Anda di halaman 1dari 291

1

2
Buku digital (e-book) ini dibagikan secara gratis.
Boleh disebarluaskan dan dicetak untuk
kepentingan sendiri. Desain buku ini mengikuti
ukuran kertas A5 (ukuran buku kebanyakan).
Jika Anda mencetaknya, gunakan kertas A4. Satu
halaman kertas A4 bisa digunakan untuk
mencetak dua halaman buku.
Jika Anda berminat untuk mencetak dalam
jumlah banyak atau untuk tujuan komersial,
silakan hubungi penulis di bukuobat@gmail.com
Buku ini insyaallah akan terus diperbaiki dan
dilengkapi babnya. Yang sedang Anda baca
ini adalah versi yang dibuat pada:
Mei 2013
Untuk mengetahui perkembangan versi terbaru,
silakan kunjungi http://bukuobat.blogspot.com
3
DAFTAR ISI
Mafhum Sebelum Minum 5
01. Obat Demam 9
02. Obat Sakit Kepala dan Nyeri 19
03. Obat Flu-Pilek 37
04. PPA dan Obat Pelega Hidung 50
05. Obat Batuk 58
06. Obat Mag 70
07. Obat Diare 81
08. Obat Perut Kembung 92
09. Obat Sembelit 97
10. Suplemen 111
11. Vitamin C 121
12. Obat Sariawan 126
13. Obat Radang Tenggorok 134
14. Obat Bronkitis 141
15. Obat Mata 145
4
16. Obat Alergi 156
17. Kortikosteroid 162
18. Obat Hipertensi 166
19. Pil KB 180
20. Antibiotik 192
21. Obat Generik 212
22. Obat buat Ibu Hamil 228
23. Obat buat Ibu Menyusui 249
24. Obat pada Bayi dan Anak 258
25. Obat Tradisional 267
26. Referensi Kesehatan di Internet 288
Penulis 291
5
MAFHUM
SEBELUM MINUM
Anda tahu berapa banyak jumlah merek dagang obat
yang beredar di Indonesia? Saya tidak tahu angka pastinya.
Setidaknya pasti puluhan ribu, bahkan mungkin hingga
beberapa ratus ribu. Itu pun setiap tahun masih ada tambahan
ribuan merek obat baru yang beredar. Menurut catatan Badan
Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), sepanjang tahun
2012 saja, ada sekitar empat ribu produk obat, obat
tradisional, dan suplemen yang teregistrasi. Ini baru jumlah
dalam satu tahun.
Tiap tahun ribuan produk baru membanjiri pasar,
sementara kita sebagai konsumen tidak mengetahui apa-apa
mengenai produk-produk ini. Kita mempercayakan urusan obat
sepenuhnya kepada petugas kesehatan (dan... iklan!) Saat kita
pulang dari dokter dan apotek, kita membawa satu kresek obat
yang kita tidak tahu apa isinya dan bagaimana efeknya
terhadap tubuh. Padahal, sebagai konsumen kita mestinya
6
punya pengetahuan mengenai apa yang kita bayar dan kita
konsumsi.
Obat sejatinya adalah racun. Lebih tepatnya, racun yang
punya manfaat. Dokter adalah orang yang meresepkan racun
itu. Dan apoteker adalah orang yang menyediakan racun itu.
Karena berurusan dengan racun itulah, dokter dan apoteker
bekerja di bawah sumpah.
Sebetulnya jumlah obat esensial (yang memang sangat
kita butuhkan dan sebaiknya kita ketahui) tidak begitu banyak.
Hanya dalam kisaran beberapa ratus. Namun, faktanya, di
Indonesia obat yang beredar di pasar jumlahnya melimpah
ruah. Dalam hitungan ribuan. Seolah-olah kita memerlukan
semuanya. Banyaknya jumlah obat ini cukup membingungkan.
Bukan hanya bagi konsumen awam, bahkan juga bagi dokter
dan apoteker. (Buku Obat ini memang ditulis karena penulis
berusaha mengurai kebingungan itu :p)
Buku pedoman obat yang diperuntukkan buat tenaga
kesehatan sudah banyak diterbitkan. J ika Anda rajin pergi ke
toko buku Gramedia atau Gunung Agung, Anda bisa
mengamati, di sana biasanya ada satu rak khusus yang
sepanjang tahun selalu berisi buku berjudul ISO Indonesia dan
MIMS. ISO kependekan dari Informasi Spesialite Obat. MIMS
singkatan dari Monthly Index of Medical Specialities. Buku-
7
buku ini hanya untuk tenaga kesehatan seperti dokter, dokter
gigi, apoteker, bidan, dan perawat. Sementara, buku panduan
serupa yang ditulis untuk konsumen (yang harus membayar
dan menerima risikonya) justru masih belum banyak.
Apakah orang awam perlu memiliki pengetahuan
mengenai obat-obatan? Bukankah ilmu obat itu memang
wilayah tenaga kesehatan?
Tentu saja konsumen tidak perlu tahu urusan obat seperti
mahasiswa jurusan kedokteran atau farmasi. Yang perlu
diketahui adalah pengetahuan dasar yang membuat mereka
tahu apa yang mereka minum.
Penjelasan di buku ini sama sekali tidak dimaksudkan
agar pembaca bisa mengobati diri sendiri dan tidak perlu
datang ke dokter. Penjelasan obat di sini lebih dimaksudkan
sebagai bekal pengetahuan agar orang awam mengetahui isi
obat yang mereka minum, bagaimana cara kerjanya, apa efek
sampingnya, dan informasi-informasi lain yang perlu diketahui.
Idealnya dokter dan apoteker memberi penjelasan
gamblang kepada pasien. Namun, seperti kita tahu, kondisi
layanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari bagus. Pasien
sering tidak mendapatkan penjelasan yang memadai tentang
obat yang diberikan kepadanya. Bahkan, pasien yang
menggunakan haknya untuk bertanya pun sering dianggap
8
rewel dan bawel. Padahal, informasi yang penting dan jujur
adalah hak pasien.
Buku ini ditulis untuk pembaca awamyang tidak berlatar
belakang pendidikan ilmu kesehatan, karena itu tidak
mengikuti kaidah umum dalam dunia ilmiah. Istilah-istilah
medis yang sulit dipahami saya terjemahkan ke dalam bahasa
populer yang mungkin kurang tepatmenurut standar ilmiah.
Tujuannya semata-mata agar lebih mudah dipahami.
Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti
ungkapan khas warung padang, J ika Anda puas, bilang
kepada teman. J ika Anda tidak puas, bilang kepada kami,
begitu pula dengan buku ini. J ika Anda menganggap "budi"
(buku digital) ini bermanfaat, silakan disebarluaskan. Buku
digital ini masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan
terus-menerus. J ika Anda punya masukan, kritik, data
tambahan, atau sejenisnya, silakan sampaikan ke penulis.
Salam
Penulis
9
01
OBAT DEMAM
Dari sekian banyak merek obat yang beredar di Indonesia,
salah satu obat yang paling banyak memiliki merek dagang adalah
parasetamol, obat demam yang juga punya khasiat meredakan
nyeri. Jumlahnya tak kurang dari 250 merek dagang. Artinya,
demam adalah salah satu alasan yang paling banyak membuat
orang minum obat.
Demam sebetulnya bukanlah sebuah penyakit. Demam
merupakan salah satu mekanisme tubuh bereaksi terhadap sesuatu
yang tidak normal, misalnya infeksi virus atau bakteri. Tubuh
menaikkan suhu dirinya untuk membunuh kuman penginfeksi itu.
Kita tahu, bakteri dan virus tidak tahan terhadap panas.
Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan
sistem pertahanan tubuh. Kita tahu, kuman bisa mati jika terkena
10
suhu panas. Demam juga membuat sel-sel darah putih lebih aktif
melawan virus dan bakteri. Jadi, sebetulnya demam punya fungsi
yang baik bagi kesehatan
kita. Itu sebabnya Mayo
Clinic menyarankan, untuk
penyakit yang tidak
berbahaya, demam tidak
perlu diobati! Jika setiap kali demam, kita minum obat, itu sama
saja dengan menghentikan kerja tubuh melawan kuman dan
meningkatkan imunitas (kekebalan).
Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Sebagian
kecil disebabkan oleh kondisi lain, misalnya akibat terpapar sinar
matahari. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, bisa juga oleh virus.
Beda sebab, beda pula pengobatannya.
Sekalipun demam sebetulnya baik bagi daya tahan tubuh,
kita tetap memerlukan obat demam. Sebab, kalau dibiarkan saja,
demam bisa menyebabkan risiko buruk, misalnya dehidrasi
(kehilangan cairan tubuh), kejang (kalau demam sangat tinggi).
Pada bayi, demam biasanya menyebabkan mereka menjadi rewel
dan kurang istirahat.
Suhu tubuh normal manusia adalah 37 C. Disebut demam
jika suhunya 38 C atau lebih. Pada orang dewasa, demam pada
umumnya tidak berbahaya kecuali jika mencapai suhu 39,4 C.
Demam punya fungsi
yang baik bagi kesehatan.
11
Pada anak-anak, demam harus diwaspadai kalau suhunya
mencapai 38 C.
Ukur dengan Termometer
Dalam kondisi demam, kita sebaiknya tahu persis berapa suhunya.
Ini penting sebab suhu merupakan dasar untuk mengambil
tindakan. Karena itu, setiap keluarga, terutama yang memiliki bayi
atau anak-anak, sangat disarankan memiliki termometer.
Sebaiknya termometer digital, bukan termometer air raksa karena
air raksa bisa berbahaya jika tertelan.
Pengukuran suhu tubuh harus benar-benar akurat. Hasil
pengukuran yang tidak akurat, misalnya meleset 1 C saja, bisa
menyebabkan kita melakukan tindakan yang tidak tepat. Pastikan
termometer masih akurat.
Pengukuran di ketiak biasanya kurang akurat. Pengukuran
suhu paling akurat bisa dilakukan di anus. Kalau pengukuran suhu
anus dianggap merepotkan, pengukuran suhu bisa dilakukan di
dalam mulut.
Jika pengukuran suhu lewat anus menunjukkan 38,0 C,
biasanya pengukuran lewat mulut terbaca 37,8 C. Sementara
pengukuran lewat ketiak terbaca 37,2 C.
Setelah tahu persis berapa suhunya, kita bisa menentukan
tindakan yang tepat. Ada ratusan penyakit atau kondisi yang bisa
12
menyebabkan demam. Demam bisa merupakan gejala dari
berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang
berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter.
Yang ringan misalnya demam karena flu-pilek, imunisasi,
tumbuh gigi, atau paparan sinar matahari. Yang tergolong serius
misalnya demam tifoid (tifus), infeksi saluran napas, atau infeksi
saluran cerna. Yang kritis dan harus segera mendapatkan
pertolongan dokter misalnya demam berdarah.
Tinggi rendahnya suhu tidak selalu berbanding lurus dengan
tingkat bahaya sebuah penyakit. Ada kalanya penyakit gawat
hanya disertai demam ringan. Sebaliknya ada pula penyakit ringan
yang disertai demam tinggi.
Pengukuran suhu memang penting. Tapi jangan terpaku
pada angka di termometer. Kondisi anak jauh lebih penting dari
angka temperatur. Walaupun suhu tinggi, mungkin demam itu
tidak begitu berbahaya jika anak masih aktif seperti biasa.
Sebaliknya, walaupun demamnya tidak begitu tinggi, bisa saja
kondisinya gawat kalau ia menunjukkan gejala lain yang kritis,
misalnya tidak responsif, muntah, atau diare.
Saat kita atau anak kita mengalami demam, kita memang
harus tetap tenang, tapi juga jangan terlalu meremehkan. Sebab,
demam bisa jadi merupakan gejala demam berdarah dengue. Di
Indonesia, penyakit akut ini masih merupakan salah satu ancaman
serius yang setiap tahun merenggut banyak korban.
13
Cara Mengukur
Suhu Lewat Mulut
Bersihkan ujung termometer.
Masukkan ujung termometer
ke bawah lidah.
www.healthychildren.org
Tahan minimal satu menit,
baca hasilnya.
Keluarkan termometer.
Cara Mengukur Suhu
Lewat Anus
Oleskan pelumas pada ujung termometer.
Tengkurapkan bayi di pangkuan, atau
telentangkan.
Masukkan 1,5-2,5 cm ujung termometer
secara hati-hati ke dalam dubur.
www.healthychildren.org
www.healthychildren.org
Tahan bayi dalam posisi tengkurap atau
telentang selama tiga menit. Posisi bayi
harus ditahan karena jika ia menggeliat,
termometer bisa masuk terlalu dalam dan
menyebabkan luka.
Baca hasilnya lalu keluarkan termometer.
Jangan gunakan termometer di anus untuk
pengukuran di mulut.
14
Pilihan Pertama: Parasetamol
Sebelum berpikir tentang obat, sebaiknya kita berpikir tentang cara
non-obat. Dalam urusan demam, kita bisa menggunakan cara
sederhana seperti kompres air. Jika cara ini tidak mempan, kita
bisa mempertimbangkan penggunaan obat.
Pada anak-anak, obat demam dianjurkan untuk diberikan
jika suhu tubuhnya mencapai 38,9 C atau lebih. Tujuan minum
obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan
suhu.
Lo, apa bedanya?
Setelah si anak
minum obat, diharapkan
suhu tubuhnya turun
sampai batas aman, tidak
perlu sampai demamnya
hilang sama sekali. Sekali
lagi, demam sendiri tidak berbahaya asal tidak terlalu tinggi.
Setelah minum obat, anak mungkin masih mengalami demam tapi
suhunya tidak terlalu tinggi.
Suhu yang terlalu tinggi harus dihindari, terutama buat anak
yang pernah punya riwayat kejang-demam. Sekali anak
mengalami kejang demam, ia punya kemungkinan mengalaminya
lagi saat mengalami demam tinggi lagi. Selain itu, obat demam
Tujuan minum obat tidak
untuk menghilangkan
demam tetapi untuk
menurunkan suhu.
15
diperlukan untuk menghentikan rewel pada bayi yang
membuatnya menjadi kurang tidur.
Jika memang obat penurun panas diperlukan, obat pilihan
utama yang dianjurkan adalah parasetamol. Dibandingkan obat-
obat penurun panas lainnya, parasetamol paling aman asalkan
digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang.
Contoh merek dagang yang terkenal: Panadol.
Jika pasien tidak bisa menelan obat, ia bisa menggunakan
parasetamol dalam bentuk supositoria (mirip torpedo) yang
dimasukkan ke dalam dubur.
Hati-hati jika menggunakan obat tetes. Baca betul aturan
pakainya. Pada saat meneteskan ke mulut bayi, pastikan betul
volumenya sudah tepat untuk menghindari risiko overdosis.
Pasalnya, obat tetes mengandung parasetamol dalam konsentrasi
yang tinggi. Kesalahan volume sebesar 0,3 ml liter saja bisa
menyebabkan anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak.
Overdosis parasetamol bisa menyebabkan masalah di lever (hati).
Risiko overdosis harus diwaspadai mengingat aturan pakai
obat-obatan di Indonesia biasanya didasarkan pada umur, bukan
berat badan. Padahal, yang lebih tepat mestinya didasarkan pada
umur dan berat badan. Ada kalanya anak baru berusia dua tahun
tapi tubuhnya bongsor dan berat badannya seperti anak umur
empat tahun. Begitu pula sebaliknya, anak dengan usia empat
tahun tapi badannya kecil seperti anak umur dua tahun.
16
Pilihan Kedua: Ibuprofen
Jika parasetamol sudah tidak mempan, kita bisa menggunakan
ibuprofen. Namun, pemakaiannya jangan digabung dengan
parasetamol. Gunakan salah satu saja. Jika keduanya diberikan
dalam waktu berdekatan, mungkin saja overdosis.
Contoh merek dagang ibuprofen yang terkenal: Proris.
Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki kemampuan
menurunkan panas lebih kuat. Namun, obat ini memiliki
kelemahan karena punya efek samping lebih banyak.
Ibuprofen sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah
enam bulan, atau pada kondisi demam yang disertai muntah dan
dehidrasi, serta pada demam berdarah. Pada penderita demam
berdarah, ibuprofen justru akan meningkatkan risiko pendarahan.
Jika parasetamol dan ibuprofen tidak mempan, sebaiknya
segera pergi ke dokter. Kecuali atas resep dokter, sebaiknya jangan
menggunakan aspirin (asetosal) karena obat ini punya efek buruk
yang lebih banyak.
Obat demam-flu terbaik adalah istirahat dan minum banyak
cairan, seperti air putih, jus buah yang encer, kuah sup, air hangat,
ASI, susu, atau oralit siap minum (misalnya Pedialyte). Dalam
keadaan demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari
biasanya. Itu sebabnya kita harus minum air lebih banyak dari
biasanya.
17
Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal. Hindari
mandi dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku.
Mandi dengan air dingin justru bisa merangsang tubuh untuk
meningkatkan temperatur.
Obat Contoh merek dagang
Parasetamol
Panadol, Alphagesic, Alphamol, Analpim,
Biogesic, Bodrexin Demam, Contratemp, Cupanol,
Dumin, Erphamol, Farmadol, Fasgo Forte, Fevrin,
Grafadon, Ikacetamol, Itamol, Lanamol, Kamolas,
Maganol, Naprex, Moretic, Nasamol, Nufadol,
Ottopan, Pamol, Praxion, Propyretic, Pyrex,
Pyrexin, Pyridol, Sanmol, Tempra, Turpan,
Xepamol Drops
Ibuprofen
Proris, Anafen, Arfen, Arthrifen, Brufen, Bufect,
Dofen 400, Dolofen-F, Ethifen, Farsifen, Fenatic,
Fenris, Ibufenz, Iprox, Lexaprofen, Mofen,
Moris, Ostarin, Profen, Prosic, Prosinal,
Rhelafen, Ribunal, Spedifen, Yariven
Kapan perlu ke dokter?
Pada Bayi dan Anak-anak:
Jika demam mencapai 38,3 C atau lebih
Jika usia bayi belum genap tiga bulan
18
Jika bayi tidak mau makan atau minum
Jika bayi terus-terusan rewel atau tidak responsif
Disertai muntah, diare, ruam (bercak merah) di kulit, atau lesu
Demam tidak sembuh lebih dari 24 jam (untuk anak yang
belum genap dua tahun)
Demam tidak sembuh lebih dari 3 x 24 jam (untuk anak di atas
dua tahun)
Pada Orang Dewasa:
Jika demam mencapai 39,4 C atau lebih
Jika demam tidak sembuh dalam tiga hari
Disertai salah satu dari gejala ini: sakit kepala hebat, nyeri saat
menelan makanan, ruam di kulit yang berkembang, sensitif
terhadap cahaya terang, leher kaku dan sakit saat digerakkan,
muntah-muntah, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri perut,
atau nyeri saat kencing
19
2
OBAT SAKIT KEPALA
DAN NYERI
Apa obat sakit kepala yang paling cespleng? Jika Anda
bertanya kepada Hilbram Dunar, presenter acara Mario Teguh
Golden Ways, jawabannya tentu Bodrex. Tapi kalau Anda
bertanya kepada Mario Teguh, biangnya langsung, tentu
jawabannya lain: Pamol Forte.
Kalau Anda bertanya kepada Tom, si kucing yang selalu sial
dalam serial kartun Tom and Jerry itu, jawabannya tentu lain lagi:
Aspirin. Di beberapa episode, Tom digambarkan minum obat ini
karena pusing dikerjai oleh Jerry. Tom dan Jerry perlu kita bahas
di sini karena hal ini berkaitan dengan budaya memilih obat sakit
kepala di masyarakat.
20
Kesimpulannya, mana yang lebih cespleng: Pamol Forte,
Bodrex, atau Aspirin? Tidak ada obat sakit kepala yang
cespleng. Kalaupun ada, wallahu alam. Obat yang cespleng
harusnya bisa menyembuhkan sakit sampai ke akar-akarnya.
Faktanya, tidak ada obat sakit kepala yang menyembuhkan
sampai ke akar penyebabnya. Obat sakit kepala yang banyak
beredar di pasar hanya meredakan rasa nyeri. Nyeri kepala
hanyalah gejala, bukan sakit itu sendiri.
Kemungkinan penyebab sakit ini banyak sekali, lebih dari
dua ratusan. Bukan hanya penyakit di sekitar kepala dan leher.
Gangguan di daerah perut, dada, pembuluh darah, bahkan ujung
kaki pun bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, bukan pekerjaan
mudah, bahkan bagi dokter sekalipun, untuk mencari akar
masalahnya.
Untuk menemukan penyebabnya, dokter harus melakukan
pemeriksaan menyeluruh. Jadi, jangan merasa dikerjai jika hanya
karena urusan sakit kepala, dokter bertanya urusan makan, tidur,
sampai masalah di kantor dan problem rumah tangga. Itu bagian
dari metode dokter menemukan akar penyakit.
Sebagian besar orang pernah mengalami sakit kepala,
terutama kaum perempuan. Seperti namanya, gejala utama sakit
ini berupa rasa nyeri di sekitar daerah kepala dan leher. Nyeri ini
bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.
21
Sakit kepala bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor,
kemungkinannya banyak sekali. Beberapa di antaranya:
Perubahan hormonal
Ini adalah jawaban kenapa sakit kepala lebih banyak dialami
oleh perempuan daripada laki-laki. Jadi, penyebabnya bukan
karena laki-laki lebih menyebalkan, melainkan karena
memang secara biologis perempuan lebih kompleks daripada
laki-laki.
Perempuan punya siklus hormonal yang menyebabkan
kadar estrogen naik turun. Perempuan haid, laki-laki tidak.
Perempuan hamil, laki-laki tidak. Perempuan menyusui, laki-
laki tidak. Semua proses ini melibatkan perubahan hormonal
yang bisa menyebabkan sakit kepala. Pada peempuan, sakit
kepala biasanya terjadi menjelang atau selama menstruasi.
Sebagian perempuan mengalami sakit kepala saat hamil,
menopause (mati haid), atau minum pil kontrasepsi (pil KB).
Stres
Jangan heran bila stres nanti masuk ke berbagai bab.
Gangguan psikis ini memang bisa menyebabkan banyak sekali
penyakit, mulai dari sakit kepala, sakit mag, gangguan tidur,
sampai tekanan darah tinggi.
22
Stres dan sakit kepala sebetulnya terjadi di tempat yang
berbeda. Stres terjadi hanya di otak, sementara sakit kepala
terjadi di kepala dan leher. Otak sendiri sebetulnya tidak bisa
merasakan nyeri karena otak tidak memilki saraf yang sensitif
terhadap rangsangan nyeri. Nyeri disebabkan oleh saraf-saraf
di wilayah kepala dan leher.
Lalu kenapa stres memikirkan atasan yang menyebalkan
atau pasangan yang bawel bisa menjadi pemicu sakit kepala?
Diduga, ini terjadi lewat mekanisme yang dikenal sebagai
mind-body connection.
Makanan
Misalnya, pemanis buatan (seperti aspartam, yang banyak
terdapat di dalam minuman buatan pabrik), minuman tinggi
kafein (seperti kopi kental atau suplemen yang biasa disebut
minuman berenergi), makanan yang banyak mengandung
garam atau penyedap rasa MSG (misalnya mi instan),
makanan awetan, alkohol (misalnya wine), cokelat atau keju
jenis tertentu, dan masih banyak lagi. Semua contoh yang
disebut ini bisa saja menjadi biang keladi sakit kepala pada
orang-orang tertentu.
23
Selain jenis makanan, sakit kepala bisa juga disebabkan oleh
pola makan, misalnya makan tidak teratur, telat makan, atau
makan dalam jumlah terlalu banyak.
Perubahan pola tidur
Sebagian besar orang butuh tidur 78 jam sehari. Kurang tidur
atau kebanyakan tidur sama-sama bisa menjadi penyebab sakit
kepala. Sebagian orang memang terbiasa tidur singkat, tapi
mereka ini bukan pembanding yang umum.
Dalam urusan tidur, yang penting tidak hanya kuantitas tapi
juga kualitas. Sekalipun kita tidur selama delapan jam sehari,
bisa saja kita masih kurang istirahat jika kita tidur tidak
nyenyak. Selain itu, sakit kepala bisa juga dipicu oleh
perubahan jam tidur (misalnya karena kerja shift), atau jet lag.
Ketegangan otot di daerah leher atau kepala
Misalnya, terlalu lama bekerja di depan komputer, terlalu lama
menonton televisi, salah postur saat tidur. Bisa juga
disebabkan karena ketegangan otot penglihatan. Misalnya, kita
mestinya sudah memakai kacamata tetapi memaksakan diri
banyak membaca tanpa kacamata. Ini juga bisa memicu sakit
kepala.
24
Faktor fisikal
Misalnya, bekerja terlalu capek atau melakukan aktivitas fisik
yang terlalu berat.
Perubahan lingkungan
Contohnya, pindah bekerja di tempat baru, ruangan baru,
kantor baru, atau tempat tinggal baru.
Putus kafein, putus nikotin, dsb.
Jika seseorang biasa minum kopi atau merokok, lalu dia
menghentikan kebiasaan ini, ia bisa mengalami sakit kepala
karena otaknya sudah terbiasa mendapat suplai kafein dari
kopi atau nikotin rokok.
Rangsangan indra
Misalnya, cahaya lampu yang terlalu terang, sinar matahari
yang menyilaukan, suara yang terlalu bising, atau parfum yang
terlalu menyengat.
Gas polutan
Misalnya, asap knalpot, uap cat, atau asap rokok.
Pemakaian obat
Obat bisa menjadi biang keladi sakit kepala, terutama obat
sakit kepala yang diminum terus-menerus. Mungkin ini
25
terdengar aneh tapi memang begitulah sifat obat. Jika kita sakit
kepala, lalu minum obat sakit kepala, rasa sakit itu bisa hilang
sesaat. Namun, jika kita terus-terusan minum obat tersebut,
obat itu justru bisa memicu sakit kepala.
Itu sebabnya kalau kita langganan sakit kepala, sebaiknya
kita fokus ke penyebabnya, bukan dengan cara mengandalkan
obat-obatan. Obat sakit kepala hanya menyelesaikan masalah
sesaat, tidak menyelesaikan masalah secara permanen, bahkan
mungkin saja bisa menambah masalah.
Penyakit lain
Sakit kepala mungkin saja merupakan gejala dari penyakit
lain, misalnya flu, demam berdarah dengue, tifus (demam
tifoid), infeksi lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), tumor,
gangguan pembuluh darah, gangguan saraf gigi, dan masih
banyak lagi.
Selain contoh-contoh di atas, masih ada amat sangat banyak
sekali faktor yang termasuk kategori dan lain-lain. Saking
banyaknya, tidak mungkin disebut satu per satu di sini.
Atasi Akar Masalahnya
Jika kemungkinan penyebab sakit kepala begitu banyak, lalu
bagaimana kita bisa mengobatinya? Di sinilah pentingnya kita
mengenali penyebabnya dengan tepat. Kekeliruan mengenali
26
penyebabnya bisa menyebabkan sakit kepala berulang terus dan
menjadi kronis. Karena penyakit ini sangat berkaitan dengan pola
hidup kita sehari-hari, orang yang paling tahu penyebabnya adalah
kita sendiri.
Untuk mengatasi rasa nyeri, kita bisa minum obat-obat yang
dijual bebas di apotek. Namun, harap dicatat, obat-obat ini hanya
bekerja menghilangkan rasa nyeri. Jika masalah utama penyebab
sakit kepala tidak diselesaikan, maka nyeri bisa saja timbul lagi
berulang-ulang.
Pengobatan harus meliputi dua hal, yaitu pengobatan
simptomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif
(menghilangkan penyebabnya). Keduanya harus dilakukan
beriringan. Setelah rasa nyeri diatasi, si biang keladi nyeri juga
harus dihilangkan. Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola
tidur yang tidak teratur, kita juga harus mengatur pola tidur
dengan lebih baik. Jika penyebabnya adalah stres, kita harus
mengatasi dulu stres itu. Jika penyebabnya adalah hipertensi,
maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya. Sekali
lagi, sakit kepala sangat berkaitan dengan gaya hidup secara
umum. Obat antinyeri saja tidak cukup. Harus disertai perubahan
pola hidup.
Jika akar masalahnya tidak diselesaikan, sakit kepala
cenderung menjadi kronis. Jika sudah kronis, umumnya penderita
akan sangat tergantung kepada obat. Sedikit-sedikit minum obat.
27
Bahkan, satu tablet kadang tidak mempan lagi lalu sampai harus
menenggak dua tablet sekaligus. Selain akan membahayakan lever
(hati), minum obat terus-menerus juga akan menyebabkan
penderita lebih gampang terkena nyeri.
Obat-obat yang Biasa Digunakan
Sebagian besar obat sakit kepala dijual bebas. Bisa didapatkan di
apotek, toko obat, maupun toko kelontong. Dalam bahasa medis,
obat sakit kepala digolongkan ke dalam analgesik. Arti harfiahnya,
antinyeri. Karena khasiatnya meredakan nyeri, obat sakit kepala
bisa juga digunakan untuk mengobati nyeri lain, tidak hanya di
kepala. Misalnya, untuk sakit gigi, nyeri otot, rematik, hingga
nyeri haid. Pokoknya, semua sakit yang melibatkan rasa nyeri.
Sebagian besar obat pereda nyeri juga punya khasiat
menurunkan demam. Dalam istilah medis, khasiat menurunkan
demam ini disebut antipiretik. Itu sebabnya, dalam buku-buku
medis, obat sakit kepala, pereda nyeri, dan obat demam biasanya
masuk dalam satu bab: Analgesik-Antipiretik.
Beberapa contoh obat analgesik-antipiretik antara lain:
1. Parasetamol
Kadang di kemasan obat ditulis asetaminofen atau N-asetil-
para-aminofenol. Ketiganya bersinonim alias sama saja.
(Dalam dunia farmasi, satu jenis obat punya banyak nama
28
lain.) Dibanding obat-obat lain di dalam kelompok ini,
parasetamol hingga saat ini dianggap paling aman. Baik bagi
perempuan hamil, ibu yang menyusui, maupun anak-anak.
Namun, penggunaan dosis besar dalam jangka panjang bisa
menyebabkan kerusakan hati. Itu sebabnya, meskipun relatif
aman, parasetamol tetap tidak dianjurkan untuk dikonsumsi
terus-menerus dalam dosis besar. Salah satu kelebihan obat ini
adalah bisa diminum saat perut kosong tanpa mengganggu
lambung. Dosis umum sekali minum 500 mg. Contoh merek
dagang: Lihat Bab Obat Demam.
2. Asetosal
Nama lainnya asam asetil salisilat atau aspirin. Ketiganya
sami mawon alias setalen tiga wang.
Asetosal mungkin bisa dianggap obat pereda nyeri dan
demam yang paling legendaris. Di masyarakat Barat, aspirin
merupakan obat sakit kepala legendaris. Itu sebabnya, saat
sakit kepala, Tom memilih obat ini, bukan parasetamol.
Di buku-buku atau artikel berbahasa Inggris, obat sakit
kepala identik dengan aspirin/asetosal. Jika Anda membaca
artikel kesehatan berbahasa Indonesia yang mengidentikkan
obat sakit kepala dengan aspirin, Anda boleh menduga artikel
itu terjemahan letterlijk dari tulisan berbahasa Inggris. Di
29
masyarakat Indonesia, obat sakit kepala yang paling banyak
dikonsumsi adalah parasetamol. Budaya kita berbeda dari
budaya Tom dan Jerry.
Selain berkhasiat meredakan nyeri dan demam, aspirin
dalam dosis kecil (80100 mg) juga biasa dipakai untuk
mencegah penggumpalan darah pada penderita serangan
jantung atau stroke. Merek dagang yang populer: Aspilets.
Bukan untuk sakit kepala, melainkan untuk mencegah stroke
atau serangan jantung. Untuk obat sakit kepala, dosis umum
aspirin sekitar 500 mg.
Contoh merek dagang yang terkenal: Aspirin, Inzana.
(Aspirin sebetulnya nama dagang asetosal milik produsen
farmasi asal Jerman, Bayer. Karena saking legendarisnya,
nama dagang ini menjadi nama lain dari asetosal.)
Sesuai namanya, asam asetil salisilat ini bersifat asam. Sifat
asam membuat obat ini punya efek samping mengiritasi
lambung dan karenanya tidak cocok buat orang dengan sakit
mag. Juga tidak disarankan diminum dalam keadaan perut
kosong. Efek samping lain yang juga bisa terjadi antara lain
reaksi alergi pada kulit dan telinga berdengung.
Obat ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang
menderita flu (dan infeksi virus lainnya) karena berpotensi
menyebabkan penyakit yang disebut Sindrom Rye. Gejalanya
antara lain muntah dan demam tinggi. Obat ini juga tidak
30
dianjurkan buat kasus demam berdarah dengue karena justru
akan meningkatkan risiko perdarahan.
3. Ibuprofen
Di Indonesia, obat ini lebih dikenal sebagai obat turun panas
pada anak-anak daripada pereda nyeri. Sama seperti aspirin,
ibuprofen sebaiknya dihindari kalau kita memiliki gangguan
mag. Obat ini memang cukup efektif untuk demam tinggi, tapi
sebaiknya tidak digunakan pada demam berdarah dengue
karena justru akan meningkatkan risiko perdarahan.
Contoh merek dagang yang mengandung obat ini: Lihat Bab
Obat Demam.
Dari nama merek dagang ibuprofen kita bisa melihat,
budaya masyarakat sangat mempengaruhi persepsi kita
terhadap khasiat obat. Proris selama ini lebih terkenal
sebagai penurun panas pada anak-anak. Padahal, bisa saja
orang dewasa minum obat ini untuk sakit gigi, misalnya.
4. Asam mefenamat
Obat ini lebih dikenal sebagai pereda nyeri untuk sakit gigi.
Contoh merek dagang yang terkenal: Ponstan. Obat ini
sebetulnya tidak termasuk obat bebas. Kalaupun tidak dengan
resep dokter, setidaknya harus lewat konsultasi dengan
31
apoteker. Tapi faktanya obat ini bisa kita dapatkan dengan
mudah. Tidak hanya di apotek, tapi juga di toko-toko obat.
Mengapa kategorinya bukan obat bebas? Pertimbangannya
selalu masalah keamanan. Pasalnya, pada sebagian orang,
obat ini bisa menimbulkan gangguan darah karena itu harus
digunakan dengan hati-hati. Selain itu, sesuai namanya, "asam
mefenamat", obat ini juga bersifat asam.
Nama obat memang bisa dijadikan sebagai patokan umum.
Kalau didahului oleh kata asam, biasanya obat jenis ini bisa
mengiritasi lambung. Sama seperti aspirin, obat ini sebaiknya
dihindari kalau kita memiliki gangguan mag. Juga sebaiknya
tidak diminum dalam keadaan perut kosong.
Obat Contoh merek dagang
Asam
mefenamat
Ponstan, Allogon, Alpain, Altran, Anacof,
Analspec, Anastan Forte, Asimat, Benostan,
Cetalmic, Corstanal, Datan Forte, Dentacid,
Dogesic, Dolos, Femisic, Fensik 500, Gitaramin,
Grafamic, Grafix, Lapistan, Licostan, Maxstan,
Mefast, Mefinal, Mefinter, Menin, Molasic,
Nichostan, Opistan, Ponalar, Poncofen, Pondex,
Ponsamic
32
5. Aminofenazon
Obat ini masih satu kelompok dengan asam mefenamat.
Dibandingkan golongan parasetamol dan asetosal, obat ini
relatif kurang aman. Itu sebabnya obat-obat golongan ini tidak
boleh digunakan secara bebas. Di beberapa negara, obat
golongan ini tidak boleh beredar. Tapi di Indonesia, obat ini
masih bisa dijumpai di dalam beberapa produk.
Termasuk dalam kategori ini adalah obat-obat analgesik
yang namanya berakhiran dengan azon, seperti isopropil
fenazon, propifenazon (isopropil antipirin), dan fenil
butazon. Demi pertimbangan keamanan, sebaiknya hindari
berurusan dengan obat-obat jenis ini kecuali lewat resep
dokter. Di pasaran, masih ada beberapa produk obat sakit
kepala dan migrain yang mengandung propifenazon.
Sekalipun faktanya obat ini bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya
kita hanya mengonsumsinya kalau sudah berkonsultasi ke
dokter atau apoteker.
6. Antalgin
Nama lainnya metamizol, metampiron. Obat ini pun masih
satu kelompok dengan aminofenazon dan asam mefenamat.
Di beberapa negara, obat ini dilarang beredar. Tapi di
Indonesia, obat ini masih beredar dengan status obat keras.
33
Konsumen awam sebaiknya tidak menggunakan obat
golongan ini kecuali dengan resep dokter. Contoh merek
dagang yang cukup terkenal adalah Novalgin.
Obat nomor 5 dan 6 ini sekadar untuk pengetahuan, mungkin
kita mendapat obat ini dari kawan atau penjual obat. Umumnya
kita sangat jarang berurusan dengan obat-obat ini. Sekali lagi,
pilihan utama untuk sakit kepala dan demam adalah parasetamol.
Sebelum minum obat, biasakan untuk membaca komposisinya
lebih dulu, siapa tahu produk itu mengandung obat yang
sebaiknya kita hindari.
Aman Dulu, Ampuh Belakangan
Satu merek obat kadang berisi salah satu obat di atas, kadang
berisi kombinasi dua atau lebih obat. Apa pun obat yang Anda
minum, biasakan untuk mencari tahu kandungannya lebih dulu.
Tujuannya agar kita terhindar dari efek buruk yang mungkin
terjadi. Dalam hal konsumsi obat, pedoman pertama: do no harm.
Jangan minum sesuatu yang mungkin membahayakan.
Jika Anda membeli obat (sekalipun obat bebas), usahakan
membelinya di apotek daripada di toko. Tiap kali mendapatkan
obat, pastikan Anda mengetahui merek (nama dagang) obat itu.
Biasanya merek obat tercantum di bungkusnya. Jika di
34
bungkusnya tidak ada keterangan tentang kandungan obat, jangan
lupa bertanya. Itu hak pasien.
Untuk mengecek kandungan obat, Anda bisa mengunjungi
situ Badan POM di http://www.pom.go.id/webreg/.
Pilihan pertama obat sakit kepala dan demam adalah
parasetamol 500 mg. Di pasaran, ada beberapa produk yang berisi
parasetamol di atas 500 mg. Ada yang 600 mg, bahkan ada yang
650 mg. (Silakan cek berapa miligram parasetamol di dalam
produk yang diiklankan oleh Hilbram Dunar dan Mario Teguh.)
Ada juga parasetamol yang dikombinasikan dengan obat lain yang
masih satu kelompok, misalnya plus ibuprofen atau asetosal.
Kalau ditotal, dosis keduanya lebih besar dari parasetamol 500
mg.
Makin besar dosis suatu obat, biasanya obat memang akan
makin manjur tapi tentu saja makin besar efek buruknya. Maka,
demi alasan keamanan, sebagai pedoman pertama: pilihlah
parasetamol tunggal yang dosisnya standar saja, yaitu 500 mg.
Biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Kalau
dosis lazim parasetamol sebesar 500 mg tidak mempan, sebaiknya
kita berusaha lebih sungguh-sungguh untuk menghilangkan
penyebab sakitnya, bukan dengan cara menaikkan dosisnya atau
minum beberapa macam jenis obat.
Di pasaran juga banyak produk parasetamol yang
dikombinasikan dengan kafein. Jika memang kita tidak
35
memerlukan kafein, lebih baik kita minum parasetamol tunggal
saja. Sekali lagi, biasakan membaca label obat sebelum
mengonsumsinya.
Minum obat kombinasi parasetamol plus kafein sama saja
dengan minum obat sakit kepala bersamaan dengan minum
secangkir kopi. Kalau pada saat yang sama kita juga minum kopi,
maka efek sampingnya tentu akan lebih besar lagi. Obat kombinasi
seperti ini mungkin kita perlukan dalam kondisi khusus, misalnya
ketika kita mengalami sakit kepala saat berkendara atau saat
melakukan aktivitas yang menuntut kita tetap dalam kewaspadaan
tinggi.
Ke Dokter Jika
Sebagian besar kasus sakit kepala memang masuk kategori yang
tidak membahayakan jiwa. Namun, pada beberapa kasus, sakit
kepala bisa sangat membahayakan, terutama jika berhubungan
dengan penyakit lain. Ada sangat banyak penyakit yang
menimbulkan gejala sakit kepala. Sekadar menyebut contoh,
hipertensi, tumor kepala, penyempitan pembuluh darah kepala,
infeksi, radang, trauma kepala, dan masih banyak lagi.
Contoh ekstrem, sakit kepala bisa saja merupakan gejala dini
sebelum serangan stroke. Jika sakit kepala dianggap enteng dan
hanya diatasi dengan parasetamol, akibatnya bisa fatal. Itu
36
sebabnya penderita harus tanggap dan segera mengenali
penyebabnya.
Umumnya sakit kepala tidak sampai mengharuskan kita
pergi ke dokter. Namun, untuk menghindari kemungkian risiko
yang lebih buruk, kita sebaiknya pergi ke dokter jika:
Sakit kepal sangat parah dan sampai mengganggu tidur.
Disertai kaku-leher, mual, muntah, demam, padangan mata
kabur, kesadaran menurun.
Sakit kepala kronis, misalnya dalam seminggu terjadi 23 kali.
Sakit kepala makin lama makin parah.
Agar penyebabnya mudah dikenali, penderita sangat
disarankan membuat catatan lengkap, misalnya kapan terjadi
nyeri, bagaimana rasanya, berapa lama, apa yang dimakan selama
24 jam terakhir, kapan dan berapa lama ia istirahat, adakah stres
di kantor atau di rumah, obat apa saja yang diminum, dsb. Makin
lengkap datanya, makin mudah dokter menemukan biang
keladinya.
37
3
OBAT FLU-PILEK
Apa beda antara flu dan pilek? Ini pertanyaan awam yang
jawabannya masih belum disepakati di kalangan ahli bahasa
kedokteran. Hingga saat ini, istilah flu dan pilek masih sering
dipakai secara bergantian sebagai sinonim. Kamus Besar Bahasa
Indonesia edisi IV pun masih belum membedakan keduanya
dengan jelas. Selain flu dan pilek, masih ada istilah lain yang
mirip, yaitu selesma dan influenza.
Pilek: sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus (biasanya disertai
batuk-batuk kecil); selesma.
Flu: penyakit menular pd saluran pernapasan yg disebabkan oleh virus;
influenza; pilek
Selesma: sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus; pilek; ingus.
Influenza: radang selaput lendir pada rongga hidung (yang menyebabkan
demam); penyakit demam yang mudah menular, disebabkan oleh virus yang
menyerang saluran pernapasan dsb; selesma
38
Sebagian kalangan medis membedakan keduanya.
Penjelasannya mungkin agak ruwet untuk kebanyakan orang
awam. Untuk menyamakan persepsi di buku ini, kita bisa
menganggap flu adalah pilek yang berat. Kalau gejalanya hanya
berupa bersin-bersin dan hidung meler, itu namanya pilek. Tapi
kalau gejalanya berat sampai disertai demam dan sakit kepala, itu
bisa disebut sebagai flu.
Flu bisa disertai sakit kepala, demam, dan batuk. Itu
sebabnya obat flu kadang sulit dibedakan dari obat sakit kepala,
obat demam, dan obat batuk.
Penyebab
Flu dan pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan
bakteri. Virus dan bakteri sama-sama kuman tapi ukuran virus
lebih kecil dari ukuran bakteri, struktur biologisnya juga lebih
sederhana.
Virus penyebab flu dan pilek ini bermacam-macam. Jenisnya
sekitar 200-an. Virus ini menyerang saluran napas bagian atas,
yaitu hidung dan tenggorok. (Sekadar untuk diketahui, istilah yang
dipakai di kalangan medis adalah tenggorok, bukan tenggorokan).
Virus flu ini masuk ke dalam tubuh lewat mulut atau
hidung. Kuman-kuman ini menular lewat percikan cairan saat
39
penderita bersin, batuk, atau bicara. Bisa juga menular lewat
benda-benda yang dipegang penderita.
Karena disebabkan oleh virus, penyakit flu ini tidak bisa
diobati dengan antibiotik. Jadi, pasien tak perlu minum antibiotik.
Percuma, sia-sia, mubazir. Antibiotik hanya bisa bekerja untuk
infeksi bakteri. Obat jenis ini tidak berdaya menghadapi virus.
Bagian ini perlu kita bahas karena di Indonesia sebagian
kalangan masyarakat punya kebiasaan yang tidak rasional. Saat
terkena flu, mereka berusaha mengobati diri sendiri, pergi ke
apotek membeli antibiotik yang merupakan obat resep tapi biasa
dijual bebas. Bahkan, sebagian dokter pun punya kebiasaan
meresepkan antibiotik buat pasien flu, terutama pasien anak-anak.
Jadi, pasien, apoteker, sampai dokter pun sering menggunakan
antibiotik secara tidak rasional.
Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan kalau terkena flu?
Masak, sakit kok tidak minum obat?
Penyakit ini termasuk self limiting diseases. Artinya, gejalanya
bisa hilang dengan sendirinya, asalkan daya tahan tubuh dalam
kondisi normal, dan tidak disertai dengan komplikasi penyakit
lainnya. Jadi, tanpa minum obat pun penyakit ini akan sembuh
dengan sendirinya, biasanya dalam tempo satu sampai dua
minggu.
Kalau gejalanya sudah dalam tingkat menjengkelkan,
misalnya sakit kepala berat atau hidung meler tak henti-henti,
40
bolehlah kita minum obat untuk meringankan gejala-gejala
tersebut. Namun, perlu dicatat, obat-obat ini tidak menyembuhkan
flu, melainkan hanya meredakan gejalanya. Obat-obat ini tidak
membasmi virusnya, tapi hanya meredakan sakit kepala atau
hidung melernya.
Umumnya obat-obat flu termasuk golongan obat bebas.
Istilah kerennya OTC (over the counter), boleh dibeli bebas di konter
toko atau apotek tanpa resep dokter. Sama seperti obat sakit
kepala, obat flu juga merupakan golongan obat yang paling
banyak dibeli di apotek.
Yang perlu diingat adalah bahwa semua obat flu bekerja
secara simptomatis (hanya menghilangkan gejala), tidak melawan
virus penyebabnya. Tugas menghalau virus ini tetap dilakukan
oleh sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Fungsi obat hanya
membantu supaya selama perang melawan virus itu, kita tidak
terganggu sakit kepala, demam, batuk, ataupun pilek.
Di pasar, merek dagang obat flu jumlahnya berjibun. Bahasa
Jawanya sak arat-arat. Harap maklum, permintaan pasar memang
sangat tinggi. Pabrik-pabrik farmasi berlomba membuat produk
obat flu. Semua diklaim paling manjur.
Sebetulnya, apa sih beda satu obat flu dengan obat lain?
Untuk tahu jawabannya, pertama-tama kita harus tahu isinya.
Secara umum, obat flu-pilek biasanya berisi:
41
1. Analgesik-antipiretik
Ini istilah medis untuk obat yang khasiatnya meredakan nyeri
(analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Baca juga
Bab Obat Sakit Kepala & Nyeri. Obat flu berisi pereda nyeri
karena memang salah satu gejala flu yang mungkin timbul
adalah sakit kepala. Adapun khasiat antipiretik dimaksudkan
untuk menurunkan gejala panas badan (demam) yang
menyertai flu.
Dalam tulisan-tulisan medis, istilah analgesik biasanya
berpasangan dengan antipiretik. Ini karena obat yang
berkhasiat meredakan nyeri biasanya juga berkhasiat
menurunkan demam. Contoh golongan obat ini antara lain
parasetamol dan asetosal. Di kemasan obat, parasetamol
kadang ditulis sebagai asetaminofen, sedangkan asetosal
kadang ditulis dalam versi panjangnya, asam asetil salisilat.
2. Dekongestan (pelegahidung)
Obat golongan ini bekerja melegakan hidung tersumbat. Istilah
dekongestan (decongestant) berasal dari kata de- yang berarti
menghilangkan, dan congest yang merujuk pada penyumbatan
saluran hidung. Contoh obat golongan ini: fenil propanolamin
dan pseudoefedrin. Mungkin telinga kita tidak begitu familiar
42
dengan nama fenil propanolamin. Ya, obat ini memang lebih
dikenal sebagai PPA, singkatan dari phenyl-propanolamine.
PPA inilah bahan obat yang sempat berkali-kali diributkan
karena adanya berita bahwa obat ini ditarik dari pasar. Untuk
lebih jelasnya, silakan baca Bab PPA & Obat Pelega Hidung.
3. Antihistamin (antialergi)
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
sendiri adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap
timbulnya gejala flu-pilek seperti hidung meler dan bersin-
bersin. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin maleat.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat. Nama ini
mungkin tidak begitu akrab di telinga awam. Dalam bahasa
sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM, singkatan
dari chlor-trimeton, nama lain klorfeniramin maleat. CTM,
klorfeniramin maleat, chlor-trimeton, semuanya setali tiga
uang alias sami mawon.
Selain punya khasiat antialergi dan menekan refleks batuk,
antihistamin punya efek samping membuat kantuk. Itu
sebabnya, saat minum obat flu yang mengandung
antihistamin, kita disarankan untuk tidak mengendarai
43
kendaraan bermotor karena obat ini bisa mengurangi
kemampuan kita berkonsentrasi.
Obat flu hanya akan menyebabkan kantuk kalau ia berisi
golongan antihistamin. Kalau tidak mengandung antihistamin,
obat flu biasanya tidak menyebabkan kantuk. Jadi, agar kita
tidak mengantuk, pilihlah obat flu yang tidak mengandung
kelompok antihistamin.
4. Obat batuk
Karena flu kadang disertai batuk, banyak produk obat flu
mengandung obat batuk. Ada dua kelompok besar obat batuk,
yaitu penekan batuk (antitusif) dan pengencer dahak
(ekspektoran). Antitusif bekerja langsung di otak dengan cara
menekan sistem refleks batuk. Contoh obat, dekstrometorfan
dan noskapin.
Sementara ekspektoran bekerja dengan cara membantu
mengurangi kekentalan dahak sehingga lebih mudah
dikeluarkan. Contoh obat, bromheksin, guaifenesin (biasa
disebut juga gliseril guajakolat atau GG), ambroksol, dan
karbosistein. Untuk penjelasan lebih detail, baca Bab Obat
Batuk.
44
Obat flu-pilek umumnya berisi satu atau beberapa jenis obat
golongan di atas. Kadang, satu tablet berisi semua jenis obat di
atas. Di Indonesia, sebagian pabrik farmasi punya kecenderungan
untuk membuat satu obat berisi bermacam-macam kombinasi
bahan aktif. Obat sapu jagat semacam ini memang bisa sangat
laris karena bisa untuk segala jenis flu-pilek. Namun, dari sisi
keamanan terapi, cara ini sebetulnya tidak sesuai dengan kaidah
farmasi yang baik. Harusnya pencampuran obat dilakukan
seminimal mungkin untuk menghindari interaksi obat dan efek
samping yang tidak perlu.
Sebagai pedoman umum, sebaiknya pilihlah obat yang
isinya memang benar-benar kita butuhkan. Jangan membiasakan
diri minum obat sapu jagat. Sebagai contoh, jika pileknya tidak
disertai dengan sakit kepala atau demam, kita tak perlu minum
obat flu-pilek yang berisi parasetamol. Jika flu tidak disertai
penyumbatan saluran napas, kita tak perlu minum obat yang
mengandung PPA atau pseudoefedrin.
Ingat, obat sejatinya adalah racun. Makin banyak kita
minum obat, artinya makin banyak kita minum racunsesuatu
yang tidak kita perlukan dan hanya akan membebani tubuh.
Obat-obat flu-pilek di pasaran sebagian besar berada dalam
bentuk kombinasi yang berisi dua, tiga, empat, bahkan lima jenis
obat dari kelompok parasetamol (antinyeri-antidemam), CTM
(antialergi), PPA (pelega hidung), dekstrometorfan (penekan
45
batuk), ekspektoran (pengencer dahak). Dari sisi keamanan, makin
banyak kombinasinya, makin besar efek samping dan mudaratnya.
Karena itu, sebagai pedoman umum: gunakan obat yang memang
kita perlukan saja.
Jika gejala flu
berupa
Pilihlah Obat yang Mengandung
Antihistamin
(antialergi)
Dekongestan
(pelega
hidung)
Analgesik-
antipiretik
(antinyeri-
antidemam)
Antitusif
(penekan
batuk)
Ekspektoran
(pengencer
dahak)
Bersin-bersin,
hidung meler
ringan, batuk
ringan

Hidung meler
sampai
tersumbat

Demam atau
sakit kepala

Batuk kering

Batuk berdahak

Biasanya saat kita mengalami flu-pilek, jarang sekali semua


gejala di atas muncul bersamaan. Pada umumnya hanya dua atau
tiga saja gejalanya. Karena itu, kalau memang kita harus
46
menggunakan obat flu, pilihlah obat yang memang kita perlukan
saja sesuai gejala.
Sebagai contoh, kalau flu-pilek tidak disertai batuk, buat apa
membeli obat batuk yang mengandung pengencer dahak
(ekspektoran) atau penekan batuk (antitusif)? Begitu pula kalau
hidung tidak tersumbat, tak ada gunanya kita membeli obat flu
yang mengandung dekongestan (pelega hidung). Obat-obat yang
tidak kita perlukan ini hanya akan membebani tubuh dengan efek
samping.
Dari tabel berikut kita bisa melihat, makin ke bawah, makin
banyak kandungan obatnya, dan tentu saja makin banyak
kemungkinan efek samping dan mudaratnya. Perhatikan juga
dosisnya. Sebagian produk mengandung pseudoefedrin 30 mg per
takaran, sebagian lainnya mengandung 60 mg. Sebagai pilihan
pertama, gunakan yang dosisnya 30 mg per takaran. Jika kita
menggunakan produk pseudoefedrin 60 mg, hati-hati terhadap
risiko efek sampingnya seperti jantung berdebar-debar atau susah
tidur.
Satu hal lagi yang perlu diingat: apa pun penyakit kita,
jangan pernah lupa pedoman umum berobat: jika sakit berlanjut,
segera hubungi dokter.
47
Komposisi obat Contoh merek dagang
2

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Antialergi & pelega
hidung
Actifed, Alerfed, Crofed, Flutrop, Grafed,
Lapifed, Librofed, Mertisal, Protifed,
Nichofed, Nostel, Protifed, Quantidex,
Tremenza, Trifed, Trifedrin, Valved, Zentra,
Alco Plus, Aldisa SR, Bodrexin Pilek Alergi,
Cirrus, Rhinofed, Rhinos Junior, Rhinos SR,
Clarinase, Cronase, Fexofed, Telfast Plus,
Triaminic Pilek, Nalgestan
Penekan batuk
&pelega hidung
Bantif Child, Triaminic Batuk & Pilek
Pengencer dahak &
pelega hidung
Triaminic Expectorant & Pilek
Parasetamol & pelega
hidung
Sanaflu, Topras
3

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Parasetamol,
antialergi & pelega
hidung
Contrex, Corhinza, Colpica, Decolgen FX,
Decolgen Syrup, Decolgen Tablet, Deconal,
Fludane, Flurin, Flu-Tab, Mixagrip,
Molexflu, Panadol Cold & Flu Night,
Paranomin, Procold, Refagan, Trifedrin Plus,
Extra-Flu, Flunax
Parasetamol, pelega Bodrex Flu & Batuk, Panadol Cold & Flu,
48
hidung & penekan batuk Recomint, Sanaflu Plus Batuk, Ultragrip
Antialergi, pelega
hidung &penekan batuk
Actifed Plus CoughSuppressant, Lapifed DM,
Alco Plus DMP, Hustadin, Noscapax, Tuseran
Pedia DMP
Antialergi, pelega
hidung & pengencer
dahak
Actifed Plus Expectorant, Gifed Expectorant,
Lapifed Expectorant, Valved DM, Berlifed,
Polaramine Expectorant
Parasetamol, antialergi
& pengencer dahak
Hustab, Kidikol, Pinkids Cough
4

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Parasetamol, antialergi,
Pelega hidung
&penekan batuk
Alpara, Anadex, Antiza, Corsagrip, Flu
Stop, Fludane Plus, Fludexin, Flurin Dmp,
Flutamol P, Lacoldin, Kontrabat, Mixaflu,
Tuzalos, Frigrip
Parasetamol, antialergi,
Pelega hidung &
pengencer dahak
Anacetine, Bestocol, Bisolfon Flu, Bronchitin,
Bodrexin Syrup, Bodrexin Flu & Batuk, Bodrex
Flu & Batuk Berdahak, Bycolen, Flutamol,
Frigrip, Ikadryl Flu, Kafsir, Oskadon Flu &
Batuk Berdahak, Ponflu, Supra Flu, Stop
Cold, Ikadryl Flu, Combi Flu
Antialergi, pelega
hidung, antibatuk
&pengencer dahak
Dextral, Dextrosin
49
5

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Parasetamol, antialergi,
pelegahidung,
antibatuk &pengencer
dahak
Sebetulnya di kolom ini masih ada contoh produk-
produk obat sapu jagat yang berisi lima jenis obat.
Demi alasan keamanan, sebaiknya hindari
penggunaannya kecuali tidak ada pilihan yang lebih
aman, yang komposisinya memang benar-benar
kita butuhkan.
50
4
PPA
& OBAT PELEGA HIDUNG
Di Indonesia, obat yang biasa disebut PPA (singkatan versi
Inggris: phenyl propanolamine) ini sering sekali diributkan. Hampir
sepanjang tahun. Dan lucunya, setiap tahun, materi yang
diributkan itu-itu saja tapi tetap saja berulang. Beberapa tahun
lalu, beredar hoax alias kabar tak benar yang menyebar lewat SMS
dan e-mail. Isi berita itu mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat
dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia telah melarang
peredaran semua produk obat yang mengandung PPA. Di akhir
tulisan, terdapat perintah yang tegas sekali: kirimkan informasi ini
kepada setiap orang yang Anda kenal!
51
Badan POM sudah berkali-kali memberikan penjelasan
resmi. Meski begitu, hoax ini masih saja beredar. Penyebarannya
jauh lebih cepat daripada berita resmi yang dikeluarkan oleh
Badan POM.
Sebetulnya bagaimana sih duduk perkaranya?
Seperti yang sudah dijelaskan di Bab Obat Flu-Pilek, khasiat
utama PPA adalah melegakan hidung yang mampet. Itu sebabnya,
obat ini biasa dijumpai di dalam produk obat flu-pilek dan obat
batuk. Namun, selain efek melegakan hidung, obat ini juga punya
beberapa efek samping, misalnya jantung berdebar-debar, tekanan
darah tinggi, dan berkurangnya nafsu makan.
Karena bisa mengurangi nafsu makan, PPA di beberapa
negara dimanfaatkan sebagai obat pelangsing yang dijual bebas.
Dosisnya dibuat tinggi sehingga peminumnya kehilangan nafsu
makan dan akhirnya bisa kurus.
Sebagai pelega hidung mampet, dosis PPA biasanya tidak
lebih dari 15 mg. Tapi sebagai obat pelangsing, dosisnya bisa
beberapa puluh miligram. Jauh di atas dosis yang lazim untuk obat
flu-pilek dan batuk.
Dalam dosis besar ini, PPA bisa meningkatkan risiko
perdarahan di otak alias stroke. Itu sebabnya Food and Drug
Administration (FDA, Badan POM di Amerika Serikat) melarang
peredarannya sejak November 2000. Di beberapa negara lain,
52
PPA tidak boleh beredar sama sekali, atau beredar tapi hanya
boleh didapatkan dengan resep dokter.
Itu kebijakan di luar negeri. Bagaimana dengan Indonesia?
Di bawah ini penjelasan resmi (versi cerita bebas) Kepala
Badan POM Dokter Husniah Rubiana Thamrin Akib, Sp.FK,
tahun 2009. Penjelasan ini masih bisa dipakai sebagai acuan
hingga sekarang karena kasus salah-informasi tentang PPA masih
sering berulang dan isinya sebetulnya sama saja dari tahun ke
tahun. (Ini salah satu tabiat buruk kita. Meributkan hal yang sama
berulang-ulang, bertahun-tahun.)
Dibatasi, Bukan Dilarang
Sampai sekarang FDA Amerika masih merupakan rujukan utama
di tingkat internasional mengenai obat dan makanan. Badan POM
Republik Indonesia pun biasa merujuk ke badan ini. Namun,
dunia farmasi tak bisa dilepaskan dari aspek budaya masyarakat.
Dalam hal PPA, masyarakat Indonesia berbeda dari Amerika.
Di Amerika, PPA, selain digunakan di obat pilek, juga
digunakan sebagai obat pelangsing dalam dosis besar. Kebiasaan
ini tidak berlaku di Indonesia. Di negara kita, PPA tidak lazim
dipakai sebagai obat pelangsing. Obat ini lazimnya hanya
digunakan dalam obat flu-pilek dan batuk dalam dosis kecil, tak
lebih dari 15 mg. Dosis ini dianggap masih aman. Itu sebabnya
53
Indonesia tidak melarang peredaran obat flu-pilek dan obat batuk
yang mengandung PPA.
Yang dilakukan Badan POM adalah membatasi kadar PPA
di dalam produk obat, maksimal 15 mg dalam satu takaran. Yang
dimaksud satu takaran di sini adalah dosis sekali minum. Hanya
produk yang mengandung PPA di atas 15 mg per takaran yang
harus ditarik dari peredaran.
Jadi, di Indonesia, PPA tidak dilarang beredar, melainkan
dibatasi pemakaiannya. Obat-obat flu-pilek yang mengadung PPA
masih boleh beredar, masih bisa diminum sebagai pelega hidung,
asalkan sesuai dengan batasan di atas.
Yang perlu dicatat, PPA memang punya beberapa efek
samping buruk yang harus diwaspadai, misalnya jantung berdebar,
tekanan darah meningkat, pusing, dan susah tidur. Itu sebabnya
obat ini tidak boleh diminum oleh pasien yang punya darah tinggi,
masalah jantung, diabetes, atau glaukoma (tekanan tinggi bola
mata).
Makin besar dosis yang diminum, makin besar pula
kemungkinan timbulnya efek samping tersebut. Hal ini perlu
ditegaskan karena orang Indonesia punya kebiasaan tidak baik
dalam minum obat, yakni minum beberapa tablet sekaligus,
melebihi dosis yang dianjurkan.
Efek buruk ini sebetulnya bukan hanya dimiliki oleh PPA,
tapi juga obat-obat dekongestan lain yang masih satu golongan,
54
misalnya efedrin dan pseudoefedrin. Jadi, kalau kita dianjurkan
waspada terhadap PPA, mestinya kita juga waspada terhadap
efedrin dan pseudoefedrin.
Yang menarik, karena PPA sudah dipersepsi oleh sebagian
konsumen sebagai obat terlarang, beberapa pabrik obat beralih
menggunakan pseudoefedrin dalam dosis tinggi (di atas 30 mg)
yang risiko buruknya sama atau bahkan lebih besar dari PPA
dosis wajar.
Di jajaran obat bebas, banyak sekali obat flu, pilek, batuk,
dan asma yang mengandung PPA, efedrin, dan pseudoefedrin
bersama obat-obat jenis lain. Ini juga merupakan salah satu
kebiasaan industri farmasi yang tidak baik, yaitu mencampur
berbagai obat dalam satu sediaan. Agar kita terhindar dari paparan
obat yang tidak kita perlukan, setiap kali hendak membeli dan
minum obat, biasakan untuk selalu membaca komposisinya.
Untuk mengurangi efek samping obat pelega hidung, kita
bisa memilih dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Karena
langsung diteteskan di hidung, obat ini tidak begitu banyak diserap
oleh tubuh sehingga efek sampingnya pun minimal. Secara umum,
obat tetes hidung ini bisa dipakai oleh ibu hamil maupun penderita
hipertensi. Contoh dekongestan yang biasanya berupa obat tetes:
oksimetazolin, xilometazolin. Contoh merek dagang: Afrin,
Iliadin, Otrivin.
55
Meski relatif aman, produk dekongestan tetes hidung ini
tidak boleh dipakai sering-sering dan lebih dari tiga hari. Pasalnya,
makin sering dan makin lama digunakan, obat ini justru bisa
membuat penyumbatan hidung semakin sulit diatasi kecuali
dengan cara dosisnya dinaikkan terus-menerus. Ini efek buruk
yang harus dihindari dengan cara menggunakannya sesekali saja
jika memang penyumbatan hidung sangat mengganggu.
Jika penyumbatan hanya disebabkan oleh ingus yang kental,
kita bisa menggunakan tetes hidung yang berisi larutan garam.
Contoh merek dagang: Breathy. Karena isinya hanya air dan
garam, obat tetes ini sangat aman, bisa dipakai lebih sering dan
lebih lama. Tetes hidung yang berisi garam ini memang tidak
ampuh mengatasi hidung tersumbat karena memang isinya cuma
air dan garam dan fungsinya hanya mengencerkan ingus. Jadi,
harus sering-sering diteteskan.
Dalam produk obat flu, dekongestan biasanya
dikombinasikan dengan kelompok obat lain, misalnya
antihistamin (CTM dkk), antinyeri-antidemam (parasetamol dkk),
dan obat batuk. Contoh-contoh kombinasi dan merek dagang bisa
dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.
56
Obat Contoh merek dagang
PPA (fenil
propanolamin)
Allerin, Alpara, Anacetine, Anadex, Antiza,
Bestocol, Bodrexin Syrup, Codecon, Colfin,
Collerin Expectorant, Combi Flu, Contac 500,
Corsagrip, Cough EN Expectorant, Decolgen
Tablet, Decolsin, Deconal, Dextral/Dextral
Forte, Dextrosin, Dextrosin Anak, Extra-Flu,
Farapon, Flu Stop, Flucadex, Flucodin,
Fludane, Flunax, Flu-Tab, Flutamol,
Fluzep, Frigrip, Kontrabat, Lacoldin,
Lapisiv, Mixaflu, Mixagrip, Molexflu,
Nalgestan, Neo Novapon, Neozep Forte,
Nodrof, Oskadon Flu & Batuk Berdahak,
Paranomin, Paratusin, Ponflu, Pyridryl,
Recomint, Sanaflu Plus Batuk, Sanaflu/Sanaflu
Forte, Stop Cold, Topras, Triadex, Tuzalos,
Ultragrip
Pseudoefedrin Actifed, Actifed Plus Cough Suppressant, Actifed
Plus Expectorant, Alco, Aldisa SR, Alerfed,
Bantif Child, Berlifed, Bodrex Flu & Batuk,
Bodrex Flu & Batuk Berdahak, Bodrexin Flu &
Batuk, Bodrexin Pilek Alergi, Cirrus,
Clarinase, Colpica, Contrex, Corhinza,
Crofed, Cronase, Decolgen FX, Decolgen
Syrup, Disudrin, Fexofed, Flurin, Flurin
57
Dmp, Flutrop, Gifed Expectorant, Grafed,
Hustadin, Ikadryl Flu, Lapifed, Lapifed DM,
Lapifed Expectorant, Librofed, Mertisal, Neo
Protifed, Neo Triaminic, Nichofed, Noscapax,
Nostel, Panadol Cold & Flu, Panadol Cold & Flu
Night, Paratusin, Polaramine Expectorant,
Procold, Pro-Inz, Protifed, Quantidex,
Refagan, Rhinofed, Rhinos Junior, Rhinos
Neo, Rhinos SR, Telfast Plus, Tremenza,
Triaminic Batuk & Pilek, Triaminic Expectorant &
Pilek, Triaminic Pilek, Trifed, Trifedrin,
Trifedrin Plus, Tuseran Pedia DMP, Tussigon,
Valved, Valved DM, Zentra
Efedrin Asmadex, Asmano, Asmasolon, Asthma
Soho, Bronchitin, Ersylan, Grafasma,
Kafsir, Koffex For Children, Mixadin,
Oskadryl, Phenadex, Poncolin, Poncolin D,
Theochodil, Thymcal
Fenilefrin Bisolvon Flu, Coricidin, Dextrofen,
Dextrosin, Domeryl, Fludexin, Fortusin,
Ikadryl DMP, Lodecon, Lodecon Forte,
Mersidryl, Neladryl DMP, Nipe, Poncodryl
DMP, Supra Flu, Zacoldine
58
5
OBAT BATUK
Ada obat batuk yang paling manjur? ini pertanyaan khas
pasien yang datang ke apotek. Mahal enggak apa-apa, asal
manjur, yang ini biasanya diucapkan oleh pasien berduit yang
menganggap uang adalah senjata pamungkas menyelesaikan
masalah. Mereka menyangka obat yang mahal pasti manjur, dan
yang murah pasti tidak manjur.
Tentu saja pertanyaan seperti ini sulit dijawab. Sangat sulit.
Bahkan, bisa dibilang tidak mungkin dijawab dengan menyebut
satu nama obat. Apoteker bukan dukun yang selalu bisa memberi
jawaban atas semua pertanyaan sulit. Tidak ada obat batuk yang
paling manjur. Untuk bisa tahu obat batuk yang kita perlukan, kita
harus tahu penyebab batuk itu.
Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks
normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda
59
asing dari saluran napas. Dengan kata lain, batuk adalah sesuatu
yang normal, bukan penyakit.
Sebagian besar batuk yang biasa kita alami sebetulnya
termasuk masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan
sendirinya tanpa diobati secara khusus. Biasanya disebabkan oleh
virus seperti halnya flu-pilek. Batuk jenis ini tidak berbahaya
meskipun tak diobati dan berlangsung selama satu sampai dua
minggu. Hanya sebagian kecil batuk yang memang benar-benar
membutuhkan obat. Kalaupun kita memutuskan untuk membeli
obat batuk, pilihlah obat yang komposisinya memang benar-benar
kita perlukan.
Gerakan batuk dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak.
Refleks ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, alergi
debu, alergi makanan, dan sebagainya. Karena itu, pemilihan obat
batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk yang
disebabkan oleh infeksi butuh obat berbeda dari batuk yang
disebabkan oleh alergi.
Jenis batuk pun bermacam-macam. Ada batuk yang tidak
berdahak (kita menyebutnya batuk kering), ada batuk yang disertai
dahak (batuk produktif), ada batuk yang disertai dengan sakit
kepala, hidung meler dan tersumbat. Masing-masing jenis batuk
ini membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai gejalanya.
Saat ini terdapat ratusan merek obat batuk yang dijual bebas.
Saking banyaknya merek dagang, apoteker pun kadang bingung,
60
apalagi konsumen. Sebagian besar obat batuk ini masuk kategori
obat bebas. Karena itu, mestinya semua kandungan obat batuk
sudah dipahami oleh pembeli. Sayangnya, kebanyakan konsumen
masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk.
Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat
yang sering digunakan di dalam obat batuk. Semua merek obat
batuk yang dijual bebas mengandung paling tidak salah satu dari
keempat golongan di bawah ini.
1. Penekan batuk (antitusif)
Secara harfiah, antitusif berarti antibatuk. (Tussis berarti
batuk.) Obat golongan ini bekerja menghentikan batuk
secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem
saraf pusat di otak. Contohnya, dekstrometorfan dan
noskapin.
2. Pengencer dahak (ekspektoran)
Dalam kelompok ini sebetulnya ada dua subkelompok obat
yaitu ekspektoran dan mukolitik. Keduanya berbeda dalam
hal mekanisme kerja tapi sama-sama berfungsi
mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluarannya
dari saluran napas.
Secara harfiah, expectorate berarti mengeluarkan
sesuatu dari dada. Dari kata ex-, yang berari keluar, dan
61
pectoris yang berarti dada. Adapun mukolitik (mucolytic)
berasal dari kata mucus yang berarti dahak dan -lysis yang
berarti memecah.
Dari dua istilah ini, yang paling perlu kita ketahui
adalah ekspektoran karena istilah ini banyak digunakan
dalam produk obat bebas. Golongan obat ini tidak menekan
refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan
dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian
tidak rasional jika obat ini digunakan pada kasus batuk
kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek
samping.
Obat golongan ini bisa mengiritasi lambung, karena
itu harus digunakan secara hati-hati, terutama sekali pada
penderita sakit mag. Untuk menghindari efek buruk ini,
ekspektoran harus diminum dalam keadaan perut terisi
makanan. Contoh golongan obat ini antara lain
bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril
guajakolat atau GG), ambroksol, karbosistein, amonium
klorida, natrium sitrat.
3. Antialergi (antihistamin)
Antihistamin juga banyak digunakan di dalam obat flu-pilek.
Lihat juga Bab Obat Alergi. Di obat batuk, antihistamin
62
bekerja dengan cara menetralkan alergi yang menyebabkan
batuk. Histamin sendiri merupakan substansi yang
diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk
mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya
histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa
gatal, yang biasanya diikuti oleh bersin-bersin.
Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat
(CTM, chlor-trimeton), difenhidramin, difenhidramin,
feniramin, doksilamin, dan tripolidin.
Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga
punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama
difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan
ini bisa menyebabkan kita mengantuk. Karena itu hati-hati
minum obat ini saat Anda harus berkendara atau melakukan
aktivitas yang menuntut kewaspadaan tinggi.
4. Pelegahidung (dekongestan)
Untuk pembahasan lebih lengkap, silakan baca juga Bab
PPA & Obat Pelega Hidung. Obat golongan ini sering
terdapat di dalam obat batuk tapi sebetulnya tidak bekerja
melawan batuk, melainkan bekerja melegakan hidung
tersumbat yang biasanya menyertai batuk. Dengan kata lain,
jika batuk Anda tidak disertai dengan hidung tersumbat,
63
sebaiknya jangan memilih obat batuk yang mengandung
dekongestan. Buang-buang uang dan malah membahayakan
karena bisa menyebabkan efek samping jantung berdebar-
debar, tekanan darah meningkat, dan mungkin sampai sulit
tidur. Contoh obat golongan ini, fenil propanolamin (PPA,
phenyl-propanolamine), pseudoefedrin, efedrin, etilefedrin,
dan fenilefrin.
Tabel ke-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan
ringkas dalam memilih obat batuk.
Jika batuk Anda
Pilihlah yang
mengandung
Contoh senyawa obat
Kering (tanpa disertai
dahak)
Antitusif Dekstrometorfan, noskapin
Disertai dahak Ekspektoran
Bromheksin, gliseril
guajakolat (GG, atau
guaifenesin), ambroksol,
karbosistein, atau ammonium
klorida
Akibat alergi dan
disertai dengan
hidung meler
Antihistamin
Difenhidramin, klorfeniramin
maleat (CTM), doksilamin,
feniramin, atau tripolidin
Disertai dengan
penyumbatan hidung
Dekongestan
Fenil propanolamin (PPA),
efedrin, pseudoefedrin,
etilefedrin, atau fenilefrin
64
Tabel di atas hanya memberi contoh jenis obat tapi tidak
menyebutkan nama dagang. Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika
Anda berada di apotek, tabel ke-2 di bawah bisa Anda gunakan
sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat
batuk.
Penyebutan nama merek dagang sama sekali tidak
dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuan penyebutan
merek dagang semata-mata agar Anda lebih mudah
mengaitkannya dengan nama-nama produk yang mungkin biasa
Anda konsumsi. Pemilihan merek dagang terserah Anda.
Perhatikan, makin ke bawah makin banyak komposisinya,
dan tentu saja makin besar kemungkinan efek samping dan
mudaratnya. Perhatikan juga dosis per takaran. Sekalipun obatnya
tunggal atau hanya berisi dua macam, bisa saja risiko efek
sampingnya lebih tinggi jika dosisnya tinggi.
Sebagai contoh, dosis lazim dekstrometorfan adalah 10 mg
per takaran untuk orang dewasa. Jika dosisnya sampai 15 mg per
takaran, mungkin obat memang menjadi lebih ampuh tapi risiko
timbulnya efek samping juga lebih tinggi.
Selain itu, produk obat batuk juga kadang berisi dua obat
yang khasiatnya sama, misalnya sama-sama ekspektoran atau
sama-sama punya efek menekan batuk. Jika keduanya digabung,
khasiatnya memang akan lebih kuat, tapi pada saat yang sama,
risiko efek sampingnya tentu juga lebih besar.
65
Tabel ke-2: Contoh komposisi dan contoh merek dagang obat batuk:
Komposisi Merek dagang
1

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Penekan batuk
Romilar, Bisoltussin, Code, Dexitab,
Metorfan, Siladex Antitussif, Zenidex,
Mercotin
Pengencer dahak
Bisolvon, Mucopect, Bisolvon Extra,
Woods Expectorant, Woods Peppermint
Child, Ambril, Brolexan, Bromifar,
Bronex, Broncozol, Bronchopront,
Broxal, Dexolut, Epexol, Extropect,
Erphahexin, Farmavon, Hexolyt,
Gunapect, Graxine, Hustab P,
Interpec, Lapimuc, Lexavon,
Limoxin, Mucera, Mucotab,
Mucohexin, Mucosulvan, Mucoxol,
Sohopect, Silopect, Solmux, Solvax,
Solvinex, Thephidron, Transmuco
2
j
e
n
i
s
o
b
a
t
Penekan batuk &
antialergi
Vicks Formula 44, Woods Antitussive,
Contrexyn Batuk Tidak Berdahak,
Dextromex, Konidin, Scanidi,
Tusilan
Penekan batuk &
pelega hidung
Benadryl DMP Child, Bantif Child,
Kemodryl DMP Child, Oskadryl,
Triaminic Batuk
Penekan batuk &
Romilar Expectorant, Vick Anak Formula
44
66
pengencer dahak
Pengencer dahak &
antialergi
Allerin, Cohistan Expectorant,
Dantusil, Decadryl Expectorant,
Benadryl Cough, Hufadryl, Ikadryl,
Koffex, Kemodryl, Sanadryl, Toplexil
Pengencer dahak &
pelega hidung
Sudafed Expectorant, Triaminic
Expectorant
3

j
e
n
i
s
o
b
a
t
Penekan batuk,
antialergi & pelega
hidung
Actifed DM, Actifed Plus Cough
Suppressant, Alco Plus DMP,
Bronchophen, Erphakaf, Lapifed DM,
Primadryl Plus, Siladex Cough & Cold
Pengencer dahak,
antialergi & pelega
hidung
Actifed Expectorant, Allerin Expectorant,
Bufagan Expectorant, OBB, Triadex
Expectorant
Penekan batuk,
pengencer dahak &
antialergi
Polaramine Expectorant, Benacol DTM,
Codecon, Grantusif, Kalibex, Komix,
Sanadryl DMP
4

j
e
n
i
s

o
b
a
t
Penekan batuk,
pengencer dahak,
antialergi & pelega
hidung
Benadryl DMP, Anakonidin, Cosyr,
Cough EN Plus, Dextral, Ersylan,
Ikadryl DMP, Kemodryl Plus DMP,
Mixadin, Mucotussan, Pyridryl Plus,
Quelidrine, Lapifed Expectorant,
Tuseran, Tussigon
Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat
di Bab Obat Flu-Pilek.
67
Dari tabel di atas Anda bisa melihat cara kerja masing-
masing obat batuk. Masing-masing produk obat batuk punya cara
kerja yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada obat batuk yang paling
manjursemahal apa pun harganya. Tiap kali Anda mau minum
obat batuk, selalu biasakan lihat dulu kemasannya. Baca apa saja
isinya supaya Anda bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Jangan
percaya kalau ada yang menyebut satu merek dagang sebagai obat
yang paling manjur.
Sama seperti obat flu-pilek, obat batuk sebetulnya juga
dibuat untuk orang dewasa, dan tidak dianjurkan untuk diberikan
pada anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun. Baca juga Bab
Obat Pada bayi danAnak.
Obat Batuk Hitam
Salah satu produk obat batuk yang cukup populer di Indonesia
adalah obat batuk hitam (OBH). Obat ini termasuk golongan obat
tradisional yang berisi Succus liquiritiae, ekstrak tanaman akar
manis (Glycyrrhiza glabra). Secara empiris, ekstrak tanaman ini
berkhasiat meredakan batuk meskipun mekanisme kerjanya belum
diketahui secara detail seperti mekanisme kerja dekstrometorfan
atau bromheksin. Baca juga Bab Obat Tradisional.
68
Obat Batuk Cair vs. Padat
Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap
daripada bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini karena dalam
sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul
terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu
untuk dipecah menjadi satuan-satuan kecil.
Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai
dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. Karena itu
saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal
khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan
minimal standar obat yang baik.
Obat Batuk Sapu Jagat
Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua
jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Akan lebih baik jika
kita memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat sapu
jagat yang berisi semua golongan di atas.
Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin
banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak
disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA
hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan
bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan
69
penderita hipertensi. Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya
dihindari, terutama untuk anak-anak.
Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai
berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, tuberkulosis
(TB), pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. Karena itu jika
batuk berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak berhenti
meskipun sudah diobati macam-macam, ingat pesan iklan,
Segera hubungi dokter.
70
6
OBAT MAG
Di Indonesia, obat mag termasuk salah satu produk farmasi
yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset
Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat
mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Selama beberapa tahun
Top Brand untuk kategori obat mag adalah Promag dan
Mylanta.
Kalau obat mag dikategorikan sebagai consumer goods, itu
berarti bahwa banyak orang Indonesia menderita sakit mag.
Berbeda dengan flu-pilek yang disebabkan oleh infeksi virus yang
sulit dihindari, sakit mag pada umumnya berasal dari pola hidup
kita yang salah.
Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita
membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda
maag, yang artinya perut atau lambung.)
71
Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja
makansekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar
tidur. Biang keladi yang umum adalah makanan meskipun bisa
juga stres atau hal lain.
Setelah dikunyah di mulut, makanan masuk ke
kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan adalah
kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok adalah saluran
napas.) Setelah melewati kerongkongan, makanan atau minuman
akan transit di lambung sebelum diserap di usus.
Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar
bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan
cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung)
untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan
asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa
dicerna dengan baik.
Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi
sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam
tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak
semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup
dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka
akan mati sehingga tidak sampai di usus.
Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat
melebihi kebutuhan, misalnya karena telat makan, terlalu banyak
minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga
72
karena pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya asetosal (obat
sakit kepala) atau asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga
karena infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti
Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan
dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian.
Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding
lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum adalah
nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, serta rasa penuh
dan tidak nyaman di perut. Pada mag yang berat, gejalanya bisa
sampai berupa rasa terbakar di dada.
Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat
mag.
1. Antasid(penetral asam)
Karena biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat-
obat mag pada umumnya bekerja dengan cara
mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag
yang paling penting adalah penetral asam (antasid) dan
penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti-
yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.)
Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas
adalah golongan antasid. Contoh antasid yang banyak
digunakan: aluminium hidroksida dan magnesium
hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk
73
aluminum trisilikat dan magnesium trisilikat. Cara
kerjanya sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja
dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu
kimia, lawan kata asam adalah basa.)
Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua
serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk.
Keduanya selalu dikombinasikan karena dua obat ini punya
efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya
efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya
efek samping konstipasi (sembelit). Jika keduanya
dikombinasikan, efek samping tersebut bisa saling
meniadakan.
Contoh lain antasid adalah kalsium karbonat. Tapi di
Indonesia, obat ini jarang digunakan. Hanya digunakan di
beberapa merek dagang.
Begitu ditelan, antasid bereaksi cepat menetralkan
asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru
ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit
sehingga bisa dikunyah.
Oleh karena kerjanya cepat, obat golongan ini cocok
sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi serangan mag
yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan,
yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja
74
kurang ampuh sebagai obat utama untuk sakit mag yang
telah menjadi kronis.
2. Antikembung (penyerap gas)
Di banyak produk obat mag, antasid juga sering
dikombinasikan dengan obat antikembung, misalnya
simetikon (dimetil polisiloksan) dan dimetikon. Dua obat
ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang
digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna.
Obat antikembung digunakan di dalam obat mag karena
pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala
salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara
berlebihan.
3. Penghambat produksi asam lambung
Di Indonesia, obat golongan ini sebagian bisa dibeli tanpa
resep. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep,
sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati.
Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya
kepada apoteker. Contoh golongan ini antara lain
famotidin, simetidin, dan ranitidin.
Contoh merek dagang obat yang mengandung obat
golongan ini dan banyak diiklankan adalah Promag Double
Action dan Neosanmag Fast. Produk ini berisi
75
kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium
hidroksida, dan famotidin.
Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida
merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan
famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Di
brosur obat, famotidin mungkin disebut sebagai antagonis
reseptor H2 atau acid blocker. Ini istilah medis untuk obat
yang bekerja mengurangi produksi asam lambung.
Selain golongan obat idin-idin ini, ada pula obat
yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran
produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di
Indonesia masih termasuk golongan obat keras. Misalnya,
omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol.
Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar
pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari
apotek tanpa konsultasi ke dokter. Pembahasan obat keras
dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui
hal-hal penting tentang obat yang diminum.
Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat
golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian
menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari
penggunaan jangka panjang obat keras ini adalah turunnya
daya ingat.
76
Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini
punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter
biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis
yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja.
Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka
infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik,
misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi
bakteri Helicobacter pylori.
Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag
adalah bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara
meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam
obat antidiare. Tapi di Indonesia, hanya beberapa merek
dagang obat mag yang menggunakannya.
Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag
bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh
konsumen awam adalah golongan antasid. Kelompok
lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat-
obat ini dari resep dokter.
Bukan untuk Jangka Panjang
Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang
perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen
yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan.
77
Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang
serbagampang: Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres.
Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani
dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa
melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya
tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara
berturut-turut.
Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan
mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama,
jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja
ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat.
Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan
mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag
sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus
dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu
penyebabnya lalu atasi.
Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar
kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori.
Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya
pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika
sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu
sudah bukan sakit mag biasa.
78
Yang perlu dicatat betul, obat mag tidak menyembuhkan
sakit mag, hanya mengendalikan. Penyembuhan sakit mag
dilakukan sendiri oleh tubuh lewat pola hidup yang baik.
Cara Minum yang Tepat
Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan
cara minum harus diperhatikan dengan benar. Karena fungsinya
menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya
diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang
tepat adalah satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah
makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas
kerja.
Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka
fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung
berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan karena ia
dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak
dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini
bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini
bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan
protein, misalnya daging atau telur.
79
Tip Praktis Atasi Gangguan Mag
Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan
ataupun minuman karena hal itu akan memaksa lambung
berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.
Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit
tetapi sering. Makan sehari 6 x piring lebih baik daripada
makan 3 x 1 piring.
Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik
sebelum menelannya.
Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi,
kopi, obat berisi kafein, asetosal, asam mefenamat, ibuprofen,
dan obat-obat yang mengiritasi lainnya (biasanya dari
golongan obat penghilang nyeri).
Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya
di lambung lebih cepat.
Kelola stres dengan baik. Stres adalah persoalan di luar
makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag.
80
Komposisi Contoh merek dagang
Antasid
Mylanta Rolltabs, Actal, Stomacain, Alugel,
Erphamag, Gelusil
Antasid &
antikembung
Acitral, Actal Plus, Aludonna D, Almacon,
Anflat, Asidrat, Atmacid, Berlosid, Biomag MPS,
Bufantacid, Citral, Corsamag, Decamag,
Dexanta, Di-Gel, Exomag, Farmacrol Forte,
Gastrucid, Gelusil MPS, Gestabil, Gestamag,
Lagesil, Lexacrol, Lexacrol Forte, Magalat,
Magasida, Magtral, Magtral Forte, Mylanta,
Mylanta Forte, Myllacid, Nudramag, Plantacid,
Plantacid Forte, Polycrol, Polysilane, Progastric,
Promag, Stromag, Ticomag, Tomaag, Ultilox
Antasid &
penghambat
produksi asam
Magard FA, Neosanmag, Neosanmag Fast,
Polysilane Max, Promag Double Action, Starmag
Double Impact
81
7
OBAT DIARE
Dalam ilmu kesehatan masyarakat, diarealias mencret,
murus, berak air, buang-buang air, mencuru, mencirittermasuk
golongan common problems. Penyakit umum yang sering terjadi,
seperti flu-pilek dan batuk. Obat diare pun banyak yang termasuk
kategori obat bebas, bisa didapatkan di toko-toko dan apotek tanpa
resep dokter.
Berdasarkan survei Top Brand Award 2012 dan 2013 yang
dilakukan oleh lembaga riset Frontier dan majalah Marketing, dua
merek obat diare yang paling laris adalah Diapet (buatan PT
Soho Industri Pharmasi) dan Neo Entrostop (buatan PT Kalbe
Farma).
82
Pada umumnya setiap orang punya satu merek obat andalan
untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang
diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Yang sudah biasa
minum Diapet biasanya akan selalu memilih Diapet tiap kali
terserang diare. Begitu juga, yang sudah biasa minum Entrostop
biasanya akan selalu memilih Entrostop apabila terkena diare.
Padahal, penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, dan
karena itu sebetulnya tidak ada satu pun obat universal untuk
segala macam kasus diare.
Sebelum kita membahas obat diare, mari kita bahas dulu
biang keladi yang paling sering menjadi penyebabnya.
Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik (gerakan
teratur memeras sari pati makanan agar bisa diserap oleh tubuh).
Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke
belakang sebagai feses (air besar).
Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi
semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut
meningkat bersama air. Biang keladi abnormalitas itu bermacam-
macam, antara lain:
Racun dari makanan atau minuman.
Bahan makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang
terlalu pedas.
83
Infeksi virus, bakteri, jamur, atau protozoa. Bakteri
penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang
paling sering menjadi penyebab diare adalah Escherichia coli.
Bakteri ini sebetulnya merupakan bakteri normal di usus
yang tidak merugikan. Kuman ini bisa menyebabkan diare
jika menjadi ganas dan populasinya melebihi normal.
Makanan yang sulit dicerna, misalnya daging yang belum
matang. Bahkan, makanan atau minuman lazim seperti susu
pun bisa menyebabkan diare. Ini sering terjadi pada orang-
orang (terutama anak-anak) yang kekurangan enzim laktase.
Enzim ini diperlukan untuk memecah laktosa (gula susu).
Saat mereka minum susu, organ cerna mereka tidak sanggup
mencernanya sehingga menyebabkan diare. Selain itu,
protein susu sapi juga bisa menjadi biang alergi yang
memicu diare pada sebagian kecil anak.
Ketidakseimbangan bakteri usus, misalnya akibat terlalu
banyak minum antibiotik.
Kecemasan, stres, dan perubahan internal tubuh lainnya.
Ringkasnya, diare bisa disebabkan oleh bermacam-macam
faktor. Maka pengobatanya pun tentu saja berbeda-beda,
tergantung penyebabnya. Tak ada satu pun merek obat yang bisa
mengatasi semua jenis diare di atas.
84
Berdasarkan cara kerjanya, obat diare bisa dibagi ke dalam
tiga kelompok besar:
1. Adsorben
Secara harfiah, adsorben berarti bahan penyerap, dari kata
adsorb yang berarti menyerap di permukaan. (Berbeda dari
absorb yang berarti menyerap sampai ke dalam). Adsorben
bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat kuman atau
toksin (racun) di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan
dengan permukaan usus. Jika toksin dan kuman ini
berkontak dengan usus, gerakan peristaltik usus secara
otomatis akan meningkat sebagai refleks alami untuk
mengeluarkan racun itu. Obat yang masuk dalam golongan
ini antara lain karbon aktif, attapulgit, dan kaolin.
Obat golongan ini biasa dikombinasikan dengan
pektin. Pektin adalah serat larut yang banyak terdapat di
dalam buah. Serat ini digunakan di dalam obat diare karena
bisa memperpadat feses. Di Indonesia banyak sekali obat
diare golongan obat bebas yang mengandung pektin. Di
Amerika, FDA menganggap obat ini tidak berkhasiat
antidiare sehingga tidak boleh diklaim sebagai obat diare.
Karena cara kerjanya menyerap kuman dan toksin,
obat golongan adsorben hanya bermanfaat jika penyebab
diare adalah bahan yang mengiritasi usus. Jika penyebabnya
85
adalah perubahan internal tubuh, misalnya karena cemas,
stres, depresi, atau karena infeksi parah, obat-obat ini tidak
lagi efektif.
Contoh merek dagang yang cukup populer antara lain:
Neo Entrostop (berisi attapulgit dan pektin), Norit (berisi
karbon aktif), Diatabs (attapulgit). Obat-obat ini termasuk
golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran.
Relatif aman, bisa diminum oleh anak-anak, ibu hamil, juga
ibu menyusui.
2. Antiinfeksi
Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat
golongan adsorben saja tidak cukup untuk
menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar
mengikat kuman, tetapi juga berfungsi sebagai antimikroba
pembasmi kuman, misalnya antibiotik.
Semua antibiotik untuk diare termasuk kategori obat
keras! Itu sebabnya, untuk kasus infeksi berat, sebaiknya
penderita memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika diare
disertai dengan demam atau adanya darah di dalam tinja.
Dua gejala ini menunjukkan bahwa diare tersebut bukan
diare biasa. Lihat juga Bab Antibiotik.
86
3. Penghambat gerakan peristaltikusus
Obat utama golongan ini adalah loperamida. Sekadar
menyebut, contoh merek dagang yang populer adalah
Imodium. Harap dicatat, ini bukan golongan obat bebas
tapi obat keras. Obat ini harus digunakan dengan sangat
hati-hati.
Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat
gerakan peristaltik usus dan meningkatkan penyerapan
kembali cairan di usus besar. Jadi, tidak membasmi kuman,
juga tidak mengikat toksin.
Oleh karena cara kerjanya demikian, loperamida tidak
tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau
toksin dari makanan atau minuman. Sebab, jika gerakan
usus dihambat, kuman atau toksin tersebut justru tertahan di
saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan. Keadaan ini justru
lebih berbahaya dari mencretnya sendiri.
Selain itu, obat ini juga diserap ke dalam darah. Pada
sebagian kecil orang, obat ini bisa menimbulkan beberapa
efek samping seperti nyeri perut, mual, atau muntah. Ini
berbeda dengan obat golongan adsorben yang tidak diserap
oleh tubuh dan jauh lebih aman. Karena berbagai alasan
inilah, loperamida sebaiknya hanya digunakan di bawah
pengawasan dokter.
87
Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang
paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin
bertanya: kalau begitu Diapet yang menjadi top brand itu masuk
kelompok mana? Neo Entrostop sudah jelas masuk kategori
pertama, yaitu adsorben.
Kita perlu membahasnya karena Diapet termasuk salah
satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet sedikit berbeda
dari kebanyakan obat diare kelompok di atas. Obat ini sebetulnya
termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu.
Selain Diapet, masih ada beberapa merek dagang obat diare
lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal, misalnya Nodiar.
Dua kandungan utama Diapet adalah ekstrak daun jambu
biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis
dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh orang
awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang
kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Folium berarti
daun. Rhizoma berarti rimpang.)
Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan
rimpang kunyit memang punya khasiat antibakteri dan
menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat
ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua
kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini.
88
Selain itu, apabila penyebab diare adalah racun dari
makanan atau minuman, penggunaan obat diare yang
menghambat pengeluaran feses justru akan berbahaya.
Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun
konsekuensinya adalah harus bolak-balik ke belakang.
Diare sebetulnya adalah mekanisme alami untuk membuang
sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak
berbahaya. Yang berbahaya dari diare adalah kehilangan cairan
dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita
mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam
tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal
jantung.
Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus
minum oralit. Ini adalah obat diare terbaik. (Pada bayi, cairan
dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab
diarenya, pertolongan yang harus diberikan adalah oralit. Oralit
memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa
menghindarkan penderita diare dari dehidrasi.
Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting
adalah mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja
yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum
diare itu. Setelah itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi
ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan
89
membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang
akan kita pilih.
Obat Contoh merek dagang
Karbon aktif
Norit, Bekarbon
Attapulgit
Biodiar, Neo Enterodiastop, New Diatabs,
Teradi, Neo Enterodine
Kaolin & pektin
Diaend, Envios-fb, Neo Diaform, Neo
Kaocitin, Neo Kaolana, Kanina, Kaolimec, Neo
Kaocitin, Neo Kaominal, Opidiar, Omegdiar
Attapulgit &
pektin
Diagit, Entrogard, Entrostop, Licopec,
Molagit, Neo Diastop, Neo Entrostop, Neo
Envios
Ekstrak daun
jambu, kunyit, dsj
Diapet, Nodiar, Fitodiar, Anstrep, Antrexol,
Diarem, Entrodiar, Lesdiar, Primadia
Loperamida
(OBAT KERAS)
Imodium, Amerol, Colidium, Diadium,
Diasec, Diaston, Gradilex, Imodan, Imosa,
Inamid, Lexadium, Licodium, Lodia,
Lopamid, Motilex, Normotil, Normudal,
Opox, Primodium, Renamid, Rhomuz,
Xepare
90
Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan
Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang
melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga
cairan ikut terbuang bersama feses.
Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit-elektrolit
penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium,
bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya
detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya,
dan paling sering dilupakan.
Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu
makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum
oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum
sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan
bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah.
Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir
dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa.
Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika
tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam
kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi.
Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan menyelesaikan masalah
dengan masalah.
91
Kapan Harus ke Dokter?
Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah
berat. Kalau masalahnya karena makanan pedas atau susu, diare
bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi,
diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi
ke dokter.
Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika:
Pasien dewasa Pasien bayi dan anak
Diare tidak sembuh dalam tiga
hari.
Penderita mengalami dehidrasi,
dengan tanda-tandahaus hebat,
mulut dan kulit kering, tidak
berkemih atau berkemih sangat
sedikit, kesadaran berkurang.
Disertai nyeri di daerah perut atau
dubur.
Ada darah di dalam tinja.
Demam lebih dari 39 C.
Disertai muntah atau demam di
atas 39 C.
Popok harus diganti setiap kurang
dari tiga jam.
Ada darah di dalam tinja.
Terus mengantuk, rewel, dan tidak
responsif.
Perut dan pipinya cekung.
Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan
tidak lekas hilang.
92
8
OBAT PERUT KEMBUNG
Dalam bahasa medis, perut kembung disebut dengan
dispepsia (indigestion). Bahasa awamnya salah cerna. Gejalanya
perut terasa penuh, mual, kadang sampai disertai muntah serta
nyeri dan perasaan terbakar di perut bagian atas.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari cara makan
yang salah, bisa pula dari jenis makanan yang sulit dicerna. Cara
makan yang salah misalnya makan terlau banyak dalam tempo
terlalu cepat. Adapun jenis makanan atau minuman yang bisa
menyebabkan salah cerna misalnya makanan tinggi lemak dan
tinggi protein, makanan yang belum matang, susu, makanan
dengan bumbu pekat, minuman bersoda atau minuman tinggi
kafein.
Makanan tinggi serat pun bisa saja menjadi pemicu perut
kembung karena serat termasuk bahan pangan yang tidak bisa
93
dicerna. Bahan makanan yang tidak bisa dicerna oleh enzim akan
dicerna oleh bakteri, menghasilkan gas. Gas inilah yang
menyebabkan perut terasa penuh. Pada sebagian orang, sayur
semacam kubis atau pare dalam jumlah wajar pun bisa sampai
menyebabkan kembung.
Kadang penyebabnya bukan dari makanan yang sulit
dicerna, melainkan berasal dari ketidakmampuan organ cerna
memproduksi enzim. Misalnya, sebagian kecil orang tidak bisa
mencerna gula susu (laktosa). Jika minum susu, ia bisa mengalami
kembung sampai diare. Untuk orang seperti ini, obat kembungnya
hanyalah menghindari susu. Tidak perlu minum obat.
Perut kembung bisa juga disebabkan oleh penyakit lain,
seperti infeksi bakteri di saluran cerna, sakit mag, atau tukak (luka)
lambung. Bisa juga disebabkan oleh kondisi kecemasan maupun
akibat penggunaan obat-obat tertentu.
Sebelum memutuskan minum obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya secara tepat. Jika kita tahu
penyebabnya, kita akan lebih mudah memilih obatnya.
Jika penyebabnya adalah kebanyakan makan atau
ketidakmampuan tubuh mencerna makanan, misalnya akibat
terlalu banyak makan daging atau sumber lemak dan protein
lainnya, kita bisa memilih obat bebas dari kategori suplemen
enzim. Contoh merek dagang yang terkenal: Enzyplex,
94
Vitazym, dan Tripanzym. Suplemen ini berisi enzim-enzim
yang bisa membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein.
Jika penyebabnya adalah sakit mag, kita bisa mengobatinya
dengan minum obat mag dan simetikon (penyerap gas). Jenis-jenis
obat mag bisa dibaca di Bab Obat Mag. Jika penyebabnya adalah
infeksi bakteri, kita harus mengobati infeksinya lebih dulu. Jika
obat yang kita minum tidak sesuai dengan penyebabnya, masalah
kembung mungkin saja malah akan menjadi lebih parah.
Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah ketidakmampuan
lambung mencerna protein, maka tentu akan sia-sia jika kita
mengobatinya dengan obat mag. Begitu pula jika penyebabnya
adalah sakit mag atau infeksi bakteri, suplemen enzim akan
mubazir kita minum.
Jika masalah kembung terjadi berulang-ulang dan tidak bisa
diselesaikan dengan obat-obat bebas, lalu menjadi semakin parah,
apalagi jika disertai dengan muntah atau diare, itu pertanda bahwa
kita harus segera ke dokter. Kuncinya: jauhi penyebabnya lebih
dulu. Jangan langsung diatasi dengan obat.
Kelompok obat yang banyak digunakan dalam obat salah
cerna antara lain:
1. Enzim cerna
Enzim yang sering digunakan di dalam obat salah cerna antara
lain: pankreatin (berisi amilase, tripsin/protease, lipase),
95
bromelain, empedu sapi (di kemasan obat mungkin tertulis
sebagai ox bile). Semua bahan ini termasuk golongan enzim
cerna. Sebagian produk juga mengandung enzim dari
tumbuhan, misalnya getah pepaya yang memang punya
khasiat memecah protein. Semuanya termasuk kategori enzim
cerna.
2. Penyerap gas
Contoh obat: simetikon/dimetilpolisiloksan. Fungsinya
menyerap produksi gas berlebih yang menyebabkan perut
terasa penuh. Obat ini juga banyak digunakan pada produk
obat mag. Baca juga Bab Obat Mag.
3. Probiotik (bakteri baik)
Makanan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan
pertumbuhan bakteri jahat (patogen). Bakteri baik
(nonpatogen) dari obat probiotik berfungsi menekan
pertumbuhan bakteri jahat ini. Contoh bakteri: Lactobacillus
acidophilus, bifidobacteria, dan sejenisnya.
96
Obat Contoh merek dagang
Enzim cerna
Benozym, Cotazym Forte, Excelase-E,
Enzymfort, Elsazym for Children, Digezym,
Pankreon Comp, Pankreon For Children
Enzim cerna &
penyerap gas
Enzyplex, Berzymplex, Decazym, Elsazym,
Flazymec, Gasflat, Pankreoflat, Tripanzym,
Vitazym, Xepazym
Bakteri baik
Laktobion, L-Bio, Linex Forte, Interlac Probiotic
Drops, Lacbon, Lacto-B, Lacidofil, Probi,
Protexin, Rillus, Synbio
97
9
OBAT SEMBELIT
Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak
nyaman. Karena itu aku minum dua tablet ******** saat malam.
Efektif tanpa mulas berlebihan. (Iklan teve)
Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang
harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak
menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus
persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau
sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi
harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai.
Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka
pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya
tidak. Justru mungkin sebaliknya. Sebab, obat sembelit sebetulnya
hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan
berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlaku untuk
98
hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama
bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup.
Sembelitistilah medisnya konstipasipada umumnya
berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Idealnya, kita buang air
besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan
umum untuk semua orang. Sebagian orang memang memiliki
jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian orang tidak memiliki
jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin
dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai
sembelit.
Sebagai ukuran gampang, seseorang dikatakan mengalami
konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau
kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB.
Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain:
1. Kurang bergerak
Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita
jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak
sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus
besar.
Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging,
bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari
rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau
99
membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik
yang bisa merangsang gerakan usus.
2. Kurang serat dan cairan
Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses
yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang
kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah
dikeluarkan.
3. Perubahan hormonal
Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan
hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi karena
usus ditekan oleh kandungan yang membesar. Perubahan
hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa
memicu sembelit.
4. Kebiasaan menunda BAB
Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses
tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi
kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya
antrean feses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain
itu, kebiasaan menunda jadwal ke belakang juga bisa
membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa
menyebabkan sembelit.
100
5. Pemakaian obat tertentu
Contoh, obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk
pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat
penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit
jika dipakai terlalu sering. Kok bisa?
Obat antisembelit (istilah awamnya, pencahar) merangsang
usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika
pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam
waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan
malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah
sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan
sebagai pertolongan pertama.
6. Kondisi sakit tertentu
Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia
merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya
penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya.
7. Makanan tertentu
Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa
menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke
makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak
makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya
sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh
101
kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat
pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang
dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. Tanin
merupakan salah satu komponen utama ekstrak daun jambu
biji yang punya khasiat antidiare yang membuat feses lebih
padat dan tidak gampang keluar.
Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar
akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan karena itu
tentunya masalah ini bisa diselesaikan dengan perubahan pola
hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan
perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus
berkonsultasi ke dokter.
Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus
segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir
(ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang,
sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon).
Agar kita terbebas dari sembelit, tentu saja kita harus
menjauhi penyebabnya, dengan cara:
Konsumsi cukup serat
Serat merupakan nutrisi penting yang sering terlupakan di
dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting adalah
buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi
102
serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan
35 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga,
seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan
sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi.
Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka
makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya
dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Sebab, jika kita tiba-
tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini
mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas
berlebihan di dalam usus.
Minum cukup air
Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini juga untuk
mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air
1,52 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan
air yang ada di dalam buah yang kita makan. Minum air
hangat pada pagi hari juga bisa mempermudah BAB.
Biasakan aktif bergerak
Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita
jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak
sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus
besar dan menyebabkan sembelit. Sekali lagi, aktivitas fisik
antisembelit tak terbatas pada olahraga seperti joging,
103
bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari
rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau
membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik
yang bisa merangsang gerakan usus.
Biasakan kebelakang dengan jadwal rutin
Paling gampang, biasakan BAB di pagi hari. Jangan suka
menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini
akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.
Sebisa mungkin hindari pencahar
Jangan biasakan menyelesaikan masalah sembelit dengan
langsung minum antisembelit yang kini banyak dijual bebas
dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa
menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya
sesaat. Boleh dipakai tapi hanya sesekali.
Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat
sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan
pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-
terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami
ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh
obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya
digunakan sebagai pertolongan pertama.
104
Jika kita sudah melakukan semua tindakan pencegahan di
atas dan masih saja sembelit, kita bisa minta bantuan kepada obat-
obatan. Di apotek tersedia beberapa macam obat antisembelit.
Sebagian bisa dibeli bebas, sebagian lainnya harus dengan resep
dokter.
Penulisan golongan obat di bawah ini berdasarkan urutan
dari yang paling aman sampai yang paling banyak efek
sampingnya.
Suplemen serat
Ini sebetulnya bukan termasuk obat. Produk ini banyak dijual
bebas, bahkan di toko-toko. Ini pilihan paling aman
dibandingkan kelompok obat di bawah. Penggunaan suplemen
ini tidak menimbulkan ketergantungan, bisa digunakan
berkali-kali.
Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa tidak ada satu pun
produk obat dan suplemen yang 100% aman. Suplemen serat
memang relatif aman tapi pola penggunaannya tetap harus
diperhatikan. Konsumsi serat ini harus disertai dengan banyak
minum air putih. Kalau kita minum suplemen serat tapi
kurang minum, serat ini justru bisa menimbulkan
penyumbatan di usus.
Suplemen ini sebetulnya lebih tepat digunakan untuk
pencegahan. Jika kita sudah mengalami sembelit parah
105
berhari-hari, minum suplemen mungkin tidak sanggup
mengatasinya.
Yang tak boleh dilupakanini yang paling pentingserat
dari buah dan sayur jauh lebih baik daripada serat suplemen.
Jika kita mengonsumsi buah dan sayur, kita tak hanya
mendapatkan serat tapi juga vitamin, mineral, antioksidan,
dan berbagai nutrisi lainnya.
Pelicin dan pelunak
Obat jenis ini bisa menjadi pilihan jika suplemen serat tidak
sanggup mengatasinya. Contoh obat golongan ini: natrium
laurilsulfoasetat, dokusat (dioktil sulfosuksinat), parafin cair,
gliserin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa.
a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun
yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara
dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan
natrium lauril sulfatbahan dasar sabun cuci yang biasa
kita pakai sehari-hari.
Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya
sebagian orang kampung zaman dulu menggunakan
larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus
(Dont try this at home!) sebagai pertolongan pertama
kalau anaknya sulit buang hajat.
106
b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang
membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses
mudah keluar. Parafin adalah minyak mineral yang
berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum.
Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini
tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang karena
minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang
larut lemak, seperti A,D, E, dan K.
c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni
membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas
relatif aman karena hanya bekerja lokal di anus. Bisa
digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun
relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak
dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa
menyebabkan iritasi anus.
d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam
magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini.
Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol, yang
mengandung laktulosa.
Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi
disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga
membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan
tersebut bisa merangsang pergerakan usus.
107
Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan
cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris.
Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam
dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan
sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti
torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang
dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan
kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema.
Contoh produk enema yang terkenal: Microlax.
Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali,
kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus-
menerus karena bisa menyebabkan efek buruk seperti
gangguan keseimbangan elektrolit.
Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus)
Contoh yang paling banyak digunakan di Indonesia:
bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax.
Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam
bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.
Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling
mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok
paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB,
kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan
108
ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin
BAB.
Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan
sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari
dua minggu karena justru bisa membuat kita mudah
mengalami sembelit.
Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman
sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini
mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat
seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat
golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan
waktu beberapa jam.
Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion
dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di
sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu
peraih Top Brand Award, yaitu Laxing. Produk ini termasuk
salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat
pencahar, tapi juga obat pelangsing.
Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut
beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan
National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena
sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua
minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan
109
sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai
obat pelangsing.
Fenolftalin
Di Indonesia, sebagian obat antisembelit mengandung
fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat Indonesia setidaknya
masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang
mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah
tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit karena
diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba.
Memang belum ada data penelitian massal pada manusia,
tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis,
Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang
penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja
kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita
dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman.
Di Indonesia, obat ini secara hukum masih sah beredar
sebagai obat bebas karena memang tidak ada larangan dari Badan
POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya
menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman.
Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di
http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol76/mono76-15.pdf.
110
Kelompok Obat Contoh merek dagang
Serat
Vegeta, Mulax, Fiber,
Metamucil, Mucofalk, Forty Plus
P
e
l
e
m
b
a
b

d
a
n

p
e
l
i
c
i
n
Laktulosa
Dulcolactol, Duphalac, Lacons,
Lactugra, Lactulax, Lantulos,
Laxadilac, Opilax, Pralax,
Solac
Natrium fosfat Fleet Enema, Fosen, Fleet
Phosposoda
Dokusat (dioktil
sulfosuksinat)
Laxatab
Lauril sulfoasetat,
sorbitol & PEG
Microlax, Laxarec
P
e
r
a
n
g
s
a
n
g

u
s
u
s
Bisakodil Dulcolax, Bicolax, Brolaxan,
Codylax, Custodiol, Laxacod,
Laxana, Laxamex, Laxana,
Melaxan, Prolaxan, Stolax
Ekstrak sena dan
obat tradisional
lain
Laxing, Maximus, Eucarbon
Antrakuinon Danthron
111
10
SUPLEMEN
Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai
namanya, supplement adalah pelengkap. Hanya diperlukan
dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini
definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya
bisa aktif setelah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak
dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang
mestinya hanya menjadi pelengkap.
Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita
butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu
berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita.
Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan
112
cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup,
serta pola hidup sehat lainnya.
Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut
kondisi khusus itu?
Hamil, menyusui, atau usia subur
Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam
kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk
pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk
pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk
pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula
pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen
zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.
Aktivitas berat
Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun
multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi),
zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh
memproduksi energi dari makanan.
Masa pertumbuhan
Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan
anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.
113
Kurang gizi
Contohnya orang yang sakit dalam jangka lama, terutama
kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi
antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi
antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan
mengganggu penyerapan vitamin K. Orang seperti ini
membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri
baik di dalam ususnya.
Kondisi khusus lainnya
Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja
yang sedang lembur, atau orang yang harus menjaga daya
tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.
Vitamin
Salah satu komponen penting suplemen adalah vitamin. Yang
termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di
kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:
Vitamin Namalain
A Betakaroten
B-1 Tiamin
B-2 Riboflavin
B-3 Niacin
B-5 Asam pantotenat
114
B-6 Piridoksin
B-7 Biotin (Vitamin H)
B-9 Asam folat
B-12 Kobalamin
C Asam askorbat
D Kalsiferol
E Tokoferol
Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan
menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama,
larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin
ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam
jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar,
timbunan ini malah bisa berbahaya.
Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu
gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut
lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit
kering dan pecah-pecah.
Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin
(kelompok vitamin B kompleks). Karena larut di dalam air,
vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika
dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses.
Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya
mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko
115
overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C
berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.
Jangan Sampai Tergantung
Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak
menyebabkan ketergantungan. Namun, jika seseorang telah
terbiasa minum dosis tinggi setiap hari kemudian mendadak
menghentikannya, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan
kurang gizi. Ini disebabkan karena tubuhnya telah terbiasa
mendapat suplai vitamin dosis tinggi.
Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari,
tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin
dengan cepat. Sehingga, jika tidak mengonsumsi suplemen, ia
akan menderita gejala seperti defisiensi (kekurangan) vitamin.
Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba-
tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga.
Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari.
Sekalipun Dian Sastro, Asmirandah, dan para artis lainnya
membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah
tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen,
itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin
pola makan, olahraga, istirahat, atau stres yang kita hadapi sehari-
hari. Daripada minum suplemen, lebih baik kita mengoreksi pola
hidup yang tidak sehat.
116
Konsultasikan ke Dokter
Meskipun suplemen bisa dibeli tanpa resep dokter, konsumen
tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker
lebih dulu sebelum mengonsumsinya. Ini perlu dilakukan terutama
jika ia sedang hamil, menyusui, menderita penyakit kronis, seperti
diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung lainnya. Pasalnya,
komponen tertentu dari suplemen mungkin dapat berinteraksi
dengan obat atau kondisi fisik peminumnya.
FDA mencontohkan: Ginkgo biloba, vitamin E, dan vitamin
K bisa berinteraksi dengan aspirin (obat antinyeri dan penurun
demam) dan obat pengencer darah, serta bisa meningkatkan risiko
pendarahan internal.
Selain bisa berinteraksi dengan obat atau kondisi tubuh, jika
diminum secara keliru, suplemen juga malah dapat merugikan
kesehatan. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung
campuran ginseng dan kafein bisa menyebabkan hipertensi jika
diminum dalam jangka panjang. Padahal sebagian dari kita
mungkin tidak bisa memulai aktivitas harian sebelum dipacu oleh
suplemen berisi kafein dan ginseng.
Perhatikan Angka Kecukupan Gizi
Pada label suplemen, biasanya dicantumkan daftar yang memuat
kandungannya, berikut persen angka kecukupan gizi (AKG).
117
AKG menyatakan rata-rata jumlah vitamin atau mineral yang
diperlukan tiap hari untuk mencapai kondisi sehat.
Biasanya, AKG disusun berdasarkan kebutuhan orang pada
diet 2.000 kalori. Namun ini tidak sama untuk semua orang.
Besarnya kebutuhan vitamin dan mineral dipengaruhi oleh usia,
jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dll. Anda yang sangat aktif,
bisa membutuhkan lebih dari 2.000 kalori per hari. Tentu AKG-
nya juga lebih besar daripada mereka yang kurang aktif.
Gizi Makanan Lebih Baik
Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa mendapatkan zat gizi
dari makanan jauh lebih baik daripada lewat suplemen. Yang
pertama, makanan mengandung zat gizi yang lebih kompleks.
Segelas susu, misalnya, memberi kita kalsium, vitamin A, B-12, D,
fosfor, magnesium, seng, dan masih banyak lagi zat gizi lain
dalam komposisi yang alami. Komposisi ini tidak mungkin kita
ganti dengan suplemen.
Alasan kedua, di dalam makanan terdapat bahan-bahan
fitokimia lain yang berguna dan tidak bisa ditemukan di dalam
suplemen. Sebagai contoh, buah-buahan dan sayuran. Selain
mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayuran mengandung
serat, protein, lemak, karbohidrat, dan puluhan bahan fitokimia
yang berguna bagi tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, minyak asiri,
dll.
118
Meskipun mekanisme kerja sebagian bahan-bahan fitokimia
ini belum diketahui sepenuhnya, para ilmuwan yakin bahwa
mendapatkan zat gizi dari sumber makanan jauh lebih baik
daripada dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak seperti di
dalam suplemen.
Jangan Mudah Percaya Iklan
Di Indonesia terdapat ribuan merek suplemen yang beredar di
pasar. Semua berlomba menggaet konsumen dengan iklan-iklan
menggoda yang wara-wiri di televisi setiap beberapa menit.
Bahkan ada juga produsen yang mengiklankan produknya dengan
cara yang sebetulnya tidak diperkenankan menurut regulasi
periklanan produk farmasi, terutama produk suplemen yang
mengandung bahan herbal.
Produk-produk ini sering diiklankan memiliki khasiat ini
dan itu, serta aman dikonsumsi jangka panjang tanpa efek
samping. Faktanya, tidak semua bahan alam pasti aman
dikonsumsi jangka lama.
Pengaruh iklan bisa membuat konsumen berharap terlalu
banyak dari suplemen, apalagi jika melihat model iklan yang
ditampilkan. Padahal, Dian Sastro memang sudah cantik dari
sononya meskipun tidak minum suplemen vitamin E.
119
Tip Memilih Suplemen
Jika memang kita yakin butuh suplemen, beberapa hal berikut bisa
kita pertimbangkan:
Hindari suplemen megadosis atau yang komposisinya tidak
berimbang, misalnya 500% dari angka kecukupan gizi (AKG)
untuk satu jenis vitamin, tetapi hanya 20% AKG untuk
vitamin lain.
Periksa tanggal kedaluwarsanya. Hindari suplemen tanpa
tanggal kedaluwarsa.
Teliti juga kemasannya. Kebanyakan senyawa vitamin mudah
terurai, terutama jika disimpan dalam kondisi panas (misalnya
di etalase yang terkena sinar matahari langsung) dan lembap.
Kemasan buram, kotor, atau terdapat endapan pada
larutannya, menunjukkan isinya sudah mengalami penurunan
kadar.
Bersikaplah kritis dalam menilai mutu dan harga. Pada
dasarnya semua suplemen yang terdaftar di Badan POM telah
memenuhi kualitas minimal. Meski demikian, kualitas
tambahan (misalnya kemudahan diserap tubuh) bisa berbeda
meskipun komposisinya sama.
Kualitas tambahan ini ditentukan oleh bahan-bahan
tambahan dan teknologi formulasi masing-masing produsen.
120
Namun ini pun tidak berarti kualitas suplemen yang mahal
pasti lebih baik daripada suplemen murah.
Harga sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor,
misalnya kemasan dan biaya iklan. Semakin luks kemasannya
dan semakin gencar iklannya, harga produk farmasi biasanya
juga akan semakin mahal.
Ada kalanya produsen memosisikan produknya pada harga
premium karena ingin menunjukkan sifat eksklusifnya,
padahal bisa saja mutu produk sebenarnya biasa saja.
Hindari suplemen yang belum terdaftar di Badan POM,
termasuk suplemen impor. Selama ini kita menganggap
suplemen impor pasti berkualitas. Kenyataannya bisa bertolak
belakang.
Untuk kita yang punya masalah alergi, hindari suplemen yang
mengandung komponen alergen. Sebagai contoh, jika kita
alergi terhadap makanan laut, hindari suplemen yang
mengandung komponen bahan dari laut.
121
11
VITAMIN C
Di jajaran suplemen multivitamin, vitamin C perlu
mendapat perhatian khusus karena vitamin ini paling banyak
dijual sebagai suplemen dengan klaim ini itu. Di pasaran terdapat
ratusan merek suplemen vitamin yang berisi vitamin C. Seringkali
dosisnya lebih besar dari kebutuhan harian kita. Vitamin C adalah
vitamin yang paling sering dijual dalam dosis tinggi.
Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C sebetulnya
tidak lebih dari 100 mg sehari. Tapi coba perhatikan kemasan
produk-produk suplemen vitamin C. Banyak di antaranya yang
mengandung vitamin C 500 mg hingga 1.000 mg.
Vitamin C memang memiliki banyak sekali fungsi: menjaga
daya tahan tubuh, menetralkan radikal bebas perusak sel-sel tubuh
(seperti polutan dan asap rokok), mengurangi risiko kanker,
memperlambat penuaan dini, dan sebagainya.
122
Pendek kata, vitamin C adalah vitamin multifungsi.
Sedemikian banyak fungsinya, sehingga vitamin ini dicampurkan
ke dalam berbagai produk farmasi, mulai dari suplemen, obat flu,
obat sariawan, obat panas dalam, hingga obat tambah darah.
Di antara bermacam-macam vitamin, vitamin C adalah
vitamin yang paling banyak dibutuhkan manusia. Kebutuhan kita
terhadap vitamin ini sekitar 75-90 mg per hari. Sementara vitamin-
vitamin lain hanya dalam hitungan mikrogram. Kalaupun dalam
miligram, angkanya tidak lebih dari sepertiga dari kebutuhan
vitamin C.
Siapa yang Butuh Ekstra?
National Institutes of Health merekomendasikan untuk orang-
orang tertentu agar mengonsumsi vitamin C lebih besar dari rata-
rata orang. Mereka adalah perokok, penderita stres fisik maupun
mental yang berkepanjangan, orang dengan HIV/AIDS,
penyandang tuberkulosis (TB), penderita luka bakar, kanker,
hipertiriodisme, dan infeksi dalam jangka lama.
Hati-hati pada Sakit Mag
Larutan vitamin C di dalam air bersifat asamsesuai namanya:
asam askorbat. Jika diminum dalam dosis tinggi, vitamin C bisa
menyebabkan keasaman lambung meningkat tajam. Karena itu
jika mag Anda bermasalah, hindari minum vitamin C dalam
123
keadaan perut kosong. Untuk mengurangi efek asam ini,
sebaiknya vitamin C diminum bersama makanan lain.
Sebetulnya di pasaran ada beberapa jenis vitamin C yang
lebih bersahabat buat lambung, misalnya kalsium askorbat atau
ester vitamin C. Akan tetapi, harga biasanya menjadi lebih mahal.
Khasiatnya sama saja dengan vitamin C biasa yang lebih murah.
Toh masalah lambung bisa diatasi dengan cara mudah, yaitu
minum vitamin C bersama makanan.
Buah dan Sayur Lebih Baik
Sekali lagi, vitamin C paling bagus didapat dari makanan sehari-
hari, berupa buah atau sayuran. Sebab, buah dan sayur
mengandung komposisi gizi yang lebih baik daripada suplemen.
Dari makanan nabati ini, kita tidak hanya akan mendapat vitamin
C, tapi juga vitamin lain, mineral, serat, dan bahan-bahan
fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Hampir semua buah mengandung vitamin C. Jeruk,
semangka, apel, jambu, anggur, melon, mangga, nanas, avokad,
pisang, dan sebagian besar buah-buahan. Dari golongan sayuran,
vitamin C terdapat pada tomat, brokoli, kol, cabai, paprika, dan
hampir semua sayuran segar lainnya.
Vitamin C termasuk golongan vitamin larut di dalam air.
Karena itu kita akan kehilangan manfaatnya jika memasak
sayuran yang kaya vitamin C, kemudian membuang kuahnya.
124
Dibandingkan dengan kebanyakan vitamin lain, vitamin C paling
mudah terurai oleh panas dan lembap. Karena itu manfaat
sayuran sebagai sumber vitamin C akan berkurang jika dimasak
pada suhu tinggi. Dengan alasan yang sama, suplemen vitamin C
akan kehilangan manfaat jika disimpan di tempat panas dan
lembap.
Perlukah Minum hingga 1.000 mg?
Penyerapan vitamin C di saluran cerna dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Salah satunya adalah besarnya dosis yang kita minum.
Semakin besar dosis, persentase yang diserap semakin kecil.
Gambaran mudahnya, jika kita minum kurang dari 20 mg, sekitar
98%-nya diserap oleh tubuh. Namun jika kita minum 1.000 mg,
yang diserap oleh tubuh hanya sekitar 50%. Dengan kata lain,
penyerapan vitamin C akan lebih baik jika diminum beberapa kali
dalam dosis kecil, daripada satu kali dalam dosis besar.
Meskipun kebutuhan harian kita terhadap vitamin C tidak
lebih dari 100 mg, dalam kenyataannya, banyak dari kita yang
minum vitamin C jauh lebih besar dari itu, mulai dari ratusan
hingga ribuan miligram sehari. Selain hanya akan dibuang lewat
urine, menurut National Institutes of Health, tidak ada alasan bagi
orang kebanyakan untuk minum vitamin C lebih dari 500 mg per
hari.
125
Perlu Diperhatikan
Hindari minum vitamin C dengan dosis kelewat tinggi (di atas
2.000 mg). Selain hanya akan dibuang, kadar vitamin C yang
terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan lambung dan diare.
Di dalam tubuh, vitamin C yang terlalu tinggi kadarnya juga
akan meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal.
Jangan minum suplemen vitamin ini ketika melakukan tes
laboratorium. Jika kita melakukan tes gula darah, misalnya,
maka kelebihan vitamin C di dalam darah akan dibaca
sebagai glukosa oleh alat pendeteksi. Akibatnya, tentu saja
kadar glukosa terbaca lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan
tentu saja bisa menyebabkan interpretasi yang keliru.
Vitamin C larut di dalam air sehingga tidak pernah disimpan
di dalam tubuh. Karena itu kita harus mendapatkannya setiap
hari dari makanan.
Jika kita menderita hipertensi dan menjalani diet rendah
natrium, sebaiknya kita memperhitungkan kadar natrium
ketika minum vitamin C dalam bentuk tablet effervescent (tablet
buih). Di dalam tablet buih, terdapat natrium dalam bentuk
bikarbonat. Bahan inilah yang menghasilkan buih jika berada
di dalam larutan asam. Jumlah natrium bisa 150-230 mg
(setara dengan 6-10% kebutuhan normal orang sehat).
126
12
OBAT SARIAWAN
Minum vitamin C!
Ini nasihat yang paling sering disarankan kepada kita tiap
kali terkena sariawan. Apakah memang benar vitamin C bisa
menyembuhkan sariawan?
Memang kekurangan vitamin ini bisa menjadi salah satu
penyebab sariawan. Tapi penyebab utama sariawan yang kita
alami biasanya bukan karena kekurangan vitamin ini.
Sariawan yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin C
dalam bahasa medis disebut skorbut (scurvy). Ini penyakit jadul
yang sekarang sudah jarang dijumpai. Skorbut merupakan bentuk
sariawan berat yang ditandai dengan perdarahan hebat di berbagai
organ tubuh, termasuk lidah, gusi, dan mulut. Penyakit ini banyak
diderita pelaut zaman dulu yang harus berada di laut selama
127
berbulan-bulan tanpa menu sayur dan buah-buahan. Mereka
hanya makan roti dan daging awetan.
Akibatnya, mereka menderita kekurangan vitamin yang
banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Para ilmuwan
kemudian menyebut vitamin itu sebagai ascorbic acid (asam
askorbat). Ascorbic berasal dari kata anti-scurvy. Bahan inilah yang
kita kenal sehari-hari sebagai vitamin C.
Jadi, memang benar bahwa kekurangan vitamin C bisa
menjadi penyebab sariawan. Tapi itu sariawan berat (skorbut).
Adapun sariawan yang lazim kita alami itu bukanlah kategori
skorbut.
Hingga kini para ahli kedokteran belum mengetahui secara
persis penyebab sariawan. Namun, beberapa faktor di bawah ini
diyakini berperan terhadap timbulnya sariawan, antara lain:
Gangguan sistem imun (yang menyerang gusi, lidah, atau mulut)
Daya tahan tubuh lemah
Kurang istirahat
Gangguan pencernaan, misalnya kekurangan serat dan air
Stres
Kurang vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin B12, asam
folat, vitamin C dan zat besi
Tergigit, terkena kawat gigi atau sikat gigi
128
Penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang tidak cocok. Ini
misalnya terjadi pada orang yang sensitif terhadap lauril sulfat
salah satu kandungan pasta gigi.
Infeksi
Alergi
Makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang terlalu panas,
dingin, atau pedas
Rokok
Perubahan hormonal, misalnya pada perempuan yang sedang datang
bulan. Sebagian kecil perempuan sangat peka terhadap perubahan
kadar estrogen sampai mengalami sariawan tiap kali datang bulan.
Ini masalah hormonal, bukan salah bunda mengandung.
Sebelum kita berpikir tentang obat, lebih baik kita berfokus
mencari dulu penyebabnya lalu menghilangkan penyebab itu.
Setelah itu, jika memang diperlukan, kita bisa menggunakan obat.
Sebelum kita memutuskan membeli obat di apotek, kita bisa
mencoba lebih dulu metode pengobatan tradisional menggunakan
bahan-bahan dapur atau tanaman. Misalnya, berkumur air garam
hangat atau rebusan daun sirih. Larutan garam pekat punya sifat
antimikroba, bisa membersihkan luka sariawan dari kuman yang
menyebabkan luka sukar sembuh.
Atau dengan cara menaburkan baking soda di luka sariawan
dan membiarkannya semenit (sambil menahan perih). Fungsinya
sama seperti larutan garam pekat. Kadang cara tradisional ini
129
berhasil, kadang tidak. Jika tidak berhasil, kita bisa menggunakan
bantuan obat.
Di Indonesia ada beberapa obat yang sering digunakan oleh
penderita sariawan, antara lain:
1. Vitamin C
Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan karena
kekurangan vitamin, minum vitamin ini saat sariawan
tidaklah keliru karena vitamin ini juga bisa meningkatkan
daya tahan tubuh.
2. Antiseptik lokal
a. Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal:
Albothyl Concentrate. Obat yang berkhasiat antiseptik
dan pemati rasa ini tergolong laris karena diiklankan di
televisi. Digunakan dengan cara diencerkan, lalu dijadikan
obat kumur, juga dioleskan pada bagian luka.
Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak
dipakai untuk luka infeksi di anus atau di vagina. Di
banyak negara, obat ini hanya boleh dibeli dengan resep
dokter. Tapi di Indonesia, obat ini boleh dibeli tanpa resep
dokter, bahkan diiklankan di media massa.
Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter,
sebaiknya kita tetap berhati-hati dan tidak sering-sering
130
menggunakannya, apalagi menjadikannya sebagai obat
kumur setiap hari. Penggunaan sebagai obat kumur harian
justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dan
jahat di mulut. Polikresulen adalah antiseptik, hanya untuk
pemakaian luar, jangan sampai tertelan.
b. Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle.
Isinya sama dengan Betadine tapi khusus untuk obat
kumur.
c. Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur
d. Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek
dagang yang terkenal: SP Troches.
e.Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap.
Contoh merek dagang yang terkenal: FG Troches.
f. Setrimonium, setilpiridinium
3. Kortikosteroid
Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal:
Kenalog in Orabase. Ini obat keras. Hanya boleh dipakai
sesekali kalau memang kita jarang menderita sariawan.
Penggunaan lama dan sering justru bisa menimbulkan efek
131
samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada dokter
dan apoteker.
Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu
persis bahwa sariawan yang kita alami tidak disebabkan oleh
infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita beri
kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah.
Baca juga Bab Kortikosteroid.
4. Anestesi (pemati rasa) lokal
Misalnya benzidamin, benzokain, dan lidokain. Ini juga
bukan obat bebas.
5. Antijamur
Misalnya nistatin dan mikonazol. Obat antijamur hanya
digunakan untuk sariawan jika kita benar-benar yakin
bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur. Oleh karena
orang awam umumnya tidak bisa membedakan antara
sariawan akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini
tidak termasuk obat bebas.
Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian
obat ini tidak berguna sama sekali. Bahkan bisa mengganggu
keseimbangan mikroba normal di mulut. Kalau kita
langganan mengalami sariawan, biasanya itu bukan
disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini.
132
Selain obat-obat di atas, masih ada beberapa jenis obat lain
yang sering dipakai. Namun, obat-obat di daftar di atas pada
umumnya sudah cukup untuk mengatasi sariawan.
Sekali lagi, demi alasan kesehatan, jangan terlalu gampang
memakai obat-obatan di atas. Pada awalnya obat-obat ini mungkin
manjur, tapi lama-lama hampir bisa dipastikan obat-obat ini tidak
manjur lagi. Ini memang salah satu sifat obat. Itu sebabnya kita
harus menggunakan obat secara cermat.
Tanpa diobati secara khusus pun, sariawan biasanya akan
sembuh dengan sendirinya dalam tempo 12 minggu. Jika
sariawan tidak kunjung sembuh atau sering sekali berulang,
misalnya sebulan tiga kali, kita harus waspada. Bisa jadi itu
menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya gangguan
imunitas tubuh.
Ada kalanya gejala sakit tidak perlu diobati. Cukup
dinikmati saja rasa perihnya. Sebab, gejala sakit sering justru
bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, jika kita mengalami
sariawan, mungkin saja itu alarm agar kita kembali ke pola hidup
sehat: beristirahat dengan cukup, makan buah dan sayur, minum
cukup air, menghindari stres dan sebagainya. Toh sariawan akan
sembuh dengan sendirinya. Jika kita mengobatinya, mungkin saja
itu jutsru akan membuat kita lupa terhadap akarnya, yaitu pola
hidup kurang sehat.
133
Kelompok Obat Contoh nama dagang
Antiseptik
Polikresulen Albothyl Concentrate
Povidon
iodin
Isodine Gargle, Forinfec,
Molexdine Mouthwash, Neo
Iodine, Orodin, Scansepta
Gargle, Septadine Gargle
Heksetidin
Bactidol, Hexadol, Hexadol
Gargle Mouthwash
Klorheksidin
Garglin, Fordenta
Dekualinium
SP Troches, Degirol,
Efisol, Decamedin
Fradiomisin
& gramisidin
FG Troches
Kortikosteroid Triamsinolon
Kenalog in Orabase, Ketricin
Orabase, Sinocort
Pemati rasa Benzidamin
Tantum Verde, Tanflex
Antijamur
Nistatin Candistin, Kandistatin,
Mycostatin
Mikonazol
Daktarin Oral Gel
134
13
OBAT
RADANG TENGGOROK
Sebagian besar orang mungkin akan langsung mengingat
tablet isap setiap kali disebut obat radang tenggorok. Tidak
salah. Tablet yang dalam bahasa Inggris disebut lozenge ini
memang termasuk salah satu obat radang tenggorok yang penting.
Namun, urusan radang tenggorok sebetulnya jauh lebih kompleks
daripada sekadar tablet isap.
Radang tenggorok termasuk salah satu masalah kesehatan
yang umum. Sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh
virus. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri. Virus dan bakteri
135
hanya dua kemungkinan penyebab. Selain keduanya, masih
banyak kemungkinan penyebab lainnya, seperti:
1. Iritasi akibatmakanan/minuman
Misalnya makanan yang terlalu panas, terlalu dingin,
gorengan, pemanis buatan, sirup gula yang terlalu manis,
penyedap rasa, dan sejenisnya. Bisa juga iritasi terjadi akibat
getah buah, misanya sawo, nanas, atau nangka.
2. Polusi udara
Misalnya, asap rokok (baik pada perokok aktif maupun
perokok pasif), debu, asap knalpot, asap pembakaran, uap
cairan kimia, dan sejenisnya.
3. Infeksi di hidung bagian dalam
Infeksi di daerah ini bisa menyebabkan cairan ingus yang
berisi kuman turun ke tenggorok dan menularkan infeksi.
4. Sakit magparah
Pada gangguan lambung yang parah, cairan asam lambung
bisa naik dan mengiritasi tenggorok.
5. Bernapas menggunakan mulut
Ini sering terjadi pada orang yang hidungnya buntu akibat
pilek atau orang yang tidur dengan posisi kepala yang salah.
136
Aliran udara lewat mulut menyebabkan tenggorok menjadi
kering dan mudah mengalami iritasi. (Dalam kondisi sehat,
tenggorok kita selalu dalam keadaan lembap.)
6. Iritasi pita suara
Misalnya karena terlalu banyak mengeluarkan suara keras atau
terlalu bersemangat berpidato.
7. Infeksi amandel
Amandel berada di ujung atas tenggorok. Jika organ ini
mengalami infeksi, tenggorok bisa ikut mengalami radang.
Ada banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab radang
tenggorok. Sebelum kita berpikir tentang obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya. Kita ingat-ingat apa saja yang
kita lakukan sebelum mengalami radang tenggorok. Makanan apa
saja yang kita santap.
Setelah kita bisa mengidentifikasi penyebabnya, barulah kita
berpikir tentang obat yang tepat. Masing-masing penyebab di atas
mungkin membutuhkan obat yang berbeda-beda.
Jika disebabkan oleh virus, radang tenggorok pada
umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo 12
minggu, sama seperti flu-pilek. Tanpa diobati secara khusus pun
akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu antibiotik karena obat
ini tidak efektif membasmi virus. Jika radang disebabkan oleh
137
bakteri, barulah kita akan membutuhkan antibiotik. Baca juga Bab
Antibiotik.
Jangan membeli antibiotik sendiri. Sayangi anak cucu kita
nanti. Di Indonesia, antibiotik semacam amoksisilin seolah-olah
sudah menjadi obat bebas untuk semua jenis radang tenggorok.
Padahal, sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh virus.
Bagaimana membedakan radang yang disebabkan oleh virus
dan bakteri? Sebagai orang awam, kita sulit membedakan
keduanya. Ini pekerjaan dokter yang memang dilatih untuk
membedakannya. Sebagai patokan sederhana, sebaiknya kita ke
dokter jika radang disertai dengan salah satu dari gejala di bawah:
Demam lebih dari 38 C
Nyeri saat menelan makanan
Pembesaran kelenjar getah bening di leher (tampak dari
pembengkakan leher)
Bengkak atau adanya nanah di amandel
Sakit kepala, mual, atau muntah
Ada riwayat kontak dengan penderita radang tenggorok
Radang tidak sembuh lebih dari seminggu
Jika ada salah satu dari gejala di atas, mungkin radang itu
disebabkan oleh bakteri. Jika penyebabnya bakteri, sebaiknya kita
tidak melakukan pengobatan sendiri agar terhindar dari
138
kemungkinan salah menggunakan antibiotik. Antibiotik adalah
wilayah dokter.
Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menular ke orang-
orang yang melakukan kontak secara dekat, misalnya anggota
keluarga, teman di kelas, atau kawan di asrama. Infeksi bakteri ini
lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja daripada orang
dewasa. Pada orang dewasa, kemungkinannya hanya sekitar 1 dari
10. Sementara pada anak-anak dan remaja, kemungkinannya
sekitar 3 dari 10. Itu sebabnya pada anak-anak, radang tenggorok
harus lebih kita waspadai.
Jika gejalanya ringan, misalnya rasa gatal dan kering di
tenggorok, batuk, demam di bawah 38 C, hidung meler, nafsu
makan berkurang, atau suara agak parau, kita mungkin bisa
mengobati gejala-gejala itu dengan obat-obat yang bukan obat
resep.
Memang ada infeksi virus yang berbahaya, namun sebagian
besar radang tenggorok akibat virus tidak berbahaya dan bisa
sembuh dengan sendirinya.
Sebelum kita menggunakan obat-obat apotek, kita bisa
memanfaatkan obat-obatan sederhana untuk meredakan rasa
sakitnya. Misalnya, berkumur dengan air garam hangat (1 sendok
5 ml garam dalam 250 ml air), berkumur air rebusan daun sirih,
atau minum teh hangat yang dicampur madu.
139
Selain itu, yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah
mengurangi faktor-faktor yang bisa memperparah radang, seperti:
Menghindari polusi udara
Mengeluarkan suara seperlunya saja
Makan makanan yang lembut
Mematikan AC atau mengatur udara ruangan agar cukup
lembap dan tidak terlalu kering
Untuk mengurangi gejala akibat radang itu, kita bisa
menggunakan obat-obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter,
misalnya:
Jika radang disertai nyeri atau demam, kita bisa minum obat
pereda nyeri dan penurun panas seperti parasetamol atau
ibuprofen. Baca Bab Obat Demam, juga Bab Obat Sakit
Kepala dan Nyeri.
Jika radang disertai rasa gatal tenggorok, hidung meler dan
tersumbat, kita bisa minum obat antihistamin (antialergi
seperti CTM) atau dekongestan (pelega hidung seperti
pseudoefedrin). Baca Bab Obat Alergi, Bab Obat Fu-Pilek, Bab
PPA & Obat Pelega Hidung.
Jika radang tenggorok disertai asma, kita bisa minum obat
asma.
140
Sama seperti pada obat sariawan, untuk mengurangi iritasi
sekaligus sebagai antiseptik lokal di tenggorok, kita bisa
menggunakan tablet isap, misalnya yang berisi dekualinium.
Contoh merek dagang: SP Troches, Degirol, Efisol. Kita
juga bisa menggunakan obat semprot tenggorok yang berisi
fenol. Contoh merek dagang: Cooling 5. Baca juga Bab Obat
Sariawan.
Bagaimana dengan FG Troches? Obat ini termasuk
golongan antibiotik yang bekerja lokal di rongga mulut dan
tenggorok, mengandung fradiomisin dan gramisidin-S.
Di Indonesia tablet isap ini cukup populer di kalangan
masyarakat awam sampai sering diperlakukan seperti permen. Ini
jelas kebiasaan yang tidak sehat. Sekalipun risiko resistensinya
tidak sebesar antibiotik semacam amoksisilin, tablet isap golongan
antibiotik tetap tidak boleh dikonsumsi seperti permen. Kalau
memang terpaksa membeli sendiri, setidaknya tanyakan seluk-
beluk obat ini kepada apoteker. Jangan gunakan tablet isap ini
lebih dari seminggu.
Makin sering kita minum obat, lama-lama obat itu bisa
menjadi tidak mempan lagi. Itu sebabnya obat harus digunakan
secara cermat.
141
14
OBAT BRONKITIS
Salah satu gangguan kesehatan yang mirip dengan radang
tenggorok adalah bronkitis. Keduanya tidak sama tapi memang
terjadi pada daerah yang berdekatan. Radang tenggorok terjadi di
bagian yang disebut faring. Itu sebabnya di leaflet obat kadang
radang tenggorok disebut faringitis.
Sementara bronkitis adalah radang yang terjadi di bronkus.
Bronkus merupakan saluran udara dari tenggorok menuju ke paru-
paru. Bronkitis adalah nama lain radang bronkus. Sementara
faringitis adalah nama lain dari radang tenggorok. (Akhiran -itis
berarti radang.)
142
Bronkitis umumnya disertai dengan gejala batuk (kadang
berdahak, kadang tidak), napas sesak dan pendek-pendek, kadang
berbunyi (mengi). Batuknya khas, berbeda dari batuk flu-pilek,
karena terasa seperti berasal dari dada. Gejala lainnya mirip
dengan gejala radang tenggorok.
Sebagian besar kita biasanya mengobati bronkitis dengan
antibiotik. Padahal, radang bronkus sebagian besar disebabkan
oleh infeksi virus, bukan bakteri. Sama seperti radang tenggorok.
Kemungkinan bronkitis disebabkan oleh bakteri hanya sekitar
10%. Pada infeksi virus, antibiotik sama sekali tidak berguna,
bahkan menimbulkan efek samping dan resistensi. Meski begitu,
kadang dokter meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi
sekunder.
Bagaimana jika bronkitis disertai dengan batuk berdahak?
Apakah kita perlu minum obat batuk? Pertama-tama kita harus
mempertimbangkan bahwa batuk merupakan refleks tubuh untuk
mengeluarkan kuman atau kotoran dari saluran napas. Batuk
berguna mengeluarkan dahak di bronkus yang berisi kuman.
Kalau kita minum obat antibatuk yang menekan refleks
batuk (antitusif), sebetulnya pada saat itu kita mematikan
mekanisme tubuh mengeluarkan kuman. Obat batuk diperlukan,
misalnya, jika batuk sampai menggangu tidur dan menurunkan
kualitas istirahat. Pada saat kita tidak beristirahat, biarkan refleks
batuk bekerja mengeluarkan dahak dan kuman.
143
Bronkitis kadang bisa terjadi berbulan-bulan, terutama pada
anak. Untuk kondisi seperti ini sebaiknya jangan melakukan
pengobatan sendiri. Bawa anak ke dokter.
Jika anak kita mengalami bronkitis kronis, kita perlu
mencurigai kemungkinan penyebabnya adalah sesuatu yang kronis
pula. Misalnya polusi udara, debu, asap rokok, asap pembakaran,
infeksi yang berulang, dan sebagainya.
Mungkin karena di rumah ada anggota keluarga yang
merokok; mungkin karena ventilasi udara rumah tidak baik;
mungkin karena rumah kita berdekatan dengan jalan yang berdebu
atau dekat kawasan industri; mungkin karena rumah kita di
daerah yang udaranya tercemar; mungkin karena kita bekerja di
lingkungan yang udaranya banyak mengandung debu atau uap
bahan kimia. Kemungkinannya banyak sekali.
Biasanya solusi jangka panjangnya bukanlah obat melainkan
perubahan kesehatan lingkungan, misalnya memperbaiki ventilasi
udara, menjauhkan penderita dari asap, menanam pepohonan di
pekarangan rumah, atau (yang ekstrem) mungkin saja sampai
perlu pindah rumah jika memang penyebabnya adalah polusi
udara di lingkungan rumah.
Yang tak boleh dilupakan, penderita bronkitis kronis pada
umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Itu
sebabnya, agar penyakit ini tidak mudah kambuh, penderita harus
144
memperbaiki daya tahan tubuhnya secara umum, mulai dari
memperbaiki pola makan, olahraga, sampai istirahat.
Bronkitis bisa bertahan lama karena radang di bronkus
memang lebih sulit sembuh dibanding radang di tenggorok.
Kadang infeksinya sudah sembuh tapi batuknya masih belum
hilang. Pengobatan bronkitis yang bisa kita lakukan sendiri adalah
meredakan gejalanya. Misalnya, minum obat batuk-berdahak,
obat batuk-kering, obat pelega hidung (dekongestan), atau obat
asma.
Tidak ada obat batuk khusus bronkitis. Obat batuk sama
saja, baik untuk batuk akibat flu-pilek, batuk akibat radang
tenggorok, batuk akibat bronkitis, maupun akibat penyakit
lainnya. Di pasaran mungkin kita menjumpai merek obat batuk
yang memosisikan diri sebagai spesialis obat batuk-bronkitis. Ini
hanya positioning di dunia marketing.
Bronkitis akibat infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri
dalam tempo satu atau dua minggu. Jika tidak sembuh juga dalam
dua minggu, sebaiknya kita pergi ke dokter. Kita juga sebaiknya
pergi ke dokter jika:
Batuk sampai membuat kita sulit tidur
Disertai demam di atas 38 C
Batuk disertai bercak darah
Disertai mengi atau sesak napas
145
15
OBAT MATA
Ada banyak sekali jenis gangguan mata. Di bab ini kita
hanya akan membahas gangguan mata yang banyak terkait
dengan pola orang awam membeli obat mata secara bebas.
Sebagian obat mata memang termasuk obat bebas, tapi sebagian
besar yang lain sebetulnya bukan obat bebas.
Mata termasuk organ sensitif yang harus diperlakukan
dengan sangat hati-hati. Salah obat bisa fatal akibatnya. Itu
sebabnya sebagian besar obat mata dimasukkan ke dalam
146
golongan obat resep. Tentu saja tujuan utamanya adalah untuk
melindungi konsumen.
Dari sekian banyak gangguan mata, yang paling sering kita
alami adalah mata kering dan radang selaput mata. Dalam bahasa
medis, selaput yang menutupi kelopak mata disebut konjungtiva.
Penyakit radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Konjungtivitis
inilah yang paling sering membuat kita membeli obat mata.
Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut konjungtivitis ini
sesuai dengan gejala yang kita rasakan, seperti mata merah atau
mata gatal. Gejala seperti ini sebetulnya tidak bisa digunakan
sebagai dasar untuk memilih obat mata yang tepat. Pemilihan jenis
obat haruslah didasarkan pada penyebabnya dan gejalanya, bukan
semata-mata gejalanya.
Konjungtivitis bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan,
misalnya akibat debu, alergen, virus, bakteri, lensa kontak, asap,
uap cat, bahan kimia, klorin kolam renang, atau kekurangan
cairan mata. Masing-masing penyebab itu membutuhkan
perlakukan yang berbeda.
1. Mata kering
Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan
panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita:
147
Bekerja lama di depan monitor
Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering
Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat
cenderung kering)
Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang
atau matahari yang terik
Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia
lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3,
mengalami sakit atau minum obat tertentu
Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan
pertama yang bisa kita lakukan adalah menetesi mata
dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat
bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter.
Meski air mata buatan ini aman dan bisa digunakan
setiap hari, sebaiknya kita tidak menggunakannya terus-
menerus sampai menjadi kebiasaan yang tidak bisa
dihilangkan. Sebisa mungkin kita harus mengatasi
penyebabnya lebih dulujika memang bisa dihilangkan.
Misalnya, jika penyebabnya adalah udara AC yang
teralu kering, kita sebaiknya menyetel kelembapannya dan
mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung
ke wajah kita. Jika penyebabnya adalah angin kencang saat
bersepeda, kita bisa menggunakan kacamata pelindung.
148
Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering
berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap
basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi.
Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman
penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar
sehingga menyebabkan air mata cepat menguap.
Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin A dan
omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari
makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-
kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih
dulu agar tidak perlu menggunakan obat mata setiap hari.
Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami
radang dan infeksi.
Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa
sama persis dengan air mata yang diproduksi oleh tubuh
manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditambahi
pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah
pertumbuhan kuman.
Karena itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan
dalam jangka panjang sampai berbulan-bulan. Apalagi obat
jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya
melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya
sesaat.
149
Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium
klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70,
hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose
(karboksimetilselulose), polivinil alkohol.
Jika memang sakit yang kita alami adalah mata kering
saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok
pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian
lama.
Golongan Contoh merek dagang
Air mata
buatan
Insto Moist, Rohto Tears, Cendolytreers,
GenTeal, Sanbe Tears, Braito Tears, Isotic
Tearin, Tears Naturale II, Optifresh,
Liquifilm, Cenfresh
2. Debu
Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan
lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan
mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa
kita redakan dengan kompres air. Caranya, celupkan kain
bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang
150
tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa menggunakan
obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata.
Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung,
yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin,
nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin. Obat-
obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah
yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata
golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi
iritasi, misalnya seng sulfat.
Golongan Contoh merek dagang
Dekongestan
(pelega) mata
Insto, Visine, Rohto, Ailin, Braito
Original, Isotic Clearin, Optrine,
Santo, Visolin, Visto, Oculosan,
Vitrasin
3. Alergi
Pada sebagian orang, debu jalanan tak hanya bisa
menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan
alergi. Gejala alergi mata umumnya lebih parah daripada
sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, contoh alergen lain
adalah debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya
151
konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada orang yang
memang punya bakat alergi.
Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa menggunakan
kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa
menggunakan obat mata yang mengandung
antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata:
antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin
maleat.
Golongan Contoh merek dagang
Antialergi
(antihistamin)
Alegysal, Chrom-Ophtal, Albalon-A,
Alegysal, Flamergigi, Isotic Azora,
Naphcon-A, Vasacon-A, Convers,
Optohist
Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak
cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter
perlu meresepkan obat mata yang mengandung
kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.
Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat
keras karena bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek
buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep
dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam
152
obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan
hidrokortison.
4. Infeksi
Kita sebagai orang awam mungkin sulit membedakan radang
mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana,
radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak
berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika
produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai
membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.
Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi
pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk
segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala
seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga
hari.
Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri
atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika
sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh orang-
orang satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja,
kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.
Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, radang jenis ini
harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang
mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya
bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab
153
Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep.
Sebaiknya jangan menggunakannya secara bebas tanpa
konsultasi ke dokter.
Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang
tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi
mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek
atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh
dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang
mengandung antibiotik tidak akan berguna karena memang
antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa
membasmi virus.
Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan
kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep
dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan
meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja
ringan untuk mencegah infeksi bakteri.
Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa
gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-
uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-
uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi
berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-
ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa menggunakan
kompres hangat atau obat tetes yang mengandung
antihistamin.
154
Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa
melakukan beberapa tip berikut:
Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu
sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti
sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.
Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan
mata seperti sapu tangan dan handuk.
Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga
jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain.
Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa
kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak
secara higienis sesuai petunjuk.
Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu
membersihkan kelopak mata, gunakan tisu.
Sering-sering cuci tangan.
Jangan berbagi obat mata dengan orang lain sebab ini
akan meningkatkan kemungkinan penularan.
Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di
luar rumah.
Hindari angin kencang karena biasanya aliran udara
yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan
menyebabkan mata menjadi kering.
155
Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu.
Setelah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai
lagi.
Saat menggunakan tetes mata, jangan sentuhkan ujung
penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata.
Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa
membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.
156
16
OBAT ALERGI
Sebagai bagian dari kemampuan bertahan hidup, tubuh
manusia sudah dibekali dengan sistem imun (daya tahan). Sistem
imun ini akan bereaksi setiap kali terpapar sesuatu dari luar tubuh,
misalnya bakteri, virus, bahan kimia, dan sejenisnya. Sistem imun
inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama kalau tubuh
kemasukan benda-benda asing yang berbahaya.
Namun, ada kalanya sistem imun mengalami gangguan.
Bahan-bahan yang tidak berbahaya pun dilawan karena dianggap
berbahaya. Reaksi keliru inilah yang kemudian muncul dalam
bentuk alergi.
Bahan-bahan yang biasanya menyebabkan alergi pada
sebagian orang antara lain debu, rambut hewan, gigitan serangga,
157
serbuk sari, udang, ikan, seafood, kacang-kacangan, kedelai, telur,
susu formula, tepung terigu, lateks (karet), keringat, asap rokok,
bahan kimia (misalnya detergen), dan obat-obatan tertentu (seperti
ampisilin dan amoksisilin). Reaksi alergi bisa juga dipicu oleh
kondisi, misalnya suhu udara yang terlalu dingin.
Gejala alergi sangat bervariasi, mulai dari yang ringan
sampai yang sangat berat. Mulai dari hidung meler, bersin-bersin,
gatal, iritasi, biduran, radang tenggorok, bengkak, hipotensi
(tekanan darah rendah), asma, diare, muntah, jantung berdebar-
debar, sampai pingsan dan syok.
Ada dua kelompok besar obat alergi, yaitu:
1. Antihistamin
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya
gejala alergi. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin, setirizin,
loratadin, desloratadin, dan fexofenadin.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat yang dalam
bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM,
singkatan dari chlor-trimeton, nama lainnya.
Biasanya antihistamin, terutama antihistamin generasi lama,
memiliki efek samping menyebabkan kantuk dan mulut kering.
158
Itu sebabnya, saat minum obat yang mengandung
antihistamin, kita sebaiknya tidak mengendarai kendaraan
bermotor karena obat ini bisa menyebabkan kantuk dan
mengurangi kemampuan berkonsentrasi. Efek samping ini
sebetulnya tidak buruk karena dengan begitu kita akan
beristirahat dan memberi kesempatan kepada tubuh untuk
menyehatkan diri.
Namun, tidak semua antihistamin menyebabkan kantuk.
Sebagian obat generasi baru, misalnya loratadin, desloratadin,
setirizin, dan feksofenadin tidak menyebabkan kantuk berat.
Efek kantuknya mungkin tetap ada tapi sangat kecil. Anda bisa
memintanya kepada dokter jika memang Anda sedang
beraktivitas penting dan tidak boleh mengantuk.
Obat Contoh merek dagang
CTM Cohistan, Dehista,Orphen, Pehachlor
Deksklorfenira
min maleat
Polaramine, Histaklor
Feniramin
maleat
Avil
Difenhidramin Arcodryl, Otede, Recodryl, Valdres
159
Siproheptadin Apeton, Ennamax, Glocyp, Heptasan,
Lexahist, Poncohist, Prohessen
Mebhidrolin Gabiten, Histapan, Interhistin, Tralgi
Loratadin Claritin , Alernitis, Allerhis, Allohex,
Alloris, Clarihis, Clatatin, Cronitin,
Dayhist, Folerin, Gradine, Imunex,
Inclarin, Inversyn, Klinset, Lesidas,
Logista, Lolergi, Loran, Lorihis,
Nosedin, Nufalora, Pylor, Rahistin,
Rihest, Sohotin, Soneryl, Tinnic,
Urtilar, Winatin, Xepalodin
Desloratadin Aerius
Setirizin Incidal-OD, Betarhin, Cerini, Cetinal,
Cetrixal, Cetrol, Cetymin, Estin,
Falergi, Intrizin, Histrine, Lerzin,
Nichorizin FM, Ozen, Rinocet, Risina,
Ritez, Rozine, Rybest, Rydian, Ryvel,
Ryzen, Ryzicor, Ryzo, Tiriz, Zenriz
Levosetirizin Xyzal
Feksofenadin Telfast 30, Telfast OD/Telfast HD
160
2. Kortikosteroid
Ini bukan obat bebas. Tapi pasien perlu mengetahuinya karena
sering diresepkan oleh dokter. Di Indonesia obat ini juga
kadang digunakan oleh orang awam secara serampangan
(bebas-tapi-salah).
Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem daya
tahan tubuh sehingga sistem imun ini tidak bereaksi kepada
alergen (bahan penyebab alergi). Jadi, sebetulnya cara kerja
obat ini justru menekan kesehatan. Ibaratnya, obat ini
melumpuhkan pasukan yang menjaga kesehatan tubuh kita.
Karena cara kerjanya yang justru menekan daya tahan
tubuh, obat ini harus digunakan secara sangat hati-hati. Untuk
obat alergi, obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat
golongan antihistamin. Baca juga Bab Kortikosteroid.
Obat Contoh merek dagang
Kortikosteroid
&
antihistamin
Celestamine, Alegi, Alerdex,
Celestik, Colergis, Cortamine,
Dextaco, Dextafen, Dextamine,
Domesone, Gratamin, Ocuson,
Lorson, Meclovel, Nilacelin,
Pritacort, Proxona, Soldextam,
Trodex, Zestam
161
Semua obat di atas hanya bekerja sebagai pertolongan
pertama yang menghilangkan gejala. Untuk mencegah
terulangnya alergi, kita harus mengetahui dengan tepat
penyebabnya lalu sebisa mungkin menjauhinya.
Alergi termasuk salah satu masalah yang sering terjadi pada
anak-anak. Anak yang lahir dari orangtua yang punya riwayat
alergi biasanya punya kemungkinan lebih besar
berkecenderungan alergi.
Alergi pada anak tidak selalu sama dengan alergi pada
orangtuanya. Misalnya, si bapak alergi terhadap seafood, bisa
saja anaknya tidak alergi terhadap seafood tapi alergi terhadap
telur atau kacang. Peluang alergi makin besar pada anak-anak
yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Oleh sebab itu, untuk
mencegah alergi pada anak, orangtua amat sangat disarankan
untuk memberi ASI, terutama di usia bayi enam bulan
pertama sampai dua tahun.
162
17
KORTIKOSTEROID
Di Indonesia, kortikosteroid merupakan salah satu golongan
obat yang banyak digunakan secara salah (misused), juga
disalahgunakan (abused). Itu sebabnya obat ini perlu dibahas
secara khusus. Contoh dari kortikosteroid adalah deksametason,
kortison, hidrokortison, prednison, prednisolon, metil
prednisolon.
Obat ini sebetulnya bukan termasuk golongan obat bebas.
Namun, faktanya kita bisa mendapatkan obat ini dengan mudah,
tidak hanya di apotek, tapi juga toko obat, bahkan di penjual
jamu. Banyak jamu yang secara sengaja dioplos dengan
kortikosteroid agar lebih mujarab dan cespleng.
163
Di Indonesia, kortikosteroid dijuluki obat dewa karena
khasiatnya yang luas, bisa menghilangkan gejala bermacam-
macam penyakit, mulai dari asma, nyeri, rematik, sakit mata,
hingga alergi dan sakit kulit.
Di dalam tubuh, kortikosteroid bisa mengurangi radang
(inflamasi). Itu sebabnya obat ini bisa menghilangkan gejala
penyakit yang disertai peradangan, misalnya nyeri, rematik, dan
asma.
Kortikosteroid juga bisa menekan sistem imun (daya tahan)
tubuh. Itu sebabnya obat ini juga bisa menghilangkan gejala
penyakit-penyakit akibat reaksi imun, misalnya alergi.
Namun, di samping berbagai manfaat di atas, kortikosteroid
juga memiliki banyak mudarat. Jika diminum setiap hari, dalam
tempo seminggu saja pemakaian obat ini bisa menimbulkan efek
samping antara lain tekanan darah naik, kaki bengkak, glaukoma
(hipertensi di mata), hingga kenaikan berat badan. Efek samping
yang terakhir ini sering dimanfaatkan oleh pembuat jamu oplosan
untuk meracik obat penambah nafsu makan dan peningkat berat
badan, misalnya buat anak yang kurus.
Jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya sampai
berbulan-bulan, efek buruknya lebih banyak lagi. Mulai dari risiko
gangguan penglihatan, hipertensi, daya tahan tubuh rendah
(membuat peminumnya jadi mudah sakit dan gampang terinfeksi),
164
tulang keropos (osteoporosis), tukak (luka) lambung, gangguan
siklus menstruasi, dan masih banyak lagi.
Karena banyaknya efek buruk ini, sebaiknya kita tidak
menggunakannya secara bebas sekalipun faktanya kita bisa
mendapatkannya dengan mudah. Penggunaannya harus sangat
hati-hati, dan dosisnya harus benar-benar tepat. Jika digunakan
dalam jangka panjang, penghentiannya juga harus dilakukan
secara gradual dengan cara menurunkan dosisnya sedikit demi
sedikit. Jadi, tidak boleh dihentikan begitu saja. Hal-hal semacam
ini tentu sulit dilakukan oleh orang awam kalau tidak di bawah
pengawasan dokter dan apoteker.
Ada di Mana-mana
Selain banyak terdapat di dalam obat minum, kortikosteroid juga
banyak digunakan di dalam berbagai bentuk, misalnya:
Obat semprot hidung atau obat hirup. Khasiatnya
untuk melegakan hidung tersumbat, mengatasi hidung
meler, juga untuk mengatasi asma. Contoh obat:
mometason, budesonida, triamsinolon, dan
beklometason.
Obat mata, untuk meredakan iritasi mata akibat alergi.
Misalnya deksametason, fluorometolon, dan
prednisolon.
165
Obat kulit dalam bentuk krim atau salep, untuk
mengatasi gejala iritasi, eksim, gatal-gatal di kulit, dan
alergi. Misalnya hidrokortison, betametason, dan
triamsinolon. Yang disebut terakhir ini juga biasa
digunakan di dalam obat sariawan.
Semua obat yang mengandung kortikosteroid harus
digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter dan
apoteker.
166
18
OBAT HIPERTENSI
Di Indonesia, penyakit yang oleh orang-orang tua zaman
dulu disebut bludrek ini termasuk salah satu masalah kesehatan
yang banyak terjadi tapi tidak disadari. Menurut riset Kementerian
Kesehatan, sekitar 30% orang dewasa memiliki tekanan darah di
atas normal.
Yang lebih mengejutkan lagi, tiga perempat dari mereka
yang menderita hipertensi tidak menyadarinya. Dengan kata lain,
banyak dari kita yang sudah memiliki hipertensi tapi
mengabaikannya. Ini terjadi karena hipertensi stadium awal
umumnya memang tidak menimbulkan gejala sakit yang jelas.
Gejalanya baru akan terasa jelas saat stadiumnya sudah lanjut.
167
Tinggi rendahnya tekanan darah ditentukan oleh dua hal,
yaitu volume darah dan kelenturan pembuluh darah. Pada orang
sehat, pembuluh darah seperti selang elastis yang diameternya
mudah menyesuaikan diri dengan volume darah. Tapi pada
sebagian orang, elastisitas pembuluh darah ini menurun, misalnya
akibat lapisan kerak kolesterol yang melekat selama bertahun-
tahun.
Karena dinding tidak lagi elastis, tekanan cairan darah yang
melewatinya pun menjadi lebih tinggi. Apalagi jika jumlah cairan
darahnya lebih banyak. Kondisi inilah yang disebut tekanan darah
tinggi.
Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mmHg, dalam
dua angka yang dipisah oleh tanda garis miring, misalnya 120/80.
Angka pertama menyatakan tekanan saat jantung memompa
darah. Angka kedua menyatakan tekanan ketika jantung berhenti
sesaat sebelum memompa darah lagi. Tekanan darah yang sehat
berkisar di angka 120/80.
Jika tekanan darah seseorang mencapai 140/90, kondisi itu
sudah bisa disebut hipertensi. Pada stadium awal, tekanan darah
sebesar ini mungkin tidak menimbulkan masalah kesehatan apa-
apa. Itu sebabnya banyak orang tidak menyadarinya.
Jika dibiarkan saja tanpa perubahan pola hidup, hipertensi
ini bisa menjadi lebih parah. Gejala awal biasanya berupa
seringnya sakit kepala, pusing, dan vertigo (pusing tujuh keliling).
168
Kalau tahapnya sudah kronis, hipertensi bisa menyebabkan
gangguan fungsi ginjal, payah jantung, hingga serangan jantung
atau stroke.
Sampai sekarang, ilmu kedokteran modern masih
menganggap hipertensi sebagai penyakit yang BELUM BISA
disembuhkan. Ini memang kabar buruk. Tapi kabar baiknya,
penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik sehingga penderitanya
bisa hidup sehat walafiat. Caranya dengan menerapkan pola hidup
sehat, pola makan sehat, dan olahraga teratur.
Bila hipertensinya cukup parah, selain harus menerapkan
pola hidup di atas, pasien juga harus minum obat... seumur hidup!
Seumur hidup? Ya, sepanjang hayat dikandung badan. Memang
seperti inilah faktanyajika kita bicara dengan kacamata medis.
Karena itu, dalam ilmu medis, istilah mengobati
hipertensi tidak berarti menyembuhkannya tapi hanya
mengendalikan tekanan darah. Dan yang disebut sebagai obat
hipertensi itu bukanlah obat yang menyembuhkan darah tinggi,
yang diminum beberapa kali lalu penyakit sembuh.
Obat hipertensi hanya mengendalikan tekanan darah.
Penyakit hipertensinya sendiri tidak lantas sembuh. Karena itu,
obat harus diminum terus-menerus. Ini poin penting yang harus
disadari oleh penderita.
Minum obat seumur hidup mungkin terdengar seperti berita
buruk. Akan tetapi, daripada terpaku pada sisi buruknya, kita bisa
169
melihat berita baiknya, yaitu bahwa penyakit ini bisa dikendalikan
sehingga kita bisa hidup sehat, segar bugar sampai usia lanjut.
Sekali lagi, yang dibicarakan di sini adalah standar dalam
ilmu kedokteran modern. Kalau kita bicara dengan standar lain,
katakanlah ilmu pengobatan tradisional, mungkin saja kita akan
mendapat pendapat yang berbeda.
Banyak herbalis, sinse, tabib, dan ahli-ahli pengobatan
tradisional percaya bahwa penyakit darah tinggi bisa disembuhkan
dengan minum obat tradisional tertentu. Tentu saja kita akan sulit
membandingkan kedua pendapat ini karena memang keduanya
menggunakan falsafah yang berbeda dalam menguji kebenaran
sebuah klaim. Kacamata dokter berbeda dengan kacamata yang
digunakan para ahli pengobatan tradisional itu.
Mungkin timbul pertanyaan: apakah tidak berbahaya
minum obat terus-menerus sepanjang hidup? Bukankah kita
dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi obat?
Lagi-lagi, jawaban pertanyaan ini adalah bahwa konsumsi obat
didasarkan pada pertimbangan antara manfaat dan mudarat.
Jika kita minum obat terus-menerus, mungkin kita akan
terkena efek sampingnya. Tapi jika kita tidak minum obat,
mudaratnya dalam jangka panjang akan jauh lebih besar lagi. Jika
tidak dikendalikan, hipertensi justru akan menimbulkan
komplikasi gangguan ginjal, hingga kemungkinan serangan
170
jantung dan stroke. Artinya, manfaat minum obat jauh lebih besar
daripada mudaratnya.
Oleh karena hipertensi masih belum bisa disembuhkan, cara
terbaik menjauhi kutukan minum obat sepanjang hayat adalah
dengan mencegahnya. Mungkin terdengar klise, tapi memang
inilah satu-satunya cara.
Dalam stadium awal, hipertensi mungkin tidak
menimbulkan gejala sama sekali. Ini bisa membuat penderita tidak
menyadari bahwa tekanan darahnya sudah bermasalah. Itu
sebabnya kita sangat dianjurkan untuk rajin memantau tekanan
darah kita walaupun tidak merasakan gejala sakit apa-apa. Dengan
begitu, kalaupun kita mengalami hipertensi, kita bisa
mengetahuinya secara dini sehingga terhindar dari komplikasi
yang berbahaya.
Hipertensi memang gabungan antara kabar buruk dan kabar
baik. Kabar buruknya, penyakit ini sering diderita tanpa disadari.
Tapi kabar baiknya, ia mudah dideteksi secara dini.
Pemeriksaan tekanan darah yang paling baik adalah ketika
kita dalam keadaan santai, seperti ketika kita berada di rumah.
Saat kita berada di ruang dokter, sebagian dari kita kadang merasa
sedikit grogi atau sedikit terengah-engah setelah berjalan. Kondisi
ini bisa menyebabkan tekanan darah kita sedikit naik sehingga
angka yang dihasilkan pun mungkin kurang akurat.
171
Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan
menderita darah tinggi, antara lain:
Usia
Makin tua seseorang, makin berkurang elastisitas pembuluh
darahnya. Hampir semua orang lansia memang mengalami
hipertensi sekalipun mungkin derajatnya berbeda-beda. Pada
kaum hawa, kondisi hipertensi biasanya mulai muncul setelah
menopause (mati haid).
Keturunan
Faktor nasib ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Namun, ini
tidak berarti bahwa anak penderita hipertensi PASTI akan
menderita hipertensi. Hanya saja, peluangnya memang lebih
besar. Dengan pengendalian pola hidup yang baik, bakat
hipertensi ini bisa ditekan sehingga tidak muncul.
Konsumsi garam tinggi
Kandungan utama garam adalah mineral natrium (dalam
bahasa Inggris disebut sodium). Mineral ini akan menyebabkan
air tertahan di pembuluh darah. Makin banyak garam yang
kita makan, makin besar volume cairan darah di pembuluh,
sehingga makin tinggi pula tekanannya.
172
Kegemukan
Makin gemuk seseorang, makin banyak darah yang
dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke jaringan-
jaringan lemak penyebat kegendutan itu. Akibatnya, volume
darah yang mengalir di pembuluh pun makin besar sehingga
tekanannya pun makin tinggi.
Diperkirakan, penambahan berat badan 1 kg di atas berat
badan ideal bisa meningkatkan tekanan darah sekitar 1
mmHg. Jadi, semakin gemuk seseorang, semakin besar
kemungkinannya terkena hipertensi.
Kurang aktif
Pada orang yang kurang bergerak dan jarang berolahraga,
detak jantungnya cenderung lebih cepat dengan tekanan yang
lebih tinggi sehingga tekanan darahnya pun cenderung lebih
tinggi.
Kebiasaan merokok
Di dalam asap rokok terdapat banyak sekali senyawa toksik.
Selain bisa meningkatkan kemungkinan berbagai jenis
penyakit, sebagian toksin itu bisa mempercepat kerusakan
pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh
pun lebih cepat berkurang.
173
Sering stres
Kondisi stres bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah
sesaat. Saat stres reda, tekanan darah kembali normal. Akan
tetapi jika stres berlangsung lama dan berulang-ulang, kondisi
tekanan darah tinggi yang temporer ini bisa menjadi
permanen. Apalagi jika penderita melampiaskan rasa galau
dengan cara banyak makan, banyak begadang, dan merokok,
maka risiko hipertensi permanen bisa menjadi berlipat-lipat.
Kurang tidur
Sama seperti stres, kondisi kurang tidur juga bisa
menyebabkan kenaikan tekanan darah yang sementara.
Tekanan darah akan kembali normal ketika kita kembali
beristirahat dengan cukup. Namun, jika kondisi kurang tidur
berlangsung kronis, kondisi tekanan darah tinggi yang
sementara tadi bisa berubah menjadi permanen.
Kehamilan
Kondisi hamil kadang bisa menyebabkan hipertensi yang
biasanya dikenal dengan preeklamsia. Hipertensi jenis ini
berbahaya bagi janin tapi biasanya akan sembuh dengan
sendirinya setelah si ibu melahirkan.
174
Konsumsi obat tertentu
Sebagian obat jika dikonsumsi dalam jangka lama mungkin
bisa menyebabkan hipertensi, misalnya sebagian pil KB,
sebagian obat flu dan obat migrain. Baca juga Bab Pil KB, juga
Bab PPA dan Pelega Hidung.
Penyakit lain
Beberapa jenis penyakit bisa meningkatkan risiko seseorang
menderita hipertensi, seperti diabetes, gangguan fungsi ginjal,
dan tinggi kolesterol.
Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar
penyebab hipertensi adalah faktor-faktor yang bisa dikendalikan.
Memang ada faktor yang tidak bisa diapa-apakan seperti usia dan
keturunan, tapi sebagian besar lainnya adalah faktor-faktor yang
bisa diubah.
Jenis Obat Hipertensi
Obat hipertensi termasuk kelompok obat resep. Sebaiknya pasien
tidak melakukan pengobatan sendiri. Salah satu alasannya, sering
kali obat hipertensi lebih efektif diberikan dalam bentuk kombinasi
dua macam obat. Dosisnya pun harus benar-benar sesuai
175
kebutuhan. Penentuan jenis dan dosis obat tentu membutuhkan
keahlian dokter.
Di pasar terdapat banyak sekali jenis obat hipertensi. Kalau
diringkas, sebagian besar obat ini bekerja lewat salah satu dari dua
cara, yaitu mengurangi volume cairan darah atau membuat
pembuluh darah lebih longgar. Kadang satu jenis obat saja tidak
efektif. Dalam kondisi itu, dokter mungkin meresepkan lebih dari
satu jenis obat.
1. Mengurangi cairan darah
Obat jenis ini biasa disebut diuretik. Ini istilah untuk obat
yang membuat kita sering buang air kecil. (Akhiran -uretik
berasal dari kata yang sama dengan urine alias air seni.) Pada
saat kita kencing, tubuh mengeluarkan air dan natrium
(garam) sehingga cairan di dalam pembuluh darah pun
berkurang. Karena volume cairan darah berkurang, otomatis
tekanan darah pun ikut berkurang.
Obat Contoh merek dagang
Furosemid Lasix, Farsix, Classic, Diuvar,
Edemin, Furosix, Gralixa,
Impugan, Laveric, Naclex,
Roxemid, Silax, Uresix
176
Sprinolakton Aldactone, Carpiaton, Letonal,
Spirola, Spirolacton
Hidrokolorotiazid/
HCT/hydrochlorothiazide
(Biasanya dikombinasikan
dengan jenis obat
hipertensi golongan lain)
Blopress Plus, Co-Diovan, Co-
Irvebal, CoAprovel, Lodoz,
Lorinid Mite, Micardis Plus,
Olmetec Plus, Rasilez HCT
Selain obat-obat di atas, masih ada banyak lagi jenis obat
golongan diuretik, misalnya amilorid, klortalidon, dan
beberapa lagi. Karena obat-obat ini akan merangsang
produksi air kemih, kita tidak disarankan meminumnya
menjelang tidur kalau tidak ingin sering terbangun karena
kebelet pipis.
2. Melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan
kekuatan jantung dalam memompa darah
Di kelompok ini terdapat banyak sekali jenis obatnya, antara
lain:
Obat Merek dagang
Atenolol Tenormin, Betablok, Hiblok, Internolol,
Farnormin, Lotenac, Nif-Ten, Tenblok, Tenoret,
177
Zumablok, Tensinorm
Propanolol Inderal, Farmadral
Asebutolol Sectral, Sectrazide
Metoprolol Seloken, , Lopresor, Loprolol
Bisoprolol Concor, Lodoz, B-Beta, Beta One, Biscor,
Hapsen, Maintate
Karvedilol Dilbloc, Blorec, Carbloxal, V-Bloc
Kaptopril Capoten, Acendril, Acepress, Capozide,
Captensin, Casipril, Dexacap, Farmoten, Forten,
Inapril, Locap, Lotensin, Metopril, Otoryl,
Praten, Scantensin, Tensicap, Tensobon, Tenovax,
Tensobon, Vapril
Enalapril Meipril, Renacardon, Tenaten, Tenace, Tenazide
Ramipril Triatec, Cardace, Decaparil, Hyperil, Ramixal,
Redutens, Vivace, Tenapril
Lisinopril Zestoretic, Inhitril, Interpril, Linoxal, Noperten,
Nopril, Odace, Tensinop, Tensiphar, Zestril
Losartan Cozaar, Acetensa, Angioten, Hyzaar, Insaar,
Kaftensar, Koinsar, Lifezar, Sartaxal, Tensaar
Irbesartan Aprovel, Co-Irvebal, CoAprovel, Elzar, Fritens,
Irbedox, Iretensa, Irtan, Irtan Plus, Irvell
Kandesartan Blopress, Blopress Plus, Canderin
Telmisartan Micardis, Micardis Plus
Valsartan Co-Diovan, Diovan, Exforge
178
Amlodipin Norvask, A-B Vask, Actapin, Amcor, Amdixal,
Amlocor, Amlogrix, Caduet, Calsivas, Cardicap,
Cardisan, Cardivask, Comdipin, Coveram,
Divask, Dovask, Ertensi, Ethivask, Exforge,
Fulopin, Gensia, Gracivask, Gravask, Hexavask,
Intervask, Lodipas, Lopiten, Lovask, Normetec,
Normoten, Pehavask, Provask, Sandovask,
Stamotens, Tensivask, Theravask, Twynsta,
Vasgard, Zevask
Dan masih amat banyak lagi.
Saat minum obat hipertensi, kita mungkin akan mengalami
efek sampingnya, misalnya batuk, diare, sembelit, sakit kepala,
atau lainnya. Efek samping ini biasanya akan hilang. Meski begitu,
sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kita mengalaminya.
Mungkin saja resep perlu diganti atau dosisnya perlu dikurangi.
Obat Tradisional Antihipertensi
Di Indonesia, terdapat banyak sekali obat tradisional yang
dipercaya bisa mengobati darah tinggi. Sebagian besar adalah
obat-obat herbal. Banyak pasien hipertensi yang
menggunakannya, bahkan kadang mengonsumsinya bersama obat
resep dari dokter.
179
Harus diakui, ilmu kedokteran memang masih belum
banyak berhasil menyingkap sepenuhnya cara kerja obat-obat
tradisional. Karena itu tak heran jika dokter kadang melarang
pasiennya minum obat tradisional bersama dengan obat resep.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah pilihan.
Setiap orang punya hak memilih pengobatan ini. Faktanya
memang banyak obat tradisional yang terbukti bisa menurunkan
tekanan darah sebagaimana obat-obat resep.
Namun, demi alasan keamanan, kalau kita hendak
menggabungkan obat tradisional dengan obat resep, sebaiknya kita
mengomunikasikannya ke dokter. Jika digabungkan begitu saja,
kedua obat ini mungkin saja bisa menyebabkan penurunan
tekanan darah yang terlalu drastis. Pasien mungkin saja sampai
mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Kondisi ini sama
bahayanya dengan hipertensi.
Yang penting untuk dicatat, terapi hipertensi harus bersifat
menyeluruh. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai pula
dengan perubahan pola hidup, pola makan, dan program
olahraga.
Untuk referensi lebih lanjut, silakan kunjungi situs-situs
kesehatan yang tepercaya. Kita tidak akan kesulitan menemukan
situs berbahasa Inggris yang mengulas panjang, lebar, dan dalam
tentang hipertensi. Jumlahnya melimpah ruah. Bahkan mungkin
saja kita sampai bingung memilih karena saking banyaknya.
180
Sayangnya, situs referensi berbahasa Indonesia sepertinya
belum begitu banyak yang mengupas tentang penyakit ini secara
tuntas seperti situs-situs berbahasa Inggris. Sebagai pemandu awal,
Anda bisa berkunjung ke situs yang direkomendasikan oleh
Perhimpunan Hipertensi Indonesia (www.inash.or.id/news.html)
dan Yayasan Jantung Indonesia (www.inaheart.or.id).
181
19
PIL KB
Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis metode
kontrasepsi. Sebetulnya, berdasarkan prinsip umum do no harm,
metode kontrasepsi yang paling aman adalah yang tidak
mengintervensi sistem biologis tubuh. Contohnya, metode pantang
berkala, coitus interruptus (sanggama terputus), dan kondom.
Sayangnya, metode-metode yang sangat mengandalkan
pengendalian diri pihak pria ini sering kali gagal. Sepertinya kaum
adam memang tidak bisa diandalkan dalam urusan pengendalian
dorongan seksual.
Itu sebabnya kita butuh pil KB untuk perempuanyang
lebih bisa diandalkan. Metode ini jauh lebih mudah dan efektif
meski, sayangnya, mengintervensi sistem biologis wanita. Asal
182
dikonsumsi sesuai petunjuk, pil KB bisa mencegah kehamilan
sampai 99%. Bagaimanapun, tetap ada kemungkinan si wanita
hamil tapi kemungkinannya kecil sekali, di bawah 1%.
Secara umum, pil yang berisi hormon ini bekerja dengan
cara mencegah pematangan telur. Kalaupun telur telanjur matang,
pil KB masih bisa bekerja dengan cara merangsang produksi
cairan kental yang menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur.
Kalaupun sperma bisa mencapai sel telur, pil KB masih bisa
bekerja dengan cara membuat sel telur yang sudah dibuahi itu
tidak bisa menempel dan berkembang di rahim.
Konsultasi Dulu ke Dokter
Sekalipun banyak pil KB bisa didapat tanpa resep, wanita calon
pemakai sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter atau setidaknya
ke bidan sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, kandungan hormon
maupun dosis pil KB bervariasi antarmerek. Ada yang hanya
berisi satu jenis hormon, ada pula yang berisi kombinasi dua
hormon.
Produk yang kandungannya sama pun bisa saja dosisnya
berbeda. Karena isi dan dosisnya berbeda-beda, efeknya pun
berbeda-beda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan si wanita.
183
Konseling dan pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan.
Calon akseptor KB harus diperiksa apakah siklus haidnya teratur,
apakah ada benjolan di payudaranya, apakah ada kista di
rahimnya, apakah ada gangguan fungsi liver, apakah ia merokok,
apakah ia menyusui, apakah ia menderita hipertensi, apakah ada
riwayat kanker payudara di keluarganya, dan masih banyak lagi.
Semua faktor di atas akan berpengaruh terhadap pemilihan pil KB.
Konseling ini harus dilakukan untuk mencegah
kemungkinan buruk yang mungkin bisa timbul di belakang hari.
Efek pil KB bisa sangat individual. Pada wanita tertentu, pil KB
bisa menyebabkan peningkatan berat badan, jerawatan, atau naik
turunnya mood, sementara pada wanita lain tidak. Efeknya
mungkin sulit diramal. Itu sebabnya konseling dan pemantauan
oleh dokter atau bidan sangat diperlukan. Sekali lagi,
bagaimanapun juga, pil KB adalah obat yang mengintervensi
tubuh wanita.
Selain itu, pil KB tertentu juga punya efek samping yang
bisa menguntungkan, misalnya mengurangi jerawat, menjadikan
siklus haid lebih teratur, atau bahkan mengurangi gejala sindrom
pramenstruasi (PMS). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan,
calon akseptor bisa memperoleh pil KB yang tepat sehingga
mendapat dua manfaat sekaligus.
Ada kalanya seorang wanita terus-menerus berjerawat.
Sudah memakai bermacam-macam obat, tetap saja jerawatnya
184
membandel. Jerawat kadang justru hilang ketika minum pil KB
tertentu (tidak semua jenis). Dengan berkonsultasi ke dokter atau
bidan, pemakai bisa memilih pil KB yang benar-benar tepat.
Ada juga sebagian wanita yang setiap menjelang haid selalu
mengalami nyeri hebat. Segala macam cara sudah ditempuh tapi
gejala itu tetap berulang tiap kali datang bulan. Nyeri itu baru
hilang justru ketika minum pil KB tertentu. Ini sebagian dari
manfaat lain pil KB yang hanya akan kita dapat kalau kita
berkonsultasi ke dokter lebih dulu.
Minum dengan Disiplin
Tiap kali memperoleh pil KB, dari mana pun, pastikan petunjuk
pemakaiannya ada. Pil KB hanya akan efektif kalau benar-benar
dikonsumsi sesuai petunjuk. Pemakai harus sangat disiplin. Di
Indonesia, pil KB tersedia dalam berbagai satuan. Satu strip bisa
berisi 21, 24, atau 28 pil. Masing-masing memiliki aturan pakai
yang mungkin berbeda-beda. Petunjuk aturan pakai ini harus
diikuti dengan ketat.
Kecuali dinyatakan lain, pil KB pada umumnya disarankan
untuk diminum pada jam yang sama setiap hari, misalnya
menjelang tidur. Konsumsi pada jam yang sama akan menjamin
kadar hormon di dalam tubuh sesuai dengan yang diinginkan.
Agar pemakai tidak lupa, ia bisa memasang alarm di ponsel dan
meletakkan pil KB di tempat yang mudah terlihat.
185
Kapan mulai minum pil? Bagaimana kalau lupa minum satu
atau dua pil? Bagaimana kalau timbul pendarahan? Bagaimana
kalau... dll. Semua pertanyaan seperti ini tidak akan menjadi
persoalan kalau kita memiliki brosur petunjuk penggunaannya.
Pil KB bukan obat yang bekerja seketika, yang begitu
diminum hari ini langsung memberikan efek kontrasepsi pada hari
yang sama. Pil harus diminum beberapa hari dulu sesuai petunjuk
baru bisa memberikan efek perlindungan dari kehamilan.
Di Indonesia, terdapat dua jenis pil KB.
1. Pil KB hormon kombinasi
Berisi dua jenis hormon: progestin dan estrogen. Secara
umum, pil KB jenis ini tidak dianjurkan buat ibu menyusui
karena bisa menurunkan produksi ASI. Selain itu, pil jenis ini
bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan karenanya
tidak dianjurkan buat wanita penderita hipertensi yang
tekanan darahnya belum terkontrol dengan baik.
Wanita yang punya kelainan pembekuan darah juga tidak
dianjurkan minum pil ini. Jika si wanita adalah perokok, ia
harus menyetop kebiasaan merokok lebih dulu sebelum
minum pil KB ini. Pasalnya, kombinasi antara rokok dan pil
KB bisa meningkatkan risiko kanker, serangan jantung, dan
stroke, terutama jika si wanita juga menderita hipertensi.
186
Wanita yang menderita penyakit lever (hati) atau punya
riwayat keluarga penderita kanker payudara juga tidak
dianjurkan minum pil ini dalam jangka panjang. Pasalnya, pil
KB ini mungkin bisa memperparah sakit lever.
Dari fakta-fakta di atas kita bisa melihat bahwa walaupun
ini cuma urusan pil KB, ada banyak faktor yang harus
diperhatikan. Mulai dari tekanan darah, kondisi menyusui,
kebiasaan merokok, sampai gangguan lever.
Kombinasi Nama dagang
Levonorgestrel
Etinilestradiol
(etunilestradiol)
Microgynon, Nordette, Pil KB,
Andalan, Cyclogynon, Planak,
Mikrodiol, Pilkab, Planotab,
Trinordiol
Norgestrel Microdiol
Drospirenon Yaz, Yasmin
Desogestrel Mercilon, Mercilon 28,
Marvelon, Gracial
Siproteron Diane 35, Estelle 35-ED
Gestoden Gynera
Linestrenol Lyndiol, Ovostat
Dari sekian banyak jenis kombinasi di atas, kombinasi
levonorgestrel & etinilestradiol dosis rendah merupakan
187
pilihan pertama dalam hal keamanan. Risiko penggumpalan
darahnya paling rendah dibandingkan yang lain.
Di Indonesia, pil kombinasi siproteron dan etinilestradiol
biasa diresepkan sebagai pil KB sekaligus obat antijerawat.
Siproteron memang bisa mengurangi jerawat yang muncul
akibat ketidakseimbangan hormonal. Namun, sebaiknya
pemakai tidak menggunakannya secara bebas kecuali atas
resep dokter. Sebab, risiko penggumpalan darahnya cukup
tinggi jika dibandingkan dengan kombinasi levonorgestrel &
etinilestradiol. Dokter hanya akan meresepkannya setelah
menimbang berbagai faktor.
Di beberapa negara, kombinasi siproteron dan
etinilestradiol bahkan hanya boleh diresepkan jangka pendek
untuk perempuan dengan masalah jerawat hormonal. Di awal
tahun 2013, penggunaan obat ini di beberapa negara juga
diawasi secara ketat karena risiko penggumpalan darah yang
cukup tinggi.
2. Pil KB hormon tunggal
Berisi satu jenis hormon progestin saja. Biasa disebut minipil.
Secara umum, pil jenis ini aman digunakan ibu menyusui
karena tidak mengganggu produksi ASI. Biasanya di
kemasannya ditulis atau diberi tanda khusus bahwa pil KB ini
188
diperuntukkan buat ibu menyusui. Akan tetapi, begitu si ibu
sudah tidak menyusui bayinya lagi, sebaiknya ia kembali
menggunakan pil KB kombinasi.
Dalam kondisi tidak menyusui, pil KB kombinasi
merupakan pilihan pertama karena lebih efektif. Selain itu pil
KB kombinasi juga bisa membuat siklus haid menjadi lebih
teratur. Adapun pil KB jenis tunggal justru bisa menyebabkan
perubahan pola menstruasi jika dikonsumsi oleh wanita yang
tidak menyusui.
Hormon Merek dagang
Desogestrel Cerazette
Linestrenol Exluton, Andalan Laktasi
Levonorgestrel Microlut
Semua jenis pil KB tidak boleh diminum saat hamil sebab
kandungan hormon pil ini mungkin bisa menyebabkan gangguan
pertumbuhan organ reproduksi janin. Mungkin Anda bertanya:
hamil kok minum pil KB? Hal seperti ini bisa saja terjadi tanpa
disadari.
Seorang wanita yang minum pil KB biasanya akan merasa
yakin (99%) dirinya tidak hamil. Faktanya, mungkin saja ia
189
termasuk ke dalam 1% yang hamil. Apalagi jika ia tidak minum pil
ini secara disiplin. Sehingga, ketika ia telat haid sampai beberapa
bulan, ia mungkin hanya akan menganggap telat haid itu sebagai
gangguan siklus menstruasi biasa. Karena tidak mencurigainya
sebagai kehamilan, ia akan terus minum pil KB. Dalam kondisi
seperti ini, pil KB bisa mengganggu pertumbuhan janin yang tidak
diharapkan itu.
Oleh sebab itu, ketika seorang perempuan tidak datang
bulan dua kali, sebaiknya ia segera melakukan uji kehamilan. Ini
penting untuk memastikan apakah telat haid itu hanya gangguan
pola siklus menstruasi ataukah kehamilan. Jika ia hamil,
pemakaian kontrasepsi harus dihentikan karena hormon dalam pil
KB mungkin bisa mengganggu perkembangan organ reproduksi
janin.
Pro-Kontra
Banyak laporan pro-kontra mengenai efek buruk pil KB. Misalnya,
sebagian peneliti menyatakan pil KB meningkatkan risiko kanker,
tapi peneliti lain malah melaporkan sebaliknya, dan menyatakan
bahwa pil KB jutsru bisa mencegah kanker-kanker jenis tertentu.
Kita harus percaya yang mana?
Sebagai pihak awam yang hanya bisa memercayakan urusan
sepenuhnya kepada para ahli, sebaiknya kita mengambil posisi
190
waspada saja. Selama minum pil KB, sebaiknya pemakai terus
memantau perubahan yang terjadi.
Selain pendapat tentang risiko kanker, ada juga pendapat
lain yang menyatakan bahwa pil KB bisa menyebabkan
kemandulan ketika pemakaian jangka lama dihentikan. Tapi
menurut pendapat yang lebih kuat, pendapat ini tidak benar. Efek
kontrasepsi pil KB bersifat reversibel. Artinya, ketika
pemakaiannya dihentikan, perempuan akan kembali menjadi
subur.
Jika si perempuan tidak kunjung hamil setelah pil KB
disetop, mungkin saja itu memang disebabkan oleh kondisi
kesuburannya sendiri sejak semula. Bukan karena pengaruh pil
KB.
Itu sebabnya, dalam ilmu kesehatan reproduksi, wanita di
atas 25 tahun lebih dianjurkan punya anak lebih dulu, baru ber-
KB. Tentu saja saran ini semata-mata berdasarkan pertimbangan
biologis, tanpa memperhatikan faktor sosial, budaya, atau
ekonomi wanita yang bersangkutan.
Secara biologis, wanita mencapai puncak kesuburan pada
usia sekitar 25 tahun. Melewati usia ini, kesuburan seorang
wanita akan menurun perlahan-lahan. Makin lama wanita
menunda kehamilan, makin berkurang kesuburannya. Bukan
karena pil KB-nya tapi karena faktor usianya.
191
Oleh karena pertimbangan inilah, keputusan menjalani
kontrasepsi selalu harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada
wanita yang belum punya anak. Jangan sampai kontrasepsi
menimbulkan masalah di belakang hari sehingga si wanita
mengalami kesulitan memperoleh keturunan.
192
20
ANTIBIOTIK
Hal pertama yang perlu ditegaskan di bab ini adalah bahwa
antibiotik termasuk obat keras. Obat ini mestinya hanya boleh
didapatkan di apotek dengan resep dokter. Dokter pun mestinya
meresepkan dengan sangat cermat dan hanya menuliskan
antibiotik ketika memang benar-benar dibutuhkan. Jadi, antibiotik
mestinya bukan termasuk obat sehari-hari.
Namun, di Indonesia fakta berbicara lain. Penggunaan
antibitok yang berlebihan sudah menjadi salah satu masalah kronis
kesehatan masyarakat di negara kita. Pemakaian antibiotik secara
berlebihan itu terbukti telah membuat makin banyak bakteri baru
yang kebal dan ganas.
193
Antibiotik adalah obat yang bekerja membasmi bakteri.
Sekali lagi, bakteri. Obat ini hanya efektif untuk penyakit yang
disebabkan oleh bakteri. Kalau penyebabnya virus, obat ini sama
sekali tidak efektif. Bukan hanya mubazir jika diminum, tapi juga
mendatangkan efek merugikan.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus: flu, pilek, serta
sebagian besar batuk, radang tenggorok, dan bronkitis. Memang,
mungkin saja batuk dan radang tenggorok disebabkan oleh bakteri,
tapi sebagian besar gangguan kesehatan ini disebabkan oleh infeksi
virus. (Virus adalah kuman yang ukurannya lebih kecil dari
bakteri).
Contoh infeksi yang disebabkan oleh bakteri: sebagian besar
(tidak semua) infeksi telinga, radang tenggorok yang berat
(biasanya disertai demam dan nyeri), radang hidung yang tidak
sembuh lebih dari dua minggu, infeksi saluran kemih, dan infeksi-
infeksi organ dalam.
Orang awam tentu mengalami kesulitan untuk membedakan
infeksi bakteri, infeksi virus, atau infeksi jamur. Salah obat bisa
saja membayakan kesehatan. Itu sebabnya antibiotik mestinya
tidak dikonsumsi bebas seperti parasetamol. Harus dengan resep
dokter. Aturan pembatasan seperti ini sebetulnya justru untuk
melindungi masyarakat.
Untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus,
antibiotik tidak bermanfaat. Tapi faktanya, di masyarakat kita,
194
antibiotik sangat sering digunakan untuk penyakit-penyakit
macam ini, terutama pada anak-anak.
Kenapa Bakteri Bisa Kebal?
Dalam hal kemampuan bertahan hidup, bakteri punya sedikit
kemiripan dengan manusia. Makhluk renik ini bisa belajar. Ini
bagian dari mekanisme alami untuk mempertahankan diri. Jadi,
bukan manusia saja yang punya kecerdasan. Makhluk-makhluk
renik pun memiliki kemampuan belajar.
Antibiotik ibarat senjata rahasia yang dimiliki manusia
untuk mengalahkan bakteri. Semakin sering kita menggunakan
antibiotik, artinya semakin sering kita menggunakan senjata
rahasia itu. Akibatnya, bakteri lama-lama bisa mempelajari
struktur kimianya. Setelah itu mereka melawan antibiotik itu
dengan cara membuat perisai biologis atau menghasilkan senyawa
kimia yang bisa melumpuhkan antibiotik.
Ini adalah salah satu alasan kenapa kalau kita mendapat
resep antibiotik dari dokter, kita harus menghabiskannya
walaupun kita merasa sudah sehat. Sebab, walaupun kita sudah
merasa sehat, sebetulnya infeksi di dalam tubuh kita belum
sepenuhnya hilang tuntas. Masih ada bakteri yang bersembunyi.
Bakteri ini harus dibasmi sampai tuntas dengan cara kita terus
minum antibiotik sampai habis.
195
Jika bakteri ini tidak dibasmi sampai tuntas, mereka akan
bisa mempelajari struktur kimia antibiotik lalu mengembangkan
mekanisme pertahanan diri sehingga mereka bisa menjadi kebal.
Dalam kondisi infeksi virus, antibiotik justru hanya akan
membasmi bakteri baik di dalam usus. Padahal, bakteri-bakteri
baik ini kita perlukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita.
Hilangnya bakteri baik justru bisa memicu gangguan pencernaan,
misalnya diare.
Pada wanita, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga
bisa memicu infeksi jamur di vagina. Ringkasnya, penggunaan
antibiotik dalam kondisi tidak ada infeksi bakteri justu akan
membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Akibatnya, tubuh akan
menjadi lebih mudah mengalami infeksi.
Makin banyak antibiotik digunakan, akan makin banyak
bakteri yang kebal. Akibatnya, makin banyak infeksi yang sulit
diobati. Dokter akan makin sulit memilihkan antibiotik yang
efektif, dan biaya berobat pun menjadi semakin mahal.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease
Control and Prevention (CDC), sekitar 80% kasus infeksi virus
pada saluran napas atas diobati dengan antibiotik, padahal
sebetulnya sebagian besar infeksi itu tidak memerlukan antibiotik.
Para dokter yang meresepkan antibiotik tidak sepenuhnya salah.
Sering kali mereka melakukannya karena tekanan pasien yang
merasa kurang afdol pulang dari dokter tanpa membawa banyak
196
obat. Jadi, masalah antibiotik ini sudah sedemikian kompleks.
Semua pihak punya andil, mulai dari tenaga kesehatan hingga
konsumen sendiri.
Jika kita terus menggunakan antibiotik secara berlebihan
seperti sekarang, akibat buruknya akan diderita oleh anak-anak
kita nanti. Akan makin banyak bakteri yang kebal, dan makin
mudah anak-anak menderita sakit infeksi. Sekali terkena infeksi,
makin sulit disembuhkan, dan biaya pengobatan pun menjadi
semakin mahal.
Karena itu, sebagai wujud rasa cinta kepada anak-anak kita,
mari kita tinggalkan kebiasaan mengonsumsi antibiotik secara
berlebihan. Usaha mengurangi konsumsi antibiotik haruslah
menjadi program massal, seperti program imunisasi dasar. Harus
melibatkan kesadaran semua pihak, baik konsumen maupun
tenaga kesehatan secara bersama-sama.
Jika makin banyak kuman yang kebal, kita dihadapkan pada
dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, industri farmasi akan
terus-menerus melakukan riset untuk menemukan antibiotik-
antibiotik baru yang otomatis menyebabkan harganya makin lama
makin mahal. Yang satu biji harganya bisa mencapai ratusan ribu
rupiah. Siapa lagi yang akan membayar ongkosnya kalau bukan
konsumen?
Kemungkinan kedua, laju pertumbuhan kuman yang kebal
lebih cepat daripada kemampuan industri farmasi melakukan riset
197
dan menemukan antibiotik baru. Jika ini yang terjadi, kesehatan
anak-anak kita akan dipertaruhkan.
Menggunakan antibiotik secara bebas untuk flu, pilek,
batuk, radang tenggorok yang disebabkan infeksi virus sama
artinya dengan berfoya-foya menggunakan uang tabungan anak
kita. Kita sendiri mungkin tidak langsung menderita akibatnya.
Tapi bisa dipastikan, yang mengalami akibat buruknya adalah
anak-anak kita. Makin banyak kuman ganas yang mengancam
kesehatan mereka.
Jenis-jenis Antibiotik
Kebanyakan orang awam mungkin hanya tahu beberapa nama
generik atau merek antibiotik seperti ampisilin, amoksisilin, Super
Tetra (tetrasiklin), kloramfenikol, dan siprofloksasin. Lima nama
ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan antibiotik yang beredar
di pasar karena jumlah seluruhnya ada puluhan jenis dengan
ribuan merek dagang.
Masing-masing antibiotik memiliki mekanisme kerja yang
berbeda-beda, digunakan untuk jenis bakteri yang berbeda-beda.
Ilmunya terlalu rumit untuk kebanyakan orang. Bahkan para
tenaga kesehatan pun mungkin tidak paham sepenuhnya.
Di bawah ini adalah contoh nama-nama generik dan merek
dagang antibiotik. Penjelasan di bawah ini jangan dijadikan
198
sebagai pedoman melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri).
Cukup jadikan saja sebagai bekal pengetahuan, mungkin suatu
hari kita mendapat resep ini dari dokter. Sebagai konsumen
cerdas, kita harus tahu apa yang kita bayar dan kita minum.
Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan kepada dokter
yang tepercaya. Kalau biaya berobat ke dokter dianggap terlalu
mahal, kita bisa datang ke Puskesmas. Saat ini, layanan
Puskesmassekalipun belum semuanyasudah jauh lebih baik
daripada layanan lima tahun lalu. Biayanya pun relatif murah,
bisa sepersepuluh dari biaya berobat ke klinik atau praktik dokter
swasta.
Jenis-jenis antibiotik di antaranya:
1. Ampisilin
Dulu antibiotik ini termasuk obat yang sangat diandalkan
untuk mengobati berbagai jenis infeksi. Sekarang dokter
jarang meresepkannya lagi karena memang saat ini sudah
banyak sekali bakteri yang kebal dengan ampisilin oleh
karena obat ini terlalu sering digunakan.
Secara umum, obat ini aman digunakan, termasuk bagi
ibu hamil. Meski begitu, ada sebagian kecil orang yang
alergi berat terhadap antibiotik ini. Untuk memastikan alergi
atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes alergi
sebelum memberikannya.
199
Penyerapan obat ini bisa berkurang oleh adanya
makanan di lambung. Itu sebabnya obat ini sebaiknya
diminum dalam keadaan perut kosong, misalnya satu jam
sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Akan tetapi
jika kita merasa mual minum obat dalam keadaan perut
kosong, kita boleh meminumnya bersamaan dengan makan.
Obat Contoh merek dagang
Ampisilin Ampi, Binotal, Kalpicilin,
Sanpicillin, Standacillin
2. Amoksisilin
Obat ini merupakan saudara kandung ampisilin. Struktur
kimianya mirip, juga sama-sama dikembangkan oleh pabrik
farmasi Inggris, Beecham. Amoksisilin merupakan
antibiotik yang paling banyak digunakan di dunia.
Dibanding ampisilin, amoksisilin lebih banyak
digunakan karena sifat kerjanya lebih baik. Penyerapannya
tidak dipengaruhi oleh makanan. Bisa diminum saat perut
kosong maupun saat berisi makanan.
Namun, amoksisilin punya kekurangan dalam hal ia
punya kemungkinan lebih besar menyebabkan diare.
Kadang diare bisa berlangsung lama dan tidak kunjung
200
sembuh walaupun konsumsi amoksisilin sudah dihentikan.
Ini merupakan salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak
gampang melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik.
Merek dagang obat yang berisi amoksisilin jumlahnya
banyak sekali. Sekitar 200 buah. Empat kali lipat jumlah
merek dagang ampisilin. Maklum, obat yang oleh orang
awam disebut amok ini adalah antibiotik yang paling
banyak dikonsumsi. Sebagian besar pabrik farmasi
memproduksinya dengan berbagai merek.
Karena banyaknya kuman yang kebal, sebagian
produk amoksisilin dikombinasikan dengan klavulanat.
Klavulanat juga golongan antibiotik, yang diciptakan karena
amoksisilin makin lama makin tidak ampuh.
Obat Contoh merek dagang
Amoksisilin Amoxil, Amobiotic, Amoxillin,
Amobiotic, Amoxsan, Arcamox,
Bellacid, Corsamox, Dexymox,
Erphamoxy, Ethimox, Farmoxyl,
Ikamoxyl, Intermoxil, Kalmoxillin,
Kimoxil, Lactamox, Lapimox,
Leomoxyl, Moxigra, Opimox,
201
Ospamox, Pritamox, Scannoxyl,
Solpenox, Supramox, Topcillin,
Wiamox
Amoksisilin
& klavulanat
Augmentin, Aclam, Amocom,
Auspilic, Bellamox, Betaclav,
Clabat, Claneksi, Clavamox, Claxy,
Danoclav, Daxet, Dexyclav,
Improvox, Lansiclav, Nufaclav,
Palentin, Surpas, Viaclav, Vulamox
Pusing melihat banyaknya nama dagang di atas? Ini
baru sebagian kecil. Belum semua. Ini adalah gambaran
betapa pasar farmasi Indonesia hiruk-pikuk gegap-gempita
dengan merek dagang.
Sekalipun hingga saat ini amoksisilin masih cukup
sering diresepkan oleh dokter, obat ini sudah mulai
berkurang keampuhannya. Kini makin banyak bakteri yang
kebal terhadap amoksisilin akibat penggunaannya yang
berlebihan. Bahkan, di rumah-rumah sakit, amoksisilin
sekarang sudah mulai jarang dipakai. Di sini, amoksisilin
sudah tak beda jauh dengan tepung terigu.
Sebagai gantinya, dokter sering terpaksa harus
meresepkan generasi terbaru turunan amoksisilin yang
202
harganya selangit. Contoh generasi baru amoksisilin yang
harganya sulit diterima akal adalah meropenem.
Obat Contoh merek dagang
Meropenem Meronem, Merobat, Merofen,
Merosan, Tripenem, Meropex,
Caprenem
Tahu harganya? Benar-benar bikin kantong jebol.
Sebagai perbandingan, amoksisilin satu emplek (satu
setrip) bisa didapat dengan uang beberapa belas ribu rupiah.
Sementara meropenem satu resep bisa mencapai beberapa
juta rupiah. Ini bukti bahwa ongkos mahalnya obat akan
ditanggung oleh konsumen.
3. Tetrasiklin
Ini juga termasuk salah satu antibiotik yang paling banyak
dikonsumsi di Indonesia. Merek dagangnya yang sangat
terkenal: Super Tetra. Beberapa dekade yang lalu, Super
Tetra sampai pernah menjadi obat yang paling banyak
dipalsukan karena saking larisnya di pasar. Sampai-sampai
obat ini sering dipakai untuk luka luar yang mestinya cukup
diobati dengan antiseptik. Karena tetrasiklin terlalu banyak
203
digunakan, saat ini makin banyak bakteri yang kebal
terhadap antibiotik ini.
Salah satu sifat pentingnya, tetrasiklin mudah
berikatan dengan kalsium. Karena itu, tetrasiklin dan semua
turunannya sebaiknya tidak diminum bersama susu dan
semua turunan susu seperti keju, es krim, dan yoghurt.
(Contoh turunan tetrasiklin bisa dilihat di bawah).
Susu banyak mengandung kalsium. Jika diminum
bersama tetrasiklin atau turunannya, maka kalsium ini akan
berikatan dengan inti tetrasiklin dan mengurangi
penyerapannya di usus.
Tidak itu saja, tetrasiklin juga bisa berikatan dengan
kalsium di gigi dan tulang yang sedang dalam masa
pertumbuhan. Itu sebabnya golongan obat ini tidak boleh
dikonsumsi oleh ibu hamil, bayi, atau anak-anak yang
masih mengalami tumbuh gigi.
Bagi si ibu sendiri, tetrasiklin tidak berbahaya.
Bahayanya terjadi pada janin. Begitu berikatan dengan
kalsium gigi atau tulang, tetrasiklin dan turunannya akan
membuat massa kalsium gigi atau tulang itu menjadi cokelat
permanen.
Tetrasiklin juga bisa berikatan dengan aluminium. Itu
sebabnya obat golongan ini sebaiknya tidak diminum
bersama obat mag yang berisi garam aluminium.
204
Obat Contoh merek dagang
Tetrasiklin Super Tetra, Dumocycline,
Ikacycline, Soltralin, Tetrin,
Tetrasanbe
Saat ini tetrasiklin sudah jarang diresepkan dokter
karena sudah banyak bakteri yang kebal. Yang biasa
diresepkan adalah turunan tetrasiklin generasi yang lebih
baru.
Ada banyak jenis turunan tetrasiklin. Biasanya nama
generasi baru tetrasiklin ini berakhiran -siklin seperti
doksisiklin dan minosiklin.
Obat Contoh merek dagang
Doksisiklin Vibramycin, Dohixat, Dotur,
Doxacin, Doxicor, Dumoxin,
Interdoxin, Siclidon, Viadoxin
4. Kloramfenikol
Antibiotik ini dulu merupakan obat pilihan pertama untuk
infeksi demam tifoid (sakit tifus). Tapi karena obat ini
205
terlalu sering diminum secara bebas, makin banyak kuman
yang kebal.
Sekarang pada sebagian pasien, obat ini sudah bukan
pilihan pertama lagi untuk infeksi tifus. Yang sekarang lebih
banyak digunakan untuk obat tifus adalah turunannya,
seperti tiamfenikol, atau antibiotik golongan lain.
Obat Contoh merek dagang
Kloramfenikol Chloramex, Cloramidina, Colme,
Colsancetine, Combicetin, Fenicol,
Grafacetin, Kalmicetine,
Kemicetine, Lanacetine
Tiamfenikol Biothicol, Cetathiacol, Conucol,
Corsafen, Dexycol, Genicol,
Kalticol, Lacophen, Lanacol,
Nilacol, Nufathiam, Opiphen,
Promixin, Solathim, Thiamet,
Thiamfilex, Thiamika, Thiamycin,
Urfamycin
Pada sebagian kecil orang, kloramfenikol (dan
turunannya) bisa menyebabkan efek buruk gangguan sumsum
tulang belakang. Ini alasan lain, kenapa sebaiknya kita tidak
206
menggunakan obat ini kecuali atas resep dokter. Obat ini juga
bisa mengganggu kesehatan janin, sehingga tidak disarankan
buat ibu hamil.
5. Siprofloksasin
Obat ini dulu termasuk antibiotik kelas berat. Kuman-
kuman yang sudah kebal terhadap ampisilin, amoksisilin,
dan tetrasiklin kadang masih bisa dibasmi dengan
siprofloksasin, terutama untuk kasus infeksi saluran kemih.
Namun, kelas antibiotik ini makin lama makin turun.
Karena terlalu sering digunakan secara bebas, sekarang
antibiotik ini turun kelas menjadi kelas menengah atau
bahkan kelas ringan. Kini makin banyak kuman yang kebal
terhadap siprofloksasin.
Jika penggunaan obat ini tidak kita batasi, apa yang
terjadi di Thailand sangat mungkin terjadi pula di
Indonesia. Di negara itu, banyak kejadian infeksi penyakit
menular seksual. Untuk mengobati infeksi ini, orang-orang
menggunakan siprofloksasin secara bebas.
Karena saking seringnya antibiotik ini digunakan,
banyak bakteri yang kebal. Kondisi ini diperparah oleh
penggunaan siprofloksasin yang luas di bidang peternakan.
Akibatnya, obat ini sudah bukan lagi pilihan pertama untuk
infeksi saluran kemih.
207
Bukan itu saja, kuman penyebab diare pun banyak yang
kemudian kebal dengan obat ini. Ini bukti bahwa kebiasaan
masyarakat dalam konsumsi antibiotik sangat berpengaruh
terhadap keampuhannya.
Selain masalah resistensi, siprofloksasin juga sebaiknya
tidak digunakan secara bebas karena mungkin bisa
menyebabkan gangguan jaringan sendi.
Untuk mengatasi banyaknya kuman yang kebal, juga
untuk memperbaiki sifat antibiotik ini, diciptakanlah turunan-
turun siprofloksasin. Sebagian besar namanya juga berakhiran
-floksasin, seperti norfloksasin, ofloksasin, lefofloksasin,
moksifloksasin, dsb.
Termasuk salah satu antibiotik dengan tingkat konsumsi
tertinggi di dunia, siprofloksasin pun memiliki puluhan nama
merek dagang. Tak kurang dari enam puluh buah.
Obat Contoh merek dagang
Siprofloksasin Bactiprox, Baquinor, Bernoflox,
Cetafloxo, Ciflos, Ciprec,
Ciprobiotic, Ciproxin, Civell,
Corsacin, Etacin, Floxbio, Floxigra,
Hexiquin, Interflox, Lapiflox,
208
Phaproxin, Poncoflox, Proxcip,
Proxitor, Qinox, Quamiprox,
Quidex, Quinobiotic, Renator,
Scanax, Zumaflox
Baru Empat Dekade
Dibandingkan antibiotik-antibiotik lain, siprofloksasin
sebetulnya masih belum lama beredar. Sebagai gambaran,
ampisilin dikembangkan oleh pabrik farmasi Beecham Inggris
tahun 1961.
Amoksisilin juga dikembangkan oleh Beecham, tahun
1972. Tetrasiklin bahkan sudah dipatenkan oleh Pfizer, pabrik
farmasi Amerika, tahun 1952. Kloramfenikol dikembangkan
oleh dua industri farmasi Amerika, Parke-Davis, tahun 1949.
Ampisilin sudah beredar lima dekade, amoksisilin empat
dekade, tetrasiklin dan kloramfenikol sudah enam dekade.
Sementara siprofloksasin baru dipatenkan oleh Bayer,
perusahaan farmasi Jerman, tahun 1986. Artinya, belum tiga
dekade sampai saat ini. Sungguh disayangkan, obat yang
belum berumur tiga dekade harus kehilangan keampuhannya
hanya karena penggunaannya yang berlebihan.
209
Dari fakta di atas, kita bisa melihat, antibiotik makin
lama makin tidak ampuh. Ini berbeda dengan obat golongan
lain, katakanlah parasetamol. Sejak ditemukan di akhir abad
ke-19, lalu dipasarkan secara luas tahun 1953 oleh perusahaan
farmasi Amerika, Sterling-Winthrop, sampai sekarang pun
keampuhan parasetamol tak berubah. Sekalipun sudah
digunakan secara luas di seluruh dunia selama enam dekade,
sampai sekarang parasetamol masih tetap efektif ebagai obat
sakit kepala.
Selain beberapa antibiotik di atas, masih ada puluhan lagi
antibiotik yang beredar di Indonesia dengan ratusan merek
dagang. Di antaranya: sefadroksil, sefuroksim, sefotiam,
sefotaksim, seftriakson, sefaklor, streptomisin, gentamisin,
tobramisin, klindamisin, mikonazol, ketokonazol, flukonazol,
itrakonazol, metronidazol, vankomisin, eritromisin, spiramisin,
roksitromisin, klaritromisin, azitromisin, amfoterisin, nistatin,
tobramisin, dst.
Bingung membaca nama-nama itu? Ini baru nama generik,
belum nama dagangnya yang jumlah totalnya mencapai ratusan.
Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan sepenuhnya kepada
dokter yang tepercaya.
Jika kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari
antibiotik, lalu apa yang bisa kita lakukan apabila sakit? Untuk
210
sakit-sakit ringan seperti demam, flu, pilek, batuk, dan radang
tenggorok, sariawan, silakan baca di bab-bab yang berkaitan.
Pedoman Umum Minum Antibiotik
Minum sampai habis. Jangan hentikan walaupun kita sudah
merasa sembuh. Saat kita merasa sembuh, sebetulnya mungkin
saja infeksinya belum betul-betul terbasmi. Masih ada kuman
yang bertahan. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas
supaya tidak menimbulkan resistensi.
Usahakan minum antibiotik dengan jarak waktu yang
sama. Misalnya, kita harus minum antibiotik tiga kali sehari.
Usahakan minum obat ini dengan jarak 7-8 jam, misalnya
pukul 06.00 (sehabis bangun tidur), pukul 13.00 (setelah
makan siang), lalu pukul 20.00 (saat akan tidur). Bukan,
misalnya, pukul 08.00, pukul 12.00, dan pukul 17.00. Aturan
umum ini sebetulnya juga berlaku untuk kebanyakan obat
lainnya. Untuk antibiotik, aturan ini perlu lebih ditekankan.
J ika Anda lupa minum satu dosis, segera minum begitu
ingat. Jika Anda lupa dua kali dosis, jangan minum dosis
ganda ketika ingat. Cukup minum dosis terakhir. Misal, Anda
211
harus minum antibiotik sehari tiga kali. Karena kesibukan
kerja, Anda lupa minum dosis siang dan malam hari dan baru
ingat saat akan tidur pukul 22.00. Jika itu yang terjadi, segera
minum dosis malam. Cukup dosis malam saja. Dosis siang
tidak usah diminum untuk menghindari kemungkinan
overdosis.
212
21
REBRANDING
OBAT GENERIK
Setali pembeli kemenyan, sekupang pembeli ketaya
Sekali lancung keujian, seumur hidup orang tak percaya
------
Pantun Melayu lawas di atas barangkali masih bisa memberi
gambaran yang pas terhadap masalah sosialisasi obat generik di
Indonesia saat ini. Sekalipun sudah lebih dari dua dasawarsa
kebijakan ini diterapkan di Indonesia, masih saja banyak kalangan
213
yang enggan menggunakannya. Alasannya klasik: harga obat
generik memang murah tapi khasiatnya masih diragukan.
Bukan hanya masyarakat awam yang berpandangan seperti
ini. Sebagian dokter pun berpandangan serupa dan enggan
meresepkan obat generik. Kalau dokter saja menganggap obat
generik tidak efektif, tentu ini sebuah masalah serius karena tenaga
kesehatan adalah ujung tombak sosialisi program ini. Laporan
dokter tentang obat generik yang tidak ampuh bukan satu atau dua
tapi cukup banyak. Kalau mau tahu pendapat langsung para
dokter tentang obat generik, silakan lihat arsip milis Dokter
Indonesia. (Milis ini hanya khusus untuk dokter tapi arsipnya bisa
diakses siapa saja.)
Kita memang tidak bisa membuat sebuah kesimpulan umum
berdasarkan testimoni orang per orang. Akan tetapi, banyaknya
laporan tersebut setidaknya membuat kita layak bertanya: jangan-
jangan memang benar bahwa di pasaran ada banyak produk obat
generik yang tidak ampuh. Bagaimanapun, ketidakpercayaan
sebagian dokter dan masyarakat tentu harus dijadikan bahan
introspeksi oleh Pemerintah dan industri farmasi, bukannya
sekadar dianggap angin lalu atau dicela sebagai alasan yang
mengada-ada.
Mengapa dokter tidak percaya? Pertanyaan ini perlu dijawab
lebih dulu sebelum mencari jawaban dari pertanyaan berikutnya:
Mengapa dokter enggan meresepkannya? Dua pertanyaan ini bisa
214
saja memberi jawaban yang berbeda. Untuk menjawab pertanyaan
pertama, kita harus melihat dulu sejarah penerapan kebijakan obat
generik di Indonesia.
Kebijakan ini diterapkan Pemerintah tahun 1989 dengan
tujuan mulia, yaitu ingin melindungi masyarakat dari biaya obat
yang dianggap terlalu tinggi. Harga obat paten dan obat bermerek
dianggap terlalu mahal sehingga menyebabkan biaya kesehatan
menjadi tidak terjangkau oleh banyak orang. Motif industri
farmasi untuk mengeruk keuntungan besar telah membuat harga
obat tidak berpihak kepada konsumen.
Untuk menurunkan harga, Pemerintah kemudian
menerapkan kebijakan Obat Generik Berlogo (OGB, yang dalam
bahasa sehari-hari kita sebut obat generik saja). Perusahaan-
perusahaan farmasi dalam negeri didorong untuk memproduksi
obat-obatan yang isinya sama dengan obat paten, efektivitasnya
sama, tapi harganya jauh lebih murah. Pada saat yang sama, para
dokter, terutama di rumah sakit pemerintah, pun diinstruksikan
untuk meresepkan obat generik buat pasien.
Tapi usaha ini ternyata tak mudah. Sebagian masyarakat
pihak yang hendak dilindungi ituternyata justru merupakah
pihak yang paling sulit diyakinkan. Begitu juga sebagian kalangan
dokter. Mereka beralasan, obat generik tidak ampuh.
Benarkah klaim itu?
215
Sebelum bicara tentang perbedaan jenis obatnya, kita
mungkin perlu bersikap kritis lebih dulu terhadap klaim ampuh
atau tidak ampuh. Sebagai contoh, mari kita perhatikan ilustrasi
berikut: Pasien minum obat G di hari pertama dan kedua tapi
gejala sakitnya tidak berkurang. Lalu ia minum obat P di hari
ketiga dan keempat, dan gejala sakitnya berkurang. Ia merasa
sembuh lalu menyimpulkan bahwa obat G tidak ampuh dan
obat P ampuh.
Secara metodologis, kesimpulan seperti ini mungkin saja
tidak tepat. Sebab, kita tidak tahu, mungkin saja proses
pengobatan sudah dimulai di hari pertama atau kedua saat ia
minum obat G. Lalu progres itu mencapai puncaknya di hari
ketiga dan keempat ketika ia minum obat P. Kesimpulan yang
paling tepat adalah bahwa kita tidak bisa membuat kesimpulan
karena kita tidak tahu apa yang sebetulnya terjadi di dalam tubuh.
Kita hanya bisa menduga-duga.
Akan tetapi, jika banyak sekali orang mengalami hal yang
sama dan membuat dugaan yang sama, apalagi mereka adalah
para dokter yang tahu konsep evidence-based medicine, artinya
kita memang layak bertanya tentang efektivitas obat G itu.
Efektivitas obat generik memang masalah klasik yang
banyak diperdebatkan. Bukan hanya di Indonesia tapi juga hampir
di seluruh dunia. Bahkan, negara dengan regulasi farmasi yang
216
ketat seperti Amerika Serikat pun sempat menghadapi masalah
serupa sampai di tahun 1990-an.
Lalu apa yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika? Selain
kampanye gencar kepada pengguna, Pemerintah Amerika juga
meningkatkan pengawasan kepada produsen. Sebagai bentuk
quality assurance, sejak tahun 1999 Food and Drug
Administration (FDA, Badan Pengawas Makanan dan Obat
Amerika) mewajibkan semua produsen obat generik melakukan
uji bioekivalensi. (Baca publikasi FDA From Test Tube to Patient:
Improving Health Through Human Drugs.)
Dalam uji ini, obat generik dibandingkan langsung dengan
obat paten. Keduanya sama-sama diperiksa kandungan dan
kualitasnya di laboratorium. Setelah itu, kedua obat tersebut juga
diminumkan kepada sukarelawan, lalu kadar obat di dalam darah
mereka diperiksa. Jika keduanya setara, barulah obat generik itu
dinyatakan layak beredar di pasar.
Audit terhadap industri farmasi juga diperketat. FDA
tercatat beberapa kali memberi peringatan bahkan penarikan
produk obat generik perusahan-perusahaan multinasional seperti
Ranbaxy, Apotex, dan Teva. Di pasar internasional, perusahaan-
perusahaan ini terkenal sebagai pemasok obat generik dengan
harga murah. Pabrik-pabrik farmasi Indonesia pun banyak yang
mengimpor dari mereka.
217
Kewajiban uji bioekivalensi dan kontrol ketat terhadap
industri farmasi ini terbukti bisa membuat reputasi obat generik
meningkat. Para dokter tak lagi ragu-ragu meresepkannya karena
memang obat ini telah menjalani uji bioekivalensi. Uji ini
memastikan bahwa obat generik memang sama efektifnya
dibandingkan obat paten. Memang, obat generik tetap tidak bisa
100% sama dengan obat paten. Berdasarkan review FDA terhadap
2.070 hasil uji bioekivalensi sampai tahun 2007, obat generik
berbeda sekitar 3,5% dari obat paten. Sekalipun ada perbedaan,
kedua jenis obat ini secara terapetik dianggap sama karena sama-
sama efektif.
Dengan adanya uji bioekivalensi ini, sekarang di negara
"Uak Sam" itu, sekitar 70-80% isi resep dokter adalah obat generik.
Padahal, Amerika adalah negara yang memiliki paling banyak
perusahaan farmasi penemu obat paten seperti Pfizer, Abbott
Labs, Merck & Co, Wyeth, Eli Lilly, Bristol-Myers Squib, dll.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Pada masa dasawarsa pertama penerapan kebijakan obat
generik, harus diakui bahwa kualitas sebagian (bukan sebagian
besar) obat generik memang masih diragukan. Pemerintah
sebetulnya sudah mewajibkan semua produsen obat generik untuk
mematuhi aturan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Namun, tak bisa diingkari bahwa di pasaran masih dijumpai obat
generik yang kualitasnya di bawah standar.
218
Di internet, kita masih bisa menemukan arsip penelitian-
penelitian tentang obat generik yang kualitasnya tidak sebanding
dengan obat paten. Dua di antaranya di sini dan di sini. Sebagian
besar produk generik sebetulnya sudah memiliki kualitas yang
setara dengan dengan obat paten. Akan tetapi, dalam hal reputasi,
selalu berlaku peribahasa Minangkabau, Dek nilo satitiak, rusak
susu sabalango. Beberapa produk obat generik yang kualitasnya
buruk itu telah merusak citra keseluruhan obat generik.
Bagaimanapun, obat adalah produk dagang, dan industri
farmasi punya orientasi terhadap laba. Sementara, harga eceran
tertinggi obat generik ditentukan oleh Pemerintah sehingga
perusahaan-perusahaan farmasi itu tidak bisa menentukan harga
jual sesuai kalkulator mereka. Untuk menyiasati margin
keuntungan yang lebih tipis ini, pabrik-pabrik farmasi harus
berhemat dalam produksi. Mungkin saja dalam penghematan itu
ada sebagian unsur kualitas obat yang dikorbankan tanpa sengaja,
misalnya membeli bahan baku obat dari pemasok yang kurang
menjamin kualitasnya.
Dalam hal ini, Pemerintah tentu tak bisa mengawasi semua
hal yang terkait produksi obat, mulai dari pembelian bahan baku,
produksi, pengendalian mutu, dan seterusnya. Yang bisa
dilakukan oleh Pemerintah sebatas sertifikasi CPOB dan pengujian
produk jadi.
219
Apalagi saat itu Pemerintah juga belum mewajibkan uji
bioekivalensi buat produk obat generik karena biayanya yang
cukup mahal. Yang diwajibkan saat itu baru sebatas uji-uji yang
murah dan mudah dilakukan di laboratorium tanpa menggunakan
sukarelawan, seperti uji disolusi terbanding.
Dalam uji disolusi ini, obat generik diperiksa kecepatannya
terlarut di dalam larutan simulasi mirip cairan lambung. Tapi uji
ini hanya dilakukan di dalam tabung kaca di laboratorium, tidak
dengan cara diminumkan kepada sukarelawan. Jadi, tidak bisa
menggambarkan keadaan sesungguhnya ketika obat diminum oleh
pasien.
Karena kontrol kualitas obat generik saat itu masih belum
begitu bagus, mudah dipahami jika dokter masih menemukan obat
generik yang tidak efektif. Inilah yang kemudian membuat mereka
sangsi terhadap slogan iklan OGB, Kita kan tidak makan
mereknya.
Sekalipun semua produsen obat generik sudah memperoleh
sertifikat CPOB, kemampuan masing-masing pabrik itu dalam
membuat formula yang bagus tentu saja tidak sama. Walaupun
kandungan dua produk sama-sama amoksisilin 500 mg, bisa saja
keduanya memiliki sifat pelarutan dan penyerapan yang berbeda
jika formulasinya berbeda, jenis kristal zat aktifnya berbeda, atau
proses produksinya berbeda.
220
Untuk memperbaiki kekurangan ini, Pemerintah kemudian
menerapkan kebijakan seperti yang dilakukan oleh FDA, yakni
kewajiban uji bioekivalensi. Uji disolusi di dalam tabung saja tidak
cukup. Obat generik harus diuji pada manusia. Maka sejak tahun
2005, Pemerintah mewajibkan para produsen obat-obat generik
untuk melakukan uji bioekivalensi pada produk-produk yang
memang harus dibandingkan bioekivalensinya.
Sejak kebijakan uji bioekivalensi ini diterapkan, sebetulnya
keseragaman kualitas obat generik di pasaran menjadi semakin
baik. Pelaksanaan kebijakan ini memang tidak bisa seketika.
Hingga saat ini pun belum semua produk obat generik dilengkapi
uji bioekivalensi. Tapi secara umum keseragaman kualitas obat
generik dalam lima tahun terakhir sudah jauh lebih baik daripada
dasawarsa yang lalu.
Sayangnya, mindset bahwa obat generik adalah obat murah
dan murahan yang sudah telanjur tertanam belasan tahun
memang tidak mudah untuk diubah. Ini bukti bahwa jika
Pemerintah dan industri farmasi lancung keujian dan gagal
menjamin efektivitas obat generik, bisa jadi seumur hidup
masyarakat akan sulit percaya.
Perlu usaha keras dan sungguh-sungguh untuk membuat
orang yang tidak percaya menjadi percaya. Maka jika selama ini
kampanye obat generik lebih menekankan logika harga murah,
221
sudah saatnya kampanye sekarang lebih menekankan pada bukti
uji bioekivalensi.
Para dokter dan tenaga kesehatan adalah orang-orang
terdidik yang terbiasa berpikir rasional dengan landasan bukti
ilmiah. Logika harga murah saja tidak cukup kalau tidak disertai
dengan bukti ilmiah bahwa obat generik memang sungguh-
sungguh sama efektifnya dengan obat paten. Jika bukti ilmiah dari
laboratorium independen yang terakreditasi sudah ada, tapi tenaga
kesehatan masih tetap enggan menggunakannya, barangkali
memang masalahnya bukan kepercayaan.
Sebagian tenaga kesehatan mungkin lebih suka
menggunakan obat bermerek karena alasan keuntungan yang
didapat dari produsennya. Ini tentu bukan bab obat generik tapi
bab kode etik. Yang jadi persoalan adalah ketika tenaga kesehatan
meragukan efektivitas obat generik. Sebab, mereka adalah pihak
yang bersentuhan langsung dengan pasien. Mereka lebih tahu
fakta di lapangan. Sekalipun Pemerintah mengampanyekan obat
generik dijamin efektif, mereka tak akan mudah percaya jika
ternyata di lapangan mereka menjumpai fakta yang sebaliknya.
Ketidakpercayaan adalah masalah persepsi. Dan, seperti
kata para psikolog, persepsi bisa saja berangkat dari fakta,
sekalipun bisa juga hanya berdasarkan syakwasangka. Apa pun
penyebabnya, fakta ataupun prasangka, keduanya bisa dilawan
dengan satu senjata, yaitu bukti ilmiah uji bioekivalensi.
222
Obat Generik Sejati vs. Semu
Jika kita melihat sejarah perkembangan obat di dunia, sebetulnya
kita akan lebih mudah memahami kenapa kebijakan obat generik
adalah sebuah keharusan, lebih-lebih di Indonesia, negara dengan
penduduk seperempat miliar yang sebagian besar dari mereka
belum dilindungi asuransi kesehatan.
Bagaimanapun juga, produk obat adalah produk dagang.
Medicine is business. Big business. Hukum dagang berlaku di sini.
Perusahaan-perusahaan besar farmasi dunia berinvestasi miliaran
dolar, melakukan riset bertahun-tahun untuk menemukan obat
baru. Begitu obat ini ditemukan, mereka akan memanen investasi
dari penjualan obat tersebut.
Sebagai penghargaan terhadap kekayaan intelektual,
perusahaan penemu obat akan memegang hak paten yang
membuatnya bisa memonopoli penjualan obat tersebut di seluruh
dunia. Selama masa paten itu belum kedaluwarsa, tak ada
perusahaan lain yang boleh memproduksi dan menjual obat itu.
Contoh gampang adalah amoksisilin. Antibiotik ini
ditemukan tahun 1972 oleh Beecham, perusahaan farmasi Inggris
yang sekarang menjadi GlaxoSmithKline. Beecham memberi
nama dagang obat ini Amoxil. Amoxil inilah yang dalam ilmu
farmasi disebut sebagai obat paten (kadang disebut inovator,
223
originator, atau pioner). Selama sepuluh tahun, Beecham
menangguk keuntungan dari monopoli penjualan amoksisilin di
seluruh dunia.
Baru ketika masa patennya kedaluwarsa di tahun 1982,
perusahaan-perusahaan farmasi lainnya berlomba-lomba membuat
versi generiknya. Dalam terminologi ilmu farmasi, semua produk
yang mengandung amoksisilin selain Amoxil dianggap sebagai
obat generik. Jadi, yang namanya obat paten sebetulnya hanya
satu merek, yaitu Amoxil saja. Semua produk amoksisilin selain
Amoxil adalah obat generik (biasa disebut juga me-too product).
Di Indonesia terdapat banyak sekali merek dagang obat
yang mengandung amoksisilin. Jumlahnya sekitar dua ratus
merek! Maklum, amoksisilin termasuk antibiotik yang paling laris
sehingga semua industri farmasi berlomba-lomba
memproduksinya. Oleh orang Indonesia, obat-obat generik
bermerek ini sering disebut sebagai obat paten. Jelas sekali
penyebutan ini mengaburkan definisi obat paten karena sejatinya
produk-produk itu adalah obat generik. Hanya saja, produk
generik itu diberi merek dagang. Obat generik semu!
Harga obat-obat generik bermerek ini lebih murah daripada
obat paten karena memang pabrik-pabrik obat generik ini tidak
perlu berinvestasi miliaran dolar untuk melakukan penelitian
sendiri. Meski sudah cukup murah, tetap saja harga ini masih
belum berpihak kepada konsumen.
224
Produksi obat generik bermerek ini masih melupakan esensi
kebijakan paten, yaitu bahwa setelah masa paten kedaluwarsa,
obat itu menjadi milik masyarakat luas. Dalam produk obat
bermerk, masih banyak komponen harga yang mestinya bisa
dipangkas sehingga tidak perlu dibebankan kepada konsumen,
misalnya biaya promosi, biaya kemasan yang hanya berfungsi
pencitraan tanpa nilai fungsional, atau bahkan margin
keuntungan yang terlalu besar.
Atas alasan inilah Pemerintah kemudian membuat
kebijakan Obat Generik Berlogo (OGB, produk obat tanpa merek
dagang yang diberi nama sesuai dengan kandungan generiknya).
OGB inilah yang biasa kita sebut sehari-hari sebagai obat generik
tanpa embel-embel. Harga OGB ini bisa amat sangat jauh lebih
murah sampai sepersepuluh bahkan seperdua puluh dari harga
obat paten maupun obat generik bermerek! Lewat kebijakan OGB
ini, perusahaan farmasi tetap bisa memperoleh keuntungan wajar
tanpa membebani konsumen dengan biaya-biaya yang tidak perlu.
Jadi, dari latar belakang ini kita bisa melihat bahwa
kebijakan OGB adalah upaya untuk melindungi masyarakat dari
biaya kesehatan yang mahal. Sungguh sayang jika konsumen yang
hendak dilindungi itu justru merupakan pihak yang paling kuat
menolak OGB hanya karena mereka tidak percaya dengan
kualitasnya.
225
Di dasawarsa ketiga ini, kebijakan OGB di Indonesia
menjadi lebih penting lagi mengingat negara kita akan
menerapkan sistem jaminan sosial nasional. Penggunaan obat
generik sejati (OGB) jelas akan menghemat banyak anggaran.
Sebagai gambaran pembanding, penggunaan obat generik di
Amerika diperkirakan bisa menghemat anggaran hingga US$ 200
miliar (sekitar Rp 2.000 triliun) dalam setahun.
Di negara kita saat ini, penggunaan OGB baru mencapai
10%. Porsi terbesar masih ditempati oleh obat generik bermerek.
Sukses tidaknya kebijakan obat generik sangat ditentukan oleh
semua pihak, mulai dari Pemerintah, industri farmasi, tenaga
kesehatan, hingga masyarakat luas. Karena sebagian produk obat
generik selama ini telanjur dianggap lancung keujian, maka
adalah tugas Pemerintah dan industri farmasi untuk benar-benar
memastikan bahwa dengan kewajiban uji bioekivalensi, semua
produk obat generik yang beredar di pasar memiliki efektivitas
yang sama dengan produk obat paten.
Pengawasan terhadap produsen obat generik harus lebih
ditingkatkan. Jika perlu, Badan POM harus proaktif melakukan
sampling obat generik di pasaran kemudian melakukan semua uji
yang diperlukan secara independen, terutama untuk produk-
produk yang dicurigai tidak memenuhi standar. Dengan begitu,
masyarakat tidak hanya mendapat informasi dari perusahaan
farmasi tapi juga dari lembaga pengawas.
226
Pada saat yang sama, para tenaga kesehatan harus
mendapat akses mudah untuk melihat hasil uji bioekivalensi obat
generik itu sehingga mereka tidak ragu lagi meresepkannya. Dan
konsumen, sebagai pihak yang paling berhak menentukan pilihan,
harus mendapat refreshing pemahaman baru tentang OGB.
Bagaimanapun, konsumen adalah pihak yang paling berkuasa.
Meskipun dokter meresepkan obat paten yang mahal, pada
akhirnya konsumenlah yang paling berhak menentukan pilihan.
Permenkes tentang Obat Generik menyebutkan dengan
jelas: Apoteker dapat mengganti obat merek dagang/obat paten dengan
obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain
atas persetujuan dokter dan/atau pasien. Walaupun dokter
meresepkan obat paten atau obat bermerek, pasien berhak
meminta versi generiknya di apotek. Generik sejati alias OGB.
OGB yang sesuai standar adalah obat yang memenuhi
semua kriteria obat sejati, yaitu aman, ampuh, dan... murah.
Selisih harga yang jauh antara OGB terhadap obat paten atau obat
generik bermerek bukan sekadar soal mampu atau tidak mampu
bayar. Masyarakat Amerika saja, yang daya belinya lebih tinggi
dari masyarakat Indonesia, lebih banyak menggunakan obat
generik. Ini soal kepercayaan masyarakat dan kewajiban negara
menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau.
Kalaupun toh, andaikata, umpamanya, misalkan... sampai
hari ini masih ada produk OGB yang dicurigai berkualitas rendah
227
di pasaran, mestinya nila setitik itu tidak menjadi alasan untuk
menolak obat generik sebelanga. Sebagai konsumen yang kritis,
kita bisa mengomunikasikan temuan kita ke dokter atau apoteker
yang akan meneruskannya ke organisasi profesi, atau bisa juga
langsung ke Badan POM, Kementerian Kesehatan, atau lembaga
perlindungan kosumen.
Dengan cara itu, masyakarat bisa ikut membantu
Pemerintah memperbaiki kekurangan dalam hal pengawasan
OGB, sehingga semua obat generik benar-benar menjadi obat
generik tulen: betul-betul ekivalen dengan obat paten.
228
22
OBAT
BUAT IBU HAMIL
Obat sejatinya adalah racun. Racun yang punya manfaat.
Kita terpaksa minum obat karena satu alasan: manfaatnya lebih
besar daripada mudaratnya. Ini adalah prinsip utama yang harus
kita pegang setiap kali minum obat.
First, do no harm. Perkara manjur atau tidak, itu urusan
nomor dua. Perkara pertama yang harus benar-benar diperhatikan
adalah apakah obat itu aman ataukah tidak. Aman dulu, baru
berkhasiat. Urutannya harus begitu, tidak boleh dibalik. Itu
229
sebabnya dalam penelitian obat, toxicity test (uji keamanan) lebih
didahulukan daripada efficacy test (uji khasiat).
Penelitian tentang obat biasanya dilakukan terhadap hewan
coba lebih dulu. Jika terbukti aman, baru dilakukan pada manusia.
Di tahap ini ada keterbatasan yang tidak bisa dihindari. Penelitian
terhadap ibu hamil dan janinnya sulit dilakukan karena terlalu
berisiko. Itu sebabnya data tentang pengaruh obat terhadap janin
tidak banyak diketahui. Wallahualam.
Ada obat yang aman buat ibu hamil, banyak pula yang
berbahaya. Contoh obat berbahaya yang paling fenomenal dalam
sejarah manusia adalah talidomid. Obat yang biasa digunakan
sebagai pil tidur ini memiliki efek antimuntah. Khasiat antimuntah
ini lalu dimanfaatkan oleh ibu-ibu hamil yang tak tahan mual-
muntah.
Belakangan baru diketahui ternyata banyak ibu yang minum
obat ini melahirkan bayi tanpa lengan, tungkai, atau telinga.
Banyak di antara bayi-bayi itu mengalami gangguan jantung,
mata, ginjal, retardasi mental, dan sebagainya. Efek buruk yang
disebut teratogenik obat ini baru diketahui dari banyaknya
laporan bayi lahir, bukan dari penelitian yang memang sejak awal
didesain untuk melihat pengaruh obat itu terhadap janin.
Ini memang salah satu keterbatasan ilmu farmasi modern.
Karena ada keterbatasan inilah, ibu hamil harus ekstra hati-hati
230
kalau mau minum obat. Sebisa mungkin ibu hamil harus berusaha
menghindari minum obat, dengan menerapkan pola hidup sehat,
terutama sekali pada tiga bulan (trimester) pertama.
Masa trimester pertama merupakan periode inisiasi
pembentukan organ-organ vital bayi. Jika si ibu minum obat yang
salah, bisa saja proses ini terganggu dan menyebabkan bayi lahir
dengan kelainan organ.
Aturan pertama selama kehamilan: sebisa mungkin hindari
penggunaan obat, terutama obat yang diminum. Sebagai
alternatifnya, ibu hamil bisa menggunakan cara-cara non-obat.
Misalnya, saat sakit kepala, pusing, atau badan capek. Daripada
minum obat, lebih aman pijat, spa, atau mandi air hangat saja.
Tentu pijatnya di bagian tubuh yang tak berhubungan dengan
kandungan.
Jika diperlukan, untuk pijat, ibu hamil bisa menggunakan
balsem, minyak kayu putih, minyak telon dan sejenisnya yang tak
perlu diminum dan berkhasiat terapi aroma.
Aturan kedua, kalau terpaksa minum obat, pilihlah obat
yang aman. Ada kondisi-kondisi tertentu ketika ibu hamil harus
menjalani pengobatan. Misalnya, jika dia mengalami demam
tinggi, dia sebaiknya minum obat penurun demam. Sebab, jika
dibiarkan saja, demam tinggi bisa membahayakan kesehatan janin.
Syaratnya, obat itu harus aman buat janin. Jika si ibu salah
memilih obat demam, bisa saja janin justru mengalami masalah
231
yang lebih parah. Itu sebabnya, obat demam yang dipilih harus
yang paling aman. Sejauh ini, obat demam paling aman buat ibu
hamil adalah parasetamol.
Contoh lain, ibu hamil yang menyandang diabetes atau
hipertensi sebaiknya tetap minum obat selama kehamilan. Sebab,
jika tidak dikontrol, kadar gula darah tinggi atau tekanan darah
tinggi pada ibu bisa membahayakan kesehatan janin. Kondisi
diabetes yang tak terkontrol bisa menyebabkan bayi lahir dengan
berat badan rendah. Dalam hal ini pemilihan obat diabetes dan
obat hipertensi yang aman harus dilakukan oleh dokter. Obat
diabetes dan hipertensi bukan termasuk golongan obat bebas.
Di bawah ini, contoh obat-obat yang relatif aman buat ibu
hamil. Predikat aman di sini tidak berarti 100% aman karena,
bagaimanapun, tak ada obat yang sepenuhnya aman, apalagi buat
ibu hamil. Istilah aman di sini berarti relatif paling sedikit risiko
buruknya dibandingkan obat lain dalam kelompok yang sama.
Sekalipun obat-obat berikut ini dikategorikan aman, ibu
hamil sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter sebelum
meminumnya. Sebab, aman bagi kebanyakan orang belum tentu
aman buat seseorang.
1. Obat pereda nyeri dan demam (analgesik-antipiretik)
Obat paling aman dalam kategori ini adalah parasetamol. Ibu
hamil sebaiknya menghindari ibuprofen, kecuali atas resep
232
dokter. Pemakaian reguler ibuprofen bisa mempengarui
pertumbuhan pembuluh darah bayi dan mungkin bisa
menyebabkan hipertensi di paru-paru bayi.
Begitu pula asetosal (aspirin). Ibu hamil sebaiknya
menghindari obat ini, kecuali atas resep dokter. Asetosal bisa
meningkatkan risiko perdarahan pada ibu bersalin jika
diminum menjelang bersalin.
2. Obat alergi/antihistamin
Menurut Mayo Clinic, antihistamin pilihan pertama buat ibu
hamil adalah loratadin. Namun, menurut FDA, antihistamin
pilihan pertama adalah klorfeniramin maleat (CTM) dan
difenhidramin. Sebelum memilih, sebaiknya tanyakan kepada
dokter atau apoteker.
Sekalipun dikelompokkan aman, obat-obat ini hanya boleh
dikonsumsi dalam jangka pendek. Tidak boleh sampai
berhari-hari. Bagaimanapun, janin adalah makhluk hidup
yang bisa merasakan efek samping antihistamin seperti CTM
atau difenhidramin.
Dan, sekali lagi, sebisa mungkin hindari obat yang
diminum. Jika kita mengalami alergi akibat sesuatu yang
bersentuhan dengan kulit, sebaiknya kita berusaha
mengobatinya dengan obat-obat yang digunakan secara lokal
(topikal) alias dioleskan atau ditaburkan di kulit. Misalnya,
233
sebelum memutuskan minum CTM atau difenhidramin, lebih
baik mencoba bedak obat kulit lebih dulu.
3. Obat mual
Obat ini paling sering ditanyakan ibu hamil. Sesuai aturan
pertama, sebisa mungkin usahakan melawan mual-muntah
dengan cara non-obat. Misalnya:
Makan dan minum sedikit-sedikit tapi sering.
Hindari pemicunya, misalnya bau-bauan, kondisi stres,
kecapekan, dan sejenisnya.
Istirahat yang cukup.
Pijat, terutama pijat oleh suami.
Jika perlu, manfaatkan jahe. Obat tradisional ini
tergolong aman. Pemakaiannya bisa dengan cara direbus
lalu diminum air rebusannya atau dimemarkan lalu
dikulum dan disesap pelan-pelan.
Jika memang sangat diperlukan, obat seperti
difenhidramin bisa menjadi pilihan untuk pemakaian sesekali.
Ini golongan antihistamin yang juga berkhasiat antimual. Jika
ibu hamil terus-terusan mengalami mual dan muntah,
sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bagaimanapun, janin
234
adalah makhluk individu yang bisa merasakan efek samping
difenhidramin.
4. Obat sembelit
Susah buang air besar (BAB) juga merupakan salah satu
masalah yang lazim dialami ibu hamil. Sembelit terjadi
karena terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh ibu,
juga karena tekanan dari kandungan terhadap usus besar.
Sembelit bisa juga disebabkan oleh pil zat besi dosis tinggi.
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin atasi sembelit
dengan cara-cara non-obat. Perbanyak konsumsi air dan serat
(sayur dan buah-buahan). Minum air hangat di pagi hari.
Usahakan tetap aktif dengan melakukan olahraga ringan,
misalnya jalan kaki, olah napas, yoga, renang, bersepeda
statis, dan olahraga lain yang tidak membahayakan janin.
Aktivitas fisik bisa merangsang usus besar tetap aktif. Jika
penyebabnya adalah karena kebanyakan pil zat besi, hentikan
sementara konsumsinya.
Apabila semua cara sudah dilakukan dan masih saja
sembelit, ibu hamil bisa memilih obat sembelit dari golongan
pelunak dan pelicin (lihat Bab Obat Sembelit). Contoh obat:
laktulosa (misalnya Dulcolactol, Duphalac, Lactulax,
Lantulos, Laxadilac, Opilax, Solac), natrium lauril
235
sulfat/sulfoasetat, PEG, dan sorbitol (misalnya Microlax,
Laxarec).
Sebisa mungkin hindari penggunaan obat yang
mengandung bisakodil kecuali atas resep dokter. Jika memang
kita terpaksa mengonsumsi bisakodil, pilihlah obat yang
dimasukkan ke dalam dubur (supositoria), bukan yang
diminum.
Jika sembelit terus berulang selama kehamilan, sebaiknya
konsultasikan ke dokter. Hindari penggunaan obat sembelit
yang berulang-ulang. Sekalipun relatif aman, jika dikonsumsi
dalam jangka panjang, obat-obat ini tetap bisa menimbulkan
efek samping yang buruk. Sebagai contoh, minyak mineral
seperti parafin cair bisa mengurangi penyerapan vitamin-
vitamin yang diperlukan oleh janin. Begitu pula
penggunanaan laktulosa jangka panjang mungkin bisa
mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
5. Obat flu dan dekongestan (pelega hidung)
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan
obat, terutama obat minum. Jika hidung tersumbat karena flu,
ibu hamil sebaiknya berusaha mengatasi flu dengan cara non-
obat, misalnya minum sup hangat, pijat, spa, beryoga, atau
yang lain. Hidung tersumbat juga bisa diringankan dengan
menghirup uap air hangat.
236
Jika hidung masih saja tersumbat, gunakan tetes hidung
yang berisi air dan garam saja (misalnya Breathy). Jika tetes
air garam masih belum bisa mengatasinya, ibu hamil bisa
menggunakan obat tetes atau semprot hidung yang berisi
oksimetazolin (seperti Afrin, Inza Nasal, Iliadin), atau
berisi silometazolin (misalnya Otrivin, Zovrin).
Obat minum yang berisi fenilpropanolamin (PPA) atau
pseudoefedrin sebaiknya dihindari, kecuali atas resep dokter
dan untuk pemakaian sesekali.
6. Suplemen vitamin dan mineral
Secara umum vitamin dan mineral aman buat ibu hamil.
Beberapa suplemen tertentu bahkan dianjurkan untuk
dikonsumsi ibu hamil, misalnya asam folat dan zat besi.
Kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir dengan
bibir sumbing atau mengalami gangguan di saraf otak dan
saraf tulang belakang. Begitu pula kekurangan zat besi yang
bisa menyebabkan anemia.
Meski begitu, bukan berarti suplemen vitamin dan
mineral bisa diminum sebanyak yang dimaui. Sesuai aturan
pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat maupun
suplemen. Kebutuhan vitamin dan mineral sebaiknya
dicukupi dari makanan, seperti buah, sayur, daging, susu,
kacang-kacangan, biji-bijian, dan sebangsanya.
237
Asam folat bisa didapatkan dari sayur-sayuran yang
berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli, dan kacang-
kacangan. Zat besi banyak terdapat di dalam daging merah,
daging ayam, dan ikan.
Jika terpaksa menggunakan suplemen, sebisa mungkin
hindari suplemen vitamin atau mineral dosis tinggi. Ukuran
dosis bisa dilihat dari keterangan persentase terhadap angka
kecukupan gizi di kemasannya. Dalam dosis wajar, vitamin
dan mineral aman buat ibu hamil. Namun, dalam dosis
kelewat tinggi (megadosis) vitamin dan mineral yang
terakumulasi di tubuh ibu justru bisa berbahaya bagi janin.
Sebagai contoh, overdosis vitamin A di trimester pertama
mungkin justru bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan
abnormalitas di wajah dan sarafnya.
7. Obat batuk
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan
obat. Hindari faktor-faktor yang bisa mencetuskan batuk.
Sebelum minum obat, redakan batuk dengan cara non-obat,
misalnya minum air hangat, minum wedang jahe hangat,
menyesap jahe yang dimemarkan, atau minum obat
tradisional seperti perasan jeruk nipis dengan madu atau
kecap.
238
Batuk yang wajar sebetulnya tak perlu dilawan dengan
obat karena batuk adalah refleks alami untuk mengeluarkan
sesuatu dari saluran napas. Tak perlu khawatir. Refleks batuk
yang wajar tidak akan mengganggu kesehatan janin.
Sebisa mungkin hindari penggunaan ekspektoran alias
pengencer dahak guaifenesin (gliseril guajakolat). FDA
mengelompokkan obat ini ke dalam kategori C. Ini kategori
untuk obat yang belum diketahui keamanannya. Mungkin
aman buat janin, mungkin pula tidak. Begitu pula obat batuk
golongan antitusif (untuk batuk kering). FDA pun
mengelompokkannya ke dalam kategori C.
Bagi orang yang tidak hamil, obat ini tergolong obat
bebas. Tapi bagi ibu hamil, penggunaannya harus sangat hati-
hati, dan hanya boleh dalam tempo singkat. Apabila batuk
berlangsung dalam jangka lama, hindari penggunaan obat
terus-menerus. Konsultasikan ke dokter.
Untuk panduan lebih detail, silakan cek langsung di
http://www.aafp.org/afp/2003/0615/p2517.html.
8. Obat mag
FDA menggolongkan obat-obat antasid yang berisi kombinasi
aluminium hidrosida dan magnesium hidroksida ke dalam
kategori B, alias boleh digunakan. Simetikon (komponen obat
mag yang berfungsi mengikat gas di lambung) digolongkan ke
239
dalam kategori C. Tapi karena obat ini tidak diserap, maka
FDA menganggapnya sebagai obat yang aman (generally
regarded as safe, GRAS).
Jadi, obat mag yang berisi dua atau tiga komponen di
atas termasuk kategori aman. Contoh merek dagang yang
beredar di Indonesia: Promag, Mylanta, Maalox,
Antasida DOEN, Madrox, Polycrol, Polysilane, dsb.
(Lihat juga Bab Obat Mag.)
Obat mag golongan simetidin, ranitidin, dan famotidin
sebaiknya dihindari kecuali atas resep dokter. Ketiga obat ini
biasanya digunakan untuk sakit mag yang agak berat. Dalam
pengelompokan FDA, ketiga obat ini termasuk kategori B.
Boleh digunakan tapi harus sangat hati-hati, terutama di
trimester pertama, karena obat-obatan ini bisa masuk ke
peredaran darah janin lewat plasenta.
9. Obat perut kembung
Jika perut kembung disebabkan oleh sakit mag, obat-obat mag
di atas bisa digunakan. Jika perut kembung disebabkan oleh
kurangnya enzim cerna, obat-obat dari golongan enzim cerna
seperti amilase, protease, lipase, pankreatin bisa digunakan.
Contoh merek dagang: Enzyplex, Enzymfort, Vitazym,
Librozym, Pankreoflat.
240
Sebaiknya hindari obat kembung yang mengandung
bromelain dan papain. Bromelain adalah enzim yang juga
banyak terdapat di dalam buah nanas, yang berfungsi
membantu pencernaan protein. Sementara papain adalah
enzim dari getah pepaya muda yang juga berkhasiat
membantu pencernaan protein. Beberapa merek dagang obat
kembung berisi enzim ini.
10. Obat diare
Sesuai aturan pertama, usahakan sebisa mungkin untuk tidak
menggunakan obat. Diare sendiri merupakan refleks tubuh
untuk membuang sesuatu yang dianggap berbahaya dari
saluran cerna. Sesuatu yang berbahaya itu bisa kuman (virus,
bakteri, protozoa), toksin (racun), makanan yang mengiritasi
(seperti cabai), atau komponen makanan yang tidak bisa
dicerna.
Sebagian diare bisa berhenti dengan sendirinya tanpa
diberi obat. Pada dasarnya diarenya sendiri tidak berbahaya.
Yang berbahaya adalah dehidrasinya, alias kekurangan
cairan. Itu sebabnya, obat pertama yang harus diminum
adalah oralit. (Lihat juga Bab Obat Diare)
Jika diperlukan, pilihlah obat diare yang tidak diserap,
misalnya karbon aktif, kaolin, attapulgit, dan pektin. Obat-
241
obat ini aman buat ibu hamil karena tidak diserap ke
peredaran darah.
Karbon aktif bekerja dengan cara menyerap (meng-
adsorbsi) toksin penyebab diare di usus. Contoh merek dagang
karbon aktif: Norit, Bekarbon. Sekalipun obat jadul,
karbon aktif tetap merupakan obat pilihan dalam diare,
terutama dalam urusan keamanan. Ditelan sepuluh butir pun
aman.
Kaolin bekerja dengan cara menyerap toksin penyebab
diare. Attapulgit bekerja dengan cara melapisi permukaan
usus sehingga tidak berkontak langsung dengan bahan
penyebab diare. Sementara pektin bekerja dengan cara
memadatkan tinja. Meski relatif aman, pektin tetap bisa
menimbulkan efek samping, misalnya sembelit karena tinja
menjadi terlalu padat.
Contoh merek dagang yang berisi kombinasi kaolin dan
pektin: Kaopectate, Neo Kaolana, Guanistrep, Kaotin,
Kanina, Kaolimec, Omegdiar. Contoh merek dagang
yang berisi attapulgit saja atau attapulgit plus pektin: Neo
Entrostop, New Diatabs, Diagit, Molagit, Kaotate,
Biodiar.
Jika penyebab diare adalah infeksi atau sesuatu yang tak
bisa diadsorpsi (diserap), obat-obat di atas biasanya kurang
efektif, bahkan bisa menyebabkan risiko sembelit akibat
242
pektin. Bila diare berlanjut atau malah menjadi sembelit,
sebaiknya ibu hamil pergi ke dokter. Hindari penggunaan obat
diare yang berisi loperamid, kecuali atas resep dokter.
Obat-obat di atas (nomor 110) tergolong obat yang bisa
didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Dari golongan obat
resep, ada beberapa jenis obat yang sebaiknya diketahui oleh orang
awam demi alasan kemananan.
11. Kortikosteroid
Pada orang yang tidak hamil saja, obat keras ini bisa
menimbulkan efek buruk, apalagi pada ibu hamil. (Lihat
Bab Obat Alergi, juga Bab Kortikosteroid).
Minum kortikosteroid (seperti deksametason, prednison,
prednisolon, dan sejenisnya) secara reguler pada ibu hamil
berisiko membuat bayi lahir prematur, lahir dengan berat
badan rendah, atau berbibir sumbing. Ini hanya contoh
betapa ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam minum obat.
Seperti dijelaskan di Bab Kortikosteorid, obat ini banyak
digunakan untuk berbagai penyakit, mulai dari asma, alergi,
rematik, hingga sakit kulit. Jika si ibu menyandang peyakit
kronis yang mengharuskannya minum kortikosteroid secara
reguler, misalnya sakit asma, ia harus memberi tahu
dokternya bahwa ia hamil.
243
Selama masa kehamilan, si ibu harus tetap menggunakan
obat asma. Jika tidak dikendalikan, asma mungkin bisa
menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Dengan
memberi tahu dokter sedini mungkin, dokter akan bisa
memilihkan obat asma yang risikonya paling kecil terhadap
ibu dan janin.
12. Antibiotik
Ini kelompok obat yang sangat diperlukan dan sangat
banyak digunakan secara bebas (tapi salah) tanpa resep
dokter. Selain risiko resistensi dan kuman menjadi kebal,
penggunaan antibiotik pada ibu hamil harus mendapat
perhatian khusus karena mungkin bisa mengganggu
pertumbuhan janin.
Infeksi-infeksi tertentu memang membutuhkan antibiotik.
Misalnya, infeksi saluran kemih. Jika dibiarkan saja dan
tidak diobati, infeksi ini mungkin bisa menyebabkan bayi
lahir prematur. Dan karena antibiotik adalah obat resep, ibu
hamil sebaiknya menyerahkan urusan ini kepada dokter,
tidak melakukan pengobatan sendiri. Dokter bisa
menimbang manfaat dan risiko obat sehingga bisa memilih
obat yang tepat.
Berikut ini beberapa contoh antibiotik dan risiko yang
mungkin timbul pada ibu hamil.
244
a. Tetrasiklin
Antibiotik ini di pasaran hampir seperti obat bebas padahal
sebetulnya adalah obat resep. Contoh merek yang sangat
terkenal adalah Super Tetra. Antibiotik ini bisa berikatan
dengan kalsium. Jika diminum pada kehamilan trimester
kedua hingga masa menyusui, antibiotik ini bisa
mengganggu pertumbuhan cikal bakal gigi dan tulang.
Sekalipun gigi bayi belum keluar saat di berada di dalam
kandungan, sebetulnya proses awal pembentukan cikal
bakal gigi sudah dimulai. Efek yang sama juga akan terjadi
jika ibu hamil atau ibu menyusui minum oksitetrasiklin,
doksisiklin, dan minosiklin.
b. Kotrimoksasol
Ini juga termasuk antibiotik yang banyak digunakan secara
bebas tapi salah. Berupa kombinasi dua antibiotik, yakni
trimetoprim dan sulfametoksazol, obat ini biasa
diindikasikan untuk infeksi saluran kemih.
Menurut Organization of Teratology Information
Specialist (OTIS), kotrimoksazol bisa menurunkan kadar
asam folat pada ibu hamil. Padahal asam folat adalah
vitamin penting yang diperlukan untuk mencegah bayi
lahir dengan kelainan saraf atau bibir sumbing. Jika
245
diminum di trimester akhir, obat ini mungkin bisa
menyebabkan bayi lahir dengan sakit kuning.
c. Streptomisin, tobramisin, gentamisin, neomisin, dsj.
Pada ibu hamil, konsumsi obat-obat ini mungkin bisa
mengganggu pertumbuhan ginjal dan organ pendengaran
janin.
d. Siprofloksasin, ofloksasin, levofloksasin, dan obat-obat
segolongan yang biasanya berakhiran -floksasin. Di
masyarakat kita, siprofloksasin banyak digunakan secara
bebas, hampir seperti amoksisilin dan ampisilin. Sebagian
referensi memasukkan obat ini termasuk kategori kurang
aman karena bisa menyebabkan gangguan sendi pada bayi.
13. Obat darah tinggi (hipertensi)
Ini juga kelompok obat resep yang sering digunakan secara
bebas (dan mungkin salah) tanpa resep dokter. Biasanya
pasien pernah ke dokter, mendapat obat resep, dan merasa
cocok. Setelah obat itu habis, ia memutuskan membeli
sendiri tanpa konsultasi lagi ke dokter.
Dalam kondisi tidak hamil saja, tindakan seperti ini
mungkin berisiko, apalagi dalam kondisi hamil. Jika ibu
hamil mengalami hipertensi, aliran darah ke plasenta dan
246
janin menjadi berkurang. Akibatnya, janin akan kekurangan
oksigen dan nutrisi-nutrisi penting yang diperlukan untuk
perkembangannya. Karena alasan inilah, hipertensi pada ibu
hamil harus dikontrol dengan obat. Obat yang aman,
tentunya.
Sebagian obat hipertensi aman buat ibu hamil. Sebagian
lainnya berisiko menyebabkan bayi lahir dengan kelainan.
Obat hipertensi yang berisiko selama masa kehamilan
antara lain obat-obat yang berakhiran -pril (seperti
kaptopril, enalapril, lisinopril, ramipril, dan kawan-
kawan) serta obat-obat yang berakhiran -sartan (misalnya
losartan, valsartan, irbesartan, kandesartan, dan kawan-
kawan).
Penyandang hipertensi harus segera memberi tahu
dokter sedini mungkin begitu ia tahu dirinya hamil.
Sebaiknya jangan memutuskan sendiri minum terus obat
hipertensi yang biasanya diminum. Mungkin dokter perlu
mengganti obat itu dengan yang lebih aman.
Penjelasan dan contoh-contoh obat di atas mungkin
sudah tergolong terlalu rumit dan detail buat orang awam.
Pada batas ini, kita mungkin bisa menetapkan posisi kita:
ada hal-hal yang perlu kita ketahui, ada hal-hal yang tak
perlu kita ketahui. Untuk hal-hal yang tidak kita ketahui,
247
mari kita percayakan saja urusan itu kepada dokter yang
tepercaya.
Jamu buat Ibu Hamil
Di masyarakat kita, praktik minum jamu selama kehamilan
sudah menjadi budaya di sebagian kalangan. Keamanannya
memang masih diperdebatkan. Jika kita menggunakan ukuran
kedokteran modern, dengan referensi dari FDA dan lembaga-
lembaga ilmiah serupa, praktik minum jamu dikategorikan tidak
aman. Alasannya, tidak banyak penelitian ilmiah yang melaporkan
keamanannya. Selain itu, yang natural tidak selalu aman. Toh
wanita bisa hamil sehat cukup dengan makan bergizi seimbang
dan pola hidup sehat. Ini cara pandang kedokteran modern.
Sebaliknya, buat kalangan pencinta obat tradisional, jamu
bukan hanya tak apa-apa diminum, tapi bahkan disarankan. Ini
sudah wilayah kepercayaan.
Kalau memang ibu hamil mengonsumsi jamu, sebaiknya
pastikan bahwa jamu itu dibuat sendiri, dengan bahan-bahan
yang biasa dikonsumsi, yang formulanya sudah biasa digunakan
secara turun-temurun dan secara empiris terbukti aman.
248
Di situs www.mims.com, kita bisa memeriksa tingkat
keamananan sebuah obat bagi ibu hamil, berdasarkan kategorisasi
yang dibuat oleh FDA. Caranya, di kolom pencarian, masukkan
nama obat (dalam ejaan bahasa Inggris), lalu lihat hasilnya di
bagian Pregnancy Category (US FDA).
Untuk bahan bacaan lebih lanjut, silakan cek di situs-situs
yang tepercaya. Beberapa di antaranya:
http://www.tg.org.au/etg_demo/tgc/plg/breastfeeding_p.htm
http://www.otispregnancy.org/otis-fact-sheets-s13037
http://safefetus.com
http://www.aafp.org/afp/2003/0615/p2517.html
249
23
OBAT BUAT
IBU MENYUSUI
Setelah melahirkan, seorang ibu sangat dianjurkanhampir
diwajibkanuntuk sebisa mungkin memberikan ASI kepada buah
hatinya, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Jika
si ibu sehat-sehat saja tentu tak ada masalah. Bagaimana jika ia
sakit dan harus minum obat?
Sebagian besar obat yang diminum ibu menyusui bisa
masuk ke dalam ASI. Ada yang kadarnya besar, ada pula yang
kadarnya kecil. Sebagian di antaranya tidak berbahaya, sebagian
lainnya mungkin berisiko buruk bagi bayi.
250
Contoh, antibiotik golongan kotrimoksazol bisa
menyebabkan bayi kuning. Obat golongan estrogen bisa
menyebabkan penurunan produksi ASI. Estrogen biasanya
terdapat di dalam pil KB (kontrasepsi oral) atau obat hipertensi
golongan diuretik tiazida.
Sebagian besar obat golongan antihistamin bisa
menyebabkan bayi mengantuk atau rewel. Antihistamin biasanya
terdapat di dalam obat alergi, obat flu-pilek, atau obat batuk. Ini
hanya beberapa contoh bahwa apa yang diminum si ibu bisa
menimbulkan efek merugikan buat si bayi.
Karena alasan kesehatan bayi itulah, selama menyusui, si
ibu dianjurkan sebisa mungkin untuk tidak minum obat. Caranya,
tentu saja dengan menjaga kesehatan secara ketat. Jika makanan
tertentu biasanya menyebabkan batuk atau radang tenggorok,
maka si ibu sebisa mungkin harus menghindarinya. Demi cinta
kepada buah hati, menghindari makanan tertentu selama
menyusui tentu bukan perkara besar.
Biasanya aktivitas menyusui dan merawat bayi membuat ibu
kecapekan dan mungkin menyebabkan daya tahan tubuhnya
turun. Jika si ibu kurang istirahat, ia bisa memberi ASI sambil
tiduran. Untuk mengganti cairan ASI yang keluar, si ibu sebaiknya
minum cairan setiap kali habis menyusui.
251
Pilih Obat Tunggal
Jika si ibu sudah berusaha keras menjaga kesehatan tapi tetap
sakit, ia disarankan untuk sebisa mungkin mengobati sakitnya
dengan cara non-farmakologis (tanpa minum obat). Kalaupun
terpaksa minum obat, pilihlah obat tunggal yang memang aman
untuk ibu menyusui.
Hindari obat-obatan yang kandungannya berupa kombinasi
bermacam-macam zat aktif. Obat seperti ini misalnya banyak kita
jumpai di obat flu dan obat batuk yang banyak dijual bebas.
Sebagai contoh, obat-obat flu dan batuk mungkin saja berisi
campuran parasetamol, dekstrometorfan, fenilpropanolamin
atau pseudoefedrin, CTM, dan gliseril guajakolat (GG).
Sebagian isi obat ini sangat mungkin tidak diperlukan si ibu. Lihat
Bab Obat Flu-Pilek.
Komposisi obat secara mudah bisa kita baca di kemasan
atau brosurnya. Makin banyak kandungan obat yang diminum si
ibu, makin besar risiko si bayi mengalami efek buruknya. Jika si
ibu memerlukan obat penurun demam atau pereda nyeri dan sakit
kepala, ia bisa minum obat yang isinya parasetamol tunggal.
Bukan yang dicampur dengan beberapa jenis obat lain. Jika kita
tidak tahu merek dagang obat yang isinya tunggal, kita bisa
bertanya di apotek. Sekali lagi, prinsipnya, batasi hanya minum
obat yang memang diperlukan saja.
252
Informasi kemananan suatu obat buat ibu menyusui
biasanya tercantum di dalam brosur yang ada di kemasan obat.
Kadang, informasi hanya menyebutkan keamanan pada ibu hamil.
Pada umumnya, obat yang tidak aman buat ibu hamil juga tidak
aman buat ibu menyusui.
Perlu tidaknya ibu menyusui minum obat harus selalu
didasarkan pada pertimbangan rasio antara risiko dan manfaat.
Harus ditimbang, seberapa besar risiko buat bayi dan seberapa
besar manfaat buat si ibu. Ini patokan umum dalam ilmu
kedokteran. Si ibu diperbolehkan minum obat hanya jika memang
risiko buat si bayi bisa lebih kecil daripada manfaatnya.
Pilih yang Efek Sampingnya Paling Kecil
Sebagian besar obat-obatan yang aman buat ibu hamil biasanya
aman juga buat ibu menyusui. Sebetulnya, daftar obat yang aman
buat bumil (ibu hamil) tidak sama persis dengan daftar obat yang
aman buat busui (ibu menyusui). Pada busui, penggunaan obat
sedikit berbeda. Sebagai contoh, obat penurun demam dan pereda
nyeri ibuprofen. Di masa kehamilan, obat ini tidak dianjurkan
dipakai. Tapi di masa menyusui, obat ini boleh diminum.
Tapi demi alasan kemudahan dan keamanan, kita bisa
menggunakan patokan sederhana: obat yang tidak aman selama
253
kehamilan sebaiknya tetap dihindari selama masa menyusui,
kecuali atas resep dokter.
Jika memang sangat diperlukan, busui boleh menggunakan
obat-obat yang termasuk kategori aman buat bumil. Selama
minum obat, si ibu sebaiknya terus memantau perubahan yang
terjadi pada bayi atau produksi ASI. Contoh kategori obat:
1. Antihistamin (obat alergi)
Jika busui minum obat flu-pilek atau obat batuk yang
mengandung golongan antihistamin, seperti CTM,
difenhidramin, prometazin sebaiknya ia terus memantau
kemungkinan timbulnya efek kantuk atau rewel pada bayi.
2. Dekongestan (pelega hidung)
Obat ini biasanya terdapat di dalam obat flu-pilek.
Dekongestan yang diminum sebetulnya tidak dianjurkan buat
ibu menyusui karena obat ini bisa masuk ke dalam ASI,
menyebabkan jantung bayi berdebar-debar dan sulit tidur.
Yang lebih dianjurkan adalah obat tetes atau semprot hidung.
Kalaupun terpaksa minum, sebaiknya hanya dalam jangka
pendek, jangan lebih dari dua hari.
Jika si ibu terpaksa minum obat flu-pilek yang berisi
fenilpropanolamin (PPA) atau pseudoefedrin, sebaiknya ia
254
mengamati kemungkinan rewel pada bayi atau turunnya
produksi ASI.
3. Kafein
Obat ini kadang terdapat di dalam obat sakit kepala atau
migrain, fungsinya untuk melancarkan peredaran darah ke
kepala. Jika si ibu minum obat yang mengandung kafein,
sebaiknya ia juga memantau kemungkinan rewel pada
bayinya.
4. Pil KB dan obat hormon
Obat-obat hormonal terdapat di dalam pil kontrasepsi (pil KB)
atau obat-obat resep untuk gangguan siklus menstruasi. Obat
yang mengandung levonorgestrel, medroksiprogesteron, dan
noretisteron tergolong aman buat ibu menyusui.
Sementara obat yang berisi etinilestradiol bisa menurunkan
produksi ASI. Contoh merek dagang pil KB yang
mengandung etinilestradiol: Microgynon, Diane,
Yasmin, Mercilon, Microdiol, Cyclogynon. Jika busui
harus minum obat berisi etinilestradiol, ia harus terus
memantau produksi ASI.
Apabila si ibu memutuskan untuk ber-KB saat masih
menyusui, ia bisa menggunakan pil KB hormon tunggal.
Contoh merek dagang, lihat di Bab Pil KB.
255
5. Obat pelancar ASI
Di pasaran, tersedia beberapa merek obat tradisional yang
diklaim bisa meningkatkan produksi ASI. Biasanya obat-obat
ini berisi eksrak bahan herbal, misalnya daun katuk.
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari
penggunanan obat maupun suplemen. Ini bukan sekadar
terkait dengan alasan keamanan, tapi juga alasan kelengkapan
gizi. Kebutuhan gizi sebaiknya dicukupi dari makanan dan
minuman sehari-hari: buah, sayur, kacang-kacangan, biji-
bijian, ikan, susu, daging, telur, dll.
Daripada minum pil berisi ekstrak daun katuk, akan lebih
baik kalau busui makan sayur katuk. Dengan makan sayur, ia
bisa memperoleh serat, vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lain
dalam komposisi yang lebih komplet dan seimbang.
Jika masalah produksi ASI bisa diatasi dengan suplemen, itu
berarti sebetulnya masalah tersebut bisa diatasi dengan
makanan. Pada umumnya penyebab kurangnya produksi ASI
adalah masalah-masalah yang tidak bisa diatasi hanya dengan
minum suplemen. Misalnya:
Ibu tidak langsung menyusui anaknya begitu lahir. Inisiasi
menyusu dini (IMD) dan gerakan mengisap di puting adalah
cara ampuh merangsang produksi ASI.
256
Jarang menyusui. Produksi ASI sebanding dengan
kebutuhan. Makin sering ibu menyusui, makin banyak
produksi ASI. Sebaliknya, makin jarang si ibu menyusui,
makin sedikit produksi ASI-nya.
Penggunaan susu formula atau dot. Keduanya bisa
membuat bayi tidak suka menyusu ke ibunya sehingga
permintaan ASI pun turun. Padahal, produksi ASI
sebanding dengan permintaannya.
Kondisi psikologis ibu. Ibu yang yakin dan tenang pada
umumnya lebih mampu menyusui anaknya daripada ibu
yang cemas dan tidak yakin. Dukungan suami dan keluarga
sangat berperan penting dalam hal ini.
Kondisi kesehatan secara umum. Itu sebabnya penting sekali
bagi bumil dan busui untuk makan dengan gizi seimbang
dan cukup istirahat. Beberapa penyakit tertentu bisa
menurunkan produksi ASI seperti hipotiroidisme atau
gangguan hormonal. Untuk mengatasi penyebab terakhir
ini, konsultasikan ke dokter.
Jika obat yang diminum membuat produksi ASI turun
sampai tidak mencukupi kebutuhan bayi, sebaiknya obat
dihentikan dulu. Hubungi dokter, mungkin obat perlu diganti
dengan yang lebih aman. Pada masa menyusui, ASI harus
257
mendapat prioritas utama. Jangan sampai hanya perkara pilek,
lalu si ibu tidak menyusui bayinya.
Untuk bahan bacaan lebih lanjut, silakan berkunjung ke
situs-situs yang tepercaya seperti berikut ini:
http://www.tg.org.au/etg_demo/tgc/plg/breastfeeding_p.htm
http://www.otispregnancy.org/otis-fact-sheets-s13037
www.medsafe.govt.nz/profs/puarticles/lactation.htm#Primary
http://www.scribd.com/doc/34045101/Drugs-and-Human-Lactation
http://womenshealth.gov/publications/our-publications/breastfeeding-
guide/BreastfeedingGuide-General-English.pdf
258
23
OBAT PADA
BAYI DAN ANAK
Dalam hal konsumsi obat, kita sering menganggap bahwa
anak-anak adalah miniatur orang dewasa. Kita berpikir, obat yang
aman buat orang dewasa, logikanya, tentu aman buat anak-anak
jika dosisnya disesuaikan dengan umurnya.
Jelas, ini anggapan yang tidak betul. Dalam hal keamanan
obat, anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa. Obat yang
aman buat orang dewasa belum tentu aman buat bayi dan anak-
anak walaupun dosisnya sudah disesuaikan dengan umurnya.
Pada anak-anak, organ-organ tubuhnya masih dalam masa
perkembangan, termasuk ginjal dan lever (hati) yang berfungsi
259
sebagai penyaring dan penetral obat. Organ tubuh mereka masih
rentan terhadap materi asing seperti obat. Karena alasan inilah
obat-obatan harus diberikan secara sangat hati-hati kepada anak-
anak, terutama di bawah usia dua tahun.
Faktanya, anak adalah kelompok umur yang paling sering
mengonsumsi (lebih tepatnya, dicekoki) obat-obat yang sebetulnya
tidak ia perlukan. Ini terjadi di mana-mana, tidak hanya di
Indonesia.
Dari sekian banyak jenis gangguan kesehatan yang membuat
bayi dan anak-anak dibawa ke dokter adalah demam, flu-pilek,
batuk, diare, dan radang tenggorok. Sebagian besar penyakit itu
termasuk kategori self-limiting disease, penyakit yang bisa sembuh
sendiri tanpa diobati secara khusus. Penyebabnya yang paling
umum adalah virus. Dan sampai hari ini, belum ditemukan obat
yang bisa membasmi virus-virus tersebut.
Memang, ada sebagian penyakit langganan ini yang
disebabkan oleh bakteri yang bisa dibasmi dengan antibiotik,
misalnya sebagian diare dan sebagian radang tenggorok. Tapi
secara umum persentasenya tidak besar.
Celakanya, semua penyakit di atas diperlakukan sama. Semua
dianggap infeksi bakteri. Dan tiap kali anak-anak ini dibawa ke
dokter, hampir bisa dipastikan mereka akan pulang membawa
obat berisi antibiotik di samping obat ini-itu lainnya.
260
Padahal, makin sering seorang anak minum antibiotik yang
tidak diperlukan, makin rentan daya tahan tubuhnya. Kenapa
begitu? Karena antibiotik akan membasmi bakteri normal
(nonpatogen) di saluran cerna. Padahal bakteri-bakteri ini
berfungsi membantu produksi vitamin dan mendesak
pertumbuhan bakteri jahat (patogen).
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orangtua agar anak tidak
sering sakit dan tidak terlalu banyak minum obat?
Pertama-tama, tindakan pencegahan. Salah satu bentuk
pencegahan yang paling murah dan paling baik adalah pemberian
ASI. Berbagai penelitian menunjukkan, anak yang mendapat ASI
lebih sehat daripada anak yang tidak. Banyak orangtua tidak
menyusui bayinya karena alasan ini dan itu. Padahal sebetulnya
ibu yang benar-benar punya halangan menyusui itu amat sedikit
jumlahnya.
Sebagian besar masalah menyusui bisa diatasi. Wanita karier
yang supersibuk pun tetap bisa memberi ASI buat bayinya. Untuk
mengetahui trik-trik mengatasi berbagai masalah menyusui, kita
bisa bergabung dengan komunitas ASI seperti Asosiasi Ibu
Menyusui Indonesia (http://aimi-asi.org/).
Jika tindakan pencegahan sudah dilakukan dan anak masih
sakit, pedoman pertama: jangan mudah panik. Banyak orangtua
yang, karena tak begitu mengerti masalah kesehatan, mudah panik
dan gopoh ketika anaknya sakit. Saat membawa anaknya ke
261
dokter, mereka biasanya cenderung menuntut dokter untuk
memberi anaknya obat apa saja yang penting ia sembuh.
Tuntutan inilah yang kemudian memaksa dokter untuk
meresepkan obat sapu jagat yang berisi bermacam-macam obat,
mulai dari penurun panas, penekan batuk, pengencer dahak,
antihistamin, pelega hidung, dan... tak lupa antibiotik. Para dokter
tentu sudah paham dengan prinsip pengobatan rasional dan
polifarmasi, tapi memberi penjelasan kepada orangtua yang panik
dan gopoh tentu lebih menghabiskan waktu daripada menulis
resep.
Dalam kondisi seperti ini, pasien bisa memberdayakan diri
dengan cara banyak belajar tentang kesehatan dasar anak. Untuk
urusan ini, kita bisa belajar dari sesama orangtua di komunitas
Milis Sehat (http://milissehat.web.id/). Selain itu, kita juga bisa belajar
perawatan kesehatan anak di situs Ikatan Dokter Anak Indonesia
di www.idai.or.id. Sayangnya, situs ini sering tidak bisa diakses.
Agar kesehatan anak bisa dipantau dengan baik, orangtua
sebaiknya punya buku diary catatan kesehatan anak. Mirip rekam
medis milik rumah sakit, tapi yang dibuat sendiri oleh orangtua.
Di buku itu orangtua bisa mencatat apa yang dimakan oleh anak,
apa saja gejala sakit yang dialami, berapa lama gejalanya, berapa
derajat demamnya, telah berkunjung ke dokter siapa, diberi obat
apa saja, berapa miligram dosisnya, diminum berapa kali sehari,
dan seterusnya.
262
Tiap kali berkunjung ke dokter, orangtua bisa menunjukkan
buku catatan ini sehingga bisa menghemat waktu di ruang dokter.
Cara seperti ini juga akan membuat dokter lebih terbantu karena
dia akan lebih mudah mendiagnosis kondisi si anak.
Dalam banyak kondisi sakit, anak-anak sebetulnya sering kali
tidak memerlukan obat. Mungkin ia hanya perlu ASI lebih
banyak, minum lebih banyak, dan istirahat lebih banyak.
Sebelum berpikir tentang obat, orangtua sebaiknya mencoba
lebih dulu cara non-obat. Contoh, untuk membantu mengencerkan
dahak, orangtua bisa mencoba memberi uap air panas. Caranya,
taruh satu ember air panas di dalam kamar lalu tutup pintu kamar.
Biarkan uap hangat memenuhi ruangan dan dihirup oleh anak.
(Lihat Bab Obat Batuk.)
Kalaupun anak membutuhkan obat, sebisa mungkin usahakan
memilih obat yang risikonya paling kecil. Misalnya, untuk
mengatasi hidung tersumbat, daripada menggunakan dekongestan
(pelega hidung) yang diminum, lebih aman menggunakan
dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Kalau sumbatan
hidung hanya disebabkan oleh ingus yang kental, si anak mungkin
tak perlu obat yang berisi dekongestan, tapi cukup tetes hidung
yang berisi larutan garam steril. Lihat Bab PPA dan Obat Pelega
Hidung.
Kalaupun tidak bisa menghindari obat, usahakan
menggunakan obat yang aman. Misalnya, untuk kondisi demam,
263
sebagai pilihan pertama setelah kompres, sebaiknya orangtua
menggunakan parsetamol lebih dulu daripada langsung
memberikan ibuprofen. Jika parasetamol tidak mempan, barulah
boleh dicoba ibuprofen, dengan syarat tidak ada kecurigaan
demam berdarah.
Ketika menggunakan obat, pastikan dosisnya tepat. Sebagai
contoh, obat sirup parasetamol. Pada umumnya, sirup obat di
Indonesia menggunakan tanda volume 2,5 ml dan 5 ml.
Kandungan parasetamol biasanya sekitar 120 mg tiap 5 ml sirup.
Jika anak mestinya minum 2,5 tapi kita beri 5 ml, artinya ia
harus menenggak kelebihan parasetamol 60 mg. Pada anak-anak
dan bayi, perbedaan miligram yang kecil bisa berakibat overdosis
yang membahayakan.
Begitu pula dengan obat yang diberikan dalam bentuk tetes.
Pada obat tetes, kandungan obat biasanya dibuat lebih pekat
daripada sirup. Konsentrasi pada umumnya 100 mg parasetamol
tiap ml. Jadi, jika volumenya meleset 0,2 ml saja, si bayi harus
menenggak kelebihan obat 20 mg.
Kalau memang kita harus menggunakan obat bebas, pilihlah
obat bebas dengan kandungan yang memang diperlukan. Hindari
produk sapu jagat yang berisi banyak sekali obat. Bagaimanapun,
industri farmasi juga punya sisi bisnissebagaimana apotek,
rumah sakit, klinik, dan dokter praktik. Sebagain pabrik membuat
obat sapu jagat supaya lebih laris. Satu produk diisi bermacam-
264
macam obat, kadang sampai lima macam. Tujuannya, kalau obat
pertama tidak bekerja, obat kedua, ketiga, dan seterusnya masih
bisa bekerja. Tak peduli efek sampingnya.
Pencampuran berbagai obat ini banyak terjadi di produk obat
batuk dan flu-pilek. Satu produk bisa mengandung golongan
analgesik-antipiretik (antinyeri dan penurun demam), antitusif
(penekan batuk), ekspektoran (pengencer dahak), antihistamin
(antialergi), dekongestan (pelega hidung), dan mungkin masih ada
lainnya.
Mengatasi Flu-Pilek-Batuk pada Anak
Obat-obat flu-pilek dan batuk sebetulnya adalah obat yang
diperuntukkan buat orang dewasa. Karena itu produk ini harus
digunakan secara sangat hati-hati pada anak-anak. Bahkan,
menurut standar FDA, obat-obat ini sebetulnya tidak boleh
digunakan secara bebas pada anak di bawah dua tahun kecuali
atas resep dokter.
Lagi-lagi pertimbangannya adalah alasan keamanan. Saat
minum obat batuk, sangat mungkin si anak mengalami efek buruk
tapi tidak kelihatan oleh orangtuanya, misalnya jantung berdebar-
debar atau bermimpi buruk.
Sama seperti demam, batuk pun sebetulnya memiliki
manfaat pertahanan tubuh, yaitu mengeluarkan benda asing dari
265
saluran napas atas. Benda asing itu mungkin kuman, debu, dahak,
atau alergen. Kalau refleks batuk ditekan, justru manfaat batuk ini
akan hilang.
Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua kalau bayinya
mengalami flu-pilek dan batuk?
Beri ASI atau minuman hangat lain lebih sering dari biasanya.
Jika ingusnya mengental dan menyumbat hidung, tetesi
dengan obat tetes hidung yang berisi larutan garam supaya
ingus tersebut lebih lembap dan encer. Saat ingus encer,
keluarkan dengan cara memencet hidung bayi secara lembut
menggunakan tisu.
Jika batuknya berdahak dan mengganggu, encerkan dahak di
hidung dan tenggoroknya dengan cara membiarkan bayi
menghirup uap air hangat. Caranya, saat bayi tidur, letakkan
ember berisi air panas lalu tutup kamar dan biarkan uap kamar
memenuhi ruangan.
Sebagian orang menambahkan beberapa tetes minyak kayu
putih atau minyak telon ke dalam air panas untuk
menciptakan efek terapi aroma. Juga memijat bayi dengan
balsem khusus bayi. Ini cara tradisional yang secara empiris
banyak dipraktikkan di Indonesia sekalipun mungkin tidak
banyak kita temui di referensi-referensi kedokteran.
266
Boleh saja cara ini diterapkan asal hati-hati, jangan sampai
keliru menggunakan balsem untuk orang dewasa karena kulit
dan saluran napas bayi masih sangat rentan. Salah satu merek
balsem bayi yang sangat populer adalah Transpulmin BB.
Jika kurang teliti, orangtua bisa keliru dengan balsem
Transpulmin (tanpa BB) yang khusus untuk orang dewasa.
Jauhkan bayi dari kemungkinan penyebab pilek dan batuk,
seperti kipas angin, asap rokok, dan debu.
Saat bayi tidur, atur posisi tidurnya miring dan beri bantal
yang agak tinggi supaya ingusnya tidak mengganggu
pernapasan.
Jika batuknya sampai membuat bayi sulit bernapas dan sulit
tidur, bawa bayi ke dokter.
267
25
OBAT TRADISIONAL
Obat tradisional, khususnya obat herbal, hingga sekarang
masih sering menjadi bahan perdebatan yang tak kunjung habis.
Para pengobat tradisional mendewa-dewakannya. Tapi kalangan
medis sering menganggapnya tidak ilmiah dan belum punya cukup
bukti!
Perdebatan kedua pihak ini selalu muncul tiap kali hadir
primadona baru obat tradisional seperti buah mahkota dewa, buah
pace, virgin coconut oil, buah merah, sarang semut, dan sebagainya.
Para herbalis biasanya mengangkat pamor tanaman
primadonanya dengan testimoni para pemakai yang berhasil
sembuh.
268
Bagi mereka, pengalaman itu adalah bukti kemujaraban
tanaman tersebut. Tapi kalangan dokter selalu bilang bahwa
testimoni-testimoni itu belum bisa dijadikan sebagai bukti.
Bagi kebanyakan orang awam, perselisihan kedua kubu ini
mungkin membingungkan. Tapi jika kita bisa memahami logika
ilmu kedokteran modern, kita akan mafhum. Ilmu kedokteran
modern ditegakkan di atas data-data penelitian ilmiah. Dan
penelitian ilmiah baru bisa dianggap sah jika telah memenuhi
metodologi ilmiah dan kaidah-kaidah statistik.
Bukan berarti pengalaman-pengalaman para pemakai itu
hanya dianggap bualan atau omong kosong belaka. Namanya saja
cerita. Kita boleh percaya, boleh juga tidak. Masalahnya,
kesembuhan beberapa orang belum bisa mewakili populasi karena
belum memenuhi kaidah statistik. Itu sebabnya pengakuan
beberapa orang belum dianggap sebagai bukti dalam pandangan
ahli medis.
Seperti halnya obat modern, obat tradisional sebetulnya juga
racun yang punya manfaat. Jika digunakan secara tepat, ia bisa
menyembuhkan banyak macam penyakit, termasuk penyakit yang
sulit ditangani oleh obat modern sekalipun. Tapi jika
pemakaiannya salah, bisa saja penyakitnya malah tambah parah.
Tak sedikit obat tradisional yang sudah terbukti aman dan
ampuhwalau baru secara empiris. Banyak penderita hipertensi,
diabetes, bahkan kanker mengalami perbaikan klinis setelah
269
minum obat tradisional. Kenapa istilahnya perbaikan klinis, bukan
sembuh? Banyak orang mengaku sembuh setelah minum obat
tradisional tapi sebetulnya mungkin saja itu bukan sembuh
melainkan hanya membaik.
Seperti kita tahu, pemakaian obat tradisional biasanya
menyebar secara getok tular lewat cerita-cerita pengakuan orang.
Kadang kita tak bisa membedakan, apakah cerita itu nyata atau
hanya cerita karangan yang digunakan untuk marketing.
Testimoni-testimoni kesembuhan ini kebanyakan masih perlu
dicek kebenarannya. Misalnya apakah kesembuhannya permanen
ataukah hanya efek perbaikan sementara.
Meski begitu, banyaknya pengalaman orang yang
mengalami perbaikan klinis setidaknya memberikan gambaran
bahwa obat tradisional berpotensi menyembuhkan penyakit-
penyakit yang hingga kini masih sukar disembuhkan.
Sejarah obat modern pun sebetulnya tidak bisa dilepaskan
dari obat tradisional. Banyak obat modern yang awalnya adalah
obat tradisional herbal. Kita bisa menyebut contoh efedrin,
asetosal (aspirin), vinkristin, vinblastin, digitalis, artemisin, morfin,
kodein, dan masih banyak lagi. Semua nama ini merupakan
contoh senyawa tunggal yang masuk kategori obat modern.
Obat-obat pelega hidung (dekongestan) yang banyak
digunakan sekarang pada umumnya adalah turunan dari efedrin.
270
Efedrin sendiri awalnyasekarang tidak lagidiisolasi dari
Efedra, marga tanaman yang banyak digunakan dalam
pengobatan tradisional Cina.
Salisilat, inti asetosal (obat antidemam yang juga digunakan
untuk mencegah serangan jantung atau stroke) pada awalnya juga
obat tradisional yang diperoleh dari kulit kayu marga tanaman
Salix. Vinkristin dan vinblastin (dua senyawa yang banyak
digunakan untuk kemoterapi kanker) diisolasi dari tapak dara,
Catharanthus roseus, tanaman yang biasa dijadikan penghias
pekarangan rumah.
Digitalis (obat jantung) berasal dari Digitalis purpurea,
tanaman yang banyak tumbuh di Eropa. Artemisin (obat
antimalaria) berasal dari Artemisia annua, tanaman yang banyak
tumbuh di Cina.
Morfin, obat penekan sistem saraf pusat yang sering
disalahgunakan itu, berasal dari tanaman opium (Papaver
somniverum). Belajar dari struktur kimia morfin, para ilmuwan
kemudian mengembangkan kodein dan dekstrometorfan yang
biasa dipakai sebagai obat batuk. (Jadi, sebetulnya obat batuk yang
biasa kita minum itu masih bersaudara dengan morfin.)
Semua contoh ini membuktikan bahwa tanaman obat punya
potensi menghasilkan senyawa tunggal untuk obat modern. Jadi,
271
kalau kita meremehkan obat tradisional dengan alasan tidak
ilmiah, itu seperti melupakan sejarah obat modern.
Secara ilmiah, obat tradisional memang masih belum bisa
dibandingkan langsung dengan obat modern. Obat tradisional
biasanya baru memiliki data penelitian yang amat sedikit.
Sebagian bahkan mungkin sama sekali tak punya data penelitian
ilmiah.
Pemakaiannya di masyarakat hanya didasarkan pada
pengakuan orang, mungkin pengalaman tetangga, kawan, atau
cerita Pak Karto yang tertulis di majalah. Banyak di antaranya
bahkan kelihatan terang benderang sebagai strategi jualan.
Ini berbeda dengan obat modern. Obat modern sudah
memiliki cukup banyak data penelitian ilmiah. Khasiatnya bukan
hanya didasarkan pengalaman Pak Karto, tapi berdasarkan
pengamatan yang sistematis terhadap ribuan pasien.
Dosis kerjanya sudah diketahui dengan pasti sampai tingkat
miligram bahkan mikrogram. Efek samping (side effect) dan efek
buruknya (adverse reaction) juga sudah diketahui dengan jelas.
Karena itu, dokter pun tidak ragu meresepkannya.
Dalam urusan obat tradisional, ada beberapa pasal yang
bisa dijadikan sebagai pedoman gampang agar kita bisa
memperoleh manfaat dengan sekecil mungkin mudarat.
272
Salah satu aturan
umum pengobatan: untuk
penyakit-penyakit serius
yang bisa ditangani secara
medis, sebaiknya utamakan
penyembuhan cara medis.
Kalaupun mau mengombinasikan dengan obat tradisional, silakan
saja. Tak ada larangan asalkan, sekali lagi, dikomunikasikan
kepada dokter.
Contoh gampang adalah kanker. Penyakit ini hingga
sekarang masih menjadi momok yang amat ditakuti. Tak jarang
masyarakat awam beranggapan bahwa penyakit ini mustahil
disembuhkan oleh dokter. Padahal kenyataannya penyakit ini bisa
disembuhkan secara medis asalkan masih dalam stadium dini,
maksimal stadium dua.
Biasanya, dalam stadium satu atau maksimal dua, penyakit
ini masih bisa disembuhkan secara medis dengan terapi standar
meliputi operasi, radiasi, dan kemoterapi. Sembuhnya tuntas,
bukan hanya sembuh sebentar lalu kambuh lagi. Jaminan ini lebih
pasti daripada jaminan obat tradisional.
Banyak pasien yangkarena pandangan keliru, bukan
karena tak punya biayatidak mau pergi ke dokter dan hanya
mengonsumsi obat tradisional. Padahal kesembuhan dengan obat
Pasal ke-1:
Utamakan metode terapi
yang sudah terbukti aman
dan efektif.
273
tradisional bisa saja bersifat sementara. Selagi pasien merasa sehat,
bisa saja stadium kankernya terus meningkat. Ketika pasien
merasa sakitnya kambuh lagi, mungkin saja kankernya sudah
stadium empat. Artinya, pada saat itu dokter mungkin hanya bisa
berikhtiar dan selebihnya adalah kehendak Tuhan.
Hal ini tentu tidak akan terjadi kalau pasien pergi ke dokter
ketika kankernya masih stadium dini. Sambil menjalani terapi
medis itu, pasien tetap boleh mengonsumsi obat tradisional. Justru
dengan cara ini, obat tradisional dan obat modern akan
komplementer, saling melengkapi.
Contoh lain adalah konsumsi obat tradisional yang diklaim
berasal dari ekstrak cacing untuk obat tifus (demam tifoid).
Biasanya dokter tidak mengizinkan pasien minum obat ini. Tapi
banyak pasien yang mengonsumsinya karena merasa obat dari
dokter tidak manjur.
Soal manjur atau tidak manjur barangkali bisa
diperdebatkan. Tapi satu yang jelas, penyakit tifus disebabkan oleh
bakteri. Dalam ilmu kedokteran, sudah ada metode standar terapi
yang jelas aman dan efektif, yaitu pemberian antibiotik, tirah
baring (istirahat total atau bed rest), dan diet yang mudah dicerna
dan rendah serat-kasar. Dalam trilogi terapi ini, pemilihan
antibiotik merupakan tahap yang sangat menentukan.
Kalau obat dokter tidak manjur, mungkin saja itu
disebabkan oleh pemilihan antibiotik yang kurang tepat karena
274
bakterinya sudah kebal. Asalkan diagnosis dan pemilihan
antibiotiknya tepat, penyakit tifus dijamin akan sembuh apabila
disertai dengan tirah baring dan pola makan yang tepat.
Jadi, dari sudut pandang ini, sebetulnya pasien tidak
memerlukan ekstrak cacing. Akan tetapi, kalaupun pasien
akhirnya memutuskan untuk minum ekstrak cacing (itu memang
hak setiap orang), sebaiknya ia terus memantau efek obat itu
terhadap kesehatannya.
Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan
karena kandungan asam aminonya. Namun, dugaan ini masih
belum bisa menjawab pertanyaan berikutnya. Kalau sekadar
kandungan asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-
dagingan dan seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa
menggantikan ekstrak cacing.
Sekali lagi, ini tidak berarti bahwa logika asam amino
ekstrak cacing itu hanya strategi jualan tukang obat. Mungkin saja
memang ekstrak cacing mengandung senyawaentah apa
namanya dan entah bagaimana struktur kimianyayang jelas bisa
membantu penyembuhan tifus.
Kemungkinan itu bisa jadi ada, tapi kita tak pernah tahu.
Wallahualam. Sementara dalam ilmu medis, dokter hanya akan
meresepkan obat yang memang benar-benar diketahui cara
275
kerjanya. Ilmu kedokteran modern tak mau berurusan dengan hal-
hal yang wallahualam.
Contoh lain yang mirip adalah konsumsi obat cina untuk
mempercepat penyembuhan luka operasi, khususnya operasi sesar.
Dalam ilmu medis, sebetulnya luka sesar dijamin akan sembuh
sendiri walaupun tidak diterapi khusus dengan obat-obatan,
asalkan luka itu dijaga tetap bersih dan kering. Kalaupun perlu
obat, biasanya cukup antibiotik, antinyeri, dan vitamin. Bahkan,
jika pasien bisa menjaga betul kebersihan diri dan lingkungan, dia
mungkin malah tidak perlu antibiotik.
Dengan metode terapi ini, di hari keempat atau kelima
pascaoperasi, pasien biasanya sudah bisa pulang. Jadi,
berdasarkan protap ini sebetulnya pasien sesar tak perlu minum
obat cina. Tapi kalau ternyata pasien tetap bersikukuh minum obat
cina (itu memang haknya), sebaiknya ia terus memantau
kesehatannya dan kesehatan bayinya. Sebab, sangat mungkin obat
yang belum diketahui persis senyawa kandungannya itu masuk ke
dalam kelenjar ASI.
276
Selama ini obat
tradisional diyakini tidak
punya efek samping yang
buruk. Atau, kalaupun ada,
efek buruk ini boleh
diabaikan. Pandangan seperti
ini tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun, obat tradisional tetap
berisi bahan kimia yang asing bagi tubuh dan karena itu punya
efek samping atau bahkan efek buruk. Karena itu, penggunaannya
pun tetap harus sangat hati-hati.
Oleh karena masalah keamanan obat tradisional sebagian
besar masih wallahuaalam, kita sebaiknya membatasi
pemakaiannya pada obat-obat yang memang sudah digunakan
secara luas dan terbukti aman secara empiris. Contoh, obat-obat
tradisional berbahan dasar bumbu dapur seperti kunyit, jahe,
bawang putih, jeruk nipis, kencur, kayumanis, dan sejenisnya
biasanya aman dalam dosis wajar karena bahan-bahan ini sudah
biasa kita konsumsi.
Contoh lain, penggunaan daun atau ekstrak daun jambu biji
untuk diare. Secara tradisional, rebusan daun jambu biji sudah
biasa digunakan untuk mengatasi diare. Dalam bentuk yang lebih
modern, ekstrak daun jambu biji juga banyak digunakan di dalam
produk obat-obat diare yang dijual bebas. Di dalam usus, ekstrak
daun jambu biji diduga mengatasi diare dengan dua mekanisme.
Pasal ke-2:
Pilih yang bahannya
aman.
277
Selain punya khasiat antibakteri, ekstrak daun ini juga bisa
membuat feses lebih padat dan mengurangi gerakan usus.
Sekalipun mekanisme kerjanya masih sebatas dugaan, sejauh ini
ekstrak daun jambu biji dalam dosis itu terbukti aman dan ampuh.
Contoh lain, konsumsi jus jambu pada pasien demam
berdarah dengue (DBD). Kebiasaan ini harus kita lihat dalam
konteks yang proporsional. Berdasarkan pasal ke-1, sebetulnya
tanpa konsumsi jus jambu pun demam berdarah akan sembuh
dengan sendirinya asalkan pasien tidak terlambat mendapat
pertolongan medis.
Namun, dalam praktiknya, banyak pasien atau keluarga
pasien yang merasa kurang afdol sebelum minum jus jambu.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah hak pasien. Dalam
konteks ini, kita bisa menggunakan pasal ke-2 sebagai pedoman.
Meski sudah ada metode terapi yang standar, konsumsi jus
jambu boleh saja dilakukan karena konsumsi jus jambu tidak
berbahaya. Tapi harus dicatat bahwa fungsinya bukan sebagai
terapi substitutif (menggantikan metode standar yang diberikan
oleh dokter), melainkan terapi komplementer (melengkapi). Toh
pasien memang dianjurkan untuk banyak minum. Apalagi buah
jambu juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang
penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Secara sederhana, tingkat keamanan obat tradisional bisa
diketahui dari banyak tidaknya bahan tradisional itu dikonsumsi
278
oleh masyarakat. Buah jambu sudah jelas biasa kita makan. Daun
jambu dalam dosis obat diare juga sudah biasa dikonsumsi. Obat
lain seperti sari kurma, angkak, atau air kelapa juga sudah biasa
kita konsumsi. Artinya, bahan-bahan ini tergolong aman jika
dikonsumsi secara wajar walaupun khasiatnya sebagai obat DBD
masih diragukan atau belum pasti. Yang penting aman dulu,
khasiatnya belakangan.
Dalam pengobatan, ada sebuah fenomena unik yang dikenal
sebagai efek plasebo. Pasien mengalami perbaikan klinis
walapun ia hanya diberi plasebo (pil yang isinya cuma tepung).
Secara ilmiah, tepung jelas tak bisa mengobati penyakit. Tapi
kenapa kondisi pasien bisa membaik? Jawabannya masih
wallahualam. Tapi, diduga, pasien mengalami perbaikan klinis
lewat efek psikis karena ia merasa yakin telah minum obat. Para
ahli jiwa memang menyatakan bahwa pikiran bisa sangat
berpengaruh terhadap kondisi fisik.
Pedoman ini terutama
penting jika obat tradisional
yang akan kita minum bukan
termasuk bahan yang biasa kita
konsumsi sehari-hari. Contoh,
sambiloto, buah mahkota dewa, brotowali, buah merah, dan
sebangsanya.
Pasal ke-3:
Pantau terus efek yang
terjadi.
279
Sekali lagi, obat tradisional mungkin saja punya efek yang
merugikan. Contoh, obat herbal untuk hipertensi atau diabetes.
Dalam dosis besar, obat-obat ini bisa menyebabkan hipotensi
parah (tekanan darah kelewat rendah) atau hipoglikemia berat
(kadar gula darah kelewat rendah).
Overdosis ini sangat mungkin terjadi karena dalam
pengobatan tradisional tidak ada standar dosis yang bisa dijadikan
pedoman semua orang. Berapa gram rimpang atau berapa lembar
daun yang harus dikonsumsi? Karena tak ada standar dosis inilah
sebaiknya kita menggunakan obat tradisional secara bertahap dari
dosis yang kecil dulu, sambil memantau perubahan yang terjadi,
misalnya perubahan tekanan darah atau kadar gula darah.
Kalaupun dosis perlu ditambah, peningkatannya bisa dilakukan
secara bertahap sampai menghasilkan perubahan yang diinginkan.
Karena alasan ini pula, obat-obat herbal antidiabetes atau
antihipertensi sebaiknya tidak digabungkan dengan obat dari
dokter. Atau, kalau mau digabungkan, pasien harus minta dokter
menyesuaikan dosis obat resepnya. Jika keduanya langsung
dipakai begitu saja bersama-sama, sangat mungkin pasien
mengalami hipotensi atau hipoglikemia.
Ini baru soal obat hipertensi dan diabetes, belum obat-obat
herbal lainnya. Mungkin saja di masyarakat sebetulnya ada
banyak pemakai obat tradisional yang mengalami efek buruk tapi
laporan mereka tidak terdokumentasikan dengan baik. Ini
280
memang kelemahan obat tradisional. Efek buruk ini sulit
diramalkan karena hingga sekarang mekanisme kerja obat
tradisional di dalam tubuh masih wallahualam.
Cerita penemuan vinkristin dan vinblastin dari ekstrak tapak
dara mungkin bisa menjadi bukti jelas bahwa obat tradisional pun
bisa berbahaya. Awalnya tanaman ini diduga memiliki efek
antidiabetes. Para peneliti kemudian menguji efek ekstrak tanaman
ini sebagai obat antidiabetes.
Namun, ternyata para peneliti itu menemukan fakta lain
yang mengejutkan. Ekstrak tapak dara ternyata bisa menurunkan
jumlah sel darah putih dan mengganggu fungsi sumsum tulang
belakang.
Efek buruk yang tak disangka-sangka ini kemudian
membuat para ilmuwan berubah pikiran. Mereka tak lagi meneliti
efek antidiabetesnya, tapi efeknya sebagai obat leukemia (kanker
darah putih). Belakangan terbukti bahwa zat-zat fitokimia di
dalam tapak dara memang bisa digunakan untuk kemoterapi
leukemia.
Bagi orang yang menderita leukemia (sel darah putihnya
terlalu ganas), efek penurunan sel darah putih ini justru
menguntungkan. Tapi bagi orang sehat yang tidak menderita
leukemia, efek penurunan sel darah putih dan gangguan sumsum
tulang belakang bisa sangat membahayakan. Ini adalah contoh
281
bahwa pemakaian obat tradisional bisa saja menimbulkan efek
buruk yang sangat mungkin tidak kita sadari.
Dalam hal obat tradisional, selama ini kita lebih banyak
menerima informasi khasiatnya daripada efek buruknya. Lihat
saja, selama ini kita lebih banyak tahu khasiat buah mahkota dewa
dan buah merah untuk penyakit ini dan itu, dibandingkan dengan
kemungkinan efek sampingnya. Padahal dalam ilmu farmasi,
informasi tentang keamanan mestinya dipastikan lebih dulu
sebelum informasi tentang khasiatnya. First, do no harm.
Keamanan obat tradisional juga sangat ditentukan oleh
kondisi pemakai. Misalnya, jamu cabe puyang secara empiris
terbukti aman dikonsumsi, termasuk oleh ibu hamil di masa awal
kehamilan. Namun jika jamu ini diminum oleh wanita hamil di
bulan-bulan terakhir kehamilan, jamu ini dianggap berbahaya
karena justru bisa menghambat kontraksi rahim dan mempersulit
persalinan.
Untuk mencegah
terjadinya risiko buruk obat
herbal, sebaiknya pasien selalu
berkomunikasi dengan dokter
bila hendak mengonsumsinya,
Pasal ke-4:
Komunikasikan ke
dokter.
282
terutama jika ia juga harus minum obat dokter. Sebab, obat-obat
tradisional tertentu punya efek sinergis dengan obat dokter.
Kehati-hatian terutama sangat diperlukan oleh ibu hamil.
Pasalnya, obat tradisional belum memiliki data penelitian
bahayanya terhadap janin. Begitu pula pada pasien yang hendak
menjalani operasi. Menjelang operasi, sebaiknya semua
pemakaian obat tradisional dihentikan. Banyak obat tradisional
terbukti punya efek samping mempersulit pembekuan darah. Jika
konsumsi tidak disetop, dikhawatirkan akan menyebabkan
perdarahan saat operasi.
Ibu hamil yang hendak melahirkan, baik secara normal
maupun sesar, sebaiknya juga hanya minum obat tradisional kalau
mendapat persetujuan dokter. Di masyarakat kita, sebagian wanita
hamil minum rumput patimah ketika hendak bersalin. Tumbuhan
ini sering dipakai sebagai jamu untuk memperlancar persalinan.
Rumput ini memang diketahui mengandung bahan fitokimia (fito:
tumbuhan) yang mirip obat modern perangsang kontraksi rahim.
Yang menjadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak
mungkin diukur saat hendak diminum. Tumbuhan ini dipakai
dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang
diminum. Semakin lama perendaman, kadar zat fitokimia yang
terlarut pun semakin pekat. Dosis hari Rabu bisa saja dua kali lipat
dosis hari Senin. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak
terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur.
283
Minum jamu rendaman akar rumput patimah akan
menimbulkan masalah jika pada proses persalinan itu, dokter juga
memberikan obat modern perangsang kontraksi rahim. Efeknya
bisa berlipat ganda. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat
kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa berupa robeknya jalan
lahir atau perdarahan setelah melahirkan.
Sejauh ini, obat
tradisional memang belum
mendapat tempat sepadan
dengan obat modern. Kendala
utamanya adalah biaya
penelitian yang sangat tinggi.
Agar bisa setara dengan obat modern, obat tradisional harus
melewati banyak tahap penelitian dalam waktu yang sangat lama.
Kita ambil contoh kumis kucing. Secara empiris, tanaman
bernama ilmiah Orthosiphon stamineus ini sudah biasa dipakai
kakek nenek kita sebagai obat tekanan darah tinggi. Pada tahap
ini, derajat kumis kucing masih sebagai jamu.
Secara empiris, khasiatnya sudah diakui. Tapi belum ada
bukti ilmiah yang mendukungnya. Masyarakat dipersilakan
memakai, tapi dokter belum sudi meresepkannya. Agar bisa
diresepkan, obat tradisional harus punya data penelitian ilmiah
yang komplet lebih dulu.
Pasal ke-5:
Gunakan secara
rasional.
284
Supaya punya bukti ilmiah, tanaman ini harus diuji dahulu
efeknya pada binatang coba. Jika terbukti aman dan menunjukkan
efek penurunan tekanan darah, dokter baru akan mengakui
khasiatnya. Tapi pada tahap ini pun dokter masih belum bersedia
meresepkannya.
Kumis kucing baru akan dianggap setara dengan obat
modern jika telah diuji pada manusia, bukan hanya pada binatang
coba. Tahapan inilah yang kita kenal sebagai uji klinis. Setelah
lulus uji klinis, obat ini baru bisa setara dengan obat-obat modern
antihipertensi seperti kaptopril, hidroklorotiazida (HCT), dan
sebangsanya.
Obat tradisional yang sudah melewati uji klinis ini biasa
disebut fitofarmaka. Kalau obat tradisional sudah berbaju
fitofarmaka, dokter baru sudi meresepkannya. Obat tradisional
kategori ini sudah layak diresepkan karena memang sudah punya
bukti klinis yang mendukung, bukan sekadar pengakuan Pak
Karto atau Bu Karti.
Di Indonesia sejauh ini baru ada beberapa gelintir produk
fitofarmaka seperti Tensigard (antihipertensi), X-Gra
(antidisfungsi seksual pria), Stimuno (peningkat daya tahan
tubuh), Nodiar (antidiare), dan Rheumaneer (antinyeri
rematik). Kita bisa mengetahui status fitofarmaka dari tanda
khusus berupa lingkaran dan logo seperti kristal salju berwarna
hijau di kemasannya.
285
Hanya berdasarkan pengalaman
Mutu produk bervariasi
Bisa manjur, bisa pula tidak
Belum ada uji klinis
Setingkat di atas jamu
Mutu produk lebih seragam
Khasiat seragam
Belum ada uji klinis
Setingkat di atas obat herbal
terstandar
Mutu produk lebih seragam
Khasiat seragam
Sudah ada uji klinis
Sekalipun sebuah obat tradisional sudah masuk kategori
fitofarmaka, mekanisme kerjanya pun sebetulnya masih belum
diketahui secara detail. Ini memang salah satu kekurangan obat
tradisional. Ini berbeda dengan obat-obat modern yang cara
kerjanya diketahui secara sangat detail dan jelas.
Para peneliti belum bisa memastikannya karena kandungan
obat tradisional jauh lebih kompleks daripada obat modern.
286
Sebagai gambaran, dalam sehelai daun kumis kucing terdapat
ratusan macam senyawa fitokimia. Begitu pula di dalam buah
pace, pare, mahkota dewa, buah merah, dan sebagainya. Sebagian
besar senyawa fitokimia ini tidak diketahui strukturnya, apatah
lagi mekanisme kerjanya. Semuanya masih sebatas dugaan-
dugaan.
Kebanyakan penelitian obat tradisional masih dalam tahap
menguji ada tidaknya efek tertentu. Misalnya, apakah memang
benar ekstrak buah mahkota dewa mempunyai efek menurunkan
kadar gula darah. Penelitian-penelitian tersebut belum bisa
menjawab pertanyaan lebih lanjut: senyawa apa yang punya efek
menurunkan kadar gula darah; bagaimana strukturnya; dan
bagaimana mekanisme kerjanya. Semua masih samar-samar.
Jika dokter mengatakan belum ada buktinya, itu sama
sekali tidak berarti tanaman tersebut pasti tidak berkhasiat. Bisa
saja tanaman tersebut memang berkhasiat. Masalahnya, belum
ada penelitian yang mendukung. Dalam ungkapan para cerdik
cendekia, "Ketiadaan bukti (absence of evidence) tidak sama dengan
bukti ketiadaan (evidence of absence)."
Dari fakta di atas, kita bisa melihat bahwa obat tradisional
mestinya tidak boleh dipandang sebelah mata, juga tidak rasional
didewakan secara membabi buta. Jangan meremehkannya, tapi
jangan terlalu mudah percaya dengan klaim kemanjurannya.
287
Kalaupun sebuah obat herbal berkhasiat, biasanya khasiat
itu baru akan kelihatan setelah pemakaian lama, sebulan atau
bahkan beberapa bulan. Jadi, jangan berharap asam urat langsung
terkendali pada pemakaian dua atau tiga hari. Jangan pula
berharap berat badan turun 5 kg dalam seminggu. Jika efeknya
begitu cespleng, justru kita harus curiga, mungkin saja obat itu
sudah dicampur dengan obat kimia sintetis.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah hak setiap
pasien. Sekalipun dokter melarang, keputusan akhir tetap berada
di tangan pasien. Jika seseorang sudah memutuskan untuk minum
obat tradisional, sebaiknya ia terus memantau perubahan yang
terjadi pada kesehatannya, baik perubahan yang baik maupun
perubahan yang buruk.
Obat tradisional harus digunakan dengan kritis. Kita tidak
perlu tergesa-gesa menyimpulkan bahwa tanaman anu pasti punya
khasiat anu. Akan tetapi, kita juga tidak boleh terlalu cepat
menghakimi bahwa khasiat tanaman obat hanya mitos belaka.
Semua harus dipandang secara rasional.
Bisa saja suatu saat nanti ilmuwan berhasil mengisolasi obat
antihepatitis dari meniran dan temu lawak; obat antidiabetes dari
ekstrak sambiloto dan brotowali; atau obat kanker dari buah
mahkota dewa.
Kita boleh berharap kan?
288
26
REFERENSI
KESEHATAN DI INTERNET
Di perpustakaan WWW kita bisa menemukan banyak
sekali situs-situs referensi kesehatan yang tepercaya. Sayangnya,
sebagian besar berbahasa Inggris. Kalau kita memasukkan kata
kunci nama penyakit dalam bahasa Inggris di Google, biasanya
sepuluh pertama hasil pencarian didominasi oleh situs-situs
referensi yang kredibel.
Sekalipun begitu, sebagian hasil pencarian mungkin kurang
kredibel. Untuk menghindari ini, kita bisa menggunakan portal
pencarian yang memang didesain khusus untuk mengarahkan kita
ke situs-situs referensi. Salah satu portal yang sangat layak
289
direkomendasikan adalah MedlinePlus. Portal ini dikelola oleh
National Institute of Health, Pemerintah Amerika Serikat.
Jika kita mengetikkan kata kunci di kotak pencarian, maka
kita akan diarahkan ke situs-situs referensi yang kredibilitasnya tak
perlu diragukan lagi, seperti Food & Drug Administration (FDA),
Mayo Clinic, Centers for Disease Control and Prevention (CDC),
Badan Kesehatan Dunia WHO, asosiasi-asosiasi kedokteran, dan
sebagainya.
Selain MedlinePlus, ada pula portal lain yang juga sangat
layak direkomendasikan, yaitu Health on the Net Foundation.
HON adalah organisasi nonprofit yang membantu kita memilah
situs-situs kesehatan yang tepercaya. Portal yang bermarkas di
Swiss ini memiliki fasilitas pencarian seperti Google yang hasilnya
dibatasi hanya situs-situs yang sudah terakreditasi sesuai standar
HON.
Ringkasnya, kita tak akan kesulitan mencari bahan rujukan
dalam bahasa Inggris. Akan tetapi, lain cerita kalau kita
memasukkan kata kunci dalam bahasa Indonesia. Biasanya
sepuluh teratas hasil pencarian didominasi situs nonreferensi. Ini
masih belum seberapa. Banyak di antaranya adalah situs komersial
berbasis search engine optimization (SEO). Ini sisi buruk mesin
pencari yang sulit kita hindari.
290
Google bisa sangat membantu. Tapi mesin algoritma SEO
juga bisa menyesatkan kita. Dalam kondisi ini, kemampuan kita
menyaring informasi menjadi hal yang paling menentukan. Untuk
mengecek tingkat kredibilitas sebuah informasi, sebaiknya kita
melakukan cross check di banyak situs referensi.
291
PENULIS
Hammad Sholeh, apoteker lulusan Fakultas Farmasi Universitas
Airlangga Surabaya. Sempat bekerja di industri farmasi PT Novell
Pharmaceutical Laboratories. Pernah menjadi penulis tetap
majalah Kelompok Kompas Gramedia. Pernah menjadi editor
konten Buku Kesehatan Ibu dan Anak, Departemen Kesehatan.
Berminat di bidang penulisan dan pendidikan masyarakat. Penulis
bisa dihubungi di bukuobat@gmail.com