Anda di halaman 1dari 19

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi
Foto polos abdomen adalah suatu pemeriksaan abdomen tanpa
menggunakan kontras dengan sinar X menggambaran struktur dan organ dalam
perut. Termasuk lambung, hati, limpa, usus besar, usus kecil, dan diafragma yang
merupakan otot yang memisahkan dada dan daerah perut.
2.2 Prinsip Kerja
Sinar-X adalah bentuk radiasi, seperti gelombang elektromagnetik yang
difokuskan ke objek, seperti sinar senter. Sinar-X dapat melewati hampir seluruh
objek termasuk tubuh manusia. Ketika sinar-X mengenai film fotografi, gambar
dibuat. aringan padat dalam tubuh, seperti tulang, menyerap banyak dari sinar-X
dan tampak putih pada gambar sinar-X. aringan kurang padat, seperti otot dan
organ, menyerap lebih sedikit sinar-X !lebih dari X-sinar melewati" dan terlihat
seperti abu-abu. X-ray yang sebagian besar lewat melalui udara, seperti paru #
paru terlihat hitam pada gambar.
2.3 Indikasi
$alam sakit perut akut, foto polos abdomen biasanya merupakan
pemeriksaan pertama yang dilakukan. %emeriksaan lainnya seperti &S', (T Scan
dan )*% digunakan untuk mencari kelainan yang lebih spesifik.

$alam keadaan
akut, abdominal X ray digunakan untuk mendiagnosa+
,bstruksi usus
%erforasi saluran cerna
%ankreatitis
-atu ginjal atau batu empedu
$istribusi faeces
2.4 Kontraindikasi
Tidak ada kontraindikasi mutlak, tetapi jika mungkin harus dihindari pada
wanita sampai akhir periode reproduksi dan wanita hamil untuk mencegah
paparan radiasi.
2.5. a!a"#"a!a" Pe"eriksaan $oto Po%os A&do"en
a" %emeriksaan radiodiagnostik sederhana, tanpa persiapan +
Foto polos abdomen tanpa persiapan dimana terutama melihat gambaran
distribusi dari gas dalam usus serta kelainannya !-,F".
b" %emeriksaan radiodiagnostik sederhana dengan persiapan sebelumnya +
$ikerjakan terutama bila nantinya diperkirakan akan ada gangguan dari
hasil photo bila kondisi penderita belum memenuhi syarat, yaitu.+
Foto polos abdomen melihat saluran kencing !-., atau K&-" dalam hal
ini kotoran dalam usus sangat mengganggu hasil photo sehingga harus
dibersihkan sebelumnya. Foto polos abdomen dengan persiapan untuk
melihat keadaan ginjal dan salurannya serta bagian belakang abdomen ,
$alam hal ini kita harus membersihkan sisa makanan !faecal material" dari
usus yang akan mengganggu gambaran di film. Sehingga diperlukan
penanganan sebelum pemeriksaan dengan mempersiapkan penderita
dengan makanan yang bebas serat selama beberapa hari, kemudian
dibersihkan dengan pencahar agar kotoran makanan dalam usus yang ada
dikeluarkan semua dengan demikian usus akan bersih dari kotoran sisa
makanan/faecal material yang menutupi daerah dibelakangnya. 0al ini
tidak dapat kita kerjakan sendiri terutama penderita rawat inap, perlu
bantuan rekan kerja terkait.
Persiapan Penderita 'nt'k BN( ) P*oto Po%os A&do"en 1
- T'j'an + membersihkan usus dari faecal material, agar photo
polos abdomen bebas dari bayangan faecal material yang menutupi
bayangan organ abdomen, yaitu + bayangan ginjal, limpa, psoas
shadow dan adanya kalsifikasi/batu didaerah tractus urinarius dan di
kandung empedu.
- Dasar + faecal material adalah bentukan sisa makanan
berserat didalam usus, terutama colon yang dapat hilang sesudah 2-3
hari keluar bersama defecasi.
- ,ara + makan bebas serat 2-3 hari sebelum pemeriksaan
dilanjutkan dengan pencahar/la4ant/urus-urus malam sebelum
pemeriksaan !dengan minum banyak air sebagai pembantu untuk
mengencerkan faecal material, sekitar 5-5,6 liter air pada malam
tersebut", sesudah itu puasa pada pagi hari pemeriksaan dan diberikan
pencahar suppositoria per anum pada pagi hari tersebut untuk
merangsang defecasi dan menghabiskan sisa makanan dalam rectum
dan colon sigmoid.
$iingatkan agar jangan merokok dan banyak bicara !aerophagia"
- (&at#o&atan +
'aram inggris !sulfas magnesicus" atau pencahar
lain yang relati7e kuat
Suppositoria per anum, seperti $ulcola4 supp,
8icrola4.
- Pe"eriksaan radio%o-i .an- "e"er%'kan persiapan ini +
(olon inloop / -arium enema.
).*.%. !intra7enous pyelography".

2./. Teknik Pe"eriksaan
Foto polos abdomen dapat dilakukan dalam 3 posisi, yaitu +
5. Tiduran telentang !supine", sinar dari arah 7ertikal dengan proyeksi antero-
posterior !9%".
2. $uduk atau setengah duduk atau berdiri kalau memungkinkan, dengan
sinar hori:ontal proyeksi 9%.
3. Tiduran miring ke kiri !left lateral decubitus ; <<$", dengan sinar
hori:ontal, proyeksi 9%.
Sebaiknya pemotretan dibuat dengan memakai kaset film yang dapat
mencakup seluruh abdomen beserta dindingnya. %erlu disiapkan ukuran
kaset dan film ukuran 36 4 =3 cm.
2.0. Prosed'r Kerja
a1 Posisi AP s'pine
%ersyaratan teknis + ukuran film 364=3 cm/3>4=> cm, posisi
memanjang menggunakan grid yang bergerak maupun statis, dengan
7ariasi ?>-@> k* dan 2>-26 m9s.
Sedangkan posisi pasien+
Tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan foto polos abdomen
%enderita diminta untuk melepaskan pakaian dan perhiasan untuk
menghidanri terjadinya artefak pada film dan memakai
perlindungan untuk daerah gonad, terutama untuk pria
%asien tidur terlentang, lengan pasien diletakkan di samping tubuh,
garis tengah badan terletak tepat pada garis tengah pemeriksaan,
kedua tungkai ekstensi.
%osisi obyek + bagian tengah kaset setinggi krista iliaka dengan batas
tepi bawah setinggi simfisis pubis, tidak ada rotasi pel7is dan bahu.
%usat sinar pada bagian tengah film dengan jarak minimal 5>2 cm
2a"&ar 2.1. %osisi Foto %olos 9bdomen
Kriteria hasil foto polos abdomen yang baik antara lain +
5. Tampak diafragma sampai dengan tepi atas simphisis pubis
2. 9lignment kolom 7ertebra di tengah, densitas tulang costae, pel7is
dan panggul baik.
3. %rocessus spinosus terletak di tengah daan crista iliaca terletak
simetris
=. %asien tidak bergerak saat difoto yang ditandai dengan tajamnya batas
gambar costae dan gas usus
6. Foto dapat menggambarkan batas bawah hepar, ginjal, batas lateral
muskulus psoas dan procesus trans7ersus dari 7ertebra lumbal.
A. 8arker yang jelas untuk mengindikasi posisi pasien saat pemeriksaan
2a"&ar 2.2. 0asil Foto %olos 9bdomen beserta penjelasannya
&1 Posisi 3eft 3atera% De!'&itis 433D1
%osisi <<$, %asien tidur miring ke kiri, tekuk lengan melingkari
kepala. Film diletakan di depan atau belakang perut pasien. 8engikuti
area simphisis pubis pada film. Titik tengah terletak pada garis tengah
film.
9rah sinar hori:ontal B>
o
dengan film dengan proyeksi 9% untuk
melihat air fluid le7el dan kemungkinan perforasi usus. $ari air fluid
le7el dapat diduga gangguan pasase usus.
2a"&ar 2.3. %osisi <<$
!1 Posisi Seten-a* D'd'k) &erdiri
%asien dapat dengan posisi duduk atau berdiri kalau memungkinkan,
dengan sinar hori:ontal proyeksi 9% B>
o
dari film.
%osisi %asien duduk atau berdiri dalam posisi anteroposterior dengan
bagian belakang tegak. %astikan punggung tidak rotasi. <etakan
lengan dan tangan dalam posisi anatomi. %asien tidak boleh bergerak.
%oint sentral terletak pada garis tengah tubuh dengan garis tengah
film.
%engambilan foto dengan posisi ini dipengaruhi oleh gra7itasi,
sehingga yang paling utama nampak adalah+
&dara bebas
Fluid sinks
Kidneys drop
Trans7erse colon drops
Small bowel drops
-reasts drop !females+ they lie laterally when supine"
<ower abdomen bulges dan penambahan densitas pada X-ray
$iaphragm descends
2a"&ar 2.4. 0asil foto polos abdomen posisi erect
%osisi erect ditandai dengan T55
-erdasarkan posisi dari payudara, menyebabkan penambahan densitas
pada kuadran kanan dan kiri.
'as di fundus gaster- khas pada posisi erect
Kuantitas yang kecil pada gas yang terjebak di perut
<etak film di tengah atas akan menunjukan dasar paru tetapi tidak dapat
melihat bagian dari pel7is.
%osisi kolon akan jatuh mengikuti gra7itasi dan memenuhi abdomen
bagian bawah anterior, menyebabkan penambahan densitas pada
abdomen bagian bawah
2.0. Anato"i 5adio-rafi
9bdomen atau lebih dikenal dengan perut berisi berbagai organ penting
dalam sistem pencernaan, endokrin dan imunitas pada tubuh manusia. 9da B
pembagian regio !daerah" di abdomen berdasarkan regio organ yang ada
didalamnya.
5. 0ypochondrium kanan + sebagian hati, kantung empedu dan bagian atas
ginjal kanan
2. Cpigastrium + ginjal kanan dan kiri, sebagian hati dan lambung serta
sebagian kantong empedu
3. 0ypochondriaca kiri + limpa, sebagian lambung, bagian atas ginjal kiri,
sebagian usus besar
=. <ateralis kanan + sebagian hati dan usus besar serta bagian bawah ginjal
kanan
6. &mbilicalis + sebagian besar usus halus, pankreas, ureter bagian atas,
usus besar, serta bagian bawah kantung empedu
A. <ateralis kiri + sebagian kecil usus besar dan bagian bawah ginjal kiri
?. )nguinalis kanan + sebagian kecil usus besar
@. %ubica usus buntu + sebagian usus halus dan usus besar, ureter kanan dan
kiri, serta sebagian kantung kemih
B. )nguinalis kiri + sebagian kecil usus besar
.o regio gangguan khas di 9bdomen
5. 0ypochondrium kanan + pembesaran hati, sirosis hati
2. Cpigastrium + maag, pembesaran hati, batu empedu dan batu ginjal,
pembesaran hati serta sirosis hati
3. 0ypochondrium kiri + pembesaran limpa
=. <ateralis kanan + batu empedu, batu ginjal
6. &mbilicalis + ulcus usus halus 52 jari, kerusakan usus halus batu ureter
A. <ateralis kiri + batu ginjal
?. )nguinalis kanan + hernia, hamil diluar rahim, usus buntu
@. %ubica + usus buntu !agak kekanan", hernia, batu ureter. )nguinalis kiri
hernia, hamil diluar rahim.
2a"&ar 2.5. 9natomi Dadiografi Foto %olos 9bdomen
2.6. Interpretasi $oto Po%os A&do"en
&dara akan terlihat hitam karena meneruskan sinar-X yang dipancarkan
dan menyebabkan kehitaman pada film sedangkan tulang dengan elemen kalsium
yang dominan akan menyerap seluruh sinar yang dipancarkan sehingga pada film
akan tampak putih. $iantara udara dengan tulang misalnya jaringan lunak akan
menyerap sebagian besar sinar X yang dipancarkan sehingga menyebabkan
keabu-abuan yang cerah bergantung dari ketebalan jaringan yang dilalui sinar X.
&dara akan terlihat relatif banyak mengisi lumen lambung dan usus besar
sedangkan dalam jumlah sedikit akan mengisi sebagian dari usus kecil. Sedikit
udara dan cairan juga mengisi lumen usus halus dan air fluid le7el yang minimal
bukan merupakan gambaran patologis. 9ir fluid le7el juga dapat djumpai pada
lumen usus besar, dan tiga sampai lima fluid le7els dengan panjang kurang dari
2,6 cm masih dalam batas normal serta sering dijumpai di daerah kuadran kanan
bawah. $ua air fluid le7el atau lebih dengan diameter lebih dari 2,6 cm panjang
atau kaliber merupakan kondisi abnormal dan selalu dihubungkan dengan
pertanda adanya ileus baik obstruktif atau paralitik.
-anyaknya udara mengisi lumen usus baik usus halus dan besar tergantung
banyaknya udara yang tertelan seperti pada keadaan banyak bicara, tertawa,
merokok dan lain sebagainya. %ada keadaan tertentu misalnya asma atau pneu-
monia akan terjadi peningkatan jumlah udara dalam lumen usus halus dan usus
besar secara dramatik sehingga untuk pasien bayi dan anak kecil dengan keluhan
perut kembung sebaiknya juga difoto kedua paru sekaligus karena sangat besar
kemungkinan penyebab kembungnya berasal dari pneu-monia di paru. -eberapa
penyebab lain yang mempunyai gambaran mirip dengan ileus antara lain pleuritis,
pulmonary infarct, myocardial infarct, kebocoran atau diseksi aorta torakalis,
payah jantung, perikarditis dan pneumotoraks.
Selain komponen traktus gastrointestinal, juga dapat terlihat kontur kedua
ginjal dan muskulus psoas bilateral. 9danya bayangan yang menghalangi kontur
dari ginjal atau m.psoas dapat menujukkan keadaan patologis di daerah ret-
roperitoneal. Foto radiografi polos abdmen biasa dikerjakan dalam posisi pasien
terlentang !supine". 9pabila keadaan pasien memungkinkan akan lebih baik lagi
bila ditambah posisi berdiri. &ntuk kasus tertentu dilakukan foto radiografi polos
tiga posisi yaitu posisi supine, tegak dan miring kekiri !left lateral decubitus".
-iasanya posisi demikian dimintakan untuk memastikan adanya udara bebas yang
berpindah-pindah bila difoto dalam posisi berbeda.
2.7. 2a"&aran Pato%o-is $oto Po%os A&do"en
9. 'ambaran udara bebas intraperitoneum
Foto toraks tegak dan foto dekubitus kiri abdomen sangat sensitif untuk
mendeteksi udara bebas intraperitoneum dalam 7olume kecil !E6 ml".
%enyebab tersering gambaran ini adalah perforasi usus akibat luka tau
trauma tembus, dan infark dinding usus.
%ada foto toraks tegak, udara berbentuk bulan sabit tampak dibawah
diafragma. &dara subdiafragmatik harus dibedakan dengan pneumotoraks
subpulmonal. -ila tidak yakin apakah terdapat udara bebas
intraperitoneum atau tidak, foto dekubitus kiri pada abdomen bagian atas
akan menunjukkan udara bebas dalam bentuk bulan sabit dengan densitas
rendah disebelah lateral dari tepi lateral lobus kana hati. %ada foto
terlentang abdomen, udara bebas sulit dideteksi. 9da dua tanda yang dapat
membantu + tanda Digler, yaitu adanya gas di dinding usus sisi manapun,
dan tanda garis ligamentum falsiform hepatis yang terbentuk di kuadran
kanan atas oleh udara bebas.
2a"&ar 2./. Foto terlentang abdomen menunjukkan udara bebas
intraperitoneum. %erhatikan ligamentum falsiforme di kuadran kanan atas
dan gambaran kedua sisi dinding usus di bagian tengah.
2a"&ar 2.0. Foto ini menegaskan adanya udara bebas subdafragma pada
foto toraks tegak.
-. 'ambaran gas di luar usus
'as dapat dideteksi di dinding kandung empedu pada kolesistitis
emfisematosa dan di dalam lumen kandung empedu bila terdapat fistula
dengan usus atau bila terdapat anastomosis dengan percabangan bilier.
'as berada di dalam parenkim ginjal disebabkan oleh pielonefritis
emfisematosa. 0al ini biasanya akibat infeksi ginjal berat oleh E. Coli
pada penderita diabetes.
2a"&ar 2.6. 'as bebas perirenal dan renal pada penderita diabetes yang
mengalami infeksi E. Coli pada ginjalnya
(. 'ambaran gas intramural
'as di dalam dinding usus tampak sebagai bayangan lusen linear di dalam
dinding usus. )ni biasanya disebabkan oleh infark dinding usus. %ada bayi-
bayi prematur, gas intramural dapat terlihat pada keadaan necrotizing
enterocolitis !.C(". %ada bayi-bayi ini juga sering terdapat gas di dalam
7ena porta.
2a"&ar 2.6. %andangan setempat kolon pada bayi prematur menunjukkan
udara intramural yang disebabkan oleh .C(.
$. ,bstruksi usus
$iagnosis obstruksi usus dibuat secara klinis dan ditegakkan dengan foto
polos. Foto terlentang, tegak, dan dekubitus abdomen biasanya diperlukan.
%enyebab tersering obstruksi usus halus adalah adhesi akibat pembedahan
sebelumnya, peritonitis, apendisitis, hernia inkarserata, intusepsi, 7ol7ulus,
kelainan kongenital berupa stenosis atau atresis, tumor, dan batu empedu
yang masuk ke dalam usus. Terlepasnya batu empedu pada lumen
intestinal dapat menimbulkan keadaan seperti ileus dan disebut sebagai
gallstone ileus yang pada pencitraan menunjukan gambaran seperti ileus
obtruktif namun tanpa disertai air fluid levels yang signifikans dan
biasanya ditemukan batu radiopak yang berasal dari batu empedu.
'ambaran radiologis obstruksi usus pada foto polos abdomen diantaranya
adalah +
a" Single bubble appearance
Terjadi pada kondisi kelainan kongenital hipertrofi pilorus, yakni
adanya hipertrofi pada lapisan sirkular otot pilorus, terbatas pada
lingkaran pilorus dan jarang berlanjut ke otot gaster. %ada foto
polos abdomen tampak adanya single bubble appearance, yaitu
terdapat satu gelembung udara akibat pelebaran lambung.
2a"&ar 2.7. 9tresia pylorum pada neonatus.
Foto supine menunjukkan gambaran distensi dari lambung dan
tidak adanya gas dalam usus !single bubble appearance"
b) Double bubble appearance
Terjadi pada kondisi kelainan kongenital obstruksi duodenum
berupa atresia, stenosis, atau malrotasi, pankreas anuler atau
membran duodenum. %ada foto polos abdomen tampak adanya
double bubble appearance, yaitu pelebaran duodenum dan
lambung secara bersamaan dan tidak tampak udara mengisi usus
halus dan kolon.
2a"&ar 2.18. Foto supine abdomen pada neonatus dengan atresia
duodenum menunjukkan adanya double bubbles apperance +
distensi dari lambung !S" dan duodenum proksimal !$".
c) Coiled spring appearance
Terjadi pada kondisi intususepsi atau in7aginasi yang
menggambarkan masuknya segmen proksimal usus !intueuseptum"
ke dalam lumen usus distal !intususepiens". %aling sering sering
terjadi di daerah ileokolika, tetapi dapat juga yeyuno-ileal, dan
kolokolika. %ada foto polos abdomen tampak tanda obstruksi usus
halus berupa bayangan seperti sosis di bagian tengah abdomen dan
bayangan per mobil !coiled spring appearance".
2a"&ar 2.11. Coiled spring appearance pada usus halus.
d) Herring bone sign
Terjadi pada kondisi ileus obstrukstif. )leus obstruktif merupakan
penyumbatan intestinal mekanik yang terjadi karena adanya daya
mekanik yang bekerja atau mempengaruhi dinding usus sehingga
menyebabkan penyempitan atau penyumbatan lumen usus. 0al
tersebut menyebabkan pasase lumen usus terganggu.
%enebalan dinding usus halus yang terdilatasi akibat pengumpulan
gas dalam lumen usus memberikan gambaran herring bone
appearance pada foto polos abdomen, karena dua dinding usus
halus yang menebal dan menempel membentuk gambaran 7ertebra
!dari ikan", dan muskulus yang sirkular menyerupai kostanya.
2a"&ar 2.12. Herring bone apperance
e) Step ladder appearance
Terjadi pada kondisi ileus obstruksi. Foto polos abdomen sangat
bernilai dalam menegakkan diagnosa ileus obstruksi. Sedapat
mungkin dibuat pada posisi tegak dengan sinar mendatar. %osisi
datar perlu untuk melihat distribusi gas, sedangkan sikap tegak
untuk melihat batas udara dan air serta letak obstruksi. Secara
normal lambung dan kolon terisi sejumlah kecil gas tetapi pada
usus halus biasanya tidak tampak.
%ada foto polos abdomen tampak gambaran air fluid le7el yang
pendek-pendek dan bertingkat-tingkat seperti tangga disebut juga
step ladder appearance karena cairan transudasi berada dalam usus
halus yang mengalami distensi.
2a"&ar 2.13. Step ladder appearance
f) Coffee bean sign
Terjadi pada kondisi kelainan kongenital 7ol7ulus, yakni
pemuntiran usus yang abnormal dari segmen usus. *ol7ulus di usus
halus agak jarang ditemukan. -iasanya 7ol7ulus didapatkan di
bagian ileum dan kolon. %ada foto polos abdomen tampak
gambaran patognomonik berupa gambaran segmen sekum yang
amat besar berbentuk o7oid di tengah perut yang disebut coffee
bean sign. 'ambaran ini merupakan gambaran khas 7ol7ulus dari
usus !sigmoid".
2a"&ar 2.14. Coffee bean sign pada 7ol7ulus sigmoid
0al-hal yang perlu diperhatikan pada foto polos abdomen tiga posisi
pada kondisi obstruksi usus adalah +
5. %osisi terlentang !supine". 'ambaran yang diperoleh yaitu
pelebaran usus di proksimal daerah obstruksi, penebalan dinding
usus, gambaran seperti duri ikan !herring bone appearance".
2. %osisi setengah duduk atau berdiri. 'ambaran radiologis
didapatkan adanya air fluid level dan step ladder appearance.
3. %osisi <<$, untuk melihat air fluid level dan kemungkinan
perforasi usus. $ari air fluid level dapat diduga gangguan pasase
usus. -ila air fluid le7el pendek berarti ada ileus letak tinggi,
sedangkan jika panjang-panjang kemungkinan gangguan di kolon.
'ambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra
diafragma dan air fluid level.
C. -atu radioopak
'ambaran radioopak pada foto polos abdomen merupakan tanda adanya
kalsifikasi berupa batu. 'ambaran batu ini biasanya terjadi pada kondisi
nefrolithiasis, ureterolithiasis, 7esicolithiasis, kolelithiasis, dan kolelistitis.
Foto polos abdomen dapat menentukan besar, macam dan lokasi batu
radioopak. %enilaian batu ginjal pada foto polos abdomen yang penting
diperhatikan adalah + jumlah, densitas, bayangan batu, lokasi, komplikasi
!obstruksi, parut ginjal, atau pembentukan striktur", terjadinya anomali,
dan nefrokalsinosis.
-erdasarkan opasitasnya batu pada traktus urinarius dibagi menjadi tiga +
batu opak !batu kalsium", batu semiopak !batu magnesium-amonium-
fosfat atau 89%", dan batu radiolusen !batu asam urat dan batu sistin".
-atu radiolusen adalah batu dengan kandungan kalsium yang minimal
sehingga tidak dapat dilihat pada foto polos abdomen yang biasanya
mengandung komponen asam urat. $alam keadaan demikian dapat
dilakukan pemeriksaan (T scan polos tanpa media kontras untuk
menge7aluasinya.
-atu pada traktus urinarius biasanya bersifat multilayer dan permukaannya
dapat kasar atau halus. -atu pada 7esica urinaria lebih bulat dengan
permukaan regular sedangkan batu pada ureter atau uretra biasanya
berbentuk irregular. Kadang-kadang dijumpai batu yang mengisi dan
menyerupai pelviocalices ginjal yang disebut staghorn stone. -atu kecil
dan halus yang dijumpai pada calices minores kedua ginjal dijumpai pada
kelainan yang disebut nephrocalcinosis.
2a"&ar 2.15. -ayangan radioopak pada nefrolithiasis dan 7esicolithiasis
-atu pada kandung empedu dan salurannya biasa dijumpai pada kuadran
kanan atas dan biasanya berbentuk poligonal. Foto polos abdomen
biasanya tidak memberikan gambaran yang khas karena hanya sekitar 5>-
56F batu kandung empedu yang bersifat radioopak. Kadang kandung
empedu yang mengandung cairan empedu berkadar kalsium tinggi dapat
dilihat dengan foto polos. %ada peradangan akut dengan kandung empedu
yang membesar atau hidrops, kandung empedu kadang terlihat sebagai
massa jaringan lunak di kuadran kanan atas yang menekan gambaran
udara dalam usus besar, di fleksura hepatica.
2a"&ar 2.1/. -ayangan batu empedu kalsium di dalam lumen
kandung empedu yang berasal dari endapan kalsium karbonat.
F. (airan bebas intraperitoneal
9kumulasi dari cairan bebas intraperitoneal di abdomen merupakan tanda
adanya suatu ascites. %enyebab ascites antara lain + hipoproteinemia,
sirosis hepatik, (0F, pankreatitis, keganasan dengan metastase peritoneal,
limfoma, dan sumbatan 7ena ca7a inferior.
2a"&ar 2.10. Foto polos abdomen dengan ascites tanpa adanya massa
atau kalsifikasi
%ada foto polos abdomen dalam posisi supine akan tampak gambaran
sebagai berikut +
a" &sus akan tampak melayang di dalam cairan ascites.
b" 9bdomen berbentuk bulging.
c" 'ambaran abu-abu atau ground-glass appearance karena kontras
berkurang dan warna abu-abu yang disebabkan hamburan sinar
radiasi dari cairan di dalam abdomen.
d" -ayangan li7er, garis psoas, ginjal tampak kabur karena adanya
cairan di sekitar organ tersebut.
e" %eningkatan hemidiafragma kanan dan kiri.
'. 8assa jaringan lunak
9bses tampak sebagai massa jaringan lunak yang dapat mengandung gas.
9bses dapat dikelirukan dengan gambaran kolon pada foto polos. (airan
intraperitoneum dan abses berkumpul di bagian yang paling rendah di
rongga peritoneum + ruang subfrenik, ruang subhepatik !antara lobus
kanan hati dan ginjal", dan di dalam pel7is di ekska7asio retro7esikalis
atau ca7um douglas !ekska7asio retrouterina".
0. %soas line asimetris
-ayangan garis otot psoas yang asimetris menunjukkan adanya suatu
abses iliopsoas. 9bses iliopsoas biasanya berasal dari penyebaran
hematogen dari infeksi lokal pada tulang, seperti tulang-tulang columna
7ertebralis, ileum, dan sendi sakroiliaka. ,tot psoas kaya akan pembuluh
darah, sehingga sangat mudah terjadi infeksi akibat penyebaran hematogen
dari organ lain.
,tot psoas berawal dari prosesus trans7ersus 7ertebra torakalis ke-52
sampai 7ertebra lumbalis kemudian meluas ke bawah dan bergabung
dengan otot iliaka pada le7el <6-S2, membentuk otot iliopsoas. ,tot
iliopsoas berjalan melewati ligamen inguinal yang kemudian berinsersi di
trokanter minor dari tulang femur.
). Trauma
Selain keadaan patologis traktus gastrointestinal, foto radiografi polos
abdomen juga dapat membantu untuk kelainan lainnya seperti trauma
tumpul abdomen yang dapat menge7aluasi awal kemungkinan kontusio
ginjal atau perdarahan retroperitoneal dengan menilai kontur ginjal atau
kontur psoas yang terlihat suram atau terselubung, fluid collection pada
ca7um peritoneum, free air, perubahan controur organ abdomen, fraktur
iga, spine, pel7is.
2a"&ar 2.16. Fraktur kompresi pada 7ertebra lumbal 5