Anda di halaman 1dari 12

Alfian Suryo Utomo

H0712012
KARBON BAHAN ORGANIK

Karbon merupakan unsur hara esensial bagi
pertumbuhan tanaman, juga sngat berpengaruh
terhadap sifat-sifat tanah lainnya.

Bahan organik sangat penting karena mampu mengikat
bersama partikel tanah menjadi agregat yang stabil dan
diperlukan untuk stabilitas struktur tanah.

It is also involved in adsorption of cations, such as
calcium, magnesium and sodium, which are important in
plant nutrition, and can significantly influence soil water
holding capacity, especially in more sandy soils.

SUSUNAN JARINGAN TUMBUHAN




Air
75%



Padatan
25%



Karbon
11%



Oksigen
10%






Hidrogen
22%
Abu 2%
Sebagian besar kabon di bumi ini dalam
bentuk terikat (terutama dalam bentuk
karbonat), baik dalam batuan induk maupun
karbon fosil.
bahan organik tanah (BOT) merupakan
cadangan karbon global yang jumlahnya bisa
mencapai 2 kali di atmosfer.
perubahan pada pool BOT akan sangat
mempengaruhi kadar CO
2
global.
Siklus C: fotosintesis menyebabkan asimilasi CO2 atmosfer yang diimbangi
oleh dekomposisi sisa tanaman dan seresah, dan bahan organik tanah
Sumber utama: CO2 atmosfer yang difiksasi oleh
tanaman dan organisme fotoautotrof lainnya.
CO2 atmosfer difiksasi menjadi bentuk karbon organik
penyusun jaringan tanaman melalui reaksi: CO2+H2O
CH2O+O2.
Jaringan tanaman kemudian dikonsumsi oleh
herbivora.
Sisa tanaman merupakan sumber karbon langsung
untuk tanah, sedangkan tubuh hewan herbivora dan
limbahnya merupakan sumber karbon yang tidak
langsung.
Sumber lain:
bentuk hidrokarbon aromatik polisiklik dari pembakaran
bahan bakar fosil
bentuk produk industri seperti pestisida.
Pada ekosistem yang produktif, pergantian
(turnover) karbon umumnya berjalan cepat.
Misalnya, hutan tropika basah mempunyai pool
karbon tanah lima kali lebih besar daripada
ekosistem pertanian.
Semakin tidak produktif suatu ekosistem
semakin rendah kecepatan turnover karbon
dalam tanah.
50% karbon organik dalam tanah berada dalam
bentuk aromatik
20% berasosiasi dengan nitrogen
sekitar 30% berada dalam bentuk karbon
karbohidrat, asam lemak, dan karbon alkan.
Secara sederhana karbon organik tanah dapat
dikelompokkan menjadi 3 pool,
karbon tidak larut (insoluble),
karbon larut (soluble),
karbon biomasa.
Distribusi C-organik menurut
kedalaman tanah
Kadar C-organik (%)
K
e
d
a
l
a
m
a
n

t
a
n
a
h

(
c
m
)

ARIDISOL
(ARGID)
ALFISOL
(UDALF)
SPODOSO
L
(ORTHOD)
MOLLISO
L
(UDOLF)
MOLLISO
L
(UDOLF)
Dibajak

tiga proses yang berkaitan
Pencucian / pelindian (leaching) senyawa mudah larut
katabolisme (catabolisms) organisme perombak
pelumatan (comminution) bahan oleh fauna tanah.
Kualitas Bahan Organik
Komposisi kimia: N, C/N, P, C/P, Lignin, Polifenol,
Asam organik (fulvat, humat)
Fisik: kekerasan, kelenturan
Kondisi lingkungan
Iklim: curah hujan & kelembaban
Organisme perombak (decomposers)
Jenis, diversitas
Asesibilitas