Anda di halaman 1dari 27

OENTOENK SOEDHARMONO

TRAUMA KAPITIS
Pendahuluan
Trauma kapitis
merupakan kejadian
yg sangat sering
dijumpai.
Lebih dari 50% ps
trauma adalah
penderita trauma
kapitis, bila multi-
trauma maka 50% ps
ada masalah trauma
kapitis.

LAPISAN KEPALA
Kulit kepala.
Tulang tengkorak.
Selaput
otak/meningen,
Jaringan otak.
Cairan serebro spinal.
Kompartemen
vaskuler.

4
CEDERA TENGKORAK

Fraktur basis crani
Otorhea
Rhinorhea
Racon eye
Battles sign

Battles sign

Racon eye

Perdarahan dalam rongga
tengkorak
Perdarahan epidural
(antara dura mater
dengan tengkorak)
subdural (dibawah
dura mater)
Perdarahan juga
dapat terjadi di dalam
jaringan otak sendiri
(intra-serebral).


Perdarahan yang terjadi di dalam rongga
tengkorak sebanyak 100 cc mungkin sudah
dapat menimbulkan kematian.
Dengan demikian apabila mendapatkan
penderita trauma kapitis yang dalam keadaan
syok, maka syok tersebut biasanya berasal
dan tempat lain(rongga toraks, abdomen,
tulang pelvis atau tulang panjang
Cedera otak akibat trauma

Kerusakan otak akibat trauma dapat
karena:
1. Cedera langsung (primer)
2. Cedera terjadi kemudian (sekunder)
1. Cedera otak primer

Apabila otak
menumbuk bagian
dalam tengkorak,
maka mungkin terjadi
perdarahan dalam
jaringan, robekan
jaringan otak (laserasi
serebri) ataupun
perdarahan karena
putusnya pembuluh
darah.
2. Cedera otak sekunder
a. Hipovolemia
(berkurangnya volume
darah)
Hipovolemia yang berat
akan menyebabkan
perfusi darah ke otak
yang sangat berkurang
sehingga dapat
menyebabkan iskemia
otak jaringan otak kurang
mendapatkan darah),
bahkan infark otak
(kematian jaringan otak).
b. Hipoksia
Kurangnya oksigen
dlm darah akan
menyebabkan otak
menerima oksigen yg
kurang.
hipoksia akan
menyebabkan
iskemia otak, yg bila
berat menjadi infark
otak.
c. Hiperkarbia dan hipokarbia
Pengaruh kadar C02 dalam darah sangat penting pada
trauma kapitis.
Peningkatan C02 darah akan menyebabkan vaso-
dilatasi pembuluh darah otak, yang kemudian
menyebabkan peningkatan tekanan intra-kranial (TIK).
Pengurangan kadar C02 darah (hipokarbia) akan
menyebabkan vaso-konstriksi pembuluh darah otak,
sehingga mungkin terjadi iskemia jaringan otak, yang
mungkin melanjut menjadi infark.
Kadar C02 dalam darah yang ideal pada trauma kapitis
adalah 26-32 mmHg.

Penilaian trauma kapitis
1. Tingkat kesadaran
2. Tanda-tanda lateralisasi
3. Tekanan tinggi intra-kranial
15

Glasgow Coma Scale :
Eye
4 Buka mata spontan
3 Buka mata terhadap suara
2 Buka mata terhadap nyeri
1 Tidak ada respon
16

Glasgow Coma Scale :
Verbal
5 Bicara spontan
4 Bicara mengacau
3 Bicara tidak jelas
2 Hanya suara
1 tidak ada respon
17

Glasgow Coma Scale :
Motorik
6 Mengikuti perintah
5 Melokalisir nyeri
4 Menjauh terhadap nyeri
3 Reaksi fleksi( dekortikasi)
2 Reaksi ekstensi (deselebrasi)
1 tidak ada respon
Lateralisasi
TTIK
Tekanan darah : naik
pada TTIK, takut &
nyeri.
Nadi :bradikardi pada
TTIK.
Respirasi :frek.cepat,
turun & irregular pada
TTIK

21
EVALUASI PASIEN CEDERA
KEPALA
Tidak kooperatif, pengaruh alkohol & obat.
Pengamatan awal menyeluruh.( Primary survey)
Bebaskan jalan nafas,stabilisasi servikal & nilai
tk.kesadaran.
Pernafasan & ventilasi.
Sirkulasi dan hentikan perdarahan.
Transportasi & intervensi kritikal.
22
Primary Survey
Pengawasan jalan nafas.
Pemasangan endotracheal tube dgn. Intubasi.
Nilai awal tk.kesadaran, ajak bicara,
Catat observasi & setiap pemeriksaan.
Perhatian khusus : tenggelam,luka bakar listrik,
tersambar petir,penyalahgunaan obat,inhalasi
asap,hipotermi & kejang.
23
EVALUASI ( LANJUTAN
)/Secondary Survey
Tanda vital.
Riw. AMPLE.
Pem.Kepala kaki.
Pembalutan & pembidaian.
Monitoring.
Pem.ulang.
24
PENATALAKSANAAN PASIEN
CEDERA KEPALA ( DILAPANGAN)
Bebaskan jalan nafas & beri oksigen.
Stabilisasi : leher dgn kolar, papan spinal.
Catat pengamatan awal : tanda vital.
Pengamatan ulang & berurutan.
Pasang infus dg.iv kateter uk.besar
25
MASALAH YG POTENSIAL
Antisipasi adanya cedera spinal.
Kejang.
Muntah.
Perburukan yg cepat.
Shock : perdarahan/spinal.
Gangguan metabolik.
26
KESIMPULAN
Komplikasi trauma yg serius.
Pemeriksaan yg cepat.
Penatalaksanaan jalan nafas yg baik.
Pencegahan hipotensi.
Rujukan ke Pusat Trauma.
Pemeriksaan berulang.
Pencatatan.
27