Anda di halaman 1dari 32

Reportase:

MENCARI &
MENULIS BERITA
Andik Setiawan
Direktur Putra Daerah Gresik andhikse@gmail.com / 085648512355 www.gresikterkini.com

Reportase
Reportase adalah pemberitaan atau kegiatan meliput, mengumpulkan berbagai macam fakta, informasi tentang berbagai unsur berita dari berbagai sumber/narasumber kemudian ditulis / dilaporkan kembali dalam bentuk berita (produk) jadi.

Interview
Interview adalah wawancara atau teknik wawancara yang dilakukan oleh seorang penanya (reporter/wartawan) kepada seorang narasumber membahas suatu topik permasalahan

Macam Reportase

Reportase dasar adalah menghasilkan berita langsung (straight news), Reportase media menghasilkan berita kisah (news feature), dan Reportase lanjutan menghasilak berita analisis (news analysis)

INFORMASI
Jenis-Jenis Informasi Dalam surat kabar maupun televisi terdapat berbagai macam informasi, antara lain :

1. Berita / News
Yaitu informasi yang disajikan tanpa dibubuhi opini wartawan/reporter. Atau disebut juga sebagai Berita Murni.

2. Editorial / Tajuk Yaitu informasi yang sudah menjadi berita namun kemudian diberi tanggapan atau dibahas lebih lanjut dan diberi opini oleh pimpinan redaksi.
3. Infotainment Yaitu informasi yang menggandung gossip, mengalami pengembangan/pengolahan menurut versi reporter.

4. Press Release Yaitu informasi yang telah menjadi berita yang dikeluarkan oleh humas suatu institusi/lembaga/perusahaan. Dalam hal ini biasanya seorang reporter malas menulis berita

kehumasan karena pada umumnya bersifat promosi.

Kategori Berita Berita dapat digolongkan menjadi berbagai macam bentuk berita, antara lain :
1. Berita harian ( hot news ) Berita yang sangat terikat dengan waktu. Berita yang harus segera disajikan kepada masyarakat karena jika terlalu lama berita akan mejadi basi.

2. Straight News Berita yang disajikan secara langsung tanpa opini. Dalam hal ini Hot News bisa menjadi Straight News.

3. Indepth News Berita yang diolah secara mendalam sebelum disajikan kepada masyarakat.

4. Berita berkala Berita yang disajikan secara berkala atau bersambung.

Kemudian golongan berita tersebut dapat dikategorikan lagi sesuai dengan kekuatan materi yang disampaikan. Antara lain sebagai berikut : 1. Hard News Adalah sebuah sajian berita yang materi mengandung konfilk bertegangan tinggi, tidak biasa, atau controversial. Biasanya hard news melibatkan orang-orang penting / tokoh masyarakat, atau banyak orang terlibat dalam suatu berita.

Sebagai berita hard news memiliki daya tarik yang istimewa dibandingkan dengan berita yang lain.

2. Soft News Adalah sebuah sajian berita yang materinya bersangkut paut dengan kejadian pada umumya yang terjadi dimasyarakat. Sebagai berita soft news juga bersifat penting namun dalam materinya tidak mengandung gejolak dan tidak bertegangan tinggi. Dalam penyajian berita, antara hard news dan soft news dibedakan dalam hal pemilihan gambar dan cara menyusun kalimat berita.

3. Spot News Adalah sebuah sajian berita singkat dan penting yang memberikan informasi mengenai suatu kejadian atau peristiwa. Seperti bencana alam, kebakaran, kecelakaan, dll. Berita semacam ini bisa disebut juga dengan Breaking News. Yang disajikan diluar jam-jam penayangan berita karena sifatnya yang mendadak.

Ada 4 syarat reportase :

1. 2. 3. 4.

Apa syarat utama menjadi reporter? Apakah berita? Bagaimana proses pencarian berita? Bagaimana menulis berita?

PROSES PEMBUATAN BERITA


Mencari Informasi awal tentang kejadian yang bernilai berita
Mencari info awal dari berbagai media, pimpinan lembaga atau dari stake holder sebuah peristiwa

Memastikan kejadian/ peristiwa yang akan diliput dicari infonya


Menkonfirmasi berita kepada pihak yang terkait, seperti panitia, lembaga yang menyelenggarakanm kepolisian dan lain lain

Mendokumentasikan seluruh Informasi yang didapat


Semua info yang masuk dikumpulkan dalam satu tempat, seperti menabung, jika semua data yang kita butuhkan sudah cukup, tabungan itu kita buka dan memasuki tahap selanjutnya yaitu : menulis berita Ingat, jangan lupa unsure berita harus ada 5 W dan 1 H, jika belum ada unsure tersbeut berita belum dianggap layak dan harus dilakukan reportase ulang

MENULIS BERITA
Menetapkan sudut pandang (angle) pemberitaan sesuai (jenis) beritanya
Menentukan jenis kelamin berita, mau feature, analysis, soft, straight dan lain lain

Menulis seluruh isi berita


Isi berita harus ada unsure 5W dan 1 H dan jangan lupa menyesuaikan jenis kelamin beritanya

Mengedit isi maupun bahasa berita


Ini bagian yang kadang dilupakan, tapi termasuk paling menetukan agar bahasa tidak rancu, asing dan sesuai dengan pembaca/ pendengar/ penonton.

SUMBER BERITA
Herbert Strentz (1993) menyebut 2 kelompok sumber berita, yaitu konvensional dan nonkonvensional. Sumber berita konvensional dilihat dalam pengertian operasional adalah cara media berita memperoleh sebagian besar informasi mereka. Dilakukan melalui dan dari kantorkantor pemerintah, humas atau sumber sumber promosi, hadri pada berbagai peristiwa yang bernilai berita dan menggunakan catatan publik Sumber berita non konvensional (baru) adalah jurnalisme ketepatan, kontak dengan berbagai kelompok minoritas dan respons terhadap peranjaringan teroris internasional, dll

Ashadi Siregar dkk (1998) menyebut tiga sumber mengumpulkan fakta yaitu : (1) Observasi, (2) Riset, dan (3) Wawancara/ Interview

(1) Observasi, Pengamatan atau observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian di mana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Observasi sangat sesuai digunakan dalam penelitian yang berhubungan dengan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku, dan interaksi kelompok. Tipe tipe pengamatan yaitu, pengamatan berstruktur (dengan pedoman), pengamatan tidak berstruktur (tidak menggunakan pedoman).

(2) Riset, dan Riset berasal dari bahasa Inggris, research, menurut The Advanced Learners Dictionary of Current English (1961) ialah penyelidikan atau pencarian yang seksama untuk memperoleh fakta baru dalam cabang ilmu pengetahuan. Menurut Fellin, Tripodi dan Meyer (1969) riset adalah suatu cara sistematik untuk maksud meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan yang dapat disampaikan (dikomunikasikan) dan diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain. Ciri-ciri riset adalah sebagai berikut, yaitu bahwa riset: (Abisujak, 1981) 1. Dilakukan dengan cara-cara yang sistematik dan seksama. 2. Bertujuan meningkatkan, memdofikasi dan mengembangkan pengetahuan (menambah perbendaharaan ilmu pengetahuan) 3. dilakukan melalui pencarian fakta yang nyata 4. dapat disampaikan (dikomunikasikan) oleh peneliti lain 5. dapat diuji kebenarannya (diverifikasi) oleh peneliti lain

1. Interview
Interview = wawancara = tanya jawab Proses interiew dapat berlangsung dengan melibatkan 1. Reporter / Wartawan / Interviewer 2. Nara Sumber 3. Kameraman

Yang harus dilakukan seorang reporter di dalam melakukan interview adalah : 1. Harus mempersiapkan diri mencari orang yang tepat untuk diwawancarai, menentukan topik / permasalahan, dan mempelajari topik yang akan diangkat. 2. Harus menyiapkan daftar pertanyaan . 3. Harus bersikap objektif dalam menyampaikan suatu berita.

Dalam membuat berita hendaknya dirumuskan dengan menguraikan permasalahan dalam format yang mencakup 5 W + 1 H agar pendengar atau pemirsa tidak bingung.
1. What : yaitu apa yang terjadi ? Ada peristiwa apa ? 2. Who : yaitu siapa yang membuat peristiwa tersebut ? 3. When : yaitu kapan peristiwa itu terjadi ? 4. Where: yaitu dimana peristiwa tersebut berlangsung ? 5. Why : yaitu mengapa peristiwa ini dapat terjadi ? Dan 1. How : yaitu bagaimana peristiwa tersebut berlangsung?

Berdasarkan tugasnya reporter dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :


1. Reporter lapangan Bertugas mengumpulkan informasi / berita tentang suatu topik / permasalahan.

2. Reporter untuk televisi Bertugas melakukan reportase dan melaporkan pada pemirsa TV di rumah di hadapan kamera.

Lalu dikenal juga istilah R.O.S.S, dimana kemunculan reporter dapat dibedakan dan dipilah menjadi beberapa jenis antara lain :
A. Reporter on the spot on the screen Dimana reporter berada di lokasi dan dimunculkan ditelevisi untuk melaporkan sendiri kejadian tersebut. B. Reporter on the spot off the screen Dimana reporter berada di lokasi, tetapi dirinya tidak dimunculkan di televisi sehingga hanya terdengar suaranya atau laporannya saja yang terdenganr dibacakan. C. Reporter off the spot on the screen Dimana reporter tidak berada di lokasi , tetapi dimunculkan ditelevisi untuk melaporkan kejadian tersebut. D. Reporter off the spot off the screen Dimana reporter tidak berada di lokasi dan juga tidak muncul ditelevisi , tetapi ia mengumpulkan, menyeleksi dan menyusun berita yang diperoleh dari berbagai nara sumber.

Teknik Wawancara
Dalam teknik wawancara dikenal istilah Presumption Innocence, Trial by the press, dan Character Assasination

Seorang reporter sebelum melakukan wawancara harus sadar betul bahwa nara sumber mempunyai azas praduga tak bersalah (Presumption Innocence).
Dan seorang reporter tidak diperkenankan mengajukan pertanyaan yang berkesan menyalahkan nara sumber, seakan-akan nara sumber melakukan kesalahan/kejahatan (Trial by the press). Yang mana bila hal tersebut dilakukan dapat menimbulkan citra buruk nara sumber di masyarakat. Sehingga nara sumber bisa dapat perlakuan buruk ataupun pengucilan. Hal ini disebut juga sebagai pembunuhan karakter (Character Assasination ).

Teknik di dalam melakukan wawancara Agar dapat dicapai hasil wawancara yang maksimal, lakukanlah persiapan dan kiat-kiat seperti di bawah ini:

1.Kumpulkanlah data selengkap mungkin tentang tokoh dan yang akan diwawancarai. 2.Buatlah susunan dan seleksi daftar pertanyaan yang akan diajukan. 3.Gunakan bahasa yang baik dan benar dalam wawancara maupun menjawab wawancara. 4.Simak baik-baik jawaban narasumber, karena kemungkinan ada jawaban dari narasumber yang bisa dijadikan pertanyaan selanjutnya untuk memperjelas masalah

5.Usahakan agar narasumber santai dengan melakukan pendekatan awal. Sebelum wawancara resmi dilakukan,sambil memberikan gambaran singkat tujuan dari wawancara. 6.Simpan pertanyaan kejutan yang merupakan andalan anda, jika memang tujuan wawancara memang memerlukan jawaban yang spontan 7.Jika narasumber menjawab terlalu bertele-tele, ajukanlah pertanyaan lain untuk memotong jawabannya yang berteletele 8.Sebaliknya jika nara sumber menjawab dengan kata-kata yang sangat pendek dan tidak memuaskan, kejarlah dengan menanyakan apa maksudnya dari jawaban yang pendek itu.

2. Reportase
Reportase = pelaporan = pemberitaan
Berkaitan erat dengan suatu kasus/kejadian/peristiwa yang telah terjadi, sedang terjadi atau akan terjadi. Media penyampaian bisa berupa Media cetak (Koran, Majalah, Buletin, dll) ataupun Media elektronik (Televisi, Radio, Internet, dll).

Teknik Reportase Agar dapat dicapai hasil reportase yang baik dan maksimal dapat dilakukan beberapa teknik dalam reportase, antara lain :

1. Mulailah dengan menyebutkan peristiwa dan tempat kejadian dimana anda meliput. Sebutkan pula nama anda dan dari media mana anda berasal, karena tidak menutup kemungkinan hasil reportase anda akan diambil juga oleh media lain yang tidak sempat melakukan reportase 2. Lanjutkan dengan memberikan ringkasan informasiinformasi terkini dan perkembangan berita yang anda ketahui dan berhasil dikumpulkan. 3. Ambil suasana latar belakang atau situasi terkini dari lokasi dimana anda sedang melakukan reportase, sehingga kehadiran anda di lokasi peristiwa benar-benar meyakinkan pemirsa. (Ini untuk gambar berita)

4. Laporkan fakta yang terdapat di lapangan, dan bukan opini anda sebagai reporter 5. Berikan kalimat penutup di akhir reportase/ laporan, dalam hal ini anda bisa menyebutkan dengan siapa anda meliput di sana (ini bisa diawal atau diakhir tulisan)

Selesai