Anda di halaman 1dari 1

ADAM GANESA // 151110090

Pengertian, Fungsi, Contoh Ijtihad


Kata ijtihad berasal dari kata ijtahada yajtahidu ijtihadanyang berartu mengerahkan segala kemampuan
untuk menanggung beban. Menurut bahasa, ijtihad artinya bersungguh-sungguh dalam mencurahkan
pikiran. Sedangkan, menurut istilah,pengertian ijtihad adalah mencurahkan segenap tenaga dan
pikiran secara bersungguh-sungguh untuk menetapkan suatu hukum. Oleh karena itu, tidak disebut
ijtihad apabila tidak ada unsur kesulitan di dalam suatu pekerjaan. Secara terminologis, berijtihad berarti
mencurahkan segenap kemampuan untuk mencari syariat melalui metode tertentu. Ijtihad dipandang
sebagai sumber hukum Islam yang ketiga setelah Al-Quran dan hadis, serta turut memegang fungsi
penting dalam penetapan hukum Islam. Telah banyak contoh hukum yang dirumuskan dari hasil
ijtihad ini. Orang yang melakukan ijtihad disebut mujtahid.
Fungsi ijtihad adalah untuk mendapatkan solusi hukum jika ada suatu masalah yang harus diterapkan
hukumnya, tetapi tidak dijumpai dalam Al-Quran maupun hadis. Jadi, jika dilihat darifungsi
ijtihad tersebut, maka ijtihad mendapatkan kedudukan dan legalitas dalam Islam. Meskipun demikian,
ijtihad tidak bisa dilakukan oleh setiap orang, tetapi hanya orang yang memenuhi syarat yang boleh
berijtihad. Orang yang berijtihad harus memiliki syarat sebagai berikut:

Memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam,


Memiliki pemahaman mendalam tentang bahas Arab, ilmu tafsir, usul fiqh, dan tarikh (sejarah),
Mengenal cara meng-istinbat-kan (perumusan) hukum dan melakukan qiyas,
Memiliki akhlaqul qarimah.

Bentuk ijtihad dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:

Ijma': Ijma' adalah kesepakatan para ulama mujtahid dalam memutuskan suatu perkara atau
hukum. Ijma' dilakukan untuk merumuskan suatu hukum yang tidak disebutkan secara khusus
dalam kitab Al-Quran dan sunnah.
Qiyas: Qiyas adalah mempersamakan hukum suatu masalah yang belum ada kedudukan
hukumnya dengan masalah lama yang pernah karena ada alasan yang sama.
Maslahah Mursalah: Maslahah Mursalah adalah cara dalam menetapkan hukum yang
berdasarkan atas pertimbangan kegunaan dan manfaatnya.

Contoh ijtihad adalah suatu peristiwa di zaman Khalifah Umar ibn Khattab, di mana para pedagang
Muslim bertanya kepada Khalifah berapa besar cukai yang harus dikenakan kepada para pedagang asing
yang berdagang di negara Khalifah. Jawaban dari pertanyaan ini belum dimuat secara terperinci dalam
Al-Quran maupun hadis, maka Khalifa Umar ibn Khattab selanjutnya berijtihad dengan menetapkan
bahwa cukai yang dibayarkan oleh pedagang adalah disamakan dengan taraf yang biasanya dikenakan
kepada para pedagang Muslim oleh negara asing, di mana mereka berdagang.