Anda di halaman 1dari 3

Tugas Orientasi Pendidikan Nama : Gancy Vidyaningrum 1. Bagaimana cara mengembangkan kemampuan berpikir formal?

Kemampuan berfikir formal dapat dikembangkan dengan berbagai metode dan strategi. Salah satunya dengan strategi belajar yang mendasarkan pada paham konstruktivisme. Dasar pemikiran para konstruktivis adalah bahwa proses pembelajaran yang efektif menghendaki agar guru mengetahui bagaimana para siswa memandang fakta dan fenomena yang menjadi subjek pembelajaran. Proses pembelajaran harus dikembangkan dari gagasan yang telah ada pada diri siswa (prior knowledge) melalui langkah-langkah intermediasi dan berakhir pada gagasan baru yang telah mengalami modifikasi.( I Wayan Sadia, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA, No. 1 TH. XXXX Januari 2007). Selain itu menurut Brooks, 1990, Slavin, 1997 upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa, antara lain (1) siswa perlu didorong secara individual menemukan dan mengubah informasi yang kompleks menjadi lebih sederhana, bermakna, agar menjadi miliknya sendiri, (2) siswa perlu selalu membandingkan informasi yang satu dengan informasi yang lain, jika tidak cocok, ia harus berupaya untuk mengubahnya agar sesuai dengan skematanya. Dengan demikian maka belajar harus bersifat konstruktif, artinya dapat digambarkan sebagai proses berpikir pada saat terjadinya penemuan ilmiah, pemecahan masalah, menciptakan sesuatu. Kegiatan tersebut bisa dalam bentuk eksplorasi, eksperimentasi, kreativitas, ketekunan, kesabaran, rasa ingin tahu, dan kerja sama atau kolaboratif (Prof. Dr. Mustaji, M.Pd, http://pasca.tp.ac.id/site/pengembangan-kemampuanberpikir-ilmiah-di-perguruan-tinggi) 2. Bagaimana guru mengidentifikasi hal-hal yang menjadi ZPD anak? Bagaimana jenis bantuan yang diberikan? Contoh kasus: DISKALKULIA

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dijadikan acuan yaitu :

1. Sulit melakukan proses-proses matematis, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan. 2. Terkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi waktu dan arah. Si anak biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah. 3. Mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. 4. Mengalami hambatan dalam mempelajari musik, terutama karena sulit memahami notasi, urutan nada, dan sebagainya. 5. Bisa juga mengalami kesulitan dalam aktivitas olahraga karena bingung mengikuti aturan main yang berhubungan sistem skor. PENANGANAN PADA ANAK DISKALKULIA : 1. 2. 3. Guru dan orang tua harus menyadari taraf perkembangan anak Pendekatan yang sistematis dengan alokasi waktu yang tepat buat anak Perlu stategi belajar yang efektif dan memancing anak untuk memepertanyakan matematika dalam dirinya 4. Pelatihan dan bimbingan buat anak-anak yang akan membantu pemecahan masalah dalam menghadapi kesulitan pelajaran matematika 5. Memverbalisasikan konsep matematika yang rumit dengan cermat. Dengan cara ini mempermudah anak untuk mengerti konsep matematika 6. Tulis angka-angka diatas kertas untuk mempermudah anak melihat. Dan menuliskan urutan angka-angka untuk membantu memahami konsep angka secara keseluruhan. 7. 8. Jangan biarkan anak untuk berpikir secara abstrak sulu tentang matematika Matematika dapat digunakan dalam konsep kegiatan sehari-hari. Seperti mengajak anak untuk menghitung kursi yang ada dimeja makan. Usahakan anak aktif untuk menghitung dalam kegiatan ini 9. Berikan pujian ketika anak sudah menujukkan kemajuan,, tetapi jangan terlalu menekan anak untuk pandai berhitung 10. Gunakan gambar agar anak merasa nyaman dan tidak terlalu fokus dengan penghitungan. Gunakan gambar yang menyenangkan

11. Ingatan anak diasah terus menerus agar ingatannya tentang informasi-informasi yang ada tidak terbuang.

3. Pilih 4 orang siswa anda deskripsikan kemampuan belajar mereka, rencanakan dengan baik untuk mengembangkan memori mereka? 4 orang siswa/i yang dipilih adalah Ageng Cahyo, Ryan Barmansyah, Bella dan Tio Baskoro Nama Siswa Ageng Cahyo Bella Ryan Barmansyah Tio Baskoro Deskripsi Kemampuan Belajar Kemampuan belajarnya masih kurang khususnya dalam menentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear pada materi program linear

a.

Memberikan

tugas

menentukan

daerah

himpunan

penyelesaian

sistem

pertidaksamaan linear yang didiktekan guru. b. Bersama-sama dengan siswa mengidentifikasi kesalahan mereka dalam menentukan daerah himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linear. c. Menjelaskan langkah-langkah yang benar dengan bantuan kertas lipat dan meminta anak menyatakan kembali kriteria tersebut. d. e. Mengevaluasi hasil pekerjaan siswa bersama-sama dengan anak. Memberikan latihan yang sama dengan mengurangi bantuan terbatas pada kesalahan yang banyak dilakukan anak. f. g. h. Mengevaluasi hasil pekerjaan bersama-sama dengan anak. Memberikan latihan yang sama tanpa bantuan guru. Mengevaluasi pekerjaan anak.