Anda di halaman 1dari 19

What is therapeutic

communication?

Northouse (1998) ; komunikasi terapeutik adalah kemampuan perawat
untuk mambantu klien beradaptasi terhadap stress, mengatasi gangguan
psikologis dan belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain
Potter Perry (2000); komunikasi terapeutik adalah proses dimana ners
menggunakaan pendekatan terencana dalam mempelajari klien
Kesimpulan ; komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang dilakukan
atau yang dirancang untuk terapi. Seorang perawat (helper) dapat
membantu klien mengatasi masalah yang dihadaapinya melalui
komunikasi.

GOALS

Menurut Suryani (2005) komunikasi terapeutik bertujuan untuk
mengembangkan pribadi klien kearah lebih positif atau adaptif dan diarahkan
pada pertumbuhan klien yang meliputi :
1. Realisasi diri
2. Kemampuan membina hubungan interpersonal yang tidak superficial dan
saling bergantung dengan orang lain dan mandiri.
3. Peningkatan fungsi dan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta
mencapai tujuan yang realitas .
4. Rasa identitas personal yang jelas dan peningkatan integritas diri.

PRINSIP DASAR KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Hubungan perawat denfan klien adalah hubungan terapeutik yang saling
menguntungkan
Prinsip yang sama dengan komunikasi interpersonal De Vito
Kualitas hubungan perawat klien ditentukan oleh bagaimana perawat
mendefinisikann dirinya sebagai manusia (human)
Perawat menggunakan dirinya dengan teknik pendekatan yang khusus untuk
member pengertian dan merubah prilaku klien
Klien Perawat harus menghargai keunikan klien. Krena itu perawat perlu
mamahami perasaan dan prilaku dengan melihat latar belakang
Komunikasi yang dilakukan harus dapat menjaga harga diri pemberi maupun
penerima pesan
Trust harus dicapai terlebih dahulu sebelum identifikasi masalah dan
alternative problem solving
Trust adalah kunci dari komunikasi terapeutik
KARAKTERISTIK HELPER YANG MEMFASILITASI TUMBUHNYA HUBUNGAN
TERAPEUTIK
Menurut Roger, terdapat beberapa karakteristik dari seorang perawat yang
dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan yang terapeutik. Karakteristik
tersebut antara lain : (suryani 2005)
Kejujuran (trustworthy)
Tidak membingungkan dan cukup ekspresif.
Bersikap positif
Empati bukan simpati
Mampu melihat permasalahan klien dari kacamata klien.
Menerima klien apa adanya.
Sensitif terhadap perasaan klien.
Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri perawat
sendiri.
KEBERHASILAN KOMUNIKASI
untuk mencapai keberhasilan komunikasi terapeutik dalam hubungan
perawat dan klien, kredibilitas perawat sebagai komunikator akan
menentukan keberhasilan hubungan yang terapeutik.
Hal-hal yang dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan ini kadang
muncul dari perawat itu sendiri, diantaranya adalah:
Tingkah laku perawat
Perawatan yang berorientasi Rumah Sakit
Perawat kurang tanggap terhadap kebutuhan, keluhan-keluhan, serta
kurang memperhatikan apa yang dirasakan oleh klien sehingga
menghambat hubungan baik.


F. PERBEDAAN HUBUNGAN SOSIAL DENGAN
HUBUNGAN TERAPEUTIK

Komponen Hubungan Hubungan Sosial Hubungan Terapeutik
Saling membuka diri bervariasi Klien: membuka diri
Perawat: membuka diri dalam rangka
menanggapi saja
Fokus percakapan Tidak dikenal oleh partisipan Dikenal oleh perawat dan klien
Topik yang tepat Sosial, bisnis, umum dan tidak pribadi Pribadi dan berhubungan dengan perawat
dan klien
Hubungan pengalaman dengan topik
percakapan
Tidak terkait dan menggunakan
pengetahuan yang tidak berhubungan
Ada keterlibatan dan menggunakan
pengetahuan yang berkaitan
Orientasi waktu Masa lalu dan masa mendatang Sekarang
Pengungkapan perasaan Ungkapan perasaan dihindari Ungkapan perasaan didorong oleh perawat
Pengakuan harkat individu Tidak diakui Sangat diakui
TEKNIK KOMUNIKASI TERAPEUTIK

Tehnik komunikasi berikut ini, terutama penggunaan referensi dari Shives (1994), Struat dan
Sundeen (1950) dan Wilson dan Kneisl (1920), yaitu:
Mendengarkan (listening)
Bertanya
Penerimaan
Mengulang (restating)
Klarifikasi
Refleksi
Memfokuskan (focusing)
Diam (silent)
Memberikan informasi (informing)
Menyimpulkan (Summerizing)
Eksplorasi
Membagi persepsi (sharing perception)
Identifikasi tema
Menganjurkan untuk meneruskan pembicaraan
Humor
Memberikan pujian

TEKNIK KOMUNIKASI YANG KURANG TEPAT
Memberi jaminan
Memberikan penilaian:tehnik iniberkaitan dengan kemampuan perawat
dalam memahami dan mengklarifikasi nilai-nilai yang dianutnya.
Memberikan komentar klise
Memberi saran
mengubah pokok pembicaraan.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA KELOMPOK
KHUSUS

KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA
Belum ada
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK

Dalam melakukan komunikasi pada anak perawat perawat perlu
memperhatikan berbagai aspek antaranya adalah usia tumbuh kembang
anak, cara berkomunikasi dengan anak, tahapan dalam berkomunikasi
dengan anak serta peran orang tua dalam membantu proses komunikasi
dengan anak sehingga bisa didapatkan informasi yang benar dan kuat.
Komunikasi Dengan Anak Sesuai Tumbuh Kembang
Bayi (0-1 tahun)
Toddler dan Pra sekolah (1-2,5 tahun dan 2,5-5 tahun)
Usia sekolah
. Usia Remaja (11-18 tahun)



Cara Komunikasi Dengan Anak
Bercerita
Memfasilitasi
Bibliografi
Meminta untuk menyebutkan keinginan
Pilihan pro dan kontra
Penggunanaan skala
Menulis
Menggambar
bermain

Pilihan pro dan kontra


KOMUNIKASI TERAPEUIK PADA
LANSIA

Ketrampilan Komunikasi Terapeutik pada Lansia
Membina trust
Menggunakan pertanyaan terbuka
Mendorong klien untuk berbicara
Diam (silent)
Empati
Perawat harus cermat
Perawat tidak boleh berasumsi
Listening
Tempat wawancara
Lingkungan
Perawat mengonsultasikan hasil wawancara pada keluarga klien
Memperhatikan kondisi fisik klien


Komunikasi terapeutik pada tuna
rungu
Komunukasi\
Masalah
Cara
PENGGUNAAN DIRI SECARA EFEKTIF DALAM KOMUNIKASI
TERAPEUTIK

Menghadirkan diri berarti perawat hadir secara utuh (fisik dan psikologis)
pada waktu berkomunikasi dengan klien.
A.KEHADIRAN FISIK
Haber (1982) mengiidentifikasikan lima cara menghadirkan diri secara
fisik,yaitu:
Berhadapan
Mempertahankan kontak mata
Membungkuk kearah klien
Mempertahankan sikap terbuka
Tetap relaks
B. Kehadiran Psikologis

Kehadiran psikologis dapat dibagi dalam dua dimensi yaitu dimensi respon
dan dimensi tindakan.


Tabel dimensi respon

TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK

TAHAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK:
A. PRAINTERAKSI
B. FASE ORIENTASI/PERKENALAN