Anda di halaman 1dari 42

P E

N L I I U I
F P E I D
I N M P 3
6
I I A I
P 3 I I A f l
D RS. RA HMA N TO SU RA HMA T
CI TRA I N SA N SEL A RA S
I N D U STRI A L &MA N A GEMEN T
TRAI N I N G
D EVEL OPMEN T
NAMERACHMAN'I'OSR.HLAT
PRESENTPOTTTION: DIRECTOROF L\TERNATIOTAXATION
D ATEOF BIRTH9 AU GLST1941
EDLCaTIO\ :AND TR- -D G
1968
1973/1974
1985
Graduate from University
of Grajah dada
F aaacult i' L
EcCt^:C' r't .. i s.
International
Tax Programme
Ha : d Law School
Tax Administration Training

T
T
S!nternztiona^L1
D
.e_ ai
.J -L sT
C
POTITION,
1970: Assistant
to International
Monetary Fund Expatriate
1975Assessing officer in
district
Tax Office In Charge
of F oreigny^vestment com a y-
Assessing officer in District Office in charge of
1976
Forsi Ct
Assessing officer in
Palembang
District office
1979
1983: Senior Officer
Incharge
of Tax Treaty
1987Deputy
Director
for Tax Treaty
1991 Deputy Director
for Income
Tax Regulation
199? Deputy Director for Corporate Income Tax
.

19934 August
Director for International Taxation
TX CONFERENCEND SE's aR
1988
SGATARXVIII -Manila
T^l .rte
T ^-n^Seminar on ?^}'fir 1 ^_ -^
1980:
COFAB WGTM- Phuket
AtLRCsemin
ar-Singapore
IBRD seminar-Wellington
1990:
SGATR Z'Z - ToKyo
26 -28 February"
1992:Pertamina -BKKA and Oil Contractor-Bandung
4 March
:IBEK Seminar -
Jakarta
26 June :AFA Conference
- Bangkok
RA,CUM.A1 TO
RINGKASANDARTBEBERAPA
PERSETUJUANPENGHINDARANPAJAK BERGANDA
YANG BERLAKU MULAI
1 JANUARI 2000
1. Pendahuluan
Perkembangan jumlah persetujuan penghindaran pajak berganda
yang berlaku dalam dasawarsa terakhir sangat pesat. Pada tahun 2000ini
terdapat empat Persetujuan baru yang mulai berlaku, yaitu Romania, Uni
Emirat Arab, Vietnam, dan Spanyol.
Persetujuan Penghindaran Pajak berganda (P3B) dengan Romania
merupakan salah satu P3B yang menempuh jalan yang panjang. Putaran
pertama dilaksanakan pada tahun 1986 di Bucharest, kemudian diparaf
pada tahun 1988di Jakarta, dan baru ditandatangani di Jakarta pada
8dan
tanggal 3Juli 1996. Indonesia m ^13Januari 1999.
pertukaran nota ratifikasi dilakukan pada g$
Proses dari P3B dengan Uni Emirat Arab dimulai
dengan
putaran
pertama pada tahun 1994, yang dilanjutkan ^sebum kedtu belch Pihak
Jakarta pada tahun 1995dan pada putaran
mencapai kesepakatan. Naskah yang sudah disepakati ditandatangani pada
tanggal 30Nopember 1995. Indonesia a m ^iikasipdilakukan di Jakarta
pada tahun 1998, sedangkan pertujaran
^
pada tanggal 1 Juni 1999.
Putaran pertama perundingan den nVietnam dilakukan
tahpada 9
tahun
1995dan kemudian dicapai kesepakatan
Penandatanganan persetujuan tersebut dilakukan di Hanoi pada
tanggal 22
Desember 1997. Pemerintah Indonesia meratifikasi persetujuan tersebut
pada tahun 1998, dan pertukaran nota ratifikasi dilakukan pada tanggal 10
Pebruari tahun 1999 di Jakarta.
P3B keempat yang berlaku mulai 1 Januari 2000adalah P3B dengan
Spanyol, yang dalam prosesnya memerlukan waktu yang relatif lama.
Putaran pertama dilakukan di Jakarta pada tahun 1987dan putaran kedua
dilakukan di Madrid pada tahun 1990saat dicapai kesepakatan. Namun
demikian penandatanganannya baru diiu 999d dan Pihak
Indonesia bare meratifikasinya pada
ratifikasi dilakukan pada tanggal 20Desember 1999 di Madrid. Keempat
persetujuan tersebut merupakan bagian dari keseluruhan persetujuan yang
berlaku pada tahun 2000yang beijumlah 43.
2. Ketentuan tentang beberapa
masalah
dalam P3B bare
a. Bent irk usaha
tetap (BUT)
Definisi BUTdalam P3B Romania pada dasarnya mengikuti definisi
yang ada pada P3B yang lain, dengan modifikasi sesuai dengan keadaan
kedua negara. Definisi ini diatur di Pasal 5yang beberapa ayat yang penting
di kutip dibawah ini.
Romania
Article 5
Permanent establishment
"1 ...........
2. The tern, `;permanent establishment "includes especially:
(a) a place ofmanagement;
(b) a branch;
(c) an ofce;
(d) a factory;
(e) a r workshop;
a mine, an oil orgas well, a quarry or any other place of
extraction ofnatuml resources. "
Ayat yang sama dalam persetujuan dengan
Vietnam
berbunyi sebagai
berikut:
V. The term `permanent establishment "includes especially:
(a) a place ofmanagement;
(b) a branch;
(c) an office;
(d) a factory,
(e) a workshop;
(f) a warehouse orpremises used as outlet;
(g) a farm orplantation;
a mine, an oil orgas well, a quarry or any otherplaee of
extraction or exploration of natural resources, dnJlin
rig or n9-
f AL2or installation structure or
equipment used for the exploration or exploitation of
natural resources. "
Sedangkan ayat yang sama dalam persetujuan dengan
UEA
berbunyi seperti
di ba-,vah ini.
2
"2. The term `permanent establishment" shall include
especially:
(a) a place ofmanagement;
(b) a branch;
(c) an office;
(d) a factory
(e) a workshop;
49a mine, an oil or gas well, a quarry or any other place of
ea traction ofnatural resources, drilling or working ships
used for exploration and exploitation of natural
resources:
(g)a farm orplantation; "
Pasal 5(2) dari P3B dengan
Spanyol
berbunyi seperti berikut.
V. The term `permanent establishment "includes especially :
(a) a place ofmanagement;
(b) a branch;
(c) an office;
(d) a factory;
(e) a workshop;
(1) a mine, an oil or gas well, a quarry or any other place of
extraction ofnatural resources.
Dari rumusan-rumusan diatas ada beberapa perbedaan antara satu P3B
dengan yang lainnya.
P3B Romania dan Spanyol tidak memuat dalam definisi BUT
"a farm or
;
sebagaimana diatur dalam P3B dengan UEAdan Vietnam.
plantation"
Sebaliknya P3B Romania dan Spanyol tidak memuat
dr711ing rig or working
shi used for ex location and ex loitation of natural resources
sebagaimana diatur dalam P3B dengan UEAdan Vietnam.
Pasal 5ayat (3) mengatur tentang time test atas proyek konstruksi dan
pemberian jasa lain, yang apabila jangka waktu tersebut dilampaui akan
mengakibatkan timbulnya BUT.
Pasal 5ayat (3) terdiri dari dua bagian, yaitu yang pertama mengatur
tentang time test yang berlaku untuk proyek konstruksi, instalasi, perakitan
(assembling) dan kegiatan pengawasan yang berkaitan dengan proyek
tersebut; sedangkan yang kedua mengatur pemberian jasa diluar jasa yang
disebut sebelumnya.
Tes waktu untuk proyek konstruksi di sebagian besar P3B adalah 6
bulan atau 183hari, kecuali beberapa P3B. P3B dengan Vietnam, UEA,
dan Romania memakai tes waktu 6 bulan, sedangkan P3B dengan Spanyol
memakai tes 183hari.
Tes waktu untuk kegiatan pemberian jasa lain termasuk jasa
konsultasi lebih beragam dalain hat jangka waktunya.
Rumusannya dalam masing-masing P3B adalah seperti di bawah ini.
3
Romania
M
Vietnam
"3. The term `
permanent establishment
"likewise
encompasses:
(a)
(bJ
a building site
, a construction
, assembly or
installation project or supervisory activities in
connection therewith, but only where
such site,
project or activities
continue
for a period of more
than six months;
the furnishing of seances, including consultancy
services by an enterprise through employees or other
personnel engaged by the enterprise for such
purpose, but only where activities of that nature
continue
(for the same or a connected project)
within
the country for a period or periods aggregating more
than four months within any twelve
month period,
counted from the first day the services are
furnished. "
`3 The term `permanent establishment "likewise encompasses:
(a) a building site, a construction, assembly or
installation project or supervisory activities in
connection therewith, but only where such site,
project or activities continue for a period ofmore than
six months;
(b) the furnishing of services, including consultancy
services, by an enterprise of a Contracting State
through employees or other personnel in the other
Contracting State, provided that such activities
continue for the same protect or a connected protect
for a period or periods aggregating more than six
months.
"3. The term permanent establishment 'likewise encompasses:
(a) a building site, construction, assembly or installation
project or supervisory activities in connection
therewith, but only where such site, project, or
activities continue for a period of more than sfx
months,
(b) the furnishing of services, including consultancy
services, by an enterprise through employees or other
personnel engaged by the enterprise for such purpose,
but only where activities of that nature continue fLo-r
the same or a connected protect) within the country for
a period or periods aggregating more that three months
within any t i r elr e-month period "
4
SOW-
3. The term permanent establishment 'likewise encompasses:
(a) a building site, a construction, assembly or installation
project or supervisory activities in connection therewith,
but only where such site, project or activities continue for
a period ofmore than 183 days:
(h) the furnishing of services, including consultancy services
by an enterprise through employees or other personnel
engaged by the enterprise for such purpose, but only
where activities of that nature continue Lfor the same or a
connected project) within the counay_ for a period or
periods aggregating more than three months within any
twelve month period "
Dari rumusan ayat yang mengatur tentang " construction project" dan
" other services" diatas maka dapat di sajikan perbandingan seperti di
bawvah ini.
Time test
Negara
Building
site, assembly,
Other services
installation,
supervisory
activities connected
Romania
6 bulan
4 bin/12 bin
UEA
6 bulan
6 bin/12 bin
(for the same or a
connected project)
Vietnam
6 bin
3bin/12 bin
(for the same or a
connected project)
Spanyol
183hari
3bin/12 bin
(for the same or a
connected ro'ect
Perbandingan yang disajikan di atas tampak bahwa penerapan tes waktu
untuk " other services" terdapat variasi, baik menyangkut jangka waktu
maupun mengenai proyeknya.
P3B dengan Romania tidak menyebutkan syarat " for the same or a
connected project" . Ini berarti bahwa dalam hal suatu perusahaan Romania
yang memberikan jasa di Indonesia untuk, misalnya lebih dari du-
perusahaan Indonesia (dua pekeijaan) maka jangka waktu pelaksanaan
dari kedua pekerjaan itu dijumlahkan.
5
Sedangkan P3B UEA, Vietnam dan Spanyol dua pekerjaan akan dipisah
perhitungannya sepanjang kedua pekerjaan (jasa) tersebut tidak
berhubungan satu dengan yang lainnya.
Sebagaimana biasa diatur dalam suatu P3B, dalam definisi BUT
diatur tentang pengecualiannya. Artinya secara umum suatu kantor akan
dianggap sebagai BUTberdasarkan definisi, tetapi apabila kegiatan yang
dilakukannya hanya terbatas kepada kegiatan tertentu maka hal itu tidak
akan dianggap sebagai BUT. Di bawah ini disajikan perbandingan antara
ke-empat P3B tersebut, yang biasanya diatur dalam Pasal 5ayat (4).
Romania
"4 Notwithstanding the precedingprvvisions of this Article, the
term `permanent establishment shall be deemed not to
include:
(a) the use of the facilities solely for the purpose ofstomge,
display or occasional delivery ofgoods ormerchandise
belonging to the enterprise;
(b) the maintenance of stock of goods or merchandise
belonging to the enterprise solely for the purpose of
storage, display or occasional delivery:
(c) ....
(e) the sale of goods or merchandise belonging to the
enterprise displayed in the frame of an occasional
temporary fair or exhibition after the closing of the said
fair or exhibition "
M
"S. Notwithstanding the previsions ofparagmphs 1 to 3, the term
`permanent establishment " shall be deemed not to include.,
(a)
(b)
(c)
(d)
(e)
(1)
the use of facilities solely for the purpose of storage,
display of goods or merchandise belonging to the
enterprise;
the maintenance
of a stock of goods or
merchandise
belonging
to the enterprise
solely for the purpose of
storage, or display;
the maintenance
of a stock of goods or
merchandise
belonging to the enterprise solely for the purpose of
processing by another enterprise;
the sale of goods or merchandise belonging to the
enterp
rise dis la ed in the frame of an occasional
temporary fair or exhibition after the closing of the said
or exhibition
: provided
that involving parties or
companies
fulfill
all requirements in either Contracting
states. "
6
Vietnam
"4. Notvsitstanding the preceding provisions of this Article, the term
`permanent establishment " shall be deemed not to include:
(a)
()
Spanvol
the use of facilities solely for the purpose of storage or
display of goods or merchandise belonging to the
enterprise;
the maintenance of a stock of goods or merchandise
belonging to the enterprise solely for the purpose of storage
and display;
"4. Notw
itsthanding the preceding provisions of this Article, the
terra `permanent establishment
"
shall be deemed to include:
(a)
the use of facilities
solely for
the purpose of storage or
display of
goods or merchandise belonging not to the
enterprise;
the maintenance
of a stock of goods
belonging
to the enterprise
solely for
or delivery;
storage, display,
or merchandise
the purpose of
(b)
(c) ....
(d) ....
(e) ....
(Dalam Protocol diberikan penegasan terhadap ayat (4)a, yang
berbunyi : It is understood that the use of facilities for mere
delivery shall not be deemed a permanent establishment unless
they are used as a sales outlet.)
Ayat 4 di atas merupakan ketentuan standar berdasarkan OECD dan
United Nations Model UNModel, dengan beberapa variasi
masing-masing P3B. Perbedaan antara UNModel dengan OECD adalah
bahwa dalam OECD terdapat kata " delivery" di huruf (a) dari ayat 1.
P3B dengan Romania memuat kata-kata " occasional delivery" , yang
berarti bahwa suatu tempat yang dijadikan tempat penyimpanan tidak
termasuk dalam pengertian BUTwalaupun dari tempat itu dilakukan
" delivery" yang sifatnya insidentil.
P3B dengan UEAtidak memuat " delivery" sehingga apabila
dilakukan " delivery" maka hal itu akan menimbulkan BUT. Namun
demikian di huruf (f) dari gylt 4 tersebut terdapat rumusan yang berbeda
dengan yang lain yaitu bahwa penjualan barang-barang yang dipamerkan
dalam rangka suatu pameran yang sifatnya hanya sementara, tidak akan
menimbulkan BUT.
P3B dengan Vietnam menggambarkan UNModel karena dalam
rumusannya tidak memuat kata " delivery" . Hal ini sesuai dengan posisi
Indonesia dalam masalah tersebut.
P3B dengan Spanyol dalam batang tubuhnya tidak terdapat kata
" delivery" , tetapi dalam Protocol terdapat tambahan yang menyebutkan
7
bahwa suatu tempat yang
semata
-mata hanya digunakan untuk " delivery" ,
tetap tidak dianggap sebagai BUT, dengan syarat bahwa tempat tersebut
tidak digunakan sebagai tempat penjualan.
b. Penghasilan
dari usaha
Secara umum ketentuan yang menyangkut " business profit"
menganut salah satu dari dua prinsip, yaitu " attribution principle" atau
" force of attraction principle" . Dalam prakteknya kedua prinsip tersebut
digabungkan dan disesuailan dengan ketentuan undang-undang domestik
kedua negara.
Perbandingan dari ke-empat P3B yang barn disajikan seperti di
bawah ini.
Romania
Article 7
Business profit
1. The profits of an enterprise of a Contracting State shall be
taxable only in that State unless the enterprise
carries on
business in the other Contracting State through permanent
establishment situated therein. If the enterprise carries on
business as aforesaid, the profits of the enterprise may be taxed
in the other State but only so much of them as is attributable to
(a) that permanent establishment; (b) sales in that other State
ofgoods or merchandise of the same kind as those sold through
that permanent establishment
;
or (c) other business activities
carried on in that other State of the same kind as those effected
through that permanent establishment. The provisions of sub-
pardarvah &) and hove chaff not appIV if the enterprise
roves that such sales or activities are attributable to some
person or enti y other than the permanent establishment. "
UBA
Article 7
Business profits
"1. The profits of an enterprise of a Contracting State shall only be
taxable in that State
unless the
enterprise carries on
business in
the other Contracting State through
a permanent
establishment
situated therein. If the enterprise carries on
business as
aforesaid, the profits of the enterprise maybe taxed in the other
State but only so much of them as is attributable to
(a) that permanent establishment;
(b) sales in that other State of goods or merchandise of the
same or similar kind as those sold through that permanent
establishment;
(c) other business activities carried on in that other State of the
same or . . %milar kind as those effected through that
permanent estbalishment.
8
Vietnam
Article 7
Business profits
"1. The profits of an
enterprise
of a Contracting
State shall be taxable only in
that State unless the enterprise carries on business in the other
Contracting State through a permanent establishment
situated therein. If
the enterprise carries on business
as aforesaid, the profits of the
enterprise
may be taxed in the other State but only so much
of them as is
attributable to:
(a) that permanent establishment;
(b) sales in the other
State of goods
or merchandise of the same
or similar
kind as those sold through that permanent establishment; or
(c) other business activities carried on in that other State of the same or
similar kind as those
effected through
that permanent establishment.
anof 5
Article 7
Business profits
V. The profits of an enterprise of a Contracting State shall be
taxable only in that State unless the enterprise caries on
business in the other Contracting State through a permanent
establishment situated therein. If the enterprise caries on
business as aforesaid, the profits of the enterprise maybe taxed
in the other State but only so much of them as is attributable to
(a) that permanent estbalishment, (b) sales in that other State
ofgoods or merchandise of the same kind as those sold through
that permanent establishment
,
or (c) other business activities
carried on in that other State of the same or similar kind as
those effected through that permanent establishment. "
(Protocol: The competent authorities of the Contracting States may
consult each other on the similarity of goods sold or
business operations referred to therein. It is understood
that the mentioned pmvisions shall also apply where the
sales and operations result in losses for the enterprises).
Dart empat P3B di atas ternyata semuanya memakai prinsip " force
of attraction" , dengan beberapa catatan.
P3B dengan Romania menyebutkan bahwa sub-paragraf (b) dan (c),
yaitu penjualan barang yang sejenis dan kegiatan usaha yang sejenis yang
dilakukan oleh " BUT" , tidak akan dianggap sebagai laba usaha dart
" BUT" tersebut bila dapat dibuktikan oleh kantor pusatnya bahwa laba
usaha tersebut milik orang atau perusahaan lain (bukan milik " BUT" ).
P3B dengan UEAdan Vietnam mengikuti UNModel tanpa catatan
apapun, sedangkan P3B dengan Spanyol terdapat catatan dalam
Protocolnya yang menyebutkan bahwa para pejabat yang berwenang yang
bersangkutan dapat melakukan konsultasi untuk menentukan barang
dagangan dan kegiatan usaha yang bagaimana yang masuk dalam kategori
sejenis. Dalam Protocol tersebut juga disebutkan bahwa yang
9
" attributable" tidak saja apabila diperoleh laba, tetapi dalam hal rugipun
juga hares dianggap sebagai attributable.
c. Branch profit tax
Hampir di semua P3B besarnya tarif PPh atas laba-setelah-pajak dari
suatu " BUT" (branch profit tax) diatur di pasal yang mengatur tentang
" dividen" . Namun demikian adakalanya diatur dalam pasal 7(Business
Income) atau di dalam Protocol. Perbandingan tarif dari " branch profit tax"
tersebut adalah seperti disajikan dibawah ini
^ ^
^A
NegaraFk
^arif
^
Romania
12,5%
UEA
5%
Vietnam
10%
Spanyol
10%
Di hampir semua P3B, tarif atas laba-setelah-pajak dari suatu BUT
di Indonesia yang lebih rendah daripada 20%, tidak berlaku untuk usaha
bidang migas'. Dari keempat P3B di atas yang akan menimbulkan masalah
adalah P3B dengan Spanyol, yang rumusannya adalah sebagai berikut.
"7 The provisions ofparagmph 6 of this Article shall not affect the
provisions contained in any production sharing contracts and
contracts of work (or any other similar contracts) relating to oil
and gas sector or other mining sector concluded on or before 31
December 1983, by the Government of Indonesia, its
instrumentality, its relevant state oil and gas company or any
other entity thereof
with
a person who is a resident ofSpain. "
Rumusan tersebut sama dengan rumusan P3B United Kingdom. Bila
diteliti, seperti telah disebutkan di muka, proses P3B Spanyol dimulai pada
tahun 1986, kurang lebih sama dengan Inggris sehingga rumusannya juga
sama.
Rumusan di atas memberikan kemungkinan timbulnya masalah dalam hal
ada perusahaan minyak yang berdomisili di Spanyol, yang menjadi operator
atau interest holder di PSCyang mempunyai daerah operasi di Indonesia
1 Beberapa P3B, yang lama tidak n::;:;s^,in nroteksi terhadap tarif ini seperti misalnya P3B dengan
Belanda, Swiss, United Kingdom, Jerman dan Jepang.
10
dan kontraknya ditandatangani setelah tanggal 31 Desember 1983. Dalam
hal demikian maka " branch profit taxn" untuk migas bukan 20% tetapi
10%. Masalah ini sama dengan masalah yang ditimbulkan oleh P3B Inggris
dan Belanda.
d. Dividen
Pemajakan atas dividen biasanya dibagi antara negara. sumber dan
negara. domisili. Salah satu masalah yang penting dalam hal ini, disamping
tarif adalah definisi dari dividen, yang diatur dalam Pasal 10ayat (3).
Romania dan M
3 The term dividends' as used in this Article means income from
shares, youissance'shares or youissance'rights, mining shares,
founders shares, or other rights, not being debt-claims, as well
as income fmm other corporate rights assimilated to income
fmm shares by the taxation law of the State of which the
company making the distribution is a resident. "
Definisi diatas juga dipakai dalam P3B dengan Uni Emirat Arab,
sedangkan definisi yang ada di dalam P3B dengan Vietnam dan Spanyol
agak berbeda, yang rumusannya seperti di bawah ini.
Vietnam dan Snanvol
"3. The term `dividends' as used in this Article
means income from
shares or other rights, not being debt-claims, participating in
pints, as well as income fmm other corporate rights which is
subjected
to the same taxation treatment
as income fmm
shares by the laws of the State of which the company making
the distribution is a resident. "
Sedangkan tatif pajaknya di negara sumber adalah sebagai berikut:
Tarif
Negara
Romania
1 5 %
12.5%
UEA
1 0%
1 0%
Vietnam
1 5 %
1 5 %
Spanyol
I 15%
I 10%
11
* Syarat direct investment adalah minimum 25% penyertaan
e. Bunga
Pengenaan pajak atas bunga di negara sumber mencakup tiga hal
pokok, yaitu definisi, tarif, dan perlakuan khusus atas bunga yang
memenuhi kriteria tertentu.
Definisi " bunga" biasanya sudah baku karena di dalam dunia
internasional diupayakan untuk tidak mengacu kepada definisi yang ada di
dalam undang-undang domestik. Namun demikian hanya definisi P3B
dengan Uni emirat Arab yang mengadopsi OECD/UNModel, sedangkan
definisi dalam P3B Romania, Spanyol dan Vietnam sedikit menyimpang
dari model.
Uni Rmirat Arab
"4. The term `Ynterest " as used in this Article
means income from
debt-claims ofevery land, whether or not secured by a mortgage,
and whether or not canying a right to participate in the debtor's
profits, and in particular, income from bonds, or debentures,
including premiums and prizes attaching to such securities,
bonds or debentures. Penalty charges for late payments shall
not be regarded as interest for the purpose of this Article.
Definisi " interest" dalam ke-tiga P3B lainnya kurang lebih adalah sebagai
berikut.
Romania
"T. The term `Ynterest"
as used in this
Article means income fmm
debt-claim of every kind, whether or not secured by a mortgage,
and whether or not carrying a right to participate
in the debtor's
pm-74 and in particular,
income
from government
securities and
income from bonds or debentures
, as well as
income assimilated
to income from move lent b
the taxation
law of the State in
which the income arises includinginterest on deferred
n_a mgen_t
sales. Penalty, charges for late payments of loans shall not be
regarded as interest for the purpose of this Article.
Jadi perbedaan yang menyolok antara ke-dua defmisi tersebut adalah
bahwa dalam - definisi yang ke-dua
pengertian
bunga termasuk
penjualan
barang dengan cicilan.
Salah satu ciri dari perlakuan pajak atas
bunga di negara sumber
adalah diberikannya pengecualian
dari pengenaan
pajak di negara sumber
apabila bunga tersebut diberikan oleh
instansi
pemerintah tertentu.
Dalam P3B dengan
Romania
bunga tidak dikenakan pajak dalam hal-
hal berikut ini:
(a) yang membayar adalah Negara atau pemerintah daerahnya;
12
(b) bunga tersebut dibayarkan kepada negara lainnya, atau pemerintah
daerahnya;
(c) bunga yang dibayar kepada (aa) dalam hal Indonesia: Bank
Indonesia, dan (bb) dalam hal Romania: National Bank of Romania
dan the Romanian Bank for Foreign Trade;
(d) bunga yang dibayar kepada lembaga keuangan yang dimiliki oleh
pemerintah dalam hubungannya dengan pinjaman antar ke dua
pemerintah.
P3B dengan UEAlebih sederhana, yaitu pembebasan pajak atas
bunga diberlakukan terhadap bunga yang dibayar kepada pemerintah dari
negara domisili ,
atau pemerintah daerahnya, bank sentral atau lembaga
keuangan yang dikuasai oleh pemerintah. Pembebasan tersebut juga
berlaku terhadap semua bunga yang pinjamannya dijamin oleh
pemerintahnya. Rumusan ini sama dengan rumusan dalam P3B dengan
Spanyol .
Sedangkan P3B dengan Vietnam tidak mengatur pembebasan atas
bunga tersebut.
Menyangkut definisi " bunga" dalam P3B Spanyol terdapat tambahan
penjelasan yang rumusannya adalah sebagai berikut:
"The term "interest" as used in this Article does not include interest payments made in
connection with the sale on credit of any industrial, commercial or scientific equipmen4
such interest shall be exempted f r m tax in the Contracting State in which they
arise. "
Tambahan
penjelasan dalam
Protocol tersebut
menegaskan bahwa
definisi "
bunga" tidak meliputi bunga dalam hal pembelian secara cicilan
atas alat-alat komersial, industri dan ilmu pengetahuan.
Tarif withholding berdasarkan ke-empat P3B tersebut
adalah sebagai
berikut.
Romania
12,5%
UEA
5%
Vietnam
15%
Spanyol
10%
13
f, Royalti
Perlakuan pajak atas royalti yang timbul di negara sumber pengenaan
pajaknya biasanya dibagi antara negara domisili dan negara sumber.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan " royalti" ini adalah tarif pajak
(withholding) dan definisi.
Beberapa variasi dapat dijumpai sepanjang mengenai tarifnya, baik
dari segi besarnya maupun sistem tarif nya. Yang dimaksud dengan sistem
tarif adalah bahwa " royalti mungkin dikenakan pajak dengan
single rate
atau dual rates.
P3B dengan Romania adalah salah satu dari P3B yang menganut
" dual rates" yaltu membedakan tarif terhadap royalti yang berlaku untuk
komersial dan seni.
Tarif 12,5% dikenakan terhadap:
"The use of, or the right to use, any paten!, trademark, design or model, plan,
secret formula or process, or for information concerning industrial, commercial
or scientific experience, of for the use of, or the roght to use, industrial,
commercial or scientifiee equipment, cinematograph films or tapes for television
or broadcasting. "
Tarif 15% dikenakan terhadap:
"The use or the right to use, any copyright ofliterary, artistic or scientific work "
Tarif yang berlaku dalam P3B dengan UEAadalah 5% dan berlaku untuk
semua jenis royalti.
g. Komisi
P3B dengan Romania
merupakan salah satu persetujuan yang sangat
unik, yaitu mengatur tentang pembayaran " komisi" . Dalam Persetujuan
tersebut diatur bahwa dalam hal ada pembayaran " komisi" oleh penduduk
salah satu negara kepada penduduk negara lainnya maka negara tempat
pembayaran menjadi penduduk dapat mengenakan pajak. Secara lengkap
rumusan dari aturan tersebut adalah sebagai berikut:
Article 12
Commission
"1. Commission arising in a Contracting State and paid to a resident of the
other Contracting State may be taxed in that other State.
2. However, such commission may also be taxed in the Contracting State
in
which it arises, and according to the la,-.,s of that State, but if the
recipient is the beneficial owner of the commission the tax so charged
shall not exceed 10,;er rent of the gross amount of the commission..
14
3. The term "commission " as
used in this Article means a payment made to
a broker,
a general commission agent or to any otherperson assimilated
to a broker agent by the
taxation law of the Contracting State in which
such payment arises. "
Rumusan di atas menunjukkan bahwa pembayaran komisi
diperlakukan sebagai " passive income" sehingga pengenaan pajaknya dibagi
antara dua negara.
P3B dengan negara-negara lain komisi diperlakukan sebagai penghasilan
dari usaha, sehingga dikenakan pajak di negara sumber hanya apabila
dilakukan di negara sumber melalui suatu " BUT" .
A Penghasilan dari hubungan kerja
Pasal dama P3B yang mengatur tentang masalah ini biasanya pasal
15(ataul6), yaitu penghasilan dalam hubungan kerja (dependent personal
service). Secara umum hak pemajakan atas jenis penghasilan ini dikenakan
di negara di mana pekerjaan dilakukan. Namun demikian, pemajakannya
tetap diberikan kepada negara domisili sepanjang memenuhi tiga syarat.
Satu diantara ketiga syarat tersebut merupakan syarat yang sangat penting
karena menyangkut masalah tes kehadiran (presence test) sedangkan
kedua tes lainnya standar.
Perbandingan rumusan dari tes tersebut adalah seperti disajikan di bawah
ini.
15
Negara
Tes waktu
Romania 1
The recipient is present in that other
.
State for a period or periods not
exceeding in the aggregate 183 days
irithin any period ofl2
months counted
fron the first dat ofarriral in one of the
Contractlnn States.
Uni Emirat Arab 2
The recipient is present in the other
.
Contracting State for a period or
periods not exceeding in the aggregate
183 days in the fiscal year concerned.
Vietnam 3
The recipient is present in the other
.
State for a period or periods not
exceeding in the aggregate 90 days
withinany twelvemonth period
4. Spanyol
The recipient is present in that other
State for a period or periods not
exceeding in the aggregate 183 days
within any period ofLB months.
3. Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan seperti
disebutkan dibawah ini.
a. Walaupun format suatu P3B kurang lebih standar, namun karena suatu
P3B merupakan gabungan dari dua jurisdiksi pajak maka subtansinya
akan sangat tergantung kepada undang-undang domestik kedua negara.
Dalam hal perbedaan diantara keduanya tidak terlalu besar maka
kompromi yang dicapai tidak terlalu jauh dari ketentuan di dalam
undang-undang masing-masing.
b. Adakalanya suatu aturan di dalam suatu P3B tidak bersifat bilateral
karena salah satu negara di dalam undang-undang perpajakannya tidak
mempunyai aturan yang serupa. Hal ini tercermin dalam pasal yang
mengatur tentang " branch-profit tax" (pajak atas laba-setelah-pajak dari
suatu BUT). Akibatnya salah satu negara tidak dapat menerapkannya
walanpun (ii didalam P3B memberikan hak pemajakan.
16
c. Karena suatu P3B merupakan gabungan dua jurisdiksi pajak maka tarif
pajak atas suatu jenis penghasilan berbeda dari satu P3B dengan P3B
yang lain.
d. P3B dengan Spanyol berpotensi menimbulkan
masalah dalam
hubungannya dengan tarif branch-profit tax di beidang migas untuk
kontrak yang ditandatangani setelah tanggal 31 Desember 1983.
R S
17
0
Liz 2^
ul0O^P4
I L I
O O O O ,,...,
wc^
44
00o w oc^^
(p 9 UIAw
C 0 "
w o^
Ow w^o^o^

c^^. ^^^w wow ww ^w


F W
;T4
0
O U
p.i H
0.4Q
Q'
O
(0) 001,
"
o wh
o w
h
o
^ ^
-
U
F t
n U E-
.144
Zaw ;4WO
000
4 , ^4
^^
P 4
4 ,,, 44 ^^ P^
^l
(j C.) cn
ow o^'
too
^
Hy? wa Wo [^^o
^-+ H^ HA Np
" 'q
^ F4 [^ W V L^wvs w
o w^w^
HU w an
.
.
.
t-1 4 k-.4
wr " "
z^^
r^ca H^^1
0-4 Hw(j
)
Hww
..,
g
O
Opq
-+ U ^O
V w
O
Z ^w
^
-^p ^Hv
CR
a
wH ^p
w ^,
^HAHw
H^o ^^w^wo ^w^
^ ^
^o wo ^
^
w
U^,^ U a^V O QF-+w w^
q z
^
H
w
H
H^w
ww
^
wc
oc^
^ ^a^ O a zH
wHA^
9) L T 4
O-k o f ^ 4 a "!Z^
to -
5 1-11P 4
I r-r.
^^ f--4 0^1
^: nU 4 F+ D C ti
> . W
p
g^ p
^^ C-1
wAa
XC) (0) twoem ^
^v^r Uv^tnv
^ e , ^!Q P^ ; A E--^ e^ e^^^ 1^
. f '
O
.
a
C
U
w
O
r.^
a-l
z z
a
Ho
ri ^.7
Oz
p
Z
^O^Oq
^GW-1A^-1Z
^ pp qv^
Ow
Ww
^A^
z
O
W
^U U
Op
Z W
O^
Z ^" '
V
040
r G u S
r_1 r_1
r r ^
NF -
C f)
OU Oaf.,
W"
W ZQ^''
Nwe-L1 W^ CAE,
U UNW^^E''^o
W w W W x
C'n
O^O^waV ..O a0
wF-'x^^W^E'"^pW
O^^"E'' ^z0^ aE"'00
^^^wvw^aaw^x
W Z^ ^ w N^^^ z
wwowz^w^Wxd
^^V1a"WpF-
a"ww
ro
w^x
E.., QF-w
cxwcxww^0^zd
w^^^xwx ww
2.0
F., w O
*64
Q < E-o
W Av)
Wo ng 0--,
. .
.
w
z
1 4
O^V^ xp^h^
V VI^^ W W^p
wU ^^
W
xW Q^^
zw
^..,
^Paz
^tiN^^wZ
w
9
^.) p ^,tq
^^
n, a 9
44
9 - 4 - ^S 9e^ c
121 - ^ P- nrp 0
FWEW,,,
O
^~fw.,^^ ZZW Z^ ^
L7A
, ^
W
^ ^
^
^,y
n
ZP ^ F x ^ ^ ^ ^ti . r
^ ^ -g ^1 1 5 1 ^ "r^^
^ W