Anda di halaman 1dari 30

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

PANDUAN PRAKTIKUM
METODE PENGUKURAN LISTRIK






Nama :
NPM :
Kelompok :




LABORATORIUM TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS BENGKULU
2014

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Kata Pengantar

Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, Alhamdulillah buku panduan
praktikum Metode Pengukuran Listrik untuk mahasiswa program studi
teknik elektro universitas bengkulu dengan baik.
Buku panduan ini digunakan sebagai penuntun bagi mahasiswa
program studi teknik elektro universitas bengkulu dalam melakukan
praktikum Metode Pengukuran Listrik. Untuk mempermudah para
praktikan pada saat menggunakan pralatan praktikum, buku ini juga
dilengkapi dengan gambar-gambar setiap bagian dari modal praktikum.
Akhir kata kritik dan saran yang membangun diharapkan untuk
perbaikan lebih lanjut terhadap buku ini dan kemajuan program studi
teknik elektro universitas bengkulu. Terimakasih.




Bengkulu, april 2014

Penyusun

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

TATA TERTIB PELAKSANAAN PRAKTIKUM


1. Sebelum melaksanakan praktikum, praktikan wajib menyerahkan
Laporan Awal Praktikum untuk setiap modul praktikum.
2. Praktikan wajib memakai baju berkerah dan sepatu (tidak
diperkenankan memakai sandal).
3. Setiap praktikan wajib membawa modul praktikum dan jurnal
praktikum (lembar data hasil praktikum).
4. Praktikan diwajibkan hadir 15 menit sebelum jadwal pelaksanaan
praktikum.
5. Bagi praktikan yang melanggar poin 1-4 tidak diperkenankan
mengikuti praktikum.
6. Setiap kelompok harus mengisi blangko peminjaman peralatan
praktikum.
7. Selama melaksanakan praktikum, praktikan dilarang :
a) makan, minum dan merokok
b) melakukan kegiatan selain kegiatan praktikum
c) mengaktifkan HP
8. Sebelum melaksanakan praktikum, praktikan harus memahami
terlebih dahulu prosedur percobaan dan rangkaian percobaan.
9. Setiap kelompok harus mengisi dan menyerahkan satu jurnal
praktikum kepada asisten dosen pembimbing praktikum.
10. Jurnal praktikum masing-masing praktikan harus ditandatangani oleh
asisten dosen pembimbing praktikum pada akhir pelaksanaan
praktikum.
11. Setiap pelaksanaan praktikum, praktikan mengisi daftar hadir
praktikum yang telah disediakan.
12. Diwajibkan setelah melaksanakan praktikum, peralatan praktikum
harus dikembalikan sesuai dengan jumlah dan jenis yang tertera pada
blangko peminjaman peralatan praktikum.
13. Setiap peralatan praktikum yang rusak dan atau hilang karena
kesalahan praktikan, harus diganti dan menjadi tanggung jawab
praktikan.
14. Laporan akhir ditulis tangan dan diasistensi paling sedikit 2 x asistensi
.
15. Laporan akhir dikumpul 1 minggu setelah praktikum dilaksanakan.
16. Laporan yang terlambat dianggap gagal.

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Percobaan 1

TEKNIK PENGUKURAN DC, JEMBATAN WHEATSTONE DAN POTENSIOMETER

1.1 Tujuan
Setelah melalakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :

1. Mengetahui cara penggunaan alat ukur arus (ampermeter ) dan tegangan (
voltmeter ) dalam rangkaian sederhana.
2. Mengetahui cara membaca alat ukur arus dan tegangan.
3. Memahami sifat dasar arus dan tegangan.
4. Mengukur macam-macam tahanan dengan metoda jembatan wheatsone.
5. Menggambarkan karakteristik arus dan tegangan potensiometer.
1.2 Dasar Teori
Kalibrasi adalah membandingkan sebuah alat ukur dengan alat ukur pembanding
(alat ukur standar). Proses ini bertujuan untuk menentukan ketelitian dari alat ukur
serta mengetahui kondisi dari suatu alat ukur. Kalibrasi harus dilakukan pada setiap alat
ukur secara berkala agar setiap pengukuran yang dilakukan menggunakan alat ukur
tersebutdapat memberikan hasil yang valid.
Kelas alat ukur adalah suatu nilai yang menunjukkan kesalahan terbesar yang mungkin
terjadi pada alat ukur tersebut. Nilai ini merupakan jaminan dari pabrik pembuatnya
bahwa kesalahan pengukuran tidak akan melebihi angka tersebut.
Amperemeter adalah sebuah instrumen alat ukur yang digunakan untuk mengukur
besarnya arus yang mengalir pada suatu rangkaian. Di dalam amperemeter terdapat
tahanan dalam yang kecil, yang idealnya mendekati nol.
Sedangkan voltmeter berfungsi untuk mengukur beda tegangan antara dua buah titik.
Dalam voltmeter juga terdapat tahanan dalam, tetapi tahanan tersebut sangat besar
yang idelanya mendekati tak terhingga.
Jembatan Wheatstone
Jembatan adalah rangkaian yang pada dasarnya terdirir dari empat buah
komponen (seperti gambar). Komponen tersebut dapat berupa tahanan atau komponen
lain seperti transistor, tabung vakum, kondesator dan induktor.
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Gambar di samping ini menggambarkan 4 buah
tahanan,jembatan semacam ini dinamai Jembatan
Wheatsone. Besarnya tahanan-tahanan dalam jembatan
dapat ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bila titik C dan
D di hubungkan, maka antara C dan D tidak ada arus yang
mengalir. Dalam keadaan demikian kita katakan jembatan
dalam keadaan setimbang.
Jembatan dalam keadaan setimbang berlaku persamaan :
R
1
: R
2
= R
3
: R
4
Potensio Meter
Potensiometer adalah resistor yang digunakan sebagai voltage devider (pembagi
tegangan) atau sebagai rheostat pada rangkaian listrik.
1. Potensiometer sebagai pembagi tegangan
- Potensiometer tanpa beban


V
o
= V
s .

R
1
= R (1 )
R
2
= R .
Bila potensiometer yang dirangkai sebagai voltage devider pada kondisi tanpa beban,
maka dapat diterima bahwa potensiometer mempunyai tahan dalam sebesar tahan
dalam suplai. Jadi kenyataannya rangkaian seri R
1
dan R
2
dapat diubah menjadi suatu
rangkain paralel.
o
o
o
o
R R
R R
R R
R R
R
in
+

=
+
=
) 1 (
) 1 ( .
2 1
2 1

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

R
in
= R (
2
)
- Potensiometer dengan beban.

I = V
S
/( R
in
+ R
L
)
V
o
= V
s .

V
o1
= I . R
L1
= [V
S
/( R
in
+ R
L
) ] . R
L1

L
L
o
R R
R
Vs V
+
=
) (
.
2
1
o o
o

V
o2
= I . R
L2

2. Potensiometer sebagai Rheostat.

Sebagai rheostast, potensiometer digunakan untuk mengatur besar arus.
L V
s
R R
V
I
+
=
. o



Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

1.2 Alat dan bahan
1. Papan plugin
2 Sumber tegangan DC/catu daya tegangan variabel
3 Resistor berbagai nilai
4 Potensiometer
5 Jumper secukupnya
6 Meter dasar
7 Multimeter analog
8 Multimeter digital
9 Galvanometer
10 Tang amper
1.4 Prosedur Percobaan

1.4.1 Pembacaan alat ukur
a. Siapkan meter dasar dan catu daya tegangan variabel
b. Dengan posisi saklar catu daya utama dalam keadaan terbuka hubungan catu day
ke tegangan PLN
c. Hubungkan kabel merah ke kutub ( + ) dan kabel hitam ke kutub (-)
d. Hidupkan catu daya,perhatikan pembacaan alat ukur.
e. Lakukan percobaa yang sama menggunakan nilai tegangan yang berbeda dan
catat pada tabel 1.1 lakukan pengukuran menggunakan alat ukur
digital,analog,dan tangamper.



1.4.2 Penggunaan Ampermeter dan voltmeter
a. Siapkan papan plugin,dan sumber tegangan,resistor nilai sesuai petunjuk asisten.
b. Lihat gambar 1.2,untuk tegangan (V),maka alat ukur dipasang paralel terhadap
resistor,dan pengukuran arus (I),maka dipasang seri tgerhadap resistor.

V1
12 V
U1
DC 10MOhm 0.000 V
+
-
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik



c. Tutup saklar,catat hasil pengukuran,pda tabel 1.2
d. Lakukan ppengukuran dengan menggunkan alat ukur,analog,digital,dan tang
ampere

1.4.3 Jembatan Wheatston
a. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :
+
-
R
1
R
2
R3{
R4{
VR1
6V

b. Atur posisi potensiometer sampai galvanometer tepat ditengah skala.
c. Lepaskan rangkaian dari sumber tegangan dan ukur satu persatu harga
resistor dengan menggunakan ohmmeter
d. Catat lah hasil pengukuran di tabel 1.3
e. Lakukan ppengukuran dengan menggunkan alat ukur,analog,digital,dan tang
ampere

1.4.4 Potensio meter sebagai voltage divider tanpa beban
a. Ukur tahanan potensiometr untuk setiap ( 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80,
90, dan 100 % )
b. Susun lah rangkaian seperti gambar dibawah ini :
V1
12 V
J1
Key = A
R1
1k
XMM1
V2
12 V
J2
Key = A
R2
1k
XMM2
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik


c. Geser potensiometer pada posisi 0 %
d. Bac penunjuk ampermeter dan volt meter dan isiksn pada table pengukuran 1.4
e. Ulangi prosedur diatas untuk posisi 20 - 100%.
f. Lakukan ppengukuran dengan menggunkan alat ukur,analog,digital,dan tang
ampere


1.4.5 Potensiometer sebagai voltage devider dengan beban
a. Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini : Ukur tahanan potensiometr
untuk setiap ( 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan 100 % )
b. Susun lah rangkaian seperti gambar dibawah ini :
c. Geser potensiometer pada posisi 0 %
d. Bac penunjuk ampermeter dan volt meter dan isiksn pada table pengukuran 1.5
e. Ulangi prosedur diatas untuk posisi 20 - 100%.
f. Lakukan ppengukuran dengan menggunkan alat ukur,analog,digital,dan tang
ampere

+
-
100%
R
V
R
L
A
A
V
o
0
I1
I2


Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

1.5 tugas pendahuluan
1. Apa tujuan dari kalibrasi alat ukur sebelum melakukan pengukuran ?
2. Bagaimana cara pemasangan ampermeter dan voltmetr dalam rangkain
,jelaskan?
3. Jelaskan prinsip kerja Jembatan Wheatston ?
4. Berikan contoh aplikasi Potensiometer dan jelaskan cara kerjanya
5. Sebutakan karakteristik poternsiometer
6. Carilah jurnal yang mendukung kuatnya dasar teori anda?
7. Apa yang membedakan seri dan paralel?




Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

JURNAL PRAKTIKUM
NAMA :
KELOMPOK :
MODUL :
HARI/TANGGAL :


Tabel 1.1 Pembacaan Alat Ukur

VS (V) Analog (V) Digital (V) T.Ampere







Tabel 1.2 Penggunaan Ampermeter dan voltmeter

E (volt ) (I) Analog (I) Digital (I) T.Ampere






Tabel 1.3 Hasil pengukuran jembatan Wheatston
volt R1(A,D,T) R2 (A,D,T) R3(A,D,T) R4(A,D,T) R1xR2=R2xR3







Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Tabel 1.4 Hasil Pengukuran untuk voltage devider tanpa beban
Posisi; [%} Vo(A,D,T) Ii (A,D,T) vs(A,D,T) Rin(A,D,T)
0
20
40
60
80
100

Tabel 1.5 Hasil pengukuran untuk voltage devider dengan beban RL1 =
Posisi; [%} Vo[ volt ] I1[mA] I2[mA]
RL1 UKUR RL1 HITUNG RL1 RL1
0
20
40
60
80
100


Bengkulu,
Asisten



(_______________________)

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Percobaan 2
Osiloskop

2.1 Tujuan Instruksional Khusus
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa akan
1. Memahami kerja osiloskop
2. Dapat menggunakan osiloskop dalam pengukuran

2.2 Teori Dasar
Osiloskop atau Cathoda Ray Oscilloscope (CRO) merupakan alat ukur yang
penting, baik di bidang laboratorium, kedokteran maupun perindustrian.
Penggunaan yang terpenting adalah untuk menunjukkan dan menyelidiki suatu
variabel sebagai fungsi dari waktu atau variabel yang lain.
Penggunaan osiloskop misalnya untuk mengukur tegangan, frekuensi, beda fasa,
waktu, arus (dengan menggunakan metoda) dll.
Ada pula osiloskop dengan berkas berganda (double beam oscilloscope) yang
dapat dipakai untuk menyelidiki dua variabel sekaligus pada tabung gambarnya.
Selain serba guna, osiloskop juga memiliki beberapa sifat lain yang
menguntungkan, antara lain ; osiloskop mempunyai tahanan dalam yang tinggi dan
daerah frekuensinya lebar.
2.3 Alat dan Bahan
1. Power SuplaiTrio PR-630 1 buah
2. Sinyal generator Trio AG-202 2 buah
3. Multimeter 2 buah
4. Osiloskop 1 buah
5. Kapasitor 0.01
6. Tahanan : 3k3O[2buah]; 1k2O; 820O; 1k8O; 33kO; 270kO
7. Variabel resistor 470k O


Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik


2.4 Prosedur Percobaan
1. Osiloskop sebagai pengukur tegangan arus searah
Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :
V
R = 3k3
O
R
L


2. Osiloskop sebagai pengukur tegangan bolak balik
Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :
V
R =
3k3 O
R
L
G


3. Osiloskop sebagai pengukuran frekuensidengan gambar Lissajous
Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :







Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

4. Osiloskop untuk mengukur beda fasa RC
Buatlah rangkaian seperti gambar di bawah ini :

Dengan mengukur harga R dan C dari rangkaian penggeser fasa, hitunglah
beda fasa antara tegangan A dan B. Bandingkan hasil perhitungan dengan
hasil pengamatan!
2.5 Tugas Pendahuluan
1. Jelaskan apa anda yang anda ketahui mengenai osiloskop?
2. Jelaskan prinsip kerja osiloskop!
3. Apa keuntungan tahanan dalam osiloskop yang tinggi?
4. Jelaskan yang anda ketahui mengena Lissajous beserta gambar rangkaiannya!
5. Jelaskan fungsi channel pada osiloskop dan cara kerja CRT pada osiloskop!

Evaluasi
1. Gambarkanlah pada kertas grafik hasil pengukuran [yang tampak pada layar
CRO]
2. Dapatkah osiloskop dipergunakan untuk mengukur arus listrik?
3. Jelaskan keuntungan osiloskop dengan tahanan dalam yang tinggi!
4. Sebutkan frekuensi maksimum yang bisa diukur osiloskop!
5. Apakah fasa dari sinyal-sinyal vertikal dan horizontal menentukan bentuk
gambar yang terjadi pada CRO,jelaskan!

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

JURNAL PRAKTIKUM
NAMA :
KELOMPOK :
MODUL :
HARI/TANGGAL :
Tabel 2.1 Percobaan Osiloskop Sebagai Pengukur Tegangan Arus Searah
Tegangan
Supply
R
L
() Kedudukan
Volt/diV
Tegangan
Voltmeter
Tegangan
Osiloskop




Tabel 2.2 Percobaan Osiloskop sebagai Pengukur Tegangan Bolak-Balik
Tegangan
Sumber
R
L
() Kedudukan
Volt/diV
Tegangan
Voltmeter
Tegangan Osloskop
V
PP
v
EFF











Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Tabel 2.3 Percobaan Lissajous
Frekuensi Channel A
Frekuensi Channel B

Tabel 2.4 Percobaan Osiloskop Sebagai Pengukur Beda Fasa RC
R () C (F) Frekuensi R Frekuensi C


Bengkulu,
Asisten



(_______________________)

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Percobaan 3
Pengukuran Daya, Faktor Daya, dan Energi

3.1 Tujuan
1. Mengetahui prinsip kerja dan cara penggunaan Wattmeter untuk mengukur daya
2. Mengetahui prinsip kerja dan cara penggunaan KWH meter Digital dan Analog
untuk mengukur penggunaan energi
3. Membandingkan pemakaian daya dan energy pada beban resistif murni, induktif
murni, kapasitif murni, dan beban campuran.
4. Mengetahui cara menghitung dan memperbaiki faktor daya.

3.2 Dasar Teori
3.3.1 Perbedaan KWH meter dan Wattmeter
Wattmeter merupakan alat ukur besarnya daya aktif yang dikonsumsi pada suatu
rangkaian. Wattmeter bekerja dengan membandingkan arus yang mengalir terhadap
tegangna pada sumber.
Pada arus bolak-balik, besarnya daya ditentukan oleh suatu factor daya yang
disebut factor daya yaitu suatu nilai cosines perbedaan sudut fasa antara arus terhadap
tegangan.
Pada beban resistif murni, maka arus akan sefasa dengan tegangan sehingga factor
daya bernilai 1 I satu ) yang biasa disebut UPF (unity power factor). Sementara pada
beban induktif murni, arus akan tertinggal terhadap tegangna ( logging ), sedangkan
pada beban kapasitif murni, arus akan mendahului tegangan (leading), factor daya dari
kedua beban tipe baban ini akan bernilai antara 0 dan 1. Untuk beban campuran, nilai
factor dayanya bergantung pada impedansi rangkaiannya. Pada umumnya beban
berupa bebancampuran yang bersifat induktif dengan factor daya rendah. Untuk
menaikkan factor daya dapat digunakan kapasitor yang dikompensasikan pada
rangkaian.
Factor daya menyebabkan adanya perbedaan besar harga antara daya aktif dan
daya nyata.


KWH meter berfungsi mengukur besarnya energy yang dipergunakan dalam selang
waktu tertentu. KWH meter merupakan alat ukur induksi yang bekerja dengan prinsip
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

induksi dua fluks magnetic terhadap sebuah piringan alumunium. Pengukuran ini
didasarkan pada besarnya daya aktif dan bukannya daya nyata.


() ()





3.3.2 Konstruksi Watt Jam (KWH) Meter Analog dan Digital




3.3.3 Prinsip Kerja KWH
1. KWH Meter Analog
Ditinjau dari segi cara bekerjanya maka pengukur ini memakai prinsip azas
induksi atau azas Ferraris. Dan pada umumnya alat pengukur ini digunakan untuk
mengukur daya listrik arus bolak balik.
2. KWH METER DIGITAL
Adapun cara kerja dari KWH meter digital antara lain sebagai berikut :
1. KWH Meter digital dikontrol oleh sebuah mikrokontroler dan menggunakan
sebuah sensor digital yang berfungsi untuk membaca tegangan dan arus serta
untuk mengetahui besar energi yang digunakan pada instalasi rumah.
2. Seven Segment sebagai penampil data besaran energi listrik yang digunakan di
rumah.





Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

3.3 Prosedur Percobaan
3.3.1 Pengukuran daya dan faktor daya dengan beban lampu

Gambar 3.1 Pengukuran daya dan faktor daya dengan beban lampu

1. Susun rangkaian seperti Gambar 3.1 , atur tegangan sumber arus 220 V,
dengan frekuensi 50 Hz, atur ammeter dan voltmeter pada mode AC,
gunakan beban lampu pijar (5 buah)
2. Hubungkan saklar
3. Catat penunjuk ammeter, voltmeter, dan wattmeter ( daya dan factor
dayanya )
4. Ulangi pengukuran diatas untuk beban lampu TL (5 buah)
5. Dengan rangkaian yang sama, ganti beban lampu campuran 2 buah lampu
TL dan 2 buah lampu pijar.

3.4 Tugas Pendahuluan
1. Jelaskan apa Perbedaan dari KWH meter dan Wattmeter !
2. Gambarkan konstruksi dari KWH meter Analog dan Digital !
3. Jelaskan Prinsip kerja dari KWH meter !
4. Bagaimanakah KWH meter dapat membaca Tegangan, arus, daya dan waktu ?

Evaluasi
Percobaan Perhitungan Arus dan Beban pada KWH Digital
1. Cari Daya yang terukur saat
2. Cari daya yang yang terukur pada setiap percobaan dengan menggunakan
perhitungan teoritis ? Bandingkan dengan hasil pengukuran ? Jelaskan!
3. Untuk percobaan a,b,c dan d bandingkan hasil pembacaan wattmeter dengan
perkalian pembacaan voltmeter dan ammeter?Jelaskan !
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

4. Untuk percobaan b,c dan d hitung besarnya reaktansi dan impedansi tiap
perubahan beban ?
5. Untuk percobaan b,c dan d hitung besarnya factor daya secara teoritis setiap
perubahan beban ? Bandingkan dengan hasil percobaan ! jelaskan !
6. Untuk percobaan b,c dan d simulasikan perbedaan fasa yang terjadi akibat beban
campuran dengan menampilkan plot dari osiloskop? Jelaskan !
7. Untuk percobaan d hitung berapa nilai kapasitor yang ideal agar factor daya
rangkaian bernilai 1 (UPF)?
8. Untuk percobaan d buat kurva pengaruh perubahan nilai kapasitor terhadap
koreksi factor daya hasil pengukuran dikertas grafik ? Buat pula kurva dengan
berdasarkan hasi perhitungan? Jelaskan!
9. Untuk percobaan d analisa pengaruh penabahan kapasitor secara pararel
terhadap beban induktif ! Jelaskan pula secar teoritis?
10. Untuk percobaan b,c dan d buatlah kurva :
- Arus terhadap daya aktif?Jelasakan!
- Reaktansi terhadap cos?Jelaskan!
11. Untuk percobaan e catat hitung penggunaan energy yang terjadi selama tiga
putaran pada tiap variasi beban tersebut!
12. Cari referensi penggunaan energy selama 6 (enam) bulan terakhir pada sebuah
rumah (lampirkan), lalu anda cari:
- Pemakaian energy maksimum, pemakaian energy minimum, rata-rata
pemakaian energy selama waktu tersebut? Jelaskan!
- Cari harga per satu satuan dari KWH meter yang terpakai berdasarkan
jumlah energy terpakai? Catat spesifikasi KWH meter yang digunakan !












Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

JURNAL PRAKTIKUM
NAMA :
KELOMPOK :
MODUL :
HARI/TANGGAL :
Tabel 3.1
Beban

V
Volt
I
ampere
P
watt
t
second




Tabel 3.2
Beban

V
Volt
I
ampere
P
watt
t
second





Tabel 3.3
Beban

V
Volt
I
ampere
P
watt




Bengkulu,
Asisten



(_______________________)
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Percobaan 4
PENGUKURAN TAHANAN TANAH

4.1 Tujuan
1. Mengetahui tahanan tanah berbagai jenis tanah
2. Mengetahui pengaruh kedalaman pemasangan elektroda pentanahan terhadap
besar tahanan tanah

4.2 Dasar teori

4.3 Tugas Pendahuluan
1. Cari dasar teori tentang pengukuran tahanan tanah*
2. Cari dasar teori tentang perhitungan tahanan jenis tanah*
3. Cari dasar teori pengukuran tegangan permukaan tanah*
*masing-masing dasar teori 5 lembar.

4.4 Peralatan percobaan
1. Earth Tester
2. Elektroda batang 1.5 m
3. Elektroda batang 3 m
4. Meteran

4.5 Prosedur Percobaan


- Tancapkan elektroda batang sedalam 1 m pada tanah liat
- Atur jarak antara elektroda batang dengan elektroda pengukuran sepanjang 5 m
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

- Hubungkan kabel hijau ke elektroda batang, kabel merah ke elektroda
pengukuran yang paling jauh dan kabel kuning ke elektroda tengah
- Hidupkan earth tester, dan atur pada sekala yang tepat
- Catat hasil pengamatan pada table
- Ulangi percobaan 1 sampai dengan 5
- Variasikan jenis tanah( sebanyak 3 jenis tanah )
- Variasikan kedalaman elektroda batang untuk setiap jenis tanah
- Variasikan jarak elektroda batang untuk setiap jenis tanah dan kedalaman.


Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

JURNAL PRAKTIKUM
NAMA :
KELOMPOK :
MODUL :
HARI/TANGGAL :
Tanah liat
Tabel 4.1 Kedalaman 1
Tanah liat

Jarak 5 ()

Jarak 10 ()





Tabel 4.2 Kedalaman 2
Tanah liat Jarak 5 ()

Jarak 10 ()




Tanah pasir
Tabel 4.3 Kedalaman 1
Tanah pasir Jarak 5

Jarak 10





Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Tabel 4.4 Kedalaman 2
Tanah pasir Jarak 5

Jarak 10




Tanah rawa
Tabel 4.5 Kedalaman 1
Tanah rawa Jarak 5

Jarak 10




Tabel 4.6 Kedalaman 2
Tanah rawa Jarak 5

Jarak 10




Bengkulu,
Asisten



(_______________________)

Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Lampiran 1
FORMAT LAPORAN
1. Laporan Awal:
Terdiri atas:
i) Cover (lampiran 2)
ii) Isi:
1) Judul percobaan
2) Tujuan Percobaan
3) Dasar Teori
4) Peralatan
5) Prosedur Percobaan
iii) Lampiran:
1) Tugas Pendahuluan

2. Laporan Akhir:
Terdiri atas:
i) Cover (lampiran 3)
ii) Isi:
1) Judul percobaan
2) Tujuan Percobaan
3) Dasar Teori
4) Peralatan
5) Prosedur Percobaan

6) Data Hasil Percobaan
7) Hasil Perhitungan
8) Analisa dan Pembahasan
9) Kesimpulan dan Saran
10) Daftar Pustaka
iii) Lampiran:
1) Rangkaian Percobaan
2) Hasil simulai EWB
3) Tugas Pendahuluan

4) Jurnal Praktikum
5) Lembar Asistensi
(lampiran 4)
Laporan awal dan Laporan akhir ditulis tangan dan menggunakan kertas A4 tanpa garis bantu,
dengan margin:
(a) Atas : 3 cm
(b) bawah: 3 cm

(c) kiri : 4 cm
(d) kanan: 2.5 cm








Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Lampiran 2
Cover
LAPORAN AWAL
TNR 12, Reg
PRAKTIKUM METODE PENGUKURAN LISTRIK
TNR 14, Bold

MODUL :
JUDUL : TNR 12, Bold
TANGGAL :



NAMA :
NPM :
KELOMPOK : TNR 12, Reg
REKAN KERJA : 1.
2.
3.
4.

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK TNR 14, Bold
UNIVERSITAS BENGKULU
2 0 1 4



Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Lampiran 3
Cover
LAPORAN AKHIR
TNR 12, Reg
PRAKTIKUM METODE PENGUKURAN LISTRIK
TNR 14, Bold
MODUL :
JUDUL : TNR 12, Bold
TANGGAL :
ASISTEN :



NAMA :
NPM :
KELOMPOK : TNR 12, Reg
REKAN KERJA : 1.
2.
3.
4.

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK TNR 14, Bold
UNIVERSITAS BENGKULU
2 0 1 4
Penuntun Praktikum Metode Pengukuran Listrik

Lampiran 4
LEMBAR ASISTENSI

Nama :
NPM :
Kelompok :

Tanggal Evaluasi Paraf









Bengkulu, Mei 2014
Asisten

( )