Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK
PERCOBAAN IV
REAKSI REAKSI LOGAM
NAMA : YUNITA PARE ROMBE
NIM : H311 12 012
KELOMPOK / REGU : 3 (TIGA) / 3 (TIGA)
HARI / TGL. PERCOBAAN: SELASA / 25 FEBRUARI 2014
ASISTEN : SARWINA HAFID
LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Terdapat berbagai macam unsur di bumi dengan bentuk dan jenis yang
berbeda-beda pula. Dari sekian banyak unsur yang ada dan diketahui, kebanyakan
unsur-unsur tersebut berjenis logam.. Logam merupakan suatu susunan yang mampat
dan stabil. Ada beberapa logam seperti logam alkali yang mempunyai susunan rapat
kubik berpusat badan dan mempunyai bilangan koordinasi 8. Logam merupakan
penghantar listrik dan panas yang baik, dapat ditempa, dan dapat memancarkan sinar.
Biasanya unsur-unsur logam bereaksi dengan unsur-unsur logam yang lain,
membentuk berbagai alloy seperti halnya logam dan memiliki sifat logam.
Logam memiliki daya reduksi masing-masing terhadap suatu oksidator.
Logam alkali dan alkali tanah memiliki kereaktifan masing-masing terhadap
akuades. Unsur-unsur golongan alkali dan alkali tanah bersifat reaktif. Logam alkali
memiliki satu elektron valensi sehingga sangat mudah melepaskan elektron (energi
ionisasinya kecil) sedangkan logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar
dan harga energi ionisasi yang kecil, sehingga unsur-unsur golongan alkali tanah
mudah melepaskan elektron.
Reaksi redoks adalah reaksi yang mengandung dua peristiwa
(oksidasi dan reduksi) yang berlangsung secara serentak dan merupakan gabungan
dari reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. Oksidasi adalah suatu proses yang
mengakibatkan hilangnya elektron atau lebih dari dalam zat (atom, ion, harga yang
lebih positif).
1.2 Maksud dan Tujuan Percobaan
1.2.1 Maksud Percobaan
Maksud dari percobaan ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui sifat
oksidasi reduksi logam serta kereaktifan logam alkali dan alkali tanah.
1.2.1 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Menentukan sifat reduksi oksidasi dari logam Al, Fe, dan Zn, terhadap iodin
padat.
2. Menentukan kereaktifan logam alkali (natrium) dan alkali tanah (magnesium dan
kalsium).
1.3 Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan ini yaitu daya reduksi logam terhadap iodin ditentukan
dengan mereaksikan serbuk logam Al, Fe, dan Zn dengan serbuk iodin padat dalam
cawan petri kemudian ditetesi akuades, dan kereaktifan logam alkali ditentukan
dengan mereaksikan logam natrium dengan akuades yang diberi perlakuan (kertas
saring diletakkan pada permukaan akuades dalam cawan petri), serta kereaktifan
logam alkali tanah ditentukan dengan mereaksikan logam magnesium dan logam
kalsium dengan akuades dalam tabung reaksi dan diberi perlakuan (pemanasan).
1.4 Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah dapat mengetahui sifat oksidasi reduksi
logam Al, Fe, dan Zn terhadap iodin padat serta kereaktifan logam alkali (natrium)
dan alkali tanah ( kalsium dan magnesium ) dengan air secara prakek.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Reduksi adalah suatu proses yang mengakibatkan diperolehnya suatu elektron
atau lebih oleh zat (atom, ion, atau molekul). Bila suatu unsur direduksi, keadaan
oksidasi berubah menjadi lebih negatif (kurang positif). Suatu zat pereduksi adalah
zat yang kehilangan elektron, dalam proses itu zat ini dioksidasi. Definisi reduksi ini
juga sangat umum dan berlaku juga untuk proses dalam zat padat, lelehan maupun
gas (Svehla, 1985).
Oksidasi adalah suatu proses yang mengakibatkan hilangnya satu elektron
atau lebih dari dalam zat (atom, ion, atau molekul). Bila suatu unsur dioksidasi,
keadaan oksidanya berubah ke harga yang lebih positif. Suatu zat pengoksidasi
adalah zat yang memperoleh elektron, dan dalam proses itu zat itu direduksi. Definisi
oksidasi ini juga sangat umum dan berlaku juga untuk proses dalam zat padat,
lelehan maupun gas (Svehla, 1985).
Logam alkali tanah berwarna putih keperakan dan mempunyai densitas relatif
rendah, dan semakin besar dengan naiknya nomor atom, kecuali kalsium. Ikatan
metalik logam alkali tanah lebih kuat daripada ikatan metalik logam alkali. Titik
leleh dan kekerasan logam alkali tanah juga lebih besar daripada logam alkali.
Walaupun densitas logamnya naik dengan naiknya nomor atom seperti halnya
dengan logam-logam alkali, titik leleh dan entalpi atomisasi hanya berubah sedikit
saja, berbeda dari titik leleh dan entalpi atomisasi logam-logam alkali
(Sugiarto dan suyanyi, 2010).
Logam alkali tanah kurang reaktif, atau kurang elektropositif dibandingkan
dengan logam alkali, namun lebih reaktif (Sugiarto dan Suyanti).
Ion logam alkali tanah selalu mempunyai tingkat oksidasi +2, dan
senyawanya bersifat stabil, padatannya bersifat ionik, tak berwarna kecuali jika
anioniknya berwarna. Sebagian sifat kovalen di jumpai pada senyawa magnesium,
terlebih-lebih senyawa berilium didominasi oleh ikatan kovalen
(Sugiarto dan Suyanti, 2010).
Pencemaran lingkungan oleh logam berat menjadi masalah yang cukup serius
seiring dengan penggunaan logam berat dalam bidang industri yang semakin
meningkat. Logam berat banyak digunakan karena sifatnya yang dapat
menghantarkan listrik dan panas serta dapat membentuk logam paduan dengan
logam lain. Efek logam berat dapat berpengaruh langsung hingga terakumulasi pada
rantai makanan walaupun dalam konsentrasi yang sangat rendah. Beberapa logam
berat yang dapat mencemari lingkungan yang bersifat toksik adalah krom, perak,
kadmium, besi, timbal, seng, nikel, merkuri, kobalt, timah, dan unsur-unsur yang
termasuk kedalam logam ringan seperti arsen, aluminium, dan selenium logam berat
tersebut dapat ditransfer dalam jangkauan yang sangat jauh dari sumber pencemaran
(Purwaningsih, 2009).
Perkembangan industri di Indonesia tiap tahun terus menerus mengalami
peningkatan, sesuai dengan laju berkembangnya teknologi. Banyak industri di
Indonesia yang mempergunakan senyawa Natrium dan Magnesium sebagai bahan
baku utama didalam proses produksinya, misalnya : Natrium dalam bentuk logamnya
adalah komponen yang penting dalam pembentukan ester-ester dan dalam industri
senyawa organic. Logam alkali ini juga merupakan komponen dari sodium klorida
(NaCl) yang penting bagi kehidupan (Hapsari, 2008).
Kegunaan yang lain dalam sabun, sebagai campuran dengan asam lemak
tertentu untuk descale logam (Hapsari, 2008).
Untuk memurnikan lelehan logam. Dalam lampu uap, sodium sebagai
sumber cahaya dari listrik yang efisien. Sebagai fluida transfer panas bagi beberapa
jenis reactor nuklir. Natrium juga sangat diperlukan untuk regulasi darah dan cairan-
cairan tubuh, tranmisi impuls saraf, aktivitas jantung, dan beberapa fungsi
metabolisme tertentu ( Hapsari, 2008).
Kelarutan iodida adalah serupa dengan klorida dan bromida. Perak,
merkurium (I), merkurium (II), tembaga (I), dan timbel iodida adalah garam-garam
yang paling sedikit larut. Larutan tembaga sulfat, endapan coklat terdiri dari
campuran tembaga (I) iodide, CuI dan Iod. Iod ini dapat dihilangkan dengan
menambahkan larutan natrium tiosulfat atau asam sulfat, dan diperoleh endapan
tembaga (I) iodida yang hampir putih (Svehla, 1985).
Mayer dan rekan kerjanya menemukan bahwa sifat optik dari logam alkali
tidak mengikuti prediksi model hampir-elektron bebas. Untuk Na dan K mereka
menemukan puncak penyerapan yang kuat, tepat pada ambang batas untuk transisi
interband, di mana penyerapan harus cukup kecil. Mayer mengukur konstanta optik
sampel massal, kemurnian tinggi, dengan mengamati polarimetrik yang sifat-sifat
cahaya yang tercermin pada antarmuka logam-vakum seperti cermin, diasumsikan
bahwa mereka menentukan sifat optik dari logam massal. Konstanta optik logam
biasanya diukur, memang, dengan metode ellipsometrik ( Meessen, 1972).
Dari sudut pandang kimia, kemampuan logam alkali untuk bereaksi dengan
air dan asam akan membentuk senyawa ionik, yaitu logam Ca, Sr, Ba, dan Ra dan
semua hampir sama reaktif. Kalsium dan strontium, dan barium diperoleh dengan
mereduksi oksida dengan aluminium, kalsium, dan stontium juga diperoleh dengan
elektrolisis klorida cair metal magnesium ( Petrucci, 1972).
Kelarutan garam-garam alkali tanah berbeda dengan garam-garam golongan
alkali yamg mudah larut dalam air, berbagai garam golongan alkali tanah tidak latur
dalam air. Pada umumnya garam alkali tanah yang larut dalam air adalah
garam-garam nitrat dan klorida. Beberapa anion menunjukkan kecenderungan
kelarutan yang cukup mencolok seperti misalnya garam sulfat yang mempunyai
kecenderungan semakin sukar larut dari atas ke bawah dalam golongannya
sedangkan hidroksidasinya (Sugiarto dan Suyanti).
Besi yang murni adalah berwarna putih perak, besi melebur pada 1535
0
C.
Jarang terdapat besi komersial yang murni biasanya besi mengandung sejumlah
kecil karbida, silisida, fosfida, dan sulfida dari besi, serta sedikit grafit
(Svehla, 1985).
Aluminium adalah logam putih yang bubuknya berwarnah abu-abu,
aluminium melebur pada 695
0
C. Objek- objek aluminium teroksidasi pada
permukaannya tetapi lapisan oksida ini melindungi objek dari oksida lebih lanjut.
Ion- ion aluminium membentuk garam - garam yang tak berwarna dengan anion-
anion yang tak berwarna ( Svehla, 1985).
Kalsium dan logam, kedua logam ini berwarna keabu-abuan, bereaksi lambat
dengan oksigen udara pada temperatur kamar tetapi terbakar hebat pada pemanasan.
Kalsium terbakar hanya menghasilkan oksidasinya, tetapi barium dapat menghsilkan
dioksidasi dalam kondisi oksigen berlebihan. Kalsium merupakan unsur terbanyak
kelima di bumi, sangat banyak terdapat sebagai kalsium karbonat dalam deposit
masif kapur, gamping, batu kapur, dan marmer yang tersebar luas di mana-mana.
Marmer terbentuk sebagai akibat dari adanya kombinasi panas dan tekanan terhadap
deposito batu kaput (Sugiarto dan Suyanti, 2010).
BAB III
METODE PERCOBAAN
3.1 Bahan Percobaan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu akuades, serbuk logam
aluminium (Al), serbuk logam besi (Fe), serbuk logam zink (Zn), serbuk iodin,
logam natrium (Na), logam magnesium (Mg), logam kalsium (Ca), indikator
fenolftalein (PP), kertas saring, tissue rol, kertas label, dan korek api.
3.2 Alat Percobaan
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah pipet tetes, pipet ukur,
cawan petri, batang pengaduk, tabung reaksi, penjepit tabung reaksi (gegep), gelas
kimia, pinset, neraca analitik, labu semprot, masker, sendok tanduk (spatula) dan
bunsen.
3.3 Prosedur Percobaan
3.3.1 Percobaan daya reduksi logam dengan iodin
Disiapkan 3 buah cawan petri masing-masing dimasukkan serbuk Al, Fe, dan
Zn sebanyak 0,1 g yang dicampurkan dengan 1,2 g iodin padat. Diaduk dengan
batang pengaduk dalam keadaan kering sampai campuran merata. Ditambahkan 5
tetes air pada masing-masing campuran tersebut dengan menggunakan pipet tetes.
Diamati dan dicatat perubahan yang terjadi.
3.3.2 Percobaan sifat reaksi logam alkali tanah dengan air
Disiapkan 2 buah tabung reaksi. Dimasukkan masing-masing kepingan logam
magnesium dan kalsium ke dalam tabung reaksi. Setelah itu, pada tabung reaksi
ditambahkan 5 mL akuades. Diamati apa yang terjadi pada tabung. Lalu, tabung
reaksi dipanaskan perlahan-lahan di atas nyala api sambil digoyang-goyang agar
panas merata atau sampai keluar gelembung-gelembung udara, kemudian diangkat
dan diamati perubahan yang terjadi pada tabung reaksi. Setelah itu, ditambahkan
larutan indikator PP pada masing-masing tabung reaksi. Diamati warna yang
terbentuk.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
1. Daya Reduksi Oksidasi Logam
Logam
Setelah
dicampurkan
Setelah
ditambah air
Reaksi hebat
(H), sedang
(S), lemah (L)
Warna uap
Aluminium Perak Tidak bereaksi - -
Besi Abu- abu Bereaksi S Ungu
Tembaga
seng
Cokelat
Abu- abu
Tidak bereaksi
Bereaksi
-
H
-
Ungu
2.kereaktifan logam alkali tanah dengan aquades
Logam
Timbul
gelembung gas
Setelah
dipanaskan
timbul gas
Reaksi hebat
(H), sedang
(S), lemah (L)
Warna larutan
Kalsium - Ya H Merah muda
Magnesium - Ya S Ungu pekat
4.2 Reaksi
1. Reaksi Logam Al, Fe, Zn dan Cu dengan Iodin
2Al
(s)
+ 4 I
2(s)
2AlI
3(aq)
+ I
2(g)
+ H
2
O
Fe
(s)
+ 2 I
2(s)
FeI
2(aq)
+ I
2(g)
+ H
2
O
Zn
(s)
+ 2 I
2(s)
ZnI
2(aq)
+ I
2(g)
+ H
2
O
2. Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Akuades
Mg
(s)
+ 2H
2
O
(l)
Mg(OH)
2(aq)
+ H
2(g)

H
2
O
H
2
O
H
2
O
Ca
(s)
+ 2H
2
O
(l)
Ca(OH)
2(aq)
+ H
2(g)

3. Reaksi Logam Alkali dengan Akuades


2Na
(s)
+ 2H
2
O
(l)
2NaOH
(aq)
+ H
2(g)

4.4 Pembahasan
Iodin adalah salah satu oksidator. Iodin mudah mengalami reduksi dan mudah
menarik elektron sehingga bertindak sebagai oksidator kuat. Iodin dapat digunakan
untuk mengoksidasi logam-logam untuk melihat daya reduksi logam-logam tersebut.
Dalam percobaan ini dilakukan percobaan daya reduksi logam terhadap iodin,
dengan mencampurkan serbuk logam Al, Fe, dan Zn dan Cu dengan iodin padat
untuk melihat daya reduksinya. Logam dan iodin diaduk merata dengan batang
pengaduk dalam keadaan kering hingga campuran merata. Pada saat pencampuran
ini, logam dan iodin belum bereaksi. Namun, setelah dicampur merata, campuran
logam dan iodin ditetesi dengan air sedikit demi sedikit hingga 5 tetes dengan
menggunakan pipet tetes. Setelah ditambahkan air, terjadi reaksi antara logam
dengan iodin. Reaksi baru terjadi setelah penambahan air karena air yang
ditambahkan dalam campuran logam dan iodin bertindak sebagai katalis reaksi.
Setelah ditambahkan air, campuran iodin dengan Zn langsung bereaksi dan
memberikan warna uap. Demikian pula campuran dengan Fe langsung bereaksi dan
memberikan warna uap. Berbeda dengan campuran iodin dengan Al. Campurannya
dengan Al tidak bereaksi mungkin karena logam aluminium sudah tidak layak
digunakan lagi sehingga tidak terjadi reaksi. Logam tembaga tidak mengalami reaksi
dari tidak terbentuk warna atau warna uap mungkin karena logam tembaga sudah
tidak layak digunakan.
Jika dibandingkan secara teori kemampuan mereduksi yang paling kuat yaitu
Al > Zn > Fe. Ini cukup berbeda dengan hasil dari percobaan yang seharusnya Zn
lebih kuat daya reduksinya daripada Fe. Ini dikarenakan Zn belum dicampur dengan
iodin sedangkan untuk logam Fe sudah duluan dicampur. Kemungkinan iodin sudah
sedikit bereaksi dengan udara bebas sehingga ketika bercampur dengan Zn,
kemampuannya untuk bereaksi semakin berkurang.
Seperti logam alkali, unsur-unsur logam alkali tanah juga merupakan unsur
logam yang reaktif, sehingga unsur-unsur logam alkali di alam tidak terdapat dalam
keadaan bebas, tetapi berikatan dengan unsur-unsur lain. Namun bila dibandingkan,
logam alkali lebih reaktif daripada logam alkali tanah karena pada logam alkali
hanya memiliki satu elektron valensi yang dengan mudah dapat mengikat atom lain
untuk bereaksi dengannya. Berbeda dengan golongan alkali tanah yang memiliki
elektron valensi 2 yang memerlukan energi yang lebih besar untuk melepas
elektronnya dan bereaksi dengan atom lain.
Dalam percobaan ini logam magnesium dan kalsium yang merupakan logam
alkali tanah direaksikan dengan air untuk melihat kereaktifannya serta
membandingkan kereaktifannya dengan logam alkali natrium. Dalam sebuah tabung
reaksi dimasukkan dulu akuades sebanyak 5 mL, kemudian ke dalam tabung reaksi
itu ditambahkan kepingan-kepingan logam magnesium dan kalsium dan diamati
reaksi yang terjadi. Penambahan akuades ke dalam tabung reaksi sebelum
dimasukkan kepingan-kepingan logam magnesium dan kalsium dimaksudkan agar
logam magnesium dan kalsium dapat bereaksi seluruhnya dengan air, tidak ada yang
tertinggal di dinding-dinding tabung reaksi. Setelah ditambahkan air, logam
magnesium dan kalsium tidak bereaksi dengan air, namun setelah dipanaskan, baru
terjadi reaksi antara logam magnesium dan kalsium dengan air, yang ditandai
timbulnya gelembung-gelembung gas pada tabung reaksi. Gelembung-gelembung
gas yang terbentuk dalam tabung reaksi ini adalah gas hidrogen yang dihasilkan dari
reaksi magnesium dan kalsium dengan air. Reaksi magnesium dan kalsium dengan
air yang tidak terjadi pada suhu kamar ini membuktikan teori bahwa logam alkali
tanah kurang reaktif dibandingkan dengan logam alkali yang seperioda.
Tabung reaksi yang berisi akuades dan magnesium dan kalsium ditambahkan
larutan indikator fenol ftalein (PP). Fungsi penambahan indikator ini sama seperti
pada reaksi logam natrium dengan akuades, yaitu untuk menguji apakah reaksi antara
logam Mg dan kalsium dengan akuades menghasilkan larutan yang bersifat basa atau
tidak. Setelah penambahan indikator ini, larutan dalam tabung reaksi berwarna merah
muda (pink). Ini membuktikan bahwa reaksi magnesium dan kalsium dengan
akuades atau air menghasilkan larutan yang bersifat basa, yaitu larutan magnesium
hidroksida (Mg(OH)
2
) dan kalsium hidroksida (Ca(OH)
2
)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini yaitu urutan daya reduksi logam Zn, Fe, Al
dan Cu terhadap iodin yaitu Zn > Fe > Al > Cu. Sedangkan urutan kereaktifan logam
alkali dan alkali tanah terhadap air yaitu Mg > Ca.
5.2 Saran
5.2.1 Saran Untuk Laboratorium
Untuk percobaan, sebaiknya diperiksa logamnya terlebih dahulu sebelum
digunakan karena ada beberapa logam yang tidak bereaksi, dimana logam tersebut
sebenarnya dapat bereaksi dengan hebat.
5.2.2 Saran Untuk Percobaan
Sebaiknya dilakukan percobaan dengan menggunakan logam-logam lain agar
dapat membandingkan percobaan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Cotton, F.A., dan Wilkinson, G., 1989, Kimia Anorganik Dasar, UI-press, Jakarta.
Sugiyarto, K.H., dan Suyanti, R.D., 2010, Kimia Anorganik Logam, Graha Ilmu,
Yogyakarta.
Sunardi, 2007, 116 Unsur Kimia, Yrama Widya, Bandung.
Svehla, G., 1985, Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, PT. Kalman
Media Pustaka, Jakarta.
LEMBAR PENGESAHAN
Makassar, 28 Februari 2014
Asisten Praktikan
(Sarwina Hafid) (Yunita Pare Rombe)
BAGAN KERJA
A. Daya Reduksi Logam Terhadap Iodin
- Dimasukkan ke dalam cawan petri yang bersih
dan kering 0,1 g
- Dicampurkan dengan 1,2 g iodin padat
- Diaduk dengan batang pengaduk dalam
keadaan kering sampai campuran merata
- Ditambahkan 5 tetes air dengan menggunakan
pipet tetes
- Diamati reaksi yang terjadi
logam Al
Hasil
logam Zn logam Fe
B. Sifat reaksi logam alkali tanah dengan air
- Dimasukkan ke dalam sebuah tabung reaksi
- Ditambahkan 5 mL akuades
- Diamati yang terjadi pada tabung reaksi
- Tabung reaksi dipanaskan di atas nyala api
bunsen sambil digoyang-goyang agar panas
merata
- Diamati perubahan dalam tabung reaksi
- Ditambahkan larutan indikator PP
- Diamati warna larutan yang terbentuk
Logam Mg
Hasil
Logam Ca
Lampiran
Gambar 1. Logam aluminium + iodin padat bercampur
Gambar 2. Reaksi antara campuran logam aluminium + iodin padat dengan air
Gambar 3.Pemanasan logam magnesium dan kalsium dengan air
Gambar 4. Hasil pemanasan logam magnesium dan kalsium dengan air
Gambar 5. Logam natrium dalam air sebelum bereaksi
Gambar 6. Logam natrium dalam air ketika bereaksi
Gambar 7. Penambahan indikator fenolftalein pada hasil reaksi logam natrium dan
air
Gambar 8. Reaksi logam natrium dalam air setelah penambahan indikator fenolftalein