Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN
Sirosis merupakan penyakit degeneratif berbahaya yang menyerang hati. Kerusakan yang
berat dapat mengakibatkan kegagalan fungsi hati yang berakhir pada kematian. Biaya yang
dikeluarkan untuk mengatasi hal ini cukup tinggi. Hal ini menimbulkan dampak kerugian pada
individu penderita sirosis hati pada khususnya dan Negara pada umumnya karena penurunan
produktivitas SDM.
1
Sirosis merupakan penyakit berbahaya karena hati merupakan organ yang penting. Hati
merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia dengan berat antara 1!!"1#!! gram atau $#%
berat badan pada orang de&asa normal. Hati merupakan organ esensial dalam men'aga tubuh
agar dapat berfungsi secara optimal. Hati berfungsi dalam menetralkan (racun) yang ada dalam
darah$ memproduksi agen immune untuk mengatasi infeksi dan menghancurkan kuman dan
bakteri dari dalam darah. Hati 'uga menghasilkan protein yang berperan dalam proses
pembekuan darah. Selain itu$ hati 'uga memproduksi empedu yang berperan dalam penyerapan
lemak dan vitamin"vitamin yang larut dalam lemak. Manusia tidak dapat hidup tanpa hati yang
berfungsi.
*
Di negara ma'u$ sirosis hati merupakan penyebab kematian terbesar ketiga pada pasien
yang berusia +# , +- tahun .setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker/. Diseluruh dunia sirosis
menempati urutan ke tu'uh penyebab kematian. Sekitar #.!!! orang meninggal setiap tahun
akibat penyakit ini. Sirosis hati merupakan penyakit hati yang sering ditemukan dalam ruang
pera&atan Bagian 0enyakit Dalam. 0era&atan di 1umah Sakit sebagian besar kasus terutama
ditu'ukan untuk mengatasi berbagai penyakit yang ditimbulkan seperti perdarahan saluran cerna
bagian atas$ koma peptikum$ hepatorenal sindrom$ dan asites$ Spontaneous bacterial peritonitis
serta Hepatosellular carsinoma.
*
2ngka ke'adian sirosis hati dari hasil autopsi sekitar $+% .!$3%"#$3%/ di Barat. 2ngka
ke'adian di 4ndonesia menun'ukkan pria lebih banyak menderita sirosis hati dari &anita ."+$# 5
1/$ terbanyak didapat pada dekade kelima. D Medan dalam kurun &aktu + tahun dari 1331$
1
pasien yang dira&at di bagian penyakit dalam$ didapatkan 116 pasien penyakit hati penyakit
hati .#%/. 0ada pengamatan secara klinis di'umpai 613 pasien sirosis hati .7$7%/. 0erbandingan
pria dan &anita $ 5 1. Dari hasil biopsi ternyata kekerapan sirosis mikro dan makronodular
hampir sama .1$- 5 1$*/ dengan umur rata"rata terbanyak antara golongan umur *! , #3 tahun
dengan puncaknya sekitar +! , +3 tahun.
$+
8e'ala klinis dari sirosis hati sangat bervariasi$ mulai dari tanpa ge'ala sampai dengan
ge'ala yang sangat 'elas. 2pabila diperhatikan$ laporan di negara ma'u$ maka kasus Sirosis hati
yang datang berobat ke dokter hanya kira"kira *!% dari seluruh populasi penyakit in$ dan lebih
kurang *!% lainnya ditemukan secara kebetulan ketika berobat untuk penyakit lain$ sisanya
ditemukan saat atopsi.

0enderita penyakit ini tidak dapat disembuhkan kecuali pada beberapa orang yang
men'alani transplantasi hati. 0enyakit ini berkembang secara perlahan dan pada stadium a&al$
penderita sirosis hati tampaknya sehat namun dalam dirinya terdapat )bom &aktu) yang pasti
pecah pada suatu saat.
1
Meskipun kelainan ini bersifat irreversible$ proses penurunan fungsi berlangsung secara
perlahan"lahan dan keluhan yang muncul dapat dikendalikan. 9alaupun terdapat berbagai
macam variasi kasus$ tetapi akhir dari sirosis hati adalah sama$ yaitu kegagalan fungsi hati
dengan berbagai macam komplikasinya.
1
BAB II
2
TINJAUAN PUSTAKA
SIROSIS HEPATIS
2.1 DEFINISI
4stilah Sirosis hati diberikan oleh :aence tahun 1613$ yang berasal dari kata Khirros yang
berarti kuning orange .orange yello&/$ karena perubahan &arna pada nodul ,nodul yang
terbentuk. 0engertian sirosis hati dapat dikatakan sebagai berikut yaitu suatu keadaan
disorganisassi yang difuse dari struktur hati yang normal akibat nodul regeneratif yang
dikelilingi 'aringan mengalami fibrosis.
1
Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis
hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan
pembentukan nodulus regeneratif.

Sirosis hati secara klinis di bagi men'adi sirosis hati kompensata yang berarti belum
adanya ge'ala klinis yang nyata dan sirosis hati dekompensata yang ditandai ge'ala"ge'ala dan
tanda"tanda klinis yang 'elas. Sirosis hati kompensata merupakan kelan'utan dari proses hepatitis
kronik dan pada satu tingkat tidak terlihat perbedaan secara klinis.

2.2 ETIOLOGI
2lkohol merupakan penyebab sirosis hati yang paling sering di'umpai di negara"negara
barat. Hal ini berhubungan erat dengan kebiasaan hidup masyarakat barat yang sering
mengkonsumsi alkohol. Namun$ infeksi virus kronis adalah penyebab tersering di seluruh dunia.
Di 4ndonesia$ infeksi virus hepatitis B dan Hepatitis ; merupakan penyebab tersering dari sirosis
hati. Hasil penelitian di 4ndonesia menyebutkan bah&a sirosis hati yang disebabkan oleh virus
hepatitis B sebesar +!"#!%$ virus hepatitis ; setinggi *!"+!%$ sedangkan 1!"!% sisanya tidak
diketahui penyebabnya dan termasuk dalam kelompok virus bukan B dan ; .non B"non ;/.
2lkohol sebagai penyebab sirosis di 4ndonesia mungkin hanya kecil sekali karena belum ada
datanya.

3
Dengan ditemukannya H;<$ maka diagnosis sirosis hati idiopatik .cryptogenik/ semakin
berkurang. 0asien yang masih berusia muda dengan sirosis hati harus mendapat perhatian yang
khusus sebagai kasus yang mungkin dapat diobati .mis. 9ilson=s disease/.

Berat badan yang berlebihan 'uga merupakan faktor predisposisi bagi sirosis hati. >rang
yang gemuk pada bagian di atas pinggang .apple type/ lebih beresiko daripada orang yang
gemuk pada daerah di ba&ah pinggang .pear type/. Sel lemak pada tubuh bagian atas berbeda
kualitasnya dengan sel lemak yang ditemukan di paha dan tungkai.
?abel 1. Sebab-sebab Sirosis da! a"a# Pe$a%i" Ha"i Kroi%
Pe$a%i" I&e%si
Br#se'osis
E%io%o%#s
S%is"oso(iasis
To%so)'a(osis
He)a"i"is *ir#s +,e)a"i"is B- ,e)a"i"is .- ,e)a"i"is D- si"o(e/a'o*ir#s0
Pe$a%i" Ke"#r#a da 1e"abo'i%
De&isiesi 2
1
-a"i"ri)si
Sidro( &a3oi
Ga'a%"ose(ia
Pe$a%i" Ga#3,er
Pe$a%i" si()aa /'i%o/e
He(a"o%ro(a"osis
I"o'erasi &r#%"osa ,eredi"er
Tirosie(ia ,eredi"er
4
Pe$a%i" 4i'so
Oba" da To%si
A'%o,o'
A(iodaro
Arsei%
Obs"r#%si bi'ier
Pe$a%i" )er'e(a%a ,a"i o a'%o,o'i%
Sirosis bi'ier )ri(er
Ko'a/i"is s%'erosis )ri(er
Pe$ebab 'ai a"a# "ida% "erb#%"i
Pe$a%i" #s#s i&'a(asi %roi%
Fibrosis %is"i%
Pi"as 5e5#oi'ea'
Sar%oidosis

2.6 K'asi&i%asi
Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis hati atas * 'enis$ yaitu 5
1. Mikronodular .besar nodul kurang dari *mm/ 5 Ditandai dengan terbentuknya septal tebal
teratur$ di dalam parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut di
seluruh lobul. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai * mm$ sedangkan sirosis
makronodular ada yang berubah men'adi makronodular sehingga di'umpai campuran
mikro dan makronodular.
. Makronodular .besar nodul lebih dari *mm/ 5 ditandai dengan terbentuknya septa dengan
ketebalan bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang
masih baik atau ter'adi regenerasi parenkim.
5
*. ;ampuran .yang memperlihatkan gambaran mikro"dan makronodular/

Secara
@ungsional.

Secara fungsional sirosis terbagi atas 5
1. Sirosis hati Kompensata$ sering disebut dengan :aten Sirosis hati. 0ada atadiu kompensata
ini belum terlihat ge'ala"ge'ala yang nyata. Biasanya stadium ini ditemukan pada saat
pemeriksaan screening.
. Sirosis hati Dekompensata$ dikenal dengan 2ctive Sirosis hati$ dan stadium ini biasanya
ge'ala"ge'ala sudah 'elas$ misalnya A ascites$ edema dan ikterus.

2.7 Pa"o'o/i da Pa"o/eesis
Sirosis Laënnec
Sirosis alkoholik atau secara historis disebut sirosis :aBnnec ditandai oleh pembentukan
'aringan parut yang difus$ kehilangan sel"sel hati yang uniform$ dan sedikit nodul regenerative.
Sehingga kadang"kadang disebut sirosis mikronodular. Sirosis mikronodular dapat pula
diakibatkan oleh cedera hati lainnya.

?iga lesi utama akibat induksi alcohol adalah 5
1. 0erlemakan hati alkoholik
. Hepatitis alkoholik
6
*. Sirosis alkoholik
Perlemakan Hati Alkoholik
Steatosis atau perlemakan hati$ hepatosit teregang oleh vakuola lunak dalam sitoplasma
berbentuk makrovesikel yang mendorong inti hepatosit ke membran sel.

Hepatitis Alkoholik
@ibrosis perivenular berlan'ut men'adi sirosis panlobular akibat masukan alcohol dan
destruksi hepatosit yang berkepan'angan. @ibrosis yang ter'adi dapat berkontraksi di tempat
cedera dan merangsang pembentukan kolagen. Di daerah periportal dan perisentral timbul septa
'aringan ikat seperti 'arring yang akhirnya menghubungkan triad portal dengan vena sentralis.
Calinan ikat halus ini mengelilingi massa kecil sel hati yang masih ada yang kemungkinan
mengalami regenerasi dan membentuk nodulus. Namun demikian kerusakan sel yang ter'adi
melebihi perbaikannya. 0enimbunan kolagen terus berlan'ut$ ukuran hati mengecil$ berben'ol"
ben'ol .nodular/ men'adi keras$ terbentuk sirosis alkoholik.

Mekanisme cedera hati alkoholik masih belum pasti. Diperkirakan mekanismenya
sebagai berikut 5
1. Hipoksia sentrilobular$ metabolisme asetaldehid etanol meningkatkan konsumsi oksigen
lobular$ ter'adi hipoksemia relative dan cedera sel di daerah yang 'auh dari aliran darah yang
teroksigenasi.
. 4nfiltrasiDaktivitas neutrofil$ ter'adi pelepasan chemoattractants neutrofil oleh hepatosit yang
memetabolisme alcohol. ;edera 'aringan dapat ter'adi dari neutrofil dan hepatosit yang
melepaskan intermediet oksigen reaktif$ protease$ dan sitokin.
*. @ormasi acetaldehyde"protein adducts berperan sebagai neoantigen$ yang menghasilkan
limfosit yang tersensitisasi serta antibody spesifik yang menyerang hepatosit pemba&a
antigen ini
+. 0embentukan radikal bebas oleh 'alur alternative dari metabolism etanol$ disebut system yang
mengoksidasi enEim mikrosomal.
7
0athogenesis fibrosis alkoholik meliputi banyak sitokin$ antara lain factor nekrosis tumor$
interleukin"1$ 0D8@$ dan ?8@"beta. 2setaldehid kemungkinan mengaktifasi sel stelata tetapi
bukan suatu factor patogenik utama pada fibrosis alkoholik.

Sirosis Hepatis Pasca Nekrosis
8ambaran patologi hati biasanya mengkerut$ berbentuk tidak teratur$ dan terdiri dari
nodulus sel hati yang dipisahkan oleh pita fibrosis yang padat dan lebar. 8ambaran mikroskopik
konsisten dengan gambaran makroskopik. Fkuran nodulus sangat bervariasi$ dengan se'umlah
besar 'aringan ikat memisahkan pulau parenkim regenerasi yang susunannya tidak teratur.

0athogenesis sirosis hati menurut penelitian terakhir$ memperlihatkan adanya peranan sel
stelata. Dalam keadaan normal sel stelata mempunyai peran dalam keseimbangan. Cika terpapar
factor tertentu yang berlangsung secara terus menerus .misal5 hepatitis virus$ bahan"bahan
hepatotoksik/$ maka sel stelata akan men'adi sel yang membentuk kolagen. Cika proses ber'alan
terus maka fibrosis akan ber'alan terus di dalam sel stelata$ dan 'aringan hati yang normal akan
diganti oleh 'aringan ikat.

Sirosis hati yang disebabkan oleh etiologi lain frekuensinya sangat kecil sehingga tidak
dibicarakan di sini.

Sirosis Biliaris
Kerusakan sel hati yang dimulai di sekitar ductus biliaris akan menimbulkan pola sirosis
yang dikenal sebagai sirosis biliaris. ?ipe ini merupakan % penyebab kematian akibat sirosis.
0enyebab tersering sirosis biliaris adalah obstruksi biliaris pascahepatik. Stasis empedu
menyebabkan penumpukan empedu di dalam massa hati dan kerusakan sel"sel hati. ?erbentuk
lembar"lembar fibrosa di tepi lobules$ namun 'arang memotong lobulus seperti pada Sirosis
:aBnnec. Hati membesar$ keras$ bergranula halus$ dan ber&arna kehi'auan. 4kterus selalu
men'adi bagian a&al dan utama dari sindrom ini$ demikian pula pruritus$ malabsorbsi dan
steatorea.
1
Sirosis biliaris primer menampilkan pola yang mirip dengan sirosis biliaris sekunder yang
baru sa'a di'elaskan di atas$ namun lebih 'arang ditemukan. 0enyebab keadaan ini tidak
8
diketahui. Sirosis biliaris primer paling sering ter'adi pada &anita usia *! hingga -# tahun dan
disertai dengan berbagai gangguan autoimun. 2ntibody anti"mitokondrial dalam sirkulasi darah
.2M2/ terdapat dalam 3!% pasien. Sumbatan empedu sering ditemukan dalam kapiler"kapiler
dan duktulus empedu$ dan sel"sel hati sering kali mengandung pigmen hi'au. Saluran empedu
ekstrahepatik tidak ikut terlibat. Hipertensi portal yang timbul sebagai komplikasi 'arang ter'adi.
>steomalalasia ter'adi pada sekitar #% penderita sirosis biliaris primer .akibat menurunnya
absorbs vitamin D/.
1
2.8 1ai&es"asi K'iis
Stadium a&al sirosis sering tanpa ge'ala sehingga kadang ditemukan pada &aktu pasien
melakukan pemeriksaan kesehatan rutin atau karena kelinan penyakit lain. Selama bertahun"
tahun$ sirosis hati bersifat laten$ dimana perubahan"perubahan patologis berkembang lambat
sehingga akhirnya ge'ala"ge'ala yang timbul membangkitkan kesadaran akan kondisi ini. Selama
masa laten yang pan'ang$ fungsi hati mengalami kemunduran secara bertahap. 8e'ala a&al
pasien dengan penyakit sirosis .tipe kompensata/ bersifat samar dan nonspesifik berupa perasaan
mudah lelah dan lemas$ selera makan berkurang$ perut terasa kembung$ mual dan berat badan
menurun. Nyeri tumpul atau perasaan berat pada epigastrium atau kuadran kanan atas abdomen
di'umpai pada separuh dari semua penderita.

0ada lelaki dapat timbul suatu impotensi$ testis mengecil$ buah dada membesar sampai
pada hilangnya dorongan seksual. 0ada &anita ter'adi abnormalitas menstruasi biasanya ter'adi
amenorea.

Bila sudah lan'ut .sirosis dekompensata/$ ge'ala"ge'ala lebih menon'ol terutama bila
timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi porta$ meliputi hilangnya rambut badan$
gangguan tidur$ dan demam tidak begitu tinggi. Mungkin disertai adanya gangguan pembekuan
darah$ perdarahan gusi$ epistaksis$ gangguan siklus haid$ ikterus dengan air kemih ber&arna
seperti teh pekat$ muntah darah ter'adi 1#"#%$ melena$ serta perubahan mental$ meliputi mudah
lupa$ sukar konsentrasi$ bingung$ agitasi sampai koma.

Temuan Klinis:
9
1. Spider angiomata (spider teleangiektasis atau spider naevi) yang merupakan lesi vaskuler
yang dikelilingi beberapa vena"vena kecil. ?anda ini sering ditemukan di dada$ bahu$ muka
dan lengan atas. Mekanisme ter'adinya tidak diketahui dengan 'elas. 2da anggapan dikaitkan
dengan peningkatan ratio estradiolDtestosteron bebas. ?anda ini 'uga dapat ditemukan selama
hamil$ malnutrisi berat bahkan ditemukan pula pada orang sehat &alau umumnya ukuran lesi
kecil.

-$
. Eritema palmaris berupa &arna merah saga pada daerah thenar dan hipothenar pada telapak
tangan. Hal ini 'uga dikaitkan dengan perubahan metabolisme hormon esterogen. ?anda ini
pula tidak spesifik pada sirosis. Ditemukan pula pada kehamilan$ arthritis rheumatoid$
hiperthiroidisme$ dan keganasan hematologi.

-$
*. Perubahan kuku-kuku Murhrhe burupa
pita putih horisontal dipisahkan dengan &arna normal kuku. Mekanismenya 'uga belum
diketahui$ diperkirakan akibat hipoalbuminemia. ?anda ini 'uga bisa ditemukan pada
hipoalbuminemia yang lain seperti syndroma nefrotik.

+. !ari gada lebih sering ditemukan pada sirosis bilier. >steoarthropati hipertropi 'uga
ditemukan pada pasien sirosis sebagai suatu periostitis proliferatik kronik yang menimbulkan
nyeri.

10
-$
#. Kontraktur dupu"tren akibat fibrosis fasia palmaris menimbulkan kontraktur fleksi 'ari"'ari
berkaitan dengan alkoholisme tetapi tidak berkaitan secara spesifik dengan sirosis. ?anda ini
'uga bisa ditemukan pada pasien dengan Diabetes Melitus$ distrofi refleks simpatetik$ dan
perokok yang 'uga mengkonsumsi alkohol.

-$
-. #inekomastia secara histologis merupakan proliferasi benigna 'aringan glandula mamae laki"
laki$ kemungkinan berupa peningkatan androstenedion. Selain itu ditemukan pula hilangnya
rambut di dada dan aksila pada laki"laki$ sehingga laki"laki mengalami perubahan ke arah
feminisme. Sebaliknya pada perempuan$ menstruasinya cepat berhenti sehingga dikira fase
menopause.

7. Atro$i testis hipogonadisme menyebabkan impotensi dan infertil. ?anda ini menon'ol pada
sirosis alkoholik dan hemokromatosis.

6. Hepatomegali$ ukuran hati yang sirotik bisa membesar$ normal atau mengecil. Bilamana hati
teraba$ hati sirotik teraba membesar$ keras dan nodular.

3. Splenomegali biasanya ditemukan pada sirosis terutama yang penyebabnya karena
nonalkoholik. 0embesaran ini akibat kongesti pulpa merah lien akibat hipertensi porta.

11
1!. Asites berupa penimbunan cairan dalam rongga peritoneum akibat dari hipertensi porta dan
hipo"albuminemia. ;aput medusa merupakan pelebaran vena"vena kolateral dinding perut
'uga akibat hipertensi porta.

11. %etor hepatikum sebagai bau napas yang khas pada pasien sirosis disebabkan peningkatan
konsentrasi dimetil sulfid akibat pintasan porto sistemik yang berat.

1. &kterus pada kulit dan membran mukosa merupakan akibat dari hiperbilirubinemia. Bila kada
bilirubin serum kurang dari "* mgDdl$ maka ikterik tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
9arna urin terlihat gelap seperti air teh. 0ada kulit biasanya ditemukan hiperpigmentasi$
terutama pada daerah distal ekstremitas.

-$
1*. Ensepalopati hepatik diyakini ter'adi akibat kelainan metabolisme amonia dan peningkatan
kepekaan otak terhadap toksin. Berkembangnya enselopati hepatik sering merupakan
keadaan terminal sirosis dan akan dibicarakan lebih mendalam kemudian. Sindrom ini
ditandai dengan Asteri'is bilateral ($laping tremor) tetapi tidak sinkron berupa gerakan
mengepak"ngepak dari tangan$ dorsofleksi tangan.

12
?anda"tanda lain yang dapat menyertai antaranya demam yang tidak tinggi akibat nekrosis hepar$
batu pada vesika felea$ pembesaran kelen'ar parotis terutama pada sirosis alkoholik akibat
sekunder infiltrasi lemak$ fibrosis dan edema.

Mani$estasi Hipertensi Portal
Hipertensi portal didefinisikan sebagai peningkatan tekanan vena porta yang menetap di
atas nilai normal yaitu - sampai 1 cm H

>. ?anpa memandang penyakit dasarnya$ mekanisme
primer penyebabhipertensi portal adalah peningkatan resistensi terhadap aliran darah melalui
hati. Selain itu$ biasanya ter'adi peningkatan aliran arteria splangnikus. Kombinasi kedua faktor
yaitu menurunnya aliran keluar melalui vena hepatika dan meningkatnya aliran masuk bersama"
sama menghasilkan beban berlebihan pada sistem portal. 0embebanan berlebihan sistem portal
ini merangsang timbulnya aliran kolateral guna menghindari obstruksi hepatik .varises/. ?ekanan
balik pada sistem portal menyebabkan splenomegali dan sebagian bertanggung 'a&ab atas
tertimbunnya asites.

2sites merupakan penimbunan cairan encer intraperitoneal yang mengandung sedikit
protein. @aktor utama patogenesis asites adalah peningkatan tekanan hidrostatik pada kapiler
usus .hipertensi porta/ dan penurunan tekanan osmotikkoloid akibat hipoalbuminemia. @aktor
lain yang berperan adalah retensi natrium dan air serta peningkatan sintesis dan aliran limfe hati.

Saluran kolateral penting yang timbul akibat sirosis dan hipertensi portal terdapat pada
esofagus bagian ba&ah. 0irau darah melalui saluran ini ke vena cava menyebabkan dilatasi vena"
vena tersebut .varises esofagus/. <arises ini ter'adi pada sekitar 7!% penderita sirosis lan'ut.
0erdarahan dari varises ini sering menyebabkan kematian.
7
Sirkulasi kolateral 'uga melibatkan vena superfisial dinding abdomen$ dan timbulnya
sirkulasi ini mengakibatkan dilatasi vena"vena sekitar umbilicus .kaput medusa/. Sistem vena
rektal membantu dekompensasi tekanan portal sehingga vena"vena berdilatasi dan dapat
menyebabkan berkembangnya hemoroid interna. 0erdarahan dari hemoroid yang pecah biasanya
tidak hebat$ karena tekanan di daerah ini tidak setinggi tekanan pada esofagus karena 'arak yang
'auh dari vena porta.
7
13
Splenomegali pada sirosis dapat di'elaskan berdasarkan kongesti pasif kronis akibat
aliran balik dan tekanan darah yang lebih tinggi pada vena lienalis.
7
2.9 Pe(eri%saa Pe#5a/
0asien yang datang berobat dapat dicurigai ke arah sirosis apabila ditemukan kelainan pada
pemeriksaan laboratorium ketika seseorang memeriksakan kesehatannya secara rutin atau &aktu
skrining untuk evaluasi keluhan spesifik. :akukan pemeriksaan darah lengkap. ?es fungsi hati
meliputi aminotransferase$ alkali fosfatase$ gama glutamil traspeptidase .G"8?/$ bilirubiun$
albumin$ globulin dan &aktu protrombin.
1$
2spartat 2minotransferase .2S?/ atau Serum 8lutamil >ksalo 2setat .S8>?/ dan 2lanin
2monotransferase .2:?/ atau Serum 8lutamil 0iruvat ?rasnsaminase .S80?/ meningkat tapi
tidak begitu tinggi. 2S? lebih meningkat daripada 2:?$ namun apabila transaminase normal$
tidak mengenyampingkan adanya sirosis.

2lkali fosfatase meningkat kurang dari , * kali harga batas normal atas. Kadar yang
tinggi bisa ditemukan pada pasien kolangitis sklerosis primer dan sirosi bilier primer.

8ama
8lutamil ?ranspeptidase .G"8?/ kadarnya seperti halnya alkali fosfatase pada penyakit hati.
Kadarnya tinggi pada penyakit hati alkoholik kronik karena alkohol selain menginduksi G8?
mikrosomal hepatik$ 'uga bisa menyebabkan bocornya G8? dari hepatosit.

Bilirubin kadarnya bisa normal pada sirosis kompensata namun meningkat pada sirosis
yang lan'ut. 2lbumin merupakan Eat yang disintesis di hati sehingga kadarnya menurun seiring
dengan perburukan sirosis. 8lobulin merupakan akibat sekunder dari sirosis. 2kibat sekunder
dari pintasan antigen bakteri dari sistem porta ke 'aringan limfoid$ selan'utnya menginduksi
produksi immunoglobulin.

9aktu protrombin menggambarkan dera'atDtingkatan disfungsi sintesis hati. Sehingga$
pada sirrosis &aktu protrombin men'adi meman'ang. 2lbumin serum dan &aktu protrombin
merupakan indikator terbaik dari sintesis hati.

14
Natrium serum menurun$ terutama pada sirosis dengan ascites karena ketidakmampuan
ekskresi air bebas. Kadar natrium 'uga turut dipengaruhi oleh efek diuretik.

Kelainan hematologi seperti anemia dapat berupa anemia monokrom normositer$ hipokrom
mikrositer atau hipokrom makrositer. 2nemia dengan trombositopenia$ leukopenia dan
neutropenia akibat spelomegali kongestif yang berkaitan dengan hipertensi portal sehingga
ter'adi hipersplenisme.

0emeriksaan radiologis barium meal dapat melihat varices untuk mengkonfirmasi adanya
hipertensi porta. Fltrasonografi .FS8/ sudah secara rutin digunakan karena pemeriksaan non"
invasif dan mudah digunakan$ namun sensitivitasnya kurang. 0emeriksaan hati yang bisa dinilai
dengan FS8 berupa sudut hati$ permukaan hati$ ukuran$ homogenitas dan adanya massa. 0ada
sirosis lan'ut$ hati mengecil dan nodular$ permukaan irregular$ sudut tumpul dan ada peningkatan
ekogenitas .kasar/ parenkim hati. Selain itu FS8 'uga bisa untuk melihat ascites$ splenomegali$
trombosis vena porta dan pelebaran vena porta$ serta skrining adanya karsinoma hati pada pasien
sirosis hati.

2.: Dia/osis
0ada stadium kompensasi sempurna$ kadang"kadang sangat sulit menegakkan diagnosa
sirosis hati. 0ada proses lan'utan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis
dengan bantuan pemeriksaan klinis yang cermat$ laboratorium kimia&iDserologi dan pemeriksaan
penun'ang lainnya. 0ada saat ini penegakkan diagnosis sirosis hati terdiri atas pemeriksaan fisis$
laboratorium$ dan FS8. 0ada kasus tertentu diperlukan pemeriksaan biopsi hati atau
peritoneoskopi karena sulit membedakan hepatitis kronis aktif yang berat dengan sirosis hati
dini. 0ada stadium dekommpensata diagnosis kadangkala tidak sulit karena ge'ala dan tanda"
tanda klinis sudah tampak dengan adanya komplikasi.

Sirosis paling baik didiagnosa dengan cara memeriksa sampel dari 'aringan hati lalu
diperiksa di ba&ah mikroskop$ hal ini disebut dengan biopsi hati. 0ada prosedur sederhana ini
'arum tipis dimasukkan setelah diberikan lokal anestesi kedalam hati$ lalu sebagian 'aringan hati
diambil. Biopsi hati tidak hanya mengkonfirmasi adanya sirosis namun 'uga dapat mengetahui
penyebabnya.

15
0ada beberapa kasus$ biopsi hati tidak begitu penting untuk mendiagnosa sirosis hepatis.
Sirosis hati dapat didiagnosis dari pemeriksaan fisik berupa ditemukannya pembesaran dari
limpa dan hati$ pembesaran 'aringan payudara pada laki"laki$ palmar eritem$ caput medusa$ dan
spider nevy. Setelah itu didukung dengan pemeriksaan darah dan pencitraan pada FS8$ ;? Scan
dan M14$ serta endoskopi.

2.; Ko()'i%asi
Hati memiliki banyak fungsi metabolik yang sangat kompleks$ sehingga banyak komplikasi
yang menyertai sirosis. Sebagian komplikasi timbul pada umumnya disebabkan karena penyakit
yang menyertai sirosis .sebagai contoh$ osteoporosis lebih banyak pada penderita sirosis
dibandingkan dengan penyakit yang berhubungan dengan kandung empedu/.
Diba&ah ini adalah beberapa komplikasi dari sirosis5
1. 2scites
2sites adalah retensu dari se'umlah cairan yang berada di rongga abdomen. Bila
'umlahnya sedikit$ asites mungkin dapat terdeteksi dengan FS8 atau ;? scan. Bila
'umlahnya meningkat menimbulkan peningkatan ukuran dan isi abdomen$ menurunkan
nafsu makan dan rasa tidak nyaman di perut. Bila asites sangat banyak$ cairan akan
membatasi ekspansi normal dari dada ketika bernafas dan sering menyebabkan sesak.
Selain itu$ asites dapat terinfeksi yang menyebabkan peritonitis bakteri spontan.
8e'alanya berupa demam dan nyeri perut$ tapi sering ge'ala klinis tidak tampak.
0eritonitis bakteri spontan merupakan komplikasi serius yang memerlukan penanganan
dengan antibiotik yang biasanya diberikan secara intravena.

. <arices
<arises adalah pelebaran abnormal vena .sama dengan varises yang ada di
tungkai ba&ah/ yang terbentuk karena sistem digestive pasien dengan sirosis. <arises
biasanya timbul di esofagus. Biasanya pasien disarankan untuk melakukan endoskopi
untuk melihat adanya varises. Dinding dari vena melebar men'adi tipis sehingga
memudahkan varises untuk robrk dan berdarah ke dalam traktus digestivus. 0ada pasien
yang memili varises yang besar tetapi tidak mengalami perdarahan$ terapi medis
16
menggunakan obat antihipertensi atau terapi dengan endoskopi sangat dian'urkan untuk
mengurangi resiko perdarahan. 0erdarahan pada esofagus atau lambung merupakan
kondisi yang dapat diselamatkan dan memerlukan intervensi segera. 8e'alanya berupa
muntah ber&arna darah atau ber&arna seperti kopi atau melena.

*. Hnsefalopati hepatis
0ada sirosis$ fungsi filtrasi berkurang dan aliran balik dari usus tidak sepenuhnya
didetoksifikasi. Sehingga ketika produk pembuangan ini memasuki sirkulasi$ mereka
memasuki otak dan kondisi ini disebut dengan ensefalopati hepatis. 8e'ala klinisnya
adalah penurunan kesadaran$ bingung$ berbicara tidak lancar. 0ada beberapa kasus$
pasien dapat mengalami koma. Kita dapat melihat adanya tremor pada pasien ini. :evel
amonia 'uga akan meningkat.

+. Kanker hati
0asien dengan sirosis merupakan resiko tinggi dari ter'adinya kanker hati yang
disebut dengan karsinoma hepatoselular. 1esiko ter'adinya kanker hati tergantung pada
penyakit yang menyertai$ tetapi pad a pasien dengan hepatitis ; resikonya sekitar *%
setiap tahun. 0enanganan akan berhasil bila kanker ini terdeteksi secara dini. Kanker hati
biasanya tidak memiliki ge'ala klinis ketika kecil dan penanganan akan terbatas pada
penanganan ge'ala. 0asien akan direkomendasi untuk melakukan FS8$ ;? scan atau
M14 dari hati setiap - bulan untuk mendeteksi adanya tumor. ?es alfa fetoprotein .2@0/
'uga dapat digunakan untuk mendeteksi tumor.
#
2.< Pea"a'a%saaa da Tera)i
Htiologi sirosis mempengaruhi penanganan sirosis. ?erapi ditu'ukan untuk mengurangi
progresi penyakit$ menghindarkan bahan"bahan yang memudahkan kerusakan hati$ pencegahan
dan penanganan komplikasi. Bilamana tidak ada koma hepatik$ diberikan diet yang mengandung
1 gDkgBB dan kalori sebanyak !!!"*!!! kaloriDhari.

?atalaksana pasien sirosis yang masih kompensata ditu'ukan untuk mengurangi progresi
kerusakan hati. ?erapi pasien ditu'ukan untuk menghilangkan etiologi diantaranya alkohol dan
17
bahan"bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya. 0emberian
asetaminofen$kolkisisn$ dan obat herbal bisa menghambat kolagenik.

0ada hepatitis autoimun dapat diberikan steroid atau imunosupresif. 0ada
hemokromatosis flebetomi diberikan setiap minggu sampai konsentrasi besi men'adi normal dan
diulang sesuai kebutuhan. 0ada penyakit hati non"alkoholik$ menururnkan berat badan akan
mencegah ter'adinya sirosis.

0ada hepatitis B$ interferon dan :amivudin .analog nukleosida/ merupakan terapi utama.
:amivudin sebagai terapi lini pertama diberikan 1!! mg secara oral tiap hari selama setahun.
Namun pemberian :amivudin setelah 3"1 bulan menimbulkan mutasi IMDD sehingga ter'adi
resistensi obat. 4nterferon alfa diberikan secara suntikan subkutan *MF * kali seminggu selama
+"- bulan$ namun ternyata banyak 'uga yang kambuh.

0ada hepatitis kronik$ kombinasi interferon dan 1ibavirin merupakan terapi standar.
4nterferon diberikan secara suntikan subkutan # M4F * kali seminggu dan dikombinasi dengan
ribavirin 6!!"1!!! mgDhari selama - bulan.

0ada pengobatan fibrotik hati$ pengobatan antifibrotik saat ini lebih mengarah pad
aperadangan dan tidak pada fibrosis. Di masa datang$ menempatan sel stelata sebagai mediasi
target pengobatan dan mediator fibrogenik akan merupakan terapi utama. 0engobatan untuk
mengurangi aktifitas dari sel stelata bisa merupakan salah satu terapi pilihan. 4nterferon
mempunyai aktifitas antifibrotik yang dihubungkan dengan pengurangan aktivitas sel stelata.
Kolkisin mempunyai efek antiperadangan dan mencegah pembentukan kolagen. Namun belum
terbukti secara penelitian memiliki antifibrosis dan sirosis. Metroteksat dan vitamin 2 'uga
dicobakan sebagai antifibrosis.

0enatalaksanaan asites dapat berupa tirah baring dan dia&ali dengan diet rendah garam$
konsumsi garam sebanyak #$ gram atau 3! mmolDhari. Diet rendah garam dikombinasi dengan
obat"obat diuretik. 2&alnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis 1!!"!! mg sekali
sehari. 1espon diuretik bisa dimonitor dengan penurunan berat badan !$# kgDhari tanpa oedem
kaki atai 1kgDhari dengan oedem kaki. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat bisa
dikombinasi dengan furosemid dengan dosis !"+! mgDhari. 0emberian bisa ditambah dosisnya
18
bila tidak ada respon maksimal 1-!mgDhari. 0arasintesis dilakukan bila asites sangat besar.
0engeluaran asites bisa +"- liter dan dilindungi dengan pemberian albumin.

0enatalaksanaan ensefalopati hepatik dengan laktulosa untuk membantu pasien untuk
mengeluarkan amonia. Neomisin bisa digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil
amonia$ diet protein dikurangi sampai dengan !$# gDkgBB perhari terutama diberikan yang asam
amino rantai cabang.

0enatalaksanaan varises esofagus dengan obat penyekat beta .propanolol/. 9aktu
perdarahan akut bisa diberikan somatostatin atau oktreotid diteruskan dengan tindakan
skleroterapi atau ligasi endoskopi. 0eritonitis bakterial spontan diberikan antibiotik seperti
sefotaksim intravena$ amoksisilin atau aminoglikosida. Sindrom hepatorenal5 mengatasi
perubahan sirkulasi darah di hati$ mengatur keseimbangan garam dan air.

?ransplantasi hati$ terapi definitif pada pasien sirosis dekompensata. Namun$ sebelum
melakukan transplantasi hati ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dulu.
#
T&PS shunt(Trans(ugular intrahepati portos"stemi shunt/ dapat 'uga dilakukan pada
pasien sirosis hati yang merupakan prosedur invasif. ?40S shunt adalah pipa logam yang
diletakkan di hati dengan bantuan J"ray melalui insisi pada vena 'ugularis di leher. ?40S shunt
belekr'a dengan menurunkan tekanan pada hipertensi portal. Banyak digunakan untuk mengatasi
pasien dengan komplikasi seperti asites atau perdarahan dari varises yang tidak bisa dikontrol
dengan obat atau endoskopi.
#
2.1= Pro/osis
0rognosis sirosis sangat bervariasi dipengaruhi se'umlah faktor meliputi etiologi$
beratnya kerusakan hati$ komplikasi$ dan penyakit lain yang menyertai. Klasifikasi child pugh
'uga untuk menilai prognosis pasien sirosis yang akan men'alani operasi$ variabelnya meliputi
konsentrasi bilirubin$ albumin$ ada tidaknya asites$ ensefalopati dan status nutrisi. Klasifikasi ini
terdiri dari chlid 2$ B$ ;$ dan berkaitan dengan kelangsungan hidup. 2ngka kelangsungan hidup
selama satu tahun untuk pasien dengan child 2$ B$ ; berturut turut 1!!$6!$ dan +#%.

?abel .Klasifikasi Sirosis hati dengan Kriteria ;hild"0ugh5
19
S%or ! Para(e"er 1 2 6
Bi'ir#bi +(/ >0 K $! " K *$! L *$!
A'b#(i +/ >0 L *$# $6 " K *$# K $6
Pro"ro(bi Ti(e
+?#i3% >0
L 7! +! " K 7! K 7!
As3i"es ! Minimal , Sedang Banyak
He)a"i3
E3e),a'o)a"$
?idak 2da Std. 1 , Std. * " +

Bila K - 5 child pugh 2
Bila K 7"3 5 child pugh B
Bila L 1! 5 child pugh ;
0enilaian prognosis terbaru adalah dnegan model for end stage liver disease .MH:D/
digunakan untuk pasien sirosis yang akan dilakukan transplantasi hati. MH:D adalah sistim skor
untuk mengetahui tingkat keparahan dari sirosis hepatis. Hal ini berguna untuk memprediksi
angka bertahan hidup dalam * bulan pada pasien yang telah men'alani prosedur operasi
Trans(ugular intrahepati portos"stemi shunt.?40S/ dan berguna untuk menentukan prognosis
dan prioritas untuk mendapatkan transplantasi hati.
#$-

MH:D menggunakan nilai dari bilirubin serum$ kreatinin serum$ dan ratio internasional
untuk &aktu pembekuan darah .4N1/ untuk memprediksi angka bertahan hidup.
#
1ELD @ 6.:;AL ser#( bi'ir#bi +(/!dL0B C 11.2AL INRB C <.8:AL ser#(
3rea"iie +(/!dL0B C 9.76
• 2pabila pasien telah men'alani hemodialisis sebanyak J dalam seminggu terakhir$ maka
nilai untuk kreatinin serum harus +.!.
• Bila ada nilai di ba&ah 1 maka dimasukkan nilai 1 nya .'ika bilirubin !$6 amka
dibulatkan men'adi 1/ untuk menghindari nilai skor di ba&ah !.
-
MH:D score table
20

6
4nterpretasi skor MH:D pada pasien yang dira&at$ maka angka kematian .mortality/
selama * bulan adalah5
• +! atau lebih M 1!!% mortality
• *!,*3 M 6*% mortality
• !,3 M 7-% mortality
• 1!,13 M 7% mortality
• K1! M +% mortality
#
21
BAB III
KESI1PULAN
Sirosis merupakan penyakit degeneratif berbahaya yang menyerang hati. Kerusakan yang
berat dapat mengakibatkan kegagalan fungsi hati yang berakhir pada kematian. Biaya yang
dikeluarkan untuk mengatasi hal ini cukup tinggi. Hal ini menimbulkan dampak kerugian pada
individu penderita sirosis hati pada khususnya dan Negara pada umumnya karena penurunan
produktivitas SDM.
1$
22
Sirosis adalah suatu keadaan patologis yang menggambarkan stadium akhir fibrosis
hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan
pembentukan nodulus regeneratif.

2lkohol merupakan penyebab sirosis hati yang paling sering di'umpai di negara"negara
barat. Hal ini berhubungan erat dengan kebiasaan hidup masyarakat barat yang sering
mengkonsumsi alkohol. Namun$ infeksi virus kronis adalah penyebab tersering di seluruh dunia.
Di 4ndonesia$ infeksi virus hepatitis B dan Hepatitis ; merupakan penyebab tersering dari sirosis
hati. Berdasarkan morfologi Sherlock membagi Sirosis hati atas * 'enis$ yaitu 5 mikronodular
.besar nodul kurang dari *mm/$ makronodular .besar nodul lebih dari *mm/$ campuran .yang
memperlihatkan gambaran mikro"dan makronodular/.

Secara @ungsional Sirosis terbagi atas 5
sirosis hati Kompensata$ sering disebut dengan laten sirosis hati$ sirosis hati Dekompensata$
dikenal dengan 2ctive Sirosis hati.

Sering tanpa ge'ala sehingga kadang ditemukan pada &aktu pasien melakukan
pemeriksaan kesehatan rutin atau karena kelinan penyakit lain. Selama bertahun"tahun$ sirosis
hati bersifat laten$ dimana perubahan"perubahan patologis berkembang lambat sehingga akhirnya
ge'ala"ge'ala yang timbul membangkitkan kesadaran akan kondisi ini. Selama masa laten yang
pan'ang$ fungsi hati mengalami kemunduran secara bertahap. ?emuan klinis yang kita dapat
adalah spider angiomata .spider teleangiektasis atau spider naevi/$ eritema palmaris$ perubahan
kuku"kuku Murchrche$ 'ari gada$ kontraktur dupuytren$ ginekomastia$ atrofi testis
hipogonadisme$ hepatomegali$ splenomegali $ ascites $ fetor hepatikum $ varises esofagus$
ikterus$ ensepalopati hepatik.

0ada stadium kompensasi sempurna$ kadang"kadang sangat sulit menegakkan diagnosa
sirosis hati. 0ada proses lan'utan dari kompensasi sempurna mungkin bisa ditegakkan diagnosis
dengan bantuan pemeriksaan klinis yang cermat$ laboratorium kimia&iDserologi dan pemeriksaan
penun'ang lainnya. 0ada saat ini penegakkan diagnosis sirosis hati terdiri atas pemeriksaan fisis$
laboratorium$ dan FS8. 0ada kasus tertentu diperlukan pemeriksaan biopsi hati atau
peritoneoskopi. 0ada stadium dekommpensata diagnosis kadangkala tidak sulit karena ge'ala dan
tanda"tanda klinis sudah tampak dengan adanya komplikasi.

?erapi ditu'ukan untuk mengurangi progresi penyakit$ menghindarkan bahan"bahan yang
memudahkan kerusakan hati$ pencegahan dan penanganan komplikasi. ?atalaksana pasien sirosis
23
yang masih kompensata ditu'ukan untuk mengurangi progresi kerusakan hati dengan
menghilangkan etiologi. 0emberian asetaminofen$kolkisisn$ dan obat herbal bisa menghambat
kolagenik.

0rognosis sirosis sangat bervariasi dipengaruhi se'umlah faktor meliputi etiologi$
beratnya kerusakan hati$ komplikasi$ dan penyakit lain yang menyertai. Klasifikasi child pugh
'uga untuk menilai prognosis pasien sirosis yang akan men'alani operasi$ variabelnya meliputi
konsentrasi bilirubin$ albumin$ ada tidaknya asites$ ensefalopati dan status nutrisi. Klasifikasi ini
terdiri dari chlid 2$ B$ ;$ dan berkaitan dengan kelangsungan hidup. 2ngka kelangsungan hidup
selama satu tahun untuk pasien dengan child 2$ B$ ; berturut turut 1!!$6!$ dan +#%.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kasper$ Braun&ald$ @auci$ Hauser$ :ongo$ Camesson. Harrison=s Manual of Medicine. 1-
th
edition. Ne& Iork5 Mc 8ra&"HillA !!#A p.7--"77.
. 2ru 9. Sudoyo$ Bambang Setiyohadi$ 4drus 2l&i$ Marcellus Simadibrata K$ Siti Setiati.
Buku 2'ar 4lmu 0enyakit Dalam Cilid 4. Hdisi 4<. Cakarta5 @KF4D1SF0N";MA !!7A p ++*"
++6.
*. Sylvia 2. 0rice$ :orraine M. 9ilson. 0atofisiologi Konsep Klinis 0roses"0roses 0enyakit
<ol 4 . Hdisi <4. Cakarta5 0enerbit Buku Kedokteran H8;A !!*A p +3*"#!1.
24
+. Sri Maryani Sutadi. Sirosis Hepatis. Bagian 4lmu 0enyakit Dalam @alkutas Kedokteran
Fniversitas Sumatera FtaraA !!*.
#. Stephen C. Mc0hee$ MaJine 2. 0apadakis$ Hds. 1alph 8onEales$ 1oni Neiger. ;urrent
Medical Diagnosis O ?reatment. >nline Hdition. !!3.
-. SancheE 9$ ?al&alkan C. :iver ;irrhosis. 2merican ;ollege >f 8atsroenterology. !!3.
7. Hernomo$ 0rof. 0anduan 0enatalaksanaan 0erdarahan <arices 0ada Sirosis Hati.
0erkumpulam 8astroenterologi 4ndonesia. !!7.
6. http5DDP&ickstep.comDsearchDmeld"score.htmlQpR . accessed 1# November !1!
25