Anda di halaman 1dari 9

TUGAS

PENGGANTI MID
ANALISA INVESTASI TAMBANG




AHMAD RAHMADSYAH
093 2010 0063



JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2 0 1 4


Latar Belakang Ilmu Investasi Dalam Pertambangan

Peranan seorang insinyur tambang dalam suatu analisis investasi proyek
adalah memberikan pendapat teknikal dan informasi tentang parameter yang
berhubungan dengan desain, metode ekstraksi, biaya produksi, recovery, laju
penambangan, dan informasi tentang variabel lainnya. Analisis teknik ini akan
berguna bagi proyek bila dilengkapi dengan analisis finansial. Karena analisis
kelayakan tambang adalah suatu proses iterative antar variabel utamanya, yang
terdiri dari cadangan mineral (ore reserves), skala tambang (mine size), biaya
produksi (cost production) dan kadar batas pulang pokoknya (cut off grade). Gambar
di bawah ini memperlihatkan proses iteratif analisis kelayakan tambang (Gentry &
ONeil, 1984).





Proses Iteratif Analisis Kelayakan Tambang

Cadangan
Mineral
Penentuan
Skala
Tambang
Estimasi Biaya
Produksi
Perhitungan
Cut Off Grade
Variabel-variabel di atas akan selalu berubah setiap saat, dan seorang analis
yang baik harus selalu menyesuaikan perubahan tersebut dengan variabel lainnya dan
memperhatikan pengaruhnya terhadap hasil analisis keuangan. Proses iteratif ini
harus dilakukan berulang kali sampai diperoleh hasil yang paling ekonomis dan
menguntungkan untuk proyek.
1. Karakteristik Industri Pertambangan
Meskipun industri pertambangan merupakan bagian dari dunia industri umum
tetapi terdapat karakteristik khusus dari investasi pada industri pertambanganyang
berbeda dengan industri lainnya. Pemahaman tentang karakteristik khusus ini penting
untuk melakukan analisis kelayakan suatu proyek tambang. Beberapa karakteristik
tersebut adalah (Stermole & Stermole, 1996):

Modal Besar
Besarnya modal yang dibutuhkan untuk industri tambang bervariasi,
tergantung dari jenis bahan tambang, metode penambangan, skala penambangan,
lokasi dan parameter lainnya.

Periode Para Produksi yang Panjang
Lama periode pra produksi tergantung dari metode penambangan, metode
pengolahan, ukuran dan letak deposit, kompleksitas operasi, dan kendala lingkungan.
Periode pra produksi ini berkisar antara 3 12 tahun. Periode pra produksi yang
panjang akan berdampak terhadap besar modal yang dibutuhkan dan terhadap tingkat
pengembalian modal.

Beresiko Tinggi
Disamping resiko yang berhubungan dengan kebutuhan modal yang besar
serta masa pra produksi yang lama, terdapat resiko lain yang mempengaruhi
keputusan investasi pada industri tambang, yaitu : resiko geologi, resiko engineering
dan konstruksi, reiko ekonomi, resiko politik, dan resiko pasar mineral

Sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui (nonrenewable resources)
Implikasi dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui ini terhadap
industri tambang adalah bahwa pendapatan utama perusahaan yang diperoleh dari
penjualan bahan tambang, dan mengakibatkan umur tambang tergantung dari jumlah
cadangan dan tingkat produksi sehingga dibutuhkan eksplorasi kontinyu untuk
menemukan deposit baru.

Mendorong pertumbuhan ekonomi
Dikarenakan letak aktivitas penambangan banyak terdapat di daerah
terpencil, hal ini akan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi
masyarakat setempat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah
tersebut.

Dampak terhadap lingkungan
Kegiatan eksploitasi bahan tambang akan mengubah bentang alam sehingga
berdampak buruk terhadap keadaan lingkungan. Oleh karena itu tingkat kepedulian
industri tambang terhadap lingkungan harus tinggi. Reklamasi merupakan salah satu
upaya untuk mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan penambangan dan
pengolahan.

Sifat indestructibility of product
Konsekuensi dari sifat ini adalah munculnya pasar sekunder dan dapat
mengurangi prosentase kebutuhan akan bijih/bahan tambang. Daur ulang logam
sering dipertimbangkan lebih menguntungkan dibandingkan menambang bijih untuk
dijadikan logam.
2. Fungsi Ilmu Investasi
Tujuan dilakukannya investasi adalah untuk memperoleh nilai
lebih/keuntungan di masa depan dari modal yang diinvestasikan. Modal yang
dimaksud dapat berupa uang, barang modal, tanah, bangunan, teknologi, ataupun
sesuatu yang tidak riil, misalnya hak paten atau kemampuan manajerial. Dalam
bidang pertambangan, kapital umumnya berupa deposit bahan tambang dan modal.
Menurut ekonom Adam Smith, investasi kapital merupakan investasi utama yang
banyak dilakukan oleh individu ataupun perusahaan dalam rangka meningkatkan
tingkat perekonomian mereka. Dan hal ini berlangsung sejak dulu sampai sekarang.
Keputusan investasi modal akan mempunyai dampak jangka pendek dan
jangka panjang bagi kelangsungan perusahaan untuk dapat berkompetisi ataupun
untuk tetap berproduksi. Keputusan investasi yang salah tidak saja dapat mengurangi
keuntungan perusahaan tetapi juga dapat menghentikan kegiatan perusahaan sama
sekali. Keputusan investasi modal mempunyai dua bentuk tindakan utama, yaitu :
1. mengalokasikan sejumlah modal untuk investasi proyek tertentu atau untuk
menyediakan asset produksi.
2. memperoleh sejumlah modal untuk meningkatkan nilai perusahaan.
Menurut Peter Drucker (Stermole & Stermole, 1996) terdapat lima langkah
penting dalam pengambilan keputusan investasi, yaitu :
a. mendefinisikan masalah
b. menganalisa masalah
c. mengembangkan alternatif solusi
d. memutuskan solusi yang terbaik
e. mengubah keputusan menjadi tindakan yang efektif

Analisis investasi yang dilakukan terdiri dari tiga klasifikasi, yaitu :
1. Analisis ekonomi
Evaluasi terhadap kemakmuran relatif dari situasi-situasi investasi dari sudut
pandang laba dan ongkos.
2. Analisis finansial
Evaluasi terhadap bagaimana cara pendanaan terhadap investasi yang
diusulkan. Terdapat beberapa alternatif metode untuk pendanaan.

3. Analisis intangible
Evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi investasi tetapi sukar
diukur secara kuantitatif. Contoh faktor intangible antara lain perijinan,
pertimbangan keamanan, opini publik, pertimbangan politik, faktor ekologi dan
lingkungan, dan ketidakpastian kondisi peraturan pajak.
Ketiga jenis analisis ini mutlak harus dilakukan, karena sering terjadi suatu
alternatif yang hasil analisis ekonominya baik, ternyata tidak cukup baik dilihat dari
analisis finansial dan intangible-nya. Sebagai contoh, suatu proyek ditolak dari
analisis finansial bila dana internalnya tidak mencukupi untuk membiayai proyek dan
juga tidak dapat memperoleh pinjaman dana dari luar dengan tingkat bunga yang
sesuai. Faktor intangible yang dapat mengakibatkan suatu proyek ditolak secara
analisis ekonomi pada umumnya adalah karena opini publik dan masalah polusi
udara, tanah, dan air. Karenanya pengaruh analisis finansial dan intangible terhadap
analisis ekonomi harus diperhatikan secara seksama karena analisis-analisis tersebut
mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pemilihan alternatif investasi.
Di dalam buku-buku dan literatur sering kali ditemukan kekeliruan tentang
pengertian dan definisi dari finansial dan ekonomi. Hal ini dapat menyebabkan
kekeliruan dan kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi. Maka perlu
ditekankan kembali bahwa finansial yang berasal dari kata finance mempunyai ari
sebagai studi yang mempelajari bagaimana sejumlah uang di masa sekarang
dikonversikan pada masa yang akan datang. Analisis finansial terbagi lagi menjadi
tiga pengambilan keputusan penting yang harus dilakukan oleh sebuah perusahaan,
yaitu :
a. Keputusan deviden
b. Keputusan keuangan
c. Keputusan investasi

Ketiga keputusan ini saling terkait satu sama lain dan mempengaruhi analisis
investasi secara keseluruhan. Sedangkan analisis ekonomi mempunyai pengertian
sebagai studi evaluasi terhadap keuntungan dari alternatif proyek. Pengertian
terhadap terminology kata-kata tersebut merupakan konsep dasar untuk memahami
hubungan berbagai faktor dengan transaksi aliran kas, waktu, pendapatan dan resiko.
3. Pengantar Rumus Dasar Investasi
Karena konsep nilai uang terhadap waktu berhubungan dengan bunga, maka
perlu dipelajari pula masalah bunga. Untuk memahami mengapa bunga ada, maka
perlu mengambil sudut pandang pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman mempunyai
beberapa alasan untuk mengambil bunga, yaitu (gentry & ONeil, 1987) :
a. Resiko
Pemberi pinjaman berhadapan dengan resiko kemungkinan peminjam tidak
dapat mengembalikan pinjamannya.
b. Inflasi
Uang yang dibayarkan kembali dimasa yang akan datang mempunyai nilai
yang lebih rendah, hal ini disebabkan oleh inflasi.

c. Biaya transaksi
Akan terjadi pengeluaran selama dilakukan persiapan untuk kesepakatan
peminjaman, pencatatan, dan tugas-tugas administratif lainnya.
d. Biaya peluang
Dengan adanya kesepakatan pemberi pinjaman dengan seorang peminjam,
maka pemberi pinjaman tidak dapat mengambil keuntungan dari peluang yang lain.
e. Penangguhan kesenangan
Dengan meminjamkan uang, pemberi pinjaman akan tertunda dalam
menikmati kesenangan dengan membelanjakan uangnya.
Definisi dari bunga dalam terminology ilmu ekonomi adalah :
1. Biaya tambahan yang dikenakan atas sejumlah uang yang dipinjamkan.
2. Biaya sewa untuk peminjaman uang dalam periode waktu tertentu.
Perbandingan antara biaya tambahan yang dikenakan dengan sejumlah uang
yang dipinjamkan dikenal dengan istilah laju pengembalian bunga (I = interest rate).
Nilai i dinyatakan dalam persentase dengan basis perhitungan umumnya dalam
tahun. Tingkat bunga ditentukan pula oleh besarnya persediaan dan permintaaan
(supply and demand).
Dalam ilmu ekonomi terdapat dua jenis bunga, yaitu bunga sederhana (simple
interest) dan bunga majemuk (compound interest). Bunga sederhana adalah sejumlah
uang yang dibayarkan secara sama tiap tahun sebagai akibat dari peminjaman uang.
Sedangkan bunga majemuk adalah sejumlah uang yang dibayarkan secara tidak sama
tiap tahun sebagai akibat dari peminjaman uang. Kedua jenis bunga tersebut dapat
dirumuskan sebagai berikut :

Bunga sederhana/tahun Bs = Pi
Bunga majemuk/tahun Bc = p (1 + i)r
Dimana
i = laju pengembalian bunga
P = uang diawal tahun (principal)
r = tahun

dalam perhitungan bunga untuk proyek-proyek komersial saat ini, lebih
sering digunakan bunga majemuk daripada bunga sederhana. Rumus-rumus investasi
secara umum didasarkan pada lima variabel sebagai berikut :
F = nilai uang pada masa depan (US$)
P = nilai uang saat ini (US$)
A = pembayaran dalam satu seri n pembayaran yang sama, dibuat setiap akhir
periode bunga.
i = tingkat bunga efektif per periode waktu
n = periode penelaahannya (perode waktu)
Setiap pemecahan permasalahan investasi akan berkaitan dengan 4 dari 5
variabel di atas. Tiga variabel diketahui dan 1 variabel akan dicari/dihitung.