Anda di halaman 1dari 25

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Praktikum
Non destructive testing (NDT) adalah aktivitas tes atau inspeksi terhadap
suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak atau discontinuitas lain tanpa
merusak struktur benda yang di inspeksi. Pada dasarnya, tes ini dilakukan untuk
menjamin baha material yang kita gunakan memiliki mutu ! kualitas yang baik
sesuai dengan standar yang berlaku. NDT ini dijadikan sebagai bagian dari
kendali mutu komponen dalam proses produksi terutama untuk indusri "abrikasi.
Dalam apikasinya, NDT menggunakan bermacam#macam metode yang
sekarang ini terus berkembang dengan pesat untuk memperoleh cara yang lebih
baik. $da beberapa metode dalam Non Destructive Testing antara lain, Visual
Inspection (%T), Liquid Penetrant Test (PT), Magnetic Particle Inspection (&T),
Eddy Current Test atau Electromagnetic Test ('T), Ultrasonic Inspection ((T),
Radiographic Inspection ()T! "ccoustic Emissin Testing ($') dan *eak Test
(*T).
Dalam pengujian ini, kita akan menggunakan metode Magnetic Particle
Inspection (&P+) yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui cacat
permukaan (,ur"ace) dan permukaan baah (#u$sur%ace) suatu komponen dari
bahan "erromagnetik. Dengan menggunakan prinsip memagnetisasi bahan yang
akan diuji. $danya cacat yang tegak lurus arah medan magnet akan menyebabkan
kebocoran medan magnet. -ebocoran medan magnet ini mengindikasikan adanya
cacat pada material. .ara yang digunakan untuk mendeteksi cacat adanya
kebocoran medan magnet adalah dengan menaburkan parikel magnetik
dipermukaan. Partikel#parikel tersebut akan berkumpul pada daerah kebocoran
medan magnet atau arah medan magnet akan berbelok sehingga terjadi kebocoran
"lu/ magnetik. 0ocoran "lu/ magnetik akan menarik butir#butir "erromagnetik
dipermukaan sehingga lokasi cacat dapat ditunjukkan.
1
1
1.2. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum pada metode ini adalah (ntuk mendeteksi cacat pada
suatu benda kerja dengan menggunakan metode magnetic particle inspection
(&P+).
1.3. Batasan Masalah
Pada praktikum magnetic particle inspection (&P+) ini, dilakukan
praktikum dengan metode dry visi$le, et visibel, dan et "luorescent. $dapun
tahapan yang akan dileati adalah praktikum ini diaai dengan mempersiapkan
yoke, yoke diuji kelayakannya apakah masih bisa digunakan, kemudian berlanjut
masuk dalam tahapan cleaning, apply &cp'(, apply ac)dc, aplikasi serbuk magnet,
inspection, demagnetisasi dan post cleaning. +ni adalah tahapan dari metode et
visible.
1.. !istematika Penulisan
0ab +. &enjelaskan mengenai latar belakang praktikum, tujuan praktikum,
batasan masalah, sistematika penulisan.
0ab ++. &enjelaskan mengenai landasan teori yang berisi mengenai teori dari
praktikum yang dilakukan dan klasi"ikasinya.
0ab +++. &enjelaskan mengenai metode pengujian yang berisi tentang instalasi
pengujian, dan prosedur pengujian.
0ab +%. &enjelaskan mengenai analisa hasil pengujian yang berisi tentang
sketsa hasil pengujian dan analisa jenis cacat.
0ab %. &enjelaskan mengenai kesimpulan dan saran. ,erta di akhir laporan
disisipkan pula Da"tar Pustaka dan *ampiran yang memuat
dokumentasi pengujian.
1
2
BAB II
LANDA!AN TE"#I
2.1. Te$ri umum MPI
&agnet merupakan suatu logam yang dapat menarik besi dan selalu
memiliki dua kutub yaitu kutub utara dan kutub selatan. Dimana arah medan
magnet disetiap titik bersumber dari kutub utara menuju ke selatan dan mengarah
dari kutub selatan ke kutub utara didalam magnet.
&etode &agnetic Particle +nspection (&P+) yaitu pengujian yang
dilakukan untuk mengetahui cacat permukaan (,ur"ace) dan permukaan baah
(,ubsur"ace ) suatu komponen dari bahan "erromagnetik. Dengan menggunakan
prinsip memagnetisasi bahan yang akan diuji yaitu dengan cara mengalirkn arus
listrik dalam bahan yang diinspeksi. $danya cacat yang tegak lurus arah medan
magnet akan menyebabkan kebocoran medan magnet. -ebocoran medan magnet
ini mengindikasikan danya cacat pada material. .ara yang digunakan unuk
mendeteksi cacat adanya kebocoran medan magnet adalah dengan menaburkan
partikel magnetik dipermukaan. Partikel#parikel tersebut akan berkumpul pada
daerah kebocoran medan magnet atau arah medan magnet akan berbelok sehingga
terjadi kebocoran "lu/ magnetik. 0ocoran "lu/ magnetik akan menarik butir#butir
"erromagnetik dipermukaan sehingga lokasi cacat dapat ditunjukkan.
+nspeksi partikel magnetik (&P+) adalah pengujian Non#Destrukti" (NDT)
proses untuk mendeteksi diskontinuitas permukaan dan baah permukaan pada
material "eroelektrik seperti besi, nikel, kobalt, dan beberapa paduan mereka.
Proses ini menempatkan sebuah medan magnet ke bagian. Potongan bagian
magnet oleh arah kemagnetan langsung atau tidak langsung. &agnetisasi langsung
terjadi saat arus listrik dileatkan melalui benda uji dan medan magnet terbentuk
dalam materi. &agnetisasi tidak langsung terjadi bila tidak ada arus listrik
dileatkan melalui benda uji, tetapi medan magnet diterapkan dari sumber luar.
3aris#garis gaya magnetik yang tegak lurus terhadap arah arus listrik yang
mungkin baik alternating current ($.) atau beberapa bentuk arus searah (D.).
2
4
$danya diskontinuitas permukaan atau baah permukaan di material
memungkinkan "luks magnet bocor. Partikel besi#besi diterapkan ke bagian
tersebut. Partikel#partikel mungkin kering atau di suspensi basah. 5ika area
kebocoran "luks ada partikel akan tertarik ke daerah ini. Partikel#partikel akan
membangun pada daerah kebocoran dan bentuk apa yang dikenal sebagai indikasi.
+ndikasinya kemudian dapat dievaluasi untuk menentukan apa itu, apa yang
mungkin telah menyebabkan, dan apa tindakan yang harus diambil, jika ada.
-elemahan metode ini hanya bisa diterapkan untuk material
"erromagnetik. ,elain itu, medan magnet yang dibangkitkan harus tegak lurus atau
memotong daerah retak serta diperlukan demagnetisasi di akhir inspeksi.

3ambar 1. $liran magnet dan pertikel#partikel magnet
$da beberapa jenis arus listrik yang digunakan di &P+. (ntuk saat yang
tepat dipilih salah satu kebutuhan untuk mempertimbangkan geometri bagian,
material, jenis diskontinuitas yang $nda cari, dan seberapa jauh medan magnet
harus menembus kedalam bagian.
"lternating current ($.) yang biasa digunakan untuk mendeteksi
diskontinuitas permukaan. &enggunakan $. untuk mendeteksi diskontinuitas
baah permukaan yang terbatas karena apa yang dikenal sebagai e"ek
kulit,dimana saat ini berjalan sepanjang permukaan bagian. -arena saat ini
penggantinya polaritas pada 67 sampai 87 siklus per detik itu tidak menembus
banyak masa lalu permukaan benda uji. +ni berarti domain magnet hanya akan
4
6
selaras sama dengan penetrasi $. jarak sekarang menjadi bagian.
$rus searah (D., D. gelombang penuh) Digunakan untuk mendeteksi
baah permukaan diskontinuitas mana $. tidak dapat menembus cukup dalam
untuk menarik bagian di kedalaman yang dibutuhkan. 5umlah penetrasi magnet
tergantung pada jumlah arus meleati bagian 91: D. juga terbatas pada bagian#
bagian yang sangat besar cross sectional seberapa e"ekti" akan menarik bagian..
,etengah gelombang D. (;<D., berdenyut D.) bekerja sama dengan
D. gelombang penuh dengan penetrasi kelihatan dari jauh lebih magnetik ke
bagian.;<D. dikenal memiliki kemampuan menembus yang paling dalam
pengujian partikel magnetik.91: ;<D menguntungkan untuk proses pemeriksaan
karena sebenarnya membantu memindahkan partikel magnetik di atas benda uji
sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bertemu dengan bidang "luks
magnetik kebocoran. Peningkatan mobilitas partikel disebabkan oleh arus
berdenyut yang bergetar pada benda uji dan partikel.
,etiap metode magnetisasi memiliki kelebihan dan kekurangan. $.
umumnya selalu terbaik bagi diskontinuitas terbuka ke permukaan dan beberapa
bentuk D. untuk baah permukaan.
,ebuah mesin basah hori=ontal &P+ adalah massa yang paling umum
digunakan mesin produksi inspeksi. &esin memiliki stok kepala dan ekor di mana
bagian ditempatkan untuk mempesonakan itu. Di antara kepala dan saham ekor
biasanya sebuah kumparan induksi, yang digunakan untuk mengubah orientasi
medan magnet dengan >7 ? dari stok kepala. ,ebagian besar peralatan disesuaikan
dan dibangun untuk aplikasi tertentu.kemasan daya &obile@ $pakah pasokan
listrik yang dibangun khusus magneti=ing digunakan dalam aplikasi kaat
pembungkus.
-uk &agnetik@ adalah tangan memegang perangkat yang menginduksi
medan magnet antara dua kutub. $plikasi yang umum adalah untuk penggunaan
outdoor, lokasi terpencil, dan inspeksi las. Aang menarik belakang belenggu
magnetik mereka hanya menginduksi medan magnet antara kutub sehingga
pemeriksaan memakan aktu pada bagian besar. (ntuk pemeriksaan yang tepat
yoke harus diputar >7 derajat untuk setiap daerah pemeriksaan untuk mendeteksi
6
8
diskontinuitas hori=ontal dan vertikal. 0elenggu deteksi baah permukaan yang
terbatas. ,istem ini digunakan serbuk magnet kering, serbuk basah, atau kaleng
aerosol.
A. %enis&jenis magnet
1. &agnet Permanen
&agnet Permanen merupakan bahan#bahan logam tertentu yang jika
dimagnetisasi maka bahan logam tersebut akan mampu mempertahankan si"at
magnetnya dalam jangka aktu yang lama (permanen).
1. 'lektromagnet
'lektromagnet merupakan magnet yang terbuat dari bahan "erromagnetik
jika dialirkan arus listrik maka bahan tersebut akan menjadi magnet, tetapi jika
pemberian arus listrik dihentikan, maka si"at magnet pada bahan tersebut akan
hilang.
Dalam proses pengujian &agnetic Particle +nspection ini, ada yang disebut
dengan &agnetisasi dan Demagnetisasi. &agnetisasi adalah proses yang
dilakukan untuk membangkitkan medan magnet pada benda yang akan diinspeksi,
sedangkan Demagnetisasi adalah menghilangkan sisa si"at magnet yang terdapat
pada benda uji agar benda uji tersebut tidak akan dapat menarik serbuk#serbuk
besi yang nantinya akan menyulitkan proses pembersihan.
B. Met$'e Pengujian
$da beberapa metode dalam magnetisasi suatu benda kerja yang akan
diuji, yaitu @
1. &agnetisasi *ongitudinal
&agnetisasi *ongitudinal dihasilkan dari arus listrik yang dialirkan dalam koil.
1. &agnetisasi Aoke
&agnetisasi dengan menggunakan Aoke. Dengan cara ditempelkan pada
material yang akan Dimagnetisasi.
2. &agnetisasi ,iskular
&agnetisasi ,iskular terdiri dari @
8
B
a. &agnetik Tak *angsung
$rus listrik dialirkan ke konduktor sentral. &edan mahnet mengenai bahan
dan benda yang dilingkupinya.
b. &agnetisasi *angsung
$rus listrik dialirkan pada bahan yang akan di magnetisasi.
c. Prod
&agnetisasi dengan cara material "erromagnetik dililiti dengan logam
tembaga kemudian dialiri listrik.
Demagnetisasi adalah proses penghilangan magnet sisa pada benda uji
setelah dilakukan pengujian. Tujuan dilakukannya proses demagnetisasi adalah
agar setelah pengujian benda yang diuji tidak menggangu atau mempengaruhi
proses yang berikutnya dilakukan. Demagnetisasi dapat dilakukan menggunakan
arus $. atau D.. 5ika menggunakan arus $., benda uji dimasukkan kedalam koil
yang dialiri arus $. kemudian diturunkan dengan perlahan#lahan. 5ika
menggunakan arus D. maka dengan step don bolak#balik berulang.
1. Demagnetisasi bagian
,etelah bagian telah magnet perlu untuk menjadi mengalami kerusakan
magnetik. ;al ini memerlukan peralatan khusus yang bekerja kebalikan dari
peralatan magneti=ing. &agneti=ing biasanya dilakukan dengan pulsa arus tinggi
yang sangat cepat mencapai puncaknya saat ini dan cepat mati meninggalkan
bagian magnet. (ntuk demagnetisasi bagian bidang saat ini atau magnet yang
diperlukan, harus sama atau lebih besar dari arus medan atau magnet yang
digunakan untuk bagian magnet, medan magnet maka saat ini atau secara perlahan
dikurangi menjadi nol meninggalkan bagian mengalami kerusakan magnetik.
1. Demagnetisasi $.
Tarik melalui koil demagnetisasi $.@ terlihat pada 3ambar 2 adalah $.
perangkat bertenaga yang menghasilkan medan magnet tinggi di mana bagian
tersebut secara perlahan ditarik melalui dengan tangan atau pada suatu konveyor.
Tindakan menarik sebagian melalui dan jauh dari medan magnet koil
memperlambat tetes medan magnet di bagian. .atatan kumparan banyak $.
B
C
demagneti=ing memiliki siklus kekuatan beberapa detik, jadi bagian harus
meleati kumparan dan beberapa meter (meter) pergi sebelum selesai siklus
demagneti=ing atau bagian akan memiliki magnet residu.
$. langkah don demagneti=ing@ ini dibangun hanya dalam beberapa
peralatan &P+, proses ini di mana bagian terkena $. sama atau lebih besar saat
ini, saat ini dikurangi dengan ampli D di pulsa beberapa sekuensial sampai nol
saat ini tercapai. 5umlah langkah yang diperlukan untuk demagneti=ing sebagian
merupakan "ungsi dari jumlah arus magnetik bagian.
2. Reversing D. demagneti=ing@ itu hanya membalikkan arus pulsa magneti=ing
membatalkan aliran magnetik. .atatan@ ini dibangun pada peralatan &P+ oleh
produsen.
(. Magnetik Partikel Bu)uk
,ebuah partikel yang umum digunakan untuk mendeteksi retak adalah
oksida besi. untuk kedua sistem kering dan basah. 0asah sistem partikel berbagai
ukuran dari E7,6 sampai 17 mikrometer untuk digunakan dengan operator air atau
minyak. Partikel yang digunakan dalam sistem basah memiliki pigmen yang
digunakan yaitu "luoresce di 286 nm (ultraviolet $) membutuhkan 1777 F<!cm1
(17 <!m1) pada permukaan bagian untuk pemeriksaan yang tepat. 5ika partikel
tidak memiliki lampu yang benar diterapkan dalam )uang 3elap partikel tidak
dapat dideteksi ! terlihat. praktek industri +ts untuk menggunakan kacamata (% !
kacamata untuk menyaring sinar (% dan memperkuat spektrum cahaya tampak
normal ;ijau dan -uning diciptakan oleh partikel "luorescing. ;ijau dan -uning
"luoresensi dipilih karena mata manusia bereaksi terbaik untuk arna#arna ini.
Dry partikel bubuk berbagai ukuran 6#1B7 mikrometer, yang dirancang
untuk dilihat dalam kondisi cahaya putih. Partikel tidak dirancang untuk
digunakan di lingkungan basah. bubuk kering biasanya diterapkan menggunakan
aplikator tangan bubuk udara yang dioperasikan $erosol diterapkan partikel mirip
dengan sistem basah, dijual dalam kaleng aerosol premi*ed mirip dengan hair
spray.
C
>
D. Ins*eksi
0erikut ini adalah langkah umum untuk pemeriksaan pada mesin
horisontal basah@
1. 0agian ini dibersihkan dari minyak dan kontaminan lainnya
1. Diperlukan perhitungan dilakukan untuk mengetahui jumlah arus yang
dibutuhkan untuk menarik bagian. *ihat $,T& '1444#76 untuk "ormula.
2. Pulsa magneti=ing diterapkan selama 6 detik selama operator mencuci bagian
dengan partikel, berhenti sebelum pulsa magnetis selesai. -egagalan untuk
0erhenti sebelum akhir pulsa magnetis akan membasuh indikasi.
4. ,inar (% diterapkan operator mencari indikasi cacat yang 7 sampai G ! # 46
derajat dari jalan arus mengalir melalui bagian. .acat hanya muncul yang
berjumlah 46 hingga >7 derajat medan magnet. .ara termudah untuk cepat
mengetahui arah mana medan magnet berjalan adalah ambil bagian dengan
baik tangan antara saham meletakkan kepala ibu jari $nda terhadap bagian
(jangan membungkus ibu jari $nda di sekitar bagian) ini disebut baik kiri atau
kanan aturan thumb atau tangan kanan pegangan aturan. titik arah thumb
memberitahu kita arah arus mengalir, maka medan magnet akan menjalankan
>7 derajat dari jalur saat ini. Pada geometri kompleks seperti mesin engkol
operator perlu memvisualisasikan perubahan arah medan magnet saat ini dan
diciptakan. $rus dimulai pada 7 derajat lalu 46 derajat sampai >7 derajat
kembali ke 46 derajat ke 7 maka #46 ke #>7 ke #46 ke 7 dan mengulangi ini
untuk crankpin. 5adi pemeriksaan bisa memakan aktu untuk hati#hati
mencari indikasi yang hanya 46 hingga >7 derajat dari medan magnet.
6. 0agian ini baik diterima atau ditolak berdasarkan pra ditetapkan menerima dan
menolak kriteria.
8. 0agian tersebut mengalami kerusakan magnetik
B. Tergantung pada persyaratan orientasi medan magnet mungkin perlu diubah >7
derajat untuk memeriksa cacat yang tidak dapat dideteksi dari langkah 2
sampai 6. -emudian langkah 4, 6, dan 8 diulangi.
>
17
E. !tan'ar
Hrganisasi +nternasional untuk ,tandarisasi (+,H)
I +,H 276>, pengujian non#destrukti" # pengujian penetran dan pengujian partikel
magnetik # &elihat kondisi
I +,H >>24#1, non#destrukti" pengujian # pengujian partikel magnetik # 0agian 1@
Prinsip (mum
I +,H >>24#1, pengujian non#destrukti" # pengujian partikel magnetik # 0agian 1@
Deteksi media
I +,H >>24#2, non#destrukti" pengujian # pengujian partikel magnetik # 0agian 2@
Peralatan
I +,H 1B82C, pengujian non#destrukti" pengelasan # pengujian partikel magnetik
I +,H 121B>, pengujian non#destrukti" pengelasan # pengujian partikel magnetik
pengelasan # Penerimaan tingkat
-omite 'ropa untuk ,tandarisasi (.'N)
I 'N 1227#B, pengujian non#destrukti" # Terminologi # 0agian B@ +stilah yang
digunakan dalam pengujian partikel magnetik
I 'N 128>, Pendiri # inspeksi partikel magnetik
I 'N 1711C#1, pengujian non#destrukti" dari tempa baja # 0agian 1@ inspeksi
magnetik partikel
I 'N 17148#11, non#destrukti" pengujian tabung baja # 0agian 11@ partikel
inspeksi magnet mulus dan tabung baja dilas "eromagnetik untuk mendeteksi
ketidaksempurnaan permukaan
I 'N 17148#1C, pengujian non#destrukti" dari tabung baja # 0agian 1C@ partikel
magnetik inspeksi tabung ujung mulus dan tabung baja dilas "eromagnetik untuk
mendeteksi ketidaksempurnaan laminar
$merican ,ociety o" Pengujian dan &aterial ($,T&)
I $,T& '1444#76
I $,T& $ 1B6 ! $ 1B6& &etode (ji untuk Pemeriksaan Partikel magnet
Jorgings ,teel
17
11
I $,T& $468,pesi"ikasi +nspeksi Partikel &agnetik dari Jorgings cranksha"t
0esar
I $,T& '642 Praktek ,pesi"ikasi ,tandar untuk &engevaluasi +nstansi yang
&elakukan Pengujian tak rusak
I $,T& ' B7> Panduan untuk (jian &agnetic Particle Testing
I $,T& ' 1218 Terminologi untuk (jian tak rusak
I $,T& ' 11>B Pedoman standar untuk Penggunaan (%#$ dan %isible *ight
&eter ,umber dan digunakan dalam .air yang penetran dan &agnetik Partikel
&etode
.anadian ,tandards $ssociation (.,$)
I .,$ <6>
,ociety o" 'ngineers Htomoti" (,$')
I $&, 1841 Pemeriksaan -endaraan Partikel &agnetik
I $&, 2747 Partikel &agnetic, Non"luorescent, &etode -ering
I $&, 2741 Partikel &agnetic, Non"luorescent, &etode 0asah, -endaraan
&inyak, ,iap#(ntuk#3unakan
I $&, 2741 Partikel &agnetic, Non"luorescent, &etode 0asah, Poder -ering
I $&, 2742 Partikel &agnetic, Non"luorescent, &etode 0asah, -endaraan
I $&, 6781 ,teel, 0ar -arbon )endah, Jorgings, Tubing, ,heet, ,trip, dan Plate
7,16 -arbon, &aksimum
I $&, 6266 coran +nvestasi
I $&, +#C22CB Proses +nspeksi, -aret &agnetic
I $&,#,TD#11B6 coran, -lasi"ikasi dan Pemeriksaan $, 4B>1 $gen $ir
penyejuk untuk +nspeksi Partikel &agnetik -ering ,'0$3$+ 61C1 ,tandard Tool
,teel )ing +nspeksi Partikel &agnetik $,62B1 ,tandar )e"erensi berkumai ,hims
untuk +nspeksi Partikel &agnetik
,tandar &iliter $merika ,erikat
I $$#6>127 Jluida, +nspeksi Partikel &agnetik, ,uspensi
11
11
Umum
$. Partikel inspeksi magnetik (&P+) prosedur hanya dapat dilakukan pada bahan
Jerromagnetik (kobalt, besi, nikel dan beberapa paduan baja).
0. Partikel magnetik prosedur pemeriksaan dapat melibatkan peralatan portabel
dan mobile, yang memungkinkan prosedur yang harus dilakukan tanpa
menghapus komponen dari lokasi mereka, atau stasioner, peralatan bangku#jenis
seperti dapat ditemukan di lokakarya.
.. &P+ dapat mendeteksi permukaan yang pecah dan diskontinuitas baah
permukaan. sensitivitas yang tidak, namun, menurun dengan cepat dengan
meningkatnya kedalaman diskontinuitas di baah permukaan.
Prinsi* Dasar Ins*eksi Partikel Magnetik
1. -etika komponen "eromagnetik adalah magnet, garis#garis "luks yang didirikan
pada komponen itu. 5ika diskontinuitas itu ada di komponen dan memotong
diskontinuitas yang melintasi jalur garis "luks, "luks dialihkan dan baru, tiang
lokal dapat diatur pada permukaan komponen. ;al ini dikenal sebagai
kebocoran "luks.
1. 5ika partikel halus bahan magnetik diterapkan pada permukaan komponen
magnet, partikel#partikel ini akan tertarik untuk setiap kebocoran "luks dan akan
berkumpul di lokasi kutub baru.
2. sensitivitas maksimum dicapai saat diskontinuitas terletak pada sudut kanan ke
arah "luks magnetik tetapi sensitivitas tidak serius dikurangi dengan
diskontinuitas berorientasi pada sudut sampai dengan 46 K dari arah optimal.
0eyond 46 K sensitivitas berkurang dengan cepat dan diskontinuitas yang
terletak sejajar dengan arah "luks tidak akan, menyebabkan kebocoran "luks
kekuatan yang cukup untuk dideteksi.
.atatan@ -arena kebocoran "luks dapat disebabkan oleh diskontinuitas dan juga
oleh perubahan geometri, indikasi bisa relevan (retak, lap, inklusi non#logam,
porositas pipa, jahitan dll) atau non#relevan ( tepi, lubang, ceruk, akar benang,
dll ) dengan kondisi komponen. +ndikasi relevan harus dicatat sebelum
11
12
komponen tersebut mengalami kerusakan magnetik dan dibersihkan setelah
selesainya pemeriksaan.
De+inisi
$. &agnetisasi longitudinal ($rus &agnetic) (1) -omponen ditempatkan dalam
medan magnet sehingga pasangan lapangan dengan komponen dan garis aliran
"luks dari satu kutub yang lain, melalui komponen. (1) 5ika aliran magnetik
terutama sejajar dengan sumbu panjang komponen tersebut, dikatakan
longitudinal magnet.
0. 'daran &agnetisasi (Jlo *ancar) (1) ,uatu arus listrik, meleati konduktor,
menciptakan medan magnet di sekitar konduktor pada >7 K sudut ke arah
aliran arus.(1) -etika sebuah komponen magnet, langsung atau tidak langsung
dalam cara ini, dikatakan sirkuler magnet..atatan@ -arena sirkuit magnetik
diselesaikan dalam komponen tersebut tidak ada tiang yang jelas dengan
metode ini (kecuali diskontinuitas atau perubahan ekstrim geometri terjadi).
.. &agnetic Jlu/ Density (0) (1) 5ika "luks magnet dipotong pada sudut kanan ke
arah aliran, jumlah baris "luks, untuk area unit tertentu, yang disebut sebagai
kepadatan "luks magnet.
D. &agneti=ing Jorce (;), (1) 3aya, dari medan magnet yang ada, atau dari
lapangan yang dibuat oleh sebuah arus listrik, yang diperlukan untuk
membentuk kerapatan "luks tertentu dalam rangkaian magnetik.
'. Permeabilitas (F) (1) )asio densitas "luks (0) untuk kuat medan magnet (;),
ditunjuk oleh LmuL simbol Aunani (F) dan menunjukkan kemudahan dengan
material mungkin magnetik@
0 ! ; M F
2.2. ,lasi+ikasi Met$'e MPI
Pada Magnetic Particle Inspection ini digunakan beberapa metode seperti
MPI dry visi$le! MPI &et visi$le dan &P+ &et %luorescent+
12
14
2.2.1. MPI Dr- .isi)le
Dalam proses ,ry Visi$le ini, digunakan serbuk yang kering. ,erbuk
tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji. Tujuan pemberian serbuk
ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji, karena jika terjadi
cacat, serbuk ini akan menunjukkan dimana letak cacat tersebut.
2.2.1. MPI /et .isi)le
&etode -et Visi$le ini dalam prosesnya sama dengan metode dry visi$le+
Aang membedakan adalah serbuk yang digunakan. 5ika dry visi$le
menggunakan serbuk magnet basah tetapi &et visi$le menggunakan serbuk
magnet bertipe basah. ,erbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda
uji. Tujuan pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada
benda uji, karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukan dimana letak
cacat tersebut.
2.2.1. MPI /et 0lu$res1ent
Dalam metode -et .luorescent ini, menggunakan serbuk yang basah.
,erbuk tersebut ditaburkan pada saat magnetisasi benda uji. Tujuan
pemberian serbuk ini adalah untuk mendeteksi adanya cacat pada benda uji,
karena jika terjadi cacat, serbuk ini akan menunjukan dimana letak cacat
tersebut.
14
16
BAB III
MET"DE PEN2U%IAN
3.1 Instalasi Pengujian
Dalam melakukan pengujian ini, $lat#alat yang digunakan dalam
pengujian Magnetic Particle Inspection ini diperlukan alat#alat dan bahan serta
prosedur pengujian yang benar. $lat#alat yang digunakan seperti yoke! $lac/
Light, senter, sikat kaat dan penggaris. ,edangkan untuk bahan#bahannya
digunakan seperti benda uji, &hite contrast paint (<.P), cleaner, et particle,
et particle o" "luorescent dan dry particle.
(ntuk metode ,ry Visi$le dibutuhkan serbuk bertipe kering.
-elemahannya adalah jika terkena angin maka serbuk magnet tersebut mudah
hilang. -emudian, metode <et %isible dibutuhkan serbuk magnet bertipe basah.
Dan menggunakan $pply <.P#1. Dan terakhir, metode <et Jluorescent.
&enggunakan tambahan alat yaitu 0lack *ight "ungsinya untuk memudahkan
melihat cairan ! serbuk magnet bertipe basah dalam gelap.
3ambar $lat#alat @

Aoke 0lack light ,enter

,ikat kaat Penggaris
3ambar 2.1. $lat Nalat pengujian
16
18
3ambar 0ahan#bahan @
0enda (ji <.P . .leaner
,erbuk &agnet -ering
,erbuk magnet cair
3ambar 2.2 0ahan# bahan Pengujian
3.2. Pr$se'ur Pengujian
Dalam melakukan pengujian ini diperlukan alat#alat, bahan#bahan dan
prosedur pengujian yang telah ditentukan. &etode yang digunakan yaitu dry
visi$le! &et visi$le! dan &et %luorescent+
3.2.1. Pr$se'ur Pengujian Dr- .isi)le
1. Cleaning @ Perhatikan kondisi permukaan, permukaan harus kering dan
bersih dari segala macam kotoran yang dapat mengganggu proses
inspeksi seperti karat, oli, debu, dan lain#lain.
1. $pply $.!D. Aoke @ Nyalakan $.!D. yoke, lalu benda kerja mulai
dimagnetisasi.
2. $plikasi ,erbuk &agnet @ ,esuaikan dengan keadaan permukaan pada
benda uji. ,erbuk yang digunakan tipe serbuk kering.
4. Inspection @Teliti bentuk cacat yang terdapat pada benda uji.
6. Demagnetisasi @ *akukan menggunakan arus $. atau D., jika
menggunakan arus $., benda uji dimasukkan ke dalam koil yang
18
1B
dialiri arus $. kemudian diturunkan perlahan#lahan. 5ika
menggunakan arus Dc step don bolak#balik secara berulang.
8. Post .leaning @ 0ersihkan benda ji dari sisa#sisa dari pemberian serbuk
magnetik pada saat pengujian.
3.2.1 Pr$se'ur Pengujian /et .isi)le
1. Cleaning @ Perhatikan kondisi permukaan, permukaan harus kering dan
bersih dari segala macam kotoran yang dapat mengganggu proses
nspeksi seperti karat, oli, debu dan lain#lain
1. $pply <.P#1 @ ,emprotkan <.P#1 secara merata setelah permukaan
dipastikan bersih dan kering. ;al ini untuk memudahkan mendeteksi
adanya cacat. -arena arna dari <.P#1 lebih kontras daripada serbuk
"erromagnetik.
2. $pply $.!D. Aoke @ Nyalakan $.!D. yoke, lalu benda kerja mulai
dimagnetisasi.
4. $plikasi ,erbuk &agnet @ ,esuaikan dengan keadaan permukaan pada
benda uji. ,erbuk yang digunakan tipe serbuk basah.
6. Inspection @Teliti bentuk cacat yang terdapat pada benda uji.
8. Demagnetisasi @ lakukan menggunakan arus $. atau D. , jika
menggunakan arus $., benda uji dimasukkan ke dalam koil yang
dialiri arus $. kemudian diturunkan perlahan#lahan. 5ika
menggunakan arus Dc step don bolak#balik secara berulang.
B. Post Cleaning @ 0ersihkan benda ji dari sisa#sisa dari pemberian serbuk
magnetik pada saat pengujian.
3.2.2 Pr$se'ur Pengujian /et 0lu$res1ent
1. Persiapkan Aoke
1. Cleaning @ Perhatikan kondisi permukaan, permukaan harus kering dan
bersih dari segala macam kotoran yang dapat mengganggu proses
inspeksi seperti karat, oli, debu dan lain#lain
2. Nyalakan 0lack *ight
1B
1C
4. ,etting Peneranagan @ $tur intensitas uv light (17 lu/) dan black light
(1777lu/)
6. $pply $.!D. Aoke @ Nyalakan $.!D. yoke, lalu benda kerja mulai
dimagnetisasi.
8. $plikasi ,erbuk &agnet @ ,esuaikan dengan keadaan permukaan pada
benda uji. ,erbuk yang digunakan tipe serbuk basah.
B. Inspection @Teliti bentuk cacat yang terdapat pada benda uji.
C. Demagnetisasi @ lakukan menggunakan arus $. atau D. , jika
menggunakan arus $., benda uji dimasukkan ke dalam koil yang
dialiri arus $. kemudian diturunkan perlahan#lahan. 5ika
menggunakan arus Dc step don bolak#balik secara berulang.
>. Post Cleaning @ 0ersihkan benda ji dari sisa#sisa dari pemberian serbuk
magnetik pada saat pengujian.
1C
1>
BAB I.
ANALI!A HA!IL PEN2U%IAN
.1. !ketsa Hasil Pengujian
3ambar 4.4 +sometri spesimen
1>
17
3ambar 4.6 ,pesimen Tampak Depan
.2 Analisa %enis (a1at
Data hasil pengujian metode Dry %isible @
&endapatkan cacat ! retak berukuran 12 mm, 11 mm, dan 11 mm
Data hasil pengujian metode <et %isible @
&endapatkan cacat ! retak berukuran 11 mm, 11 mm, dan > mm
Data hasil pengujian metode <et Jluorescent @
&endapatkan cacat ! retak berukuran 11 mm, 11 mm, > mm
17
11
BAB .
PENUTUP
3.1 ,esim*ulan
1. Dari hasil praktikum magnetic particle testing yang dilakukan dengan ketiga
metode yaitu @ Dry %isible, <et %isible, <et Jluerescent didapat cacat pada
benda uji dengan berbagai ukuran.
1. Dari ketiga metode yang dilakukan, metode dengan et dry lebih e"ekti"
2. &etode &agnetic Particle +nspection (&P+) yaitu pengujian yang dilakukan
untuk mengetahui cacat permukaan (#ur%ace) dan permukaan baah
(#u$sur%ace) suatu komponen dari bahan "erromagnetik.
4. Non destructive testing (NDT) adalah aktivitas tes atau ispeksi terhadap
suatu benda untuk mengetahui adanya cacat, retak atau discontinuitas lain
tanpa meruak benda yang kita tes atau inspeksi.

3.2 !aran
11
11
1. -arena keterbatasan sarana dan prasarana yang tersedia di lab, berdampak atau
mempunyai pengaruh terhadap hasil praktikum yang dilakukan. (ntuk itu, agar
dapat diproleh data atau hasil yang maksimal dibutuhkan sarana dan prasarana
yang lengkap.
1. Jaktor -eamanan harus selalu diperhatikan oleh setiap praktikan.
DA0TA# PU!TA,A
$sisten.1711.Modul Pra/ti/um Non ,estructive Testing.Jakultas Teknik (ntirta@
(ntirta
http0))&i/i+ndthu$+com)ndt&i/i)sho&)1asic2Principles2o%2Magnetic2Particle2I
nspection
http0))ndt&i/i+org)inde*+php)Magnetic3Particle3Testing
http0))&i/i+mag&er/s+com)&i/i)images)c)c4)-ave%orm3to3,epth3Comparison+pd%
11
12
LAMPI#AN
Dokumentasi Praktikum

12
14



14
16


16