Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi Kelainan utama adalah berkurangnya insulin didalam sirkulasi darah.

Meningginya gula darah terjadi karena bertambahnya glukosa yang dikeluarkan oleh hati, sedangkan penggunaan glukosa oleh jaringan perifer menurun. Anestesi dapat berpengaruh terhadap metabolisme glukosa, yaitu mengakibatkan hiperglikemik karena adanya pemecahan glikogen menjadi glukosa. Oleh karena bertambahnya sekresi epinefrin dan hormon anabolik lain dalam pembedahan, terjadi peningkatan proses pemecahan glikogen menjadi glukosa pada hati. Dengan bertambahnya glukosa dalam darah, kebutuhan akan insulin pun bertambah. Pengobatan harus dilakukan untuk mencegah ketoasidosis, koma nonketotik hipoosmolar, menurunnya curah jantung, gangguan keseimbangan elektrolit, penurunan kemampuan fagositosis, dan gangguan penyembuhan luka, yang semuanya berhubungan dengan diabetes melitus yang tidak terkendali. Tata laksana Beberapa pemeriksaan laboratorium yang sangat diperlukan penderita diabetes melitus adalah Hb, leukosit, urin, gula darah, dan EKG. Pasien diabetes melitus harus diberi kesempatan harus diberi kesempatan untuk dioperasi lebih dulu untuk mengurangi efek puasa dan ketosis. Pemberian anestesii spinal mempunyai kecenderungan yang lebih kecil untuk terjadinya hiperglikemik. Penderita dengan diabetes melitus yang ringan tidak memerlukan insulin; pengawasan diet saja sudah memadai. Obat-obat perlu diteruskan hingga satu hari sebelum operasi, kecuali obat kerja lama yang harus, dihentikan sejak tiga hari sebelum dioperasi. Terapi terdiri atas infus insulin dan memperbaiki keadaan umum. Hilangkan dehidrasi dan usahakan pemulihan kembali keseimbangan gangguan elektrolit. Terapi nonketotik pada koma hiperglikemik hiperosmoler, terdiri atas pemeberian cairan hipotonik dan infus insulin.