Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sejak dilahirkan ke dunia manusia sudah mempunyai
kecenderungan untuk hidup bersama dengan manusia lainnya
dalam suatu pergaulan hidup. Di dalam bentuknya yang
terkecil, hidup bersama itu dimulai dengan adanya sebuah
keluarga. Dimana dalam keluarga gejala kehidupan umat
manusia akan terbentuk paling tidak oleh seorang laki-laki dan
seorang perempuan. Hidup bersama antara seorang laki-laki
dan seorang perempuan yang telah memenuhi persyaratan
inilah yang disebut dengan perkawinan.
Perkawinan merupakan suatu ikatan yang melahirkan
keluarga sebagai salah satu unsur dalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara. Sedemikian luhurnya anggapan
tentang suatu perkawinan menyebabkan terlibatnya seluruh
kerabat dan bahkan seluruh anggota masyarakat itu yang
memberi petuah dan nasehat serta pengharapan agar dapat
dilihat dalam kenyataan bahwa dalam kehidupan masyarakat
kita, bahwa tidak ada suatu upacara yang paling diagungkan
selain upacara perkawinan.
Perkawinan memerlukan pertimbangan yang matang
agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama di dalam
menjalin hubungan antara suami istri diperlukan sikap toleransi
dan menempatkan diri pada peran yang semestinya. Sikap
saling percaya dan saling menghargai satu sama lain
merupakan syarat mutlak untuk bertahannya sebuah
perkawinan. Suami istri harus mau menjalankan hak dan
kewajibannya secara seimbang agar tidak muncul masalah
dalam perkawinan.
1
Perkawinan adalah suatu perbuatan hukum, sehingga
konsekuensi bagi setiap perbuatan hukum yang sah adalah
menimbulkan akibat hukum, berupa hak dan kewajiban bagi
kedua belah pihak suami istri atau juga pihak lain dengan siapa
salah satu puhak atau kedua-duanya atau suami istri
mengadakan hubungan.
Dengan demikian perkawinan itu merupakan salah satu
perbuatan hukum dalam masyarakat, yaitu peristiwa
kemasyarakatan yang oleh hukum diberikan akibat-akibat.
Adanya akibat hukum ini penting sekali hubungannya dengan
sahnya perbuatan hukum itu, sehingga suatu perkawinan yang
menurut hukum dianggap tidak sah umpamanya anak yang
lahir di luar pernikahan, maka anak yang dilahirkan itu akan
merupakan anak yang tidak sah.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. apa pengertian perkawinan
2. !agaimana sejarah perkembangan hukum perkawinan
3. dimanakah pengaturan perkawinan didalam ""
4. !agaimana hubungan pengertian dan tujuan perkawinan
1.3 TUJUAN
"ntuk memberikan in#ormasi tentang apa yang dimaksud
dengan perkawinan dan bagaimana pengertian dari perkawinan dan
tujuan dari perkawinan itu sendiri berdasarkan apa yang disebutkan
$
didalam pasal 1 "" no.1 tahun 1%&' tentang perkawinan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN PERKAWINAN
Perkawinan di (ndonesia merupakan sebuah hal yang
dianggap penting oleh sebagian masyarakat (ndonesia.tetapi lebih
baik kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan perkawinan.
Di (ndonesia sendiri kita menemukan beberapa pengertian dari
perkawinan itu sendiri.kita akan meninjau pengertian perkawinan
berdasarkan pandangan )"HPerdata,pandangan (slam,dan
pandangan adat.
Pandangan )"HPerdata
Didalam pandangan ini perkawinan merupakan kontruksi dari
sebuah perjanjian.
1
)arena tak ada dalam )"HPerdata dan pasal
manapun yang memberikan de*nisi perkawinan secara pasti. +etapi
kita bisa menjadikan pasal $, sebagai pedoman.bahwa didalam
pasal $, menyebutkan bahwa setiap perkawinan tidak memandang
akan hal agama dan kepercayaan,melainkan hanya hubungan
perdata yang ada didalamnya saja
Pandangan agama
Dalam konteks hukum (slam, terdapat beberapa de*nisi, di
antaranya adalah-
1
+rusto subekti,SH,.H".,H")". )/0"A12A DA3 P/1)A4(3A3 hal-
$$
5
6Perkawinan menurut syara7 yaitu akad yang ditetapkan syara7
untuk membolehkan bersenang-senang antara laki-laki dengan
perempuan dan menghalalkan bersenang-senangnya perempuan
dengan laki-laki6.
Dan djuga diperkuat oleh .enurut )ompilasi Hukum (slam,
pengertian perkawinan tercantum dalam pasal $ yang berbunyi
sebagai berikut-
Perkawinan menurut hukum (slam adalah pernikahan, yaitu akad
yang sangat kuat atau mitsa8an ghali9han untuk mentaati perintah
Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah
Pandangan adat
Dalam hal ini perkawinan merupakan sesuatu yang ditandai
dengan adanya upacara.menurut pandangan adat,upacara ini
merupakan hal yang sangat penting.karena disini seseorang telah
mencapai pada titik puncak dan keberadaannya sebagai warga
masyarakat semakin diakui.
!erikut ini akan dikemukakan de*nisi perkawinan menurut
hukum adat yang dikemukakan oleh para ahli-
1. Ha9airin
.enurut Ha9airin perkawinan merupakan rentetan perbuatan-
perbuatan magis, yang bertujuan untuk menjamin ketenangan,
kebahagiaan, dan kesuburan.
$. A. :an 2ennep
Perkawinan sebagai suatu rites de passage ;upacara peralihan<
peralihan status kedua mempelai. Peralihan terdiri dari tiga tahap-
= 1ites de separation
= 1ites de merge
= 1ites de aggregation
5. Djojodegoeno
Perkawinan merupakan suatu paguyupan atau somah ;jawa-
keluarga<, dan bukan merupakan suatu hubungan perikatan atas
'
dasar perjanjian. Hubungan suami-istri sebegitu eratnya sebagai
suatu ketunggalan.
'. Sudiyat
dalam bukunya Hukum Adat mengatakan-
.enurut Hukum Adat perkawinan biasa merupakan urusan kerabat,
keluarga, persekutuan, martabak, bisa merupakan urusan pribadi
bergantung pada susunan masyarakat> ;(mam Sudiyati - 1%%1-1&<
?.+eer Haar
menyatakan bahwa - Perkawinan adalah urusan kerabat, urusan
keluarga, urusan masyarakat, urusan martabak dan urusan pribadi>
bagaimanapun tata tertib adat yang harus dilakukan oleh mereka
yang akan melangsungkan perkawinan menurut bentuk dan sistim
yang berlaku dalam masyarakat, "ndang-undang 3omor 1 tahun
1%&' tidak mengaturnya, hal mana berarti terserah kepada selera
dan nilai-nilai budaya dari masyarakat yang bersangkutan, asal saja
segala sesuatunya tidak berkepentingan dengan kepentingan
umum, Pancasila dan "ndang-"ndang Dasar tahun 1%'?. dengan
demikian perkawinan dalam arti @ Perikatan Adat @ walaupun
dilangsungkan antara adat yang berbeda, tidak akan seberat
penyelesaiannya dari pada berlangsungnya perkawinan yang
bersi#at antar agama, oleh karena perbedaan adat yang hanya
menyangkut perbedaan masyarakat bukan perbedaan keyakinan.
8).
B. SEJARAH UU No.1 TAHUN 1974 DAN PENGERTIAN
PERKAWINAN MENURUT UU NO.1 TAHUN 1974
Diatas kita telah membahas tentang pengertian perkawinan
berdasarkan beberapa pandangan yang luas. Disini kita akan lebih
dalam lagi membahas mengenai pengertian perkawinan
berdasarkan uu no.1 tahun 1%&',baik dari arti,tujuan maupun
sejarah undang-undang itu sendiri.
?
!erikut adalah sekilas sejarah mengenai undang undang no.1
tahun 1%&' itu sehingga undang undang ini bisa berlaku di
(ndonesia.
)einginan memiliki undang-undang perkawinan telah ada
semenjak (ndonesia belum merdeka. Pada waktu itu pernah
dibicarakan di ;:olkraads< yaitu semacam lembaga DP1 pada waktu
9aman Hindia !elanda. Aungsi :olkraad pada waktu itu ;pada tahun
1%1, sebagai dewan penasehat dan pada tahun 1%$& menjalankan
#ungsi legislati#<. Pada waktu itu anggota :olksraad ada sebanyak 5?
orang, 1? diantaranya adalah pribumi.
)emudian setelah kemerdekaan, pada tahun 1%?B dibentuklah
Panitia Penyelidik Peraturan Perkawinan, +alak dan 1ujuk yang
diketuai oleh .r. .oh. +euku Hasan. Akan tetapi kerjanya tim
tersebut tidak berhasil. Pada tahun 1%,1 dibentuk lagi tim yang
diketuai oleh .r. 3oer Persoecipto. )emudian pada tahun 1%,,,
.P1S mengeluarkan +AP .P1S 3omor CC:((D1%,, untuk
menindaklanjuti 1"" Perkawinan. Pada tahun 1%&5 Himpunan
.ahasiswa (slam ;H.(< menyarankan kepada pemerintah agar 1""
Perkawinan segera dibahas kembali. Akhirnya pada tanggal $
Eanuari 1%&' "" 3omor 1 +ahun 1%&' atas usulan pemerintah 1""
disahkan oleh DP1.
"" Perkawinan ini, menurut menteri Agama bagi agama (slam
diambil dari ;FurGan dan Hadis<, bagi agama Hindu diambil dari
!uku 0aw o# .enual jilid $? karangan .aH 4eber dan )itab .anaha
Dharma Satwa, bagi Agama !udha diambil dari )itab +ripitaka dan
bagi agama )atolik diambil dari kitab Perjanjian 0ama dan Perjanjian
!aru. Artinya "" Perkawinan merupakan "" yang berlaku bagi
keseluruhan agama di (ndonesia.
Perkawinan menurut "" 3o.1 tahun 1%&' adalah tercantum
pada pasal 1 "" no.1 tahun 1%&' yang berbunyi sebagai berikut -
@Perkawinan adalah Ikatan lahir bathin antara seorang Pria
dan seorang wanita sebagai Suami-Isteri dengan tujuan membentuk
,
keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan
KeTuhanan Yang aha !sa>
didalam pasal 1 ini menyebutkan dasar dari sebuah
perkawinan yang menjadi suatu cita-cita, perasaan dan kesadaran
akan hukum bagi masyarakat. Artinya adalah bisa menjadi suatu
idealism yang akan diwujudkan dalam suatu kenyataan hidup dalam
masyarakat itu sendiri.
3ilai strategis dalam pasal 1 adalah bagaimana pasal ini
menjadi #ocus utama bagi tujuan dan arti perkawinan bagi
masyarakat (ndonesia.disini bisa diartikan juga mengandung
berbagai maksud didalamnya yang akan memberikan inti dari
masalah perkawinan ini. )emudian seluruh pasal berikutnya akan
secara sistematis ber#ungsi sebagai sistematik untuk melaksanakan
cita-cita perkawinan yang dirumuskan.
C. KONSEP PENGERTIAN PERKAWINAN DAN KONSEP
TUJUAN PERKAWINAN DALAM PASAL 1 UU No.1
TAHUN 1974
Didalam pasal 1 "" no.1 tahun 1%&' yang berbunyi -
@Perkawinan adalah Ikatan lahir bathin antara seorang Pria dan
seorang wanita sebagai Suami-Isteri dengan tujuan membentuk
keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan
KeTuhanan Yang aha !sa"
&
didalam pasal tersebut kita bisa melihat akan adanya arti dan
tujuan dari pasal tersebut.bila diteliti secara mendalam akan
menjadikan sebuah rangkaian yang sitematis.disini kita aan
membedah pengertian dari pasal 1 secara lebih mendalam.
Pene!"#$n %e!&$'#n$n
Iang dimaksud dengan pengertianDarti dari perkawinan dalam
pasal tersebut adalah @ikatan lahir bathin antara seorang #ria
dengan seorang wanita sebagai suami-isteri"
1.Pe!&$'#n$n $($)$* #&$"$n
!ila kita telusuri berdasarkan hukum keperdataan bahwa jelas
terdapat didalam hukum perjanjian,bahwa perjanjian ini akan
menimbulkan yang namanya perikatan D ikatan. .enurut pasal 15$B
)"Hperdata syarat sahnya perjanjian ada ' hal -
1 Adanya kesepakatan kedua belah pihak.
.aksud dari kata sepakat adalah, kedua belah pihak yang membuat
perjanjian setuju mengenai hal-hal yang pokok dalam kontrak.
$.)ecakapan untuk melakukan perbuatan hukum.
Asas cakap melakukan perbuatan hukum, adalah setiap orang yang
sudah dewasa dan sehat pikirannya. )etentuan sudah dewasa, ada
beberapa pendapat, menurut )"HPerdata, dewasa adalah $1 tahun
bagi laki-laki,dan 1% th bagi wanita.
.enurut "" no 1 +ahun 1%&' tentang Perkawinan, dewasa adalah
1%

th bagi laki-laki, 1, th bagi wanita.
Acuan hukum yang kita pakai adalah )"HPerdata karena berlaku
secara umum.
5.Adanya Jbyek.
Sesuatu yang diperjanjikan dalam suatu perjanjian haruslah suatu
hal atau barang yang cukup jelas.
K
'.Adanya kausa yang halal.
Pasal 155? )"HPerdata, suatu perjanjian yang tidak memakai suatu
sebab yang halal, atau dibuat dengan suatu sebab yang palsu atau
terlarang, tidak mempunyai kekuatan hukum.
.aka kita bisa menarik kesimpulan bahwa dari hal diatas
sahnya perkawinan-pun berawal dari sebuah perjanjian. Apabila dari
perjanjian tersebut tidak dipenuhi maka akan adanya kecacatan
dalam hukum perkawinan pula.
2.I&$"$n )$*#! ($n +$"*#n
suatu @ikatan lahir> merupakan ikatan yang dapat dilihat.
Seperti bagaimana suatu hubungan antara seorang suami dan istri
untuk hidup bersama,dengan kata lain hubungan ini disebut
@hubungan #ormil>. Hubungan ini bersi#at nyata,bagi yang
mengikatkan dirinya maupun bagi orang lainDmasyarakat dapat
melihatnya.
Sebaliknya,bahwa @ikatan bathin> adalah merupakan
hubungan yang tidak bisa dilihat atau dalam artikata lain tidak
#ormil. 4alau ikatan ini tidak nyata,tetapi ikatan ini harus ada.
)arena tanpa adanya ikatan bathin, ikatan lahir akan menjadi rapuh.
Hal ini hanya dapat dirasakan oleh pihak yang bersangkutan
yang mengikatkan dirinya. Dalam tahap permulaan untuk
mengadakan suatu perkawinan, ikatan bathin ini diawali oleh
adanya kemauan yang sungguh-sungguh untuk hidup bersama.
Iang pastinya akan menimbulkan hidup rukun,dan ikatan
bathin sendiri merupakan inti dari ikatan lahir.
$
Hal ini lah yang membedakan dengan haikat perkawinan
menurut )"HPdtD!4. Apabila kita membaca )"HPdt dapat diketahui
bahwa hakikat perkawinan adalah merupakan hubungan hukum
antara subjek-subjek yang mengikatkan diri dalam perkawinan
;dalam hal ini yang dimaksud adalah antara seorang pria dan
$
). 4A3+E() SA0/H. S.H, H")". P/1)A4(3A3 (3DJ3/S(A HA0.1'-
1?
%
seorang wanita<. Hubungan tersebut didasarkan pada persetujuan
diantara mereka dan dengan adanya tujuan tesebut mereka
menjadi terikat. Persetujuan yang dimaksud disini bukanlah
persetujuan yang terdapat dalam buku ((( )"HPdtD!4, walaupun
antara persetujuan dalam perkawinan dan persetujuan umumnya
tedapat unsur yang sama yaitu adanya ikatan antara dua belah
pihak, tetapi ada perbedaan yaitu dalam bentuk hal dan isi.
5
3.An"$!$ ,eo!$n %!#$ (en$n ,eo!$n '$n#"$
dalam hal ini kita bisa melihat bunyi @seorang> yang berarti
satu orang. Asas perkawinan adalah monogami, bahwa dalam waktu
yang sama seorang laki-laki hanya dioperbolehkan mempunyai satu
orang perempuan sebagai istrinya, dan seorang perempuan hanya
boleh mempunyai satu orang laki-laki sebagai suaminya. hal ini
tercantum dalam Pasal 5 "" 3o.1D1%&' dan juga pada Pasal $&
)"HPdtD!4.
Dengan adanya asas monogami serta tujuan membentuk
keluarga yang bahagia dan kekal, maka suatu tindakan yang akan
mengakibatkan putusnya suatu perkawinan ;dalam hal ini yang
dimaksud adalah perceraian< harus benar-benar dipikirkan serta
dipertimbangkan masak-masak. Sebab jika itu terjadi maka akan
membawa akibat yang luas, tidak hanya menyagkut diri suami atau
istri tetapi nasib anak-anak juga harus diperhatikan. dengan
demikian diharapkan pula agar tidak begitu mudah melangsungkan
perkawinan serta begitu mudah bercerai ;kawin-cerai berulang-
ulang<. Dan meskipun hal itu dikehendaki oleh pihak yang
bersangkutan untuk melakukan pernikahan lebih dari sekali,hanya
dapat dilaksanakan apabila dipenuhi berbagai persyaratan tertentu
dan diputuskan oleh pengadilan.
5
http-DDbelajar-hukum-blog.blogspot.comD$B11DBKDarti-perkawinan-
menurut-uu-no1-tahun.html
1B
Didalam unsur perkawinan pria dengan seorang wanita juga
menyebutkan bahwa hubungan antar sesama jenis perempua;lesbi<
atau sesama pria ;gay< tidak diperolehkan,sehingga tidak akan bisa
mengikatkan diri dalam hukum (ndonesia. "ntuk melakukan
perikatan dalam perkawinan hanya bisa dilakukan oleh orang
berjenis kelamin pria dan wanita.
4.Se+$$# ,-$.#/#,"e!#
undang-undang ini menganut prinsip, bahwa calon suami
maupun calon isteri harus telah masak jiwa raganya untuk dapat
melangsungkan perkawinan, agar supaya dapat mewujudkan tujuan
perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan
mendapatkan keturunan yang baik dan sehat.maka dari itu adanya
pencegahan untuk pernikahan dibawah umur.dan bagi suami isteri
akan menimbulkan hak dan kewajiban dilapangan harta
kekayaan,dan menimbulkan sebuah status,yang dimana dinamakan
suami bagi si pria dan isteri bagi seorang wanita.
TUJUAN PERKAWINAN
Dalam berkeputusan unuk mengambil langkah kedalam suatu
perkawinan pastinya mempunyai tujuan. +ujuan perkawinan adalah
membentuk keluarga yang bahagia dan kekal.untuk itu suami isteri
perlu saling membantu dan melengkapi agar masing-masing dapat
mengembangkan kepribadiannya membantu dan mencapai
kesejahteraan spiritual dan material.
didalam pasal 1 tujuan perkawinan dirumuskan dalan kalimat
@dengan tujuan membentuk keluarga(rumah tangga) yang bahagia
dan kekal$berdasarkan keTuhanan Yang aha !sa" .jika kita belah
kalimat tersebut kita akan menemukan unsur-unsur yang membagi
kalimat tersebut. !erikut adalah unsur-unsurnya
$. Den$n "-0-$n .e.+en"-& &e)-$!$1!-.$* "$n$2
1. &e)-$!$
11
keluarga adalah bagian terkecil dari kelompok masyarakat.
)eluarga berasal dari sebuah perkawinan yang sah. Arti keluarga
memiliki pengertian yang beraneka ragam. Ait9patrick ;$BB'<,
memberikan %ene!"#$n &e)-$!$ dengan cara meninjaunya
berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian
keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara #ungsional,
dan pengertian keluarga secara intersaksional. !erikut ini masing-
masing penjelasannya-
• Pene!"#$n Ke)-$!$ ,e3$!$ S"!-&"-!$)4
)eluarga dide#enisikan berdasarkan kehadiran atau
ketidakhadiran anggota keluarga, seperti orang tua, anak, dan
kerabat lainnya. De#enisi ini mem#okuskan pada siapa yang
menjadi bagian dari keluarga. Dari perspekti# ini dapat muncul
pengertian tentang keluarga sebaga asal-usul ;#amilies o#
origin<, keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan
;#amilies o# procreation<, dan keluarga batih ;eHtended #amily<.
• Pene!"#$n Ke)-$!$ ,e3$!$ 5-n,#on$)4
)eluarga dide#enisikan dengan penekanan pada
terpenuhinya tugas-tugas dan #ungsi-#ungsi psikososial.
Aungsi-#ungsi tersebut mencakup perawatan, sosialisasi pada
anak, dukungan emosi dan materi, dan pemenuhan peran-
peran tertentu. De#enisi ini mem#okuskan pada tugas-tugas
yang dilakukan oleh keluarga.
• Pene!"#$n Ke)-$!$ ,e3$!$ T!$n,$&,#on$)4
)eluarga dide#enisikan sebagai kelompok yang
mengembangkan keintiman melalui perilaku-perilaku yang
memunculkan rasa identitas sebagai keluarga ;#amily
identity<, berupa ikatan emosi, pengalaman historis, maupun
cita-cita masa depan. De#enisi ini mem#okuskan pada
bagaimana keluarga melaksanakan #ungsinya.
1$
!erdasarkan jenis dan pengetian dari macam-macam
keluarga,kita bisa menyimpulkan bahwa keluarga merupakan hal
yang sangat pasti terjadi apabila kita mengikatkan diri kedalam
sebuah perikatan perkawinan. .aksud keluarga disini baik secara
arti keluarga besar maupun keluarga kecil. )eluarga besar akan
menimbulkan yang dinamakan rumah tangga dimana adanya
seorang anak didalamnya,sedangkan keluarga kecil hanya terdiri
dari suami dan istri saja. meskipun anggotanya hanya berjumlah $
orang, hal ini tetap membentuk sebuah keluarga. 3amun keluarga
disini adalah keluarga inti, bukan dalam arti kata keluarga secara
kekerabatan,saudara,bahkan se-marga.
2. R-.$* "$n$
Seperti yang kita bisa lihat dalampasal 1 "" no.1 tahun
1%&',dimana disini terdapat pengkhususan kata dalam
kata @rumah tangga>. Dalam kata lain bahwa antara
keluarga dan rumah tangga merupakan sebuah hal yang
berbeda.
Didalam rumah tangga berarti kita bukan hanya sebagai
mengikatkan diri didalam pernikahan. Akan tetapi
membentuk sebuah rumah tangga. .aksud dari kata
rumah tangga ini adalah bagian dari keluarga yang secara
leluasa mengatur tentang berbagai aspek kehidupan. !aik
secara ekonomi,social bahkan budayanya.
+erlebih dalam rumah tangga itu telah dijelaskan dalam
penjelasan umum angka ' huru# d "" no.1 tahun 1%&'.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dimana untuk
calon suami maupun istri harus benar-benarr masak jiwa
raganya untuk mewujudkan tujuan perkawinan secara
baik.
'
'
drs.sudarsono,S.H, H")". P/1)A4(3A3 3AS(J3A0 hal. K
15
+. 6$n +$*$#$
Didalam sebuah pernikahan pastinya dengan
bertujuan untuk mencapai sebuah kebahagiaan,baik
secara materil maupun spiritual.
.aka pastinya dalam mencapai suatu
kebahagiaan harus didasari terlebih dahulu dengan
perasaan yang ikhlas dan tanpa paksaan dari pihak
manapun.
Seperti halnya yang telah diatur dalam pasal 1 uu
no.1 tahun 1%&' telah menyebutkan bahwa harus
didasari dengan sebuah ikatan lahir dan bathin. "ntuk
mencapai sebuah ikatan yang lahir dan bathin
membutuhkan #ondasi yang kuat.
Linta adalah sebuah #undamen untuk
terciptanya sebuah kebahagiaan dan semakin
menguatkan ikatan lahir bathin itu sendiri. )arena cinta
sendiri adalah perasaan bathin dari setiap orang untuk
menerima baik ataupun buruknya masing masing
indiMidu. Dengan cinta masing masing indiMidu dalam
sebuah perkawinan bisa menimbulkan sebuah
pengorbanan dan pengabdian yang tentunya akan
menimbulkan sebuah kebahagiaan baik didalam
keluarga maupun rumah tangga.
3. D$n &e&$)
)ekal menurut arti bahasa merupakan @abadi atau
selama lamanya>.sama halnya seperti pengertian
bahasa, didalam pasal ini membahas tujuan dari
perkawinan adalah sebuah kekekalan.
"ntuk membentuk sebuah keluarga yang kekal,
maka undang undang ini menganut sebuah prinsip
untuk memperkecil kemungkinan terjadinya sebuah
perceraian.disini undang undang memberikan
1'
persyaratan dan alasan alas an tertentu untuk sebuah
pasangan keluarga untuk melakukan perceraian, dan
untuk proses lebih lanjut dalam hal perceraian hanya
bisa dilakukan didepan pengadilan.
Sehingga dalam sebuah perkawinan merupakan
sebuah hal yang sangat diperhatikan.perkawinan
haruslah bertahan dan berlangsung seumur hidup dan
tidak boleh diputuskan begitu saja.
?
(. +e!($,$!&$n &e"-*$n$n 7$n .$*$ e,$
sebagai 3egara yang berdasarkan pada pancasila,
dimana sia pertama berbunyi @ke+uhanan Iang .aha
/sa> maka sebuah perkawinan sangatlah erat dengan
unsur kerohanianDagama.
Jleh sebab itu pancasila memandang bahwa
setiap tindakan yang dilakukan harus dilandasi juga
dengan hukum agama dan kepercayaan yang dianut
oleh setiap indiMidu masing-masing. Hal ini membawa
kita kepada pasal $% ""D 1%'? ayat 1 dimana pasal itu
berbunyi @%egara berdasarkan atas keTuhanan Yang
aha !sa"$
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
.anusia merupakan makhluk social,dimana manusia tidak
mungkin dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sejatinya,
manusia sendiri mempunyai hak untuk hidup bersama dengan
?
). 4antjik saleh. S.H, H")". P/1)A4(3A3 (3DJ3/S(A Hal.1?
1?
manusia lainnya dalam suatu pergaulan hidup. Di dalam bentuknya
yang terkecil, hidup bersama itu dimulai dengan adanya sebuah
keluarga.
"ntuk adanya keluaga maka perlu adanya sebuah
perkawinan. Di (ndonesia sendiri mempunyai aturan aturan spesi*k
tentang sebuah perikatan ini.dalam sebuah perkawinan akan
menimbulkan banyak hak dan kewajiban. +erlebih masalah-masalah
perkawinan yang beraneka ragam yang memungkinkan para pihak
legislatiMe untuk lebih memperhatikan tentang permasalahan ini.
Didalam keluarga terdapat kehidupan
social,agama,budaya.dimana letak suami adalah sebagai kepala
rumah tangga danistri merupakan ibu rumah tangga yang memiliki
peran utama dalam menciptakan sebuah rumah tangga yang sesuai
dengan tujuan dari perkawinan itu sendiri.
"ntuk menjamin kepastian hukum dalam sebuah
perkawinan,pemerintah mengeluarkan undang undang yang
mengatur tentang perkawinan yang terdapat dalam "" 3o.1 tahun
1%&'. sebagai ketentuan umum yang ada didalam bab ( - pasal 1
dimana pasal itu berbunyi sebagai berikut,
@#erkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang #ria
dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan
membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang aha !sa"
didalam pasal ini sebenarnya sudah terlihat akan apakah arti
dan tujuan dari sebuah pernikahan. !ila kita telaah lebih dalam lagi
pengertian dari sebuah perkawinan adalah berdasarkan ikatan lahir
dan bathin, hubungan itu antara seorang pria dengan seorang
wanita, dan menjadikannya sebagai suami istri.
Sedangkan tujuan dari sebuah perkawinan adalah
menciptakan keluarga yang akan berdampak pada lahirnya sebuah
rumah tangga yang penuh dengan kebahagiaan materil maupun
spiritual agar terciptanya keluarga yang kekal dengan setiap
tindakan yang berdasarkan ketuhanan.
1,
Sesuai dengan landasan #alsa#ah dan "ndang-undang dasar
1%'?, maka undang undang ini di satu pihak harus dapat
mewujudkan prinsip-prinsip yang terkndung dalam pancasila dan
""D 1%'?. Sedangkan dilain pihak harus dapat pula menampung
segala kenyataan yang hidup dalam masyarakat. Pasal 1 ini sudah
menampung tujuan,asas,unsur dan ketentuan hukum agamanya
dan kepercayaan dari orang yang bersangkutan sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan 9aman.
DA5TAR PUSTAKA
http-DDblogin#o.heck.inDde*nisi-perkawinan-menurut-hukum-
islam.Hhtml
1&
http-DDdenchiel&K.blogspot.comD$B1BDB'Dperkawinan-menurut-
hukum-islam.html
http-DDlut*chakim.blogspot.comD$B1$DB1Dperkawinan-menurut-
hukum-adat-dan.html
http-DDalmuhibbiin.wordpress.comD$B11DB5D$BDperkawinan-dalam-
hukum-adatD
http-DDkabunMillage.blogspot.comD$B11D1$Dhukum-perkawinan-
adat.html
http-DDhukum.kompasiana.comD$B1$DB,D$BDperbedaan-tujuan-
perkawinan-menurut-uu-nomor-1-tahun-1%&'-dan-khi-',?K?B.html
http-DDdilihatya.comDK%1Dpengertian-keluarga-menurut-para-ahli
http-DDwww.pengertianahli.comD$B15D11Dpengertian-keluarga .html
"" no.1 tahun 1%&' tentang perkawinan
Drs.sudarsono, S.H , 1%K1 , Hukum #erkawinan nasional
Saleh,).wantjik , 1%KB , Hukum #erkawinan indonesia , 2halia
(ndonesia , Eakarta
1K