Anda di halaman 1dari 2

Kasus ISPA dan Diare Meningkat di Kalbar Senin, 10 Februari 2014 22:45 WIB

TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA Siswa hendak bersekolah menggunakan sepeda di kawasan Jl Sidas Pontianak yang diselimuti asap tebal, belum lama ini. Akibat Kemarau panjang membuat Kota Pontianak dan sekitarnya diselimuti kabut asap hasil pembakaran dan terbakarnya lahan di Kalbar dan membuat kualitas udara memburuk. TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar), Andy Jap meminta semua kepala dinas kesehatan kabupaten/kota agar terus memantau logistik obat-obatan yang ada di daerahnya masing-masing. Hal ini terkait kondisi asap yang menyelimuti wilayah Kalbar berapa pekan terakhir. " Kita terus monitor setiap minggunya data ISPA di setiap kabupaten/kota, sehingga setiap kabupaten diharapkan memperhatikan logistik obat-obatannya. Karena kondisinya kabut asap masih harus diwasdapadi meskipun sudah terdapat hujan," ujarnya kepadaTRIBUNPONTIANAK.CO.ID, Senin (10/2/2014). Andy mengatakan, kondisi penyakit yang timbul saat kabut asap menyelimuti Kalbar khususnya ISPA dan diare mengalami peningkatan. Meski tidak begitu signifikan. " Minggu keenam ini kita lihat kasus ISPA masih sama dengan minggu sebelumnya. Di Kota Pontianak sekitar seribu kasus setiap minggunya dan ini sama seperti minggu-minggu sebelumnya," tutur Andy. Andy melanjutkan, peningkatan yang tidak signifikan merupakan bukti jika masyarakat Kalbar sudah menyadari bahaya asap dengan membentengi diri menggunakan masker setiap saat berkendaraan. "Masyarakat sudah menyadari bahwa adanya kasus asap di Kalbar. Sehingga masyarakat sudah bisa mengantisipasi dengan pengunaan masker. Hal ini menyebabkan dampak kabut asap tidak signifikan terhadap penyakit ISPA,"katanya. Pria berkacamata ini menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi ke tingkat pusat, terkait bantuan yang dibutuhkan jika terjadi peningkatan kasus ISPA. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk siaga terkait kondisi bencana yang terjadi setiap tahun.

" Pusat juga sudah tahu jika setiap tahunnya, kita mengalami kondisi kabut asap yang menyelimuti Kalbar. Pusat sudah menyetujui ajuan bantuan dibutuhkan oleh Kalbar. Intinya ini sebagai proses tangap darurat," kata Andy. Sementara berdasarkan data, saat ini setiap bulannya terdapat sekitar 100 pasien yang mengidap diare di Kalbar. Karena itu, Dinas Kesehatan Kalbar telah menyiapkan logistik obat-obatan dan memberikan bantuan masker ke beberapa kabupaten/kota. Baca Juga

Ratusan Anak Terserang ISPA Akibat Kabut Asap di Kubu Raya Kabut Asap Hambat Penerbangan, Pesawat Delay Hampir Satu Jam

Penulis: Wahyuni Ariza Editor: Steven Greatness Sumber: Tribun Pontianak http://pontianak.tribunnews.com/2014/02/10/kasus-ispa-dan-diare-meningkat-di-kalbar