Anda di halaman 1dari 5

- 1 -

BAB I
SIFAT-SIFAT BAHAN TEKNIK
1.1 Pendahuluan
Sifat sifat dari suatu material atau bahan harus dikenali dengan baik agar dapat
memilih dan menggunakan bahan untuk digunakan secara keteknikan dengan tepat.
Sifat sifat ini tentunya sangat banyak macamnya. Dewasa ini terdapat berbagai jenis
bahan yang dapat digunakan sebagai bahan baku industri. Jenis-jenis yang beragam
kadang-kadang menyulitkan pemilihan yang tepat. Bahan yang satu mempunyai
keunggulan, misalnya ditinjau dari segi keuletan, lainnya terhadap korosi, mulur atau
suhu kerja yang tinggi namun cukup mahal. Oleh karena itu pemilihan sering tidak
semata-mata berdasarkan pertimbangan teknis tetapi pertimbangan ekonomis juga
memegang peranan yang sangat penting pula. Pemilihan bahan yang tepat pada
dasarnya merupakan kompromi antara berbagai sifat, lingkungan dan cara penggunaan
dan sampai dimana sifat bahan dapat memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Berbagai macam sifat-sifat bahan secara teknik dipertimbangkan dalam proses
pemilihan bahan. Sifat sifat tersebut dikelompokkan berdasarkan beberapa kelas
peninjauan, seperti secara fisik, mekanik, kimia dan lain sebagainya. Tentunya tidak
semua sifat tersebut perlu dipertimbangkan dalam dasar pemilihan bahan untuk suatu
keperluan tertentu. Bisa saja yang diperlukan dalam mempertimbangkan pemilihan
suatu bahan dilihat dari sifat fisik dan mekaniknya saja, atau sifat kimia dan
mekaniknya saja.
Dalam dunia keteknikan biasanya sifat yang mendominasi dan berperan penting dalam
dasar pemilihan bahan yang akan digunakan adalah sifat mekanik. Sifat lain seperti sifat
kimia, sifat thermal dan sifat fisik menjadi pendamping dari sifat mekaniknya. Seperti
sifat kimia, misalnya dalam hal ini adalah korosi. Korosi merupakan masalah yang
sangat serius dalam dunia teknik dan memerlukan suatu pembahasan tersendiri. Sifat
fisik seperti density (berat jenis) misalnya, kadang kadang juga perlu
dipertimbangkan. Sifat fisik lain seperti strukturmikro biasanya perlu dipelajari secara
khusus, karena strukturmikro ini berkaitan erat dengan sifat sifat lainnya. Seperti sifat
mekanik, yaitu kekuatan dan keuletan, dan juga sifat kimia, seperti tahan korosi, dan
lain sebagainya. Sifat lainnya seperti sifat thermal juga turut diperhitungkan. Misalkan
saja untuk komponen yang nantinya akan terkena panas tertentu, tentu saja sifat thermal
- 2 -
seperti panas jenis (specific heat), thermal conductivity, dan thermal expansion
seringkali harus tetap diperhitungkan.
1.2 Sifat Mekanik
Sifat-sifat mekanik material, merupakan salah satu faktor terpenting yang mendasari
pemilihan bahan dalam suatu perancangan. Sifat mekanik dapat diartikan sebagai
respon atau perilaku material terhadap pembebanan yang diberikan, dapat berupa
gaya, torsi atau gabungan keduanya. Dalam prakteknya pembebanan pada material
terbagi dua yaitu beban statik dan beban dinamik. Perbedaan antara keduanya hanya
pada fungsi waktu dimana beban statik tidak dipengaruhi oleh fungsi waktu sedangkan
beban dinamik dipengaruhi oleh fungsi waktu. Untuk mendapatkan sifat mekanik
material, biasanya dilakukan pengujian mekanik. Pengujian mekanik pada dasarnya
bersifat merusak (destructive test), dari pengujian tersebut akan dihasilkan kurva atau
data yang mencirikan keadaan dari material tersebut.
Setiap material yang diuji dibuat dalam bentuk sampel kecil atau spesimen. Spesimen
pengujian dapat mewakili seluruh material apabila berasal dari jenis, komposisi dan
perlakuan yang sama. Pengujian yang tepat hanya didapatkan pada material uji yang
memenuhi aspek ketepatan pengukuran, kemampuan mesin, kualitas atau jumlah cacat
pada material dan ketelitian dalam membuat spesimen. Sifat-sifat mekanik material
yang perlu diperhatikan:
1. Kekuatan (strength)
Merupakan kemampuan suatu material untuk menerima tegangan tanpa
menyebabkan material menjadi patah. Berdasarkan pada jenis beban yang bekerja,
kekuatan dibagi dalam beberapa macam yaitu kekuatan tarik, kekuatan geser,
kekuatan tekan, kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung.
2. Kekerasan (hardness)
Kekerasan didefinisikan sebagai kemampuan suatu bahan untuk tahan terhadap
penggoresan, pengikisan (abrasi), identasi atau penetrasi. Sifat ini berkaitan
dengan sifat tahan aus (wear resistance). Kekerasan juga mempunya korelasi
dengan kekuatan.
3. Kekakuan (stiffness)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menerima tegangan/beban tanpa
mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk (deformasi) atau defleksi. Dalam
beberapa hal kekakuan ini lebih penting daripada kekuatan.
- 3 -
4. Kekenyalan (elasticity)
Didefinisikan sebagai kemampuan meterial untuk menerima tegangan tanpa
mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang permanen setelah tegangan
dihilangkan. Bila suatu benda mengalami tegangan maka akan terjadi perubahan
bentuk. Apabila tegangan yang bekerja besarnya tidak melewati batas tertentu
maka perubahan bentuk yang terjadi hanya bersifat sementara, perubahan bentuk
tersebut akan hilang bersama dengan hilangnya tegangan yang diberikan. Akan
tetapi apabila tegangan yang bekerja telah melewati batas kemampuannya, maka
sebagian dari perubahan bentuk tersebut akan tetap ada walaupun tegangan yang
diberikan telah dihilangkan. Kekenyalan juga menyatakan seberapa banyak
perubahan bentuk elastis yang dapat terjadi sebelum perubahan bentuk yang
permanen mulai terjadi, atau dapat dikatakan dengan kata lain adalah kekenyalan
menyatakan kemampuan bahan untuk kembali ke bentuk dan ukuran semula
setelah menerima bebang yang menimbulkan deformasi.
5. Plastisitas (plasticity)
Adalah kemampuan material untuk mengalami sejumlah deformasi plastik
(permanen) tanpa mengakibatkan terjadinya kerusakan. Sifat ini sangat diperlukan
bagi bahan yang akan diproses dengan berbagai macam pembentukan seperti
forging, rolling, extruding dan lain sebagainya. Sifat ini juga sering disebut
sebagai keuletan (ductility). Bahan yang mampu mengalami deformasi plastik
cukup besar dikatakan sebagai bahan yang memiliki keuletan tinggi, bahan yang
ulet (ductile). Sebaliknya bahan yang tidak menunjukkan terjadinya deformasi
plastik dikatakan sebagai bahan yang mempunyai keuletan rendah atau getas
(brittle).
6. Keuletan (ductility)
Adalah sutu sifat material yang digambarkan seprti kabel dengan aplikasi
kekuatan tarik. Material ductile ini harus kuat dan lentur. Keuletan biasanya
diukur dengan suatu periode tertentu, persentase keregangan. Sifat ini biasanya
digunakan dalam bidan perteknikan, dan bahan yang memiliki sifat ini antara lain
besi lunak, tembaga, aluminium, nikel, dll.
7. Ketangguhan (toughness)
Menyatakan kemampuan bahan untuk menyerap sejumlah energi tanpa
mengakibatkan terjadinya kerusakan. Juga dapat dikatakan sebagai ukuran
banyaknya energi yang diperlukan untuk mematahkan suatu benda kerja, pada
- 4 -
suatu kondisi tertentu. Sifat ini dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga sifat ini
sulit diukur.
8. Kegetasan (brittleness)
Adalah suatu sifat bahan yang mempunyai sifat berlawanan dengan keuletan.
Kerapuhan ini merupakan suatu sifat pecah dari suatu material dengan sedikit
pergeseran permanent. Material yang rapuh ini juga menjadi sasaran pada beban
regang, tanpa memberi keregangan yang terlalu besar. Contoh bahan yang
memiliki sifat kerapuhan ini yaitu besi cor.
9. Kelelahan (fatigue)
Merupakan kecendrungan dari bahan untuk patah bila menerima tegangan
berulang ulang (cyclic stress) yang besarnya masih jauh dibawah batas kekuatan
elastiknya. Sebagian besar dari kerusakan yang terjadi pada komponen mesin
disebabkan oleh kelelahan ini. Karenanya kelelahan merupakan sifat yang sangat
penting, tetapi sifat ini juga sulit diukur karena sangat banyak faktor yang
mempengaruhinya.
10. Melar/ Mulur (creep)
Creep, atau bahasa lainnya merambat atau merangkak, merupakan kecenderungan
suatu logam untuk mengalami deformasi plastik yang besarnya berubah sesuai
dengan fungsi waktu, pada saat bahan atau komponen tersebut tadi menerima
beban yang besarnya relatif tetap.
Beberapa sifat mekanik diatas juga dapat dibedakan menurut cara pembebanannya,
yaitu :
a) Sifat mekanik statis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban statis yang
besarnya tetap atau bebannya mengalami perubahan yang lambat.
b) Sifat mekanik dinamis, yaitu sifat mekanik bahan terhadap beban dinamis yang
besar berubah ubah, atau dapat juga dikatakan mengejut. Ini perlu dibedakan
karena tingkah laku bahan mungkin berbeda terhadap cara pembebanan yang
berbeda.
1.3 Sifat Teknik (Teknologi)
Selanjutnya sifat yang sangat berperan dalam pemilihan material adalah sifat teknologi
yaitu kemampuan material untuk dibentuk atau diproses. Produk dengan kekuatan tinggi
dapat dibuat dibuat dengan proses pembentukan, misalnya dengan pengerolan atau
penempaan. Produk dengan bentuk yang rumit dapat dibuat dengan proses pengecoran.
- 5 -
Sifat-sifat teknologi diantaranya sifat mampu las, sifat mampu cor, sifat mampu mesin
dan sifat mampu bentuk.
1. Sifat mampu cor adalah sifat dapat dicairkan dan selanjutnya dituang sedemikian
rupa sehingga benda kerja bebas pori-pori dan gelembung. Besi tuang termasuk
mudah dituang, sebalinya baja sulit dituang.
2. Sifat mampu bentuk panas (sifat mampu tempa dan mampu roll) adalah
kemampuan bahan untuk berubah bentuk secara tetap oleh pengaruh beban dari luar
yang bekerja di atas batas suhu tertentu.
3. Sifat mampu bentuk dingin (membengkok, cetak dalam) adalah kemampuan bahan
untuk diubah kedalam bentuk yang telah ditentukan, tanpa pemberian panas.
4. Sifat mampu las adalah sifat bahan yang dapat disambung dengan caramencairkan
sebagian bahan itu. Baja dapat dilas dengan baik, sebaliknya besi tuang sulit dilas.
5. Sifat mampu mesin adalah kemampuan bahan untuk diubah kedalam bentuk yang
telah ditentukan dengan cara penyayatan. Bahan keras sulit dikerjakan dengan
penyayatan tatal sebab tahanan potongnya terlalu besar, sedangkan bahan lunak
juga sulit dikerjakan dengan penyayatan tatal karena cenderung melumuri alat
potong.
6. Sifat mampu keras adalah kemampuan bahan (khusus logam besi) untuk dinaikkan
kekerasan alaminya melalui perubahan struktur.
1.4 Sifat Fisik
Sifat ini juga penting dalam pemilihan material. Sifat fisik adalah kelakuan atau sifat-
sifat material yang bukan disebabkan oleh pembebanan seperti pengaruh pemanasan,
pendinginan dan pengaruh arus listrik yang lebih mengarah pada struktur material.
Merupakan sifat yang telah ada pada material, dapat dilihat secara langsung ataupun
dengan alat ukur. Contohnya adalah warna, massa jenis, dimensi, struktur atom dll.
Struktur material sangat erat hubungannya dengan sifat mekanik. Sifat mekanik dapat
diatur dengan serangkaian proses perlakukan fisik. Dengan adanya perlakuan fisik akan
membawa penyempurnaan dan pengembangan material bahkan penemuan material
baru. Jika sifat mekanik material merupakan sifat material terhadap pengaruh yang
berasal dari luar maka sifat fisik ditentukan oleh komposisi yang dikandung oleh
material itu sendiri.