Anda di halaman 1dari 55

CASE REPORT

General Anesthesia
Yeny Wijayanti
07120090065

Preceptor : dr. Carla, Sp. An
IDENTITAS PASIEN
No Rekam Medis : RSUS.0000016553
Nama : An. JN
Jenis Kelamin : Pria
TTL : Tangerang, 12 Juli 2007
Usia : 06 tahun
Agama : Islam
Alamat : Kp. Kecok M RT 04/RW 01 Tangerang
Pendidikan : -
Nama Orangtua : Tn. AR dan Ny. NN
Tanggal Masuk RS : 02 April 2014
Tanggal Keluar RS : 07 April 2014
ANAMNESIS
Alloanamnesis
02 April 2014 pukul 14.10 WIB di RSUS
Pasien datang dengan
keluhan tidak bisa buang air
kecil sejak 1 hari SMRS.
Keluhan
Utama

Sempat keluar darah dari
penis.
Keluhan
Tambahan
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien An. JN datang ke RSUS pada pukul 14.10 dengan keluhan tidak bisa
buang air kecil sejak 1 hari SMRS.
Awal kejadian, pasien sedang bermain di sungai. Kemudian pasien merasa ada
sesuatu di penis nya. Ketika di lihat oleh pasien, ternyata terdapat lintah pada
penis pasien (3cm) dan lintah tersebut masuk melalui lubang penis.
Setelah lintah tersebut masuk, pasien memberitahu hal tersebut kepada
orangtua pasien dan orang tua pasien segera mengeluarkan lintah tersebut.
Ketika orangtua pasien mengeluarkan lintah dari penis pasien, pasien merasa
kesakitan dan terdapat darah yang keluar dari penis pasien. Lintah berhasil
dikeluarkan, hanya saja pasien menjadi tidak buang kencing setelahnya (hanya
sedikit sekali yang keluar + darah) dan mengaku nyeri pada penisnya.
Demam (-), batuk (-), mual (-), muntah (-), nafsu makan (), BAB susah.
Riwayat
Penyakit
Dahulu
Penyakit Saluran
Pernapasan (-)
Gangguan
Hepato/Gastrointestinal
(-)
Gangguan
Neuro/Musculoskeletal
(-)
Gangguan
Renal/Endocrine (-)
Alergi (-); Rw. Masuk
RS/Rw. Operasi (-)
Gangguan
Kardiovaskular(-)
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat tekanan darah tinggi disangkal
Riwayat kencing manis disangkal
Riwayat asma disangkal
Riwayat tumor atau kanker
Keluarga tidak ada yang memiliki atau menderita
penyakit yang serupa dengan pasien.
Riwayat operasi dan komplikasi dari anestesi
Riwayat Kebiasaan
Pasien tidak merokok,
tidak minum minuman
beralkohol, tidak
menggunakan obat-obat
terlarang & tidak sedang
mengkonsumsi obat apapun.
Riwayat Pengobatan
Sejak timbul keluhan tidak bisa buang air kecil dan
perdarahan, pasien belum mengkonsumsi obat apapun /
belum berobat kemanapun untuk mengatasi keluhan
yang dideritanya.
Saat ini pasien juga tidak sedang menjalani
pengobatan apapun.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan Umum : Sakit Sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda Vital :
Tensi : 90/60 mmHg
Nadi : 98 x/menit
Pernafasan : 18 x/menit
Suhu : 36,4
o
C
Pain Score : 2
TB : 108 cm
BB : 17,5 Kg
Airway Examination

Mouth opening 3 finger
breaths ()
Thyro-mental distance
3 finger breaths ()

Mallampati Score I
ASA I
FACE
Small jaw ()
Facial hair ()
Edema ()
Prominent Teeth ()
Loose Teeth ()
Disfiguring of the jaw
()
Thorax / Abdomen
Bowel Obstruction ()
Massive Ascites ()
Morbid obesity ()


Neck Mobility
Can the patient move
their jaw forward? ()
Can the patient fully
band/ext end the head
and neck? ()
Is the patient in a c-spine
collar? ()
Airway Obstruction
Tumors ()
Stridor ()
T
1
/T
1,
hiperemis ()

Congenital Defects ()
Prominent Teeth ()
Pemeriksaan Fisik Hasil yang ditemukan
Kulit
Pucat (-), sianosis (-), ikterik (-), lesi kulit (-), capillary refill
time < 2 detik.
Kepala
Normosefali, deformitas (-), rambut hitam tidak mudah
dicabut, wajah simetris.
Mata
Conjungtiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-, eksoftalmus -/-,
pupil bulat isokor 3mm/3mm, Refleks Cahaya Langsung
dan Tidak Langsung +/+, gerakan bola mata terkonjugasi
ke segala arah.
THT
Telinga
Deformitas -/-, serumen -/-
Hidung
Simetris, septum ditengah, deviasi (-), pernapasan cuping
hidung (-), sekret -/-, epistaksis -/-
Mulut dan Tenggorokan
Bibir : Kering, tidak pucat, simetris
Lidah : Normal, kotor (-), deviasi (-), sariawan (-),
pergerakan baik, tremor (-)
Tonsil : T1/T1, hiperemis (-)

Pemeriksaan Fisik Hasil yang ditemukan
Leher
Bentuk normal, simetris, massa (-), pembesaran KGB (-
), hiperpigmentasi (-)
Toraks
Paru : SN vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/-
Cor : S1S2 regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen
Inspeksi
Datar, tidak ada scar
Palpasi
Nyeri supra pubis (+) suspek full blast.
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) normal
Punggung
Inspeksi : Simetris kanan dan kiri
Palpasi : Taktil fremitus kanan dan kiri sama
Perkusi : Nyeri ketok CVA -/-
Auskultasi : Vesikuler pada kedua lapangan paru,
rhonkhi -/-, wheezing -/-
Pemeriksaan Fisik Hasil yang ditemukan
Genital
Genitalia
Kesan normal, sudah sirkumsisi, penis agak
kemerahan, tampak adanya sedikit darah di sekitar
penis.

Ekstremitas
Bentuk dan ukuran tangan dan kaki normal,
deformitas (-), edema (-/-), akral hangat, capillary refill
time < 2 detik.
PEMERIKSAAN PENUNJANG (020414)
Pemeriksaan Penunjang
(030414)
DS CT WHOLE ABDOMEN NON CONTRAST
o KESAN :
Tidak tampak obstruksi ureter maupun batu traktus urinarius.
Blood clots intravesica urinaria.
Gambaran konstipasi.
Tidak tampak SOL, pembesaran kelenjar getah bening maupun
ascites.
Tidak tampak gambaran peritonitis, obstruksi usus maupun udara
bebas intraabdominal.
Organ-organ intraabdominal lainnya dalam batas normal.
Pemeriksaan Penunjang
(050414)
THORAX AP/PA
o Kedua Sinus costophrenicus dan diafragma normal.
o Cor : CTR < 50%.
o Aorta : Baik.
o Hillus, pleura dan mediastinum baik.
o Pulmo :
Corakan bronkho vascular paru normal.
Tak tampak infiltrat pada kedua parenkim paru.
o Tulang-tulang dada baik.
KESAN : Cor dan pulmo tak tampak kelainan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG (060414)
Test Result Reference Range
BIOCHEMISTRY
Ureum 17,0 mg/dL < 50,00
Creatinine
Creatinine
0,48 mg/dL ()
0,7 1,3
eGFR 129,4 mL/mnt/1,73 m^2 129,4 mL/mnt/1,73 m^2
Electrolyte (Na, K, Cl)
Sodium (Na) 137 mmol/L 137 145 mmol/L
Potasium (K)
6,0 mmol/L ()
3,6 5,0 mmol/L
Chloride (Cl) 102 mmol/L 98 107 mmol/L
EKG : Sinus rhythm, 102x/menit, normo axis.
Evaluasi Pre Anesthesi
Diagnosis Pre-Operasi : Retensio urin + gross
hematuria et causa benda asing intrauretra.
Rencana Tindakan : Cystoscopy, jika perlu
bladder washing.
Rencana Anesthesi : General Anesthesia.
Tanggal Operasi : 07 April 2014.
Spesialis Bedah : dr. Edwin, Sp. U
Spesialis Anasthesi : dr. Carla, Sp.An

Persiapan Anesthesi
Puasa.
o Makanan padat selama 9 jam.
o Makanan cair selama 9 jam.
Pemberian infus D5 NS 100 cc.
Cek laboratorium (CBC, fungsi ginjal [ureum,
creatinine], fungsi hati [PT, aPTT], Bleeding Time,
Coagulation Time, GDS).
Pemeriksaan EKG.
Detail Anasthesi dan
Intraoperasi
Anesthesia machine (+)
Safety belt (+)
Arm-board restraint (+)
Eye care tapped
Akses Vaskular
o IV line No. 22 G Metacarpal sinistra.
Monitor
o EKG lead II, NIBP, pulse oximeter, capnograph.
Airway Management
o Facemask.
o Intubasi dengan laringoskop dan LMA ukuran 2,0 cuff (+).
Induksi
Midazolam IV 1 mg
Fentanyl IV 25 mcg
Propofol IV 50 mg
Atropin IV 0,1 mg

Pre-oxygenation
o Facemask untuk anak-anak, O
2
4L/min.
Oral Intubation
LMA 2,0
Attemps 1x
Breath sound equal
Cuff (+) ; Air (+)
2014.DaisyW
Airway Management
MAINTENANCE
GAS FLOW
o N2O : 1,0 Lpm
o O2 : 1,0 Lpm
VOLATILE AGENT
o Sevoflurane 2 vol%
SaO2 : 100%
ETCO2 : 20 mmHg
Input cairan : 100 cc D5 NS (loading cairan)


Monitor 14.00 14.05 14.10 14.15 14.20 14.25 14.30 14.45
BP
(mmHg)
120/64 110/57 110/57 112/59 112/60 114/60 115/55
E
x
t
u
b
a
s
i

HR
(mmHg)
98 106 102 99 100 101 101
RR
(x/minut
e)
16
EKG
NSR
VENTILATION
SaO
2
100%
ETCO
2
20%
Midazolam 1,0 mg
Atropin 0,1 mg
Fentanyl 25 mcg
Propofol 50 mg
Pethidine 12,5 mg

Tanda-tanda Fisik TIME ADM 15 30
Dis-
char
ge
Sirkulasi
SBP >20% dari preanestesi 2
14.50
2 2 2 2
20-50% 1
>50% 0
Oksigenasi
Kulit hangat, kering, hangat 2
2 2 2 2
Kulit pucat, remang-remang,
berbercak, jaundice
1
Sianosis 0
Respirasi
Mampu nafas dalam & batuk 2
2 2 2 2
Dispnea/gerak,nafas terbatas/dangkal 1
Apnea 0
Kesadaran
Sadar penuh 2
2 2 2 2
Sadar dengan panggilan 1
Respon negative 0
Aktivitas
Fisik
Menggerakkan 4 ekstremitas 2
2 2 2 2
Menggerakkan 2 ekstremitas 1
Tidak ada pergerakan 0
Total
10 10 10 10
Skor Nyeri: 5/10
TERAPI POST OPERATIF
Minum / makan
Belajar minum
terlebih dahulu,
apabila sudah
tidak mual
boleh makan.
Medikamentosa
RL 500cc/8 jam
Ketorolac 15 mg
(IV)

Diagnosa Post Operatif : Retensio urin et causa blood clot
Tinjauan Pustaka
Tujuan dari Anesthesia
Hipnosis (unconsciousness)
Amnesia
Analgesia
Immobility / tonus otot
Mengurangi refleks autonom (gag reflex, takikardia,
vasokonstriksi).
PENILAIAN PRE OPERASI
1. Anamnesis.
2. Pemeriksaan Fisik : keadaan gigi, tindakan buka
mulut, lidah, panjang leher, pemeriksaan rutin.
3. Pemeriksaan Laboratorium : Hb, leukosit, bleeding
time, coagulation time, urinalisis, EKG, foto toraks.
4. Masukan oral : puasa 6-8 jam, air putih 3 jam
sebelum op.
PREMEDIKASI
Adalah pemberian obat 1-2 jam sebelum induksi anesthesia
dengan tujuan untuk melancarkan induksi, maintenance, dan
bangun dari anastesi.
1. Meredakan kecemasan dan ketakutan
2. Memperlancar induksi
3. Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus
4. Meminimalkan jumlah obat anastetik
5. Mengurangi mual muntah pasca bedah
6. Menciptakan amnesia
7. Mengurangi isi cairan lambung
8. Mengurangi refleks yang membahayakan
INDUKSI
Adalah tindakan untuk membuat pasien dari sadar menjadi tidak
sadar. Bisa dilakukan secara intravena, inhalasi, intramuskular, atau
rektal. Untuk persiapan induksi dikenal kata STATICS:
S : Stetoskop
T : Tubes (pipa trakea)
A : Airway (guedel)
T : Tape (plester)
I : Introducer
C : Connector (penyambung antara pipa dan peralatan
anastesi)
S : Suction
Fase General
Anesthesia
Induksi.
o Initial entry to surgical anesthesia.
Maintenance continuous monitoring and
medication.
o Maintain depth of anesthesia, ventilation, fluid balance, hemodynamic
control, homeostasis.
Emergence-resumption of normal CNS function.
o Extubation, resumption of normal respiration.

Routes of Induction
Intravenous
o Safe, pleasant and rapid.
Mask (Inhalation)
o Common for children under 10
o Most inhalation agents are pungent, evoke coughing and gagging.

Anesthesi Techniques
Inhalation Anesthesia
o Anesthetics in gaseous state are taken up by inhalation.
Total Intravenous Anesthesia
Inhalation Plus Intravenous (Balanced Anesthesia)
o Most common.
OBAT ANESTESI
Inhalasi Intravena
N2O
Halotan
Isoflurane
Desflurane
Sevofluran
Benzodiazepine
Barbiturat
Ketamine
Propofol
Pelumpuh otot (muscle
relaxan)
Analgesic Agents
o OPIOID
o COX-INHIBITORS
N2O, merupakan anestesi lemah namun memiliki efek
analgesi kuat.

Efek terhadap sistem organ :
COR : merangsang saraf simpatis shg meningkatkan
tekanan darah, curah jantung, denyut jantung.
PULMO : takipnea.
Cerebral : meningkatkan aliran darah otak shg
meningkatkan tekanan intrakranial.
Ginjal : menurunkan aliran darah ginjal shg
menurunkan GFR ( glomerular filtration rate).
Hepar : menurunkan aliran darah hepar.


Halotan
Merupakan anestesi kuat namun memiliki efek
analgesik rendah. Gas ini menyebabkan vasodilatasi
pembuluh darah otak, meninggikan aliran darah
otak sehingga tidak disukai untuk bedah otak.

Kelebihan dosis : depresi napas, menurunnya tonus
simpatis, hipotensi, bradikardi, vasodilatasi perifer,
depresi vasomotor, depresi miokard dan inhibisi
baroreseptor.

Pada bedah sesar penggunaan halotan dibatasi
maksimal 1 vol% karena relaksasi uterus yang dapat
menimbulkan perdarahan.

Isofluran

Efek terhadap sistem organ :
- COR : efek minimal depresi ventrikel kiri.
- PULMO : depresi pernapasan.
- Cerebral : meningkatkan aliran darah otak dan
meningkatkan tekanan intrakranial.
- Neuromuskular : relaksasi otot rangka.
- Ginjal : menurunkan aliran darah ginjal.
- Hepar : menurunkan aliran darah hepar.

Desfluran, halogen eter lebih baik dibandingkan
dengan isofluran.

Efek terhadap sistem organ :
- COR : meningkatkan denyut jantung.
- PULMO : menurunkan volum tidal, takipnea, iritasi
jalan napas slm induksi (batuk, laringospasme).
- Cerebral : meningkatkan aliran darah otak.
- Ginjal : tidak nephrotoksik.
- Hepar : anesthetic induced hepatitis minimal.
Sevofluran

Induksi dan pulih dari anestesi lebih cepat dibanding
isofluran.

Baunya tidak menyengat dan tidak merangsang
jalan napas.

Efek kejantung stabil dan jarang menyebabkan
aritmia.

Common IV Anesthetic
Drugs
Propofol
Fentanyl
Midazolam
Atracurium
Ketamine
OBAT ANESTESI
INTRAVENA
BENZODIAZEPINE
KETAMIN


Mekanisme kerja : berikatan dengan reseptor GABA
di SSP.

Berperan sbg anti-anxiety dan efek sedasi.

Efek terhadap sistem organ :
- COR : depresi jantung minimal, menurunkan
tekanan darah, curah jantung, resistensi vaskular
perifer.
- PULMO : depresi pernapasan, bahkan bisa
membuat respiratory arrest.
- Cerebral : menurunkan konsumsi oksigen otak dan
aliran darah otak shg menurunkan tekanan
intrakranial.
Mekanisme kerja : menghambat reseptor NMDA ( N-
methyl-D-aspartate) ditalamus shg terjadi disosiasi
sensorik.

Efek terhadap sistem organ :
- COR : merangsang saraf simpatis dan
menghambat reuptake norepinefrin.
- PULMO: bronkodilator.
- Efek lain : halusinasi, hipersalivasi, gangguan
motorik, kekakuan otot.

Antagonis : Sulfas atropine.
PROPOFOL
Mekanisme kerja : menghambat neurotransmiter
agar tidak berikatan dengan reseptor GABA.

Berperan sebagai deep sedation.

Efek terhadap sistem organ :
- COR : hipotensi, bradikardia.
- PULMO : propofol-induced depression of upper
airway reflex.
- Cerebral : menurunkan aliran darah otak sehingga
menurunkan tekanan intrakranial.




Induksi terkadang berhubungan dengan excitatory
phenomenon, diantaranya :
- Muscle twitching.
- Gerakan spontan.
- Opistotonus.
- Pernapasan cuping hidung.

PELUMPUH OTOT
(MUSCLE RELAXAN)
Mekanisme kerja : memblokir neuro-muskular.

2 jenis pelumpuh otot :
1) Depolarisasi : asetilkolin tidak dipecah.
2) Non-depolarisasi : berikatan dengan reseptor
nikotinik namun tidak terjadi depolarisasi.

Penawar : Neostigmin dgn sifat muskarinik
(parasimpatis) dengan bekerja pada neuro-muskular
junction untuk mencegah asetilkolinesterase bekerja.
Analgesic (OPIOID)
Mekanisme kerja: berikatan dengan reseptor spesifik di SSP.

Efek terhadap sistem organ :
- COR : menurunkan refleks simpatik ( bradikardia,
menurunkan curah jantung).
- PULMO : bradipnea.
- Cerebral : menurunkan aliran darah otak shg terjadi
penurunan tekanan intrakranial.
- Pencernaan : meningkatkan motilitas usus.
- Sistem bilier : spasme pada sistem bilier.
- Endokrin : memblok pelepasan hormon ADH,
kortisol dan katekolamin.
INDIKASI EKSTUBASI
Adequate Oxygenation
SaO2 > 92%
Adequate Ventilation
PaCo2 < 60 mmHg ; napas spontan > 7x/menit
Hemodinamically stable
Full reversal of muscle relaxation
Neurologically intact
Batuk (+)/ gag refleks
Appropriate acid-base status
Normal metabolic status (elektrolit, normovolemik)
Normothermic
Suhu > 35,5