Anda di halaman 1dari 45

Ketua : Indra Syahputra.R.

L 405080057
Sekertaris : Acha Hirdie Yodanma 405080176
Penulis : Norman Aditya.L 405080001
Anggota : Amelia Budiman 405080002
Chyntia Lawrence 405080003
Yunita Widyaningsih 405080004
Nina Apriyana.M 405080028
Rossy Triana 405080029
Jennifer Annastasia 405080058
Chyntia Camelia 405080059
Elsa Widjaja 405080060
Paullya Dwi.P 405080177

PEMICU ISK
1
LO
1. Mengetahui dan menjelaskan definisi tentang :
a) Manusia dari aspek sosial
b) Masyarakat
c) Tatanan,struktur dan sistem masyarakat
d) Interaksi dan tindakan sosial
e) Norma sosial
f) Bentuk pelanggarn norma sosial
g) Perokok aktif dan Pasif
2. Mengetahui tentang peraturan dilarang merokok
3. Mengetahui tujuan pembuatan peraturan dilarang merokok
4. Mengetahui penyebab dilanggarnya peraturan
5. Mengetahui dan menjelaskan sanksi untuk para pelanggar
peraturan
6. Mengetahui instansi yang bertanggung jawab,beserta
tindakannya
7. Mengetahui dan menjelaskan kawasan dilarang merokok
8. Mengetahui sasaran sosialisasi peraturan dilarang merokok



LO 1
Manusia dari Aspek Sosial
Sifat manusia terdiri dari:
Manusia sebagai mahkluk individu sifat
manusia yang sangat terarah pada dirinya
sendiri, dalam arti hanya mementingkan
dirinya sendiri
Manusia sebagai mahkluk sosial mahkluk
yang senantiasa memiliki hubungan timbal
balik dengan sesamanya

Manusia memiliki ciri2 yang sangat mendasar, yaitu:
Body (tubuh / badan): bagian pada manusia yang
mampu melakukan aktivitas & memiliki perilaku
tertentu (makhluk jasmaniah)
Mind (kesadaran / rasionalitas): bagian pada
manusia yang mampu berpikir serta memiliki
kreativitas, keinginan & emosi (makhluk rohaniah)
Body & mind tidak dapat dipisahkan, merupakan
kesatuan yang sangat holistik manusia dapat
melakukan berbagai tindakan dengan tujuan &
kepentingan tertentu
Masyarakat
Masyarakat ialah kumpulan individu yang
memiliki tujuan, kepentingan, & berada
dalam wilayah tertentu.
Masyarakat perilaku masyarakat??
Perilaku ini dipengaruhi kebudayaan
masyarakat itu, contohnya perilaku
kesehatan, perilaku keagamaan, dsb
Tatanan, Struktur, & Sistem
Masyarakat
Tatanan masyarakat: organisasi atau
lembaga yang diatur oleh norma tertentu.
Memiliki asas, aturan, hukum proses
kinerja organisasi
Tatanan masyarakat membentuk struktur
& sistem

Struktur masyarakat: suatu pola yang
membentuk tatanan masyarakat,
memiliki hubungan tertentu
Sifat struktur masyarakat:
Hierarkis(vertikal) hubungan atas
bawah, contoh hubungan antara direktur
rumah sakit dengan wadir
Non hierarkis (horizontal) kesetaraan di
antara organisasi, contoh anggota dengan
anggota
Sistem masyarakat: pola yang berasal dari
tatanan masyarakat & terdiri dari beberapa
elemen serta membentuk hubungan
jejaring (nettwork)
Dalam pemicu ini, perokok pasif berada di
tatanan masyarakat yang merokok, dalam
struktur masyarakat ia sebagai pekerja yang
memiliki pimpinan & teman sekerjanya,
sedang dalam sistem masyarakat memiliki
hubungan antara perokok aktif dengan
perokok pasif
Interaksi Sosial & Tindakan Sosial
Interaksi sosial: hubungan yang terjadi
antarindividu & terkait dengan tindakan
& kepentingan sosial
Dalam interaksi sosial terdapat
tindakan sosial
Tindakan sosial: cara bagaimana
seseorang atau masyarakat
mengekspresikan & mewujudkan
perilakunya pada kehidupannya
dengan orang lain
3 tipe tindakan sosial:
Tindakan tradisional tindakan yang
terkait dengan latar belakang
kebudayaaan (adat istiadat yang memiliki
kepentingan atau tujuan tertentu)
Tindakan afektif tindakan yang terkait
dengan keinginin, emosi & nafsu tertentu
Tindakan rasional tindakan yang
memiliki tujuan yang bermanfaat
Norma Sosial
Norma sosial : berbagai aturan yang di
tengah masyarakat mengenai hal yang
boleh atau tidak boleh dilakukan oleh
masyarakat atau individu
Bentuk norma sosial ada 3:
Norma sosial keluarga
Norma sosial pada lembaga pemerintahan
Noram sosial pada lembaga swasta
Norma sosial keluarga aturan yang
berlaku pada keluarga tertentu
Bersifat tertulis atau lisan
Norma sosial pada pemerintahan
peratuaran yang beasal dari pemerintah
(UU, Skep)
Bersifat tertulis


Norma sosial pada lembaga swasta
berasal dari lembaga atau organisasi yang
berupa surat keputusan

Dalam pemicu ini, bentuk norma sosial
terhadap perokok aktif adalah norma
sosial pada lembaga pemerintahan
Bentuk Pelanggaran Norma Sosial
Bentuk Pelanggaran Norma Sosial dapat
berupa unjuk rasa, protes, demonstrasi,
yang diajukan pada pimpinan lembaga atau
organisasi tertentu ketidakpuasan
terhadap keputusan
Akibat dari pelanggran norma sosial akan
memunculkan sanksi. Contohnya
teguran(lisan atau tulisan) laporan pihak
berwajib, & penangkapan
Perokok pasif adalah orang-orang yang secara
tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain.
Perokok pasif adalah individu yang tak memiliki
kebiasaan merokok namun terpaksa harus
menghisap asap rokok yang dihembuskan orang
lian yang kebetulan di dekatnya.
Perokok aktif adalah orang yang melakukan
aktivitas merokok
Perokok aktif adalah individu yang benar-benar
memiliki kebiasaan merokok


LO 2
MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN GUBERNUR TENTANG KAWASAN DILARANG
MEROKOK.
PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH
KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
NOMOR 75 TAHUN 2005
TENTANG
KAWASAN DILARANG MEROKOK
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA,
PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA
JAKARTA
NOMOR 2 TAHUN 2005
TENTANG
PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Menetapkan: PERATURAN DAERAH PROVINSI
DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TENTANG
PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA.
MEMUTUSKAN:

LO 3
Tujuan penetapan kawasan dilarang
merokok, adalah:
menurunkan angka kesakitan dan/atau
angka kematian dengan cara merubah
perilaku masyarakat untuk hidup sehat;
meningkatkan produktivitas kerja yang
optimal;
mewujudkan kualitas udara yang sehat
dan bersih bebas dari asap rokok;
menurunkan angka perokok dan
mencegah perokok pemula;
mewujudkan generasi muda yang sehat.
LO 4
Penyebab Peraturan Diabaikan
Faktor internal
Kebiasaan
Ketergantungan
Minimnya pengetahuan
Faktor eksternal
Gengsi
Tidak tegasnya peraturan
Kurang sosialisasi pemerintah
Instansi tidak memberi teladan
Maraknya kebiasaan suap

LO 5
SANKSI menurut peraturan gubernur
Pasal 27
1. Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat yang
ditetapkan sebagai kawasan dilarang merokok
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, apabila terbukti
membiarkan orang merokok di kawasan dilarang
merokok, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa:
a. peringatan tertulis;
b. penghentian sementara kegiatan atau usaha;
c. pencabutan izin.
2. Setiap orang yang terbukti merokok di kawasan
dilarang merokok, dapat dikenakan sanksi sebagaimana
ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun
2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara
dan/atau sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
Ketentuan Pidana
1. Setiap orang yang melanggar ketentuan dalam Pasal 15 ayat (1),
dan Pasal 25 ayat (1) diancam dengan pidana sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Setiap orang yang melanggar ketentuan dalam Pasal 12, Pasal
13, Pasal 14, Pasal 17, Pasal 19 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 20
ayat (1), Pasal 22, Pasal 23 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 24 ayat (1)
dan ayat (2), Pasal 26 ayat (1), dan Pasal 28 ayat (1) diancam
dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda
sebanyak-banyaknya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

3. Terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2),
dapat dibebankan biaya pelaksanaan penegakan hukum.

4. Besarnya biaya penegakan hukum sebagaimana dimaksud pada
ayat (2), ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.


BAB XIV SANKSI ADMINISTRASI
Pasal 39
Terhadap kegiatan yang melanggar
ketentuan dalam Pasal 28 dapat
dikenakan sanksi administrasi berupa:
a.peringatan tertulis; b.pencabutan izin.
Tata cara pelaksanaan sanksi administrasi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.
LO 6
Instansi yang bertanggung jawab
Gubernur
Sekretaris Daerah
Asisten Kesejahteraan Masyarakat
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah yang
seianjutnya disingkat BPLHD
Dinas Kesehatan,Dinas Ketenteraman dan Ketertiban dan
Perlindungan Masyarakat (Dinas Tramtib dan Linmas)
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Dinas Pariwisata
Dinas Pendidikan Dasar
Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi
Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial
Dinas Perhubungan, Walikotamadya, Bupati

Hasil pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), wajib dilaporkan oleh masing-masing instansi sesuai
dengan tugas dan fungsi masing-masing kepada
Gubernur melalui Asisten Kesejahteraan Masyarakat
setiap 3 bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan.
Apabila dari hasil pengawasan terdapat atau diduga
terjadi pelanggaran ketentuan sebagaimana diatur
dalam Peraturan Daerah dan/atau Peraturan Gubernur
ini, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dapat
mengambil tindakan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Pemprov DKI Jakarta
Perda DKI Jakarta
Tindakan yang dilakukan :
Menyediakan area smoking
Mengadakan penyuluhan mengenai
bahaya rokok, baik bagi perokok aktif
maupun perokok pasif
Meningkatkan pengawasan pada daerah
bebas rokok (tempat kerja, tempat umum,
sekolah/ universitas, dll)
LO 7
Kawasan larangan merokok
Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah
(BPLHD) Jakarta menetapkan tujuh kawasan
sasaran operasi larangan merokok, yang terdiri
atas:
Lima kawasan total dilarang merokok; kantor
pemerintah, rumah sakit atau klinik, sekolah,
tempat bermain anak, dan rumah ibadah
Dua kawasan ditetapkan kawasan terbatas,
artinya boleh merokok di tempat khusus, seperti
gedung perkantoran dan mal
Kawasan dilarang merokok
Tempat umum adalah sarana yang
diselenggarakan oleh Pemerintah, swasta atau
perorangan yang digunakan untuk kegiatan bagi
masyarakat termasuk tempat umum milik
Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, gedung
perkantoran umum, tempat pelayanan umum
antara lain terminal termasuk terminal busway,
bandara, stasiun, mall, pusat perbelanjaan,
pasar serba ada,hotel, restoran, dan sejenisnya.

Tempat kerja adalah ruang tertutup yang
bergerak atau tetap dimana tenaga kerja bekerja
atau tempat yang seeing dimasuki tenaga kerja
dan tempat sumber-sumber bahaya termasuk
kawasan pabrik, perkantoran, ruang rapat,ruang
sidang/seminar, dan sejenisnya.
Angkutan umum adalah alat angkutan bagi
masyarakat yang dapat berupa kendaraan
darat, air, dan udara termasuk di dalamnya
taksi, bus umum, busway, mikrolet, angkutan
kota, Kopaja, Kancil, dan sejenisnya.

Tempat ibadah adalah tempat yang digunakan
untuk kegiatan keagamaan,seperti mesjid
termasuk mushola, gereja termasuk kapel, pura,
wihara, dan kelenteng
Arena kegiatan anak-anak adalah tempat
atau arena yang diperuntukkan untuk kegiatan
anak-anak, seperti Tempat Penitipan Anak
(TPA), tempat pengasuhan anak, arena bermain
anak-anak, atau sejenisnya
Tempat proses belajar mengajar adalah
tempat proses belajar-mengajar atau pendidikan
dan pelatihan termasuk perpustakaan, ruang
praktik atau laboratorium, musium, dan
sejenisnya.

Tempat pelayanan kesehatan adalah
tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya kesehatan yang
dilakukan Pemerintah dan masyarakat, seperti
rumah sakit, Puskesmas, praktik dokter, praktik
bidan,toko obat atau apotek, pedagang farmasi,
pabrik obat dan bahan obat,laboratorium, dan
tempat kesehatan lainnya, antara lain pusat
dan/atau balai pengobatan, rumah bersalin,
Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA).

Kawasan merokok
Syarat:
Terpisah secara fisik dengan kawasan
dilarang merokok
Dilengkapi alat penghisap udara
Dilengkapi asbak
Dapat dilengkapi data dan informasi
bahaya merokok
LO 8
Sasaran sosialisasi peraturan dilarang
merokok :
semua masyarakat wilayah DKI Jakarta

Kesimpulan
Perokok Aktif
Perokok Pasif
Tidak berani menegur
Cuek
Tatanan masyarakat yang jelek
Peraturan terabaikan
Sakit
Terus merokok
Penegakan
hukum yang
lemah
Saran
Sebagai mahluk sosial kita harus peduli
dengan lingkungan,dengan cara :
Berani menegur
Memberi penyuluhan
Memperbaiki tatanan masyarakat
Memberi teladan


Daftar Pustaka
Rafael,R. Hipnoterapi Quit Smoking.
Jakarta : Gagas Media.2006.pp:71-7
Dariyo, A.Masalah-masalah kebiasaan
dan kesehatan. Psikologi Perkembangan
Dewasa Muda.Jakarta : Grasindo.
2004.pp:36-43
http://bplhd.jakarta.go.id/