Anda di halaman 1dari 32

1

Bab 1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Perancangan
Memasuki era industrialisasi seperti negara-negara berkembang lainnya, Indonesia saat
ini juga sedang mengalami perkembangan dalam berbagai sektor industri. Industri kimia
merupakan salah satu industri vital dan potensial di Indonesia, sehingga perhatian pada
industri kimia banyak diberikan mengingat produk-produk dari industri ini mempunyai
banyak keterkaitan dengan industri lainnya. Semakin banyaknya industri yang
menggunakan bahan baku metanol, terutama untuk industri kimia organik, menyebabkan
kebutuhan metanol setiap tahunnya meningkat.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil utama sawit dunia. Disamping volum
produk berupa minyak yang sangat besar juga terdapat potensi limbah yang sangat besar.
Seperti diketahui, dalam proses pengolahan tandan buah segar menjadi minyak sawit
sekitar 4! bahan akan menjadi limbah padat berupa serbuk, serabut, tempurung, dan
tandan kosong. Sekitar "! dari limbah padat tersebut adalah tandan kosong.
#eman$aatan limbah se%ara sepadan akan mengurangi masalah bahkan dapat
mendatangkan keuntungan bila dapat mengoptimalkan nilai tambah limbah tersebut
&'ambang, ("11). #ada umumnya, industri metanol di Indonesia masih memakai bahan
baku yang tidak dapat diperbaharui *unrenewable+ seperti batubara dan gas alam.
Sehingga dalam peran%angan pabrik ini mengembangkan biomassa sebagai bahan baku
yang dapat diperbaharui *renewable+ dalam proses pembuatan metanol.
Dewasa ini semua industri diarahkan untuk menggunakan teknologi yang minim akan
polusi dan hemat biaya untuk operasional. Salah satu jenis proses teknologi tersebut
adalah proses gasi$ikasi. ,eknologi gasi$ikasi ini merupakan teknologi yang hemat biaya.
Dapat dikatakan demikian karena proses konversi biomassa dapat disesuaikan dengan
kebutuhan yang diinginkan &Sukandarumidi, (""-). .asi$ikasi merupakan satu upaya
pengkonversian bahan baku seperti batubara, gas alam, dan limbah padat organik menjadi
gas, seperti /
(
, 01, 01
(
, 0/
4
, 2
(
, dan /
(
S. .as-gas ini selanjutnya akan mengalami
proses puri$ikasi sebelum disintesa menjadi senyawa kimia baru yang se%ara luas
dibutuhkan dalam kehidupan manusia, yaitu metanol.
Metanol sangat banyak digunakan dalam dunia industri. 3ebutuhan metanol di dunia,
khususnya Indonesia akan naik seiring dengan meningkatnya kebutuhan dunia akan
energi dan berkembangnya industri-industri yang meman$aatkan metanol sebagai bahan
baku pada industri-industri seperti industri formaldehyde, acetic acid, dan M,'4.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(
1.2 Tujuan Perancangan
,ujuan pra-ran%angan pabrik metanol dari tandan kosong sawit adalah agar dapat
menganalisa proses pengkonversian biomassa dari tandan kosong sawit menjadi metanol
yang layak untuk diproduksi se%ara teknis dan ekonomis.
1.3 Ruang Lingkup Perancangan
8uang lingkup dari pra ran%angan pabrik pembuatan metanol dari gasi$ikasi tandan
kosong sawit *,3S+ adalah seperti berikut 9
:aporan I 9 Mempelajari studi literature dan basis peran%angan, pada laporan satu ini
berisikan pendahuluan, deskripsi proses yang akan diran%ang, latar
belakang dan tujuan serta penjelasan tentang proses yang kita gunakan.
:aporan II 9 Menghitung dan menentukan nera%a massa dan energi dari setiap unit
alat yang ada dalam peran%angan.
:aporan III 9 Mempelajari spesi$ikasi peralatan, menghitung dan meran%ang alat-alat
dalam pabrik seperti reaktor, unit pemisahan, unit perpindahan panas,
alat aliran bahan, sistem utilitas dalam pabrik.
:aporan I; 9 Mempelajari dan menentukan proses Piping and instrument diagram.
:ampiran ; 9 Manajemen pabrik dan menentukan analisis kelayakan ekonomi serta
executive summary.
1.4 Prospek Ekonomi
3ebutuhan metanol dalam negeri masih di%ukupi melalui impor. #eran%angan pabrik
metanol ini berorientasi pada pemenuhan kebutuhan metanol dalam negeri sehingga dapat
mengurangi nilai impor.
Tabel 1.1. Data Impor Metanol di Indonesia
Tahun umlah !mpor "#g$
(""" <.4(".=<"
(""1 =.=-.15-
(""( 4>.(>=.54<
(""5 =.<5.5-
(""4 >1.(<".=4>
("" 4-.<1.>=-
(""- (<.<<(.=15
(""= -5.-=4.4>-
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
5
Tahun umlah !mpor "#g$
(""> -5.(<5."51
(""< -5.1"(.5<
("1" 1<(.((5.>1
("11 (=.<4=.(4=
("1( (4(.>(.5->
&Sumber 9 '#S, ("1()
Dari data impor metanol Indonesia berdasarkan ,abel 1.1 dengan asumsi mengabaikan
penurunan impor, dapat dilihat bahwa kebutuhan impor metanol di Indonesia dari tahun
ke tahun %enderung semakin meningkat. ?ika dibandingkan berdasarkan nilainya, rata-
rata nilai impor tiap tahun sekitar =! dari nilai ekspor rata-rata tiap tahun. ;olum
perbandingan ekspor dan impor di Indonesia ditunjukkan ,abel (.1.
Tabel 1.2 ;olum Impor dan 4kspor Metanol di Indonesia dari ,ahun ("1"-("1(
Tahun
!mpor Ekspor
umlah "ton$
Pertumbuhan
"%$
umlah "ton$
Pertumbuhan
"%$
("1" 1<(.((5,>1 - 45".=>> -
("11 (=.<4=,(4= 5",54 4=-.>5= <,-=
("1( (4(.>(,5-> -15,-4 45=.(41 -<,"-
Rata&rata '(3) *(3*)
&Sumber9 Indo 7nalisis, ("15)
Peluang Bisnis +etanol
#emakai terbesar metanol adalah industri formaldehyde, acetic acid, M,'4 dan industri
lain yang menggunakan metanol sebagai bahan baku seperti pada .ambar 1.1. @ntuk
Indonesia, >"! pembeli metanol adalah industri formaldehyde yang menghasilkan
adhesives untuk playwood dan industri wood processing lainnya.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
4
,ambar 1.1. 3onsumsi Metanol untuk Industri &Dewey ?onshon, ("1()
Selain digunakan sebagai bahan baku industri seperti $ormaldehid, metanol juga
mempunyai prospek yang baik sebagai bahan bakar alternati$. Selain dapat diperbaharui
*renewable+ juga memiliki karakteristik pembakaran dengan e$isiensi yang besar dan
emisi gas buang yang relati$ ke%il sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan
dengan bahan bakar minyak lainnya &#rasetyo, (""5).
Menurut 'adan ,enaga 2uklir 2asional, diperkirakan peningkatan kebutuhan metanol
dunia sampai dengan tahun ("(" sebesar 54,1= milyar galon atau 5 kali produksi
metanol saat ini 1(, milyar galon. Ini adalah peluang yang sangat menjanjikan pada
masa yang akan datang bagi negara-negara produsen metanol. Indonesia adalah salah satu
produsen metanol dengan kapasitas produksi 55" juta galon per tahun, dapat
meman$aatkan kesempatan ini untuk menambah kapasitas produksi dan volum penjualan
&Media 3ita, ("1").
'edasarkan beberapa $akta tersebut, terlihat bahwa peluang bisnis untuk metanol sangat
prospekti$ dan menjanjikan. ,idak hanya untuk pasar Indonesia, tetapi juga untuk pasar
dunia. Selain itu, terlihat bahwa negara dengan pertumbuhan ekonomi dan industri yang
pesat merupakan pasar yang menjanjikan untuk penjualan produk metanol.
Gross Profit Margin ",P+$
3elayakan dalam pendirian suatu pabrik metanol dapat dihitung se%ara kasar dengan
menggunakan gross profit margin *.#M+. .#M merupakan perkiraan se%ara umum
mengenai keuntungan penjualan produk dan produk samping dikurangi harga bahan baku
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved

tanpa memperhitungkan biaya peralatan dan biaya pengoperasian. .#M pembentukan


metanol dengan reaksi sebagai berikut9
01 A (/
(
B 0/
5
1/
*1+ *(+ *5+
Tabel 1.3 #erhitungan Gross Profit Margin
"1$ "2$ "3$
Mol 1 ( 1
'M (> ( 5(
3g (> 4 5(
3g63g Metanol ",>= ",1( 1
8p63g 55"> ><" 4>"1,"
1 kg ,3S C 55,">! berat 01 *#utri., DM, ("1(+
1 kg ,3S C >,<! berat /
(
*#utri., DM, ("1(+
1 kg ,3S C ".""1 @SD6kg *7libaba.%om, ("15+
1 kg metanol C ".4(5 @SD6kg *I%ispri%ing, ("15+
I @SD C 8p. 11.5" *bi.go.id, (> September ("15+
.#M C harga jual produk - harga beli bahan baku
C D &*kg produk6kg metanol+ E harga produk) - D &*kg bahan6kg+ E harga bahan)
C *1 E 4>"1,"+ F &*",1( E ><"+ A *",>= E 55">+)
C 4>"1," F &111,( A (><4,)
C 8p 1=<,56kg
Bab 2. -eskripsi Proses
2.1 Proses&proses Pembuatan +etanol
Metanol dapat diproduksi dari beberapa ma%am metoda yaitu metoda alamiah dengan
%ara ekstraksi atau $ermentasi, dan metoda sintesis dengan %ara sintesis gas hidrogen dan
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
-
karbon dioksida atau oksidasi hidrokarbon atau dengan %ara elektro atau radiasi sintesis
gas karbon dioksida. Metanol dapat diproduksi dari berbagai ma%am bahan baku seperti9
biomassa, gas alam, dan batu bara.
Pembuatan +etanol dengan .ara /intesa ,as
Se%ara teori metanol dapat dibuat dari proses penyulingan kayu, gasi$ikasi batu bara dan
sintesis gas alam. 8eaksi pembuatan metanol dengan sintesis gas alam adalah sebagai
berikut9
0/
4
A /
(
1 5/
(
A 01.....................................*1.1+
01 A (/
(
0/
5
1/.......................................*1.(+
01
(
A 5/
(
0/
5
1/ A /
(
1............................*1.5+
8a%un /
(
S pada natural gas ditangkap dengan katalis Gn1, dan ra%un 8S/ ditangkap
dengan katalis 0oMo.
7dapun se%ara ringkas, tahapan proses sintesis metanol adalah sebagai berikut9
a. Pre-reform9 gas alam direaksikan dengan steam superheated, reaksi
0
n
/
(nA(
A n /
(
1 01 A *(nA1+/
(
A H......................*1.4+
01 A 5/
(
0/
4
A /
(
1 A H............................*1.+
01 A /
(
1 01
(
A /
(
A H...............................*1.-+
b. Reforming9 merubah 0/
4
menjadi 01 dan /
(
dengan bantuan steam, reaksi
0/
4
A /
(
1 5/
(
A 01 F H..............................*1.=+
%. Autotermal9 merubah sisa-sisa 0/
4
dengan steam dan 1
(
, di mana reaksi parsial
dan sempurna berlangsung sekaligus, reaksi
(0
n
/
(nA(
A *5A1n+1
(
(n01
(
A *(nA(+/
(
1 A H...............*1.>+
(0
n
/
(nA(
A 5n1
(
(0
n
01A (/
(
A 4n/
(
1 AH............. *1.<+
0/
4
A (1
(
01
(
A (/
(
AH..............................*1.1"+
0/
4
A 1
(
01 A /
(
A /
(
1 AH.......................*1.11+
d. Sintesis9 gas-gas 01, 01
(
, dan /
(
lalu disintesis dalam reaktor dengan katalis 0u.
e. Destilasi9 hasil dari sintesis gas di unit reaktor kemurniannya masih berkisar ="!,
maka dilakukan tahap akhir yaitu destilasi untuk mendapatkan metanol dengan
kemurnian tinggi.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
=
Pembuatan +etanol dengan .ara 0ermentasi
Degradasi 'iomassa. Sebelum membentuk metanol, pada proses anaerob bahan baku
biomassa akan didegradasikan menjadi metana dan karbon dioksida melalui tahap-tahap
yang merupakan serangkaian kegiatan metabolik dari kelompok-kelompok
mikroorganisme yang berbeda. Dalam proses ini dibagi menjadi 4 tahap, yaitu9
a. /idrolisis dan 7sidi$ikasi
#ada tahap ini, bakteri $ermentati$ akan menghidrolisis substrat polimer seperti
polisakarida, protein, dan lemak menjadi monomer-monomer gula, asam amino, dan
peptide.
7sidogenesis. Sedangkan pada tahap ini, hasil hidrolisis dari tahap sebelumnya
akan di$ermentasikan menjadi asam lemak volatile *asam asetat, asam butirat,
dan propionat+, asam lemak rantai panjang, 01
(
, $ormat, 2/
4
A
, /S
-
, /
(
, alkohol.
7setogenesis. Selanjutnya, bakteri asetogenik pereduksi proton akan
menguraikan propionat, asam lemak rantai panjang, alkohol, beberapa asam
amino dan senyawa aromatik menjadi /
(
, $ormat, dan asetat.
Metanogenesis. #ada tahap akhir ini melibatkan ( kelompok metanogen yang
berbeda yaitu, metanogen hidrogenotropik yang menggunakan /
(
dan $ormat dari
reaksi sebelumnya untuk mereduksi 01
(
menjadi 0/
4
dan metanogen asetotropik
yang menguraikan asetat menjadi 01
(
dan 0/
4
.
b. #roses sintesis gas sintetis
0ampuran hidrokarbon dari hasil metagenosis, dikonversi menjadi gas sintetis yang
umumnya terdiri dari 01, 01
(
, /
(
. #roses pengubahan6pengkorvensian ini terjadi oleh
kukus *steam+dan dibantu oleh katalis nikel menurut reaksi berikut9
0/
4
A /
(
1 01 A 5/
(
.....................................*1.1(+
01 A /
(
1 01
(
A /
(
.....................................*1.15+
#roses Sintesa Metanol. #ada proses ini menggunakan katalis 0u-Gn1. 3atalis ini
memiliki keakti$an sangat tinggi sehingga ke%epatan reaksi tinggi pada temperatur relati$
rendah ((
o
0. 3atalis yang digunakan pada kilang metanol ini harus memiliki selektivitas
sintesa metanol yang tinggi untuk memperke%il jumlah produk sampingan yang
dihasilkan. Setelah proses ini terlewati, gas keluaran dari hasil reaksi sintesis metanol
didinginkan dari ((
o
0 menjadi 4"
o
0. #endinginan ini bertujuan untuk memisahkan
metanol mentah dari gas terlarut didalamnya.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
>
#roses #emurnian Metanol. 3enaikan tekanan operasi akan menyebabkan bertambahnya
gas terlarut dalam %airan. @ntuk itu, oleh karena itu dilakukan penurunan tekanan agar
gas-gas terlarut lepas. Sedangkan volatile impurities seperti dimetil eter, metil $ormat, dan
gas-gas inert terlarut dipisahkan dari metanol mentah. Setelah itu,metanol mentah
dilakukan pemurnian pada kondisi >"
o
0 dan 1, bar. #ada kolom pemurnian ini, metanol
akan menjadi produk atas dan air akan menjadi produk bawah. 7ir proses yang dihasilkan
sebagai produk bawah ini akan dipompa menuju pemanas air proses. @ap yang menuju
pun%ak kolom distilasi akan didinginkan oleh suatu kondensor dimana uap metanol akan
dikondensasikan se%ara total menjadi %airan bersuhu -<
o
0. Metanol terkondensasi ini
selanjutnya didinginkan lagi hingga men%apai suhu 4"
o
0 dan ditampung.
Pembuatan +etanol Berdasarkan Tekanan Proses
Metanol diproduksi dalam skala industri terutama berdasarkan perubahan katalitik dari
gas sintesa *catalityc conversion of synthesis gas. 'erdasarkan tekanan yang digunakan
proses katalitik dari gas sintesa, pembuatannya dibagi menjadi9
a. #roses tekanan tinggi.
#ada proses ini pembuatan metanol dioperasikan pada tekanan 5"" bar, menggunakan
katalis krom oksida-seng oksida untuk perubahan katalitik dari 01 dan 01
(
dengan /
(
menjadi metanol pada suhu 5(" sampai 4""
o
0. 3ekurangan proses ini adalah mahalnya
komponen yang diperlukan untuk tekanan tinggi, biaya energi yang lebih tinggi, serta
biaya peralatan yang relati$ %ukup tinggi.
b. #roses tekanan rendah.
#ada proses ini tekanan yang digunakan ialah "-1" bar dan suhu ("" F ""
o
0. ?enis
katalis yang digunakan ialah dasar tembaga *copper based catalyst. 3eunggulan dari
proses ini adalah biaya investasi yang lebih rendah, biaya produksi yang lebih rendah,
kemampuan operasi yang lebih baik dan lebih $leksibel dalam penentuan ukuran pabrik.
#roses-proses yang menggunakan tekanan rendah antara lain adalah sebagai berikut9
a. #roses :urgi. #roses ini patennya dimiliki oleh !urgi "el Gas #hemie .mb/. .as
alam dilewatkan dalam proses desul$urisasi untuk menghilangkan kontaminan
sul$ur. #roses ini berlangsung kira-kira pada suhu 5"-5>"
o
0 dalam reaktor
desul$urisasi. 3emudian gas dikompresi dan dialirkan ke dalam unit re$ormer
*yaitu !urgi reformer dan autothermal reformer+. Dalam unit re$ormer gas
di%ampur dengan uap panas dan diubah menjadi gas /
(
, 01
(
, dan 01. .as hasil
kemudian didinginkan dengan serangkaian alat penukar panas. #anas yang dimiliki
oleh gas hasil digunakan untuk membuat uap panas. #emanas awal gas alam,
pemanas air umpan masuk boiler dan alat re-boiler di kolom distilasi. .as hasil
tersebut kembali dikompresi hingga >"-<" bar tergantung pada optimasi proses
yang ingin di%apai. Setelah dikompresi gas hasil kemudian dikirim ke dalam
reaktor pembentukan metanol. 8eaktor yang digunakan ialah :@8.I tubular
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
<
rea$tor *proses isotermal+ yang mengubah gas hasil menjadi crude metanol. #rude
metanol hasil kemudian dikirim ke dalam unit kolom distilasi untuk menghasilkan
kemurnian metanol yang dihasilkan.
b. ,he I0I !ow Pressure Metanol *:#M+ Process. #roses ini merupakan proses yang
paling umum digunakan dalam proses pembutan metanol. #aten dari proses ini
dimiliki oleh %mperial #hemical %ndustry *I0I+ dan sekarang lisensinya dipegang
oleh anak perusahannya yaitu Synetik. Deskripsi prosesnya yaitu, umpan gas alam
dipanaskan dan dikompresi lalu kemudian didesul$urisasi sebelum dimasukkan ke
dalam saturator. Setelah didesul$urisasi gas alam kemudian di masukkan ke dalam
saturator, di dalam saturator gas alam dikontakkan dengan air panas. #ada proses
ini sekitar <"! kebutuhan steam untuk proses dapat di%apai. Selanjutnya gas alam
kemudian dipanaskan ulang dan ditambahkan kekurangan steam yang dibutuhkan
untuk proses. 0ampuran gas alam dengan uap panas ini kemudian dikirim kedalam
Metanol &ynthesys Reformer *MS8+. Didalam MS8 ini gas alam dirubah menjadi
/
(
, 01
(
, 01. .as hasil ini kemudian didinginkan dengan serangkaian alat penukar
panas. #anas yang dihasilkan digunakan untuk memanaskan air umpan masuk
boiler, menghasilkan uap panas dan kebutuhan yang lain. :alu gas hasil ini dikirim
ke dalam metanol converter *I0I tube cooled reactor+. 8eaksi yang berlangsung
dengan bantuan katalis dalam reaktor ini menghasilkan crude metanol dan bahan
lain, hasil dari reaktor kemudian dipisahkan dengan separator, gas yang masih
belum terkonversi dipakai sebagai bahan bakar MS8. #rude metanol yang sudah
dipisahkan dari bahan lain kemudian dikirim ke unit distilasi $raksionasi untuk
menghasilkan metanol yang lebih murni.
%. ,he I0I !eading #oncept Metanol *:0M+ Process. #roses ini merupakan
perbaikan dari proses I0I :#M, terutama dalam hal unit reformer. #rosesnya
adalah sebagai berikut. @mpan masuk gas alam pertama-tama di desul$urisasi
sebelum memasuki saturator. Dalam saturator gas alam dikontakkan dengan air
panas yang dipanaskan oleh gas hasil yang keluar dari Advanced Gas 'eated
Reformer *7./8+. #engaturan sirkuit saturator ini memungkinkan untuk
mendapatkan sebagian uap panas yang dibutuhkan untuk proses dan mengurangi
sistem uap panas dari boiler. ,etapi berbagai ma%am modi$ikasi proses dapat
dilakukan tergantung dari pemilihan sistem reformer dan converter. 0ampuran gas
alam dan uap panas ini kemudian dipanaskan sebelum memasuki 7./8. Dalam
7./8 gas %ampuran memasuki tabung-tabung yang berisi katalis yang dipanaskan
oleh gas hasil dari reformer kedua. 3ira-kira (! gas alam terkonversi dalam
7./8 menjadi 01
(
. Setelah keluar dari 7./8 gas alam memasuki re$ormer
kedua kemudian ditambahkan semburan oksigen yang merubah gas alam dengan
bantuan katalis menjadi gas hasil yaitu /
(
, 01
(
, dan 01. .as hasil ini suhunya
berkisar 1"""
o
0 dan hanya mengandung sangat sedikit metana yang tidak
terkonversi. 7liran gas hasil lalu dilewatkan melalui shell side dari 7./8 dan
serangkaian alat penukar panas untuk memaksimalkan penggunaan panas. :alu gas
dikompresi sehingga >" bar. .as yang telah dikompresi kemudian dikirim ke
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1"
methanol converter untuk mengubahnya menjadi metanol dan air. Metanol hasil
kemudian dikirim ke unit distilasi $raksionasi untuk memurnikannya.
Pembuatan +etanol dengan Proses ,asi1ikasi Biomassa
.asi$ikasi adalah suatu teknologi proses yang mengubah bahan padat menjadi gas. 'ahan
padat yang dimaksud adalah bahan bakar padat termasuk didalamnya, biomassa,
batubara, dan arang dari proses oil refinery. .as yang dimaksud adalah gas-gas yang
keluar dari proses gasi$ikasi dan umumnya berbentuk 01, 01
(
, /
(
, dan 0/
4
. .asi$ikasi
berbeda dengan pirolisis dan pembakaran. 3etiga dibedakan berdasarkan kebutuhan
udara yang diperlukan selama proses. ?ika jumlah udara6bahan bakar *7I8, air fuel ratio+
sama dengan ", maka proses disebut pirolisis. ?ika 7I8 yang diperlukan selama proses
kurang dari 1,, maka proses disebut gasi$ikasi. ?ika 7I8 yang perlukan selama proses
lebih dari 1,, maka proses disebut pembakaran.
/asil yang diperoleh dari gasi$ikasi biomassa merupakan %ampuran beberapa ma%am gas.
3omponen utama bahan bakar dalam gas biomassa adalah /
(
dan 01. 3andungan 01
dalam gas biomassa 1 F 5"!, sedang /
(
antara 1" F ("! &,urare, 1<<=). 3omponen
0
n
/
m
1
k
pada persamaan di atas berupa $raksi uap %ampuran dari berbagai ma%am
senyawa organik yang disebut dengan nama umum tar. #roses gasi$ikasi se%ara umum
dapat dilihat pada gambar berikut9
,ambar 2.1. .asi$ikasi biomassa menjadi metanol &Jamamoto dkk, ("11)
2.2 2nalisa Pemilihan Proses
#emilihan proses dalam suatu pendirian pabrik melalui beberapa pertimbangan, yaitu 9
#on3ersi
#emilihan proses penting dilihat konversi suatu proses dalam menghasilkan produk.
Dalam suatu proses selalu memiliki tingkat konversi yang berbeda.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
11
#onsumsi Energi
#abrik selalu menggunakan konsumsi energi sangat besar. ,etapi setiap proses memiliki
konsumsi energi yang berbeda. 3arena ini sangat berpengaruh dengan biaya produksi.
Bia4a Peralatan
#eralatan pabrik berperan penting dalam suatu proses. 2amun setiap proses
menggunakan peralatan yang berbeda. Sehingga mempengaruhi biaya yang digunakan
untuk peralatan.
2.3 Proses 4ang Terpilih
'erdasarkan analisa pemilihan proses, maka pra-peran%angan pabrik ini menggunakan
proses gasi$ikasi dalam mengolah biomassa tandan kosong sawit menjadi metanol. Se%ara
umum urutan produksi metanol dalam skala industri terdiri dari9
Chipping
#en%a%ahan merupakan perlakuan awal sebelum proses gasi$ikasi. ,3S di%a%ah menjadi
partikel dengan ukuran yang lebih ke%il. #en%a%ahan dilakukan karena pengurangan
ukuran partikel dapat meningkatkan hasil dan komposisi gas 01, 0/
4
dan 01
(
&8apagna, 1<<>). Dengan mengurangi ukuran partikel biomassa menjadi 1,( mm sampai
","= mm, maka /
(
dan 01 yang dihasilkan dan e$isiensi konversi karbon meningkat
sedangkan 01
(
menurun &:uo dkk, (""<). /asil gas dan e$isiensi energi yang lebih besar
disebabkan oleh perpindahan panas meningkat pada partikel dengan ukuran yang lebih
ke%il karena luas permukaan kontak menjadi lebih besar.
Drying
#engeringan diperlukan untuk mendapatkan kadar air pada biomassa yang diinginkan
untuk proses gasi$ikasi. Dalam proses gasi$ikasi, limbah panas dapat diman$aatkan untuk
mengurangi kadar air dari biomassa yang akan meningkatkan e$isiensi dari proses
gasi$ikasi. Semakin kering umpan biomassa, maka e$isiensi gasi$ikasi akan meningkat
&/amelin%k dan Iaaij, (""1). Perforated bin dryers, band conveyor dryers and rotary
cascade dryers biasanya digunakan untuk pengeringan biomassa &7jay 3umar. Dkk,
(""<). 'iomassa dikeringkan hingga men%apai kelembaban sekitar 1"-1 ! tergantung
dengan gasifier yang digunakan &/amelin%k dan Iaaij, (""1). 2amun, untuk biomassa
dengan kelembaban rendah *kurang dari 1"!+ tahap pengeringan mungkin tidak
diperlukan &7jay 3umar. Dkk, (""<).
Preparation of Gasifying Agents
3ebutuhan oksigen untuk proses gasi$ikasi dapat disuplai dari udara, oksigen dan udara
yang kaya akan oksigen. 2amun, penggunaan udara sebagai agen gasi$ikasi mempunyai
kelemahan yaitu adanya gas 2
(
yang menyebabkan pembengkakan ukuran peralatan
&/amelin%k, (""5). .asi$ikasi dengan oksigen murni lebih menguntungkan dari segi
ukuran alat, energi kompresi dan tekanan lebih tinggi, namun biaya oksigen murni sangat
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1(
mahal. 1leh karena itu, udara yang kaya akan oksigen dapat dipertimbangkan sebagai
agen gasi$ikasi karena lebih murah dibandingkan dengan oksigen murni. #emisahan
udara kriogenik sering digunakan untuk kebutuhan oksigen dalam jumlah yang besar
*K1""" 2m
5
6hr+. 3arena udara tersedia bebas di alam maka biaya produksi untuk oksigen
se%ara langsung mempengaruhi biaya untuk kompresi dan pendinginan udara *unit utama
operasi pada proses pemisahan udara+. Sehingga biaya oksigen dapat ditentukan oleh
biaya energi dan investasi. 'erikut ini merupakan perbandingan penggunaan oksigen
murni dan udara sebagai agen gasi$ikasi terhadap komposisi produk.
Tabel 2.1. 3omposisi #roduk 'erdasarkan ?enis 7gen .asi$ikasi
7gen .asi$ikasi @dara 1
(
/
(
1! 4"!
01 ("! 4"!
0/
4
(! -
01
(
1! ("!
2
(
4>! -
/
(
601 ".=! 1!
&Sumber9 Guberbuhler, dkk. (""-)
Dengan mempertimbangan biaya oksigen murni yang lebih mahal dari oksigen yang
diperoleh dari udara, maka proses pembuatan metanol dari gasi$ikasi ,3S ini
menggunakan udara sebagai agen gasi$ikasi meskipun terdapat kandungan nitrogen yang
%ukup besar.
,asi1ikasi
.asi$ikasi melibatkan reaksi sumber karbon, kemungkinan bergabung dengan hidrogen,
dengan sumber hidrogen *biasanya steam+ dan6atau oksigen untuk yield gas yang terdiri
dari hidrogen, karbonmonoksida, karbondioksida, dan metana. #roporsi komponen gas ini
bergantung pada rasio reaktan yang digunakan dan kondisi reaksi.
(eedstoc$ diubah menjadi bentuk gas, komponen yang tidak diinginkan seperti senyawa
sul$ur dan partikel solid dapat dipisahkan dari gas dengan beberapa
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
15
teknik. &yngas bersih *khususnya %ampuran karbonmonoksida dan hidrogen+ dapat
diubah menjadi bahan bakar gas, bahan bakar li)uid, bahan kimia, electric power *daya
listrik+ atau kombinasinya.
,eknologi gasi$ikasi yang digunakan adalah %G* max '
+
,ubbling (luidised ,ed.
#emilihan proses ini berdasarkan jumlah reaktor dan yield yang dihasilkan *dapat dilihat
pada :ampiran 0+. ,eknologi ini bekerja pada steam yang tinggi sehingga menghasilkan
gas hidrogen yang maksimum. ?adi, teknologi ini tidak memerlukan proses peningkatan
unsur hidrogen seperti &team Reforming dan &hift #onverter. @nggun di dalam gasifier
di $luidisasi oleh steam dan oksigen yang diinjeksikan dari bagian bawah. #roses
gasi$ikasi berlangsung di seluruh permukaan unggun dan suhu unggun relati$ seragam
yaitu >""-1"""
o
0.
3arakteristik penting dari I., syngas adalah kandungan 01
(
dan $raksi 0/
4
yang relati$
besar. Saat dioperasikan dengan input steam yang tinggi, gasifier I., menghasilkan gas
produk dengan kandungan hidrogen tinggi. Gasifier tipe ini yang disebut gasifier I.,
max /
(
. Dengan menggunakan reaktor ini gas produk memiliki komposisi /
(
dan 01
yang tepat untuk produksi metanol, dan produksi hidrogen dapat terjadi tanpa proses
reforming dan shift.
#rinsip reaksi kimia pada proses gasi$ikasi sebagai berikut 9
1. 8eaksi #embakaran
0 A L 1
(
01 M/ C -111 m?6kmol
8eaksi ini eksotermis. Selanjutnya reaksi ini tidak berhenti sampai menjadi 01,
tetapi setiap oksigen bebas bereaksi dengan %epat dengan 01 dalam $ase gas
untuk menjadi 01
(
, seperti reaksi di bawah ini 9
01 A L 1
(
01
(
M/ C -(>5 3?6mol
/
(
A L 1
(
/
(
1 M/ C -(4( m?6kmol
(. 8eaksi ,oudouard
0 A 01
(
( 01 M/ C A1<.= k?6mol
8eaksi endotermis pada reaksi ,oudouard yang sangat lambat.
5. 8eaksi -ater Gas
@ntuk mengendalikan temperatur yang tinggi yang diperoleh dari reaksi 0-
1
(
dan untuk meningkatkan nilai kalor gas sintesis, melalui penambahan
hidrogen dimana hidrogen juga sebagai produk utama biasanya
ditambahkan steam sebagai reaktan. 8eaksi ini merupakan reaksi endotermis
dimana mengandalkan panas yang dibebaskan dari reaksi 0-1
(
untuk kebutuhan
energi. Selanjutnya, laju reaksi 0 A /
(
1 sangat lambat dibandingkan 0-1
(
.
8eaksi water gas dapat dilihat pada reaksi dibawah ini 9
0 A /
(
1 01 A /
(
M/ C A11>.< k?6mol
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
14
4. 8eaksi Metanasi
#ada beberapa proses gasi$ikasi terutama untuk gasi$ikasi yang menginginkan
metana sebagai produk utama untuk proses S2..
0 A ( /
(
0/
4
M/ C -= k?6mol
8eaksi dengan oksigen selalu saja eksotermis, sedangkan reaksi
dengan steam atau 01
(
selalu saja endotermis. Dalam gasifier dimana oksigen dan steam
digunakan untuk mengontrol temperatur, dimana peran steam yaitu sebagai moderator.
Syngas Cleaning
a. Particulate removal
7liran gas produk dari gasifier biasanya berisi partikulat. #artikulat terdiri dari bahan
biomassa yang tidak terkonversi *abu dan arang+ dan material bed. 'ahan abu adalah
komponen mineral biomassa, char adalah bagian yang tidak terkonversi dari biomassa
yang kurang reakti$, mengakibatkan penurunan e$isiensi konversi karbon, dan juga
partikel yang terbawa aliran gas. Deposisi #artikulat pada downstream menyebabkan
plugging dan menghasilkan keausan yang lebih tinggi.
7lat yang dapat digunakan untuk proses syngas cleaning yaitu separator cyclon, wet
scrubber, dan .lectrostati precipitators *4S#+.
&eparator cyclon biasanya digunakan untuk memisahkan partikulat yang lebih besar
*diameter K m+ pada pembersihan awal dengan sedikit penurunan tekanan. Separator
ini mudah di instalasi dan dioperasikan. Metodologi desain untuk cyclon separator ini
sudah tersedia &#erry dkk,1<<=). @mumnya, beberapa siklon digunakan untuk
meningkatkan e$isiensi pemisahan. Sedangkan untuk memisahkan partikel yang lebih
ke%il dapat menggunakan wet scrubber dan electrostatic precipitators.
-et scrubber menghilangkan partikel menggunakan %airan yang disemprotkan *biasanya
air+ pada aliran gas. -et scrubber ini dapat menghilangkan <-< ! partikel yang lebih
dari 1 m dan <<! partikel diatas ( m dengan venturi (, hingga ( k#a &'aker dkk,
1<>-). 2amun, wet scrubber digunakan untuk suhu N 1""
o
0 yang menyebabkan
hilangnya panas sensibel. .as yang lebih panas yang diinginkan khususnya untuk
beberapa aplikasi seperti turbin gas dan reaksi reforming.
.lectrostati precipitators *4S#+ menggunakan energi listrik untuk memisahkan partikel.
4$isiensi pemisahan tergantung pada resistivitas partikel, kandungan sul$ur dan alkali.
3arena ukurannya yang besar dan biaya yang besar, 4S# ini %o%ok untuk skala operasi
yang besar. ,arrier filter memungkinkan gas untuk melewati media berpori yang
mengumpulkan partikel berukuran ". hingga 1"" m. 7kibat dari ukuran pori yang lebih
ke%il, maka terjadi peningkatan perbedaan tekanan pada filter. ,ipe barrier filter yang
umum digunakan yaitu metal atau ceramic porous candle filter, bag filters dan pac$ed
bed filters. #andle filter dapat beroperasi pada temperatur tinggi sehingga dapat
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1
digunakan untuk pembersihan gas panas. #eramic filter telah diuji pada sebuah gasifier
yang beroperasi pada suhu gas sekitar =""
o
0. ,ag filters tersusun oleh material woven
yang mengumpulkan partikel ke%il bahkan ukuran sub mikron, dan dapat beroperasi pada
suhu sekitar 5"
o
0. Pac$ed bed filters menggunakan material unggun seperti bola
keramik dan gergaji besi untuk menangkap partikel yang mengalir bersama gas &3umar
dkk, (""<).
b. Al$ali removal
3omponen alkali yang ada dalam biomassa diantaranya 0a1, 3
(
1, #
(
1

, Mg1, 2a
(
1,
Si1
(
, dan S1
5
. 3omponen alkali ini dapat pada diatas =""
o
0 selama gasi$ikasi dan ketika
terkondensasi *di bawah sekitar -" O 0+, bentuk partikel *N Pm+ pada aliran bawah
*turbin gas, heat exchanger+, menempel pada permukaan logam, dan mengakibatkan
korosi. Selain itu, garam alkali menonakti$kan katalis yang digunakan dalam crac$ing tar,
re$ormasi dan konversi syngas menjadi hidrokarbon. #enghilangan alkali dapat
dilakukan dengan pendinginan gas dan kemudian melewati barrier filter &3umar, (""<).
c. /itrogen compounds
#ada proses gasi$ikasi, kandungan nitrogen dari biomassa *", F 5 !+ menghasilkan
amonia *-" - - !+ dan molekul nitrogen. 'erbeda dengan gasi$ikasi batu bara, konversi
nitrogen menjadi hidrogen sianida sangat rendah pada gasi$ikasi biomassa. ?ika amonia
tidak dihilangkan, pembakaran amonia *terjadi pada temperatur diatas 1"""
o
0+
menyebabkan terbentuknya 21
E
. 2amun jika yang diinginkan adalah produk gas dingin,
ammonia daat dihilangkan dengan proses wet scrubbing. #embersihan gas panas untuk
aminia dapat dilakukan dengan penghan%uran amonia pada suhu tinggi menggunakan
dolomites, katalis berbasis nikel dan berbasis besi &3umar dkk, (""<).
d. &ulfur compounds
3ebanyakan biomassa mengandung sedikit sul$ur *N",!+ yang selama gasi$ikasi
dikonversi menjadi /
(
S dan S1
(
. 3arena kandungan sul$ur yang rendah dalam biomassa
dibandingkan dengan batubara, maka tidak dibutuhkan proses penghilangan sul$ur.
Gas Cooling & Compression
#ada tahap ini gas keluaran dari syngas cleaning terjadi penyesuaian suhu dan tekanan
untuk proses selanjutnya. 3arena suhu keluaran sangat tinggi *<("
o
0+ dan tekanan
keluaran sangat ke%il *( bar+. Sedangkan pada tahap selanjutnya di butuhkan syngas
dengan suhu 4""
o
0 dan tekanan 5""-1""" bar.
@ntuk penurunan suhu dilakukan dengan tahap gas cooling. .as cooling berupa heat
exchanger. Sedangkan untuk menaikkan tekanan menggunakan proses kompresi dengan
alat kompresor.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1-
Methanol Synthesis
.as sintesis yang telah dibersihkan dan diatur komposisinya sesuai dengan kondisi
umpan reaktor. 3emudian dimasukkan kedalam reaktor dengan kondisi operasi 4""
o
0,
dan tekanan 5""-1""" bar. .as 01 dan /
(
bereaksi membentuk metanol dengan reaksi9
01 A (/
(
0/
5
1/...............................................*1.1+
Methanol Purification
Metanol hasil proses purification yang berupa gas kemudian didinginkan hingga berubah
$asa menjadi $asa %air. Iasa %air ini terdiri dari air dan metanol. @ntuk memisahkan air
dan metanol digunakan proses distilasi.
3eterangan .ambar 9
Raw Gas 9 01, 01
(
, /
(
, 0/
4
,

2/
5
, /
(
1, /
(
S, S1
(
&ynthesis Gas 9 01, 01
(
, /
(
, /
(
1
,ambar 2.2. Diagram 7lir #embuatan Metanol 0Gasification
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
Synthesis Gas
Syngas
Raw
Gas
H
2
O
Raw
Gas
Synthesis
Gas
1=
Bab 3. -asar Perancangan
a. Penentuan Laju Produksi
,ingginya kebutuhan metanol di Indonesia, membuat angka impor semakin tinggi. Data
impor metanol Indonesia hingga ?uni ("15 dapat dilihat pada ,abel 5.1.
Tabel 3.1. Data Impor Metanol
Tahun 5ilai6Value "7/-$ Berat6Weight "kg$
(""< 1=5"4554 =-<=5-4>
("1" <<=<4< 1<(((5>1
("11 1"-4=1<5 (=<4=(4=
("1( 1"54=="<( (-1>--<5
("15Q ==4"1= 14=55-4
&Sumber 9 'adan #usat Statistik, ("15)
#enentuan kapasitas produksi di pabrik ini menggunakan data kebutuhan metanol
Indonesia tahun (""<-("15, dengan data permintaan metanol Indonesia yang setiap
tahunnya mengalami kenaikan, maka dapat diproyeksikan harga tahun mendatang
dengan menggunakan regresi linier. /asilnya didapatkan kebutuhan metanol Indonesia
tahun ("1> yaitu 1.4"".""".""" kg. Maka, untuk memenuhi kebutuhan metanol Indonesia
yang semakin meningkat dan ketergantungan Indonesia terhadap impor metanol perlu
didirikan sebuah pabrik baru. Dengan perhitungan sebagai berikut9
:aju #roduksi C kebutuhan metanol ("1> F kapasitas produksi pabrik yang ada
C 1.4"".""".""" kg F <<<.""".""" kg
C 4"1.""".""" kg6tahun
C 4"1.""" ton6tahun
?adi, kebutuhan metanol pada tahun ("1> adalah berkisar 4"".""" ton6tahun. Sehingga
untuk meminimalisir tingginya angka impor metanol di Indonesia dan dengan
mempertimbangkan ketersediaan bahan baku di sekitar lokasi pabrik, maka pabrik ini
akan diran%ang dengan kapasitas "! dari kebutuhan metanol pada tahun ("1>, yaitu
("".""" ton6tahun.
Tabel 3.2. Data 3ebutuhan Metanol Indonesia
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1>
Tahun
#ebutuhan +etanol
!ndonesia "kg$
(""<
>".>=4.">
("1"
=-".45-."=
("11
=<>.1"<.>1
("1(
>((.1(4."(<
("15Q
<<-.=--.1>1
Q 9 #rediksi kebutuhan metanol
&Sumber 9 'adan #usat Statistik, ("15)
b. /pesi1ikasi Bahan Baku
'ahan baku yang digunakan adalah tandan kosong sawit. ,andan kosong kelapa sawit
merupakan limbah terbesar yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. ?umlah tandan
kosong men%apai 5"-5! dari berat tandan buah segar setiap pemanenan. ,andan kosong
kelapa sawit mengandung serat yang tinggi. 3andungan utama tandan kosong kelapa
sawit adalah selulosa dan lignin. Selulosa dalam tandan kosong kelapa sawit men%apai
4--"!, sedangkan kandungan lignin men%apai ((-(=! &/ambali, dkk, (""=).
Tabel 3.3. Spesi$ikasi ,andan 3osong Sawit
Bahan 7nit
7nalisa proksimat
3elembaban -< ! berat
7bu 4,= ! berat *kering+
'erat (( ! berat
3adar air -,=> ! berat *kering+
2ilai kalor 1>,=< ! berat *kering+
7nalisa ultimate
0 4> ! berat *kering+
/ , ! berat *kering+
2 1,( ! berat *kering+
S ",5 ! berat *kering+
0l ", ! berat *kering+
1 5<,> ! berat *kering+
//; 4>,4 ! berat *kering+
:/; 14(1 ! berat *kering+
&Sumber9 #,#2, ("11)
c. /pesi1ikasi Produk
#roduk utama yang dihasilkan oleh pabrik ini berupa metanol. 7da ( jenis standar
metanol yang diperdagangkan di dunia, yaitu metanol grade 7 dan metanol grade 77.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
1<
Tabel 3.4. Spesi$ikasi Metanol .rade 7 dan Metanol .rade 77
Characteristic
Requirement Test
ParagraphMetho
!
,rade 2 ,rade 22
7%ettone, !weight,
maEimum
".""5 ".""( 4.(.1.1
7%idity *as a%eti%
a%id+, !weight,
maEimum
".""5 ".""5 7S,M 4 54-
7ppearan%e
Iree o$ opales%ene,
suspended matter,
and sediment
Iree o$ opales%ene,
suspended matter,
and sediment
4.(.1.(
0arboniRable
impurities, %olor,
#latinum-0obalt
*#t-0o+, maEimum
2o. 5" 2o. 5" 7S,M 4 54-
0olor, #t-0o,
maEimum
2o. 2o. 7S,M 4 54-
Distillation range at
=-" mm maEimum
1."
"
0 *and shall
in%lude -4.- A6-
".1
"
0+
1."
"
0 *and shall
in%lude -4.- A6-
".1
"
0+
7S,M 4 54-
4thanol, !weight,
maEimum
- ".""1 7S,M 4 54-
2on-volatile matter,
mg61""ml,
maEimum
1" 1" 7S,M D 155
1dor
0hara%teristi%, non-
residual
0hara%teristi%, non-
residual
7S,M D 1(<-
#ermanganate ,ime
2o dis%harge o$
%olor in 5" minutes
2o dis%harge o$
%olor in 5" minutes
7S,M 4 54-
Spe%i$i% gravity at
("6("
"
0, maEimum
".=<(> ".=<(> 7S,M 4 54-
Sater, !weight,
maEimum
".1 ".1" 7S,M 4 54-
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
("
Characteristic
Requirement Test
ParagraphMetho
!
,rade 2 ,rade 22
#urity, !weight,
minimum
<<.> <<.>
&Sumber9 @S7, 1<<")
Dari perbandingan kedua standar di atas, maka dipilih standar metanol grade 77 untuk
spesi$ikasi metanol yang akan diproduksi oleh pabrik ini.
d. Lokasi Pabrik
#emilihan lokasi merupakan hal yang penting dalam peran%angan suatu pabrik, karena
berhubungan langsung dengan nilai ekonomis dari pabrik yang akan didirikan. :okasi
pendirian pabrik metanol dari gasi$ikasi ,3S dengan kapasitas 4"".""" ton6tahun ini
diren%anakan di 3awasan industri kuala enok, ke%amatan ,anah Merah, kabupaten
Indragiri /ilir, #ropinsi 8iau.. :okasi suatu pabrik dapat mempengaruhi kedudukan
pabrik dalam persaingan maupun kelangsungan produksi pabrik tersebut. #emilihan
lokasi yang tepat, ekonomis dan menguntungkan dipengaruhi oleh banyak $aktor, maka
sebelum mendirikan pabrik perlu dilakukan pertimbangan.
#ertimbangan pemilihan lokasi pabrik ini adalah 9
#etersediaan Bahan Baku
'ahan baku yang digunakan dalam pabrik metanol adalah gas sintesis hasil dari gasi$ikasi
tandan kosong sawit yang diren%anakan akan diambil dari #,. 'humireksa 2usa Sejati -
#3S ,eluk 'akau yang berlokasi di desa 8otan Semelur ke%amatan #elangiran dengan
kapasitas produksi 5.4((,1- ton6tahun, #,. 'umi #alma :estari #ersada - #3S 'umi
#alma yang berlokasi di desa 'agan ?aya ke%amatan ,empuling dengan kapasitas
produksi (<.<4 ton6tahun. ?umlah total kapasitas produksi #3S di Indragiri /ilir sebesar
1>.<11 ton6tahun. Dekatnya lokasi pabrik dengan sumber bahan baku maka biaya
tansportasi serta dana untuk investasi penyimpanan bahan baku dapat diminimalisir.
Lokasi Pemasaran
:okasi pemasaran pabrik metanol ini adalah dikawasan pulau ?awa dan 3alimantan yang
terdapat banyak industri yang membutuhkan bahan baku metanol seperti industri
$ormaldehid, dengan pertimbangan terhadap letak kabupaten Indragiri /ilir yang
strategis yaitu posisi kawasan ini berhadapan langsung dengan selat malaka dan laut
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(1
2atuna dan bersebelahan dengan pelabuhan samudera 3uala 4nok menjadikan akses
pemasaran dengan jalur laut menjadi lebih mudah.
#etersediaan /arana Pendukung
Sarana pendukung yang diperlukan yaitu sumber air, bahan bakar, dan listrik. 3ebutuhan
air dapat diperoleh dari sungai terdekat. Sedangkan sarana yang lain seperti bahan bakar
dan listrik dapat diperoleh dengan %ukup mudah di daerah ini.
2kses alan
7kses jalan menuju 3uala 4nok tergolong lan%ar karena ditunjang oleh arus lalu lintas
darat, sungai, laut, dan udara. @ntuk transportasi darat saat ini didukung dengan
ber$ungsinya jembatan Indragiri sehingga semakin mempermudah akses dan mobilitas di
3abupaten Indragiri /ilir. Sedangkan untuk transportasi sungai saat ini dapat dilewati
oleh speed boat, kapal motor dan perahu dayung. ,ransportasi laut menuju 3uala 4nok
yaitu melewati #elabuhan :aut 3uala 4nok yang merupakan pintu gerbang selatan
#rovinsi 8iau dan dekat dengan lintas perdagangan internasional. Sementara transportasi
udara di 3abupaten Indragiri /ilir telah dibangun 'andar @dara di 3e%amatan
,empuling dengan waktu tempuh sekitar 5" menit dari kota ,embilahan.
!klim
Iklim di daerah ini umumnya baik, tidak terjadi angin rebut, gempa dan banjir. 3abupaten
Indragiri /ilir terletak pada daratan rendah atau daerah pesisir timur dengan ketinggian
N"" meter dari permukaan laut. /al ini mengakibatkan daerah ini menjadi daerah rawa-
rawa yang beriklim tropis basah dengan %urah hujan tertinggi (.("" mm dan hanya
sebagian ke%il saja yang merupakan daerah berbukit yaitu di bagian hulu sungai reteh
3e%amatan 3emuning. Musim penghujan penghujan terjadi pada bulan 1ktober hingga
Maret sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan 7pril hingga bulan September.
#ondisi +as4arakat
#enduduk 3abupaten Indragiri /ilir pada tahun ("11 berjumlah ->.-<> jiwa. 8ata-rata
jiwa per rumah tangga adalah 4 jiwa. ,erdiri dari etnik Melayu, 'ugis, ?awa, dan lain-
lain. 3ependudukan Indragiri /ilir dan ke%amatan enok yang merupakan lokasi klaster
dapat dilihat pada gambar berikut9
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
:okasi #abrik
((
,ambar 3.1. #eta :okasi #abrik di 3awasan Industri 3uala 4nok *Sumber9
www.maps.google.%o.id+
e. 0aktor #eselamatan
3eselamatan kerja bertujuan menjamin keadaan, keutuhan dan kesempurnaan, baik
jasmani maupun rohani manusia yang berada dilingkungan kerja tersebut yang meliputi
karyawan dan masyarakat sekitar pabrik. @paya keselamatan kerja meliputi usaha yang
bersi$at pen%egahan *preventif+ dan penanggulangan terhadap bahaya yang terjadi
*represif+.
Dampak lingkungan berkaitan erat dengan keamanan dan keselamatan karyawan maupun
masyarakat yang tinggal disekitar pabrik. Sehingga hal tersebut menjadi salah satu hal
yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan dalam peren%anaan suatu pabrik.
'ahaya yang dapat mengan%am kesehatan, keamanan, dan keselamatan kerja dapat
berasal dari bahan-bahan kimia yang digunakan, pengoperasian peralatan pabrik, bahaya
yang ditimbulkan oleh unit utilitas, kelalaian manusia serta dari $aktor alam atau
lingkungan.
Baha4a 4ang -itimbulkan 8leh Bahan #imia
'ahan-bahan kimia yang digunakan pada pabrik metanol dari gasi$ikasi tandan kosong
sawit ini yang dapat menimbulkan bahaya antara lain9
a. Metanol *0/
5
1/+
Metanol pada temperature kamar berwujud %airan, tidak berwarna, manis dan berbau
alkohol. Metanol mudah menguap dan dapat menyala jika dipanaskan diatas flash
pointnya *1>,5O0+ dan dapat terbakar sendiri pada temperatur 4="O0. konsentrasi
maksimum metanol di udara yang diiRinkan adalah ("" ppm. Metanol dapat
menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. 'ila terhirup dapat menyebabkan pening, mual,
iritasi hidung dan tenggorokan serta mabuk. 3ontak terbuka yang sangat hebat dapat
mengakibatkan stupor, kram serta gangguan penglihatan seperti sensiti$ terhadap %ahaya,
mata kabur hingga kebutaan.
,indakan pen%egahan yang dapat dilakukan terhadap bahaya Rat kimia tersebut antara
lain9
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(5
a. ,angki maupun %ontainernya harus ditangani se%ara khusus, tertutup dan diberi
label nama serta peringatan bahaya dan perlu dilakukan pemeriksaan se%ara rutin.
b. Gat tersebut diletakkan di tempat yang aman dan memiliki banyak ventilasi.
%. #enyediaan perlengkapan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan seperti sarung
tangan, masker, sepatu sa$ety, ka%amata dan pakaian pelindung.
d. Menyediakan peralatan darurat seperti safety shower atau eye bath untuk
penanganan ke%elakaan.
e. #ertolongan pertama, apabila terkena mata dan kulit segera dibilas, jika terhirup
pindahkan korban ke udara segar, jika tertelan perbanyak minum air putih,
kemudian lanjutkan dengan pertolongan medis.
Baha4a 4ang -itimbulkan 8leh Pengoperasian Peralatan Pabrik
#engoperasian peralatan pabrik yang melebihi kapasitas desainnya akan mengakibatkan
alat bekerja tidak e$esien, peralatan menjadi rusak atau aus, bahkan dapat menimbulkan
bahaya kebakaran dan ledakan. #en%egahan bahaya yang ditimbulkan oleh pengoperasian
peralatan pabrik antara lain9
a. #engoperasian alat harus dilakukan dibawah kapasitas disain sesuai dengan
prosedur pengoperasian.
b. #emeriksaan dan perawatan alat se%ara berkala.
%. Mempekerjakan operator yang terlatih.
d. #enggunaan sistem kontrol di setiap unit untuk mendeteksi kinerja alat, kebo%oran
dan kerusakan alat.
e. Setiap bangunan dilengkapi dengan papan petunjuk penyelamatan diri dan
pertolongan bila terjadi ke%elakaan serta disediakan pintu keluar darurat.
a. #ada setiap tempat yang rawan kebakaran konstruksi bangunan dibuat dari bahan
tahan api.
Baha4a 4ang -itimbulkan 8leh 7nit 7tilitas
@nit pembangkit listrik adalah unit utilitas yang paling rawan bahaya. /ubungan singkat
jaringan listrik tegangan tinggi dapat menimbulkan per%ikan api dan terjadinya
kebakaran. Sengatan listrik dapat menimbulkan %edera bahkan kematian. @ntuk
mengatasi bahaya tersebut maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut9
a. #engisolasian yang baik terhadap kabel-kabel dan sambungan listrik.
b. #enge%ekan, perawatan dan peremajaan jaringan listrik se%ara berkala.
%. #enggunaan sekering otomatis pada setiap gardu listrik sebagai pengamanan.
d. #emeriksaan pada setiap arus listrik tegangan tinggi hanya boleh dilakukan oleh
orang yang ahli dan mengetahui pelistrikan dalam pabrik.
e. :emari saklar selalu berada dalam keadaan terkun%i dan hanya boleh dimasuki oleh
orang yang ahli dalam pelistrikan.
$. 'angunan dan peralatan tinggi harus dilengkapi dengan penangkal petir.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(4
Baha4a 4ang -itimbulkan 8leh 0aktor +anusia
3e%erobohan dan kelalaian para pekerja dapat menyebabkan ke%elakaan di pabrik.
Disamping karyawan, %ampur tangan orang luar dapat pula menimbulkan gangguan
terhadap kelan%aran produksi dan keselamatan kerja. @saha-usaha yang perlu dilakukan
berkaitan yaitu9
a. Mempekerjakan operator yang terlatih dan menyelenggarakan pelatihan se%ara
berkala tentang keselamatan kerja.
b. Menekankan disiplin dan peningkatan pengawasan terhadap pekerja.
%. Memberikan sanksi berat untuk setiap pelanggaran peraturan keselamatan kerja.
d. 7rea pabrik diberi pagar yang %ukup tinggi dan dibuat pos penjagaan (4 jam.
e. Setiap karyawan dan tamu diberi tanda pengenal sehingga memudahkan
identi$ikasi.
Baha4a 4ang -itimbulkan 8leh 0aktor 2lam
'en%ana alam berupa banjir, gempa bumi, angin rebut memang sukar dihindari. 7dapun
%ara yang dapat mengurangi bahaya yang ditimbulkan oleh bahaya tersebut antara lain9
a. Mendirikan bangunan $isik pabrik dengan konsentrasi yang tepat.
b. Memasang penangkal petir pada setiap bangunan yang tinggi.
#esehatan( #eamanan dan #eselamatan #erja
3esehatan, keamanan dan keselamatan kerja karyawan harus diperhatikan untuk
men%iptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman sehingga proses produksi yang
berkesinambungan dapat ter%apai. @saha-usaha yang dapat dilakukan untuk men%iptakan
kesehatan, keamanan dan keselamatan kerja antara lain9
a. #emasangan tanda-tanda peringatan di tempat-tempat yang menimbulkan bahaya.
b. #enyediaan alat-alat pelindung diri seperti pakaian khusus kerja, sarung tangan,
topi pengaman, safety boot, masker, pelindung telinga dan baju pelindung bahan
kimia serta baju tahan api di daerah rawan api.
%. #enyediaan fire extinguisher *alat pemadam kebakaran+ di setiap ruangan dan
penyediaan air hydrant diseluruh kawasan pabrik se%ara merata.
d. #enggunaan alat pengatur suhu dan system ventilasi untuk men%egah ter%apainya
suhu yang terlalu tinggi.
e. #engaturan sistem ventilasi, penerangan, sanitasi dan temperatur ruangan.
$. #enyediaan klinik untuk memeriksa kesehatan karyawan pabrik se%ara rutin dan
memberikan perawatan medis sebagai pertolongan pertama.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(
-a1tar Pustaka
7llian%e 0onsulting International. *("">+. Metanol &afe 'andling Manual. ;irginia9
Metanol Institute.
7risanty, J. 8., 3usumastuti, J., T @tami, 7. S. *(""<+. GA&%(%1A&% !%M,A' 12!%*
,%3% 1"P% 4A!AM R.A1*"R (%5.4 4./GA/ &%&*.M %/6.R*.4
4"-/4RA(* GA&%(%.R. Jogyakarta9 @niversitas .adjah Mada.
'adan #usat Statistik. *("1(+. http966www.bps.go.id6eEim-$rame.php akses pada (5
September ("15.
'adan #usat Statistik. *("15+. http966www.bps.go.id6eEim-$rame.php akses pada (4
September ("15.
'romberg, :., T 0heng, S. 3. *("1"+. Metanol As An Alternative *ransportation (uel
%n *he 2&7"ptions (or &ustainable and8or .nergy &ecure *ransportation.
0ambridge9 Massa%husetts Institute o$ ,e%hnology.
0hemi%al #ri%es and 0hemi%al Industry. *("15+. www. i%ispri%ing .%om . Diakses pada
tanggal (4 September ("15.
Dinas #erkebunan #rovinsi 8iau. *("15+. Peluang %nvestasi %ndustri 'ilir 1elapa &awit
0%1'& 1uala .no$ di 1abupaten %ndragiri 'ilir Provinsi Riau. #ekanbaru.
Iaaij and /amelin%k. *1<<=+. U.nergy (rom ,iomass and -aste *#hD thesis+V,
Department o$ S%ien%e, ,e%hnology 7nd So%iety6@tre%ht @niversity, @tre%ht,
the 2etherlands, 1>" pp.
/amelin%k, 0. 2., T Iaaij, 7. *(""1+. (uture Prospects for Productionof Metanol and
'ydrogen from ,iomass. 2etherland9 @niversiteit @tre%ht.
/amelin%k 02, Iaaij 7#0, den @il /, 'oerrigter /. *(""5+. Production "f (*
*ransportation (uels (rom ,iomass9 *echnical "ptions, Process Analysis
and "ptimi:ation, and 4evelopment Potential, 2etherland 4nergy 8esear%h
Ioundation 402 and @tre%ht @niversity6S%ien%e ,e%hnology and So%iety.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(-
8apagna, S., ?and, 2., Ios%olo, #.@. *1<<>+. #atalytic Gasification "f ,iomass to
Produce 'ydrogen Rich Gas, Int. ?. /ydrogen 4nergy.
Inoue, /., Shi, 3., /orlo, M., ,okyo, ,., T Setagaya, 3. *(""4+. Patent /o. ;<=,>?<.
@nited State.
?ohnson, D. *("1(+. Global Metanol Mar$et Review. I/S,In%.
3alkulator 3urs 'I. *("15+. http966www.bi.go.id. Diakses pada tanggal (4 September
("15.
3ao, S. 8., 2aperville, Sarabjit, S. 8., T Surjit, S. 8. *1<<(+. Patent /o. =,?@A,+>?.
@nited 3ingdom.
3irk, 8. 4., T 1thmer, D. I. *1<<"+. .ncyclopedia of #hemical .ngineering *echnology.
2ew Jork9 ?ohn Siley and Son In%.
3umar, 7. dkk. (""<. B*hermochemical ,iomass Gasification7 A Review of the #urrent
&tatus of the *echnologyC. 4nergies. (. -->1.
:eo, S. *("11+. Metanol dan 4M., 1ey Petrochemicals for *omorrowDs -orld.
Singapore.
:ywood, T Sarwi%k, ?. *1>><+. Patent /o. ? E+A +A+. 4uropean.
Media 3ita. *("1"+. 8etrieved September (5, ("15, $rom http966www.antionio.%om
MethaneE. *(""-+. *echnical %nformation F &afe 'andling Guide for Metanol. 7
8esponsible 0are 0ompany.
MethaneE 0orporation. *("15+. M&4& Metanol.
2oni, S., T /inman, 2. *1<<+. Metanol from ,iomass. @.S Department o$ 4nergy.
#edersen, ,. /., T S%hultR, 8. /. *("1(+. *echnical and .conomic Assessment of
Metanol Ptroduction from ,iogas. Denmark9 @niversity o$ 7alborg.
#eta 3awasan Industri 3uala 4nok. *("15+. 8etrieved September (5, ("15, $rom
http966maps.google.%o.id
#into, 7. *1<==+. Patent /o. ;,?>=,;>E. 4ngland.
#rasetyo, ,. *(""5+. 1ara$teristi$ Pemba$aran Metanol. 'ogor9 Institut #ertanian 'ogor.
#urwantana, '., T #rastowo, '. *("11+. GA&%(%1A&% *A/4A/ 1"&"/G 1.!APA
&A-%* 71onversi !imbah *andan 1osong 1elapa &awit untu$ &umber .nergi
*erbaru$an. Jogyakarta9 @niversitas .ajah Mada.
Spe%ht, M., 'andi, 7., 'aumgart, I., Murray, 0. 2., T .retR, ?. *1<<<+. &ynthesis of
Metanol from ,iomass8#"+ resources. 7msterdam9 .reenhouse .as 0ontrol
,e%hnology.
Sukandarumidi. *(""-+. Pemanfaatan Proses Gasifi$asi pada ,atubara. Jogyakarta9
@niversitas .ajah Mada.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(=
Jang, 0.-?., T ?a%kson, 8. '. *("1(+. #hinaGs Growing Methano !economy and %t
&implications (or .nergy. .nergy Police.
Guberbuhler, @lri%h, Mi%hael Spe%ht, 7ndreas 'andi. *(""-+. Gasification of ,iomass H
An "verview on Available *echnologies. 0entre $or Solar 4nergy and
/ydrogen 8esear%h *GSS+. .ermany.
Gulher. *("1(+. Potensi .nergi ,iomassa dari &e$tor Per$ebunan di Provinsi Riau.
#ekanbaru.
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(>
Lampiran 2. +/-/ +etanol
0/
5
1/ *liWuid+ #ada -<>O0 *-144OI+ N , N -O0 *14<
o
I+X # C 1 atm *14.= psia+
Spe%i$i% gravity o$ liWuid relative to water
*water C 1."+
".=>-- Y (64O0
".=<1 Y ("64O0
".=<-" Y 164O0
".> Y ("O0 *->OI+
Density -.-5 lb6 @.S. gal Y -"OI
;is%osity 1.(> m#a s Y -(O0 *-15OI+
".=<5 m#a s Y "O0 *5(OI+
".>"> m#a s Y "O0 *5(OI+
".-<" m#a s Y 1"O0 *"OI+
".<5 m#a s Y ("O0 *->OI+
".44 m#a s Y (O0 *==OI+
".44< m#a s Y 4"O0 *1"4OI+
".54< m#a s Y -"O0 *14"OI+
2ote9 1 m#a s C 1 %# *0entipoise+
0oe$$i%ient o$ 0ubi% ,hermal 4Epansion ".""14< per O0 Y ("O0
".""1< per O0 Y 4"O0
,hermal %ondu%tivity ("= mS6m 3 Y "O0 *5(OI+
("" mS6m 3 Y (O0 *==OI+
Saturation 0on%entration *vapor in air+ 1-- g6m5
;apor pressure Y #,otalC*14.= psia+ 1(.5 k#a *<- mm /g+ 1.>- psia
Y ("O0 *->OI+
;apor pressure Y #,otalC*=-" mm /g+ 1(- mm /g Y (O0 *==OI+
;apor pressure Y #,otalC*14.= psia+ 4.-5 psi Y 5>O0 *1""OI+
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
(<
8eid vapor pressure 5( k#a *4.- psi+ Y 1.-O0 *-"OI+
;olatility 1"" vol!
<<.< wt!
4vaporation 8ate *'utyl 7%etate C 1+ 4.-
4vaporation 8ate *4ther C 1+ .(
Sur$a%e tension ((. dyn6%m
6apor Pressure of !i)uid
# *mm/g+ , *
o
06
o
I+ # *mm/g+ , *
o
06
o
I+
1 -44."6-4= 1(" >4." 6 1>5
1" -1-.( 6 5 5>"" 11(.1 6 (54
4" 6 41 =-"" 15>." 6 (>"
1"" (1.( 6 =" 1("" 1-=.> 6 554
4"" 4<.< 6 1(( 5"4"" ("5. 6 5<>
=-" -4.= 6 14> 4-"" ((4." 6 45
0/51/*vapor+ -O0 *14<OI+ N ,X # C 1 atm *14.= psia+
8elative density o$ vapor saturated air
*air C 1+9
1."1 Y ("O0 *->OI+
1."( Y 5"O0 *>-OI+
Density o$ vapor relative to air *air C 1."+9 1.1
;is%osity <.-> m#a s Y (O0 *==OI+
15.( m#a s Y 1(=O0 *(-1OI+
,hermal %ondu%tivity 14."= mS6m 3 Y 1""O0 *(1(OI+
(-.( mS6m 3 Y 1(=O0 *(-1OI+
0riti%al temperature (4"O0 *4-4OI+ 1(.O3
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
5"
0riti%al pressure 1,14( psia *>.">4 M#a+ =>. atm
0riti%al volume ".11= m56kg-mol
0riti%al %ompressibility $a%tor ".((4
7%%entri% $a%tor ".-
/enryZs :aw 0onstant 4. E 1"
--
atm-m56g-mol
7irborne Saturation 0on%entration 1-- g6m5
Lampiran B. Perhitungan #apasitas Pabrik
5o Tahun Berat "kg$
Permintaan +etanol
!ndonesia "kg$
Pro4eksi Permintaan
+etanol dengan Regresi
linear "kg$
1 (""< =-<=5-4> >">=4"> <"""""""
( ("1" 1<(((5>1 =-"45-"= ->"""""""
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
51
5 ("11 (=<4=(4= =<>1"<>1 =="""""""
4 ("1( (-1>--<5 >((1(4"(< >-"""""""
("15 (<1"-=(> <<-=--1>1 <"""""""
- ("14 1"4"""""""
= ("1 115"""""""
> ("1- 1(("""""""
< ("1= 151"""""""
1" ("1> 14""""""""
Lampiran .. Pemilihan Gasifier
Tabel ..1 #onsep Pemilihan Produksi +etanol
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved
5(
Tabel ..2 #arakteristik Gasifier
Pra-Rancangan #abrik Metanol dari ,3S 3elompok 56S. .anjil6("15-("14
'y 0he%ked 7pproved