Anda di halaman 1dari 14

Pendekatan pembelajaran

Pendekatan konsep

Disusun untuk Memenuhi Tugas Strategi Belajar Mengajar Fisika
Dosen Pengampu Rini Budiarti S. Pd., M. Pd.










Disusun oleh:
1. Amy Mukaromatun L (K2312005)
2. Dzirwatul Muna (K2312022)
3. Eva Yulita Sari (K2312024)
4. Murawan (K2312046)
5. Mustofa Nafis (K2312047)
6. Yuanita Sri Respati (K2312080)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendekatan adalah sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran. Pendekatan ini masih bersifat umum, strategi dan metode yang digunakan dapat
bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. Pendekatan pembelajaran merupakan
jalan yang akan ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran juga merupakan aktivitas guru di dalam memilih kegiatan
pembelajaran, apakah guru akan menjelaskan suatu materi pembelajaran yang sudah tersusun
dalam urutan tertentu, ataukah dengan menggunakan materi yang terkait satu dengan lainnya
dalam tingkat kedalaman yang berbeda, atau bahkan merupakan materi yang terintegrasi
dalam suatu kesatuan multi disiplin ilmu.
Pendekatan pembelajaran menurut Syaiful (2003:68) adalah sebagai aktifitas guru dalam
memilih kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran sebagai penjelas dan juga
mempermudah bagi para guru memberikan pelayanan belajar dan juga mempermudah siswa
untuk memahami materi ajar yang disampaikan guru, dengan memelihara suasana
pembelajaran yang menyenangkan.
Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan.
Guru dan anak didik yang menggerakkannya. Interaksi yang bertujuan adalah dengan cara
menciptakan lingkungan bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Guru
ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan
yang menyenangkan dan menggairahkan. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik
dengan peranan yang arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis
antara dua guru dengan anak didik.
2. Rumusan Masalah
a. Apakah pengertian pendekatan pembelajaran ?
b. Apa yang dimaksud dengan pendekatan konsep?
c. Apa saja tahap-tahap (syntax) dalam pendekatan konsep dalam fisika?
d. Apakah kelebihan dan kekurangan dari pendekatan konsep dalam pembelajaran
Fisika?
3. Tujuan
a. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pendekatan pembelajaran.
b. Mahasiswa dapat menjelaskan yang dimaksud dengan pendekatan konsep.
c. Menerapkan pendekatan konsep dalam kegiatan belajar mengajar.
d. Mahasiswa dapat menjelaskan langkah langkah mengajar menggunakan
pendekatan konsep dalam Fisika.
e. Membandingkan kelebihan dan kekurangan dari pendekatan konsep dalam
pembelajaran Fisika.

PEMBAHASAN
Terlebih dahulu harus kita ingat bahwa istilah concept (konsep) mempunyai beberapa
arti. Namun dalam hal ini kita khususkan pada pembahasan yang berkaitan dengan kegiatan
belajar-mengajar. Suatu saat seseorang dapat belajar mengenal kesimpulan benda-benda dengan
jalan membedakannya satu sama lain. Jalan lain yang dapat ditempuh adalah memasukkan suatu
benda ke dalam suatu kelompok tertentu dan mengemukakan beberapa contoh dan kelompok itu
yang dinyatakan sebagai jenis kelompok tersebut. Jalan yang kedua inilah yang memungkinkan
seseorang mengenal suatu benda atau peristiwa sebagai suatu anggota kelompok tertentu, akibat
dan suatu hasil belajar yang dinamakan konsep.
Kita harus memperhatikan pengertian yang paling mendasar dari istilah konsep, yang
ditunjukkan melalui tingkah laku individu dalam mengemukakan sifat-sifat suatu obyek seperti :
bundar, merah, halus, rangkap, atau obyek-obyek yang kita kenal seperti rambut, kucing, pohon
dan rumah. Semuanya itu menunjukkan pada suatu konsep yang nyata (concrete concept). Gagne
mengatakan bahwa selain konsep konkret yang bisa kita pelajari melalui pengamatan, mungkin
juga ditunjukkan melalui definisi/batasan, karena merupakan sesuatu yang abstrak. Misalnya
iklim, massa, bahasa atau konsep matematis. Bila seseorang telah mengenal suatu konsep, maka
konsep yang telah diperoleh tersebut dapat digunakan untuk mengorganisasikan gejala-gejala
yang ada di dalam kehidupan. Proses menghubung-hubungkan dan mengorganisasikan konsep
yang satu dengan yang lain dilakukan melalui kemampuan kognitif
Sumber :
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia

Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita
terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses
yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan
melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya,
pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered
approach)
(2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered
approach)
Sumber :
http://andhy-brenjenk.blogspot.com/2013/10/pengertian-pendekatan-strategi-metode_27.html
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam
strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan
empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran
(target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang
memerlukannya.
2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif
untuk mencapai sasaran.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik
awal sampai dengan sasaran.
4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard)
untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku
dan pribadi peserta didik.
2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling
efektif.
3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik
pembelajaran.
4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran
baku keberhasilan.
Sumber : http://fajarberandals.blogspot.com/
Concept Learning (Belajar Konsep)
Concept Learning adalah belajar pengertian. Dengan berdasarkan kesamaan ciri ciri
dari sekumpulan stimulus dan objek objeknya, ia membentuk suatu pengertian atau konsep,
kondisi utama yang diperlukan adalah menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif
fundamental sebelumnya.
Belajar konsep mungkin karena kesanggupan manusia untuk mengadakan representasi
internal tentang dunia sekitarnya dengan menggunakan bahasa. Mungkin juga binatang dapat
melakukan demikian akan tetapi sangat terbatas. Manusia dapat melakukannnya tanpa batas
berkat bahasa dan kemampuannya mengabstraksi. Dengan menguasai konsep, ia dapat
menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu, misalnya menurut warna, bentuk, besar,
jumlah dan sebagainya. Ia dapat menggolongkan manusia menurut hubungan keluarga, seperti
bapak, ibu, paman, saudara, dan sebagainya; menurut bangsa, pekerjaan, dan sebagainya. Dalam
hal ini, kelakuan manusia tidak dikuasai oleh stimulus dalam bentuk fisik, melainkan dalam
bentuk yang abstrak. Misalnya kita dapat menyuruh anak dengan perintah : Ambilka botol yang
ada di tengah ! Untuk mempelajari suatu konse, anak harus mengalami berbagai situasi dengan
stimulus tertentu. Dalam pada itu ia harus dapat mengadakan diskriminasi untuk membedakan
apa yang termasuk dan tidak termasuk konsep itu. Proses belajar konsep memakan waktu dan
berlangsung secara berangsur angsur.
Sumber :
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar Edisi Revisi. Jakarta : PT Rineka
Cipta
Pendekatan Konsep
Pendekatan konsep adalah guru memberikan konsep tertentu kepada siswa, lebih kepada
konsep saja. Konsep merupakan struktur mental yang diperoleh dari pengamatan dan
pengalaman. Pada pendekatan model ini siswa dibimbing memahami suatu bahasan dengan
memahami konsep-konsep yang terkandung didalamnya. Dalam proses pembelajaran tersebut
penguasaan konsep dan sub konsep yang menjadi sasaran utama pembelajaran. Pendekatan ini
kurang memperhatikan aspek student centre. Guru terlalu dominan dan siswa dibimbing untuk
memahami konsep. Contoh : Siswa diberikan konsep konsep atau metode tentang diferensial.
Dalam hal ini guru lebih memberikan konsep dan siswa dituntut untuk memahami lebih jauh
materi yang diajarkan.
Sumber :
http://marianoflena.blogspot.com/2012/01/pendekatan-konsep-dan-proses-pendekatan.html
Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konsep berarti siswa dibimbing
memahami suatu bahasan melalui pemahaman konsep yang terkandung di dalamnya. Dalam
proses pembelajaran tersebut penguasaan konsep dan subkonsep yang menjadi fokus. Dengan
beberapa metode siswa dibimbing untuk memahami konsep.
Pendekatan konsep adalah pendekatan yang mengarahkan peserta didik meguasai konsep
secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi kesalahan konsep (miskonsepsi). Konsep adalah
klasifikasi perangsang yang memiliki ciri-ciri tertentu yang sama. Konsep merupakan struktur
mental yang diperoleh dari pengamatan dan pengalaman. Pendekatan Konsep merupakan suatu
pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan
kepada siswa untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.
Contoh pendekatan konsep adalah sebagai berikut :
Dalam suatu pembelajaran guru akan mengajarkan materi tentang persamaan lingkaran yang
berpusat di O(0,0) . Pada awal pembelajaran guru meemberikan konsep dasar tentang rumus
persamaan lingkaran yang berpusat di O(0,0) yaitu x + y = r. Siswa tidak diberikan penjelasan
atau proses perolehan rumus tersebut. Guru langsung memberikan konsep dasarnya saja.
Sumber :
http://jouleemath.wordpress.com/2013/01/19/a-pendekatan-konsep-dan-pendekatan-proses-
dalam-pembelajaran-matematika-2/
Manifestasi (perwujudan) proses kognitif melalui tahap-tahap, antara lain :
a. Mengklasifikasikan pengalaman untuk menguasai konsep tertentu.
b. Menafsirkan pengalaman dengan jalan menghubungkan konsep yang telah diketahui
untuk menyusun generalisasi.
c. Mengumpulkan informasi untuk menafsirkan pengalaman, tahap im disebut berpikir
asosiatif
d. Menginterprestasikan atau menafsirkan pengalaman-pengalaman keadaan yang telah
diketahui.

Setiap konsep yang telah diperoleh mempunyai perbedaan isi dan luasnya. Seseorang yang
memiiiki konsep melalui proses yang benar pengalaman dan pengertiannya aican kuat.
Kemampuan membedakan sangat dibutuhkan dalam penguasaan konsep. Dapat membedakan
konsep berarti dapat melihat ciri-ciri setiap konsep.

Ciri-Ciri Konsep :
a. Konsep memiliki gejala-gejala tertentu
b. Konsep diperoleh melalui pengamatan dan pengalaman laagsung.
c. Konsep berbeda dalam isi dan luasnya.
d. Konsep yang diperoleh berguna untuk menafsirkan pengalaman-pengalarnan.
e. Konsep yang benar membentuk pengertian.
f. Setiap konsep berbeda dengan melihat ciri-ciri tertentu.


Pendekatan Konsep dalam Kegiatan Belajar Mengajar
(1) Konsep dasar adalah konsep yang diperoleh melalui pengalaman yang benar.
Konsep dasar berkembang melalui bimbingan dan proses belajar mengajar.
(2) Konsep dimulai dengan memperkenalkan benda-benda konkret, berkembang menjadi symbol
sehingga abstrak yang berupa ucapan dan tulisan yang mengandung konsep lebih kompleks.
(3) Konsep yang kompleks memerlukan permunculan berulang kali dalam satu pertemuan dalam
kelas, didukung media atau sarana yang tepat.
Pernyataan dalam kegiatan belajar mengajar memancing siswa untuk dapat menghubungkan
benda konkret dengan fungsinya dan kegiatannya yang memunculkan pengalaman baru.
Dalam proses internalisasi suatu konsep perlu diperhatikan dari beberapa hal antara lain :
o Memperkenalkan benda-benda yang semula tak bernama menjadi bernama.
o Memperkenalkan unsure benda, sehingga memberi kemungkinan unsure lain.
o Menunjukkan cirri-ciri khusus objek yang diperlihatkan,
o Menunjukkan persetujuan dengan membandingkan contoh, bukan memberi contoh.

Oleh karena itu kondisi yang dipertimbangkan dalam kegiatan belajar mengajar dengan
pendekatan konsep adalah
1. Menanti kesiapan belajar, kematangan berpikir sesuai denaan unsur lingkunean.
2. Mengetengahkan konsep dasar dengan persepsi yang tienar yang mudah dimengerti.
3. Memperkenalkan konsep yang spesiflk dari pengalaman yang spesifik pula sampai konsep
yang kompleks.
4. Penjelasan perlahan-lahan dari yang konkret sampai ke yang abstrak.


Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep
Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu :
1. Tahap enaktik
2. Tahap simbolik
3. Tahap ikonik

1) Tahap Enaktik dimulai dari :
Pengenalan benda konkret
Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru
Pengamatan, penafsiran tentang benda baru
Tahapan :
a. Guru memperlihatkan peristiwa atau proses membeku, menguap, mencair dan
menyublim dalam kehidupan sehari-hari kepada siswa. Guru diharapkan membawa
contoh real dari masing-masing wujud zat itu sendiri, yang paling mudah dibawa tidak
lain berupa wujud es (padat) dan air putih (cair).
b. Guru meminta siswa menjelaskan perbedaan antara kedua contoh wujud zat tersebut.
Sehingga guru bisa mengeksplorasi konsep yang menjadi modal awal siswa sebelum
dijelaskan detailnya. Kemudian Guru meletakkan sebongkah es di dalam gelas, kemudian
siswa mengamati perubahan wujud pada es tersebut. Pada tahap ini guru mengenalkan
benda konkret yang berupa es batu yang melebur dan berubah menjadi air.
c. Agar pengamatan siswa tidak terpaku pada es batu dan air saja, guru menampilkan video
tentang perubahan wujud zat dalam kehidupan sehari-hari.
d. Siswa diminta mengamati peristiwa dalam video tersebut dan menghubungkan dengan
apa yang pernah dialaminya dengan materi yang diberikan, atau mungkin kalau ada
kreasi baru berupa pengalaman baru siswa yang muncul setelah diperlihatkan kejadian-
kejadian perubahan wujud zat melalui video tersebut, guru memperbolehkan siswa untuk
menyanggah dan bertanya.
e. Guru bertanya untuk mengetahui respons tentang kejadian atau proses membeku,
menguap, mencair, dan menyublim dalam video tersebut. Apakah siswa pernah
mengalami atau tidak? Selanjutnya siswa diminta menjelaskan tentang apakah peristiwa
tersebut, biasanya peristiwa itu terjadi dimana, dan kapan terjadinya. Pada tahap kegiatan
ini siswa diharapkan akan bercerita tentang peristiwa terjadinya hujan, air yang dimasak
hingga mendidih, air yang membeku di dalam kulkas. Kegiatan bertanya oleh guru dan
diceritakan oleh siswa dilakukan berulang-ulang.
f. Guru mulai menyampaikan penyebab peristiwa tersebut dapat terjadi. Konsep yang akan
disampaikan bahwa zat apabila menerima atau melepas kalor akan berubah wujud. Air
yang berubah dari es tadi kemudian dipanaskan hingga mendidih, siswa dapat mengamati
bahwa zat yang diberi kalor dapat berubah wujud. Sehingga konsep tentang perubahan
wujud dapat tersampaikan.

2) Tahap Simbolik, dengan memperkenalkan :
Simbol, lambang, kode, seperti angka, huruf, kode yang berhubungan dengan proses
perubahan wujud zat. Membandingkan antara contoh penguapan pada zat cair dengan
proses penyubliman pada zat padat untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan
ciri-ciri dan perbedaannya.
Memberi nama, dan istilah serta definisi.
Tahap simbolik ini ditandai dengan diperkenalkannya simbol, gambar, diagram, dan
lambang kode, seperti Siswa cukup mengerti akan
ciri-cirinya dengan cara membandingkan antara lambang satu dengan lambang yang lain
serta mengetahui maksud dan makna dari gambar, lambing, symbol dan diagram tersebut.
Bahkan sampai bisa memberi makna atau definisi dan contoh dalam pembelajaran fisika.
Tahapan :
a. Guru memperlihatkan gambar, siklus, table atau grafik tentang peristiwa atau proses yang
diperlihatkan. Guru menunjuk dan menyebut ciri-ciri khusus tiap-tiap peristiwa atau
proses tersebut. Misalnya pada perubahan wujud air. Sebagai berikut:

b. Guru menempel gambar siklus perubahan wujud air. Dan menjelaskan maksudnya dari
siklus tersebut. Kegiatan ini diulang-ulang dan ditekankan pada pemahaman siswa
tentang konsep perubahan wujud air dengan benar.
c. Guru menunjuk sekali lagi gambar yang telah dikelompokkan, sebagai contoh proses
yang dikelompokkan proses melepas kalor pada dan proses yang menyerap kalor.
Pengelompokan ini berdasarkan contoh (sebenarnya) dan berdasarkan bukan contoh
(sebagai pelengkap atau yang berkesan mirip). Siswa mengamati dan memperhatikan.
d. Guru dan siswa memberi sebuah nama atau istilah. Gambar ini sebagai proses yang
termasuk proses yang menyerap kalor atau proses yang melepas kalor. Siswa secara lisan
dapat menyebut pengelompokkan proses sesuai siklus dan definisi berdasarkan
penjelasan yang disampaikan oleh guru.

Menurut Jerome Bruner strategi pengolahan informasi perolehan konsep dilakukan
dengan pendekatan konsep secara cermat. Imbauan J. Bruner ialah agar siswa memiliki
kemampuan berpikir induktif dan terbentuk konsep yang benar. Selain memiliki konsep yang
benar juga memiliki konsep yang kuat pada diri siswa. Akan tetapi jangan tergesa-gesa
mengambil menyimpulkan menjadi simbol. Dampaknya siswa hanya akan meniru yang
diucapkan guru. Jika konsep dasar yang dimiliki siswa kuat maka dengan mudah ia akan
memberi pengertian sesuai dengan situasi. Dengan proses pembelajaran, proses bimbingan,
proses pendidikan yang kontinyu akhimya konsep-konsep dasar akan dapat diperhalus.
Kedewasaan siswa yang makin bertambah dan meningkat, guru dapat mempercepat proses
pembentukan konsep dalam pembelajaran.

3) Tahap Ikonik
Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak, seperti: Menyebut nama,
istilah, definisi, apakah siswa sudah mampu mengatakannya.
Tahapan :
a. Guru menunjuk tulisan salah satu proses perubahan wujud (contoh proses membeku), siswa
menyebutkan proses perubahan wujudnya ( perubahan wujud dari zat cair ke zat padat).
Tidak cukup sampai disitu, guru juga bertanya kepada siswa prose itu termasuk proses
perubahan wujud yang melepaskan kalor atau memerlukan kalor.
b. Guru menunjuk tulisan salah satu proses perubahan wujud (contoh proses mencair), siswa
menyebutkan proses perubahan wujudnya ( perubahan wujud dari zat padat ke zat cair) dan
menyebutkan apakah proses itu termasuk menyerap atau melepas kalor.

Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Konsep dalam Pembelajaran
Kelebihan
Siswa dapat paham tentang konsep yang diberikan.
Siswa lebih mudah memahami simbol simbol yang ada dalam Fisika.
Kekurangan
Pendekatan konsep memerlukan waktu yang cukup lama
Suatu konsep akan mengalami perubahan bila timbul fakta baru

PENUTUP
Kesimpulan
Pendekatan pembelajaran dapat berarti titik tolak atau sudut pandang terhadap proses
pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik di dalam
perwujudan kegiatan pembelajaran, yang berusaha meningkatkan kemampuan-kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam pengolahan pesan sehingga tercapai sasaran
belajar.
Langkah-langkah mengajar dengan pendekatan konsep melalui 3 tahap yaitu :
1. Tahap enaktik
2. Tahap simbolik
3. Tahap ikonik

Tahap Enaktik dimulai dari :
Pengenalan benda konkret
Menghubungkan dengan pengalaman lama atau berupa pengalaman baru
Pengamatan, penafsiran tentang benda baru
Tahap Simbolik, dengan memperkenalkan :
Simbol, lambang, kode, seperti angka, huruf, kode yang berhubungan dengan proses
perubahan wujud zat. Membandingkan antara contoh penguapan pada zat cair dengan
proses penyubliman pada zat padat untuk menangkap apakah siswa cukup mengerti akan
ciri-ciri dan perbedaannya.
Memberi nama, dan istilah serta definisi.

Tahap Ikonik
Tahap ini adalah tahap penguasaan konsep secara abstrak, seperti: Menyebut nama,
istilah, definisi, apakah siswa sudah mampu mengatakannya

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar Edisi Revisi. Jakarta : PT Rineka
Cipta
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia
http://andhy-brenjenk.blogspot.com/2013/10/pengertian-pendekatan-strategi-metode_27.html
http://marianoflena.blogspot.com/2012/01/pendekatan-konsep-dan-proses-pendekatan.html
http://jouleemath.wordpress.com/2013/01/19/a-pendekatan-konsep-dan-pendekatan-proses-
dalam-pembelajaran-matematika-2/