Anda di halaman 1dari 8

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang
sebesar-besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan
hidupnya. Untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui
pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan maka diperlukan perencanaan strategi bisnis, dengan
menyelaraskannya pada misi perusahaan.
Strategi untuk suatu perusahaan adalah rencana jangka panjang. Strategi ini adalah:
rencana yang disatukan, artinya mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu
menyeluruh, meliputi semua aspek penting perusahaan; dan terpadu, sehingga semua bagian
rencana serasi satu sama lain dan bersesuaian.
Strategi menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan
lingkungannya. Sehingga sebelum perusahaan dapat memulai perumusan strateginya,
manajemen terlebih dahulu harus mengamati lingkungan eksternal untuk mengidentifikasi
peluang dan ancaman yang mungkin terjadi dan mengamati lingkungan internal untuk
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan yang juga akan menentukan apakah
perusahaan mampu mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada sambil
menghindari ancaman-ancaman.
Setiap perusahaan berhadapan dengan sejumlah pesaing sekaligus ada andil
pemerintah dalam penetapan regulasi dan aturan-aturan, pemasok/penyalur bahan, pemilik,
serikat buruh, dan lain-lain. Perusahaan ini dapat berukuran besar dan menengah maupun
perusahaan lebih kecil dan menggunakan strategi yang dianggapnya paling efektif untuk
mencapai sasarannya.
Dengan menghadapi fenomena di atas, sebuah perusahaan harus memiliki suatu
strategi bisnis sehingga bisa lebih unggul dari para pesaingnya serta dapat terus beroperasi
dan bersaing di masa mendatang. Dengan adanya perencanaan strategi bisnis yang cepat,
tepat dan efektif, di harapkan perusahaan dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dan
dapat terus beroperasi, bersaing dan mendapatkan tujuannnya.


PEMBAHASAN

I. Pengertian Lingkungan Internal
Definisi yang populer mengidentifikasi lingkungan sebagai segala sesuatu yang
berada di luar batas organisasi. Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh
lingkungan perusahaan dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar,
yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Faktor internal mencakup kekuatan dan
kelemahan di dalam internal perusahaan itu sendiri. Penyusunan strategi perusahaan yang
tepat harus memperhatikan betul-betul apa kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya selain
memperhatikan faktor eksternal.
Analisis lingkungan internal perusahaan merupakan analisis yang berguna dalam
mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan atas dasar sumber daya dan
kapabilitas yang dimilikinya.
Lingkungan internal:
Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).
Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur
organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.

II. Analisis Internal (The Internal Assessment )
Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan
organisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap
perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis
mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan.
Lingkungan Internal, ialah lingkungan dalam perusahaan yang perlu diidentifikasi
kekuatan dan kelemahannya, yang meliputi:
1. Relationships among the functional areas of business
2. Management
3. Marketing
4. Finance/Acounting
5. Production/operation
6. Research and development
7. Computer information system
8. Human Resources

Disamping faktor-faktor di atas, faktor internal lainnya adalah budaya organisasi,
yang meliputi:
1. Menjunjung nilai-nila luhur standar etka moral, ilmu pengetahuan, dan profesi.
2. Membantu pengembangan manusai secara optimal, baik dilingkungan pendidikan
maupun amsyarakat.
3. Mengembangkan ilmu secara bertangung jawab dan berkesinambngan serta
menjadikan budaya belajar (learning culture) da peningkatan mutu diri yang
berkesinambungan (continuous quality improvement) sebagai falsafah hidup.
4. Mengembangkan ilmu bagi kepentingan dan kesejahteraan umat manusia tanpa
membedakan agama dan suku bangsa.
5. Memperlakukan manusia sesuai dengan martabat dan harkatnya.

Analisa lingkungan internal dilakukan untuk mengetahui tingkat daya saing
perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan berdasarkan kondisi internal perusahaan.
Faktor internal perusahaan sepenuhnya dapat dikendalikan sehingga kelemahan yang
diketahuinya dapat diperbaiki.
Analisa internal menurut Porter yang dikenal dengan rantai nilai yang memposisikan
perusahaan pada matriks strategi generik dan menemukan keunggulan bersaing perusahaan
melalui analisa kompetensi inti. Rantai nilai ini mensyaratkan bahwa untuk mencapai suatu
margin, perusahaan harus didukung oleh kegiatan utama dan penunjang.

Kegiatan utama merupakan aktivitas utama perusahaan, meliputi fungsi :
Logistik Kedalam. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan penerimaan,
penyimpanan, informasi mengenani : Gudang, persediaan atau jadwal pengiriman.
Operasi. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan transformasi input produksi
menjadi produk akhir, yang meliputi : permesinan, perakitan, pengetesan,
pengepakan, dan pemeliharaan mesin/peralatan.
Logistik Keluar. Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan pengumpulan,
penyimpanan, dan distribusi produk ke konsumen.
Pemasaran dan Penjualan. Menyediakan fasilitas sehingga konsumen dapat membeli
produk, dan mencakup pula kegiatan seperti : periklanan, penjualan, penentuan harga,
jalur distribusi, dan promosi.
Pelayanan. Menyediakan pelayanan untuk memelihara dalam hal ini nilai dari produk
yang mencakup : instalasi, pelatihan, penyediaan suku cadang, perbaikan dan
pemeliharaan.

Fungsi penunjang merupakan aktivitas pendukung perusahaan yang meliputi :
Pengadaan. Merupakan fungsi dari bagian pengadaan, yang mencakup semua
prosedur pembelian dengan pemasok, yang melibatkan antar perusahaan.
Pengembangan Teknologi. Tidak hanya pengembangan teknologi dalam hal mesin
dan proses saja tetapi juga pengetahuan / keahlian, prosedur dan sistem.
Manajemen Sumber Daya Manusia. Termasuk didalamnya semua aktivitas
perekrutan, pelatihan, pengembangan, dan penilaian karyawan.
Infrastruktur Perusahaan. Meliputi manajemen secara umum, perencanaan dan
keuangan, pengendalian kualitas, dan sistem informasi. Infrastruktur perusahaan
mendukung semua aktivitas rantai nilai, yang dapat membantu perusahaan dalam
mencapai keunggulan bersaing.

Komponen utama untuk mencapai keunggulan bersaing adalah kompetensi inti
perusahaan yang mengandalkan asset atau skill. Prahalad menggambarkan kompetensi inti
sebagai akar pendukung sebuah pohon, dahannya adalah produk inti dan rantainya adalah
bisnis. Dengan kompetensi inti yang merepresentasikan kesatuan asset dan teknologi,
perusahaan akan mampu membentuk nilai optimal bagi konsumen maupun perusahaan,
memposisikan diri secara khas atas pesaing, kemampuan memperluas pasar, dan antisipasi
proaktif terhadap perusahaan.

Langkah 1: Identifikasi faktor-faktor Strategik Intern
Apa saja faktor-faktor strategik itu, dimana dan dari mana berasal, mana yang perlu
dievaluasi secara teliti, karena merupakan kekuatan dan kelemahan dan sebagai landasan bagi
strategi y.a.d.
Faktor-faktor kekuatan dan kelemahan potensial itu menurut Robinson (1997:238-
230), mencakup:
a. Pemasaran
b. Keuangan dan Akunting
c. Produksi, Operasi dan Teknik
d. Personalia
e. Manajemen Mutu
f. Sistem Informasi
g. Organisasi dan Manajemen Umum
h. Layanan
i. Pengembangan Teknologi
j. Manajemen Sumberdaya Manusia
k. Logistik kedalam

Langkah 2 : Evaluasi Faktor-faktor Strategik Intern
1. Membandingkan kinerja dengan masa lalu
2. Perubahan dalam tahap-tahap evolusi organisaisi/perusahaan
3. Perbandingan dengan pesaing
4. Perbandingan dengan fakgtor-faktor kunci sukses dalam industri

Langkah 3 : Menganalisis dan Memilih Strategi (Strategy Analysis and Choice)
- ST strategi yaitu menggunakan kekuatan untuk mengatasi tantangan eksternal.
- WT strategi merupakan taktik defensip yang langsung dimaksudkan untuk mengurangi
kelemahan dan menghindari tantangan lingkungan.

Pentingnya Analisis Lingkungan Internal Dalam Manajemen Strategi
Pihak-pihak yang pernah terlibat dalam perumusan suatu strategi pasti mengetahui
dan mengakui bahwa melakukan suatu analisis internal sebagai bagian integral dari
keseluruhan upaya menciptakan profil organisasi bukan tugas yang mudah. Upaya tersebut
bahkan mengandung banyak tantangan yang harus dihadapi. Dikatakan demikian karena
perumusan strategi selalu diwarnai oleh berbagai hal, antara lain:
1. Penilaian yang bersifat subyektif
2. Perhitungan-perhitungan yang tidak selalu dapat dikualifikasikan
3. Kenyataan bahwa kegiatan organisasi selalu bergerak dalam kondisi dinamis yang
pada dirinya mengandung ketidakpastian (uncertainity)
4. Adanya faktor-faktor yang berada di luar kemampuan organisasi untuk
mengendalikannya, meskipun para perumus strategi selalu saja dapat memanfaatkan
analisis yang obyektif, rasional dan sudah baku.

Para pakar menekankan bahwa salah satu instrumen analisis yang dapat digunakan
adalah analisis SWOT yang dengannya dapat diketahui secara jelas dan pasti faktor-faktor
internal yang menjadi kekuatan organisasi yang dapat mencakup saluran distribusi yang
handal, posisi kas organisasi, lokasi yang menguntungkan, keunggulan dalam menerapkan
teknologi yang canggih tetapi sekaligus tepat guna dan struktur atau tipe organisasi yang
digunakan. Akan tetapi, tidak kalah pentingnya untuk diketahui secara tepat adalah berbagai
kelemahan yang mungkin terdapat dalam diri organisasi tersebut.
Berbagai kelemahan itu dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti kelemahan
manajerial, fungsional, operasional,struktural, atau bahkan yang bersifat psikologis.
Kelemahan manajerial bisa berupa, misalnya, gaya manajemen yang otokratik, padahal yang
diperlukan adalah gaya yang demokratik atau partisipatif. Kelemahan fungsional dapat
berupa ketidakmampuan organisasi meluncurkan layanan atau produk baru meskipun
diketahui bahwa produk yang ada selama ini tidak lagi memenuhi selera pelanggan dan di
masyarakat telah beredar produk substitusi yang lebih canggih dan diminati oleh para
pemakainya. Kelemahan struktural dapat berbentuk penggunaan tipe dan struktur organisasi
yang mekanistik, atau piramidal atau birokratik, padahal yang diperlukan adalah struktur
yang datar atau matriks karena organisasi menuntut cara berpikir yang inovatif dan kreatif.
Kelemahan yang bersifat psikologis dapat berupa keangkuhan institusional, rasa puas diri
karena terpengaruh oleh keberhasilan di masa lalu, keengganan mengubah kultur organisasi
yang tidak sesuai lagi dengan tuntutan kondisi persaingan yang dihadapi.
Analisis SWOT yang dilakukan dengan tepat juga menunjukkan berbagai peluang
yang seharusnya dimanfaatkan, terutama dengan mengembangkan faktor-faktor pendukung
dan mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan efektif sehingga organisasi memiliki
keunggulan kompetitif yang dapat diandalkan. Kemampuan memanfaatkan peluang
mempunyai arti yang sangat penting bagi setiap organisasi, terutama dalam situasi
persaingan yang tajam. Bahkan dapat dikatakan bahwa ketidakmampuan memanfaatkan
peluang pada dirinya akan menimbulkan ancaman bagi organisasi karena pesaing akan
mengambil manfaat dari kelemahan lawannya.











DAFTAR PUSTAKA

Irawan, Arie Wibowo dkk. 2012. Analiisiis Faktor Iinternal Dan Analisa Perusahaan
Studi Kasus: PT Eonix Olectrum Nousa. Program Pascasarjana Manajemen Dan Bisnis
Institut Pertanian Bogor.
http://purnamaward.blogspot.com/2014/03/lingkungan-internal-dan-analisis.html
http://jutaajrullah.wordpress.com/2010/06/14/pentingnya-analisis-lingkungan-internal-
dalam-manajemen-strategi/