Anda di halaman 1dari 6

Nama NIM

: Riyo Prilian Indrawan : 1102030

Jurusan : D3 Teknik Instrumentasi Elektronika Migas

I. Tujuan Praktikum
Memahami dan mengaplikasikan fungsi Latching pada PLC Mengaplikasikan fungsi Output Jamak pada PLC

Memahami dan mengaplikasikan fungsi Timer pada PLC II. Data Pengamatan
No 1 Instruksi Latching Gambar Rangkaian

Output Jamak

Timer

III. Analisis Data & Pembahasan


1. RANGKAIAN LATCHING PLC yang digunakan untuk melakukan simulasi ini yaitu Omron CPM1A30CDR-A-V1, Software Syswin 3.4. Untuk analisa pertama kita melakukan simulasi Rangkaian Latching. Rangkaian Latching (pengunci) digunakan untuk rangkaian yang memiliki situasi-situasi dimana output harus tetap berada dalam keadaan hidup meskipun input telah tertutup. Pertama membuat Saklar Awal Normally Open (NO) dengan menggunakan 1 angka terakhir pada NIM masing-masing mahasiswa, misalnya NIM 1102010 maka alamat input adalah 000.00. Kemudian Saklar Pemutus Normally Close (NC) dengan menggunakan Nomor Absen pada Daftar Hadir mahasiswa peserta praktikum, misalnya Nomor Absen 2 maka alamat input adalah 000.02. Lalu Latching (Saklar Penguncian) dan Lampu Indikator diberikan Output dengan alamat selain 010.00. Karna pada alamat tersebut terjadi Error Output yang mengakibatkan lampu terus menyala tanpa terpengaruh pada program yang telah kita buat. Maka alamat yang digunakan pada simulasi ini yaitu 010.01. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk mengakhiri suatu program harus menggunakan Function END pada ladder diagram yang telah kita buat. Dengan cara mengklik dua kali pada anak tangga terakhir lalu memberikan Function END. Setelah ladder diagram yang telah dibuat selesai lalu kita memindahkan program dari Computer ke PLC dengan cara mendownload program tersebut ke PLC Omron CPM1A-30CDR-A-V1. Ketika program tersebut berhasil kita download atau berhasil kita masukan pada PLC maka Computer memberikan indikasi proses download yang kita lakukan selesai (Successful). Untuk memastikan program yang kita masukan pada PLC akan berjalan dengan baik kita dapat mengetahui dengan cara mengupload kembali program yang telah kita download dari PLC ke Computer. Jika notifikasi dari proses upload telah berhasil artinya program yang kita buat siap untuk di jalankan. Untuk membuktikan program yang kita buat berjalan baik pada PLC, kita dapat melakukan simulasi langsung pada PLC dengan cara menekan tombola tau saklar dengan alamat yang telah kita tentukan.

Untuk rangkaian Latching hasil keluaran dikunci (latching) dengan menggunakan kontak hasil keluaran itu sendiri, sehingga walaupun input sudah berubah, kondisi output tetap.

2. RANGKAIAN OUTPUT JAMAK Untuk analisa kedua kita melakukan simulasi rangkaian Output Jamak. Rangkaian Output Jamak dengan ladder diagram, lebih dari satu output dapat disambungkan ke sebuah kontak. Pertama membuat Saklar Awal Normally Open (NO) dengan menggunakan 1 angka terakhir pada NIM masing-masing mahasiswa, misalnya NIM 1102010 maka alamat input adalah 000.00. Kemudian Saklar Kedua dan Ketiga Normally Open (NO) dengan menggunakan urutan selanjutnya. Maka alamat yang digunakan pada simulasi ini yaitu 000.01 dan 000.02. Lalu Lampu Indikator diberikan Output dengan alamat selain 010.00. Karna pada alamat tersebut terjadi Error Output yang mengakibatkan lampu terus menyala tanpa terpengaruh pada program yang telah kita buat. Maka alamat yang digunakan pada simulasi ini yaitu 010.01, 010.02 dan 010.03. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk mengakhiri suatu program harus menggunakan Function END pada ladder diagram yang telah kita buat. Dengan cara mengklik dua kali pada anak tangga terakhir lalu memberikan Function END. Setelah ladder diagram yang telah dibuat selesai lalu kita memindahkan program dari Computer ke PLC dengan cara mendownload program tersebut ke PLC Omron CPM1A-30CDR-A-V1. Ketika program tersebut berhasil kita download atau berhasil kita masukan pada PLC maka Computer memberikan indikasi proses download yang kita lakukan selesai (Successful). Untuk memastikan program yang kita masukan pada PLC akan berjalan dengan baik kita dapat mengetahui dengan cara mengupload kembali program yang telah kita download dari PLC ke Computer. Jika notifikasi dari proses upload telah berhasil artinya program yang kita buat siap untuk di jalankan. Untuk membuktikan program yang kita buat berjalan baik pada PLC, kita dapat melakukan simulasi langsung pada PLC dengan cara menekan tombol/ saklar dengan alamat yang telah kita tentukan.

3. RANGKAIAN TIMER Untuk analisa ketiga kita melakukan simulasi rangkaian Timer. Timer untuk mengukur atau menghitung waktu dalam satuan detik atau sepersekian detik dengan menggunakan piranti clock internal CPU. Pada PLC Timer berfungsi untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas pengontrolan secara terprogram. Pertama membuat saklar Awal Normally Open (NO) dengan menggunakan 1 angka terakhir pada NIM masing-masing mahasiswa, misalnya NIM 1102010 maka alamat input adalah 000.00. Kemudian saklar Timer dengan memberikan alamat Timer 001 dan Value #50. Yang dimaksud dengan ???? Seperti yang kita ketahui bahwa untuk mengakhiri suatu program harus menggunakan Function END pada ladder diagram yang telah kita buat. Dengan cara mengklik dua kali pada anak tangga terakhir lalu memberikan Function END. Setelah ladder diagram yang telah dibuat selesai lalu kita memindahkan program dari Computer ke PLC dengan cara mendownload program tersebut ke PLC Omron CPM1A-30CDR-A-V1. Ketika program tersebut berhasil kita download atau berhasil kita masukan pada PLC maka Computer memberikan indikasi proses download yang kita lakukan selesai (Successful). Untuk memastikan program yang kita masukan pada PLC akan berjalan dengan baik kita dapat mengetahui dengan cara mengupload kembali program yang telah kita download dari PLC ke Computer. Jika notifikasi dari proses upload telah berhasil artinya program yang kita buat siap untuk di jalankan. Untuk membuktikan program yang kita buat berjalan baik pada PLC, kita dapat melakukan simulasi langsung pada PLC dengan cara menekan tombol/ saklar dengan alamat yang telah kita tentukan. Timer berfungsi untuk mengaktifkan suatu keluaran dengan interval waktu yang dapat diatur. Pengaturan waktu dilakukan melaui nilai setting (preset value). Timer tersebut akan bekerja bila diberi input dan mendapat pulsa clock. Untuk pulsa clock sudah disediakan oleh pembuat PLC. Besarnya nilai pulsa clock pada setiap timer tergantung pada nomor timer yang digunakan. Saat input timer ON maka timer mulai mencacah pulsa dari 0 sampai preset value. Bila sudah mencapai preset value maka akan mengaktifkan Outputyang telah ditentukan.