Anda di halaman 1dari 6

PELAKSANAAN PROGRAM PENYAKIT MENULAR

Program penyakit menular tediri atas beberapa sub seksi yang masing masing
mempunyai tugas antara lain
Pengamatan penyakit
- Pengamatan dan pengolahan dan kesakitan
- Pengumpulan dan pengolahan data kematian
- Peningkatan laporan bulanan ISPA dan diare
- Survailen AFP, DBD, Campak, dan Tetanus Neonatorum.
- Peningkatan laporan wabah W2
- Pemantauan dan follow up kasus KIPPI
Pemberantasan penyakit menular
- Pemberantasan penyakit TB paru
- Pemberantasan penyakit kusta
- Pemberantasan penyakit diare
- Pemberantasan penyakit ISPA
- Pemberantasan penyakit HIV / AIDS
Pemberantasan penyakit bersumber binatang
- Pemberantasan penyakit DBD
- Pemberantasan penyakit chikungunya
- Pemberantasan penyakit leptospirosis
- Pemberantasan penyakit rabies
- Pemberantasan penyakit filariasis
- Pemberantasan penyakit malaria
- Pemberantasan new emerging disease
- Pemberantasan re emerging disease
Pencegahan pennyakit dan imunisasi
- Peningkatan cakupan imunisasi dalam upaya pencapaian UCI
- Imunisasti TT WUS dalam rangkai T 5 dosis
- Bulan imunisasi anak sekolah
- Pengelolaan waksin da cold chain
- Pengumpulan dan pengolaha data cakupan hasil imunisasi
Pengamatan Penyakit Suurveilen
Surveilen epidemiologi adalah suatu proses pengamatan terus menerus dan
sistermatik terhadap terjadinya penyebaran penyakit serta kondisi yang memperbesar
resiko penularan dengan melakukan pengumpulan data, analisis data, interpretasi, dan
penyebaran interpretasi serta tindak lanjut perbaikan dan perubahan. Informasi
epidemiologi yang dapat dipercaya merupakan inti dari surveilen epidemiologi.
Aktivitas yang biasa dilakukan surveilen :
- Proses pengumpulan data epidemiologi secara sistematis sebagai aktivitas
rutin
- Pengolahan dan analisa serta interpretasi data agar menghasilkan informasi
epidemiologi
- Penggunaan informasi untuk menentukan tindakan perbaikan yang perlu
dilakukan atau peningkatan program dalam penyelesaian masalah
Misi surveilen
- Meningkatkan kemampuan petugas surveilen dalam analisa data di seluruh
jenjang administrasi
- Menggalang serta meningkatkan kemitraan unit surveilen dalam pertukaran /
penyebaran informasi dengan pusat penelitian, perguruan tinggi, LSM, dan
segala pihak terkait.
- Memperkuat sistem surveilen penyakit yang telah menjadi prioritas program
pemberantasan internasional, regional, nasional, maupun daerah.
- Memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang epidemiologi
disetiap unit pelaksana program kesehatan
Pengumpulan pengolohan surveilen terpadu bersumber pada laporan
puskesmas yang dientri setiap bulan melalui internet dinas kesehatan DKI Jakarta.
Setiap kejadian kematian dengan sebab yang wajar yang meninggal di rumah atau
dalam perjalanan maka pihak Puskesmas yang mengeluarkan surar keterangan
penyebab kematian. Pelayanan pembuatan SKPK dilaksanakan di Puskesmas
Kecamatan Johar Baru baik pada hai dan jam kerja maupun pada malam hari dan hari
libur. Dari hasil pelaporan dan pengumpulan data keamtian dapat disajikan sebagai
berikut.

Puskesmas Umur Jumlah
0 7
hr
8 28
hr
< 1 th 1 4
th
5 14
th
15
24 th
25
44 th
> 45
th
Kec. Johar Baru 1 0 1 0 0 5 16 120 143
Kel. Johar Baru 1

0 1 1 0 0 0 3 23 28
Kel. Johar Baru 2 0 0 0 0 0 0 12 35 47
Kel. Johar Baru 3 0 1 0 0 0 0 2 16 19
Kel. Galur 0 0 2 0 0 0 5 40 47
Kel. Tanah Tinggi 0 0 0 2 0 0 5 29 36
Kel. Kp Rawa 0 0 0 1 0 1 6 71 79
Jumlah 1 2 4 3 0 6 49 334 399

Peningkatan Laporan Mingguan W 2
Laporan mingguan wabah ini dilaporkan setiap minggu terdiri dari beberapa
penyakit menular yang berpotensi menimbulkan wabah, antara lain DBD, diare,
tetanus, polio, AFP, chikungunya, leptospirosis, campak, dan penyakit lain yang perlu
dilaporkan segera.
Kegiatan ini dimulai pada tahun 2007 sudah menggunakan sistem online se
DKI Jakarta dengan induk data berada di dinas kesehatan DKI Jakarta, sehingga
dapat diakses kapanpun dan dimanapun.

PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT
Perkesmas merupakan suatu bidang keperawatan kesehatan yang merupakan
perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masayarakat dengan dukungan peran
serta aktif masyarakat, serta mengutamakan pelayanan promotif, preventif secara
berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kreatif dan rehabilitative secara
menyeluruh dan terpadu. Ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok, dan
masyarakat dalam satu kesatuan yang utuh melalui proses keperawatan untuk ikut
meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal sehingga mandiri dalam
upaya kesehatannya.

Tujuan
Meningkatkan kemandirian klien baik individu, keluarga / masyarakat yang
beresiko tinggi dan rentan, dalam mengatasi masalah kesehatan akibat faktor faktor
ketidaktahuan, ketidakmauan, dan ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah
kesehatan.

Strategi Pelaksanaan
Dengan mengintegrasikan perkesmas dengan semua upaya kesehatan wajib
termasuk promosi kesehatan didalamnya. Maupun suatu upaya pengembangan di
puskesmas. Program ini merupakan suatu pengembangan yang bersifat komperhensif
dan pengembangan yang bersifat sistematik. Diharapkan puskesmas dapat
memberikan dampak ungkit yang besar terhadap peningkatan derajat kesehatan
masyarakat dan tercapainnya tujuang pembangunan kesehatan di daerah yang
mengacu pada standar pelayanan minimal.
Langkah langkah kegiatan :
Persiapan
- Memtapkan keluarga sasaran yang akan dikunjungi, menentukan kasus
prioritas yang ada di puskesmas.
- Menentukan jadwal kunjungan
- Menyiapkan perlengkapan lapangan
- Pelaksanaan kunjungan
Pelaksanaan
- Pengumpulan data
- Analisis
Membuat prioritas masalah
Prioritas masalah mempertimbangkan faktor faktor besarnya masalah,
tingkat kegawat daruratan, dan penanganan.
Perencanaan tindakan keperawatan
Tujua keadaan yang siharapkan setelah askep. Indikator yang digunakan
ditujukan untukmengukur keberhasilan anaskep. Waktu yang diperlukan untu
mencapai tujuan askep.
Pelaksanaan tindakan keperawatan
Pelaksanaan yang dilakukan baik yang dilaukan oleh petugas kesehatan
maupun keluargaharus sesuai dengan perencanaan
Evaluasi keperawatan
Dilakuakn evaluasi untuk menilai keberhasilan bila belum berhasil mungkin
diperlukan suatu rencana lain.

LABOLATORIUM
Labolatorium puskesmas kecamatan Johar Baru adalah labolatorium
sederhana dimana standar peralatan disesuaikan dengan fungsi yang dibutuhkan
labolatorium puskesmas kecamatan.
Fasilitas
Fasillitas serta alat yang dimiliki oleh labolatorium puskesmas kecamatan
Johar Baru sebagai berikut
Dengan jenis pemeriksaan dan jumlah pemeriksaan yang cukup banyak maka
tenaga labolatorium sangat kurang, agar dapat terselanggaranya pemeriksaan
labolatorium yang bermutu maka diperlukan tenaga labolatorium lagi.
Pelatihan terhadap sumber daya manusia tenaga labolatorium selama tahun
2013 hanya ada satu pelatihan yaitu pemeriksaan untuk meningkatkan kemajuan serta
keterampilan tenaga labolatorium sangat diperlukan adanya pelatiha yang
berkesinambungan.
Labolatorium puskesmas kecamatan Johar Baru juga sudah melakukan
pemantapan mutu internal. Labolatorium puskesmas kecamatan Johar Baru telah
melakukan pemantapan mutu eksternal regional dari balai besar labolatorium
kesehatan, meliputi :
- Pemeriksaan BTA
- Pemeriksaan hematologi
- Pemeriksaan kimia darah
- Pemeriksaan mikroskopis telur caing

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan selama tahun 2013 dapat
disimpulkan hampir seluruh program telah berjalan walaupun terdapat beberapa
kendala, antara lain :
- Pencatatan dan pelaporan yang belum berjalan dengan baik
- Terbatasnya jumlah SDM yang ada karena pegawai merangkap pada tugas
pelayanan pasien dan program
- Satu pegawai mempunyai tanggung jawab terhadap beberapa program

Saran
Untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan dibutuhkan beberapa upaya antara
lain :
- Peningkatan kualitan sumber daya manusia dengan mengikutsertakan dalam
beberapa kursus atau pelatihan.
- Melengkapi standard operasional di setiap unit kegiatan untuk perbaikan dan
peningkatan mutu pelayanan puskesmas.
- Meningkatkan kegiatan yang lebih memandirikan masyarakat di bidang
kesehatan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.