Anda di halaman 1dari 48

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Para pakar pendidikan dan psikologi di Indonesia banyak memberikan
pandangan dan analisisnya terhadap mutu pendidikan, tetapi hingga saat ini
tidak pernah tuntas, bahkan muncul masalah-masalah pendidikan yang baru.
Masalah mutu pendidikan yang banyak dibicarakan adalah rendahnya hasil
belajar peserta didik. Padahal kita tahu, bahwa hasil belajar banyak
dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain sikap dan kebiasaan belajar,
fasilitas belajar, motivasi, minat, bakat, pergaulan, lingkungan keluarga, dan
yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan profesional guru dalam
melakukan penilaian hasil belajar itu sendiri.
Menyinggung tentang kemampuan profesional guru dalam melakukan
penilaian proses dan hasil belajar, memang masih sangat kurang. Kebanyakan
guru melakukan penilaian lebih menekankan pada hasil belajar, sedangkan
proses belajar kurang diperhatikan bahkan cenderung diabaikan. Padahal,
proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Disamping itu, guru-guru juga
terbiasa dengan kegiatan-kegiatan penilaian rutin yang sifatnya praktis dan
ekonomis sehingga tidak heran jika guru banyak menggunakan soal yang
sama dari tahun ke tahun. Hal ini sudah dialami oleh mereka (guru) sejak
mulai bekerja sebagai guru sampai sekarang. Sebenarnya guru pun sering
mengikuti pelatihan tentang evaluasi pembelajaran atau penilaian hasil
belajar, tetapi setelah pelatihan, mereka tetap kembali ke habitat semula, yaitu
memberikan tes tertulis, baik dalam formatif maupun sumatif, tanpa
melakukan variasi, perbaikan, penyempurnaan atau inovasi dalam pelaksaan
penilaian.
Mengingat cara-cara penilaian selama ini terdapat banyak kelemahan,
maka sejak diberlakukannya Kurikulum Berbasis Kompetemsi 2004,
diperkenalkan suatu konsep penilaian baru yang disebut penilaian berbasis
kelas (classroom-based assessment) dengan salah satu model atau

pendekatannya adalah penilaian berbasis portofolio (portofolio-based


assessment), yaitu suatu model penilaian yang dilakukan secara sistematis
dan logis untuk mengungkapkan dan menilai peserta didik secara
komprehensif, objektif, akurat, dan sesuai dengan bukti-bukti autentik
(dokumen) yang dimiliki peserta didik. Implikasi pemberlakuan Kurikulum
2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang disempurnakan dalam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 terhadap pola penilaian
pembelajaran di sekolah adalah: Pertama, guru dan kepala sekolah harus
berperan sebagai pembuat keutusan (decision maker) dalam perencanaan dan
pelaksanaan kurikulum, termasuk proses pembelajaran. Kedua, guru harus
menyusun silabus yang menjamin terlaksananya proses pembelajran yang
terarah dan bermakna. Ketiga, guru harus melakukan continous-authentic
assessment yang menjamin ketuntasan belajar dan pencapaian kompetensi
peserta didik. Dan pada makalah ini, kita akan membahas mengenai penilaian
portofolio pada proses pembelajaran di kelas.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan penilaian portofolio?
2. Apa saja tujuan dan fungsi dari penilaian portofolio?
3. Bagaimana prinsip-prinsip penilaian portofolio?
4. Bagaimana karakteristik penilaian portofolio?
5. Apa perbedaan penilaian portofolio dengan penilaian yang lainnya?
6. Apa saja jenis dan bentuk dari penilaian portofolio?
7. Bagaimana penerapan penilaian portofolio?
8. Bagaimana tahapan pengembangan penilaian portofolio?
9.

Kapan proses penilaian portofolio dilakukan?

10. Bagaimana cara pelaporan asassemen portofolio?


11. Apa kelebihan dan kelemahan dari penilaian portofolio?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui tentang penilaian portofolio
2. Untuk mengetahui tujuan dan fungsi dari penilaian portofolio

3. Untuk mengetahui dan memahami prinsi-prinsip yang ada pada


penilaian portofolio
4. Untuk mengetahui karakteristik penilaian portofolio
5. Untuk mengetahui perbedaan penilaian portofolio dengan penilaian
yang lainnya
6. Untuk mengetahui dan memahami beberapa jenis dan bentuk dari
penilaian portofolio
7. Untuk mengetahui penerapan penilaian portofolio
8. Untuk mengetahui tahapan pengembangan penilaian portofolio
9. Untuk mengethaui dan memahami Kapan proses penilaian portofolio
dilakukan
10. Untuk mengetahui cara pelaporan asasemen pada portofolio
11. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan dari penilaian portofolio

BAB II
KAJIAN TEORITIS

A. Pengertian Penilaian Portofolio


Istilah portofolio (portofolio) pertama kali digunakan oleh kalangan
potografer dan artis. Melalui portofolio, para potografer memperlihatkan
prospektif pekerjaan mereka kepada pelanggan dengan menunjukka koleksi
pekerjaan yang dimilikinya. Secara umum, portofolio merupakan kumpulan
dokumen berupa objek penilaian yang dipakai oleh seorang, kelompok, lembaga,
organisasi atau perusahaan yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan menilai
perkembangan suatu proses. Dalam dunia usaha, portofolio banyak digunakan
untuk menilai keeefektifan suatu proses produksi dari jenis produk tertentu.
Dalam dunia kesehatan, portofolio dapat dilihat dari Kartu Menuju Sehat (KMS)
yang digunakan untuk memantau perkembangan pertumbuhan bayi dari 0 tahun
sampai usia tertentu.
Portofolio berasal dari bahasa inggris portofolio yang artinya dokumen atau
surat-surat. Pendapat lain menyatakan portofolio berasal dari kata kerja potare
berarti membawa dan kata benda bahasa latin foglio, yang berarti lembaran atau
kata kerja. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan, lembaran, nilai dan
profesional. Dalam konteks ini portofolio adalah koleksi berharga dan berguna
berisikan benda pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan
sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik
Dalam dunia pendidikan, portofolio dapat digunakan guru untuk melihat
perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil
karya sebagai bukti dari suatu kegiatan pembelajaran. Portofolio juga dapat
dipandang sebagai suatu proses sosial pedagogis, yaitu sebagai collection of
learning experience yang terdapat didalam pikiran peserta didik, baik yang
berwujud pengetahuan (cognitive), keterampilan (psychomotor) maupun sikap dan
nilai (affective). Artinya, portofolio bukan hanya berupa benda nyata, melainkan
mencakup segala pengalaman batiniah yang terjadi pada diri peserta didik.
Portofolio juga dapat digunakan oleh peserta didik untuk mengumpulkan semua

dokumen dari ilmu pengetahuan yang telah dipelajari, baik dikelas, di


halamansekolah atau diluar sekolah. Dalam bidang bahasa, portofolio dapat
merupan suatu adjective yang sering disandingkan dengan konsep lain, seperti
pembelajaran dan penilaian, karena itu timbul istilah portfolio-based instruction
dan portfolio-based assessment.
Menurut para ahli, portofolio memiliki beberapa pengertian. Ada yang
memandang sebagai benda/alat, dan ada pula yang memandang sebagai
metode/teknik/cara. Portofolio sebagai suatu wujud benda fisik, atau kumpulan
suatu hasil (bukti) dari suatu kegiatan, atau bundelan, yakni kumpulan
dokumentasi atau hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan dalam suatu
bundel. Misalnya, bundelan hasil kerja peserta didik mulai dari tes awal, tugastugas, catatn anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas
terstruktur, sampai pada tes akhir. Portofolio ini merupakan kumpulan karya
terpilih dari peserta didik, baik perseorangan maupun kelompok. Istilah karya
terpilih menunjukkan bahwa tidak semua karya peserta ndidikdapat dimasukkan
ke dalam portofolio tersebut. Karya yang diambil adalah karya terbaik, karya yang
paling pentingdari pekerjaan peserta didik, yang bermakna bagi peserta didik,
sesuai dengan tujuan pembelajaran atau kempetensi yang telah diterapkan.
Penilaian portofolio berbeda dengan jenis penilaian yang lain. Penilaian
portofolio adalah pendekatan atau model penilaian yang bertujuan untuk
mengukur kemampuan peserta didik dalam membangun dan merefleksi suatu
pekerjaan/tugas atau karya melalui pengumpulan (collection) bahan-bahan yang
relevan dengan tujuan dan keinginan yang dibangun oleh peserta didik, sehingga
hasil pekerjaan tersebut dapat dinilai dan dikomentari oleh guru dalam periode
tertentu. Jadi, penilaian portofolio merupakan suatu pendekatan dalam penilaian
kinerja peserta didik atau digunakan untuk menilai kinerja.
Salah satu keunggulan penilaian portofolio adalah memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk lebih banyak terlibat, dan peserta didik sendiri dapat
dengan mudah mengontrolsejauh mana perkembangan kemampuan yang telah
diperolehnya. Jadi, peserta didik akan mampu melakukan penilaian diri (selfassessment). Keterampilan menemukan kelebihan dan kekurangannya sendiri,

serta kemampuan untuk menggunakan kelebihan tersebut dalam mengatasi


kelemahannya merupakan modal dasar penting dalam proses pembelajaran.
Pophan (1994) menjelaskan, penilaian portofolio merupakan penilaian
secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara
sistematik ata hasil pekerjaan peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Dalam
sistem penialaian portifolio, guru membuat file untuk tiap-tiap peserta didik, berisi
kumpulan sistematis ata hasil prestasi belajar mereka selama mengikuti proses
pembelajaran.
Di dalam file portofolio, guru mengumpulkann bukti fisik dan catatan prestasi
peserta didik, seperti hasil ulangan, hasil tugas mandiri, serta hasil pratikum.
Selain prestasi akademik, isi file juga dapat di elaborasi dengan lembar catatan
prestasi nonakademik, yakni rekaman profile peserta didik yang meliputi aspek
kerajinan, kerapian, ketertiban, kejujuran, kemampuan kerja sama, sikap,
solidaritas, toleransi, kedisiplinan, prestasi olahraga, kesenian, kepramukaan, dan
lain-lain.
Data yang terkumpul dari waktu ke waktu ini kemudian digunakan oleh guru
untuk menilain dan melihat perkembangan kemampuan serta prestasi akademik
peserta didik dalam periode tersebut. File portofolio sekaligus akan memberikan
umpan balik (feed back), baik kepada guru maupun kepada peserta didik. Bagi
guru, file yang berisi prestasi peserta didik ini akan memberikan m asukan (input)
untuk penilaian proses, terutama dalam memperbaikii strategi, metode dan
manajemen pembelajaran dikelas. Melaui analisis file portofolio, guru dapat
mengetahui potensi, karakter, kelebihan, dan kekurangan peserta didik. Bagi
peserta didik, file ini dapat menjadi dasar pijakan untuk mengoreksi dan
memperbaiki kelemahan atau kekurangannya dalam proses pemeblajaran maupun
penguasaannya tentang suatu pokok dalam proses pembelajaran maupun
penguasaannya tentang suatu pokok bahasan atau materi pelajaran tertentu.
Proses terjadinya umpan balik sangat dimungkinkan, karena dalam sistem
penilaian portofolio, data yang terekam dalam file tidak hanya dikumpulkan saja
kemudian selesai, tetapi akan dianalisis secara kolaboratif dengan melibatkan guu,
peserta didik, dan orang tua. Penilaian data melalui pembicaraan secara periodik

dengan orang tua peserta didik merupakan progress report yang akurat tentang
kemajuan prestasi belajar peserta didik serta perkembangann kepribadiannya.
Selain dapat dipergunakan untuk memantau perkembangan peserta didik dan
mendiagnosis kesulitan belajar mereka, penilaian portofolio juga sangat
bermanfaat bagi guru untuk menilai kebutuhan (need), minat (interest),
kemampuan akademik (abilities), dan karakteristik peserta didik secara
perorangan. Hal tersebut penting, karena seharusnya dalam suatu sistem penilaian,
eksistensi peserta didik secara perorangan tidak boleh dieliminasikan sebagaimana
yang sering terjadi dalam tes standar seperti SNM-PTN dan UAS-BN.
Karya yang dapat dikumpulkan dalam sebuah portofolio
Diberikan beberapa contoh berikut:
1. hasil proyek penyelidikan, atau praktik siswa yang disajikan secara
tertulis
2. hasil kerja siswa dengan menggunakan alat rekam, atau komputer, atau
disket
3. gambar atau laporan hasil pengamatan
4. deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah
5. laporan kerja kelompok
6. laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran (Depdiknas, 2004: 4)
7. penghargaan tertulis
8. hasil karya berupa tulisan, ringkasan (Surapranata dan Hatta, 2004: 39).
Khusus mata pelajaran bahasa, Sumarna Surapranata dan Muhammad Hatta
(2004: 36) memberikan contoh dokumen dalam portofolio sebagai berikut:
1. catatan observasi guru tentang kemampuan berbicara siswa
2. tanggapan siswa terhadap cerita/dongeng yang dibacakan guru
3. daftar dan komentar singkat tentang buku yang telah dibaca
4. sinopsis bacaan yang dibuat
5. surat-surat yang dibuat
6. naskah pidato
7. karangan bebas (puisi, prosa)
8. laporan kunjungan
9. tulisan di majalah dinding.

B. Tujuan dan Fungsi Penilaian Portofolio


Penilaian portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif maupun sumatif.
Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta
didik dari hari ke hari dan mendorong peserta didik dalam merefleksi
pembelajaran mereka sendiri. Portofolio seperti ini difokuskan pada proses
perkembangan peserta didik dan digunakan untuk tujuan formatif dan diagnostik.
Penilaian portofolio ditujuan juga untuk penilaian sumatif pada akhir semester
atau akhir tahun pelajaran. Hasil penilaian portofolio sebagai alat sumatif ini dapat
digunakan untuk mengisi angka rapor peserta didik, yang menunjukkan prestasi
peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.

1. Tujuan Penilaian Portofolio


Pada hakikatnya tujuan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada
orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan
data dan dokumen yang akurat. Rapor merupakan bentuk laporan prestasi peserta
didik dalam belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio merupakan lampiran
dari rapor; dengan demikian rapor harus dibuat.

Menghargai Perkembangan Peserta Didik

Mendokumentasikan Proses Pembelajaran

Memberi Perhatian pada Prestasi Kerja

Merefleksikan Kesanggupan Mengambil Resiko


dan Melakukan Eksperimentasi
Tujuan
Penilaian
Portofolio

Meningkatkan Efektivitas Proses Pembelajaran

Bertukar Informasi antara Orang Tua Peserta


Dididk dengan Guru Lain.
Mempercepat Pertumbuhan Konsep Diri Positif
Peserta Didik.
Meningkatkan Kemampuan Refleksi Diri

Membantu Peserta Didik Merumuskan Tujuan

Gambar : Tujuan Penilaian Portofolio

Tujuan portofolio ditentukan oleh apa yang harus dikerjakan dan siapa yang akan
menggunakan penilaian tersebut. Dalam portofolio banyak digunakan tes tertulis
(paper and pencil test), project, product, dan catatan kemampuan (records of
performance). S. Surapranata dan M. Hatta (2004) mengemukakan penilaian
portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu menghargai
perkembangan yang dialami peserta didik, mendokumentasikan proses
pembelajaran yang berlangsung, memberi perhatian pada prestasi kerja peserta
didik yang terbaik, merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan
eksperimentasi, meningkatkan efektivitas proses pengajaran, bertukar informasi
dengan orang tua/wali peserta didik dan guru lain, membina dan mempercepat

pertumbuhan konsep diri positif pada peserta didik, meningkatkan kemampuan


melakukan refleksi diri, membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan.

2. Fungsi Penilaian Portofolio


Portofolio dapat dijadikan sebagai bahan tindak lanut dari suatu pekerjaan yang
telah dilakuakn peserta didik sehingga guru dan orang tua mempunyai kesempatan
untuk mengembangakan kemampuann peserta didik.
Fungsi penilaian portofolio dapat kita lihat darii berbagai segi, yaitu :
a. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik,
tanggung jawab dalam belajar, perluasan dimensi belajar, dan inovasi
pembelajaran.
b. Portofolio sebagai alat pembelajaran merupakan komponen kurikulum,
karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengoleksi dan
menunjukkan hasil kerja mereka.
c. Portofolio sebagai alat penilaian autentik (autentic assessment).
d. Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan
self-assessment. Maksudnya, peserta didik mempunyai kesempatan yang
banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.

Sumber Informasi bagi Guru

Sebagai Alat Pembelajaran

Fungsi
Penilaian
Portofolio

Sebagai Alat Penilaian Autentik


Sebagai Self-Assessment bagi
Peserta Didik

Gambar: Fungsi Penilaian Portofolio

Selanjutnya, Direktorat PLP-Ditjen Dikdasmen-Depdiknas (2003) mengemukakan


bahwa penilaian portofolio dapat digunakan untuk: (a) memperlihatkan

10

perkembangan pemikiran atau pemahaman siswa pada periode waktu tertentu, (b)
menunjukkan suatu pemahaman dari beberapa konsep, topik, dan isu yang
diberikan.

C. Prinsip-prinsip penilaian portofolio


Proses penilaian portofolio menuntut terjadinya interaksi multi arah, yaitu dari
guru ke peserta didik, dari peserta didik ke guru, dan antar peserta didik.
Direktorat PLP Ditjen Depdiknas (2003) mengemukakan pelaksanaan penilaian
portofolio hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip:
1. Mutual trust (saling mempercayai)
Artinya, jangan ada saling mencurigai antara guru dengan peserta didik
maupun antar peserta didik. Mereka harus sama-sama saling percaya, saling
membutuhkan, saling membantu, terbuka, jujur, dan adil sehingga dapat
membangun suasana penilain yang lebih kondusif, wajar dan alami sehingga
hasil penilaian yang diperoleh betul-betul menggambarkan peserta didik yang
sesungguhnya.
2. Confidentialily (kerahasiaan bersama)
Artinya, guru harus menjaga kerahasiaan semua hasil pekerjaan peserta didik
dan dokumen yang ada, baik perseorangan maupun kelompok, tidak boleh
diberikan atau diperlihatkan kepada siapa pun sebelum diadakan pameran.
3. Joint ownership (milik bersama)
Artinya, semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus
menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik karena itu harus dijaga
bersam, baik penyimpanannya maupun penempatannya.
4. Satisfaction (kepuasan)
Artinya, semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi,
kompetensi dasar, dan indicator harus dapat memuaskan semua pihak, baik
guru, orangtua maupun peserta didik.
5. Relevance (kesesuaian)

11

Artinya, dokumen yang ada harus sesuai dengan standar kompetensi,


kompetensi dasar, indicator yang diharapkan.keseuaian ini berkaitan dengan
kepuasan.
Disamping prinsip tersebut, S.Surapranata dan M.Hatta (2004) menambahkan
tiga prinsip, yaitu penciptaan budaya mengajar, refleksi bersama, serta proses
dan hasil. Penilaian portofolio hanya dapat dilakukan jika pembelajarannya pun
menggunakan pendekatan portofolio. Artinya, jika guru dalam pembelajarannya
hanya menuntut peserta didik untuk menghafal pengetahuan atau fakta pada
tingkat rendah, maka penilaian portofolio tidak akan bermakna. Penialian
portofolio akan efektif jika pembelajarannya menuntut peserta didik untuk
menunjukkan kemampuan yang nyata dan menggambarkan pengemabangan
aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai pada taraf yang lebih tinggi.

D. Karakteristik Penilaian Portofolio


Menurut Barton dan Collins dalam S.Surapranta dan M.Hatta (2004) terdapat
beberapa karakteristik esensial penilaian portofolio, yaitu multisumber, autentik,
dinamis, eksplisit, integrasai, kepemilikan, dan beragam tujuan.
Multisumber dimaksudkan bahwa pelaksanaan penilaian portofolio harus
dilakukan dari berbagai sumber, seperti peserta didik, orangtua, guru,
masyarakat, dan evidence lainnya seperti gambar, lukisan, jurnal, audio, dan
video tape, baik secara tertulis maupun tindakan. Evidence yang dimaksud
haruslah autentik dan berhubungan dengan program pembelajaran, kegiatan,
standar kompetensi, kompetensi dasar dan indicator yang hendak dicapai.
Disamping itu, penilaian portofolio menuntut adanya pertumbuhan dan
perkembangan dari setiap peserta didik. Oleh sebab itu, sebaiknya setiap
evidence dari waktu ke waktu harus dikumpulkan dan didokumentasikan.
Penilaian portofolio juga harus jelas, baik jenis, teknik, prosedur maupun
kompetensi yang akan diukur. Dalam pelaksanaannya, antara kegiatan peserta
didik di kelas dengan kehidupan nyata harus terintegrasi. Artinya, penilaian

12

portofolio tidak terlepas dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik


tidak jau dari apa yang mereka alami. Peserta didik juga dapat dengan mudah
mengaitkan antara kemampuan yang diperolehnya dengan kenyataan sehari-hari.

E. Perbedaan Penilaian Portofolio dengan Penilaian lainnya


Beberapa perbedaan pokok antara tes sebagai suatu teknik atau alat
penilaian yang selama ini digunakan guru dengan penilaian portofolio sebagai
salah satu inovasi dalam pelaksanaan penilaian, diantaranya yaiitu:
NO TES

NO PENILAIAN PORTOFOLIO

1.

2.

Tes biasanya dilakukan untuk

Penilaian portofolio menilai

menilai kemampuan intelektual

seluruh aspek perkembangan

siswa melalui penguasaan

siswa baik intelektual, minat

materi pembelajaran

sikap, dan keterampilan.

Guru berperan sangat dominan

2.

Peserta didik terlibat dalam

dalam proses penilaian

proses penilaian dengan menilai

sedangkan siswa berperan

dirinya sendiri mengenai

sebagai orang yang dinilai.

kemampuan beserta dalam


perkembangannya.

3.

Kriteria penilaian ditentukan

3.

satu untuk semua.


4.

Keputusan berdasarkan

Kriteria penilaian ditentukan


sesuai dengan kriteria siswa.

4.

Proses penilaian beserta

penilaian ditentukan sendiri

pengambilan keputusan

oleh guru.

dilakukan dengan cara


kolaboratif antara guru, siswa,
dan orang tua.

5.

Penilaian dilakukan dengan

5.

Penilaian berorientasi pada

berorientasi pada pencapaian

kemajuan, usaha yang

hasil belajar.

dilakukan siswa termasuk


pencapaian hasil belajar.

6.

Penilaian merupakan kegiatan

6.

yang terpisah dari proses

Penilaian merupakan bagian


integral dari proses

13

pembelajaran.
7.

Penilaian melalui tes biasanya

pembelajaran.
7.

Penilaian portofolio dilakukan

dilakukan pada akhir program

selama proses pembelajaran

pembelajaran.

berlangsung.

F. Jenis-jenis Penilaian Portofolio


Evaluasi, asesmen atau penilaian portofolio merupakan suatu bentuk penilaian
yang sesungguhnya atau otentik (Collins, 1988 dalam Nahadi dan Cartono,
2007). Hal ini disebabkan karena pada asesmen portofolio sumber informasi
yang dijadikan pertimbangan dalam bentuk pekerjaan siswa yang dikoleksi
secara sistematis. Dengan demikian perkembangan kemampuan siswa dapat
dilihat secara mudah. Sumber informasi berupa hasil pekerjaan siswa
dikumpulkan dalam berbagai bentuk diantaranya:

Hasil kerja laboratorium dalam wujud laporan hasil kerja.

Hasil pelaksanaan tugas oleh peserta didik misalnya buku tugas, buku PR,
buku kerja, kliping, foto atau gambar

Hasil ulangan harian atau semester.

Penghargaan tertulis misalnya sertifikat mengikuti lomba baik tingkat


sekolah, kecamatan, kabupaten, atau provinsi.

Daftar kehadiran
Catatan pribadi atau anekdik
Catatan tentang peringatan yangdiberikan guru ketika peserta didik
melakukan suatu kesalahan.

Audio visual

Buku aktivitas

Dari berbagai jenis asesmen portofolio yang ada, guru dapat mengumpulkannya
sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, tingkatan siswa dan jenis kegiatan
yang dilakukan. Pada hakikatnya asesmen portofolio dapat dibedakan kedalam
dua bentuk yang banyak dikenal dewasa ini, yaitu tinjauan proses (process

14

oriented) dan tinjauan hasil (product oriented). Perbedaan kedua bentuk


portofolio tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Perseoranga
n

Peserta didik
Jenis
penilaian
portofolio

Kelompok

Proses

Kerja

Produk

Tampilan

System

Dokumen

Jenis penilaian portofolio

a. Tinjauan Proses
Portofolio proses (process oriented) adalah jenis portofolio yang
menekankan pada tinjauan bagaimana perkembangan peserta didik dapat
diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. Pendekatan ini lebih menekankan
pada bagaiman peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai dari draf awal,
bagaiman proses awal terjadi dan waktu sepanjang peserta didik dinilai. Hal
yang diniali mencakup kemampuan awal, proses, dan akhir suatu pekerjaan
yang dilakukan peserta didik.

b. Tinjauan Hasil
Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah jenis portofolio
yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta
didik, tanpa memperhatikan bagaimana proses untuk mencapai evidence itu

15

terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan


merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Dalam beberapa literatur
dapat ditemukan bahwa portofolio tampilan (show portofolios) dan portiofolio
dokumentasi (documentary portofolios) merupakan contoh portofolio produk.

c. Portofolio penampilan
Portofolio penampilan (show Portofolios) adalah bentuk yang digunakan
evidence terbaik yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta
didik. Portofolio bentuk ini dirancang untuk menunjukan evidence peserta
didik yangterbaik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil
belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna
untuk penilaian yang bergantung kepada seberapa tepat isi portofolio telahg
mengacu pada kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasilbelajar yang
telah ditentukan dalam kurikulum.

d. Portofolio dokumentasi
Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang
digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk
penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya evidence peserta didik yang
terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam penilaian. Asesmen portofolio
dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya, tidak hanya berisi tentang hasil
akhir laporan praktikum peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan
komentar peserta didik terhadap laporannya tersebut. Termasuk proses sampai
dihasilkannya laporan praktikum tersebut.

G. Bentuk-bentuk Penilaian Portofolio


Dari kedua jenis asesmen portofolio tersebut dalam pelaksanaannya asesmen
portofolio terbagi kedalam beberapa bentuk instrumen eavaluasi atau tes.
Adapun bentuk-bentuk asesmen portofolio diantaranya sebagai berikut:
a

Cacatan anekdotal, yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala


bentuk kejadian mengenaiperilaku siswa, khususnya selama

16

berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang


diamati, waktu pengamatan dan lembar rekaman kejadiannya.
b

Ceklist atau daftar cek, yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan
perkembangan yang hendak dicapai siswa

Skala penilaian yang mencatat isyarat tujuan kemajuan perkembangan


siswa.

Respon-respon siswa terhadap pertanyaan

Tes skrinning yang berguna untuk mengidentidfikasi keterampilan


siswasetelah pengajaran dilakukan, misalnya: tes hasil belajar, PR, LKS,
dan laporan kegiatan lapangan.

H. Perencanaan Penilaian Portofolio


Agar terarah, pengunaan portofolio harus dilakukan dengan perencanaan yang
sistematis, melalui enam langkah di bawah ini.
a) Langkah pertama: Menentukan maksud atau fokus portfolio
Di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan

menentukan tujuan penilaian dengan protofolio: apakah untuk memantau


proses pembelajaran (process oriented), atau mengevaluasi hasil belajar
(product oriented), atau keduanya

menentukan untuk apa penilaian dengan portofolio digunakan: apakah


untuk menunjukkan proses pembelajaran kepada orang tua, atau penilaian
pada akhir pembelajaran, atau pada akhir jenjang pendidikan

menentukan relevansi (kaitan) antara evidence dan tujuan (kompetensi)


yang akan dinilai: perlu ditentukan apakah ada penilaian diri, audio, esai;
apakah boleh dikerjakan bersama (kelompok)

menentukan seberapa banyak evidence yang ada di portofolio akan


digunakan sebagai bahan penilaian

menentukan kompetensi (standar, dasar, dan indikator) apa yang


ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio

menentukan evidence yang dikumpulkan: apakah hanya karya terbaik,


atau pertumbuhan atau perkembangannya, atau keduanya

17

menentukan apakah portofolio akan dipakai untuk penilaian formatif,


atau sumatif, atau keduanya.

menetapkan siapa yang menentukan isi portofolio: apakah guru saja, guru
dan siswa, atau pihak lain (misalnya orang tua).

b) Langkah kedua: Menentukan aspek isi yang dinilai


Di dalam lanagkah ini guru melakukan kegiatan

menentukan hanya karya terbaik siswa, atau karya yang berisi


perkembangan belajarnya

menentukan pengetahuan, keterampilan, atau sikap apa yang menjadi


aspek utama untuk dinilai

menentukan banyaknya evidence yang akan digunakan sebagai bahan


penilaian

c) Langkah ketiga: Menentukan bentuk, susunan, atau organisasi portofolio.


Di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan

menentukan bentuk portofolio

menentukan jenis isi dokumen, maksudnya, menentukan kompetensi dasar


dan indikator apa yang harus dicapai dalam wujud evidence (yang
mungkin berupa karya cipta atau catatan laporan, atau yang lain)

memberikan catatan/komentar/nilai terhadap setiap evidence oleh guru/


orang tua

menentukan apa yang harus ada dalam daftar isi portofolio

menentukan definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi dokumen.

d) Langkah keempat: Menentukan penggunaan portfolio


Dalam langkah ini guru melakukan kegiatan

menentukan penggunaannya: apakah untuk siswa saja, atau orang tua saja,
atau kepala sekolah, guru lain, dan siswa lain

menentukan pembobotan nilai portofolio terhadap komponen penilaian


lain dalam rangka penentuan nilai akhir/rapor

Apakah guru akan mendiskusikan isi portofolio itu dengan siswa yang
bersangkutan?

Apakah portofolio itu akan ditunjukkan pula kepada orang tua siswa,
kepala sekolah, guru lain, atau siswa lain?
18

e) Langkah kelima: Menentukan cara menilai portfolio


Dalam langkah ini guru melakukan kegiatan

menentukan pedoman (rubrik) penskoran untuk setiap isi portofolio

menentukan penilaiannya oleh guru sendiri atau guru dan siswa

menentukan pembuatan rubrik (pedoman penilaian secara rinci) lebih


dahulu untuk menentukan penilaian atas portofolio; (penilaian sebaiknya
tidak hanya didasarkan pada keberhasilan, tetapi juga atas prosesnya).
Itulah sebabnya, kriteria yang sebaiknya dipakai:
a

bukti terjadinya proses

mutu kegiatan: apakah menunjukkan peningkatan pengetahuan,


keterampilan, sikap, dan melibatkan beberapa materi pokok, atau
tidak,

keragaman pendekatan yang dipakai

f) Langkah keenam: Menentukan bentuk atau penggunaan rubric


Dalam langkah ini ditentukan apakah nilai portofolio akan dinyatakan sebagai
satu skor saja dalam keseluruhan penilaian, atau tidak.
Untuk menugasi siswa membuat portofolio, guru membuat persiapan sebagai
berikut.

menentukan maksud portofolio: guru menetapkan apakah untuk menilai


karya terbaik, atau menilai kemajuan siswa

menyesuaikan tugas dengan kurikulum, atau menyesuaikan tugas dengan


tujuan mata pelajaran (kompetensi dan indikatornya)

menentukan indikasi: guru menentukan butir-butir apa yang harus terdapat


dalam portofolio

menentukan format portofolio

menentukan pembatasan kuantitas, maksudnya panjang portofolio perlu


dibatasi supaya tidak menjadi beban guru

menentukan rubrik (pedoman penskoran)

Khusus penentuan rubrik penilaian dapat dipilih kriteria verbal, misalnya,


kurang baik baik baik sekali; atau jelek sekali jelek sedang baik

19

baik sekali; atau dengan angka. Level nilai yang ditetapkan bergantung pada
terpenuhi atau tidaknya, atau lengkap-tidaknya persyaratan yang dipenuhi:
makin lengkap, makin tinggi level nilainya. Contoh penilaian secara verbal
dapat dibuka lagi di halaman 12 di muka, atau di Sumarna Surapranata dan
Muhammad Hatta (2004: 127). Berikut diberikan contoh penilaian dengan
angka yang diambil juga dari Sumarna Surapranata dan Muhammad Hatta
(2004: 144).

Contoh Penilaian dengan Angka

Kompetensi Dasar

Nama peserta didik: Agus Suparman

Memahami permasalahan Tanggal: 28 Februari 2011


ekonomi dalam kaitannya
dengan

kebutuhan

manusia, kelangkaan dan


sistem ekonomi
Indikator

PENILAIAN
1

10

<

>

<

<

<

>

<

<

<

<

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

Menjelaskan pengertian
kebutuhan manusia.
Mediskripsikan faktorfaktor yang dapat
mempengaruhi kebutuhan
manusia.

Dicapai melalui:

Komentar guru:
Agus Suparman sudah sangat baik dalam memahami

pertolongan guru

tentang pengertian kebutuhan manusia dan aplikasinya

20

dalam kehidupan sehari-hari.


seluruh kelas

kelompok kecil

sendiri

Komentar orangtua:

I. Tahapan Pengembangan Penilaian Portofolio


Pengembangan asesmen portofolio dalam pembelajaran kimia bertujuan untuk
melengkapi data proses dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Berbagai aspek belajar siswa diharapkan dapat direkam dengan adanya asesmen
portofolio, sehingga pada akhirnya siswa mendapatkan keadilan dan posisi yang
benar-benar sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pada umumnya asesmen
portofolio terdiri atas beberapa tahapan dalam pengembangannya, yaitu:
a Penentuan Tujuan Portofolio
Hal yang paling utama dalam asesmen portofolio adalah adanya tujuan
(purpose) yang menunjukkan portofolio akan digunakan. Penentuan tujuan
penggunaan portofolio sangat penting, mengingat tanpa adanya tujuan, guru
maupun peserta didik tidak akan terarah dan cenderung mengerjakan portofolio
seadanya. Sebagai contoh, apakah tujuan digunakan portofolio untuk
memantau proses pembelajaran (process oriented) atau mengevaluasi hasil
akhir (product oriented)? Untuk proses pembelajaran atau alat untuk penilaian?
Memantau perkembangan peserta didik atau mengoleksi evidence peserta
didik?
Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan tujuan dan pengembangan
asesmen portofolio adalah sebagai berikut:

21

Guru harus menentukan tujuan portofolio, apakah guru akan memantau


proses pembelajaran atau mengevaluasi hasil akhir jika guru ingin
mengevaluasi baik proses maupun hasil evidence peserta didik, mungkin
guru akan menggunakan portofolio dokumentasi.

Guru harus menetapkan apakah penggunaan portofolio adalah untuk


proses pembelajaran atau sebagai alat untuk penilaian.

Guru harus menetapkan apakah asesmen portofolio dilakukan dalam


rangka memantau perkembangan peserta didik ataukah guru hanya
bermaksud mengoleksi evidence peserta didik

Guru harus mengembalikan relevansi antara evidencepeserta didik dengan


tujuan yang akan dinilai.

Guru harus menentukan pihak yang akan menjadi evidence dan untuk
apakah portofolio digunakan? Apakah portofolio dugunakan untuk
menunjukkan proses pembelajaran yang sedang berlangsung kepada orang
tua, penilaian diakhir tahun pembelajaran, diakhir jenjang pendidikan atau
untuk memantau sistem pendidikan.

Guru harus menentukan seberapa banyak portofolio akan digunakan


sebagai bahan penilaian? Akankah portofolio berisi evidence peserta didik
yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi evidence pilihan saja?
Apakah seluruh evidence yang terpilih dapat menunjukkan kompetensi
dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditetapkan
dalam kurikulum

Penentuan tujuan portofolio akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan


jenis portofolio (asesmen potofolio kerja, dokumentasi atau penampilan).
Tujuan utama dilakukannya portofolio adalah untuk menentukan evidence
peserta didik dan proses bagaimana evidence tersebut diperoleh sebagai salah
satu bukti yang dapat menunjukkan pencapaian belajar peserta didik, yaitu
telah mencapai kompetensi dasar dan indikator sesuai dengan yang telah
ditetapkan dalam kurikulum.
Berikut ini adalah contoh tujuan asesmen portofolio yang sesuai Standar
Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok Ekonomi

22

Tabel. 2
Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, dan Materi Pokok

Ekonomi Kelas X SMA Semester 1


Standar Kompetensi: 2.

Memahami permasalahan ekonomi dalam

kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi


Kompetensi Dasar
1.1 Mengidentifikasi

Indikator

kebutuhan manusia

Menjelaskan

Materi Pokok
Tentang kebutuhan

pengertian kebutuhan manusia


manusia.

Menyebutkan 5

Tentang jenis

macam kebutuhan

kebutuhan manusia

manusia.

Berdasarkan tabel diatas, tujuan yang diinginkan oleh guru adalah memantau
proses pembelajaran sekaligus mengevaluasi baik proses maupun hasil evidence
peserta didik sehingga guru akan menggunakan portofolio dokumentasi.
Kemampuan yang diharapkan dari siswa adalah melakukan percobaan untuk
membuktikan hukum Lavoiser, hukum Proust dan mengkorelasikan hubungan
antara volume gas dengan jumlah partikelnya pada keadaan yang sama.
J.

Penentuan Isi Portofolio


Tahapan berikutnya dalam asesmen portofolio setelah tujuan penilaian
ditetapkan adalah menentukan isi portofolio. Pada tahapan ini, isi dan bahan
asesmen portofolio harus mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan. Isi
portofolio harus menunjukkan kemampuan peserta didik yang sesuai dengan
apa yang diharapkan pada standar kompetensi, kompetensi dasar, atau
indikator pencapaian hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum.
Berdasarkan contoh standar kompetensi, kompetensi dasar, dan
indikator pada tabel, isi dokumen yang ditugaskan oleh guru adalah lembar
kerja siswa, laporan praktikum, membuat rangkuman sejarah hukum Lavoiser,
23

Proust dan Avogadro. Di samping evidence yang ditugaskan oleh guru, guru
juga memberikan penilaian terhadap keterampilan laboratorium peserta didik
yang kemudian diserahkan sebagai bukti tentang kemampuan siswa dalam
melakukan eksperimen.
Beberapa hal yang penting dalam penentuan isi asesmen portofolio
adalah sebagai berikut:
a) Guru harus menentukan isi portofolio yang akan dilaksanakannya.
b) Guru harus menunjukkan hubungan antara pencapaian hasil belajar peserta
didik dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar.
c) Guru harus menentukan banyaknya portofolio yang akan digunakan sebagai
bahan penilaian.
d) Guru harus menetukan relevansi antara evidence peserta didik dengan
tujuan yang akan dinilai.
e) Guru harus menentukan bagaimana suatu evidence dikerjakan oleh peserta
didik sendiri, kerja kelompok, atau pertolongan guru.

Selain hal-hal tersebut, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan


lainnya dalam pemilihan isi portofolio, diantaranya:
a) Siapa yang memilih?
Pihak yang memilih ditentukan oleh tujuan. Apabila tujuan portofolio lebih
pada pemberian kesempatan kepada siswa untuk merefleksikan hasil
belajarnya, maka siswa harus diberi kesempatan juga untuk memilih calon isi
portofolio. Akan tetapi, apabila portofolio lebih ditekankan pada usaha guru
untuk menilai dan memperbaiki hasil pembelajarannya, guru harus
menentukan apa saja yang harus disajikan dalam portofolio.
b) Bagaimana memilih?
Ada beberapa cara menentukan butir-butir yang perlu disajikan dalam
portofolio. Guru dan siswa harus bekerja sama untuk menentukan butir-butir
itu. Dan setelah ada kesepakatan perlu dibuat daftar kategori atau pedoman
tertulis.
c) Bagaimana melibatkan siswa?

24

Siswa perlu menjelaskan secara tertulis, mengapa suatu butir atau topik
perlu disajikan dalam portofolio masing-masing. Bila perlu siswa dan guru
dapat melakukan diskusi tentang hal tersebut.
d) Bagaimana peranan guru?
Disamping membantu siswa, guru perlu mengambil sampel isi portofolio,
terutama dalam rangka memahami cara-cara siswa berpikir, bekerja, bekerja
sama dalam kelompok, dan bagaimana pemahaman siswa atas pemahaman
materi tertentu berkembang.
e) Bagaiman kriteria eksternal?
Guru atau pihak lain yang menugasi siswa membuat portofolio dapat
menggunakan kriteria tertentu untuk mengetahui cara-cara siswa mendekati
masalah atau perkara tertentu. Dalam hal demikian, guru dapat
mendiskusikan kriteria itu dengan sesama guru atau dengan pihak luar
tersebut.
f) Kapan harus dipilih?
Waktu kapan butir-butir dipilih untuk dimasukkan kedalam portofolio
tergantung pada tujuan. Apabila hasil yang menjadi tujuan, maka hasil kerja
terbaik saja, atau hasil kerja terakhir sajayang perlu dimasukkan ke dalam
portofolio. Akan tetapi kalau kemajuan siswa lebih dipentingkan, maka
portofolio harus berisi bukti-bukti tentang perkembangan pengetahuan dan
keterampilan siswa atau perkembangan sikap siswa.
g) Apa yang perlu dilakukan oleh guru terhadap setiap isi?
Selain menilai, guru sebaiknya memberikan komentar pada setiap butir isi
portofolio, baik yang berupa saran peningkatan belajar, maupun yang berupa
pujian atas prestasi siswa yang bersangkutan.

K. Bahan-bahan Penilaian Portofolio


Bahan-bahan penilaian portofolio dapat dikelompokkan menjadi beberapa
bagian, yaitu :
1. Penghargaan yang diperoleh peserta didik, baik tertulis maupun lisan, seperti
sertifikat hasil lomba atau catatan guru tentang penghargaan lisan yang
pernah diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu.

25

2. Hasil pekerjaan peserta didik, seperti Lembar Kerja Siswa (LKS), kliping,
gambar, hasil ulangan, hasil kerja kelompok, dan hasil rangkuman.
3. Catatan/laporan daro orang tua peserta didik atau teman sekelas.
4. Catatan pribadi peserta didik, seperti bukti kehadiran, hasil oresentasi dari
tugas-tugasyang selsai dikerjakan, catatan-catatan kejadafian khusus
(anecdotal records), dan daftar kehadiran.
5. Bahan-bahan lain yang relevan, yaitu :
a) Bahan yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan yang
dialami peserta didik.
b) Bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalm
pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pembelajaran.
6. Alat-alat audio-visual, vidio atau disket.
Setelah bahan portofolio dikumpulkan, kemudian disusun akan disimpan
dalam sebuah dokumen. Dalam rangka penataan sebuah dokumen, guru
hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Setiap dokumen harus dibuat identitas peserta didik, seperti nama, nomor
induk, kelas, dan nama sekolah.
2) Untuk mempermuda pengecekan isi dokumen, maka setiap dokumen
harus dibuat daftar isi dokumen.
3) Isi dokumen harus dimasukkan ke dalam satu map atau folder dan
disusun secara sistematis sesuai dengan kompetemsi yang telah
ditetapkan
4) Isi dokumen hendaknya dikelompokkan sesuai dengan mata pelajaran
dan setiap mata pelajaran diberikan warna berbeda
5) Setiap isi dokumen harus ada catatan atau komentar dari orang tua
6) Isi dokumen hendaknya tidak ditentukan sepihak oleh guru, tetapi harus
merlibatkan peserta didik melalui proses diskusi
Disamping itu, guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip dokumntasi
portofolio, antara lain kelengkapan dan ketepatan data, ketepatan waktu, tingkat
keterbacaan, praktis, sistematis, dan revelan.

26

Mengembangkan kriteria penilaian


Kriteria penilaian harus dirumuskan dengan jelas baik yang berhubungan dengan
proses pembelajaran maupun hasil belajar yang diharapkan. Kriteria penilaian
yang digunakan dalam penilaian portofolio bahasa indonesia misalnya yang
berkaitan dengan pembuatan sinopsis atau ringkasan cerita antara lain:
NO

Kriteria

Skor

Sistematika

0-20

Keseuaian isi cerita dengan judul buku

0-35

Alur

0-15

EYD

0-20

Bentuk dan kerapian tulisan

0-10

Beberapa kriteria penilaian yang dapat digunakan antara lain:

Kurang baik, 2) Baik, 3) Baik sekali


Atau

Jelek sekali, 2) Jelek, 3) Sedang, 4) Baik, 5) Baik sekali

L. Penentuan Kriteria Penilaian


Penilaian portofolio merupakan proses penilaian yang berkelanjutan yang
didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan
kemampuan khususnya aspek psikomotor atau unjuk kerja peserta didik dalam
satu periode tertentu.
Dalam melakukan penilaian portofolio harus memperhatikan hal-hal berikut :

Asli, artinya tugas yang dinilai adalah asli dari peserta didik.

Adanya rasa kepercayaan antara guru dan peserta didik,baik dalam proses
penilaian maupun menjaga rahasia tentang pengumpulan hasil belajar.

Join Ownershif antara guru dan peserta didik harus memiliki rasa saling
memiliki berkas-berkas portofolio.

27

Identitas yang tercantum dalam portofolio sebaiknya berisi keterangan


tentang bukti yang mampu menumbuhkan semangat peserta didik untuk
lebih meningkatkan kreativitasnya.

Adanya kesesuaian antara hasil informasi hasil belajar yang tercantum


dalam kurikulum.

Penilaian portofolio mencakup penilaian proses dan hasilbelajar.

Penilaian portofolio terintegrasi dengan proses pembelajaran.

Model atau teknik penilaian portofolio memerlukan langkah-langkah sebagai


berikut :

Menjelaskan kepada peserta didik bahwa tidak hanya merupakan


kumpulan karya/tugas yang dipergunakan oleh guru untuk
penilaian,melainkan digunakan juga oleh peserta didik itu sendiri.untuk
mengetahui kemampuan,ketrampilan,bakat dan minat yang dimiliki
terhadap suatu mata pelajaran.

Menentukan bersama antar peserta didik dengan guru terhadap sampelsampel portofolio apa saja yang akan dibuat.

Kumpulkan dan simpanlah semua portofolio masing-masing peserta


didik, dalam satu map folder di rumah masing-masing atau loker masingmasing sekolah.

Berilah identitas waktu dari setiap bahan informasi perkembangan


peserta didik sehingga bisa terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke
waktu.

Sebaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio beserta bobotnya


dengan peserta didik sebelum mereka membuat karyanya.

Seorang guru meminta kepada peserta didik untuk menilai hasil karyanya
secara berkesinambungan.

Setelah portofolio dinilai dan hasilnya belum memuaskan ,maka peserta


didik diberi kesempatan untuk memperbaikinya (remedial).

Akan lebih baik jika dibuat jadwal untuk membahas protofolio dengan
mengundang orangtua atau wali peserta didik untuk menjelaskan betapa
pentingnya ortofolio supaya orang tua wali dapat mengetahui
perkembangan atau pertumbuhan belajarnya.

28

Ketika tujuan dan isi portofolio sudah dinyatakan secara jelas, maka tahapan
berikutnya adalah menetukan kriteria penilaian. Kriteria penilaian yang akan
digunakan dalam portofolio dapat segera dibuat untuk meyakinkan bahwa isi yang
akan dimasukkan ke dalam portofolio telah benar-benar mengandung evidence
yang diharapkan dalam indikator pencapaian hasil belajar. Kriteria asesmen
portofolio sangat bergantung kepad karakteristik kompetensi dasar yang telah
ditentukan. Kriteria asesmen portofolio juga sangat bergantung kepada bagaimana
cara penilaian dan portofolio yang akan dinilai.

M. Penentuan Format Penilaian Portofolio


Tahapan berikutnya setelah penentuan kriteria penilaian adalah menentukan
format kriteria penilaian. Semua kriteria penilaian dituangkan dalam format
penilaian. Format penilaian yang disajikan dapat digunakan untuk menilai
pencapaian kemampuan peserta didik sesuai dengan standar kompetensi,
kompetensi dasar, dan indikator. Berikut ini adalah contoh format penilaian,
kriteria penilaian beserta proses pencapaiannnya dalam mata pelajaran Ekonomi.
Contoh Format penilaian Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Semester 2
Kompetensi dasar : mendeskripsikan Koperasi Sekolah dan
Pengembangannya Nama Peserta Didik Faris Amir Faisal
Tanggal : 30 Maret 2013
Indikator
1. Menjelaskan pengertian koperasi dan
koperasi sekolah

Penilaian
Kurang baik

Baik

Baik sekali

2. Menganalisis pengembangan koperasi


sekolah
Komentar guru:
3. Memahami pergitungan dan
pembagian Sisa Hasil Usaha di koperasi
tersebut.
Dicapai melalui:
Pertolongan guru

Faris sudah baik dalam menjelaskan


pengertian koperasi dan koperasi
sekolah, mampu menganalisis
pengembangan koperasi sekolah tetapi
masih kurang dalam memahami
perhitungan dan pembagian Sisa Hasil
Usaha di koperasi tersebut.

Seluruh kelas
Komentar siswa:

29

Kelompok kecil
Sendiri
Komentar orang tua
N. Pelaporan Asesmen Portofolio
Dalam pengembangan asesmen portofolio, guru biasanya melakukan
pemantauan kemajuan peserta didik dengan membandingkan portofolio
terhadap peta kemampuan pengetahuan dan pemahaman yang harus dicapai
dalam standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator yang terdapat
didalam kurikulum. Asesmen portofolio bukan merupakan sistem penilaian
satu-satunya sehingga harus dikombinasikan juga dengan bentuk penilaian
yang lain. Dalam penerapan asesmen portofolio sangat diperlukan kejujuran
dan objektivitas yang konsisten dari semua pihak, baik guru, orang tua,
maupun pihak lain.
Asesmen portofolio lebih menekankan pada penilaian proses dan hasil
sehingga hasil asesmen portofolio hendaknya memberikan kesempatan
kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam kegiatan pembelajaran untuk
mengadakan negosiasi mengenai pola pembelajaran dan pendewasaan siswa.
Oleh karena itu, asesmen portofolio dituntut memberikan informasi secara
menyeluruh mengenai:

Perkembangan pemahaman dan pemikiran peserta didik dalam kurun


waktu tertentu tentang standar kompetensi, kompetensi dasar dan
indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Evidence peserta didik yang berkaitan dengan bakat dan keterampilan


khusus.

Evidence peserta didik selama periode dan kurun waktu tertentu.

Refleksi nilai-nilai peserta didik sebagai individu baik segi kognitif,


afektif, maupun psikomotorik.

Hasil asesmen portofolio pada umumnya dapat berbentuk skor, grafik atau
deskriptif. Pekerjaan guru selanjutnya adalah membuat suatu rumusan
bagaimana skor itu akan dianalaisis dan ditafsirkan sehingga kesimpulan
akhir tentang kemampuan peserta didik sudah merupakan nilai keseluruhan
30

berbagai aspek. Guru harus menempatkan peserta didik dalam peta


kemampuan dengan memberi bobot tertentu serta bagaimana membuat
kesimpulan akhir yang bersifat komprehensif dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Laporan hasil belajar dibuat dalam peta perkembangan yang memuat
deskripsi dan uraian perkembangan kompetensi dasar, hasil belajar, atau
indikator hasil belajar yang terdapat dalam kurikulum. Peta kemampuan dapat
digunakan guru untuk memantau kemampuan belajara peserta didik.
Kemampuan hasil belajar bertujuan untuk:
Acuan bagi guru dalam memantau perkembangan belajar peserta didik.
Peta kemampuan harus dibuat berdasarkan data yang akurat, yang
menggambarkan kemampuan yang kompleks untuk dijadikan sebagai
tolak ukur keberhasilan peserta didik.
Acuan bagi guru dalam mengestimasi pencapaian.
Estimasi pencapaian pengetahuan siswa diperoleh berdasrkan bukti nilai
tugas portofolio yang telah dikerjakan. Dalam melakukan estimasi, guru
harus memperhatikan kualitas dan akurasi seluruh evidence yang telah
dikerjakan peserta didik dan dinilai.
Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menentukan skala lokasi pada
peta. Skala lokasi pada peta dimaksudkan untuk menentukan kemampuan
siswa pada suatu pokok garis perkembangan. Dengan skala lokasi ini guru
dapat dengan mudah menentukan tingkat pencapaian dan memantau
perkembangan kemampuan peserta didik.

Langkah Pengembangan Asesmen Portofolio dalam Pembelajaran ekonomi


Tahapan asesmen portofolio
Menetapkan tujuan portofolio

Dimensi Tahapan
Menetapkan tujuan asesmen portofolio.
Menentukan tujuan instruksional masingmasing asesmen portofolio.
Mereview masing-masing deskripsi dan
menyesuaikannya dengan kompetensi.

Menetapkan isi portofolio

Menetapkan evidence

31

Menetapkan rentang evidence


Mereview masing-masing deskripsi dan
menyesuaikannya dengan kompetensi.
Menetapkan seleksi portofolio

Menetapakan prosedur seleksi evidence


Menetapkan cara mengelola asesmen
portofolio
Mereview masing-masing deskripsi dan
menyesuaikannya dengan tujuan portofolio.

Menetapkan yang akan dinilai


dari kriteria penialian

Menentukan fokus penilaian individu atau


kelompok
Mendeskripsikan kriteria penilaian
Meyakinkan bahwa kriteria yang
dikembangkan sudah jelas dan mudah
dikomunikasikan
Meyakinkan bahwa kriteria yang
dikembangkan sudah tidak diskriminatif
Mereview masing-masing deskripsi dan
menyesuaikannya dengan tujuan penilaian

Menetapkan metode untuk


estimasi dan pelaporan

kedudukan peserta didik dalam peta

kedudukan peserta didik dalam

kemampuan.

peta kemampuan

-masing deskripsi dan


menyesuaikannya dengan tujuan asesmen
portofolio

Sumber: Nahadi dan Cartono, 2007

O. Kelebihan dan kekurangan penilaian portofolio


1) Kelebihan model penilaian portofolio, antara lain sebagai berikut:
a. Dapat melihat pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik
dari waktu ke waktu berdasarkan feed-back dan refleksi diri

32

b. Membantu guru melakukan penilaian secara adil, objektif, transparan dan


dapat dipertanggungjawabkan tanpa mengurangi kreativitas peserta didik
di kelas.
c. Mengajak peserta didik untuk belajar bertanggung jawab terhadap apa yang
telah mereka kerjakan, baik di kelas maupun di luar kelas dalam rangka
implementasi program pembelajaran.
d. Meningkatkan peran serta peserta didik secara aktif dalam kegiatan
pembelajaran dan penilaian.
e. Member kesempatan peserta didik untuk meningkatkan kemapuan mereka
f. Membantu guru mengklarifikasi dan mengidentifikasi program
pembelajaran masyrakat lainnya dalam melihat pencapaian kemampuan
peserta didik
g. Memungkinkan peserta didik melakukan penilaian diri (self-assessment),
refleksi, dan mengembangkan kemepuan berpikirkritis (critical thinking)
h. Memungkinkan guru melakukan penilaian secara flesibel, tetapi tetap
mengacu pada kompetensi dasar dan indicator hasil belajar yang ditentukan
i. Guru dan peserta didik sama-sama bertanggung jawab untuk merancang dan
menilai kemajuan belajar
j. Dapat digunakan untuk menilai kelas yang heterogen antara peserta didik
yang pandai dan kurang pandai
k. Memungkinkan guru memberikan hadiah terhadap setiap usaha belajar
peserta didik
Salah satu prinsip pembelajaran adalah Mulai dari konkret ke abstrak.
Prinsip itu memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi
tentang suatu perkara yang dipilihkan oleh guru. Siswa akan terlibat lebih aktif
dalam pembelajaran dan penilaian, jika siswa juga ikut memilih hal yang harus
dieksplorasi, sesuai dengan minatnya atau gaya belajarnya. Portofolio
merupakan tempat bagi siswa untuk secara aktif memilih hal yang dieksplorasi,
dan menunjukkan bukti tentang kompetensi siswa, di luar hasil tes. Dengan kata
lain, di samping mengaktifkan siswa, portofolio memberikan kesempatan kepada
siswa untuk ikut serta dalam penilaian atas dirinya.

33

Tes yang lazim pada masa-masa lalu kebanyakan lebih menekankan


pentingnya menilai pemahaman materi pelajaran daripada pengetahuan siswa
tentang kaidah, algoritma, prosedur, dan cara berpikir. Dalam hal pembelajaran
yang menuntut penguasaan materi serta pemilikan keterampilan dan sikap yang
baik, akan lebih baik jika digunakan instrument penilaian yang memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya dalam
memecahkan masalah, bernalar, berkomunikasi, melakukan penyelidikan, dan
berkreasi. Untuk maksud tyersebut, portofolio merupakan salah satu instrumen
yang cocok. Siswa SLTP, SMU, dan SMK tentu berpendapat bahwa materi
pelajaran yang penting adalah materi yang diujikan atau yang sering muncul
dalam tes. Dengan portofolio, yang semua isinya akan dinilai, siswa dapat
diharapkan akan memberikan perhatian yang tinggi pula kepada bagian-bagian
yang tidak diujikan atau tidak masuk dalam tes. Jika guru ingin agar siswanya
suka melakukan penyelidikan atau melakukan eksplorasi, tidak sekedar
menghafal, dan siswanya tidak mudah melupakan materi tertentu, maka
penggunaan portofolio penilaian merupakan jalan yang cocok untuk maksud itu.
Belajar merupakan proses yang panjang. Untuk memperoleh pengetahuan
yang mendalam tentang sesuatu, siswa memerlukan banyak pengalaman (banyak
membaca, banyak merenungkan, banyak komunikasi, memecahkan banyak
masalah, dan sebagainya.). Pembentukan gambar tentang kompetensi siswa juga
memerlukan berbagai instrumen penilaian. Portofolio yang berisi koleksi produk
siswa, dan laporan proses yang dilalui oleh siswa, yang meliputi rentang waktu
yang panjang, dapat memberikan gambaran yang relatif lengkap tentang
perkembangan dan kompetensi siswa yang bersangkutan.

2) Adapun kekurangan penilaian portofolio, antara lain sebagai berikut:


a. Membutuhkan waktu dan kerja keras ekstra
b. Penilaian portofolio dianggap kurang reliable dibandingkan dengan bentuk
penilaian yang lain
c. Ada kecenderungan guru hanya memperhatikan pencapaian akhir sehingga
proses penilaian kurang mendapat perhatian

34

d. Jika guru melaksanakan proses pembelajaran yang bersifat teacher


oriented, kemungkinan besar inisiatif dan kreativitas peserta didik akan
terbelenggu sehingga penilaian portofolio tidak dapat dilaksanakan dengan
baik
e. Orangtua peserta didik sering berpikir skeptic karena laporan hasil belajar
anaknya tidak berbentuk angka
f. Penilaian portofolio masih relative baru sehingga banyak guru, orangtua,
dan peserta didik yang belum mengetahui dan memahaminya
g. Tidak tersedianya criteria penilaian yang jelas
h. Analisis terhadap penilaian portofolio agak sulit dilakukan sebagai akibat
dikuranginya penggunaan angka
i. Sulit dilakukan terutam menghadapi ujian dalam skala nasional
j. Dapat menjebak peserta didik jika selalu sering menggunakan format yang
lengkap dan detail

35

BAB III
KAJIAN EMPIRIS

A. Pembelajaran Berbasis Portofolio dalam Pembelajaran Ekonomi


Seorang guru mata pelajaran ekonomi yang professional, dalam melasanakan
tugas pembelajaran dituntut menguasai komptensi atau kemampuan dasar
pembelajaran dari aspek keilmuan. Salah satu kemampuan dasar yang harus
dikuasai guru adalah keterampilan mengembangkan model pembelajaran ya.
Dalam penilaian portofolio ada dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II satu
siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan
refleksi. Dalam siklus I perencanaan ini dilakukan dengan cara:
a. Guru menentukan tujuan portofolio dan menganalisis kegiatan
portofolio yang akan dilakukan berdasarkan kompetensi dasar yang
akan dicapai dalam setiap siklus (Jean Keers dalam Sumarna,2006).
b. Menyusun tugas yang diberikan secara individu dalam lembaran
kerja.
c. Menyiapkan segala sesuatu sesuai dengan yang diperlukan pada
waktu penelitian yaitu RPP, Bahan ajar, dan media pembelajaran.
d. Menyusun alat evaluasi untuk mengetahui sejauh mana materi yang
telah dikuasai siswa berupa soal kuis, dan soal tes.
e. Menyiapkan format analisis hasil evaluasi, berupa lembar penilaian
portofolio untuk guru dan siswa.
f. Menyusun instrument untuk alat observasi, berupa lembar
pengamatan aktivitas siswa.
g. Penelitian dilakukan 2 siklus. Siklus dilakukan 2 x pertemuan dan
diadakan tes ulangan harian. Hasil refleksi siklus I digunakan sebagai
perencanaan siklus kedua.
Pelaksanaan sesuai dengan langkah yang telah direncanakan, tindakan yang
dilaksanakan yaitu:
a. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
dalam RPP.
36

b. Memberi tugas portofolio sesuai dengan analisis penilaian portofolio


pada kompetensi dasar yang diambil.
c. Melaksanakan portofolio sesuai langkah langkah dan tujuan penilaian.
d. Memberikan tugas portofolio berupa Soal Kuis yang diberikan kepada
siswa di awal pelajaran untuk mengetahui pemahaman siswa tentang
materi yang dipelajari, tugas harian berupa tugas mandiri mencari
artikel , soal tes diberikan kepada siswa si akhir jam pelajaran.

Contoh tugas portofolio dan pedoman penilaian


TUGAS PORTOFOLIO
Nama

: .

No. Induk

: .

Kelas/sem

: X/2

Standar kompetensi

Kompetensi dasar

Indicator

Memahami
permasalahan ekonomi
dalam kaitannya dengan
kebutuhan manusia,
kelangkaan dan sistem
ekonomi

Mengidentifikasi
kebutuhan manusia

Menjelaskan
pengertian kebutuhan
manusia.

Menyebutkan 5
macam kebutuhan
manusia.

Memberikan contoh
dari 5 macam
kebutuhan manusia

ANALISIS:
Berdasrkan pemetaan SK/KD/INDIKATOR diatas, pencapaian KD tersebut
akan lebih mudah dengan diberikan tugas-tugas dalam bentuk portofolio. Tujuan
diberikan portofolio ini adalah dalam rangka memantau perkembangan peserta
didik pada proses pembelajaran.

37

TUGAS PORTOFOLIO

Menulis sebuah artikel yang ada kaitannya dengan ekonomi yakni


kebutuhan manusia. Misalnya membuat artikel singkat mengenai jenisjenis kebutuhan manusia yang setiap harinya digunakan untk memenuhi
kebutuhan hidupnya, dengan melengkapkan gambar-gambar dan
bentuk/cirri khusus dan manfaatnya untuk manusia selanjutnya.

Buat laporan untuk kegiatan ini beserta:


-

Bukti refernsi (copy, printed)

Jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian

Data pengumpulan etiket (hari, tanggal, bulan, tempat penelitian,


dan sebagainya)

Lain-lain yang dianggap penting untuk disertakan sebai informasi

Laporan dikumpulkan paling lambat minggu ke 4 bulan desember 2013

Jadwal kegiatan pelaksanaan penyusunan portofolio:


(disusun bersama oleh guru dan siswa)
No Kegiatan

Februari

Maret

(minggu ke)

(minggu ke)

Mendapat tugas

Merencanakan

keterangan

kegiatan
3

Monitoring ke 1

Melaporkan hasil
pengumpulan
pertama

Monitoring ke 2

Melaporkan hasil
pengumpulam kedua

Pengecekan

kelengkapan data
dan bukti
6

Penyusunan laporan

Penjilidan laporan

x
X

38

Penyerahan laporan

FORMAT PENILAIAN PENAMPILAN


No

Aspek-aspek

Indikator

Skor

Keterangan

Penilaian
01

Persiapan

Bahan
Mental
Fisik

02

Proses

Tahapan
Ketrampilan
Kerjasama

03

Penampilan

Percaya Diri
Penugasan
Daya Tarik

Jumlah skor
Nilai
Bandung,
Guru,

...................................................

39

FORMAT PENILAIAN LEMBAR KERJA


No

Kompetensi

Indikator

01

Pemahaman

Akurat

Skor

Keterangan

Materi
02

Sintesis

Tepat

03

Penyimpulan

Sesuai

04

Penampilan

Rapi dan
Menarik

Jumlah Skor
Nilai
Bandung,
Guru,

...................................................

FORMAT PENILAIAN KARYA TULIS


N

Kompetensi

Indikator

Skor

o
01

02

Kualitas

Akurat

Informasi

Cermat

Teliti

Seksama

Pengorganisasia

Tepat

n Gagasan

Runtut

Tata

(masalah)
03

Kebahasaan

Bahasa
-

Gaya
Bahasa

04

Penampilan

Rapi

Menarik

40

Keterangan

Jumlah Skor
Nilai
Bandung,
Guru,

................................................
...

FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO TAMPILAN


No

Aspek-aspek

Indikator

Skor

Keterangan

Penilaian
01

Isi

02

Tampilan

03

Penyampaian

Jumlah skor
Nilai
Bandung,
Guru,

...................................................

41

LEMBAR PENILAIAN PENAMPILAN


Judul Penampilan

: .....................................

Kelas/Kelompok

: ......................................

Petunjuk Penilaian :
1. Setiap Kriteria diberi skor dalam skala 5 (1-5)
2. Skor 1 = rendah, 2 = cukup, 3 = rata-rata, 4 = baik, 5 = istimewa
No. Aspek-aspek Penilaian

Skor

Bobot

Nilai x Bobot

01

Judul

02

Masalah

03

Metode Penulisan

04

Landasan Teori

05

Sistematika Penulisan

06

Pembahasan

07

Simpulan

08

Bahasa :

Tata Bahasa

Gaya Bahasa
Jumlah

Nilai Akhir =

10

Jumlah Nilai x Bobot


Jumlah Bobot

Catatan :
.........................................................................................................................

Bandung,
Guru,

42

FORMAT PENILAIAN FORMATIF dan SUMATIF


Jenis

No

Tanggal

Tes

Pokok

Nilai

Bahasan

Formatif

01

(A)

02

Paraf

Keterangan

Guru

03
dst
Jumlah
Rata-rata
Sumatif

Tanggal :

(B)

Jumlah A dan B
Rata-rata A dan B

FORMAT REKAMAN ANEKDOT


No. Nama Siswa

Perilaku

Tanggal dan

yang Muncul

Waktu

Penilaian

Positif

Negatif

Bandung,
Guru,

..................................................

43

BAB III
PENUTUP

A KESIMPULAN
Penilaian portofolio ini adalah suatu pendekatan atau model penilaian
yang bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam membangun
dan merefleksi suatu pekerjaan atau tugas atau karya melalui pengumpulan
(collection) bahan-bahan yang relevan dengan tujuan dan keinginan yang
dibangun oleh peserta didik, sehingga hasil pekerjaan tersebut dapat dinilai
dan dikomentari oleh guru dalam periode tertentu. Portofolio merupakan
catatan atau kumpulan hasil karya siswa yang didokumentasikan secara baik
dan teratur. Portofolio ini digunakan dalam sistem penilaian, yang dikenal
sebagai asesmen portofolio. Asesmen portofolio adalah suatu upaya
menghimpun kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun
secara sistematis dan terorganisir yang diambil selama proses pembelajaran,
digunakan oleh guru dan peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.
Prinsip-prinsip yang berlaku dalam asesmen portofolio adalah
kepercayaan, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan
hasil. Asesmen portofolio digunakan untuk mengetahui perkembangan
peserta didik dalam proses pembelajaran, sebagai feedback bagi guru juga
bagi peserta didik untuk melakukan perbaikan selanjutnya dan sebagai media
untuk laporan pada orang tua. Portofolio memiliki bentuk dan jenis yang
beragam, sehingga guru dapat mengumpulkannya melalui banyak cara sesuai
dengan tujuan, cara yang akan dipakai, tingkatan siswa atau jenis kegiatan
yang dilakukan. Adapun tahapan dalam asesmen portofolio antara lain,
penentuan tujuan portofolio, penentuan isi, penentuan kriteria penilaian,
penentuan format penilaian, pengamatan dan penilaian portofolio, koleksi,
seleksi evidence, refleksi, koneksi dan pelaporan penilaian portofolio.
Contoh-contoh portofolio yang menjadi bahan penilaian adalah portofolio
laporan eksperimen, makalah untuk dipresentesikan, tugas-tugas individu
atau kelompok (tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa atas

44

pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru
dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan yang dibuat siswa).

Beberapa perbedaan pokok antara tes sebagai suatu teknik atau alat
penilaian yang selama ini digunakan guru dengan penilaian portofolio
sebagai salah satu inovasi dalam pelaksanaan penilaian, diantaranya
yaitu:

NO

TES

NO

PENILAIAN PORTOFOLIO

Tes biasanya dilakukan untuk

1.

Penilaian portofolio menilai

2.

menilai kemampuan intelektual

seluruh aspek perkembangan

siswa melalui penguasaan

siswa baik intelektual, minat

materi pembelajaran

sikap, dan keterampilan.

Guru berperan sangat dominan

2.

Peserta didik terlibat dalam

dalam proses penilaian

proses penilaian dengan menilai

sedangkan siswa berperan

dirinya sendiri mengenai

sebagai orang yang dinilai.

kemampuan beserta dalam


perkembangannya.

3.

Kriteria penilaian ditentukan

3.

satu untuk semua.


4.

Keputusan berdasarkan

Kriteria penilaian ditentukan


sesuai dengan kriteria siswa.

4.

Proses penilaian beserta

penilaian ditentukan sendiri

pengambilan keputusan

oleh guru.

dilakukan dengan cara


kolaboratif antara guru, siswa,
dan orang tua.

5.

Penilaian dilakukan dengan

5.

Penilaian berorientasi pada

berorientasi pada pencapaian

kemajuan, usaha yang dilakukan

hasil belajar.

siswa termasuk pencapaian hasil


belajar.

6.

Penilaian merupakan kegiatan

6.

Penilaian merupakan bagian

yang terpisah dari proses

integral dari proses

pembelajaran.

pembelajaran.

45

7.

Penilaian melalui tes biasanya

7.

Penilaian portofolio dilakukan

dilakukan pada akhir program

selama proses pembelajaran

pembelajaran.

berlangsung.

Adapun tahapan-tahapan penilaian portofolio yaitu:

Penentuan Tujuan Portofolio

Penentuan isi portofolio

Mengembangkan kriteria penilaian

Menyusun format penilaian

Pengamatan dan penilaian portofolio

Koleksi

Seleksi

Refleksi

Sumber dan pengorganisasian

Menurut Barton dan Collins dalam S.Surapranta dan M.Hatta (2004) terdapat
beberapa karakteristik esensial penilaian portofolio, yaitu multisumber, autentik,
dinamis, eksplisit, integrasai, kepemilikan, dan beragam tujuan. Prinsip-prinsip
yang berlaku dalam asesmen portofolio adalah kepercayaan, kerahasiaan, milik
bersama, kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil. Asesmen portofolio digunakan
untuk mengetahui perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran,
sebagai feedback bagi guru juga bagi peserta didik untuk melakukan perbaikan
selanjutnya dan sebagai media untuk laporan pada orang tua. Portofolio
memiliki bentuk dan jenis yang beragam, sehingga guru dapat
mengumpulkannya melalui banyak cara sesuai dengan tujuan, cara yang akan
dipakai, tingkatan siswa atau jenis kegiatan yang dilakukan. Adapun tahapan
dalam asesmen portofolio antara lain, penentuan tujuan portofolio, penentuan isi,
penentuan kriteria penilaian, penentuan format penilaian, pengamatan dan
penilaian portofolio, koleksi, seleksi evidence, refleksi, koneksi dan pelaporan
penilaian portofolio. Contoh-contoh portofolio yang menjadi bahan penilaian
adalah portofolio laporan eksperimen, makalah untuk dipresentesikan, tugastugas individu atau kelompok (tugas-tugas yang dikerjakan siswa, jawaban siswa

46

atas pertanyaan guru, catatan hasil observasi guru, catatan hasil wawancara guru
dengan siswa, laporan kegiatan siswa dan karangan yang dibuat siswa).

47

DAFTAR RUJUKAN

Dasim Budimansyah. (2002). Model pembelajaran dan penilaian berbasis


portofolio. Bandung: Genesindo.
Fajar Arnie. 2004. Portofolio dalam Pelajaran IPS. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Sinaradi, F. 2001. Metode Penilaian Hasil belajar Peserta Didik dengan
Portofolio. Dalam P. Suparno,

dkk. (peny.). 2001. Menuju Pempelajaran

Aktif. Yogyakarta: Penerbitan USD.


Surapranata, Sumarna dan Muhammad Hatta. 2006. Penilaian Portofolio:
Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
http://afifabdul.blogspot.com/2010/12/penilaian-portofolio.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2089180-penilaian
portofolio/#ixzz0EHwEbth0

48