gigi merupakan bagian anggota tubuh yang kecil.Namun bila terjadi kerusakan sedikit saja,apalagi pada gigi bagian depan,maka penampilan kita akan menurun drastis.Gigi yang terlalu maju atau terlalu mundur,lubang gigi,gigi lepas dan warna gigi yang tidak sehat adalah hal besar yang dapat menjatuhkan estetika penampilan seseorang. Selama beberapa tahun terakhir, minat pasien terus meningkat terhadap perawatan gigi estetik(Aesthetic Dentistry). Prosedur restorasi gigi yang mengubah bentuk gigi, merapikan gigi atau warna gigi sangat berguna untuk mencapai tujuan estetik. Prosedur non restorasi seperti mikroabrasi enamel dan bleaching merupakan alternatif perawatan restoratif terkenal yang bertujuan untuk mencapai warna enamel yang lebih terang dan sehat.Dental Porcelain juga merupakan material dalam tehnik merestorasi(memperbaiki) kondisi mahkota gigi yang terkenal karena warnanya yang menyerupai gigi asli. Bleaching dalam kedokteran gigi biasanya memilih bahan-bahan yang mengandung Hydrogen peroxide untuk pemutihan gigi. Peroxide merupakan bahan bleaching yang paling sering digunakan dan membutuhkan waktu singkat. Teknik klinis dari sistem bleaching gigi dapat diklasifikasikan dalam 2 cara yaitu pemutihan gigi yang dapat dilakukan dirumah (home bleaching) dan pemutihan yang dilakukan pada praktek (office bleaching). Beberapa pasien dan dokter gigi lebih suka penggunaan office bleaching,dikarenakan lebih aman dan steril dengan pengawasan dan campur tangan langsung dari dokter gigi. Porcelain Veneers telah sejak lama digunakan dalam bidang kedokteran gigi sebagai salah satu bahan yang baik dalam segi estetis.Daya tahan porcelain terhadap abrasi dan stain sangat baik dan juga sesuai dengan jaringan gingiva.Dental porcelain dibentuk dengan mencampur dan membakar mineral mineral khususnya feldspar,kaolin,quartz,fluks dan pigmen.dibagi atas tiga jenis menurut ketinggian temperature yaiti High Fusing Dental Porcelain,Medium Fusing Dental Porcelain dan Low Fusing Dental Porcelain.Selain untuk membuat mahkota gigi,juga berfungsi untuk membuat gigi tiruan serta untuk melapisi logam. Namun,dari semua tehnik dalam bidang kecantikan gigi ini,perlu diketahui bahwa setiap hal tentu mempunyai resiko masing masing.Dokter harus mampu memahami dan membatasi keinginan pasien yang dapat membahayakan kesehatan. Sistem bleaching dapat menimbulkan beberapa efek samping yaitu gigi sensitif, iritasi gingiva, gagalnya proses bleaching,sakit pada tenggorokan, perubahan morfologi enamel, mengurangi kekuatan perlekatan, masalah pada material restorasi gigi, resorpsi eksternal.

Porcelain Veneers juga mempunyai beberapa kontra indikasi,seperti oklusi yang berat(Bruksism),iritasi gingiva,oral hygiene buruk dan keausan dentin. Martin GD Kelleher(2013) berpendapat bahwa sebelum melakukan seleksi,prosedur dalam kosmetik gigi sangat penting bagi dokter gigi untuk membahas manfaat dan kekurangannya agar mendapat pelayanan yang layak.Penting bagi pasien untuk mengerti apa konsekuensi dan keterbatasan pengobatan.Bahkan untuk hal yang kritis seperti potensi kegagalan yang dapat mengubah hidup sang pasien secara negatif. Estetika adalah unsur kehidupan yang tidak mungkin kita abaikan.Saking besarnya peran estetika dalam hidup,banyak orang yang mencoba berbagai cara untuk meningkatnya penampilannya,termasuk dengan melakukan perawatan kecantikan gigi.Berbagai tehnik seperti bleaching dan lain lain ditawarkan pada pasien.Namun,jangan sampai kita mengabaikan resiko kesehatan terhadap perawatan tersebut dan menomor satukan kecantikan dibanding dengan kesehatan.