Anda di halaman 1dari 28

Makalah PBL 1 Blok 30 Emergency Medicine 2

Seorang Laki-laki Ditemukan Disebuah Sungai Kering yang Penuh
Batu-Batuan Dalam Keadaan Mati Tertelungkup
Nathania Putri Tambunan
102009110 ( B6 )
Mahasiswa Fakultas Kedokteran !ni"ersitas Kristen Krida #a$ana
%l& 'r(una !tara 6) %akarta Barat
*mail + nathania,-utri.ro$ketmail&$om
Abstrak
/i mas0arakat kera- ter(adi -eristiwa -elan11aran hukum 0an1 men0an1kut tubuh dan
n0awa manusia& !ntuk -en1usutan dan -en0idikan serta -en0elesaian masalah hukum ini di
tin1kat lebih lan(ut sam-ai akhirn0a -emutusan -erkara di -en1adilan di-erlukan bantuan
berba1ai ahli di bidan1 terkait untuk membuat (elas (alann0a -eristiwa serta keterkaitan
antara tindakan 0an1 satu den1an 0an1 lain dalam ran1kaian -eristiwa tersebut& /alam hal
terda-at korban baik 0an1 masih hidu- mau-un 0an1 menin11al akibat -eristiwa tersebut
di-erlukan seoran1 ahli dalam bidan1 kedokteran untuk memberikan -en(elasan ba1i -ara
-ihak 0an1 menan1ani kasus tersebut& /okter 0an1 dihara-kan membantu dalam -roses
-eradilan ini akan berbekal -en1etahuan kedokteran 0an1 dimilikin0a 0an1 terhim-un dalam
ka2anah ilmu kedokteran 3orensik& /alam -erkemban1ann0a lebih lan(ut tern0ata ilmu
kedokteran 3orensik tidak semata)mata berman3aat dalam urusan -ene1akan hukum dan
keadilan di lin1ku- -en1adilan sa(a teta-i (u1a berman3aat dalam se1i kehidu-an
bermas0arakat lain misaln0a dalam membantu -en0elesaian klaim asuransi 0an1 adil ba1i
-ihak 0an1 diasuransi mau-un -ihak 0an1 men1asuransi dalam membantu -eme$ahan
1
masalah -aternitas membantu u-a0a keselamatan ker(a dalam bidan1 industri dan otomoti3
den1an -en1um-ulan data korban ke$elakaan industri mau-un ke$elakaan lalu lintas dan
seba1ain0a& !ntuk kesemuan0a itu dalam bidan1 ilmu kedokteran 3orensik di-ela(ari tata
laksana mediko)le1al tanatolo1i traumatolo1i toksikolo1iteknik -emeriksaan dan se1ala
sesuatu 0an1 terkait a1ar semua dokter dalam memenuhi kewa(ibann0a membantu -en0idik
da-at benar)benar meman3aatkan se1ala -en1etahuan kedokteran n0a untuk ke-entin1an
-eradilan serta ke-entin1an lain 0an1 berman3aat ba1i kehidu-an bermas0arakat&
Kata kun$i + hukum -eradilan kedokteran 3orensik
Kasus:
4eoran1 laki)laki ditemukan disebuah sun1ai kerin1 0an1 -enuh batu)batuan dalam keadaan
mati tertelun1ku-& 5a men1enakan kaos dalam (oblon1) dan $elana -an(an1 0an1 diba1ian
bawahn0a di1ulun1 hin11a seten1ah tun1kai bawahn0a& 6eher n0a terikat len1an ba(u (0an1
kemudian diketahui seba1ai ba(u milik n0a sendiri) dan u(un1 len1an ba(u lainn0a terikat ke
sebuah dahan -ohon -erdu setin11i 60 $m& Posisi tubuh relati3 mendatar namun leher
meman1 ter(erat oleh ba(u tersebut& Tubuh ma0at tersebut telah membusuk namun masih
di(um-ai adan0a satu luka terbuka didaerah ketiak kiri 0an1 mem-erlihatkan -embuluh darah
ketiak 0an1 -utus dan bebera-a luka terbuka di daerah tun1kai bawah kanandan kiri 0an1
memiliki $iri)$iri 0an1 sesuai den1an akibat kekerasan ta(am & -erlu diketahui bahwa rumah
terdekat dari TKP adalah sekitar 2 km& TKP adalah suatu daerah -erbukitan 0an1 berhutan
$uku- lebat&
Asiksia mekanik
's3iksia adalah suatu keadaan 0an1 ditandai den1an ter(adin0a 1an11uan -ertukaran udara
-erna3asan men1akibatkan oksi1en darah berkuran1 (hi-oksia) disertai den1an -enin1katan
karbon dioksida (hi-erka-nea)& /en1an demikian or1an tubuh men1alami kekuran1an
oksi1en (hi-oksia hi-oksik) dan ter(adi kematian&
/ari se1i etiolo1i as3iksia da-at disebbakan oleh hal berikut7
2
1& Pen0ebab alamiah + misaln0a -en0akit 0an1 men0umbat saluran -erna3asan se-erti
larin1itis di3teri atau menimbulkan 1an11uan -er1erakan -aru se-erti 3ibrosis -aru&
2& Trauma mekanik 0an1 men0ebabkan as3iksia mekanik misaln0a trauma 0an1
men1akibatkn emboli udara "ena emboli lemak-neumotoraks bilateral8 sumbatan
atau halan1an -ada saluran na3as dan seba1ain0a&
9& Kera$unan bahan 0an1 menimbulkan de-resi -usat -erna3asan misaln0a
barbituratnarkotika
's3iksia mekanik adalah mati lemas 0an1 ter(adi bila udara -erna3asan terhalan1 memasuki saluran
-erna3asan oleh berba1ai kekerasan (0an1 bersi3at mekanik) misaln0a +
a& Penutu-an luban1 saluran -erna3asan ba1ian atas + -embeka-an (smotherin1) dan
-en0umbatan (1a11in1 dan $hokin1)
b& Penekanan dindin1 saluran -erna3asan + -en(eratan (stran1ulation) -en$ekikan (manual
stran1ulation throttlin1) dan 1antun1 (han1in1)
$& Penekanan dindin1 dada dari luar (as3iksia traumatik)
d& 4aluran -erna3asan terisi air (ten11elamdrownin1)
Pada oaran1 0an1 men1alami as3iksia akan timbuk 1e(ala 0an1 dibedakan dalam : 3ase 0aitu +
1& Fase dis-nea + -enurunan kadar oksi1en sel darah merah dan -emnimbunan ;<2 dalam
-lasma akan meran1san1 -usat -erna3asan di medula oblon1ata sehin11a am-litudo dan
3rekuensi -erna3asan akan menin1kat nadi $e-at tekanan darah menin11i dan mulai
tam-ak tanda)tanda sianosis terutama -ada muka dan tan1an&
2& Fase kon"ulsi + akibat kadar ;<
2
0an1 naik maka akan timbul ran1san1an terhada- susunan
sara3 -usat sehin11a ter(adi kon"ulsi (ke(an1) 0an1 mula)mula beru-a ke(an1 klonik teta-i
kemudian men(adi ke(an1 tonik dan akhirn0a timbul s-asme o-istotonik&
3
9& Fase a-nea + de-resi -usat -erna3asan men(adi lebih hebat -erna3asan melemah dan da-at
berhenti& Kesadaran menurun dan akibat relaksasi s3in1ter da-at ter(adi -en1eluaran $airan
s-ermaurin dan tin(a&
:& Fase akhir + ter(adi -aralisis -usat -erna3asan 0an1 len1ka-& Perna3asan berhenti setelah
kontraksi otomatis otot -erna3asan ke$il -ada leher& %antun1 masih berden0ut bebera-a saat
setelah -erna3asan berhenti&
Pemeriksaan !ena"ah :
Pada -emeriksaan luar (ena2ah da-at ditemukan sianosis -ada bibiru(un1)u(un1 (ari dan kuku&
Perbendun1an sistemik mau-un -ulmoner dan dilatasi (antun1 kanan meru-akan tanda klasik -ada
kematian akibat as3iksia& #arna lebam ma0at merah)kebiruan 1ela- dan terbentuk lebih $e-at&
/istribusi lebam lebih luas akibat kadar ;<
2
0an1 tin11i dan akti"itas 3ibrinolisisn dalam darah
sehin11a darah sukar membeku dan mudah men1alir&
Terda-at busa halus -ada hidun1 dan mulut 0an1 timbul akibat -enin1katan akti"itas -erna3asan
-ada 3ase 1 0an1 disertai sekresi sela-ut lendir saluran na3as ba1ian atas& =ambaran -erbendun1an
-ada mata beru-a -elebaran -embuluh darah kon(un1ti"as bulbi dan -al-ebra 0an1 ter(adi -ada
3ase 2& 4elain itu hi-oksia da-at merusak endotel ka-iler sehin11a dindin1 ka-iler 0an1 terdiri dari
sela-is sel akan -e$ah dan timbul bintik)bintik -erdarahan 0an1 dinamakan seba1ai Tardieu>s s-ot&
Ka-iler 0an1 lebih mudah -e$ah adalah ka-iler -ada (arin1an ikat lon11ar misaln0a -ada
kon(un1ti"a bulbi-el-ebra dan subserosa kadan1 di(um-ai -ada kulit wa(ah&
Pemeriksaan bedah !ena"ah :
Kelainan 0an1 umum ditemukan -ada -embedahan (ena2ah korban mati akibat as3iksi adalah +
1& /arah berwarna lebih 1ela- dan lebih en$er karena 3ibrinolisin darah 0an1 menin1kat -as$a
mati
2& Busa halus di dalam saluran -erna3asan
9& Perbendun1an sirkulasi -ada seluruh or1an dalam tubuh sehin11a men(adi lebih berat
berwarna lebih 1ela- dan -en1irisan ban0ak men1eluarkan darah
4
:& Petekie da-at ditemukan -ada mukosa usus halus e-ikardium -ada ba1ian belakan1
(antun1 daerah aurikulo"entrikularsub-leura "iseralis -aru terutama di lobus bawah -ars
dia3ra1matika dan 3isura interlobaris kulit ke-ala sebelah dalam&
?& *dema -aru
6& Kelainan)kelainan 0an1 berhubun1an den1an kekerasan se-erti 3raktur larin1 lan1sun1 atau
tidak lan1sun1 -erdarahan 3arin1 terutama ba1ian belakan1 rawan krikoid &
Pembeka#an
;ara kematian 0an1 berkaitan den1an -embeka-an da-at beru-a +
1& Bunuh diri + den1an $ara -embeka-an masih mun1kin ter(adi misaln0a -ada -enderita
-en0akit (iwa oran1 tahanan den1an men11unakan 1ulun1an kasur bantal -akaian 0an1
diikatkan menutu-i hidun1 dan mulut&
2& Ke$elakaan + ke$elakaan da-at ter(adi misaln0a -ada ba0i dalam bulan)bulan -ertama
dalam kehidu-ann0a terutama -ada ba0i -rematur bila hidun1 dan mulut tertutu- oleh
bantal dan selimut&
9& Pembunuhan + biasan0a ter(adi -ada kasus -embunuhan anak sendiri& Pada oran1 dewasa
han0a ter(adi -ada oran1 0an1 tidak berda0a se-erti oran1 tua oran1 sakit berat oran1
dalam -en1aruh obat atau minuman keras&
$agging dan chocking
Pada keadaan ini ter(adi sumbatan (alan na3as oleh benda asin1 0an1 men1kibatkan hambatan udara
untuk masuk ke -aru)-aru&
Kematian da-at ter(adi seba1ai akibat +
1& Bunuh diri + hal ini (aran1 ter(adi karena sulit untuk memasukkan benda asin1 ke dalam
mult sendiri disebbakan adan0a re3leks batuk atau muntahan& !mumn0a korban adalah
-enderita sakit mental dan tahanan
5
2& Pembunuhan + umumn0a korban adalah ba0i&oran1 den1an 3isik lemah atau tidak berda0a
9& Ke$elakaan + -ada bolus death 0an1 ter(adi bila tertawa atau menan1is saat makan
sehin11a makanan tersedak ke dalam saluran -erna3asan&
Pencekikan
'dalah -enekanan leher den1an tan1an 0an1 men0ebabkan dindin1 saluran na3as ba1ian atas
tertekan dan ter(adi -en0em-itan saluran na3as sehin11a udara -erna3asan tidak da-at lewat& Pada
-emeriksaan (ena2ah ditemukan -erbendun1an -ada muka dan ke-ala karena turut tertekan
-embuluh darah "ena dan arteri 0an1 su-er3isial sedan1kan arteri "ertebralis tidak ter1an11u& Tanda)
tanda kekerasan -ada leher ditemukan den1an distribusi berbeda)beda + luka)lluka le$et -ada kulit
beru-a luka le$et ke$il dan1kal berbentuk bulan sabit akibat -enekanan kulit&
Pen!eratan
'dalah -enekanan benda asin1 beruoa tali ikat -in11an1 rantai sta1enkawatkabel kaos kaki dan
seba1ain0a& Melin1kari leher atau men1ikat leher 0an1 makin lama makin kuat sehin11a saluran
-erna3asan tertutu-& Mekanisme kematian -ada -en(eratan adalah akibat as3iksia atau re3leks "aso)
"a1al&
$antung
Kasus 1antun1 ham-ir sama den1an -en(eratan& Perbedaan n0a terda-at -ada asal tena1a 0an1
dibutuhkan untuk mem-erke$il lin1karan (erat&
Mekanisme kematian -ada kasus 1antun1 +
a&kerusakan -ada batan1 otak dan medulla s-inalis&
b& as3iksia akibat terhambatn0a aliran udara -erna3asan
$& iskemia otak akibat terhambatn0a aliran arteri)artei leher&
d& re3leks "a1al&
1
6
Prosedur Medikolegal
1& Kewa(iban /okter Membantu Peradilan
Pasal 133 K%&AP
1& /alam hal -en0idik untuk ke-entin1an -eradilan menan1ani seoran1 korban baik luka
kera$unan atau-un mati 0an1 didu1a karena -eristiwa 0an1 meru-akan tindakan -idana ia
berwenan1 men1a(ukan -ermintaan keteran1an ahli ke-ada ahli kedokteran kehakiman atau
dokter dan atau ahli lainn0a&
2& Permintaan keteran1an ahli seba1aimana dimaksud dalam a0at (1) dilakukan se$ara tertulis
0an1 dalam surat itu disebutkan den1an te1as untuk -emeriksaan luka atau -emeriksaan
ma0at dan atau -emeriksaan bedah ma0at&
9& Ma0at 0an1 dikirim ke-ada ahli kedokteran kehakiman atau dokter -ada rumah sakit harus
di-erlakukan se$ara baik den1an -enuh -en1hormatan terhada- ma0at tersebut dan diberi
label 0an1 memuat identitas ma0atden1an diberi $a- (abatan 0an1 dilekatkan -ada ibu (ari
kaki atau ba1ian lain badan ma0at&
Pen!elasan Pasal 133 K%&AP
2& Keteran1an 0an1 diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keteran1an ahli
sedan1kan keteran1an 0an1 diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman disebut
keteran1an&
Ke#utusan Menkeh 'o(M(01(P)(0*+03 tahun 1,-2 tentang #edoman #elaksanaan
K%&AP(
/ari -en(elasan -asal 199 a0at (2) menimbulkan bebera-a masalah antara lain seba1ai berikut +
a& Keteran1an 0an1 diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman itu alat bukti sah
atau bukan7
4ebab a-abila bukan alat bukti 0an1 sah tentun0a -en0idikan men1usahakan alat bukti lain
0an1 sah dan ini berarti ba1i daerah 0an1 belum ada dokter ahli kedokteran kehakiman akan
men1alami kesulitan dan -en0idikan da-at terhambat&
7
@al ini tidak men(adi masalah walau-un keteran1an dari dokter bukan ahli kedokteran
kehakiman itu bukan seba1ai keteran1an ahli teta-i keteran1an itu sendiri da-at meru-akan
-etun(uk dan -etun(uk itu adalah alat bukti 0an1 sah walau-un nilai n0 a1ak rendah teta-i
diserahkan sa(a -ada hakim 0an1 menilain0a dalam sidan1&
b& /ari -en(elasan -asal 199 a0at (2) da-at disim-ulkan bahwa keteran1an ahli itu han0a bila
diberikan oleh dokter ahli kedokteran kehakiman& Ba1aimana den1an keteran1an 0an1
diberikan oleh ahli laboratorium ahli balistik ahli kardiolo1i ahli -atolo1iahli
kandun1an-sikiater dan lain)lain a-akah keteran1an mereka ini bukan keteran1an ahli& 'tau
a-akah a1ar mem-un0ai nilai seba1ai alat bukti 0an1 sah keteran1an)keteran1an ahli
tersebut harus diketahuiAdisahkan oleh dokter ahli kedokteran kehakiman&
Pasal 13. K%&AP
1& /alam hal san1at di-erlukan dimana untuk ke-erluan -embuktian bedah ma0at tidak
mun1kin la1i dihindari -en0idik wa(ib memberitahukan terlebih dahulu ke-ada keluar1a
korban&
2& /alam hal keluar1a -en0idik wa(ib meneran1kan se(elas)(elasn0a tentan1 maksud dan tu(uan
-erlu dilakukann0a -embedahan tersebut&
9& '-abila dalam waktu dua hari tidak ada tan11a-an a-a-un dari keluar1a atau -ihak 0an1
-erlu diberitahu tidak diketemukan -en0idik se1era melaksanakan ketentuan seba1aimana
dimaksud dalam -asal 199 a0at (9) undan1)undan1 ini&
Pasal 1*, K%&AP
1& 4etia- oran1 diminta -enda-at n0a seba1ai ahli kedokteran atau dokter atau ahli lainn0a
wa(ib memberikan keteran1an ahli demi keadilan&
2& 4emua ketentuan tersebut diatas untuk saksi berlaku (u1a ba1i mereka 0an1 memberikan
keteran1an ahli den1an ketentuan bahwa mereka men1u$a-kan sum-ah atau (an(i akan
memberikan keteran1an 0an1 sebaik)baikn0a dan sebenar)benarn0a menurut -en1etahuan
dalam bidan1 keahliann0a&
9 & @ak menolak men(adi saksi Aahli
Pasal 120 K%&AP
8
1& /alam hal -en0idik men1an11a- -erlu ia da-at minta -enda-at oran1 ahli atau oran1 0an1
memiliki keahlian khusus&
2& 'hli tersebut men1an1kat sum-ah atau men1u$a-kan (an(i di muka -en0idik bahwa ia akan
memberi keteran1an menurut -en1etahuann0a 0an1 sebaik)baoikn0a ke$uali bila disebabkan
karena harkat serta martabat-eker(aan atau (abatann0a 0an1 mewa(ibkan ia men0im-an
rahasia da-at menolak untuk memberikan keteran1an 0an1 diminta&
9& Bentuk bantuan dokter ba1i -eradilan dan man3aatn0a
Pasal 1-3 K%&AP
@akim tidak boleh men(atuhkan -idana ke-ada seoran1 ke$uali a-abila den1an sekuran1)
kuran1 n0a dua alat bukti 0an1 sah ia mem-eroleh ke0akinan bahwa suatu tindak -idana
benar)benar ter(adi dan bahwa terdakwalah 0an1 bersalah melakukann0a&
Pasal 1-. K%&AP
1& 'lat bukti 0an1 sah adalah +
a& Keteran1an saksi
b& Keteran1an ahli
$& 4urat
d& Petun(uk
e& Keteran1an terdakwa
2& @al 0an1 se$ara umum sudah diketahui tidak -erlu dibuktikan
Pasal 1-/ K%&AP
1& Keteran1an saksi seba1ai alat bukti ialah a-a 0an1 saksi n0atakan di sidan1
-en1adilan&
2& Keteran1an seoran1 saksi sa(a tidak $uku- untuk membuktikan bahwa terdakwa
bersalah terhada- -erbuatan 0an1 didakwakan ke-adan0a&
9& Ketentuan seba1aimana dimaksud dalam a0at (2) tidak berlaku a-abila disertai den1an
suatu alat bukti 0an1 sah lainn0a&
9
:& Keteran1an bebera-a saksi 0an1 berdiri)sendiri tentan1 suatu ke(adian atau suatu
keadaan da-at di1unakan seba1ai suatu alat bukti 0an1 sah a-abila keteran1an saksi
itu ada hubun1ann0a satu den1an 0an1 lain sedemikian ru-a sehin11a da-at
membenarkan adan0a suatu ke(adian atau keadaan tertentu&
?& Baik -enda-at mau-un rekaan 0an1 di-eroleh dari hasil -emikiran sa(a bukan
meru-akan keteran1an saksi&
6& /alam menilai kebenaran keteran1an seoran1 saksi hakim harus den1an sun11uh)
sun11uh mem-erhatikan +
a& Persesuaian antara keteran1an saksi satu den1an 0an1 lain
b& Persesuaian antara keteran1an saksi den1an alat bukti 0an1 lain
$& 'lasan 0an1 mun1kin di -er1unakan oleh saksi untuk memberi keteran1an 0an1
tertentu
d& ;ara hidu- dan kesusilaan saksi serta se1ala sesuatu 0an1 -ada umumn0a da-at
mem-en1aruhi da-at tidakn0a keteran1an itu di-er$a0a&
Pasal 1-0 K%&AP
Keteran1an ahli ialah a-a 0an1 seoran1 ahli n0atakan di sidan1 -en1adilan& Keteran1an ahli
ini da-at (u1a sudah diberikan -ada waktu -emeriksaan oleh -en0idik atau -enuntu umum
0an1 dituan1kan dalam suatu bentuk la-oran dan dibuat den1an men1in1at sum-ah di
waktu ia menerima (abatan atau -eker(aan
Pasal 1-* K%&AP
4urat seba1aimana tersebut -ada -asal 1B: a0at (1) huru3 $ dibuat atas sum-ah (abatan atau
dikuatkan den1an sum-ah adalah +
a& Berita a$ara dan surat dalam bentuk resmi 0an1 dibuat oleh -e(abat umum 0an1
berwenan1 atau 0an1 dibuat dihada-ann0a 0an1 memuat keteran1an tentan1 ke(adian
atau keadaan 0an1 diden1ar dilihat atau dialamin0a sendiridisertai den1an alasan 0an1
(elas dan te1as tentan1 keteran1an n0a itu&
10
b& 4uart dibuat menurut ketentuan -eraturan -erundan1a)undan1an atau surat dibuat oleh
-e(abat men1enai hal 0an1 termasuk dalam tata laksana 0an1 men(adi tan11un1
(awabn0a
$& 4urat keteran1an dari seoran1 ahli 0an1 memuat -enda-at berdasarkan keahliann0a
men1enai sesuatu hal atau sesuatu keadaan 0an1 diminta se$ara resmi dari -ada n0a
d& 4urat lain 0an1 han0a da-at berlaku (ika ada hubun1ann0a den1an isi dari alat
-embuktian 0an1 lain
Pasal 0/ K%&AP
Tersan1ka atau terdakwa berhak untuk men1usahakan dan men1a(ukan saksi dan atau
seseoran1 0an1 mem-un0ai keahlian khusus 1una memberikan keteran1an 0an1
men1untun1kan ba1i dirin0a&
Pasal 00 K%&AP
Tersan1ka atau terdakwa tidak dibebani kewa(iban -embuktian&
Pasal 1-0 K%&AP
1& /alam hal di-erlukan untuk men(ernihkan dudukn0a -ersoalan 0an1 timbul di sidan1
-en1adilan hakim ketua sidan1 da-at minta keteran1an ahli dan da-at -ula minta a1ar
dia(ukan bahan oleh 0an1 berke-ntin1an&
2& /alam hal timbul keberatan 0an1 beralasan dari terdakwa atau -enasihat hukum terda-at
hasil keteran1an ahli seba1aimana dimaksud dalam a0at (1) hakim memerintahkan a1ar
hal itu dilakukan -enelitian ulan1&
9& @akim karena (abatann0a da-at memerintahkan untuk dilakukan -enelitian ulan1
seba1aimana tersebut -ada a0at (2)&
:& Penelitian ulan1 seba1aimana tersebut -ada a0at (2) dan a0at (9) dilakukan oleh instansi
semula den1an kom-osisi -ersonil 0an1 berbeda dan instansi lain 0an1 mem-un0ai
wewenan1 untuk itu&
11
4 . 4anksi ba1i -elan11ar kewa(iban dokter
Pasal 210 K%&AP
1& Baran1 sia-a den1an sen1a(a tidak menuruti -erintah atau -ermintaan 0an1 dilakukan
menurut undan1)undan1 oleh -e(abat 0an1 tu1asn0a men1awasi sesuatu atau oleh
-e(abat berdasarkan tu1asn0a& /emikian -ula 0an1 diberi kuasa untuk men1usut atau
memeriksa tindak -idana demikian -ula baran1 sia-a den1an sen1a(a
men$e1ahmen1halan1)halan1i atau men11a1alkan tindakan 1una men(alankan
ketentuandian$am den1an -idana -en(ara -alin1 lama em-at bulan dua min11u atau
denda -alin1 ban0ak sembilan ribu ru-iah&
2& /isamakan den1an -e(abat tersebut diatas setia- oran1 0an1 menurut ketentuan
undan1)undan1 terus menerus atau untuk sementara watu diserahi tu1as men(alankan
(abatan umum&
9& %ika -ada waktu melakukan ke(ahatan belum lewat dua tahun se(ak adan0a
-emidanaan 0an1 men(adi teta- karena ke(ahatan sema$am itu (u1a maka -idana n0a
da-at ditambah se-erti1a&
Pasal 222 K%&P
Baran1 sia-a den1an sen1a(a men$e1ah men1halan1)halan1i atau men11a1alkan
-emeriksaan ma0at untuk -en1adilan dian$am den1an -idana -en(ara -alin1 lama sembilan
bulan atau -idana denda -alin1 ban0ak em-at ribu lima ratus ru-iah&
Pasal 22. K%&P
Baran1 sia-a 0an1 di-an11il menurut undan1)undan1 untuk men(adi saksi ahli atau (urus
bahasa den1an sen1a(a tidak melakukan suatu kewa(iban 0an1 menurut undan1)undan1 ia
harus melakukan n0a +
12
1& /alam -erkara -idana dihukum den1an hukuman -en(ara selama)lama0a 9 bulan
2& /alam -erkara lain dihukum den1an hukuman -en(ara selama)laman0a 6 bulan&
Pasal /22 K%&P
Baran1 sia-a menurut undan1)undan1 di-an11il seba1ai saksi ahli atau (uru bahasa tidak
datan1 se$ara melawan hukum dian$am den1an -idana denda -alin1 ban0ak sembilan ratus
ru-iah&
? & Cahasia (abatan dan -embuatan 4K'A D et C
Peraturan #emerintah no 20 tahun 1,00 tentang laal sum#ah dokter
4a0a bersum-ahAber(an(i bahwa +
4a0a akan membaktikan hidu- sa0a 1una ke-entin1an -erikemanusiaan
4a0a akan men(alankan tu1as sa0a den1an $ara 0an1 terhormat dan bersusila sesuai martabat
-eker(aan sa0a
4a0a akan memelihara den1an sekuat tena1a martabat dan tradisi luhur (abatan kedokteran&
4a0a akan merahasiakan se1ala sesuatu 0an1 sa0a ketahui karena -eker(aan sa0a dan karena
keilmuan sa0a seba1ai dokter&
Peraturan #emerintah no 10 tahun1,,0 tentang 1a!ib sim#an rahasia kedokteran
Pasal 1 PP 'o 1021,00
Ean1 dimaksud den1an rahasia kedokteran ialah se1ala sesuatu 0an1 diketahui oleh oran1)
oran1 tersebut dalam -asal 9 -ada waktu atau selama melakukan -eker(aann0a dalam
la-an1an kedokteran
Pasal 3 PP 'o 1021,00
Ean1 diwa(ibkan men0imoan rahasia 0an1 dimaksud dalam -asal 1 ialah +
a& Tena1a kesehatan menurut -asal 2 !! tentan1 tena1a kesehatan
13
b& Mahasiswa kedokteran murid 0an1 bertu1as dalam la-an1an -emeriksaan
-en1obatan dan atau -erawatan dan oran1 lain 0an1 diteta-kan oleh menteri
kesehatan&
Pasal . PP 'o 10 21,00
Terhada- -elan11aran ketentua men1enai wa(ib sim-an rahasia kedokteran 0an1 tidak atau
tidak da-at di-idana menurut -asal 922 atau -asal 122 K!@P menteri kesehatan da-at
melakukan tindakan administrati3 berdasarkan -asal !! tentan1 tena1a kesehatan&
6 & Bedah ma0at klinis anatomis dan trans-lantasi
Peraturan #emerintah no 1- tahun 1,-1 tentang bedah mayat klinis dan bedah mayat
anatomis serta trans#lantasi alat dan atau !aringan tubuh manusia
Pasal 2 PP 'o 1-21,-1
Bedah ma0at klinis han0a boleh dilakukan dalam keadaan seba1ai berikut +
a& /en1an -ersetu(uan tertulis -enderita dan atau keluar1an0a 0an1 terdekat setelah
-enderita menin11al dunia a-abila sebab kematiann0a belum da-at ditentukan
den1an -asti8
b& Tan-a -ersetu(uan -enderita atau keluar1an0a 0an1 terdekat a-abila dalam (an1ka
waktu 2 F2: (dua kali dua -uluh em-at) (am tidak ada keluar1a terdekat dari 0an1
menin11al dunia datan1 ke rumah sakit&
Pasal 10 PP 'o 1-21,-1
1& Trans-lantasi alat dan (arin1an tubuh manusia dilakukan den1an mem-erhatikan
ketentuan)ketentuan seba1aimana dimaksud dalam -asal 2 huru3 a dan huru3 b
2& Tata $ara trans-lantasi alat dan atau (arin1an tubuh manusia diatur oleh menteri
kesehatan&
Pasal 11 PP 'o 1-21,-1
1& Trans-lantasi alat dan atau (arin1an tubuh manusia dilakukan den1an mem-erhatikan
ketentuan)ketentuan seba1aimana dimaksud dalam -asal 2 huru3 a dan huru3 b
14
2& Tata $ara trans-lantasi alat dan atau (arin1an tubuh manusia diatur oleh menteri
kesehatan&
G & Persetu(uan tindakan medik
Peraturan menteri kesehatan No ?B?AMenKesAPerA5HA19B9 tentan1 -ersetu(uan tindakan
medik
a& Persetu(uan tindakan medikAin3ormed $onsent adalah -ersetu(uan 0an1 diberikan oleh -asien
atau keluar1an0a atas dasar -en(elasan men1enai tindakan medik 0an1 akan dilakukan
terhada- -asien tersebut&
b& Tindakan medik adalah suatu tindakan 0an1 dilakukan terhada- -asien beru-a dia1nostik atau
tera-eutik
$& Tindakan in"asi3 adalah tindakan medik 0an1 lan1sun1 da-at mem-ern1aruhi keutuhan
(arin1an tubuh
d& /okter adalah dokter umumAdokter s-esialis dan dokter 1i1iAdokter 1i1i s-esialis 0an1
beker(a di rumah sakit -uskesmas klinik atau -raktek -eroran1anAbersama&
Pasal 2 Permenkes No ?B?AMenkesAPer A5HA19B9
1& 4emua tindakan medik 0an1 akan dilakukan terhada- -asien harus menda-at -ersetu(uan
2& Persetu(uan da-at diberikan se$ara tertulis mau-un lisan
9& Persetu(uan seba1imana dimaksud a0at (1) diberikan setelah -asien menda-at in3ormasi
0an1 adekuat tentan1 -erlun0a tindakan medik 0an1 bersan1kutan serta resiko 0an1
da-at ditimbulkann0a
:& ;ara -en0am-aian dan isi in3ormasi harus disesuaikan den1an tin1kat -endidikan serta
kondisi dan situasi -asien&
B & Panitia -erkemban1an dan -embinaaan etik kedokteran
Peraturan -emerintah kesehatan No ??:AMen&KesAPerAHH5A19B2 tentan1 -anitia
-ertimban1an dan -embinaan etik kedokteran
Pasal 2 #ermenkes 'o //.2Men(Kes2Per233421,-2
15
Panitia -ertimban1an dan -embinaan etik kedokteran -usat (selan(utn0a disebut P9*K
Pusat) terdiri dari unsur)unsur de-artemen kesehatan de-artemen -endidikan dan
kebuda0aan $I 3akultas kedokteran 3akultas kedokteran 1i1i -en1urus besar ikatan dokter
5ndonesia dan -ersatuan dokter 1i1i indonesia&
9 & Praktek dokter
Pasal /12 K%&P
Baran1 sia-a seba1ai mata -en$aharian baik khusus mau-un seba1ai sambilan men(alankan
-eker(aan dokter atau dokter 1i1i den1an den1an tidak mem-un0ai surat i2in didalam
keadaan 0an1 tidak memaksa dian$am den1an kurun1an -alin1 lama dua bulan atau denda
setin11i)tin11i n0a se-uluh ribu ru-iah&
Pasal /31 K%&P
Baran1 sia-a ketika men0aksikan bahwa ada oran1 0an1 sedan1 men1hada-i maut tidak
memberi -ertolon1an 0an1 da-at diberikan -adan0a tan-a sela0akn0a menimbulkan baha0a
ba1i dirin0a atau oran1 lain dian$am (ika kemudian oran1 itu menin11al den1an kurun1an
-alin1 lama ti1a bulan atau denda -alin1 ban0ak ti1a ratus ru-iah&
10& Keteran1an -alsu
Pasal 20* K%&P
1& 4eoran1 dokter 0an1 den1an sen1a(a memberi surat keteran1an -alsu tentan1 ada atau
tidakn0a -en0akit kelemahan atau $a$at dian$am den1an -idana -en(ara -alin1 lama
em-at tahun&
2& %ika keteran1an diberikan den1an maksud untuk memasukkan seoran1 ke dalam
rumah sakit 1ila atau untuk menahnn0a disitu di(atuhkan -idana -en(ara -alin1 lama
dela-an tahun enam bulan
9& /ian$am den1an -idana 0an1 sama baran1 sia-a den1an sen1a(a memakai surat
keteran1an -alsu itu seolah)olah isin0a sesuai den1an kebenaran&
2
16
5isum et 6e#ertum
Pemeriksaan medik untuk tu(uan membantu -ene1akan hukum antara lain adalah -embuatan "isum
et Ce-ertum terhada- seseoran1 0an1 dikirim oleh -olisi (-en0idik) karena didu1a seba1ai korban
suatu tindak -idana baik dalam -eristiwa ke$elakaan lalu lintas ke$elakaan ker(a -en1ania0aan
-embunuhan-erkosaan mau-un korban menin11al 0an1 -ada -emeriksaan -ertama -olisi terda-at
ke$uri1aan akan kemun1kinan adan0a tindak -idana&
Disum et re-ertum adalah keteran1an 0an1 dibuat oleh dokter atas -ermintaan -en0idik 0an1
berwenan1 men1enai hasil -emeriksaan medik terhada- manusia baik hidu- atau mati atau-un
ba1ian atau didu1a ba1ian dari tubuh manusia berdasarkan keilmuann0a dan di bawah sum-ah
untuk ke-entin1an -eradilan& Disum et re-ertum turut ber-eran dalam -roses -embuktian suatu
-erkara -idana terhada- kesehatan dan (iwa manusia&
%enis dan bentuk "isum et re-ertum +
a& Disum et Ce-ertum -erlukaan
Berdasarkan ketentuan dalam K!@P -en1ania0aan rin1an adalah -en1ania0aan 0an1 tidak
menimbulkan -en0akit atau halan1an untuk men(alankan (abatan atau -eker(aan seba1aimana
bun0i -asal 9?2 K!@P& !mum n0a 0an1 dian11a- seba1ai hasil dari -en1ania0aan rin1an adalah
korban den1an Jtan-a lukaK atau den1an luka le$et atau memar ke$il di lokasi 0an1 tidak
berbaha0aA0an1 tidak menurunkan 3un1si alat tubuh tertentu& 6uka)luka tersebut kita masukkan
ke dalam kate1ori luka rin1an atau luka dera(at satu&
K!@P -asal 90 telah memberikan batasan tentan1 luka berat 0aitu + (atuh sakit atau menda-at
luka 0an1 tidak memberi hara-an akan sembuh sama sekali atau 0an1 menimbulkan baha0a
maut 0an1 men0ebabkan seseoran1 terus menerus tidak mam-u untuk men(alankan tu1as (abatan
atau -eker(aan -en$aharian 0an1 men0ebabkan kehilan1an salah satu -an$a indera 0an1
menimbulkan $a$at berat 0an1 men1akibatkan ter(adin0a keadaan lum-uh ter1an11u n0a da0a
-ikir selama em-at min11u atau lebih serta ter(adin0a 1u1ur atau matin0a kandun1an seoran1
-erem-uan&
/i dalam ba1iaan -emberitaan "isum et re-ertum biasan0a disebutkan keadaan umum korban
sewaktu datan1 luka)luka atau $edera atau -en0akit 0an1 ditemukan -ada -emeriksaan 3isik
berikut uraian tentan1 letak(enis dan si3at luka serta ukurann0a -emeriksaan khususA-enun(an1
17
tindakan medik 0an1 dilakukann0a riwa0at -er(alanan -en0akit selama -erawatan dan keadaan
akhir saat -en1obatanA-erawat selesai& =e(alaAkeluhan 0an1 da-at dibuktikan se$ara ob0ekti3
da-at dimasukan ke dalam ba1ian -emberitaan misaln0a sesak na3asn0eri tekann0eri le-asn0eri
sumbu dan seba1ain0a& 4edan1kan keluhan sub0ekti3 misaln0a keluhan sakit ke-ala-usin1mual
dan seba1ain0a& /alam ba1ian kesim-ulan dokter harus menuliskan luka)luka atau $edera atau
-en0akit 0an1 ditemukan (enis benda -en0ebab n0a serta dera(at -erlukaan& /era(at luka
dituliskan dalam kalimat 0an1 men1arah ke rumusan delik dalam K!@P& Pada kasus ini dimana
ditemukan ma0at dari -en1usaha dan istri n0a 0an1 ditemukan menin11al dunia di dalam
kamarn0a 0an1 terkun$i di dalam tidak ditemukan adan0a luka -ada kedua ma0at tersebut baik
luka memar akibat kekerasan benda tum-ul -atah tulan1 baik terbuka atau-un tertut- atau-un
luka terbuka&
b& Disum et Ce-ertum korban ke(ahatan susila
Pada umumn0a korban ke(ahatan susila 0an1 dimintakan "isum et re-ertum n0a ke-ada dokter
adalah kasus du1aan adan0a -ersetubuhan 0an1 dian$am hukuman oleh K!@P& Persetubuhan
0an1 dian$am -idana oleh K!@P meli-uti -emerkosaan -ersetubuhan -ada wanita 0an1 tidak
berda0a -ersetubuhan den1an wanita 0an1 belum $uku- umur& Pembuktian adan0a -ersetubuhan
dilakukan den1an -emeriksaan 3isik terhada- kemun1kinan adan0a de3lorasi himen laserasi
"ul"a atau "a1ina serta adan0a $airan mani dan sel s-erma dalam "a1ina terutama dalam 3orniks
-osterior& Pembuktian adan0a sel s-erma da-at dilakukan den1an -emeriksaan mikrosko-ik
sediaan usa- "a1ina baik lan1sun1 mau-un den1an -ewarnaan khusus& 'dan0a -en0akit
hubun1an seksual atau kehamilan mem-erkuat adan0a -ersetubuhan meski-un tidak diketahui
saat ter(adin0a& %e(ak kekerasan harus di$ari tidak han0a di daerah -erineum melainkan (u1a
daerah)daerah lain 0an1 la2im se-erti wa(ah leher -a0udara -erut dan -aha&
$& Disum et Ce-ertum (enasah
%enasah 0an1 akan dimintakan "isum et re-ertumn0a harus diberi label 0an1 memuat identitas
ma0at di)lak den1an diberi $a- (abatan 0an1 diikatkan -ada ibu (ari kaki atau ba1ian tubuh
lainn0a& Pada surat -ermintaan "isum et re-ertumn0a harus (elas tertulis (enis -emeriksaan 0an1
diminta a-akah han0a -emeriksaan luar (enasah ataukah -emeriksaan auto-si (bedah ma0at)&
Bila -emeriksaan auto-si 0an1 diin1inkan maka -en0idik wa(ib memberitahu ke-ada keluar1a
korban dan meneran1kan maksud dan tu(uann0a -emeriksaan& 'uto-si dilakukan setelah
keluar1a korban tidak keberatan atau bila dalam dua hari tidak ada tan11a-an a-a-un dari
keluar1a korban& %enasah 0an1 die-riksa da-at (u1a beru-a (enasah 0an1 dida-at dari -en11alian
18
kuburan& %enasah han0a boleh dibawa keluar institusi kesehatan dan diberi surat keteran1an
kematian bila seluruh -emeriksaan 0an1 diminta oleh -en0idik telah dilakukan& '-abila (enasah
dibawa -ulan1 -aksa maka ba1in0a tidak ada surat keteran1an kematian&
d& Disum et Ce-ertum -sikiatrik
Disum et Ce-ertum -sikiatrik -erlu dibuat oleh karena adan0a -asal :: (1) K!@P 0an1 berbun0i
+ baran1 sia-a melakukan -erbuatan 0an1 tidak da-at di-ertan11un1 (awabkan -adan0a
disebabkan karena (iwan0a $a$at dalam tumbuhn0a atau ter1an11un0a karena -en0akit tidak
di-idana& %adi 0an1 da-at dikenakan -asal ini tidak han0a oran1 0an1 menderita -en0akit (iwa
(-sikosis) teta-i (u1a oran1 0an1 retardasi mental& '-abila -en0akit (iwa 0an1 ditemukan maka
harus dibuktikan a-akah -en0akit itu telah ada sewaktu tindak -idana tersebut dilakukan& Tentu
sa(a semakin -an(an1 (arak antara saat ke(adian den1an saat -emeriksaan akan semakin sulit
ba1i dokter untuk menentukann0a& /emikian -ula (enis -en0akit (iwa 0an1 bersi3at hilan1
timbul akan mem-ersulit -embuatan kesim-ulan dokter& Disum et Ce-ertum -sikiatrik
di-eruntukkan ba1i tersan1ka atau terdakwa -elaku tindak -idana bukan ba1i korban
seba1aimana Disum et Ce-ertum lainn0a&
9
7anatologi
/alam tanatolo1i dikenal bebera-a istilah tentan1 mati 0aitu +
a& Mati somatis + ter(adi akibat terhentin0a 3un1si keti1a sistem -enun(an1 kehidu-an 0aitu
susunan sara3 -usat sistem kardio"askular dan sistem -erna3asan 0an1 meneta-& 4e$ara
klinis tidak ditemukan re3leks)re3leks **= mendatar nadi tidak teraba den0ut (antun1
tidak terden1ar tidak ada 1erak -erna3asan dan suara na3as tidak terden1ar -ada
auskultasi&
b& Mati suri + adalah terhentin0a keti1a sistim kehidu-an di atas 0an1 ditentukan den1an alat
kedokteran sederhana& /en1an -eralatan kedokteran $an11ih masih da-at dibuktikan
bahwa keti1a sistem tersebut masih ber3un1si& Mati suri serin1 ditemukan -ada kasus
kera$unan obat tidurtersen1at listrik dan ten11elam&
19
$& Mati seluler+ adalah kematian or1an atau (arin1an tubuh 0an1 timbul bebera-a saat setelah
kematian somatis& /a0a tahan hidu- masin1)masin1 or1an atau (arin1an berbeda)beda
sehin11a ter(adin0a kematian seluler -ada tia- or1an atau (arin1an tidak bersamaan&
Pen1etahuan ini -entin1 dalam trans-lantasi or1an&
d& Mati serebral + adalah kerusakan kedua hemis3er otak 0an1 ire"ersibel ke$uali batan1 otak
dan serebelum sedan1kan kedua sistem lainn0a 0aitu -erna3asan dan kardio"askular
masih ber3un1si den1an bantuan alat&
e& Mati otak + adalah bila telah ter(adi kerusakan seluruh isi neronal intrakranial 0an1
ire"ersibel termasuk batan1 otak dan serebelum& /en1an diketahuin0a mati otak maka
da-at dikatakan seseoran1 se$ara keseluruhan tidak da-at din0atakan hidu- la1i sehin11a
alat bantu da-at dihentikan&
'& Tanda kematian tidak -asti
1& Perna3asan berhenti dinilai selama lebih dari 10 menit (ins-eksi-al-asiauskultasi)
2& Terhentin0a sirkulasi dinilai selama 1? menit nadi karotis tidak teraba
9& Kulit -u$at teta-i bukan tanda 0an1 da-at di-er$a0a karena mun1kin ter(adi s-asme
a1onal sehin11a wa(ah tam-ak kebiruan
:& Tonus otot men1hilan1& Celaksasi dari otot)otot wa(ah men0ebabkan kulit menimbul
sehin11a kadan1)kadan1 membuat oran1 men(adi tam-ak lebih muda&
?& Pembuluh darah retina men1alami se1mentasi bebera-a menit setelah kematian&
6& Pen1erin1an kornea menimbulkan kekeruhan dalam waktu 10 menit 0an1 masih da-at
dihilan1kan den1an meneteskan air&
B& Tanda -asti kematian
1& 6ebam ma0at (li"or motis)& 4etelah kematian klinis maka eritrosit akan menem-ati
tem-at terbawah akibat 1a0a tarik bumi (1ra"itasi) men1isi "ena dan "enula membntuk
ber$ak berwarna merah un1u (li"ide) -ada ba1ian terbawah tubuh ke$uali -ada ba1ian
tubuh 0an1 tertekan alas keras& 6ebam ma0at biasan0a mulai tam-ak 20)90 menit -as$a
mati makin lama intensitasn0a bertambah dan men(adi len1kao dan meneta- selama B)12
(am& 6ebam ma0at da-at di1unakan untuk tanda -asti kematian mem-erkirakan sebab
20
kematian misaln0a lebam berwarna merah teran1 -ada kera$unan ;< atau ;N warna
ke$oklatan -ada kera$unan anilin nitrit nitrat sul3onal men1etahui -erubahan -osisi
ma0at 0an1 dilakukan setelah ter(adin0a lebam ma0at 0an1 meneta- dan mem-erkirakan
saat kematian&lebam ma0at terda-at -ada ba1ian tubuh 0an1 terletak rendah& Bila terda-at
-enekanan -embukuh darah di daerah tersebut tertutu- dan karena n0a tidak da-at terisi
darah dan darah tersebut akan bebas dari lebam ma0at& Pada kedua (enasah -ada kasus
menin11al n0a -en1usaha dan istri n0a ditemukan adan0a lebam ma0at berwarna merah
teran1 &
2& Kaku ma0at (ri1or motis)& Kelenturan otot setelah kematian masih di-ertahankan karena
metabolisme tin1kat seluler masih ber(alan beru-a -eme$ahan $adan1an 1liko1en otot
0an1 men1hasilkan ener1i& Kaku ma0at dibuktikan den1an memeriksa -ersendian&
/imana -ada -emeriksaan -ada kedua (enasah -en1usahan dan istri n0a tersebut
ditemukan adan0a kaku ma0at& Kaku ma0at mulai tam-ak kira)kira 2 (am setelah mati
klinis dimulai dari ba1ian luar tubuh (otot)otot ke$il) ke arah dalam (sentri-etal)&
9& Penurunan suhu tubuh (al1or mortis) -enurunan suhu tubuh ter(adi karena -roses
-emindahan -anas dari suatu benda ke benda 0an1 lebih din1in melalui $ara radiasi
konduksi e"a-orasi dan kon"eksi&
:& Pembusukan (de$om-osition -utre3a$tion)& Pembusukan adalah -roses de1radasi
(arin1an 0an1 ter(adi akibat autolisis dan ker(a bakteri& 'utolisis adalah -elunakan dan
-en$airan (arin1an 0an1 ter(adi dalam keadaan steril& 4etelah seseoran1 menin11al
bakteri 0an1 normal hidu- dalam tubuh se1era masuk ke (arin1an& /arah meru-akan
media terbaik ba1i bakteri tersebut untuk bertumbuh& Pembusukan baru tam-ak kira)kira
2: (am -as$a mati beru-a warna kehi(auan -ada -erut kanan bawah 0aitu daerah sekum
0an1 isin0a lebih $air dan -enih den1an bakteri serta terletak dekat dindin1 -erut&
4elan(utn0a rambut men(adi mudah di$abut dan kuku mudah terle-as wa(ah
men11embun1 dan berwarna un1u kehi(auan kelo-ak mata memben1kak -i-i tembem
bibir tebal lidah memben1kak dan serin1 ter(ulur diantara 1i1i& 6ar"a lalat akan di(um-ai
setelah -embentukan 1as -embusukan n0ata 0aitu kira)kira 96):B (am -as$a mati& Pada
kasus kedua (enasah tersebut 0aitu si -en1usaha den1an istri n0a belum ditemukan ada
n0a -embusukan tersebut&
?& 'di-osera atau lilin ma0at dimana terbentukn0a bahan 0an1 berwarna ke-utihan lunak
atau bermin0ak berbau ten1ik 0an1 ter(adi didalam (arin1an lunak tubuh -as$a mati&
21
'di-osera da-at terbentuk di sebaran1 lemak tubuh bahkan di dalam hati teta-i lemak
su-er3isial 0an1 -ertama kali terkena& Biasan0a -erubahan berbentuk ber$ak da-at
terlihat di -i-i -a0udara atau bokon1 ba1ian tubuh atau ekstremitas& %aran1 seluruh
lemak tubuh berubah men(adi adi-osera&
6& Mummi3ikasi adalah -roses -en1ua-an $airan atau dehidrasi (arin1an 0an1 $uku- $e-at
sehin11a ter(adi -en1erin1an (arin1an 0an1 selan(utn0a da-at men1ehentikan
-embusukan& %arin1an berubah men(adi keras dan kerin1 berwarna1ela- berkeri-ut dan
tidak membusuk karena kuman tidak da-at berkemban1 -ada lin1kun1an 0an1 kerin1&
1
Pemeriksaan !ena"ah
Pada -emeriksaan 3orensik terhada- (ena2ah meli-uti -emeriksaan luar (ena2ah tan-a melakukan
tindakan 0an1 merusak keutuhan (arin1an (ena2ah& Pemeriksaan diakukan den1an teliti dan
sistematik serta kemudian di$atat se$ara rin$i mulai dari bun1kus atau tutu- (ena2ah -akaian
benda)benda di sekitar (ena2ah -erhiasan $iri)$iri umum identitas tanda)tanda tanatolo1ik 1i1i
1eli1i dan luka atau $edera atau kelainan 0an1 ditemukan di seluruh ba1ian luar& /imana -ada kasus
(ena2ah -en1usaha dan istri n0a belum ditemukan adan0a bun1kus atau tutu- (ena2ah -akaian kedua
(ena2ah masih dalam keadaan utuh tidak ada bekas robekan kemudian baran1)baran1 disekitar
kamar tidur kedua (ena2ah masih dalam keadaan utuh dan tertata ra-i& Tidak ditemukan adan0a luka
atau $edera -ada kedua ma0at tersebut&
'-abila -en0idik han0a meminta -emeriksaan luar sa(a maka kesim-ulan Disum et Ce-ertum
men0ebutkan (enis luka atau kelainan 0an1 ditemukan dan (enis kekerasan -en0ebabn0a sedan1kan
sebab matin0a tidak da-at ditentukan karena tidak dilakukan -emeriksaan bedah (ena2ah& '-abila
da-at di-erkirakan da-at di$antumkan dalam kesim-ulan&
Kemudian dilakukan -emeriksaan bedah (ena2ah men0eluruh den1an membuka ron11a ten1korak
leher dada -erut dan -an11ul& Kadan1 kala dilakukan -emeriksaan -enun(an1 0an1 di-erlukan
se-erti -emeriksaan histo-atolo1ik toksikolo1ikserolo1ik dsb&
22
/ari -emeriksaan da-at disim-ulkan sebab kematian korban selain (enis luka atau kelainan (enis
kekerasan -en0ebabn0a dan saat kematian se-erti tersebut diatas&
Pemeriksaan laboratorium:
1& /arah + diantara berba1ai $airan tubuh darah meru-akan 0an1 -alin1 -entin1 karena
meru-akan $airan biolo1ik den1an si3at)si3at -otensial lebih s-esi3ik untuk 1olon1an
manusia tertentu& Pemeriksaan mikrosko-ik untuk darah bertu(uan untuk melihat
mor3olo1ik sel)sel darah merah& Kemudian -emeriksaan kimiawi bila sel sudah dalam
kedaan rusak& Kemudian -enentuan 1olon1an darah -emeriksaan s-ektrosko-ik
-enentuan darah&
2& Pemeriksaan rambut + diantara (arin1an)(arin1an tubuh 0an1 mun1kin ditemukan dan
meru-akan bukti -entin1 dalam kasus ke(ahatan rambut mem-un0ai -eranan 0an1 $uku-
menon(ol& =una -emeriksaan laboratorium terhada- rambut dalam bidan1 3orensik adalah
untuk membantu -enentuan identitas seseoran1 menun(ukkan keterkaitan antara
seseoran1 0an1 di$uri1ai den1an suatu -eristiwa ke(ahatan tertentu antara korban den1an
sen(ata atau antara korban den1an kendaraan 0an1 di$uri1ai&
9& Pemeriksaan air liur + air liur meru-akan $airan 0an1 dihasilkan oleh kelen(ar liur& /alam
bidan1 kedokteran 3orensik -emeriksaan air liur -entin1 untuk kasus)kasus den1an (e(as
1i1itan untuk menentukan 1olon1an darah -en11i1itn0a& =olon1an darah -en11i1it 0an1
termasuk dalam 1olon1an sekretor da-at ditentukan den1an $ara absor-si inhibisi&
:
7raumatologi
Pada -emeriksaan traumatolo1i -ertama dilihat a-akah terda-at luka akibat kekerasan benda
tum-ul -ada kedua (ena2ah se-asan1 suami istri tersebut se-erti luka memar (kontusio
hematom)m luka le$et (ekskoriasi abrasi) dan luka terbukaArobek ("ulnus laseratum)& Memar
adalah suatu -erdarahan dalam (arin1an bawah kulitAkutis akibat -e$ahn0a ka-iler dan "ena 0an1
disebabkan oleh kekerasan benda tum-ul& !mur luka memar se$ara kasar da-at di-erkirakan
melalui -erubahan warnan0a& Pada saat timbul memar berwarna merah kemudian berubah
men(adi un1u atau hitam setelah :)? hari akan berwarna hi(au 0an1 kemudian akan berubah
men(adi kunin1 dalam G sam-ai 10 hari dan akhirn0a men1hilan1 dalam 1: sam-ai 1? hari&
Kemudian luka le$et ter(adi akibat $edera -ada e-idermis 0an1 bersentuhan den1an benda 0an1
23
memiliki -ermukaan kasar atau run$in1 misaln0a -ada ke(adian ke$elakaan lalu lintas tubuh
terbentur as-al (alan atau sebalikn0a benda tersebut 0an1 ber1erak dan bersentuhan den1a n
kulit& 6uka le$et bisa meru-akan luka le$et 1ores akibat benda run$in1 luka le$et serut 0an1
meru-akan "ariasi dari luka le$et 1ores 0an1 daerah -ersentuhann0a den1an -ermukaan kulit
lebih lebar& Kemudian luka le$et tekan karena -en(e(akan benda tum-ul -ada kulit luka le$et
1eser 0an1 disebabkan oleh tekanan linier -ada kulit disertai 1erakan ber1eser misaln0a -ad
akasus 1antun1 atau (erat serta -ada korban -e$ut& /an luka robek 0an1 meru-akan luka terbuka
akibat trauma benda tum-ul 0an1 men0ebabkan kulit tere1an1 ke satu arah& ;edera leher da-at
ter(adi -ada misaln0a -enum-an1 kendaraan 0an1 ditabrak dari belakan1 karena ter(adi
hi-erekstensi ke-ala 0an1 disusul den1an hi-er3leksi&
1
Ean1 dimaksud den1a kekerasan benda seten1ah ta(am adalah $edera akibat kekerasan benda
tum-ul 0an1 mem-un0ai te-i rata misaln0a me(alem-en1an besi 1i1i dan seba1ain0a& 6uka
0an1 ter(adi adalah luka den1an $iri)$iri luka akibat kekerasan tum-ul namun bentukn0a
beraturan& Pada luka akibat kekerasan benda ta(am dimana benda)benda 0an1 da-at
men1akibatkan luka den1an si3at luka se-erti ini adalah benda 0an1 memiliki sisi ta(am baik
beru-a 1aris mau-un run$in1 0an1 ber"ariasi dari alat)alat se-erti -isau 1olok dan seba1ain0a
hin11a ke-in1 ka$a 1elas lo1am sembilu nahkan te-i kertas atau rum-ut& =ambaran umum
luka 0an1 diakibatkann0a adalah te-i dan dindin1 luka 0an1 rata berbentuk 1aris tidak terda-at
(embatan (arin1an dan dasar luka berbentuk 1aris atau titik& 6uka akibat kekerasan benda ta(am
da-at beru-a luka iris atau sa0at luka tusuk dan luka ba$ok& Pemeriksaan -ada kain (ba(u) 0an1
terkena -isau bertu(uan untuk melihat interaksi antara -isau)kain)tubuh&
Pada luka akibat tembakan sen(ata a-i dimana anak -eluru 0an1 menembus kulit akan
men0ebabkan ter(adin0a luban1 0an1 dikelilin1i ba1ian 0an1 kehilan1an kulit ari beru-a kelim
le$et& 4elain itu 2at 0an1 melekat -ada anak -eluru se-erti min0ak -elumas (ela1a dam elemen
mesiu akan terusa- -ada te-i luban1 sehin11a terbentuk kelim kesat& Bisa (u1a luka 0an1
disebabkan oleh suhuAtem-eratur atau-un luka bakar akibat kontak kulit den1an bena bersuhu
tin11i&
Pada luka akibat trauma listrik 1ambaran makrosko-is (e(as listrik -ada daerah kontak beru-a
kerusakan la-isan tanduk kulit seba1ai luka bakar den1an te-i 0an1 menon(ol di sekitarn0a
terda-at daerah 0an1 -u$at dikelilin1i oleh kulit 0an1 hi-eremi& Pada luka akibat -etir da-at
ditemukan aborosent mark (kemerahan -ada kulit se-erti -er$aban1an -ohon)&
24
Pada luka akibat trauma bahan kimia misaln0a akibat asam kuat da-at menimbulkan korosi 0an1
kerin1 keras se-erti kertas -erkamen sedan1kan basa kuat membentuk reaksi -en0abunan intra
sel sehin11a menimbulkan luka 0an1 basah li$in dan kerusakan akan terus berlan(ut sam-ai
dalam&
Ceaksi "ital terhada- luka 0an1 umum adalah + -erdarahan beru-a ekimosis -eta$hiae dan
ter(adin0a emboli& 'dan0a (ela1a -ada saluran na3as dan lambun1 serta ;<)@b darah (10L) serta
$0anida (kadan1)kadan1) menun(ukkan bahwa oran1 tersebut masih hidu- sewaktu terbakar&
?
4dentiikasi #ersonal
5denti3ikasi 3orensik meru-akan u-a0a 0an1 dilakukan den1an tu(uan membantu -en0idik untuk
menentukan identitas seseoran1& 5denti3ikasi -ersonal serin1 meru-akan suatu masalah dalam kasus
-idana mau-un -erdata&
a& Pemeriksaan sidik (ari + metode ini membandin1kan 1ambaran sidik (ari (ena2ah den1an
data sidik (ari ante mortem& 4am-ai saat ini -emeriksaan sidik (ari meru-akan
-emeriksaan 0an1 diakui -alin1 tin11i kete-atann0a untuk menentukan identitas
seseoran1&
b& Metode "isual + metode ini dilakukan den1an $ara mem-erlihatkan (ena2ah -ada oran1)
oran1 0an1 merasa kehilan1an an11ota keluar1a atau temann0a& ;ara ini han0a e3ekti3
bila (ena2ah belum membusuk sehin11a masih dikenali wa(ah dan bentuk tubuhn0a&
$& Pemeriksaan dokumen + dokumen se-erti kartu identitas (KTP45M -as-ordsb) 0an1
kebetulan di(um-ai dalam saku -akaian 0an1 dikenakan akan san1at membantu
men1enali (ena2ah tersebut&
d& Pemeriksaan -akaian dan -erhiasan + mun1kin da-at diketahui merek atau nama -embuat
ukuraninisial nama -emilik 0an1 da-at membantu identi3ikasi
25
e& 5denti3ikasi medik + metode ini men11unakan data tin11i badan berat badan warna
rambutwarna mata $a$atAkelainan khusus tatu (ra(ah)&
3& Pemeriksaan 1i1i + meli-uti -en$atatan data 1i1i (odonto1ram) dan rahan1 0an1 da-at
dilakukan den11an men11unakan -emeriksaan manualsinar F dan -en$etakan 1i1i serta
rahan1&
1& Pemeriksaan serolo1ik + bertu(uan untuk mennetukan 1olon1an darah (ena2ah&
1
Analisis Kasus
Berdasarkan kondisi tem-at ke(adian -erkara (TKP) bebera-a 3akta 0an1 da-at di$ermati adalah+
1& TKP adalah sun1ai kerin1 sehin11a kematian akibat 1an11uan -ertukaran udara
-erna3asan (as3iksia) oleh air sun1ai mustahil ter(adi
2& 6eher korban terikat len1an ba(u milikn0a sendiri hal da-at men1akibatkan ter(adin0a
as3iksia 0an1 men1akibatkan ter(adin0a kematian korban&
9& Fakta bahwa salah satu u(un1 len1an ba(u korban terikat dahan -ohon -erdu setin11i 60
$m dan tidak ada air sun1ai 0an1 men1alir men(adi -etun(uk bahwa korban tidak
menin11al karena lehern0a ter(erat& /en1an tin11i -ohon -erdu 0an1 han0a 60 $m tidak
$uku- tin11i untuk da-at men1akibatkan kematian (1antun1 diri)&
:& Fakta bahwa terda-at adan0a luka terbuka di daerah ketiak kiri 0an1 men1akibatkan
-utusn0a -embuluh darah ketiak da-at men1akibatkan -erdarahan 0an1 men1akibatkan
kematian korban&
?& Kemun1kinan korban bunuh diri den1an menusuk daerah ketiak kiri 0an1 men1akibatkan
-utusn0a -embuluh darah ketiak dan kemudian men0an1kutkan u(un1 len1an ba(u ke
dahan -ohon -erdu serta men(erat lehern0a sendiri mustahil da-at dilakukan& 4elain itu
bunuh diri 0an1 men11unakan benda ta(am biasan0a diarahkan -ada tem-at 0an1 $e-at
mematikan se-erti leher dada kiri -er1elan1an tan1an -erut dan li-at -aha&
6& /ari hasil -emeriksaan ma0at korban tidak ditemukan tanda)tanda 's3iksia se-erti warna
lebam ma0at merah)kebiruan 1ela- busa halus -ada hidun1 dan mulut serta sekresi
sela-ut lendir saluran na-as ba1ian atas serta bintik)bintik -erdarahan&
26
G& Kemun1kinan 0an1 masih terbuka men1enai -en0ebab kematian korban han0alah
dibunuh oleh oran1 lain&
B& !ntuk memastikan -elaku -embunuhan -erlu dilakukan -emeriksaan sidik (ari -elaku
baik -ada tubuh korban mau-un ob(ek lain se-erti -akaian korban& '-abila dari hasil
-emeriksaan sidik (ari ditemukan -erbedaan sidik (ari den1an sidik (ari korban semakin
men1uatkan kesim-ulan bahwa korban dibunuh oleh oran1 lain (bukan tindakan bunuh
diri)&
8A97A6 P%:7AKA
1& Budi0anto 'ri3 #idiatmaka #ibisana 4udiono 4iswandi #inardi T Mun>im 4idhidkk&
5lmu Kedokteran Forensik& %akarta+ Fakultas Kedokteran !ni"ersitas 5ndonesia8 199G&
2& Ba1ian Kedokteran Forensik& Peraturan Perundan1)!ndan1an Bidan1 Kedokteran& %akarta+
Fakultas Kedokteran !ni"ersitas 5ndonesia 8 199:&
9& @ana3iah %usu3 'mir 'mri& *tika Kedokteran dan @ukum Kesehatanedisi :& %akarta +
Penerbit Buku Kedokteran *=;8 200G&
:& Ba1ian Kedokteran Forensik& Teknik 'uto-si Forensik& %akarta + Fakultas Kedokteran
!ni"ersitas 5ndonesia8 2000&
?& /iunduh dari + identi3ikasi -ersonal www&s$ribd&$omAdo$Aidenti3ikasi)3orensik&$om -ada
tan11al 90 %anuari 2012
27
28