Anda di halaman 1dari 16

Dasar konsep komunikasi interpersonal

komunikasi Proses
gaya komunikasi
Berkomunikasi dalam Organisasi
Jenis Komunikasi Interpersonal
Etis dan Tidak Etis Komunikasi
Etika dalam Komunikasi Interpersonal: Hubungan dan Karakter.
Kunci Elemen Komunikasi Etis
Komunikasi Etika dan Cacat
Moral Pembangunan dan Komunikasi Etis
Tiga metafora komunikasi etika praksis
Etika Komunikasi dalam Hubungan Interpersonal
Etika dalam Komunikasi Massa.
Etika dalam Komunikasi Organisasi.
Basic concept of interpersonal communication
Communication Process
communication style
Communicating Within Organizations
Types of Interpersonal Communication
Ethical and Unethical Communication
Ethics in Interpersonal Communication: Relationship and Character.
Key Elements of Ethical Communication
Communication Ethics and Disabilities
Moral Development and Ethical Communication
Three metaphors of communication ethics praxis
Ethical Communication in Interpersonal Relationships
Ethics in Mass Communication.
Ethics in Organizational Communication.









Pengertian Proses komunikasi
Proses komunikasi adalah bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga
dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses Komunikasi
ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

Proses Komunikasi, banyak melalui perkembangan. Pada penjelasan ini, akan dijelaskan berbagai proses
komunikasi melalui model-model komunikasi itu sendiri :

1.1 Model Komunikasi Aristoteles

Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan
berjalan jika terdapat 3 unsur utama :
1. Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
2. Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri)
3. Penerima, orang yang menerima pesan tersebut.

1.2 Model Komunikasi David K.Berlo

Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC
(Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.

1. Source (Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut
sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu, namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan
banyak individu.Misalnya, dalam organisasi, Partai, atau lembaga tertentu.Sumber juga sering dikatakan sebagai
source, sender, atau encoder.
2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang
(komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan
disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media
komunikasi.Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information
3.Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian.Lisan, Tertulis, dan
Elektronik.Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi
interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon,
telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat
menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet,
termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup
segalanya.

sumber : www.kuliahkomunikasi.com




LCD Text Generator at TextSpace.net

Created by Crazyprofile.com
Efektivitas Komunikasi Interpersonal

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya, setiap orang memerlukan komunikasi interpersonal sebagai salah satu bantu
dalam kelancaran bekerja sama dengan orang lain dalam bidang apapun. Komunikasi interpersonal
merupakan aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan merupakan cara untuk
menyampaikan dan menerima pikiran-pikiran, informasi, gagasan, perasaan, dan bahkan emosi
seseorang, sampai pada titik tercapainya pengertian yang sama antara komunikator dan komunikan.
Secara umum, definisi komunikasi interpersonal adalah Sebuah proses penyampaian pikiran-pikiran ata
informasi dari seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu (biasanya dalam komunikasi
diadik) sehingga orang lain tersebut mengerti apa yang dimaksud oleh penyampaian pikiran-pikiran atau
infomrasi.
Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang mempunyai efek besar dalam hal
mempengaruhi orang lain terutama perindividu. Hal ini disebabkan, biasanya pihak-pihak yang terlibat
dalam komunikasi bertemu secara langsung, tidak menggunakan media dalam penyampaian pesannya
sehingga tidak ada jarak yang memisahkan antara komunikator dengan komunikan (face to face).Oleh
karena saling berhadapan muka, maka masing-masing pihak dapat langsung mengetahui respon yang
diberikan, serta mengurangi tingkat ketidak jujuran ketika sedang terjadi komunikasi.Sedangkan apabila
komunikasi interpersonal itu terjadi secara sekunder, sehingga antara komunikator dan komunikan
terhubung media, efek komunikasi sangat dipengaruhi oleh karakteristik interpersonalnya.Misalnya dua
orang saling berkomunikasi melalui media telepon selulur, maka efek komunikasi tidak semata-mata
dipengaruhi oleh kualitas pesan dan kecanggihan media, namun yang lebih penting adalah adanya
ikatan interpersonal yang bersifat emosional.
Meskipun komunikasi interpersonal ini merupakan aktivitas yang rutin kita laksanakan dalam
kehidupan sehari-hari, namun kenyataan menunjukkan bahwa proses kounikasi interpersonal tidak
selamanya mudah. Pada saat tertentu, kita menyadari bahwa perbedaan latar belakang sosial
budaya antar individu telah menjadi faktor potensial menghambat keberhasilan komunikasi. Di saat
Anda berbicara dengan orang lain, kadang-kadang diikuti oleh pertanyaan: mengapa berbicara dengan
orang lain ini rasanya susah?, mengapa orang ini tidak merespon gagasan saya?. Keberhasilan
komunikasi ditentukan oleh faktor-faktor yang diklasifikasi ke dalam beberapa kategori. Dengan
demikian kami akan menyusun makalah berjudul Efektivitas Komunikasi Interpersonal

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat diambil beberapa rumusan masalah, ialah:
1. Faktor apa yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal?
2. Bagaimana komunikasi interpersonal yang efektif?
3. Apa fungsi komunikasi interpersonal yang efektif?
4. Apa hukum komunikasi interpersonal yang efektif?
5. Apa faktor-faktor keefektifan komunikasi interpersonal?

C. Tujuan
Dari rumusan masalah di atas dapat diambil tujuan pembuatan makalah ini ialah:
1. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal.
2. Untuk mengetahui komunikasi interpersonal yang efektif.
3. Untuk mengetahui fungsi komunikasi interpersonal yang efektif.
4. Untuk mengetahui hukum komunikasi interpersonal yang efektif.
5. Untuk mengetahui faktor-faktor keefektifan komunikasi interpersonal.


BAB II
KAJIAN TEORI

Secara kontektual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antar dua
individu atau sedikit individu, yang mana individu tersebut secara fisik saling berinteraksi, saling
memberikan umpan balik, dan menggunakan indera sebagai sensor untuk mengenali patner komunikasi.
Jadi dalam komunikasi interpersonal itu ada proses transaksi pesan yang bersifat dua arah, dan
perhatian masing masing pihak tidak semata mata tertuju pada isi pesan itu, melainkan juga pada
perilaku lawan komunikasi.
Akan tetapi, menggunakan definisi kontektual saja tidak cukup untuk menggambarkan
komunikasi interpersonal karena tiap tiap hubungan yang dijalani individu berbeda satu dengan yang
lainnya. Hubungan anda dengan orang tua saja tentu tidak sama persis, artinya pasti ada perbedaan
karakteristik hubungan antara anda dengan ayah dibandingkan dengan ibu. Kita tidak mungkin
menyama ratakan setiap jenis komunikasi antara dua individu atau sedikiit individu.Komunikasi yang
terjadi antara penjaga warung dan konsumenya tentu saja berbeda dengan komunikasi dua orang yang
sudah bersahabat baik, meskipun keduanya merupakan komunikasi dua individu.Komunikasi yang
terjadi antara seorang guru dengan muridnya, tentu saja berbeda dengan komunikasi antarguru.
Oleh karena itu peneliti membuat suatu definisi komunikasi interpersonal yang bersifat factual,
mendasarkan pada fakta empiris. Komunikasi interpersonal diistilahkan sebagai komunikasi yang tetrjadi
antara beberapa individu (bukan banyak individu) yang saling kenal satu sama lainnya dalam periode
waktu tertentu. Degnan kata lain, seseorang akan memandang individu lain sebagai seorang yang unik,
tergantung dari kualitas hubungan interpersonal dengan orang tersebut. Dengan demikian, ada fakta
yang harus kita perhatikan, bahwa dalam berkomunikasi perhatian kita justru lebih tertuju kepada figur
orang yang berkomunikasi dengan kita. Dari perbedaan latar belakang pendidikan, latar belakang
budaya, perbedaan kemampuan, perbedaan karakter dari tiap orang dan faktor-faktor lainnya akan
mempengaruhi tingkat keefektifan komunikasi.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Keberhasilan komunikasi interpersonal
Perbedaan keberhasilan komunikasi, ditentukan oleh faktor-faktor yang diklasifikasikan ke
dalam dua kategori, yaitu yang berpusat paa persona (person-centered prespective) dan yang berpusat
pada situasi (situation centered perspektive) .Faktor yang berpusat pada persona, misalnya kecakapan
berkomunikasi yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan yang berpusat pada situasi misalnya
karakteristik sosial budaya masyarakat sekitar.
1. Faktor Personal
Faktor personal timbul dari dalam diri individu. Bahwa dalam menanggapi proses komunikasi
antarpribadi, akan dipenngaruhi beerbagai keadaan yang ada pada diri individu. Secara garis besar
faktor personal dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu faktor biologis dan psikologis.
a. Faktor Biologis
Manusia adalah makhluk biologis yang tidak berbeda dengan hewan.Ada beberapa penelitian
yang menunjukkan pengaruh motif biologis terhadap perilaku biologis antarmanusia. Tahun 1950 keys
dan rekan rekanya menyelediki pengaruh rasa lapar. Selama 6 bulan, 32 subjek bersedia menjalani
eksperimen setengah lapar.Selama eksperimen, terjadi perubahan kepribadian yang dramatis.Mereka
menjadi mudah tersinggung, sukar bergaul, dan tidak dapat konsentrasi.Pada akhir minggu ke 25,
makanan mendominasi pikiran, percakapan, dan mimpi.Laki laki lebih senang membayanngkan cokelat
daripada wanita cantik. Penelitian ini membuktikan bahwa faktor biologis berupa rasa lapar yang
dirasakan oleh individu akan berpengaruh terhadap kepribadianya. Artinya dalam proses komunikasi
interpersonal, suatu symbol atau pesan akan diprepsi berbeda oleh orang yang secara personal dalam
keadaan lapar dan tidak lapar.
Dilihat dari variable jenis kelamin yang dihubungkan dengan kegemaran atau hobi, juga
menunjukkan adanya perbedaan karakterik biologis antara pria dan wanita. Pada umumnya wanita
menyukai makanan sejenis rujak, acara televise yang disukai adalah sinetron keluarga dll.Sedangkan
Pada umumnya pria menyukai makanan sate kambin, acara televise yang disukai adalah siaran sepak
bola atau tinju, rela menghabiskan waktu dengan memancing dan sebagainya. Perbedaan kesenangan
ini, dapat dipergunakan sebagai rujukan dalam merangsang komunikasi interpersonal.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi biologis yang memadai seperti
: kesehatan yang baik, konsentrasi yang bagus, dan sebagainya akan mempengaruhi keberhasilan
komunikasi. Penerapan konsep ini, apabila kita ingin berkomunikasi dengan mengusung tujuan yang
penting, maka sebaiknya memepertimbangkan koondisi biologis baik pada diri kita maupun pihak yang
akan kita ajak berkomunikasi.
b. Faktor Psikologis
Manusia adalah makhluk yang mempunyai daya psikolgis : pengetahuan, kehendak, sikap, dan
sebagainya. Kita dapat mengklarifikasikan ke dalam tia komponen, yaitu komponen kgnitif, afektif, dan
konatif. Komponen kognitif adalah aspek intelektual,yang berkaitan dengan apa yang
diketahui manusia. Ketika terlibat dalam proses komunikasi interpersonal, maka komponen kkognitif ini
memiliki perana yang penting dalam memaknai pesan dan symbol.Artnya, maka symbol itu elalu terkait
dengan apa yang diketahuinya. Contoh : orang Yogjakarta ketika melihat bendera warna putih,
memaknai sebagai pertanda bahwa ada rang yang meninggal. Permaknan itu menunjuk adanya
pengetahuan yang dimilikinya. Masyarakat pendesaan di Jawa ketika mendegar bunyi pengeras
mengalunkan gending - gending jawa, meberi makna ada yang melangsungkan acara hajatan, kemudian
mereka akan mendatanginya untuk memberikan sumbangan sebagai ungkapan kebersamaan.
Komponen kognitif merupakan aspek emosional, seperti sikap simpati, ragu ragu, setuju,
curiga, benci, dan sebagainya.Komponen afektif inijuga mempunyai pengaruh dalam komunikasi
interpersonal.misalnya dengan orang yang kita senangi, kita selalu mempeercayai ucapanya. Terhadap
orang yang kita benci, kita selalu berseberangan dengan ide idenya.Komponen afektif terdiri dari (1)
motif sosiogenetif, (2) sikap, dan (3) emosi.
1) Motif sosiogenetif
Motif sosiogenetif sering juga disebut dengan motif sekunder sebagai lawan motif primer (motif
biologis).Motif sosiogenetif ini sangat besar perananya dalam mebentuk perilaku komunikasi.Berbagai
klarifikasi motif sosiogenetif menurut berbagai ahli.
W. I. Thomas dan Florian Znaniekcki :
a) Keinginan memperoleh pengalamamn baru
b) Keinginan untuk mendapatkan respon
c) Keinginan akan pengakuan
d) Keinginan akan rasa aman
David McCleiland
a) Kebutuhan berprestasi (need for achieveiment)
b) Kebutuhan akan kasih saying (need for afflliation)
c) Kebutuhan berkuasa(need for power)
Ketika seseorang berkomunikasi, maka disadari atau tidak akan mengukur apakah aktivitas
komunikasi yang ia jalankan sesuai dengan motif sosiogenetifnya. Misalnya motif sosiogenetis yang
diperjuangkan oleh sesorang adalah ingin memperoleh pengalaman baru. Apabila kepadanya ditawari
aktivitas komunikasi yang tidak memberikan pengalaman baru kepadanya, mungkin ia akan bersifat
pasif, tidak merespon ajakan komunikasi tersebut. Sebaliknya apabila kepadanya ditawarkan aktivitas
komunikasi dan ia menganggap bahwa dari aktivitas tersebut akan ada pengalaman baru yang ia
peroleh, maka ia berusaha untuk terlibat didalamnya.
2) Sikap
Sikap adalah perasaan seseorang tentang objek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini
menjadi konsep yang mempresentasikan suka atau tidak suka.Sikap bersifat positif, neatif, atau netral.
Sikap dapat mendorong seseorang menjadi ambivalen terhadap objek, yang berart ia terus menerus
mengalami keragu raguan berpendirian positif dan negative terhadap peristiwa tertentu. Terdapat
pengaruh sikap terhadap perilaku komuikasi interpersonal., dan sering kali bersifat irasional.
3) Emosi
Emosi menunjukkan kegonjangan organisme yang disertai oleh gejala gejala kesadaran,
keperilakuan, dan proses fisiollogis. Bila orang yang anda cintai melecehkan anda, anda akan berekasi
secara emosional, karena itu dilakukan secara sadar. Jantung anda kan berdetak lebih cepat, kulit
memberikan respon dengan mengeluarkan keringat, dan napas terengah engah ( proses fisiollogis).
Anda mungkin membalah cemoohan itu dengan kata kata keras.
2. Faktor Situasi
Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia adalah faktor situasional.Menurut
pendekatan ini, perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/situasi. Faktor-faktor situasional ini
berupa
a. faktor ekologis, misal kondisi alam atau iklim
b. faktor rancangan dan arsitektural, misal penataan ruang
c. faktor temporal, misal keadaan emosi
d. suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara
e. teknologi
f. faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu
g. lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya
h. stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku
B. Komunikasi Interpersonal Yang Efektif
Komunikasi dapat di katakan efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana di
masut oleh pengirim pesan,pesan di tindak lanjuti dengan sebuah perbuatan secara suka rela oleh
penerima pesan,dapat meningkatkan kualitas hubungan antar pribadi,dan tidak ada hambatan untuk
itu. Komunikasi interpersonal di katakan efektif,apabila memenuhi tiga persyaratan utama,yaitu :
a. Pengertian yang sama dengan terhadap makna pesan.
Salah satu indikator yang dapat di gunakan sebagai ukuran komunikasi dikatakan efektif,adalah
apabila makna pesan yang di kirim oleh komunikator sama dengan makna pesan yang diterima oleh
komunikan. Pada tataran empiris,seringkali terjadi mis komunikasi yang di sebabkan oleh karena
komunikan memahami makna pesan tidak sesuai dengan yang di maksudkan oleh komunikator.
b. Melaksanakan pesan secara suka rela.
Indikator komunikasi interpersonal yang efektif berikutnya adalah bahwa komunikan menindak
lanjuti pesan tersebut dengan perbuatan dan dilakukan secara suka rela,tidak karena di paksa. Hal ini
mengindikasikan bahwa dalam proses komunikasi interpersonal,komunikator dan komunikan memiliki
peluang untuk memperoleh keuntungan. Komunikasi interpersonal yang baik dan berlangsung dalam
kedudukan setara sangat diperlukan agar kedua belah pihak menceritakan dan mengungkapkan isi
pikirannya secra suka rela,jujur,tanpa merasa takut. Komunikasi interpersonal yang efektif mampu
mempengaruhi emosi pihak pihak yang terlibat dalam komunikasi itu kedalam suasana yang
yaman,harmonis,dan bukan sebagai suasana yang tertekan.
c. Meningkatkan kualitas hubungan antarpribadi.
Efektivitas dalm komunikasi interpersonal akan mendorong terjadinya hubungan yang positif
terhadap rekan,keluarga,dan kolega. Hal ini disebabkan pihak pihak yang saling berkomunikasi
merasakan memperoleh manfaat dari komunikasi itu,sehinggamerasa perlu untuk memelihara
hubungan antarpribadi. Banyak orang menjadi sukses karena memiliki hubungan yang sangat baik
dengan orang lain. Mereka menanamkan identitas yang positif kepada orang lain sehingga mereka
memiliki image yang baik di mata masyarakat.

C. Fungsi Komunikasi Interpersonal Yang Efektif
Komunikasi interpersonal dianggap efektif,jika orang lain memahami pesan anda dengan
benar,dan memberikan respon sesuai dengan yang anda inginkan. Komunikasi interpersonal yang efektif
berfungsi membantu anda untuk :
1. Membentuk dan menjaga hubungan baik antar individu.
2. Menyampaikan pengetahuan.
3. Mengubah sikap dan perilaku.
4. Pemecahan masalah hubungan antar pribadi
5. Citra diri menjadi lebih baik.
Komunikasi interpersonal yang efektif akan membantu anda mengantarkan kepada tercapainya
tujuan tertentu. Jika komunikasi interpersonal tidak berhasil,akibatnya bisa apa saja,dari sekedar
membuang waktu,sampai akibat buruk yang tragis. Misalnya saja,kegagalan komunikasi antara pengatur
perjalanan kereta api dengan masinis,dapat mengakibatkan terjadinya tabrakan sesama kereta api yang
membawa korban harta dan nyawa. Kita harus menyadari, bahwa komunikasi interpersonal merupakan
jalan menuju sukses.Adapun kedudukan Anda, keterampilan berkomunikasi secara efektif merupakan
modal penting bagi sebuah keberhasilan.
D. Hukum Komunikasi Efektif
1. Lima hukum komunikasi efektif
Keefektifan komunikasi interpersonal dapat pula dijelaskan dari prespektif The 5 Inevitable Laws
of Effective Communication atau lima hukum komunikasi efektif (ajimahendra.blogspot.com). Lima
hukum itu meliputi: Respect, Empathy, Audible, Clarity,dan Humble disingkat REACH yang berarti
meraih. Hal ini relevan dengan prinsip komunikasi interpersonal, yakni sebagai upaya bagaimana meraih
perhatian, pengakuan, cinta kasih, simpati, maupun respom positif dari orang lain.
a. Respect
Hukum pertama dalam mengembangkan komunikasi interpersonal yang efektif adalahrespect,
ialah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan. Rasa hormat
dan saling merhargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain.
b. Empathy
Empathy (empati) dalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi
yang dihadapi oleh orang lain. Komunikasi empatik dilakukan dengan memahami dan mendengar orang
lain terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang kita perlukan dalam
membangun kerjasama atau sinergi dengan orang lain. Rasa empati akan meningkatkan kemampuan
kita untuk dapat menyampaikan pesan dengan cara dan sikap yang akan memudahkan penerimaan
komunikan menerimanya. Sehingga nantinya pesan kita akan dapat tersampaikan tanpa ada halangan
psikologis atau penolakan dari penerima.
c. Audible
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengertikan atau dimengerti dengan
baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik
dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan.
d. Clarity
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum ke empat yang terkait
dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau
berbagai penafsiran yang berlainan. Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi.Dalam
berkomunikasi interpersonal kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau
disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya (trust) dari penerima pesan.
e. Humble
Hukum ke lima dalam membangun komunikasi interpersonal yang efektif adalah sikap rendah
hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa
menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Jika komunikasi yang
kita bangun didasarkan pada lima hukum pokok komunikasi yang efektif ini, maka kita dapat menjadi
seorang komunikator yang handal, yang dapat menyampaikan pesan dengan cara yang sesuai dengan
keadaan komunikan. Komunikasi interpersonal yang tidak mempertimbangkan keadaan komunikan,
akan menghasilkan komunikasi yang arogan, satu arah, dan seringkali menjengkelkan orang lain.
2. Lima Sikap Positif yang Mendukung Komunikasi Interpersonal
Devito (1997:259-264) mengemukakan lima sikap positif yang perlu dipertimbangkan ketika
seseorang merencanakan komunikasi interpersonal. Lima sikap positif tersebut, meliputi:
a. Keterbukaan (openness)
Keterbukaan ialah sikap dapat menerima masukan dari orang lain, serta berkenaan
menyampaikan informasi penting kepada orang lain. Dalam proses komunikasi interpersonal,
keterbukaan menjadi salah satu sikap positif. Hal ini disebabkan, dengan keterbukaan, maka komunikasi
interpersonal akan berlangsung secara adil, transparan, dua arah, dan dapat diterima oleh semua pihak
yang berkomunikasi.
b. Empati (empathy)
Empati ialah kemampuan seseorang untuk merasakan kalau seandainya menjadi orang lain,
dapat memahami sesuatu yang sedang dialami orang lain, dapat merasakan apa yang dirasakan orang
lain, dan dapat memahami sesuatu persoalan dari sudut pandang orang lain, melalui kaca mata orang
lain.
c. Sikap mendukung (supportiveness)
Hubungan interpersonal yang efektif adalah hubungan di mana terdapat sikap mendukung
(supportiveness).Artinya masing-masing pihak yang berkomunikasi memiliki komitmen untuk
mendukung terselenggaranya interaksi secara terbuka.
d. Sikap positif (positiveness)
Sikap positif (positiveness) ditunjukkan dalam bentuk sikap dan perilaku. Sikap positif dapat
ditunjukkan dengan berbagai macam perilaku dan sikap, antara lain:
Menghargai orang lain
Berfikiran positif terhadap orang lain
Tidak menaruh curiga secara berlebihan
Meyakini pentingnya orang lain
Memberikan pujian dan penghargaan
Komitmen menjalin kerjasama
e. Kesetaraan (equality)
Kesetaraan (equality) ialah pengakuan bahwa kedua belah pihak memiliki kepentingan, kedua
belah pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan saling memerlukan. Indicator kesetaraan meliputi:
Menempatkan diri setara dengan orang lain
Menyadari akan adanya kepentingan yang berbeda
Mengakui pentingnya kehadiran orang lain
Tidak memaksa kehendak
Komunikasi dua arah
Saling memerlukan
Suasana komunikasi akrab dan nyaman

E. Faktor keefektifan Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi keinginan semua orang.Dengan komunikasi
efektif tersebut, pihak-pihak yang terlibat di dalamnya memperoleh manfaat sesuai yang diinginkan.Ada
beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari
sudut komunikator, komunikan, dan pesan.
a. Faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikan
1) Kredibilitas: ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan. Pesan yag disampaikan
oleh seorang komunikator yang kredibitilitasnya tinggi akan lebih banyak memberi pengaruh terhadap
penerima pesan.
2) Daya tarik: ialah daya tarik fisik maupun non fisik. Adanya daya tarik ini akan mengudang simpati
penerima pesan komunikasi. Pada akhirnya penerima pesan akan dengan mudah menerima pesan-
pesan yang disampaikan oleh komunikator.
3) Kemampuan intelektual: ialah tingkat kecakapan, kecerdasan dan keahlian seorang komunikator.
Kemampuan intelektual itu diperlukan seorang komunikator, terutama dalam hal menganalisis suatu
kondisi sehingga bisa mewujdukan cara komunikasi yang sesuai.
4) Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Komunikator yang memiliki
keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan.
5) Ketepercayaan: kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan leibh udah menyampaikan
pesan dan mempengaruhi sikap orang lain.
6) Kepekaan sosial, yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan hidupnya.
Apabila situasi lingkungan sedang sibuk, maka komunikator perlu mencari waktu lain yang lebih tepat
untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang lain.
7) Kematangan tingkat emosional, ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya,
sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belah
pihak.
8) Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan, artinya seorang komunikator perlu memahami
kondisi psikologis orang yang diajak bicara. Diharapkan komunikator dapat memilih saat yang paling
tepat untuk menyampaikan suatu pesan kepada komunikan.
9) Komunikator harus bersikap supel, ramah dan tegas.
b. Faktor keberhasilan dilihat dari sudut komunikan
1) Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan oleh komunikator.
2) Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menrima informasi yang diberikan
komunikator.
3) Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yang
lancar.
4) Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara.
5) Komunikan bersikap bersahabat dengan komunikator.
c. Faktor keberhasilan dilihat dari sudut pesan
1) Pesan komunikasi interpersonal perlu dirancang dan disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat
menumbuhkan perhatian komunikan.
2) Lambang-lambang yang dipergunakan harus benar-benar dapat dipahami oleh kedua belah pihak, yaitu
komunikator dan komunikan.
3) Pesan-pesan tersebut disampaikan secara jelas dan sesuai dengan kondisi maupun situasi setempat.
4) Tidak menimbulkan multi interprestasi atau penafsiran yang berlainan.
5) Sediakan informasi yang praktis, berguna, dan membantu komunikan melakukan tindakan yang
diinginkan.
6) Berikan fakta, buka kesan dengan cara menyampaikan kalimat konkret, detail, dan spesifik disertai bukti
untuk mendukung opini.
7) Tawarkan rekomendasi dengan cara mengemukakan langkah-langkah yang disarankan untuk membantu
komunikan menyelesaikan masalah yang dihadapi.




























BAB III
KESIMPULAN
Keberhasilan komunikasi interpersonal ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat dikalsifikasikan
ke dalam dua kategori, yaitu yang perpusat pada persona dan yang berpusat pada situasi.Faktor
personal ini terdiri dari faktor biologis dan faktor psikologis.Faktor situasi terdiri dari faktor ekologis,
faktor rancangan, faktor temporal, suasana perilaku, teknologi, faktor sosial, lingkungan psikososial, dan
stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.Komunikasi yang efektif apabila pesan diterima dan
dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuha
perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan dan meningkatakan kualitas hubungan antarpribadi,
dan tidak tidak ada hambatan untuk hal itu.
Fungsi komunikasi interpersonal yang efektif ialah membentuk dan menjaga hubungan baik antar
individu, menyampaikan pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku, pemecahan masalah hubungan
antar pribadi dan citra diri menjadi lebih baik. Hukum komunikasi efektif meliputi respect, empathy,
audible, clarity dan humble. Sedang untuk sikap positif yang mendukung komunikasi interpersonal
adalah keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan kesetaraan. Faktor keefektifan
komunikasi interpersonal dapat dipandang darisudut komunikator, komunikan, dan pesa











DAFTAR PUSTAKA

Suranto. 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu, Edisi Pertama

Anggota IKAPI. 1987. Komunikasi Mengena. Yogyakarta: Kanisius

Citrobroto, Suhartin. 1989. Prinsip-prinsip dan Teknik Berkomunikasi. Jakarta: PT Citra Aditya Bakti

http://massofa.wordpress.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalam-
berkomunikasi/ diunduh tanggal 24 April 2012