Anda di halaman 1dari 5

Barzakh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Artikel ini adalah bagian dari seri tentang:
Islam

Rukun Iman[tampilkan]
Rukun Islam[tampilkan]
Teks dan hukum[tampilkan]
Sejarah dan pemimpin[tampilkan]
Denominasi[tampilkan]
Budaya dan masyarakat[tampilkan]
Topik terkait[tampilkan]
Portal Islam
V

T

E
Eskatologi Islam
[tampilkan]Tokoh

[tampilkan]Makhluk gaib

[tampilkan]Lokasi

[tampilkan]Peristiwa

Portal Islam L

B

S
Barzakh (Bahasa Arab ) adalah alam kubur yang membatasi antara dunia dan akhirat.
Barzakh menjadi tempat persinggahan sementara jasad makhluk sampai dibangkitkannya pada
hari kiamat. Penghuni barzakh berada di tepi dunia (masa lalu) dan akhirat (masa depan).
Menurut syariat Islam di alam Barzakh ini, sang mayat akan bertemu dengan para Malaikat Munkar
dan Nakir, sedangkan ada pendapat lain ada yang mengatakan jika yang mereka datangi adalah
orang mukmin yang diberi taufik, maka yang akan datang adalah para malaikat yang
bernama Mubassyar dan Basyir.
[1]

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Etimologi
2 Keadaan mayat
3 Azab Kubur
o 3.1 Hadits tentang azab kubur
4 Tiga kelompok di Barzakh
5 Keadaan roh dalam Barzakh
6 Catatan kaki
7 Referensi
8 Pranala luar
Etimologi[sunting | sunting sumber]
Secara harfiah Barzakh berarti jarak waktu atau penghalang antara 2 hal dan tidak ada yang
sanggup melewatinya.
[2]
Menurut syariat Islam barzakh berarti tempat yang berada di antara maut
dan kebangkitan, menurut firman Allah dalam Al-Quran Surah Al Mu'minuun: 100,

Di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. Ia menjawab, itu adalah
alam antara kematian dan kebangkitan kembali.(Al Mu'minuun, 100)

Dengan kata lain tempat yang disebut barzakh adalah mulai dari waktu kematian sampai
dibangkitkan hidup kembali.
Keadaan mayat[sunting | sunting sumber]
Seseorang yang telah mati tidak akan mengetahui kehidupan dari orang yang masih hidup karena ia
tinggal di dalam dunia yang benar-benar beda. Bagaimanapun, dikisahkan bahwa seseorang yang
mati dapat merasakan langkah kaki dari orang berjalan.
Dikisahkan bahwa Muhammad saw melihat seseorang yang berada di dalam sumur, yang mana
tubuh dari engkau menemukan kebenaran tentang Tuhan yang dijanjikan kepadamu?" Umar
bertanya, "Engkau menyapa orang mati." Muhammad menjawab, "Mereka mendengar lebih baik
dari pada kamu, tetapi mereka tidak bisa membalasnya."
[3]

Manusia sudah akan mengetahui nasibnya ketika mereka berada di barzakh. Apakah termasuk
penghuni surga atau neraka. Jika seseorang menjadi penghuni surga, maka dibukakan baginya
pintu surga, hawa sejuk surga akan mereka rasakan setiap pagi dan sore. Sebaliknya jika menjadi
penghuni neraka, pintu neraka pun akan dibukakan untuknya dan dia akan merasakan hawa panas
neraka setiap pagi dan sore.
Al-Barra bin Azib menceritakan hadits yang panjang yang diriwayat Imam Ahmad tentang
perjalanan seseorang setelah kematian. Seorang mukmin yang akan meninggal dunia disambut
ceria oleh malaikat dengan membawa kain kafan dari surga. Kemudian datang malaikat maut duduk
di atas kepalanya dan memerintahkan roh yang baik untuk keluar dari jasadnya.
Selanjutnya disambut oleh malaikat dan ditempatkan di kain kafan surga dan diangkat ke langit.
Penduduk langit dari kalangan malaikat menyambutnya, sampai di langit terakhir bertemu Allah,
kemudian Allah memerintahkan pada malaikat untuk mencatat kitab hamba-Nya ke
dalam illiyiin dan dikembalikan rohnya ke Barzakh. Setelah dikembalikan lagi roh itu ke jasadnya
dan datanglah dua malaikat, Munkar dan Nakir yang akan bertanya kepada sang mayat. Pertanyaan
itu adalah;
"Siapa Tuhanmu?"
"Apa agamamu?"
"Siapa lelaki yang diutus kepadamu?"
"Siapa yang mengajarimu?"
Menurut syariat Islam, hanya orang yang beriman saja yang dapat menjawabnya dengan baik. Maka
kemudian akan diberi alas dari surga, mendapat kenikmatan di kubur dengan selalu dibukakan
baginya pintu surga, dilapangkan dan diterangkan kuburnya. Sang mayat akan mendapat teman
yang baik dengan wajah yang baik, pakaian yang baik dan aroma yang baik. Lelaki itu adalah
gambaran dari amal perbuatannya selama hidup di dunia. Keadaan berubah sebaliknya jika si
mayat adalah orang yang tidak beriman.
Azab Kubur[sunting | sunting sumber]
Azab Kubur menurut Ibnu Taimiyah menyelaraskan dengan para ulama lainnya, bahwa roh-roh
orang beriman berada di surga, walaupun bersamaan dengan itu rohnya dikembalikan ke jasad,
sama halnya dengan roh berada di jasad, tetapi rohnya naik ke langit seperti pada saat tidur.
Adapun bahwa rohnya berada di surga itu berdasarkan hadits-hadits umum. Hal ini ditegaskan
oleh Imam Ahmad dan ulama lainnya. Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang umum dan hadits
yang khusus mengenai tidur dan lain-lainnya. Mengenai azab kubur Mahzab Ahlusunah
berpendapat bahwa azab kubur mengenai roh itu baik terpisah dari jasad atau berhubungan dengan
jasad, sedangkan Ibnu Taimiyah berkata azab dan kenikmatan menimpa jasad dan jiwa sekaligus.
Hadits tentang azab kubur[sunting | sunting sumber]
Ada hadits yang menceritakan tentang siksa kubur, di antaranya adalah dari Ibnu Abbas. Ia berkata,
Nabi Muhammad melewati salah satu dinding dari dinding-dinding Madinah atauMakkah, lalu beliau
mendengar suara dua orang manusia yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Nabi bersabda, "Dua
orang sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar." Kemudian beliau bersabda,
"Yang seorang tidak bertirai dalam berkencing dan yang lain berjalan dengan mencaci maki."
Kemudian beliau minta diambilkan pelepah korma yang basah, lalu dibelah menjadi dua dan beliau
letakkan pada masing-masing kuburan itu satu belahan. Lalu dikatakan, "Wahai rasulullah,
kenapakah engkau perbuat ini??" Beliau bersabda, "Mudah-mudahan keduanya diringankan selama
dua belah ini belum kering?"
[4]

"Dari Ibnu Abbas, ia berkata, Nabi Muhammad berjalan melalui dua buah kubur, lalu beliau
bersabda, Sesungguhnya orang yang ada di dalam kubur ini disiksa, tetapi bukannya disiksa karena
mengerjakan dosa besar. Adapun yang seorang dari pada keduanya itu tidak beristinja dengan
sebersih-bersihnya dari kencingnya, sedangkan yang lain ini suka berjalan dengan menyampaikan
kata-kata yang berupa adu domba. Kemudian beliau mengambil setangkai pelepah kurma yang
masih basah, lalu membelahnya menjadi dua bagian, kemudian setiap belahan tadi dipancangkan
pada setiap kubur (yakni masing-masing dari dua buah kubur itu diberi separuh belahannya). Para
sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini??" Beliau bersabda, "Mudah-
mudahan keduanya diringankan selama dua belahan itu belum kering"
[5]

Tiga kelompok di Barzakh[sunting | sunting sumber]

Bagian ini
membutuhkanpengembangan
Keadaan roh dalam Barzakh[sunting | sunting sumber]
Roh nabi dan rasul
Roh mereka berada di tempat yang paling baik dan paling tinggi.
[6]

Roh syuhada
Roh para syuhada berada di tengah-tengah burung hijau dan memiliki lampu yang tergantung di
langit, roh itu dapat keluar dari surga sekehendaknya, kemudian bisa kembali ke pelita tersebut,
menurut kisah dari Masruq ketika bertanya kepada Abdullah Bin Masud.
[7]
. Firman Allah dalam Ali
Imran: 169, Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, tetapi
mereka itu di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. (Q.S. Ali Imran: 169).
Roh sebagian syuhada dan bukan semua syuhada, sebab di antara meraka ada yang rohnya
tertahan karena memiliki hutang yang belum ditunaikan. Dari Abdullah Bin Jahsydiceritakan bahwa
ada seorang lelaki datang kepada Muhammad dan bertanya, Ya Rasulullah apa yang terjadi
padaku jika akau terbunuh dijalan Allah? Muhammad menjawab, Syurga, Ketika orang berpaling,
Beliau berpaling kecuali ada hutang, baru saja Jibril memberi tahu aku.
Roh mukmin yang saleh
Roh mereka seperti burung yang begelantungan di pohon surga sampai dikembalikan oleh Allah ke
jasadnya pada hari kiamat.
[8]
Perbedaan antara roh para syuhada dengan roh kaum mukmin adalah
bahwa roh syuhada berada di sangkar burung hijau sambil terlepas berjasan ke sana kemari di
taman syurga, lalu kembali ke lampu pelita yang tergantung di'Arasy, sedangkan roh kaum mukmin
berada di sangkar burung tergantung di surga tetapi tidak berjalan ke sana-ke sini di surga.
Roh orang maksiat
Nash-nash yang menjelaskan azab yang diterima oleh orang yang suka maksiat telah dikemukakan.
Orang yang kebohongannya merajalela di azab dengan besi yang ujungnya bengkok yang
dimasukan kemulutnya sampai ke tengkuk. Kepala orang yang meninggalkan salat wajib karena
tidur, kepalanya akan dihancurkan dengan batu. Bagi para Pezina Laki-laki dan Perempuan akan
disiksa di sebuah lubang seperti tungku dari tembikar untuk membakar roti yang bagian atasnya
sempit dan di bawahnya luas, sementara api menyala-nyala di bawahnya. Orang yang suka makan
Riba berenang di lautan darah dan di tepi lautan darah itu ada orang yang melemparinya dengan
batu. Demikian juga dengan orang yang suka mengadu domba di antara manusia dan juga orang
yang menyembunyikan harta ghanimah dan lainnya.
Roh orang kafir
Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwa setelah melukiskan keadaan orang beriman sampai
menempati tempatnya di surga, Muhammad menyebut keadaan orang kafir beserta sekarat yang
dialaminya. Setelah rohnya dicabut, roh yang keluar dari jasad orang kafir baunya busuk sampai
para malaikat yang membawanya ke pintu bumi berteriak, Alangkah busuknya roh ini. Kemudian
mereka membawanya bertemu dengan roh-roh kafir lainnya.