Anda di halaman 1dari 45

PENCAPAIAN MDG 4 DAN 5

Direktorat Bina Kesehatan Ibu


Disampaikan pada: Pertemuan Evaluasi Program KIA Provinsi Lampung Bandar Lampung, 22 April 2014

ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN


RPJMN I 2005 -2009
Bangkes diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu yankes

RPJMN II 2010-2014
Akses masyarakat thp yankes yang berkualitas telah lebih berkembang dan meningkat

RPJMN III 2015 -2019


Akses masyarakat terhadap yankes yang berkualitas telah mulai mantap

RPJMN IV 2020 -2025


Kes masyarakat thp yankes yang berkualitas telah menjangkau dan merata di seluruh wilayah Indonesia

KURATIFREHABILITATIF

PROMOTIF - PREVENTIF

VISI: MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN

Arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif bergerak ke arah promotif, preventif sesuai kondisi dan kebutuhan

SISTEM KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI LANDASAN PIKIR RPJMN 2015-2019


Manajemen Kesehatan

SDM K
Farmasi, Alkes dan Makanan Litbang Pemberdayaan Masyarakat Derajat Kesehatan Perlindungan finansial Responsiveness yankes

Upaya Kesehatan

(Perpres No 72/2012)
Pembiayaan Kesehatan (termasuk JKN)
3

LIFE CYCLE APPROACH DALAM PEMBANGUNAN KESEHATAN


1. IBU HAMIL
INTERVENSI
PROMOTIFPREVENTIF;

7. LANSIA

2. BAYI

6. USIA PRODUKTIF

KURATIFREHABILITATI F

3. BALITA

5. REMAJA

4. USIA SEKOLAH
4

PEMBANGUNAN KESEHATAN DI ERA JKN


Akses masyarakat terhadap yankes yang berkualitas telah mulai mantap

KURATIFREHABILITATIF

1. IBU HAMIL

7. LANSIA

Screening bayi baru 2. BAYI lahir

Imunisasi, vit A, PMT

6. USIA PRODUKTIF Kesja 5. REMAJA

VISI

PROMOTIF - PREVENTIF

3. BALITA UKS
4. USIA SEKOLAH

Kespro

AGENDA PASCA MDG 2015


1 2 3 4 Mengakhiri Kemiskinan

Memberdayakan Anak Perempuan, Kaum Perempuan dan Pencapaian Kesetaraan Gender


Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Penerapan Belajar Seumur Hidup Menjamin Hidup Sehat

5
6 7 8 9 10

Menjamin Ketahanan Pangan dan Gizi Baik


Menjamin Tersedianya Akses Air Bersih dan Sanitasi Membangun Ketahanan Energi Berkelanjutan Menciptakan Lapangan Kerja, Penghidupan Berkelanjutan, dan Pertumbuhan Berkeadilan Mengelola Aset Sumber Daya Alam secara Berkelanjutan Meningkatkan Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik dan efektif

11
12

Menjamin Kehidupan Bermasyarakat yang Aman dan Damai


Menciptakan Lingkungan Global yang Kondusif sebagai Katalisator Pembiayaan Jangka Panjang

CAPAIAN RPJMN 2010-2014


NO
1 2

INDIKATOR Umur harapan hidup waktu lahir (tahun) Angka kematian ibu melahirkan per 100.000
kelahiran hidup

STATUS AWAL (2009)

CAPAIAN
2011 2012

2013

TARGE T 2014

STATU S

70,7 228*

71,1 n.a 86,3 8 34 n.a n.a

71,1 359*

n.a n.a

72,0 118

2 3 2 3 2 3 3 2 3 2
7

3
4 5 6 7 8 9 10

Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih

84,3
34 18,4 2,6 47,7 0,16 1,85 49

88,64 86,9*** 32 n.a 2,6 n.a 19,6*** n.a

90
24 <15,0 2,1 68 <0,5 1 80,10

Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup Prevalensi kekurangan gizi (gizi kurang dan gizi
buruk) pada anak balita
Total Fertility Rate (TFR): Angka Kelahiran Total (per perempuan usia reproduksi )

Persentase rumah tangga dengan akses air

minum yang layak Prevalensi kasus HIV pada penduduk usia 15 49 th


Annual Parasite Incidence- (API) malaria Persentase penduduk yang memiliki jaminan

55,04 41,66 66,8*** 0,30 1,75 63,1 0,32 1,69 66,82 0,43 1,38 n.a

kesehatan

Keterangan : *) SDKI **) SP, *** Riskesdas 2013

Situasi Kesehatan Ibu

1-May-14

Sumber : Trend Maternal Mortality 1990-2010, WHO-UNICEF,UNFPA, World Bank Estimate

MMR dari 180 Negara, per 100.000 Kelahiran, Tahun 2010

TRAGIS

Jika AKI = 220 /100.000 Maka, Jumlah ibu yang meninggal 1 tahun = AKI x Jumlah Kelahiran hidup = (220/100.000)x 4,5 juta = 9.900 Jumlah pesawat,@ 400 penumpang = 9.900/400 =

25 pesawat

Di Indonesia setiap tahun ada 25 pesawat Boeing 777 Jatuh @ 400 penumpang Ibu hamil/melahirkan
11

TARGET 5A : MENGURANGI ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DALAM KURUN WAKTU 1990 & 2015TARGET 5B : AKSES SEMESTA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI TAHUN 2015 Indikator 5.1. Angka Kematian Ibu (AKI) per 100,000 kelahiran hidup : Acuan Dasar Saat Ini 359 (SDKI 2012) 83,1% , (SDKI, 2012)
57.90% (SDKI 2012)

RPJMN MDGs (2014) (2015)


118 102

Status

390 (1991)

5.2. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Terlatih


5.3. CPR wanita yang menikah usia 15-49, metode modern:

40.70% (1992)

90%

90%

47.10% (SDKI 2007)

65%

65%

5.5.

Cakupan pelayanan Antenatal Kunjungan pertama Kunjungan minimal 4 kali

75.00% 56.00% (SDKI 2007) 12.70% (SDKI 2007)

95,7% 73,5% (SDKI 2012) 8.5% (SDKI 2012)

100% 95%

95% 90%

5.6.

Unmet need KB :

5%
12

TARGET 5B : AKSES SEMESTA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI TAHUN 2015


Indikator Acuan Dasar Saat ini

Target RPJMN (2014)

Target MDGs (2015)

Status

5.3.

Tingkat pemakaian kontrasepsi/ contraceptive prevalence rate (CPR) wanita yang menikah usia 15-49, metode modern:

47.10% (SDKI 2007)

57.90% (SDKI 2012)

65%

65%

5.5.

Cakupan pelayanan Antenatal (kunjungan pertama dan kunjungan minimal 4 kali ANC): Kunjungan pertama Kunjungan minimal 4 kali

75.00% 56.00% (SDKI 2007)

95,7% 73,5% (SDKI 2012)

100% 95%

95% 90%

5.6.

Unmet need KB :

12.70% (SDKI 2007)

8.5% (SDKI 2012)

5%
13

JUMLAH KEMATIAN IBU 2012 - NOVEMBER 2013


900 800 781

700

675

600 514 500

582

50% kematian (2.453 kasus 2012) (1.483 Kasus 2013) 25% kematian (1.280 kasus - 2012) ( 849 kasus 2013)

419 400 290 237 200

300

25% kematian (1.253 kasus - 2012) ( 719 kasus 2013)

100

195 178 172 170 158 151 143 140 137 142 125 118 107 106 103 101 100 100 86 88 50 79 75 86 84 81 77 69 73 74 67 60 65 63 59 56 55 60 51 39 38 49 47 46 40 38 37 31 31 20 26 23 23 40 26 27 26 17 11

kesehatanData Ibu : Data Rutin Kesehatan Ibu 2013 Sumber

Sumber : Data rutin direktorat Bina

PENYEBAB KEMATIAN IBU

Sumber : Data rutin direktorat Bina kesehatan Ibu

Dimana Ibu Meninggal ???

DI RUMAH SAKIT
1. Kesiapan Petugas 2. Ketersediaan Bahan & Alat 3. Sikap Petugas 4. Biaya 1. Kesiapan Petugas 2. Ketersediaan Bahan & Alat 3. Sikap Petugas

DI PUSKESMAS

1. Sarana Transportasi 2. Tingkat Kesulitan 3. Waktu Tempuh

DI RUMAH

1. Keputusan Keluarga Pengetahuan Ketersediaan Biaya Kesibukan Keluarga Sosial Budaya 2. Ketersediaan Transportasi

TERLAMBAT

Karakteristik Ibu Meninggal

Sumber : Kajian Lanjut hasil SP 2010

Persen Ibu Meninggal Menurut Umur dan Jumlah Anak


100.0

92.0

80.0

Persen

60.0 46.7 40.0 39.3 36.4

58.0
<20 tahun 20-34 tahun 35+ tahun

20.0 5.7 0.0 anak <=1


Analisis Lanjut SP 2010

14.0 7.8 0.2 anak 2-3 anak 4+

ANGKA KELAHIRAN TOTAL


SASARAN INDIKATOR STATUS

Menurunkan Angka Kelahiran Total (TFR) menjadi 2,1 per wanita usia reproduksi (15-49 tahun) pada tahun 2014.

Angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR)

Target RPJMN 2014: TFR = 2,1 Sangat Sulit Tercapai

Angka TFR ini stagnan dalam 3 periode pemantauan SDKI (2002, 2007, 2012) Target 2,1 untuk tahun 2014 (RPJMN) diperkirakan akan sangat sulit tercapai

Sumber: BPS, SDKI 1991 - 2012

CAPAIAN INDIKATOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP TFR


ASFR 15-19 th masih tinggi, CPR naik tidak signifikan, Unmet Need hanya turun sedikit

Angka Kelahiran Total (TFR) Stagnan selama 10 tahun terakhir, dikarenakan:


Kepesertaan ber-KB (CPR) hanya meningkat 0,5 % dalam kurun waktu 5 tahun Masih tingginya angka ASFR 15-19 tahun yaitu 48 /1.000 wanita Masih tingginya Unmet Need , yaitu 8,5 %
CPR
54.7 49.7 52.1 47.1 54.7 57.4 60.3 56.7 61.4 57.4 61.9 57.9
14 12 10 8 6 4 2 0

ASFR 15 19 TH 67 61 62

51

51

48

Target RPJMN 2014: ASFR = 30 Sangat Sulit Tercapai

Unmet need
12.7
10.6 9.2 8.6 9.1 8.5

Target RPJMN 2014: CPR = 65 Sangat Sulit Tercapai

Target RPJMN 2014: Unmet Need = 5 Sangat Sulit Tercapai

1991

1994

1997

2002

2007

2012

Sumber: BPS, SDKI 1991 - 2012

Sumber : SDKI

MKJP DAN NON-MKJP


Non-MKJP
Putus cara tinggi (20-40%) Cara pemberian relatif mudah CYP: 1-3 bulan

Non-MKJP
Tingkat kelangsungan tinggi (90-94%) Cara pemberian relatif sulit (perlu ketrampilan profesional) CYP: 3-5 th

PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA


Women Reseach Institute : - Pada tahun 2011 terdapat 18.915 kelahiran di Kabupaten Lombok Tengah, dimana sekitar 10% terjadi pada remaja perempuan dengan rentang usia 14-19 tahun - Kab. Gunung Kidul, pernikahan dini yang terdaftar di KUA pada tahun 2010 adalah 80 perkawinan dan meningkat menjadi 145 perkawinan pada tahun 2011

KEHAMILAN DAN KELAHIRAN PADA USIA REMAJA

Hasil Penelitian dari Australian National University (ANU) & Puslitkes UI tahun 2010/2011 di Jakarta, Tangerang dan Bekasi: Dari 3006 responden usia 17-24 th, sebanyak 20,9% mengaku pernah hamil dan melahirkan sebelum menikah

Dibanding tahun 2007 terjadi peningkatan bumil KEK

Problem dalam Mencapai Fasyankes Saat Persalinan


25.1 SDKI 2007 SDKI 2012 22.8

15.3

15.2 13.3 12.1 10.6 10.5 5.1

5.4 4.2

Mendapat Mendapat Jarak dari Tidak mau ijin biaya Fasyankes pergi sendiri
27

Faktor yang menjadi hambatan dalam menekan MMR di Indonesia


1-May-14

Faktor yang menjadi Hambatan


Kepesertaan ber-KB (CPR) hanya meningkat 0,5 % dalam kurun waktu 5 tahun Masih tingginya Unmet Need , yaitu 8,5 % Masih tingginya Fertility Rate pada remaja Masih banyak remaja, WUS, ibu hamil yang mempunyai masalah gizi (anemia defisiensi Fe, KEK) Kualitas pelayanan kesehatan ibu masih belum optimal. Terbatasnya ketersediaan dan distribusi sumber daya strategis untuk kesehatan ibu Masih adanya tenaga yang baru lulus yang belum siap pakai Pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu masih cukup rendah

Solusi untuk menekan laju MMR di Indonesia

1-May-14

CONTINUUM OF CARE
Upaya promotif dan preventif di hulu sama pentingnya dengan yang dihilir

Pelayanan bagi anak SMP/A & remaja Pelayanan bagi anak SD Pelayanan bagi balita
Kespro remaja Konseling: Gizi HIV/AIDS, NAPZA dll Fe

Pemeriksaan Kehamilan Pelayanan PUS & WUS

Pelayanan Persalinan, bagi bayi nifas & neonatal

Penjaringan Bln Imunisasi Anak Sekolah Upaya Kes Sklh PMT Pemantauan pertumbuhan & perkembangan PMT

Konseling Kespro Pelayanan KB KIE Kespro Catin PKRT

P4K Buku KIA ANC terpadu (Gizi, ATM, PTM, IMS, Imm) Kelas Ibu Hamil PONED & PONEK Jejaring Rujukan AMP/SKI

APN (Aktif Kala III) Inisiasi Menyusu Dini Rumah Tunggu Kemitraan Bidan Dukun KB pasca persalinan PONED-PONEK Jejaring Rujukan AMP/SKI

ASI eksklusif Imunisasi dasar lengkap Pemberian makan Penimbangan Vit A MTBS

31

Rencana Aksi Percepatan Penurunan AKI 2012 - 2015


Program Utama: Tantangan : 1.Akses masyarakat ke fasyankes sudah membaik tetapi cakupan dan kualitas belum optimal 2.Terbatasnya ketersediaan sumber daya strategis utk kesehatan ibu dan neonatal

Strategi:
1.Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan ibu 2.Peningkatan peran pemerintah daerah dan swasta dalam upaya kesehatan ibu 3.Pemberdayaan keluarga dan masyarakat
AKI 102/100.000 KH (2015)

3.Rendahnya pengetahuan & kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu

1. Penjaminan kompetensi Bidan di desa sesuai standar 2.Penjaminan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan mampu pertolongan persalinan 24/7 sesuai standar 3.Penjaminan seluruh RS Kabupaten/ Kota mampu PONEK 24/7 sesuai standar 4.Penjaminan terlaksananya rujukan efektif pada kasus komplikasi 5.Penjaminan dukungan PEMDA thd regulasi yang dapat mendukung secara efektif pelaksanaan Program 6.Peningkatan Kemitraan dg Lintas Sektor dan Swasta 7.Peningkatan pemahaman dan pelaksanaan program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di masyarakat

UPAYA PRIORITAS DALAM PENURUNAN AKI Upaya Prioritas Tahun 2011-2014 S/D TAHUN 2013
Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan antenatal (Pemantapan Pelaksanaan Pelayanan Antenatal sesuai
standar termasuk Antenatal Terpadu; Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil) Peningkatan pelayanan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (Pemantapan APN;MAK III; Pengembangan Kemitraan Bidan Dukun; Rumah Tunggu) Prioritas Peningkatan pelayanan pencegahan komplikasi kebidanan (Penguatan pelaksanaan PONED; PONEK; P4K; Penguatan Sistem Rujukan) Pelayanan KB berkualitas, terutama KB pasca persalinan (Peningkatan Pelaksanaan KB Pasca Salin dan penggunaan MKJP) Peningkatan pelayanan kesehatan reproduksi terpadu responsif gender (Peningkatan pendidikan kespro remaja, Peningkatan Kespro Catin, dll) Penguatan Manajemen Program Kesehatan Ibu (Penguatan PWS KIA, AMP, Sufas)

34

Kerangka Percepatan MDGs

Kerangka Percepatan MDGs


RAKERKESNAS 2013

TAHAP II

TAHAP III

HASIL MIDTERM RPJMN 2010-2014 TERKAIT MDGs:: 3 ON THE TRACK, 4 PERLU KERJA KERAS, 5 PERLU EKSTRA KERJA KERAS

PENJABARAN HSL RAKERKESNAS SINERGISME PERENCANAAN& & PELAKSANAAN: o ANTAR UNIT UTAMA oPROVINSI oKAB/KOTA

PERSIAPAN INTEGRASI PELAKSANAAN:

KESEPAKATAN PERCEPATAN MDG

perPE
PENETAPAN LOKUS : 9 PROV, 64 KAB/KOTA (Tahap I) PELAKSANAAN KEGIATAN DI DAERAH

SUSUAN PRIORITAS SASARAN&PROGRAM

ADVOKASI, PENDAMPINGAN & MONEV

TAHAP I

TAHAP IV

POLA PENTAHAPAN PROVINSI


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tahun 1 Sumut Sumsel Lampung DKI Banten Jabar Jateng Jatim NTT Sulsel
MDGs UP4B
37

Tahun 2 Kepri Jogja NTB Bali Kalbar Sultra

Tahun 3 Aceh Babel Kalsel Sulut Sulbar Kaltim

Tahun 4 Sumbar Riau Bengkulu Kalteng Kaltim Maluku

Tahun 5 Jambi GTO Malut Papua Papua Barat Kaltara

UPAYA TEROBOSAN
1. Bantuan Operasional

Kesehatan (BOK) 2. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

38

No
1 2 3 4 5 6 7

Kabupaten
Bandar Lampung
Lampung Tengah Lampung Selatan Lampung Timur Lampung Barat Tulang Bawang

Lampung Utara

Ket. Simbol :

Kab. Fokus

K1
ID Kab KABUPATEN / KOTA Bumil BULIN PUS abs 1 2 3 4 5 6 7 Lampung Barat Lampung Selatan Lampung Timur Lampung Tengah Lampung Utara Tulang Bawang Bandar Lampung 6,432 22,456 25,354 30,214 13,059 8,444 21,202 6,140 21,435 24,202 28,841 12,466 8,060 19,407 50,979 162,173 137,901 212,248 83,944 68,683 110,707 6,317 21,732 24,448 27,771 11,528 7,700 20,153 % 98.21 96.78 96.43 91.91 88.28 91.19 95.05 PK abs 1,114 2,351 3,947 4,001 1,123 % 90.72 54.84 81.54 69.36 45.04 abs 5,693 20,449 23,123 27,130 10,480 7,385 18,945

K4
% 88.51 91.06 91.20 89.79 80.25 87.46 89.35 abs 5,412 19,249 21,168 24,699 10,430 7,498 17,558 KF3 abs 5,034 18,809 21,326 24,589 8,618 % 81.99 87.75 88.12 85.26 69.13

PN
% 88.14 89.80 87.46 85.64 83.67 93.03 90.47 KB AKTIF abs 29,598 124,685 108,792 167,567 70,239 % 58.06 76.88 78.89 78.95 83.67

ID Kab 1 2 3 4 5

KABUPATEN / KOTA Lampung Barat Lampung Selatan Lampung Timur Lampung Tengah Lampung Utara

BULIN 6,140 21,435 24,202 28,841 12,466

PUS 50,979 162,173 137,901 212,248 83,944

PN DI FASYANKES abs 1,624 19,249 20,737 21,582 6,507 % 26.44 89.80 85.68 74.83 52.20

6
7

Tulang Bawang
Bandar Lampung

8,060
19,407

68,683
110,707 17,558 90.47

1,514
2,214

93.92
57.04

7,114
16,591

88.26
85.49

33,710
42,281

49.08
38.19

NO 1 2

KABUPATEN Kota Bandar Lampung Kab. Lampung Tengah

KEGIATAN Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Sufas Peningkatan Cakupan dan Kualitas Yan KB

PERTEMUAN PENGADAAN PERJADIN PELATIHAN


X X X X X X X X X X X X X X X

Kab. Lampung Selatan

Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Fasilitasi dan Supervisi bagi Kabupaten dengan Jumlah Kematian Ibu Tinggi

Kab. Lampung Timur

Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Pertemuan Peningkatan Penggunaan MKJP

Kab. Lampung Barat

Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Supervisi/Fasilitasi Kab/Kota dalam Pelayanan Kesehatan Maternal dengan Pencegahan Komplikasi Upaya Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu di Daerah Penyumbang Kematian Ibu Tinggi (Regional DKI Jakarta) Pertemuan Evaluasi Program Kes Ibu Peningkatan Peran Serta Masyarakat, LP/LS dalam Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Pengembangan Surveilans Kematian Ibu yang Terintegrasi dengan Pelaksanaan AMP Kab/Kota Peningkatan kapasitas pengelola program dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di Bandung Supervisi dan Fasilitasi Daerah tentang Peningkatan Cakupan dan Kualitas Pelayanan Antenatal

6 7

Kab. Tulang Bawang Lampung Utara (Belum Ditentukan) (Belum Ditentukan) (belum ditentukan) (belum ditentukan)

Langkah langkah percepatan

1-May-14

LANGKAH-LANGKAH PERCEPATAN PENCAPAIAN MDGS DAN PEMANTAPAN RPJMN 2015-2019


Percepatan Pencapaian MDGs 2015
1. Identifikasi prioritas masalah Daerah 2. Identifikasi prioritas upaya 3. Optimalisasi sumber daya 4. Sinergitas Pusat-Daerah 5. Penguatan sistem pelayanan kesehatan (HSS) 6. Promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, & UKBM 7. Fokus pada upaya di hulu (UKS, kespro) 8. Pengembangan kemitraan dgn lintas sektor

Pemantapan RPJMN 2015-2019

43

ISU STRATEGIS DAN RANCANGAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN 2015-2019


ISU STRATEGIS
KEBIJAKAN
1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja dan lansia 2. Meningkatkan akses thd pelayanan gizi masy. 3. Meningkatkan pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan 4. Meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan dan kualitas farmasi, alkes 5. Meningkatkan pengawasan obat dan makanan 6. Meningkatkan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 7. Mengembangkan Jaminan Kesehatan Nasional 8. Meningkatkan ketersediaan, penyebaran dan kualitas sumber daya manusia kesehatan 9. Mengembangkan pelayanan kesehatan primer 10.Menguatkan pelayanan kesehatan rujukan yang berkualitas 11.Menguatkan manajemen dan sistem informasi kesehatan 12.Meningkatkan efektifitas pembiayaan kesehatan

Peningkatan Status Kesehatan pada setiap kelompok usia

Peningkatkan Status Gizi


Pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM) & Penyehatan lingkungan

Penguatan Sistem Kesehatan


Peningkatan Akses Yankes

44

45