Anda di halaman 1dari 26

TUGAS KEPANITERAAN KLINIK MADYA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT LAPORAN KELUARGA BINAAN DIARE DAN ISPA-PNEUMONIA BERULANG

Disusun Oleh: Nurfa hanah H!A ""# "$$

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITERAAN KLINIK MADYA ILMU KESEHATAN MASYARAKAT %AKULTAS KEDOKTERAN UNI&ERSITAS MATARAM'PUSKESMAS KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT ("!(

PENDAHULUAN Keadaan sehat merupakan dambaan bagi setiap keluarga, dan upaya-upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan baik secara perorangan, keluarga ataupun kelompok masyarakat adalah bertujuan untuk meningkatkan keadaan kesehatan. Sehat yang dimaksud adalah kadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No. ! tahun "## $. Khusus untuk kesehatan keluarga, sasaran dari upaya-upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (%epkes &', "##($. Keluarga mempunyai arti dan kedudukan tersendiri dalam masalah kesehatan, antara lain adalah ) ". *asalah kesehatan keluarga akan menentukan masalah kesehatan masyarakat, karena keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat. . Keluarga mempunyai peranan yang amat penting dalam mengembangkan, mencegah, mengadaptasi dan atau memperbaiki masalah kesehatan yang ada dalam keluarga. !. *asalah kesehatan anggota keluarga saling terkait dengan berbagai masalah anggota keluarga lainnya. +. Keluarga adalah pusat pengambilan keputusan kesehatan yang terpenting. ,. Keluarga adalah wadah dan saluran yang dinilai paling efektif untuk melaksanakan berbagai upaya dan atau menyampaikan pesan-pesan kesehatan. -abang kedokteran komunitas yang memberikan perhatian khusus kepada kesehatan keluarga sebagai sebuah unit adalah kedokteran keluarga. Kedokteran keluarga (family medicine$ adalah disiplin ilmu yang menekankan pentingnya pemberian pelayanan kesehatan yang personal, primer, komprehensif, dan berkelanjutan (continuing$ kepada indi.idu dalam hubungannnya dengan keluarga, komunitas, dan lingkungannya. %isiplin kedokteran keluarga juga dikenal dengan nama lain, misalnya /praktik umum0 (gerenal practice$ atau /kedokteran pelayanan primer0 (primary care medicine$. Keluarga merupakan sebab dan akibat kesehatan dan penyakit pada indi.idu. *asalah kesehatan pasien sering kali disebabkan oleh masalah yang terdapat pada keluarga. Sebaliknya, masalah kesehatan pasien dapat menyebabkan masalah kesehatan keluarga (National Uni.ersity of Singapore, 11+$.

Sistem dokter keluarga merupakan antisipasi perkiraan bergesernya status puskesmas menjadi sarana umum. 2ugas puskesmas akan mengatur sanitasi dan lingkungan atau yang bersifat Upaya Kesehatan *asyarakat (UK*$, sedangkan dokter keluarga menjadi private good, dokter akan menjadi bagian dari keluarga. %iharapkan dokter keluarga sebagai /ujung tombak0 dalam pelayanan kedokteran tingkat pertama dapat berkolaborasi dengan pelayanan kedokteran tingkat kedua dan yang bersinergi dengan sistem lain (3smah, 11($. 2erdapat beberapa nilai-nilai utama yang dianut dalam kedokteran keluarga (National Uni.ersity of Singapore, 11+$) ". 4elayanan berpusat pada pasien (patient-centered care$ dan perhatian khusus kepada hubungan dokter - pasien. . 4endekatan holistik kepada pasien dan masalahnya5 masalah penyakit pasien tidak hanya disebabkan oleh dimensi fisik tetapi juga sosial dan psikologi (model bio-pskio-sosial penyakit$ dari pasien, keluarga, dan komunitasnya. *emberikan perhatian kepada aspek sosial dan psikologi pasien sering kali efektif dalam memecahkan masalah fisik pasien. 4endekatan holistik pada pasien sangat penting pada 6aman sekarang ketika teknologi tinggi kedokteran telah menyebabkan dehumanisasi pasien dan fragmentasi pelayanan kesehatan. !. Kedokteran pencegahan5 memberikan dampak kepada status kesehatan yang lebih panjang daripada kedokteran kuratif. +. Semua usia5 dokter keluarga melayani orang dari segala usia, sehingga dokter keluarga disebut sebagai /specialist in breadth0, berbeda dengan spesialis di rumah sakit yang /specialist in depth0. ,. %okter keluarga bersedia memberikan pelayanan tidak hanya di ruang konsultasi klinik tetapi juga di rumah dan seting pelayanan lainnya. 4eranan keluarga sangat penting dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan setiap anggota keluarga dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, sehingga diperlukan pembinaan terhadap keluarga dengan berbagai masalah kesehatan yang dimilikinya, agar keluarga tersebut memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan keluarganya untuk hidup sehat, serta dapat memanfaatkan fasilitas pelayanaan kesehatan secara optimal.

I)

KASUS PASIEN DALAM KELUARGA BINAAN Da a Kasus Pasien *ala+ Keluar,a Binaan 2anggal , *aret 1" diisi oleh Nama) Nurfathanah. N'* ) 7"3 118 1!! Nama 9asilitas 4elayanan Kesehatan) 4uskesmas Kediri Nama Umur ; tgl. <ahir 3lamat 4asien :y. %idi &iadi # bulan ; " -8- 1"" :anyumulek :arat &2 (, Kecamatan Kediri, <ombok =enis kelamin 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status perkawinan 3lergi obat :arat <aki-laki 'slam :elum menikah Keterangan 3nak Ny. *uslihan

II)

IDENTITAS KELUARGA BINAAN Keluarga yang akan dibina dalam kasus ini adalah keluarga :y. %idi &iadi, yang merupakan anak pertama dari 3yah (2n. Kamaludin$ dan 'bu (Ny.*uslihan$. Keluarga inti dari :y. %idi &iadi terdiri atas ayah, ibu, serta keluarga tambahan terdiri atas kakek, nenek dan saudara perempuan dari Ny.*uslihan. Kepala keluarga dalam keluarga ini adalah kakek pasien yaitu 3>.Sainah sebagai pemegang keputusan serta yang bertanggung jawab terhadap keluarga ini. :y. %idi &iadi tinggal dalam satu rumah di wilayah :anyumulek :arat &2 (, Kecamatan Kediri, <ombok :arat sejak tahun 111. =adi dalam keluarga binaan ini terdapat tiga orang anggota keluarga inti dan tiga orang keluarga tambahan. :erikut ini adalah identitas anggota keluarga yang diperoleh pada saat kunjungan pertama ( ( *aret 1" $)

%ata 3nggota Keluarga) 3nggota Keluarga Keterangan "

Nama Umur 3lamat 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status Nama Umur 3lamat 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status Nama Umur 3lamat 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status Nama Umur 3lamat 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status Nama Umur 3lamat 3gama 4endidikan 4ekerjaan Status

2n. Kamaludin ? tahun :anyumulek :arat 'slam S*3 :uruh *enikah 3nggota Keluarga Ny. *uslihan tahun :anyumulek :arat 'slam S*3 sederajat '&2 *enikah 3nggota Keluarga 3>. Sainah ? tahun :anyumulek :arat 'slam S*4 4enjual gerabah *enikah 3nggota Keluarga '>. Sedah ?1 tahun :anyumulek :arat 'slam S% '&2 *enikah 3nggota Keluarga Nn. *urni , tahun :anyumulek :arat 'slam S*4 :elum *enikah

3yah :y. %idi &iadi

Keterangan 'bu :y. %idi &iadi

Keterangan 3yah Ny. *uslihan

Keterangan 'bu dari Ny. *uslihan

Keterangan Kakak dari Ny. *uslihan

Kelurga 2n. Kamaludin secara skematis dapat digambarkan dalam pohon keluarga ; ikhtisar keluarga sebagai berikut) I-h isar Keluar,a B.) Di*i:

2n.Sainah (kakek pasien$ (? thn$

Ny. Sedah (nenek pasien$ (?1 thn$

3nak '

3nak '''

3nak'@ 3nak '') Nn. *urni ( , thn$ 3nak @ Ny. *uslihan ( thn$ 3yah 2n. Kamaludin ( ? thn$

:y. %idi &iadi (# bulan$

Keterangan) ) anggota keluarga yang diperiksa ) keluarga inti ) keluarga tambahan ) laki-laki ) perempuan ) pasien

III) DATA STATUS KESEHATAN KELUARGA %ata kesehatan awal, diambil saat kunjungan pertama ke rumah keluarga binaan. As/ePe+eri-saan 2% (mm7g$ N && 2 I&) A.ah 0Tn) K1 " 1;(1 (1A;mnt "8A;mnt !8,(BI2u 0N.) M1 "11;?1 ? A;mnt "8A;mnt !8,?BKa-e0A3) S1 "81;#1 # A;mnt 1A;mnt !8,#BNene0I3) S1 ""1;?1 ((A;mnt "(A;mnt !8,(BBi2i0Nn) M1 ""1;?1 (1A;mnt "(A;mnt !8,(BB.) Di*i "!(A;mnt !8A;mnt !?,,B-

DATA PELAYANAN PASIEN DALAM KELUARGA BINAAN ANAMNESIS (alloanamnesis dengan ibu pasien tanggal ,- ? *aret 1" di puskesmas kediri$ Keluhan U a+a: *encret sejak ! hari yang lalu Ri4a.a Pen.a-i Se-aran, 4asien umur # bulan dikeluhkan mencret sejak ! hari yang lalu. 9rekuensi :3: ,-8 kali perhari berupa kotoran seperti bubur, lendir (-$ dan darah (-$. *untah (C$ sejak yang lalu sebanyak hari kali. 4asien juga datang dengan keluhan batuk dan pilek sejak ? hari

yang lalu, sesak disangkal. %emam (C$ sejak , hari yang lalu. :3K (C$ +-8A;hari. 'bu pasien pernah membawa pasien berobat pada dokter praktek swasta untuk batuk-pilekdemam, namun keluhan tidak membaik. Sedangkan untuk mencretnya belum pernah dilakukan pengobatan sebelumnya. Ri4a.a /en.a-i *ahulu 4asien sering mengalami hal serupa sebelumnya. &iwayat mencret (C$ sebanyak 8 kali, batuk-pilek , kali dan riwayat sesak napas ! kali (pernah dirawat inap di 4K* Kediri$. Ri4a.a /en.a-i -eluar,a *an lin,-un,an 2idak ditemukan adanya anggota keluarga yang mengalami keluhan yang serupa dengan pasien. 2etangga pasien (balita disekitar rumah pasien$ pernah mengalami keluhan serupa dengan pasien, namun jarang terjadi.

Ri4a.a Keha+ilan *an Persalinan

'bu pasien mengandung selama # bulan, ini merupakan kehamilan pertama. Selama hamil ibu melakukan 3N- sebanyak , kali di 4osyandu. &iwayat trauma (-$, riwayat perdarahan (-$, riwayat sakit dan minum obat-obatan tertentu (-$. 'bu melahirkan secara normal di 4olindes, dengan berat lahir ."11 gr. 'bu pasien tidak mempunyai keluhan setelah melahirkan. Ri4a.a Nu risi Selama kehamilan ibu makan sebanyak -!A perhari. 4antangan makanan selama hamil tidak ada. 'bu pasien memberikan 3S' selama + bulan kepada pasien, saat ini pasien telah diberikan makanan tambahan berupa susu formula dan bubur. Susu formula diberikan dengan menggunakan dot, dot dicuci bersamaan dengan peralatan makan yang lainnya dengan menggunakan air dari sumur. Semua anggota keluarga menggunakan air dari sumur tersebut tanpa dimasak terlebih dahulu. 4asien kadang-kadang bermain sendiri di lantai tanpa pengawasan orang tua pasien terutama saat orang tua ibu pasien sedang melakukan pekerjaan rumah. 4asien sering memegang apa yang ada di dekatnya. 4asien juga sering memasukkan tangan ke mulutnya. Ri4a.a I+unisasi 4asien telah mendapat imunisasi sesuai jadwal di posyandu, saat ini ibu pasien menunggu jadwal imunisasi selanjutnya (campak$. PEMERIKSAAN %ISIK Kea*aan u+u+ 5 an*a- an*a 6i al : Keadaan Umum Kesadaran %un,si 6i al: Nadi &espirasi Suhu S a us ,i7i: :erat :adan ) ?111 gr S a us Generalis , ) " 1 A;mnt ) ,8 A;menit ) !(,!1 ) Sedang ) -ompos *entis

Kepala

)bentuk dan ukuran normal, deformitas (-$, ubun-ubun besar cekung (-$.

&ambut )warna hitam, tidak mudah tercabut. *ata 272 Th8ra-s 'nspeksi )kelainan bentuk (-$, pergerakan simetris (C;C$, retraksi dinding dada (-$ -or) S", S tunggal, regular, murmur (-$, gallop (-$ A2*8+en 'nspeksi 4alpasi 4erkusi ) :entuk ) distensi (-$, scar (-$, keloid (-$. ) Nyeri tekan (-$, massa (-$, turgor kembali lambat (C$ ) Suara timpani 2ungkai 3tas Kanan Kiri C C 2ungkai bawah Kanan Kiri C C 3uskultasi ) 4eristaltik usus ) (C$ "8 kali;menit 7epar, lien, dan ginjal ) tidak teraba E-s re+i as : 3uskultasi )4ulmo) .esikuler (C;C$, whee6ing (-;-$, ronkhi(C;C$

) anemis (-;-$,ikterus (-;-$, edema palpebra (-$, mata cowong (-;-$.


)kesan normal, bentuk dan fungsi normal, serumen (-$, pernafasan cuping hidung (-$, pembesaran KD: (-$.

3kral hangat Edema DIAGNOSIS KER9A

%iare akut dengan dehidrasi ringan;sedang 'S43 dengan 4neumonia PENATALAKSANAAN 2erapi rawat inap) Fralit , , cc untuk ! jam pertama gagal (pasien muntah$ '@9% &< #( tetes mikro per menit selama , jam, maintenance) 1 tetes mikro per menit 'njeksi 3mpicillin + A 11mg 'njeksi Dentamisin A 1mg 8

3mbroAol sirup

A "; cth

4arasetamol sirup ! A ;!cth 2ablet Ginc " H 1 mg (selama "1 hari$ PROGNOSIS PASIEN %ubia ad :onam KONSELING Konseling yang diberikan pada keluarga terutama pengasuh (ibu$ pasien ) ". *emberikam 3S' setiap bayi ingin menyusui atau setiap . *enjaga bayi tetap hangat !. *engubah perilaku sehari-hari menjadi perilaku hidup bersih dan sehat +. *enjaga kebersihan lingkungan ,. *engganti pakaian bayi bila pakaian tersebut basah 8. <ebih aktif bekerjasama dengan pusat pelayanan kesehatan. &) KONDISI %AKTOR RESIKO LINGKUNGAN: SOSIAL: EKONOMI: DAN BUDAYA KELUARGA !) Kea*aan Lin,-un,an Keluarga :y.% tinggal di %esa :anyumulek barat &2 (, Kecamatan Kediri, <ombok :arat. 2empat tinggalnya tersebut merupakan tempat tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak ibu yang ditempati sejak tahun 111. <uas rumah :y.% kira-kira !1 m , dimana panjangnya 8 m dan lebarnya , m, dan menghadap ke selatan. &umah :y.% berlantai keramik, beratap genteng dan terdiri dari " ruang tamu, meter dibelakang rumah pasien. =arak rumah pasien dengan rumah tetangga sebelah timur I 1,, meter, sebelah barat I " meter, dan sebelah utara I 1,, meter. &umah pasien tidak memiliki halaman, dimana bagian depan rumah langsung berhadapan dengan jalan umum. &umah tersebut memiliki " buah jendela di ruang tamu, " buah jendela di kamar tidur ', dan " .entilasi kecil di kamar tidur '', namun semua jendela ini jarang dibuka, ? kamar tidur, dan " teras yang merangkap menjadi dapur dapur. Kamar mandi dan jamban umum terletak I , jam sekali

sehingga kondisi di dalam rumah agak lembab. Kondisi di dalam rumah :y.% agak gelap pada siang hari karena sinar matahari lebih banyak terhalang oleh bangunan rumah tetangganya. Keluarga :y.% memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari menggunakan air yang diambil dari sumur bor di belakang rumahnya. 3ir tersebut digunakan sebagai air minum, air untuk memasak dan kebutuhan sehari-hari lainnya. 3ir yang digunakan untuk minum seluruh anggota keluarganya tidak dimasak terlebih dahulu. Denah Ru+ah B.)D:

8m

&uang tamu ,m

teras

Keterangan) - ) 4intu ) =endela ) %apur ) kamar mandi dan jamban umum ) sumur ) Kamar tidur

D8-u+en asi Lin,-un,an Te+/a Tin,,al B.) D

&uang tamu

Kamar tidur pasien

Sumur dan kamar mandi umum

%apur di teras rumah

=amban umum

Septik tank

() S8sial E-8n8+i :y.% adalah anak keempat dari keluarga 2n.K dan Ny.*. 4enghasilan dalam keluarga :y.% diperoleh dari ayah dan kakeknya, dimana ayah pasien bekerja sebagai buruh dengan penghasilan rata-rata perbulan sekitar &p. 811.111, dan kakek pasien bekerja sebagai penjual gerabah denga penghasilan sekitar &p. ,1.111 perhari. $) Bu*a.a 'bu pasien mengatakan bahwa di lingkungan tempat tinggal mereka masih terdapat beberapa budaya yang dianut oleh masyarakat sekitar. Seperti by.% yang perutnya dilingkari dengan benang oleh dukun agar tidak mudah sakit. :enang tersebut terpasang sejak by.% berusia bulan yang diganti jika lingkar perutnya bertambah. *asyarakat disekitar tempat tinggal pasien masih menggunakan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk kebutuhan minum yang tidak dimasak terlebih dahulu. &I) MASALAH KESEHATAN KELUARGA BINAAN !) I*en ifi-asi Masalah Keseha an Keluar,a :erdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari kunjungan pertama terhadap keluarga binaan, maka dapat dirumuskan beberapa masalah kesehatan dalam keluarga :y.% tersebut beserta dengan kemungkinan penyebab masalah kesehatannya yang disajikan dalam tabel sebagai berikut) N8) ". An,,8 a Keluar,a 3nak (:y.%$ Masalah Keseha an %iare dan 'S434neumonia Ke+un,-inan Pen.e2a2 Masalah Keseha an Kurangnya pengetahuan cara pengasuh. 7ygiene botol susu dan kebiasaan ibu jarang mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Kebiasaan mengkonsumsi air minum yang tidak dimasak. "1 Ke eran,an *asalah diketahui pertama 4embina ke rumah pasien tanggal ( *aret 1"

merawat bayi yang benar oleh saat kunjungan

<ingkungan fisik rumah yang tidak mendukung, .entilasi kurang sehingga udara dalam rumah lembab. 4asien dibiarkan bermain tanpa menggunakan baju. %apur terletak diteras rumah, sehingga asap saat memasak dapat masuk ke dalam rumah. Kebiasaan ayah dan kakek pasien merokok di dalam . 3yah (2n.K$ 4erokok aktif rumah. Kebiasaan merokok setiap hari. *inum kopi setiap hari. !. 'bu (Ny.*$ *asalah diketahui saat kunjungan pertama pembina ke rumah pasien. Saat kunjungan ke rumah tidak ada +. Kakek (3J.S$ 4erokok aktif 7ipertensi Kebiasaan merokok setiap hari. *inum kopi setiap hari. ,. Nenek ('J.S$ 8. :ibik (Nn.*$ masalah kesehatan *asalah diketahui saat kunjungan pertama pembina ke rumah pasien. Saat kunjungan ke rumah tidak ada masalah kesehatan Saat kunjungan ke rumah tidak ada masalah kesehatan %ari tabel di atas, diperoleh data bahwa saat kunjungan rumah pertama, masalah kesehatan dialami oleh :y.%, ayah (2n.K$ dan kakek (3J.S$. %engan demikian ! orang dari 8 orang anggota keluarga masih memilki masalah kesehatan. ""

=ika dilihat dari aspek kesehatan masyarakat, maka masalah-masalah kesehatan yang dialami oleh semua anggota keluarga :y.% tersebut di atas terkait dengan determinan kesehatan yang ada yaitu aspek biologis, aspek lingkungan, aspek perilaku;gaya hidup, dan aspek pelayanan kesehatan, dapat diuraikan sebagai berikut) 1. Pasien 0B.)D1 Diare *an ISPA-Pneu+8nia :erdasarkan determinan kesehatan, :y.% memiliki masalah kesehatan yang terutama terkait pada biologis, aspek lingkungan dan aspek perilaku dari pengasuh, serta aspek pelayanan kesehatan. 2. A.ah 0Tn)K1 Per8-8- a- if :erdasarkan determinan kesehatan, 2n.K memiliki masalah kesehatan yang terutama terkait pada aspek perilaku;gaya hidup. 3. Ka-e- 0A3)S1 Per8-8- a- if *an Hi/er ensi :erdasarkan determinan kesehatan, 3J.S memiliki masalah kesehatan yang terutama terkait pada aspek perilaku;gaya hidup. %ari kunjungan tersebut, pembina mulai mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga :y.% yang diperoleh melalui kunjungan ke rumah pasien pada tanggal ( *aret 1" . %ari kunjungan rumah pertama tersebut mulai diperoleh masalah kesehatan masing-masing anggota keluarga dan memperkirakan rencana upaya inter.ensi yang akan dilakukan.

"

() Ren;ana U/a.a In er6ensi .an, A-an Dila-u-an N8 ". An,,8 a Keluar,a 3nak (:y.%$ Masalah Keseha an %iare dan 'S43 4neumonia Ren;ana U/a.a In er6ensi 4enyuluhan tentang cara merawat bayi dengan baik dan benar kepada pengasuh *enyarankan untuk pemberian 3S' setiap bayi ingin menyusu atau jam sekali. *enyarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum memberi 3S' dan memegang bayi . *enyarankan untuk tidak memandikan :y.% dengan menggunakan air dingin, serta tidak memandikan saat menjelang malam. *enyarankan untuk segera mengganti setiap pakaian yang basah dengan pakaian yang bersih dan kering. *enyarankan untuk mengikuti posyandu sesuai dengan jadwalnya. 4enyuluhan tentang tanda-tanda bahaya pada bayi. 4enyuluhan mengenai 4ola 7idup :ersih dan Sehat (47:S$ dalam rumah tangga kepada pengasuh dan keluarga *enyarankan untuk minum air yang sudah dimasak *enyarankan untuk membuka jendela rumah agar sinar matahari masuk dan rumah jadi tidak lembab. *enyarankan agar ayah dan kakek pasien tidak merokok di dalam rumah. "! Ke eran,an

3yah (2n.K$

4erokok aktif

4enyuluhan

mengenai

bahaya

merokok,

menyarankan

untuk

mengurangi kebiasaan merokok. *enyarankan mengganti rokok dengan permen sampai kebiasaan !. Kakek (3J.S$ 4erokok aktif 7ipertensi merokok hilang. 4enyuluhan mengenai bahaya merokok, menyarankan untuk

mengurangi kebiasaan merokok. *enyarankan mengganti rokok dengan permen sampai kebiasaan merokok hilang. 4enyuluhan mengenai 72, faktor resiko serta komplikasinya. *enyarankan untuk mengontrol tekanan darah secara rutin ke puskesmas. *enyarankan untuk mengurangi konsumsi kopi dan garam.

$) U/a.a Keseha an .an, Telah Dila-u-an Keluar,a Upaya kesehatan yang telah dilakukan oleh keluarga :y.% bila terdapat anggota keluarga yang sakit adalah membawa ke dokter peraktek umum atau langsung ke 4K* Kediri.

"+

&II) PENGKA9IAN MASALAH KESEHATAN PASIEN !) Keran,-a K8nse/ Masalah Pasien

BIOLOGIS'PERSONAL
%iareMELITUS dan 'S43 rentan terjadi pada usia :alita. &iwayat ::<&.

PERILAKU
2idak memberikan 3S' ekslusif sampai usia 8 bulan. Kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum menyusui dan memegang bayi. *embiarkan bayi bermain tanpa menggunakan baju. *encuci botol susu bersamaan dengan peralatan makan yang lain. Kebiasaan ayah dan kakek merokok di dalam rumah.

DIABETES MELITUS DIARE & ISPADIABETES Pneumonia MELITUS

LINGKUNGAN
Sumber air untuk masak dan minum dari sumur, air yang diminum tidak dimasak. =amban tidak sehat. 4olusi udara dalam

PELAYANAN DIABETES KESEHATAN MELITUS


Kurangnya pemberdayaan masyarakat mengenai tatalaksana

rumah. Kurangnya .entilasi udara dalam rumah lembab. *embiarkan sampah menumpuk dibelakang rumah.
Sosial Ekonomi menengah kebawah

DIABETES diare dan 'S43 di rumah tangga,


serta kurangnya pemahaman MELITUS pengasuh tentang 4neumonia.

*asih terbatasnya jumlah oksigen

DIABETES konsentrator di puskesmas. MELITUS

DIABETES MELITUS
",

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
() Dia,n8s i- H8lis iAs/e- Pers8nal

DIABETES 4asien dikeluhkan mencret ,-8 kali perhari sejak ! hari yang lalu. *untah sejak
hari yang lalu sebanyak kali. 4asien juga datang dengan keluhan batuk dan pilek MELITUS sejak ? hari yang lalu. %emam sejak , hari yang lalu. 'bu pasien pernah membawa pasien berobat pada dokter umum untuk batuk pileknya, namun tidak membaik. Sedangkan untuk mencretnya DIABETES belum mendapat pengobatan sebelumnya. 4asien sudah sering mengalami keluhan serupa. 7arapan keluarga pasien saat ini adalah agar pasien dapat segera sembuh dan penyakit tidak berulang kembali. As/e- Klini-

MELITUS

DIABETES MELITUS

%iare dan 'S43-4neumonia berulang. As/e- Risi-8 In ernal

4asien merupakan bayi laki-laki yang berumur # bulan (faktor imunitas yang belum DIABETES sempurna$ dengan riwayat ::<&, sehingga rentan terkena berbagai penyakit.

MELITUS

As/e- Psi-8s8sial -eluar,a Kurangnya pengetahuan pengasuh dan keluarga mengenai cara merawat bayi yang baik dan benar5 minum air yang tidak dimasak5 kebiasaan ayah dan kakek merokok dalam rumah5 lingkungan yangMELITUS tidak sehat5 dan sosioekonomi menengah ke bawah. Dera<a fun,si8nal ) 1

DIABETES

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
"8

DIABETES MELITUS

$) Ren;ana Pena ala-sanaan Pasien DIABETES N8) Ke,ia an !) Aspek personal Ren;ana in er6ensi E.aluasi) MELITUS Keluhan, harapan, dan kekhawatiran keluarga pasien 'nter.ensi) () Aspek klinik %iare dan 'S434neumonia E.aluasi) DIABETES 4emantauan perbaikan kondisi klinis pasien keluarga pasien 4erbaikan gejala klinis 4emberian 3S' lebih sering -ara merawat bayi dan pola pengasuhan yang benar %ilakukan kontrol kesehatan teratur 4engasuh dan keluarga teratur dan selalu disiplin dalam pemberian obat kepada bayi Komplikasi dapat dicegah Sasaran keluarga pasien =a- u Hasil .an, *ihara/-an Keluarga dan pengasuh dapat mengetahui cara merawat bayi dengan benar. Kekhawatiran ibu pasien mengenai kondisi pasien akan berkurang

DIABETES

MELITUS Edukasi keluarga mengenai cara


merawat bayi dengan benar

MELITUS

Keteraturan dalam pemberian asupan cairanDIABETES dari pengasuh kepada pasien Keteraturan dalam pemberian obat untuk mengatasi batuk, pilek dan demam.

MELITUS

Keteraturan dalam pemberian 6inc DIABETES 4emantauan pola pengasuhan ibu kepada pasien.

MELITUS

2erapi)

DIABETES MELITUS
"?

DIABETES

MELITUS

DIABETES
Non 9armakologis) MELITUS pemberian 3S' setiap bayi ingin menyusu atau tiap jam sekali

DIABETES segera mengganti pakaian pasien


bila pakaian tersebut basah MELITUS 9armakologis ) paracetamol syr !A ;! sendok takar

DIABETES kotrimoksa6ole syr A"sendok takar


ambroAol syr A"; sendok takar MELITUS tablet 6inc "A" Edukasi) -

DIABETES *enjelaskan tentang %iare dan 'S43


serta tanda bahaya, cara mencegah MELITUS dan penatalaksanaannya

Kontrol terhadap keadaan kesehatan

DIABETES bayi dan berat badan bayi


$) Aspek Resiko Internal - 4entingnya terapi non farmakologis MELITUS Edukasi) usia tersebut keluarga keluarga pasien mengerti bahwa usia pasien merupakan usia rentan terkena penyakit. Keluarga pasien mengerti berat badan rendah dapat "(

*engenai keadaan kesehatan pada pasien 4entingnya status Di6i bayi dalam

DIABETES

MELITUS pertumbuhan dan perkembangannya

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
>) 4entingnya posyandu sebagai sarana meningkatkan resiko terkena penyakit keluarga pasien 4engasuh dan keluarga pasien mengerti dan mampu memahami mengenai diare dan 'S43 serta tanda keluarga tentang pasien bahayanya. keluarga mengetahui cara merawat bayi dengan benar awal dalam menilai kesehatan DIABETES Aspek psikososial Kurangnya Edukasi) pengetahuan mengenai diare dan 'S43 Kurangnya pengetahuan tentang

MELITUS *engenai pencegahan diare dan 'S43

DIABETES
Edukasi) MELITUS *emberikan pengetahuan

cara bagaimana cara merawat bayi dengan

merawat bayi benar dengan benar. 2idak menerapkan 47:S dalam rumah tangga

DIABETES MELITUS
Keluarga pasien keluarga mengetahui tentang 47:S dalam rumah tangga dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

Edukasi) *emberikan pengetahuan tentang 47:S dalam rumah tangga

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
"#

DIABETES MELITUS
Le+2ar %8ll84 U/ Keluar,a Binaan Tan,,al -un<un,an
( *aret 1" O) KU) sedang

DIABETES
Tn) K
S ) 4erokok aktif O) KU) baik Kes ) -*

B.) MELITUS D
S ) mencret (C$ dan batuk pilek (C$

A3) S
S ) 4erokok aktif dan 7ipertensi O) KU) baik Kes ) -*

DIABETES
Kes ) -*

@S ) 7& )" 1A;mnt && ) +1A;mnt 2A ) !?,, :: ) ?111 gr

MELITUS

@S ) 2% ) " 1;(1 mm7g N )(1A;mnt

@S ) 2% ) "81;#1 mm7g N )# A;mnt && ) 1A;mnt 2A ) !8,, A ) 7ipertensi P )K'E untuk perbaiki gaya hidup ) kurangi merokok, jangan merokok di dalam rumah, kurangi konsumsi kopi dan garam. S ) 4erokok aktif dan 7ipertensi O)

DIABETES MELITUS
A)

&& ) "(A;mnt 2A ) !8,(

A ) %iare C 4neumonia P ) melanjutka terapi

P )K'E untuk perbaiki gaya hidup ) kurangi merokok, jangan merokok di dalam rumah. S ) 4erokok aktif O) KU) baik Kes ) -*

DIABETES MELITUS
!1 *aret 1" S ) mencret (-$ dan batuk pilek (C$ O) KU) sedang

DIABETES
Kes ) -*

MELITUS

KU) baik

Kes ) -*

@S ) 7& )" 1A;mnt && ) !8A;mnt 2A ) !?,!

@S ) 2% ) " 1;(1 mm7g N )(1A;mnt

@S ) 2% ) ",1;#1 mm7g N )(+A;mnt && ) 1A;mnt

DIABETES MELITUS

&& ) "(A;mnt

DIABETES

MELITUS

DIABETES
:: ) ?111 gr A ) 'S43-4neumonia P )melanjutak terapi

MELITUS

2A ) !8,( A) P )K'E untuk perbaiki gaya hidup )

2A ) !8,, A ) 7ipertensi P )K'E untuk perbaiki gaya hidup ) kurangi merokok S ) 4erokok aktif dan 7ipertensi O) Kes ) -* KU) baik Kes ) -*

DIABETES
"1 3pril 1" S ) tidak ada keluhan O) KU) sedang

kurangi merokok S ) 4erokok aktif O) KU) baik

MELITUS
Kes ) -*

@S ) 7& )" 1A;mnt && ) !8A;mnt 2A ) !?,! :: ) ?111 gr A) P)

DIABETES MELITUS

@S ) 2% ) " 1;(1 mm7g N )(1A;mnt && ) "(A;mnt 2A ) !8,(

@S ) 2% ) "+1;(1 mm7g N )(1A;mnt && ) 1A;mnt 2A ) !8,, A ) 7ipertensi P )K'E untuk perbaiki gaya hidup ) kurangi merokok

DIABETES MELITUS

A) P )K'E untuk perbaiki gaya hidup ) kurangi merokok

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
"

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
KESIMPULAN

DIABETES %a- 8r /en*u-un, erselesai-ann.a +asalah -eseha an /asien


4asien dan keluarga terbuka terhadap edukasi dan moti.asi yang diberikan 4embina.

MELITUS

%ukungan dan perhatian keluarga terhadap kesehatan pasien. 4asien merupakan anak pertama yang cukup mendapat perhatian dari seluruh anggota keluarganya.

DIABETES

4endidikan terakhir ibu S*3 sehingga wawasan orang tua pasien juga memperbesar MELITUS keinginan keluarga untuk mendukung penyembuhan pasien.

DIABETES %a- 8r /en,ha+2a erselesai-ann.a +asalah /asien:


Kebiasaan merokok ayah dan kakek pasien yang sulit dirubah. MELITUS Kondisi fisik rumah dan lingkungan yang tidak mendukung (kurangnya .entilasi udara dalam rumah dan jarak antara jamban dengan sumber air K "1 meter$ Sosial ekonomi keluarga menengah kebawah.

DIABETES MELITUS

Ren;ana /ena ala-sanaan /asien selan<u n.a: *engajak keluarga pasien untuk terus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. *elanjutkan 3S' sampai usia tahun,

DIABETES

MELITUS *emanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada, terutama pelayanan kesehatan dari segi
promotif dan pre.entif seperti ) 2erus mengikuti posyandu untuk mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap dan mengontrol kenaikan berat badan.

DIABETES

*engikuti kelas gi6i, dan MELITUS *engikuti penyuluhan untuk mendapatkan informasi kesehatan.

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DA%TAR PUSTAKA DIABETES 3smah. 11(. %okter Keluarga. K*4K Uni.ersitas Dadjah *ada5 =ogjakarta. %epkes &'. "##(. %efinisi Keluarga. National Uni.ersity of Singapore. 11+. 9amily medicine posting. 9amily medicine primer 11+. Singapore) %epartment of -ommunity, Fccupation and 9amily *edicine. National MELITUS Uni.ersity of Singapore. UU No. ! tahun "## . %efinisi Sehat.

MELITUS

DIABETES

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS

DIABETES MELITUS
!

DIABETES