Anda di halaman 1dari 10

Arsitektur Neo-Modern

BY D AU K HA N PE RM AN A | DP A R SI TEK

Bermula dari runtuhnya Arsitektur Modern terakhir yang


disebut juga International Style, Arsitektur Post-Modern
terus berkembang menjadi banyak aliran. Diantaranya
yaitu aliran Neo -Modern.

Aliran Neo-Modern muncul pada masa antara tahun 1980


seiring dengan perkembangan jaman sejak
dinyatakannya kematian arsitektur modern (1975) dan
kemudian ditandai munculnya bangunan-bangunan baru
postmodern. Neo-Modern juga berkembang bersamaan
dengan aliran Dekonstruksi dimana arsitek-arsitek besar
pada masa itu seperti Frank Gehry, Peter Eisenman,
Rem Koolhaas, Bernard Tschumi, Zaha Hadid,
Fumihiko Maki, Kazuo Shinoara dan lain-lain yang
menghasilkan karya-karya Neo Modern dan Dekonstruksi.
Karya-karya Arsitektur Neo-Modern sangat bertentangan
dengan sifat klasik (clasissism).

Ciri-ciri yang mendasar pada bangunan-bangunan NeoModern yaitu :

1. Memiliki konsep yang spesifik seperti bangunanbangunan postmodern aliran lainnya pada
umumnya. Dapat bersifat abstrak tetapi juga
merepresentasikan sesuatu, tidak hanya sebagai
stilasi dari suatu bentukan tertentu.
2. Masih memperlihatkan kejelasan struktur dan
sainsnya dengan ide-ide yang inovatif, beralasan dan
masuk akal.
3. Pertimbangan yang sangat mendasar terhadap
karakter bangunan dengan tetap memperhatikan
segi manusia yang menggunakannya.
4. Pada umumnya merupakan pengembangan /
lanjutan dari bentukan-bentukan sederhana melalui
konsep-konsep dan rekayasa baik secara karakter
bangunan maupun fungsi struktur serta sains
dengan pemikiran yang mendalam.
5. Keseragaman dan keserasian pada facade bangunan
lebih diutamakan dengan penggunaan bahan dan
warna terkadang bersifat monoton namun inovatif.
6. Memadukan unsur-unsur yang berkesan mungkin
dan yang tidak mungkin.

Ciri-ciri diatas merupakan ciri-ciri umum yang dapat


terlihat secara visual dari bangunan Neomodern. Untuk
mengungkapkannya, para arsitek Neomodern
memanfaatkan bentuk, penggunaan material dan warna
serta struktur dan teknologi yang membuat Neomodern
berkembang juga menjadi beberapa aliran
seperti Plastism, Suprematism, High-techdan lainlain.
Dalam aliran Plastism, banyak digunakan bentukanbentukan yang berkesan fleksibel dengan banyak kurva
serta lengkung. Bentukan yang fleksibel ini membuat
bangunan lebih dinamis dan memiliki karakter. Bentukan
tersebut tidak selalu bersifat struktural, seringkali
bersifat dekoratif namun menyatu dengan bangunan dan
bukan sekedar tempelan baik secara facade maupun
interior bangunan, caranya dengan menggunakan warna
dan material bangunan yang inovatif. Intinya aliran
Plastism berusaha mengemukakan ide melalui bentukanbentukan yang tidak umum dari sebuah bangunan.
Aliran Suprematism mengutamakan perekayasaan
bentuk dari bentukan yang umum. Dari arti kata
suprematis sendiri yaitu melawan hal-hal yang bersifat
lampau dan natural, aliran ini berusaha
mengiterpretasikannya kedalam bangunan dengan
merekayasa segala hal yang bersifat umum pada
bangunan. Misalnya dinding, kolom bahkan lantai yang

miring. Istilah disposisi merupakan hal yang wajar dalam


aliran Suprematism dalam mengemukakan ide dan
konsep. Namun aliran ini memusatkan perhatian pada
bangunan dari segi konsep bentukan yang mengarah
pada karakter bangunan tanpa mempertimbangkan
fungsi secara mendalam. Sense of art sangat terlihat
dalam bangunan-bangunan karya aliran Neomodernsuprematism.
Aliran High-tech biasanya menggunakan struktur yang
ekstrim untuk memaksakan bentuk yang sesuai dengan
konsep/ide. Namun dalam hal ini juga dipertimbangkan
fungsi secara sains yang menunjang kenyamanan
manusia penggunanya. Aliran-aliran dalam Neomodern
sebenarnya tidak baku karena setiap arsitek dalam
mengemukakan idenya berbeda-beda, namun tujuan dan
pemikiran dasar dapat dikategorikan dalam Neomodern.
Anti-Postmodern, Anti-Clasisisme, Anti-Disneyland,
Anti-Deniel, juga Neo-Classic / Classicisme. Kadang
mengembangkan postmodern dan late modern sebagai
perbendaharaan abstrak. Gehry telah mengembangkan
ruang Postmodern dari Charles Moore serta Late modern
sebagai perbendaharaan absrak dari karya-karyanya.
Gehry juga menyimpulkan argumentasi-argumentasi
mengenai Postmodern yang dianut olehCharles Jenks,
Charles Moore, Michael Grraves tetapi tidak
menganutnya.

CONTOH KASUS BANGUNAN NEO-MODERN ANTARA LAIN


:
1. AMERICAN FOLK ART MUSEUM

Dikategorikan dalam aliran suprematism karena


merupakan pengembangan dari bentukan yang
sederhana tanpa alasan yang jelas. Penggunaan material
bangunan menunjukan seperti sebuah bongkahan batu
tetapi dengan bentukan yang tidak mungkin terjadi
dengan menggunakan bahan batu, warna yang seragam,
struktur tidak diperlihatkan. Tidak ada segi sains maupun
fungsi yang dipertimbangkan, hanya karakter bangunan
yang menunjukan bahwa bangunan tersebut bangunan
tua sejarah dengan bentuk masa depan yang inovatif
dan tidak lazim. Metodenya yaitu dengan hermetic
coding, terlihat disini Arsiteknya ingin mengemukakan

ide sebuah bangunan museum dari masa ke masa yakni


dari masa prehistoric sampai masa kini bahkan sampai
masa depan.

2. VILLA ST. JOHN - St. John Island, by Hariri & Hariri


architects

Bangunan villa St.John dapat dikategorikan dalam


bangunan Neomodern aliran suprematism. Hal ini terlihat
dari bentukan yang merupakan pengembangan,
pemaduan dan perekayasaan bentukan-bentukan yang
sederhana untuk memberikan karakter pada bangunan
namun dengan tetap mempertimbangkan fungsi sains
seperti pembayangan dan sirkulasi udaranya.
Sifat disposisi pada dinding-dinding eksterior,
memiringkannya dan menumpuk bentukan-bentukan
tanpa aturan yang pasti merupakan ciri suprematism.
Metode yang digunakan seperti disjunctive
complexcity, bahkan sedikit comic destructive terlihat
pada bentukan luar bangunan. Namun dari interior
terlihat bahwa bangunan ini memiliki pengaturan ruang

yang sesuai dengan metode explosive space yang


menembus batas dan bersifat kontinu dan berhubungan
satu dengan yang lain.

3. KOREAN MUSEUM OF ART - Hariri & Hariri


architects

Juga termasuk dalam aliran suprematism, yakni


pengembangan dari bentukan yang sederhana.
Memiringkan dinding, menggabungkan dengan bentukanbentukan lain sehingga menjadi satu kesatuan dengan
hubungan yang tidak jelas. Penggunaan
metode disjunction complexcity serta explosive
space pada tampak luar dan dalam bangunan. Juga
terdapat konsep seperti yang dikemukakan Peter
Eisenman dengan bentukan L-nya yang merupakan suatu
metode hermetic coding.

4. INDIANAPOLIS HOUSE - Hariri & Hariri architects

Dengan menggunakan metode comic destructive, Hariri


mencoba membedah lebih dalam dari suatu bentukan
yang sederhana dengan menggabungkan juga
metodeexplosive space, bangunan diatas dapat
dikategorikan sebagai bangunan Neomodern
suprematism yang terselubung. Terlihat bahwa
kompleksitas terdapat di dalam bangunan.

5. AURORA PLACE - Sydney Australia, by Renzo Piano

Bangunan ini dapat dikategorikan dalam


aliran Neomodern-hightech dimana penggunaan
struktur yang ekstrim yang juga menunjang sainsnya
seperti pencahayaan dan pembayangan.
Dengan konsep awal sebuah layar seperti konsep dari
bangunan Sydney Opera House, bangunan Aurora Place
dirancang dengan strategi pendekatan secara perspektif
diantara bangunan-bangunan pencakar langit
disekitarnya. Bangunan ini memberikan kesan tersendiri
baik dalam ide, keindahan secara detail maupun
keserasian dengan lingkungannya. Bangunan juga
dirancang dengan pertimbangan yang sangat mendalam
untuk skala tubuh manusia, pemanfaatan sains untuk
kenyamanan dan struktur yang inovatif. Arsitek
perancangnya, Renzo Piano berpendapat bahwa
arsitektur bukan hanya menggabungkan, memotong,
menambah atau mengubah bentukan-bentukan menjadi
satu bentuk baru, tetapi arsitektur sebaiknya
memberikan kontribusi khusus dalam jiwa sebuah
bangunan khususnya dan secara umum terhadap
lingkungan di sekitarnya.
Bangunan ini dikategorikan ke dalam bangunan
Neomodern karena memiliki konsep yang spesifik, juga
mempertimbangkan sains dan strukturnya dan bentukan
yang terjadi juga merupakan penggabungan antara
unsur-unsur geometris dan nongeometris.

6. LONDON BRIDGE TOWER - Livingstone London, By


Renzo Piano

Bentukannya yang berupa menara menjulang tinggi


mengadopsi bentukan kapal layar Thames yang
legendaris dipadukan dengan puncak menara gereja.
Facadenya didistorsi oleh adanya bidang-bidang lempeng
yang berbeda material berkesan ringan namun masif,
karena adanya pemakaian kaca pada facadenya. Kesan
bentukan geometri begitu kuat terlihat dari bentukannya
yang sederhana hanya mengandalkan permainan pada
fasade tampaknya bentukan tiga dimensi merupakan
proyeksi dari denah. Puncak menara yang setinggi 100
meter merupakan radiator yang memakai 35 mph
kekuatan angin untuk mendinginkan bangunan