Anda di halaman 1dari 8

PIROPLASMOSIS / BABESIOSIS

KELOMPOK I

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH 2013

Babesiosis
Babesiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit darah yang penyebarannya meluas di dunia. Babesiosis ditularkan melalui gigitan caplak (Boophilus sp.) disebut juga tick fever atau red water.

Gejala Klinis
Gejala klinis yang terlihat :
sapi yang terkena babesiosis sangat lemah kadang kolaps dan mati saat dalam perjalanan. Aborsi terjadi bila infeksi cukup parah pada sapi betina bunting Anoreksia Depresi Respiratory rate meningkat tremor otot Suhu tubuh meningkat bersamaan dengan parasitemia hingga mencapai 41-42 C dalam 2-3 hari konvulsi

Diagnosa
Pemeriksaan mikroskopik dilakukan pada preparat apus darah tipis, dengan pewarnaan GIEMSA. Pemeriksaan Polymerase Chains Reaction (PCR) Enzim Linked Immunosorbent Assay (ELISA) immunoglobulin M (IgM)

Diferensial Diagnosa
Diagnosis diferensial untuk piroplasmosis termasuk surra, anemia infeksi kuda, dourine, penyakit kuda afrika, hemorrhagica purpura, Theleria equi, Plasmodium falsiparum.

Pencegahan dan Kontrol


Kontrol terhadap babesiosis yaitu dengan kombinasi antara kontrol terhadap penyakit dan vektor caplak. Kontrol terhadap caplak dilakukan dengan spraydan dippingyang banyak dilakukan di area endemik. Akarisida yang digunakan seperti komponen pyrethoids, amitraz dan beberapa organophosphate. Dipping yang dilakukan pada area terinfeksi berat periodik 4-6 minggu sekali.

Vaksin terhadap babesiosis juga dapat digunakan dan efektifitasnya cukup tinggi. Vaksinasi terhadap sapi impor sebaiknya dilakukan di negara asal. Vaksinasi menggunakan parasit hidup yang dilemahkan berhasil dilakukan pada beberapa negara seperti Argentina, Brazil, Israel, Afrika selatan dan Uruguay.

SEKIAN & TERIMA KASIH