Anda di halaman 1dari 33

Kelompok IV

PROGRAM STUDI GEOFISIKA JURUSAN FISIKA


FMIPA UH
2014

KELOMPOK 4
Jamaluddin

H221 12 011
Out line Materi
Definisi Sinyal Analog
dan Sinyal Digital

Bentuk gelombang
Sinyal Analog dan sinyal
Digital

Sumber Sinyal Analog
dan Sinyal Digital

Pendahuluan
Sinyal merupakan besaran fisis yang berisikan
informasi dan merupakan fungsi waktu. Sinyal rentan
terhadap interfrensi yang terjadi, baik dari dalam
peralatan maupun dari luar. Dalam dunia elektronika
telekomunikasi dikenal dua jenis sinyal, yaitu:
1. Sinyal analog
2. Sinyal digital.


Sinyal Analog

Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk
gelombang yang yang kontinu, yang membawa
informasi dengan mengubah karakteristik
gelombang.

Sinyal analog adalah signal yang berupa
gelombang elektromagnetik dan bergerak atas
dasar fekuensi.


Dua parameter atau karakteristik terpenting yang
dimiliki oleh sinyal analog adalah amplitudo dan
frekuensi.

Gelombang pada sinyal analog yang umumnya
berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variabel
dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phasa [12].
1. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan
dari sinyal analog.
2. Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam
satuan detik.
3. Phasa adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat
tertentu.

Adapun sinyal analog seperti yang
digambarkan di bawah ini:

Kerugian pada sinyal sistem analog

signal analog akan menjadi lemah setelah
melewati jarak yang jauh. Selain bertambah
jauh signal analog juga memungut interferensi
elektrik atau noise dari dalam jalur .

Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka
diperlukan alat penguat signal yang disebut
amplifier


Sinyal Digital

Sinyal digital merupakan sinyal data dalam
bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai
besaran 0 dan 1.

Sistem digital merupakan bentuk sampling
dari sistem analog. Sinyal digital pada
dasarnya di kode-kan dalam bentuk biner
(atau Hexa).
Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang
unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog
yaitu :

1. Mampu mengirimkan informasi dengan
kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi
dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.

2. Penggunaan yang berulang ulang terhadap
informasi tidak mempengaruhi kualitas dan
kuantitas informsi itu sendiri.


3. Informasi dapat dengan mudah diproses
dan dimodifikasi ke dalam berbagai bentuk.

4. Dapat memproses informasi dalam jumlah
yang sangat besar dan mengirimnya secara
interaktif.

Adapun sinyal digital
Pengolahan sinyal digital memerlukan komponen-komponen
digital seperti: register, counter, decoder, mikroprosessor,
mikrokontroler dan sebagainya.
Kelebihan sinyal digital

1. untuk menyimpan hasil pengolahan, sinyal
digital lebih mudah dibandingkan sinyal
analog. Untuk menyimpan sinyal digital dapat
menggunakan media digital seperti CD, DVD,
Flash Disk, Hardisk. Sedangkan media
penyimpanan sinyal analog adalah pita tape
magnetik.


2. lebih kebal terhadap noise karena bekerja
pada level 0 dan 1.

3. lebih kebal terhadap perubahan
temperatur.

4. lebih mudah pemrosesannya.


Konsep Dasar ADC
(Analog to Digital Converter)


Parameter ADC
(Analog to Digital Converter)

a. Laju Pencuplikan (fs)

Berdasarkan teorema pencuplikan, jika
frekuensi tertinggi yang dimiliki suatu sinyal
analog xa(t) adalah fm dan sinyal tersebut
dicuplik dengan laju pencuplikan fs 2fm
Adapun kelebihan dari laju pencuplikan
oversampling adalah :

a. Dapat memperbaiki SNR (Signal-to-Noise
Ratio). Semakin tinggi laju pencuplikan fs
maka SNR akan menjadi lebih baik.

b. Konverter A/D oversampling tidak
membutuhkan lowpass filter (LPF) tingkat
tinggi, tetapi cukup dengan LPF yang
sederhana sebagai filter antialiasing

b. Signal-to-Noise Ratio (SNR)
Merupakan perbandingan antara
daya sinyal dan daya noise pada keluaran
konverter A/D.
c. Signal-to-Noise-and-
Distortion Ratio
(SNDR)
merupakan
perbandingan antara
daya sinyal dengan
jumlah daya noise dan
daya distorsi pada
keluaran ADC.


d. Dynamic Range (DR)
Dynamic Range dari sebuah konverter A/D merupakan
daerah amplitudo masukan yang menghasilkan SNR positif.


e. Integral Nonlinearity (INL)
Merupakan penyimpangan titik tengah kode (center code)
terhadap garis ideal pada karakteristik konverter A/D. Jika
seluruh titik tengah kode berada pada garis ideal, maka INL
bernilai nol.

f. Resolusi Bit (N)

Resolusi bit merupakan jumlah bit biner yang dibuat
untuk mempresentasikan setiap level tegangan pembanding
pada kuantisasi. Bit biner tersebut merupakan keluaran dari
konverter A/D.
g. Apertur Jitter (taj)

Apertur jitter atau disebut juga dengan time jitter
didefenisikan sebagai penyimpangan secara random waktu
pencuplikan kenyataannya (real) dari waktu pencuplikan yang
ideal.
h.Differential
Nonlinearity (DNL)

Merupakan
penyimpangan
(deviation) lebar
peralihan kode dari
lebar yang ideal

Modulasi Analog dan Modulasi Digital

Modulasi adalah proses penggabungan data
(sinyal informasi) yang akan dikirim dengan
gelombang pembawa, sehingga
memungkinkan sinyal tsb ditransmisikan
melalui communication channel.


1.Modulasi Analog
Amplitude Modulation (AM)
Amplitudo gelombang pembawa diubah-ubah sesuai bentuk
sinyal informasi

Frequency Modulation (FM)
Frekuensi gelombang pembawa diubah-ubah sesuai
bentuk sinyal informasi

Phase Modulation (PM)
Phase gelombang pembawa diubah-ubah sesuai bentuk sinyal
informasi Dipandang sebagai special case dari frequency
modulation

1.Modulasi Amplituda (AM)
Sinyal pembawa berupa gelombang sinus dengan persamaan
matematisnya:
Sinyal pemodulasi, untuk memudahkan analisa, diasumsikan
sebagai gelombang sinusoidal juga, dengan persamaan
matematisnya:
Sinyal AM, yakni sinyal hasil proses modulasi
amplituda, diturunkan dari :
2. Modulasi Frekuensi (FM)
Persamaan sinyal FM dapat dituliskan sebagai berikut:
2.Modulasi digital

Sinyal informasi hanya merepresentasikan dua keadaan
(1 atau 0)

Amplitude Shift Keying (ASK)
Sinyal informasi direpresentasikan dalam dua kondisi
perubahan amplitudo gelombang pembawa

Frequency Shift Keying (FSK)
Sinyal informasi direpresentasikan dalam perubahan
frekuensi gelombang pembawa

Phase Shift Keying (PSK)
Sinyal informasi direpresentasikan dalam perubahan phase
gelombang pembawa


Tujuan Modulasi

Memudahkan pemancaran (radiasi)

Penggeseran spektrum frekuensi sinyal dari
domain frekuensi rendah ke radio frequency
(RF) untuk dapat dipancarkan (apabila
communication channel berupa sistem radio)

Modulasi untuk multiplexing
Mentranslasikan sinyal ke spektrum frekuensi atau time
slot yang berbeda-beda untuk memungkinkan beberapa
sinyal ditransmisikan melalui channel yang sama.

Mengatasi keterbatasan perangkat
Perangkat untuk sinyal processing (filter,
amplifier) bekerja optimal pada frekuensi dan
bandwidth tertentu
Modulasi dapat digunakan untuk
mentranslasikan sinyal ke frekuensi yang sesuai
dengan kemampuan perangkat


Frequency assignment
Menentukan frekuensi kerja dari pemancar (radio, televisi
dsb)

Mengurangi noise dan interferensi
Efek dari noise dan interferensi dapat
diminimalisir dengan menggunakan type modulasi
tertentu dengan bandwidth yang lebih lebar dari
bandwidth sinyal
Ada trade-off antara pengurangan noise
dengan penambahan bandwidth