Anda di halaman 1dari 1

Atom hidrogen merupakan atom yang paling sederhana, hanya tersusun oleh satu proton dan satu

elektron. Karena spektrum atom bersifat khas bagi atom yang bersangkutan, adalah beralasan
jika muncul dugaan adanya hubungan yang mendasar antara spektrum atom dengan distribusi
elektron di sekeliling inti atom hidrogen yang merupakan suatu langkah awal yang paling
fundamental dalam usaha elusidasi struktur elektronik sautu atom. Spektrum emisi atom
hidrogen bebas dalam keadaan tereksitasi terdiri atas garis-garis spektrum yaitu satu set dalam
daerah uv (ultra violet, satu set dalam daerah tampak (visible, artinya tampak oleh mata
manusia dan beberapa set dalam inframerah (!", infrared dari spektrum elektromagnetik
seperti ditunjukkan oleh gambar berikut. Spektrum ini diperoleh jika cahaya pucat kebiruan dari
gas hidrogen yang dipijarkan (artinya teratomisasi dilewatkan pada sebuah prisma gelas.
#ertahun-tahun para ilmuwan berusaha mendapatkan suatu pola formula yang melukiskan
hubungan antar panjang gelombang garis-garis spektrum atom hidrogen, dan akhirnya pada
tahun $%%& '. #almer (Swiss berhasil menunjukkan bahwa grafik hubungan antara frekuensi (v
dengan $(n
)
ternyata berupa garis lurus.
#almer juga meramalkan adanya sejumlah garis-garis spektrum yang pada waktu itu belum
ditemukan, garis-garis spektrum yang memenuhi persamaan disebut deret #almer. *alam kurun
waktu kira-kira +, tahun kemudian akhirnya ditemukan beberapa deret garis lain yang mirip
dengan deret #almer. *eret baru ini kemudian diberi nama sesuai dengan penemunya yaitu
-yman ($.,/ yang terpencar pada daerah ultraviolet, 0aschen ($.,% yang terpencar pada
daerah inframerah-dekat, #rackett ($.)) yang terpencar pada daerah inframerah dan deret
0fund ($.)1 yang terpencar pada derah inframerah-jauh. 0ada dasarnya, sebaran garis-garis
cenderung konvergen dan melemah sejalan dengan makin pendeknya panjang gelombang atau
naiknya energi.