Anda di halaman 1dari 5

Aplikasi atau manfaat mempelajari uji karbohidrat dalam bidang farmasi

Jawab : dalam pembuatan S.L untuk sediaan obat.


Kenapa monosakarida manis, sedangkan polisakarida tidak
Jawab : karna monosakarida secara langsung terurai secara sempurna dan
memiliki enzim amylase, sedangkan polisakarida hanya terurai sebagian
saja.
Kandungan amylum pada sampel lain
Jawab : Pada umbi-umbian, sereal, dan biji-bijian yang merupakan sumber
amilum yang berlimpah.
Apa keuntungan dan kerugian dari reaksi-reaksi asam amino dan protein ?
Jawab : Pada reaksi-reaksi asam amino dan protein tidak ada keuntungan dan
kerugian, karna masing-masing dari reaksi tersebut mempunyai
pengujian untuk golongan spesifik, misalnya.
Pada reaksi Adam kiewitz-hopkins spesifik untuk menguji asam
amino triptofan
Pada reaksi sakaguci spesifik untuk menguji arginine
Reaksi pengendapan dengan logam spesifik untuk menentukan
Albumin

Kenapa terjadi denaturasi pada albumin ?
Jawab : Karena denaturasi pada suasana asam basa, panas, dan albumin (pH
4,2) ketika ditambahkna basa (NaOH), pH belum menjadi netral fdan
belum mengalami denaturasi dan terbentuk garam-garam mineral.
Pada percobaan pengendapan dengan asam basa, kenapa terjadi koagulasi
Jawab : karena terjadinya ikatan antara asam nitrat kuat dan albumin. Reaksi
yang terjadi pada saat ditambahkan asam nitrat sehingga membentuk
sincin flokulasi.

Apa yang dimasud gugus indole dan bagaimana reaksinya
Jawab : gugus indole adalah gugus fungsional yang hanya terdapat pada
laktofal, apabila sampel berubah, maka dalam sampel terdapat gugus
indole.
Kenapa uji koagulasi digunakan pH netral ?
Jawab : karena sampel (amilum) bersifat asam, pada saat ditambahkan NaOH
(basa), maka pH akan berubah menjadi pH netral, sehingga ketika
dipanaskan akan terkoagulasi.
Alasan penggunaan buffer 4,7 pada percobaan pengendapan pada logam !
Jawab : untuk sebagai parameter, karena pH 4,7 akan mencapai tujuan
percobaan yaitu adanya titik isoelektrik dimana muatan positif dan
negative sama pada albumin.
Inovasi tentang asam amino (antara gen cicak dan manusia)
Jawab : Bisa. Karena, dengan adanya rekayasa genetika bisa direkomendasikan
pada gen manusia melalui ikatan hydrogen. Namun, penelitian beberapa
ilmuwan telah gagal, karena struktur gen cicak dengan manusia sangat
berbeda.
Mengapa pada tes biuret penambahan CuSO
4
dilakukan 2 kali ?
Jawab : karena, untuk memastikan adanya protein pada sampel yang ditandai
dengan adanya perubahan warna yang terjadi.
Apa yang menyebabkan perubahan warna pada tes Sistein dan Sistin ?
Jawab : dengan cara penambahan larutan NaOH .
Mengapa pada penambahan Alkohol akan menurunkan pelarut protein ?
Jawab : karena, kelarutan pada protein bergantung pada gugus polarnya, jika
ditambah Alkohol gugus polar dari alcohol akan lebih kuat mengikat air,
jadi menurunkan kelarutan protein.
Apa efek farmakologi pada suhu normal ?
Jawab : efek farmakologinya adalah ketika suhu tubuh dibawah normal, produksi
saliva berkurang atau lambat, karena enzim tidak optimum dalam
bekerja.
Mengapa enzim dapat mempercepat reaksi padahal tidak ikut bereaksi ?
Jawab : karena, enzim merupakan biokatalisator yang mana bertujuan untuk
mempercepat reaksi tanpa tidak ikut bereaksi.
Apakah enzim berikatan dengan substrat dan enzimnya ?
Jawab : enzim hanya dapat berikatan dengan substrat tertentu. Enzim bersifat
fleksibel dan spesifik untuk mengurai protein.
Kenapa enzim bekerja optimum pada suhu 38
o
C-40
o
C ?
Jawab : karena, ketika seseorang mengalami demam, maka bakteri an-aerob
mengikat menjadi rasa pahit di mulut dan tidak berkaitan dengan
produksi saliva.
Bagaiman cara kerja enzim sebagai biokatalisator ?
Jawab : enzim disebut biokatalisator, karena enzim mempercepat laju, tidak
mengubah reaksi kimia dan kembali ke posisi semula.
Sebutkan contoh reaksi jika terjadi denaturasi !
Jawab : pada reaksi asama amino, hasilnya akan terjadi denaturasi.




LABORATORIUM KIMIA FARMASI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

HASIL DISKUSI
(RESUME BIOKIMIA)








OLEH :
NAMA : IRMA LASMI DEWI
STAMBUK : 150 2012 0367
KELAS : 3.9
KELOMPOK : I (SATU)

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2013